Kembali
16
1
2022 Pustakaloka : Jurnal Kajian Informasi dan Perpustakaan Vol 14 · 2 ISSN 2502-4108

ANALISIS PENGARUH KUALITAS WEB PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS UDAYANA TERHADAP KEPUASAN PENGGUNA MENGGUNAKAN WEBQUAL 4.0

Universitas Udayana; Universitas Udayana; Universitas Udayana; Universitas Udayana

Abstrak

Web perpustakaan Universitas Udayana berfungsi sebagai media informasi. Namun, minimnya evaluasi mengakibatkanweb perpustakaan menjadi kurang efektif dalam penyediaan koleksi digital dan layanan untuk kepuasan pengguna. Penelitian dilakukan untuk mengetahui pengaruh dari kualitas Web Perpustakaan Universitas Udayana terhadap kepuasan pengguna. Metode yang digunakan yaitu kuantitatif dan untuk pengumpulan data menggunakan teknik surveyberbasis kuesioner. Surveymenggunakan kuesioner yang disebar ke 100 orang berdasarkan perhitungan menggunakan rumus slovin. Responden merupakan mahasiswa yang pernah mengakses web Perpustakaan Universitas Udayana. Kuesioner dibuat berdasarkan konsep dari WebQual 4.0 dengan tiga kategori pengukuran meliputi Information quality, Interaction quality danusability. Dari ketiga kategori tersebut akan dipecah menjadi 20 butir pertanyaan yang akan menjadi pegangan peneliti untuk melakukan survey. Data yang dikumpulkkan diolah dan dianalisis dengan bantuan aplikasi SPSS. Berdasarkan hasil perhitungan yang didapat maka variabel Information quality, Interaction quality danusabilitymemilki pengaruh signifikan terhadap kepuasan pengguna. Indikator dari variabel usabilityyaitu penambahan pengetahuan dari web perpustakaan memiliki nilai paling tinggi yaitu sebesar 83%. Prioritas peningkatan dan perbaikan yaitu pada indicator tampilan web perpustakaan dengan nilai sebesar 54%. Sehingga perlu dilakukan peningkatan pada sisi tampilan web Perpustakaan Universitas Udayana karena indikator tersebut memiliki nilai paling kecil dan berpengaruh pada kepuasan pengguna</p>

Abstract

The Udayana University library web functions as an information medium. However, the lack of evaluation has resulted in web libraries being less effective in providing digital collections and services for user satisfaction. The study was conducted to determine the effect of the quality of the Udayana University Library Web on user satisfaction. The method used is quantitative and for data collection using a questionnaire-based survey technique. The survey used a questionnaire distributed to 100 people based on calculations using the Slovin formula. Respondents are students who have accessed the Udayana University Library web. The questionnaire was created based on the concept of WebQual 4.0 with three measurement categories including usability, information quality and interaction quality. The three categories will be divided into 20 questions that will be used as a guide for researchers to conduct a survey. The collected data is processed and analyzed with the help of the SPSS application. Based on the calculation results obtained, the variables Information quality, Interaction quality and usability have a significant influence on user satisfaction. The indicator of the usability variable, namely the addition of knowledge from the library web, has the highest value, which is 83%. The priority of improvement and improvement is on the library web display indicator with a value of 54%. So it is necessary to improve on the web display side of the Udayana University Library because this indicator has the smallest value and has an effect on user satisfaction.
Keywords: user satisfaction · Udayana university library · web quality · WebQual 4.0

Introduction

Di era teknologi informasi saat ini penggunaan media elektronik semakin meningkat. Berdasarkan data dari We are Social menunjukan data tren peningkatan internet user dan social media yang terjadi di Indonesia pada tahun 2021 menunjukan bahwa penggunaan internet di Indonesia 202,6 juta dengan presentase 73.3% dari jumlah penduduk di Indonesia. Internet sangat memberikan kemudahan kepada penggunanya untuk memenuhi kebutuhan informasi. Salah satu media elektronik yang popular yaitu web. Website atau web merupakan media elektronik yang memiliki fungsi sebagai media komunikasi dan promosi tentang apa yang dimiliki oleh organisasi atau pemilik web. Web perpustakaan menjadi wadah selain koleksi fisik yang dimanfaatkan pengguna perpustakaan melalui jaringan internet. Teknologi menjadi jembatan antara perpustakaan dan pengguna untuk dapat mengeksplorasi dan memanfaatkan koleksi perpustakaan tanpa harus ke perpustakaan fisik. Istilah lain dari web perpustakaan yaitu Sistem Informasi Perpustakaan Berbasis Web (Web Catalogue), Electronic Library, Digital Library dan lain sebagainya. 1 Web perpustakaan merupakan penggabungan dari sistem informasi dan koleksi perpustakaan dalam bentuk format digital. Perpustakaan yang dikembangan dengan teknologi web merupakan suatu organisasi penyedia informasi yang terdiri dari sumber informasi termasuk penyiapan staff yang ahli dalam proses mengakses, seleksi, intepretasi dan menyimpan hasil kerja dalam bentuk digital sehingga dapat disajikan untuk keperluan pengguna 2 . Manfaat website perpustakaan sebagai sarana dalam berkomunikasi dan juga dapat sebagai wadah untuk menemukan informasi yang ada di perpustakaan3. Web dapat diterapkan di perpustakaan yang membantu pengguna mengakses informasi dari jarak jauh. Web Perpustakaan dapat digunakan untuk peningkatan sumber daya informasi seperti media promosi perpustakaan yang dikemas secara menarik dan efektif untuk meningkatkan kepuasan pengguna. Perpustakaan menerapkan internet pada layanannya agar pengguna tidak meninggalkan perpusakaan. Semakin lama pengguna internet akan semakin banyak, sehingga kebutuhan akan informasi secara online semakin diperlukan di perpustakaan. Web perpustakaan menjadi pintu gerbang bagi pemustaka atau pengguna perpustakaan mencari informasi yang mereka inginkan. Webs perpustakaan berperan sebagai penyedia akses pelayanan publik, pengajaran, penelitian, dan pengabdian 4. Konten suatu web mempengaruhi keberhasilan suatu perpustakaan. Konten merupakan muatan yang terkandung pada media misalnya media digital. Konten dalam bentuk digital yang dipublikasikan meliputi teks, grafik, suara, dan klip video. Konten digital dapat diakses memalui device atau perangkat komputer. Format konten digital memiliki keberagaman misalnya: PDF, JPG, MOV, MP3, MP4 dan PNG. Kunci yang membuat web perpustakaan menjadi sukses atau berkualitas bukan hanya dari segi desain pada web, namun isi informasi atau konten yang tentunya informasi yang berkualitas untuk kebutuhan informasinya.5 Web yang dimiliki Perpustakaan Universitas Udayana dengan alamat https://e perpus.unud.ac.id merupakan portal online yang diluncurkan untuk membantu pengguna mengakses informasi tentang Perpustakaan Universitas Udayana seperti: layanan sirkulasi, layanan ruang, katalog online, koleksi terbaru, informasi terbaru tentang perpustakaan, repositori tugas akhir mahasiswa dan jurnal yang dilanggan oleh Perpustakaan Universitas Udayana. Pengguna web perpustakaan merupakan mahasiswa serta para dosen di lingkungan Universitas Udayana. Kehadiran web Perpustakaan Universitas Udayana menjadikan layanan perpustakaan akan lebih baik terutama dalam memberikan koleksi dalam bentuk digital. Penggunaan koleksi digital semakin meningkat karena sudah banyak koleksi digital yang mudah diakses melalui internet. Penelitian yang dilakukan Supriyanto6 tentang sumber rujukan yang paling banyak digunakan mahasiswa Universitas Gadjah Mada yaitu referensi digital seperti e-book dan jurnal online sebesar 39,11%. Hal tersebut menujukan bahwa tingkat penggunaan koleksi digital sebagai rujukan mahasiswa tergolong tinggi. Dengan adanya web perpustakaan tentu akan meningkatkan penyebaran koleksi digital melalui jaringan internet. Namun dalam membuat web diperlukan perancangan dan evaluasi kualitas web agar dapat berjalan sesuai dengan keinginan pengguna. DPRD Wonogiri Kualitas layanan, salah satunya berupa akses web perpustakaan berfokus pada upaya untuk memenuhi keinginan pelanggan atau mengimbangi harapan pelanggan. Kualitas layanan menjadi evaluasi dari layanan melalui perbandingan kinerja dengan dengan harapan umum pelanggan. Kualitas pelayanan sebagai suatu perbandingan yang berkaitan dengan harapan dengan kualitas kinerja dari jasa pelayanan. Batinggi dan Badu berpendapat bahwa layanan memiliki arti sebagai menolong dan menyediakan segala hal yang diperlukan oleh orang lain7. Kualitas layanan perpustakaan dapat dilihat dari kebutuhan pemustaka, dimana layanan yang baik merupakan layanan yang memenuhi harapan dan kebutuhan pemustaka8. Kualitas layanan perpustakaan harus selalu ditingkatkan seiring dengan perkembangan jaman. Kualitas pelayanan juga merupakan ujung tombak perpustakaan dimana hal tersebut sangat penting untuk diwujudkan. Perpustakaan yang baik dapat dilihat dari pelayanan kepada setiap pemustaka secara cepat dan tepat. Kepuasan pengguna memegang posisi penting dalam suatu organisasi untuk mengukur keunggulan implementasi sistem informasi. Oleh karena itu, organisasi perlu mengevaluasi layanan yang mereka berikan dengan menggunakan kepuasan pengguna akhir sebagai umpan balik.9 Penelitan yang membahas mengenai kualitas web sudah dilakukan oleh berberapa peneliti. Seperti pada penelitan Warjiyono tentang kualitas website yang dimiliki oleh Desa Jagalempeni 10. Penelitian tersebut menggunakan webqual 4.0 dengan 4 variabel. Hasilnya yaitu variabel dari Service Interaction tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap kepuasan pengguna. Sementara variabel InformationQuality, Usability dan VisualQuality memiliki pengaruh terhadap kepuasan pengguna. Penelitan lainnya yaitu evaluasi web UNRIYO dengan memanfaatkan System Usability Scale 11. Hasil penelitian tersebut yaitu web UNRIYO belum dapat diterima pengguna dari aspek usability berdasarkan hasil kuesioner dan analisis sehingga perlunya peningkatan layanan pada web UNRIYO. Pada penelitian selanjutnya melakukan penelitian untuk menggali lebih dalam mengenai variabel yang terpenting dari sebuah kualitas layanan berbasis elektronik 12 . Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa e-service quality, website design, security/privacy, mempengaruhi kualitas e-service. Sedangkan variabel customer service tidak memiliki pengaruh secara signifikan terhadap kualitas e-service. Berdasarkan beberapa penelititan yang sudah dipaparkan, dapat dikatakan bahwa kualitas web memiliki dampak atau hubungan terhadap kepuasan pengguna. Sehingga peneliti tertarik melakukan analisis tentang pengaruh dari kualitas web milikPerpustakaan Universitas Udayana terhadap kepuasan pengguna. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui variabel yang berpengaruh terhadap kepuasan pengguna web perpustakaan. Variabel tersebut meliputi Information quality, Interaction quality dan usability.

Method

Metode penelitian menerapkan pendekatan kuantitatif dengan metode pengumpulan data melalui survey berbasis kuesioner. Penelitian kuantitatif adalah metode yang digunakan dalam pengujian suatu teori berdasarkan hubungan antar variabel 13 . Sedangkan penelitian deskriptif merupakan penelitan yang mendeskripsikan dan mengklarifikasi suatu fenomena yang terjadi di lapangan dengan menerangkan beberapa variabel yang saling berhubungan dengan masalah14. Penelitian ini meneliti tentang pengaruh kualitas Web Perpustakaan Universitas Udayana terhadap kepuasan pengguna. Variabel bebas pada penelitian ini yaitu Information quality, Interaction quality dan usability berdasarkan dimens WebQual 4.0. Sedangkan pada variabel terikat yang digunakan adalah kepuasan pengguna. WebQual 4.0 merupakan metode pengukuran tingkat kualitas web dari sudut pandang atau persepsi pengguna akhir. Metode WebQual 4.0 dikembangkan oleh Richard Vidgen dari Management Schools di University of Bath dan Stuart Barnes dari School of Information Management di Victory University of Wellington pada tahun 200. Metode ini dikembangkan dari metode SERVQUAL yang digunakan sebelumnya untuk pengukuran kualitas jasa. Metode pengukuran WebQual memiliki keunggulan yaitu sebagai alat ukur kualitas website sesuai dengan kepuasan pengguna, mengetahui kemudahan dan kesulitan pengguna dalam menggunakan website tersebut, serta dapat mengetahui efektifitas website dan pengaruh terhadap informasi yang akan didapat oleh pengguna15 Gambar 2 Konsep WebQual 4.0 (Richard Vidgen & Stuart Barnes) Pada metode WebQual 4.0 dikembangkan dengan tiga kategori pengukuran meliputi kualitas kegunaan (usability), kualitas informasi (Information quality), serta kualitas interaksi (Interaction quality) terlihat pada gambar 2 1. Usability merupakan mutu dari rancangan web yang berhubungan dengan penampilan, kemudahan untuk dimengerti oleh penggunaan, mudah ditelusuri, menarik untuk digunakan dan secara visual juga menarik. 2. Information quality merupakan mutu dari konten yang ada di web seperti isi konten, akurasi dari informasi, dapat dipercaya, up to date dan terinci. 3. Interaction quality merupakan mutu yang berhubungan dengan interaksi pelayanan yang dialami pengguna. Apakah pengguna merasa aman ketika mereka menyelidiki kedalam web lebih dalam. Dari metode WebQual 4.0 yang terdiri dari tiga katagori dapat dipecah menjadi beberapa butir pertanyaan untuk mengukur tingkat kualitas web dari sudut pandang atau persepsi pengguna akhir. Oleh karena itu, pada kuesioner penelitian ini dibuat berdasarkan konsep dari WebQual 4.0 dengan tiga kategori pengukuran meliputi kualitas informasi (Information quality), kualitas kegunaan (usability) serta kualitas interaksi (Interaction quality). Ketiga kategori tersebut akan dipecah menjadi 20 butir pertanyaan yang akan menjadi pegangan peneliti untuk melakukan survey. Pertanyaan yang terdiri dari 5 pertanyaan terkait dimensi kulaitas informasi, 5 pertanyaan terkait dimensi kualitas interaksi pelayanan, 5 pertanyaan terkait dimensi kegunaan evaluasi pemanfaatan aplikasi perpustakaan digital dan 5 pertanyaan untuk penilaian keseluruhan. Lokasi penelitian ini yaitu di UPT Perpustakaan Universitas Udayana, Kota Denpasar, Bali serta membagikan kuesioner secara daring. Penelitian dilakukan mulai bulan September 2021 sampai Oktober 2021. Populasi yang digunakan yaitu semua mahasiswa Universitas Udayana dengan jumlah 26.950 pada tahun 2021. Populasi yaitu wilayah yang isinya subjek dengan karakteristik dan kualitas tertentu kemudian akan dipelajari untuk mendapatkan kesimpulan 16 . Sample diharakan dapat mewakili (representative) dari populasi yang ada. Dari sejumlah populasi yang ada, peneliti menentukan sampel untuk mewakili populasi yang akan diteliti. Dengan menggunakan rumus Slovin, peneliti akan mengetahui jumlah sampel. Rumus Slovin dapat membantu menentukan jumlah sampel yang mewakili populasi pada penelitian 17. Gambar 1 Perhitungan Sampel Dari perhitungan diatas makan jumlah sampel untuk mengisi kuesioner pada penelitian ini berjumlah 100 orang. Untuk penentuan sampel, peneliti memilihnya secara acak atau random menggunaka teknik probability sampling yang mencerminkan keragaman populasi di 13 fakultas di Universitas Udayana. Pengumpulan data menggunakan surey berbasis kuesioner serta melakukan observasi dan studi dokumentasi. Kuesioner merupakan pengumpulan data melalui butiran pertanyaan untuk dijawab oleh responden 18. Penggunaan kuesioner akan efisien jika peneliti tahu pasti varabel apa yang akan diukur serta apa yang diharapkan dari responden. Observasi dilakukan dengan pengamatan secara cermat di lapangan. Dalam melakukan pengamatan diharuskan memperhatikan dengan teliti objek yang penelitian. Observasi dilakukan dengan mengamati secara langsung proses pemanfaatan web perpustakaan pada saat pembagian kuesioner. Pada penelitian ini juga melakukan studi pustaka dengan mengumpulkan data teori teori yang berkaitan dengan yang akan diteliti. Uji yang dilakukan pertama setelah terkumpul hasil kuesioner yaitu uji reliabilitas dan uji validitas dengan metode Cronbach’s Alpha dengan hasil terbukti valid. Selanjutnya yaitu uji asumsi klasik atau normalitas data. Pada penelitian ini menunjukan bahwa nilai signifikansi 0.834 lebih besar dari 0.05. Hal tersebut menunjukan bahwa data variabel pada penelitian ini berdistribusi normal. Selanjutnya Uji asumsi non-multikolinearitas dipenuhi ketika VIF (Variance Inflation Factor)< 10. Selanjutnya dilakukan uji T atau hipotesis untuk mengetahui apakah variabel bebas memiliki perpengaruh terhadap variabel terikatnya. Untuk mengetahui dilakukan pengujian dengan syarat jika thitung lebih besar darittabel maka hipotesis H1 diterima dan begitu sebaliknya hipotesis H0 akan ditolak. Sehingga kesimpulannya terdapat pengaruh signifikan antar variabel. Namun ketika thitung memiliki nilai lebih kecil darit tabel otomatis H0 yang diteriam dan H1 yang ditolak atau bisa dikatakan tidak ada pengaruh yang signifikan antar variable tersebut. Proses analisis data menggunakan bantuan aplikasi SPSS.

Result & Discussion

Menguji alat ukur atau instrumen dilakukan terlebih dahulu sebelum menganalisis data sebenarnya. Pengujian yang dilakukan yaitu uji validitas kemudian uji reliabilitas. Setelah kuesioner sudah dinyatakan valid maka kemudian dilakukan uji asumsi, uji T, dan uji F. Uji validitas ditunjukan untuk mengukur apakah data dapat dipercaya dan mewakili apa yang diteliti. Uji validitas kuesioner yang digunakan yaitu Pearson Product Moment Correlation. Berdasarkan perhitungan dari uji validitas pada web perpustakaan didapatkan rtabel lebih kecil dari rhitung, sehingga pertanyaan yang diuji valid. Nilai rtabel pada penelitian ini yaitu 0.444 dengan taraf signifikasi sebesar 5% dan dari hasil perhitungan menggunakan SPSS menunjukkan rhitung memiliki nilai lebih besar dari 0.444 pada setiap butir pertanyaan. Dengan demikian mana hasil uji validitas dari setiap variabel yang diujikan adalah valid. Tabel 1 Hasil Uji Validitas Variabel Variabel Nomor Pertanyaan rhitung 1 Variabel Interaction quality (X1) 2 3 4 5 .940** .846** .940** .740** .750** 6 Variabel Information quality (X2) Variabel usability (X3) Variabel Kepuasan Pengguna (Y) 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 .900** .704** .760** .552** .668** .691** .859** .940** .509** .940** .940** .846** .801** .870** .850** Sumber: hasil pengolahan peneliti, 2021 Metode Cronbach’s Alpha digunakan pada penelitian ini untuk menguji reliabilitas. Jika nilai Alpha lebih besar dari 0.70, maka butir pertanyaan terbukti reliabel dan jika sebaliknya maka pernyataan tersebut tidak reliabel. Hasil dari perhitungan menunjukan nilai yang didapatkan sebesar 0.930 yang dapat dilihat pada tabel 2. Hal tersebut membuktikan bahwa kuesioner terbukti reliabel. Tabel 2 Statistik Reliabilitas Cronbach’s Alpha N of Item .930 20 Sumber: hasil pengolahan peneliti, 2021 Selanjutnya dilakukan uji normalitas. Berdasarkan gambar 1 menunjukan nilai yang didapat yaitu 0.834, sehingga variabel berdistribusi normal karena nilai tersebut lebih besar dari 0.05. Gambar 3 One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Uji asumsi non-multikolinearitas dipenuhi apabila nilai dipenuhi ketika VIF (Variance Inflation Factor)< 10. Dari hasil pengujian dapat tidak terdapat pelanggaran asumsi multikolinearitas. Selanjutnya dilakukan uji heteroskedastisitas, tidak ada gejala heterokedastisitas karena titik-titik penyebaran berada disekitar angka nol. Hasil dari uji heterokedastisitas yaitu nilai sig > 0.05 sehingga tidak ada heteroskedastisitas. Variabel information quality mendapatkan niali Sig sebesar 0.121, service interaction medapatkan nilai Sig sebesar 0.095, usability mendapatkan nilai Sig sebesar 0.066. Nilai sig yang didapat dari hasil olah dapat dikatakan tidak terjadi heterokedastisitas dan varians dari nilai residual adalah homogen. Selanjutnya dilakukan uji T atau hipotesis untuk mengetahui masing-masing variabel bebas apakah berpengaruh terhadap variabel terikatnya. Untuk mengetahui dilakukan pengujian dengan syarat jika thitung >ttabel maka H0 ditolak dan H1 diterima atau dapat dikatakan bahwa terdapat pengaruh signifikan antar variabel. Namun jika sebaliknyathitung <ttabel Maka H0 diterima dan H1 ditolak atau tidak ada pengaruh signifikan antar variabel. Berikut adalah hipotesis penelitian. H01 : Tidak terdapat pengaruh signifikan antara variabel Information terhadap kepuasan pengguna web Perpustakaan Universitas Udayana H11 : Terdapat pengaruh signifikan antara variabel Information quality terhadap kepuasan pengguna web Perpustakaan Universitas Udayana H02 : Tidak terdapat pengaruh signifikan antara variabel Interaction quality terhadap kepuasan pengguna web Perpustakaan Universitas Udayana H12 : Terdapat pengaruh signifikan antara variabel Interaction quality terhadap kepuasan pengguna web Perpustakaan Universitas Udayana H03 : Tidak terdapat pengaruh signifikan antara variabel usability terhadap kepuasan pengguna web Perpustakaan Universitas Udayana H13 : Terdapat pengaruh signifikan antara variabel usability terhadap kepuasan pengguna web Perpustakaan Universitas Udayana Tabel 3 Hasil Uji T Model Unstandardized coefficients Standard ized coefficie nt B Std.Error Beta t Sig (Constant) 2.770 X1 X2 X3 .230 .290 .377 1.353 .108 .099 .091 1967 .202 .300 .399 1.864 3.190 4.288 .0.51 .004 .003 .001 Sumber: hasil pengolahan peneliti, 2021 Hasil dari perhitungan menunjukan variabel information quality (X1) memiliki nilai thitung yaitu 3.190. Perhitungan df dilakukan untuk menghitung nilai ttabel dengan rumus n-k=df, dan k yaitu jumlah variabel dan n merupakan jumlah responden. Nilai df =n-k=100-4=96, sehingga ttabel pada tingkat signifikasi 5% dalam penelitian ini yaitu 1.661. Hasil perhitungan memperlihatkan thitung yang memiliki nilai lebih besar dibandingkan ttabel (3.190 > 1.661). Dapat dikatakan bahwa hipotesis H02 ditolak dan H12 diterima. Sehingga kesimpulannya yaitu terdapat pengaruh dari variabel information quality yang signifikan terhadap kepuasan pengguna web Perpustakaan Universitas Udayana. Hasil dari perhitungan menunjukan variabel interaction quality (X2) memiliki nilai thitung yaitu 4.288. Perhitungan df dilakukan untuk menghitung nilai ttabel dengan rumus n-k=df. Nilai df =n-k=100-4=96, sehingga ttabel pada tinkat signifikasi 5% dalam penelitian ini yaitu 1.661. Hasil perhitungan memperlihatkan thitung yang memiliki nilai lebih besar dibandingkan ttabel (4.288 > 1.661). Hal ini berarti H03 ditolak dan H03 diterima. Sehingga kesimpulannya yaitu terdapat pengaruh dari variabel interaction quality yang signifikan terhadap kepuasan pengguna web Perpustakaan Universitas Udayana. Hasil dari perhitungan menunjukan variabel usability (X3) memiliki nilai thitung yaitu 1.864. Perhitungan df dilakukan untuk menghitung nilai ttabel dengan rumus n-k=df. Nilai df =n-k=100-4=96, sehingga ttabel pada tinkat signifikasi 5% dalam penelitian ini yaitu 1.661. Hasil perhitungan memperlihatkan thitung yang memiliki nilai lebih besar dibandingkan ttabel (1.864 > 1.661). Hal ini berarti H01 ditolak dan H11 diterima. Sehingga kesimpulannya yaitu terdapat pengaruh dari variabel usability yang signifikan terhadap kepuasan pengguna web Perpustakaan Universitas Udayana. Pengujian variabel bebas terhadap variabel terikat menggunakan uji F untuk mengetahui apakah variabel bebas secara bersama-sama berpengaruh terhadap variabel terikat. Ketika nilai dari pengujian lebih kecil dari 0,05 maka variabel bebas berpengaruh terhadap variabel terikat secara bersama-sama. Tinggkat signifikansi yang digunakan 0,05 atau 5%. Tabel 4 Hasil Uji T Model Sum of Squares df Mean Square F Sig Regression 438.557 3 147.434 55.045 .000a Residual 243.125 96 2.543 Total 674.569 99 Sumber: hasil pengolahan peneliti, 2021 Hasil Uji F menunjukan kualitas web Perpustakaan berupa Information quality, Interaction quality serta Usability berdasarkan analisis memiliki pengaruh pada kepuasan pengguna secara signifikan terhadap web Perpustakaan Universitas Udayana. Variabel information quality menggunakan lima indikator. Dari kelima indikator yang memiliki nilai paling tinggi adalah adanya menyediakan informasi yang mudah dimengerti sebesar 74%. Sedangkan yang memiliki nilai terendah yaitu indikator menyediakan informasi tepat waktu sebesar 58%. Dari hasil survey menujukan web perpustakaan memiliki informasi yang mudah untuk dimengerti oleh pengguna. Variabel interaction quality menggunakan lima indikator. Dari kelima indikator yang memiliki nilai paling tinggi adalah kemudahan dalam memberikan masukan (feedback) sebesar 76%. Sedangkan yang memilii nilai terendah yaitu indikatior adanya suasana komunitas di web perpustakaan sebesar 59%. Variabel usability menggunakan lima indikator. Dari kelima indikator yang memiliki nilai paling tinggi adalah adanya penambahan pengetahuan dari web perpustakaan sebesar 83%. Sedangkan yang memilii nilai terendah yaitu indikator tampilan web perpustakaan sebesar 54%. Dari hasil survey menunjukan web perpustakaan memiliki nilai terhadap kebermanfaatan informasi yang dibutuhkan oleh pengguna. Hal ini sesuai dengan hasil penelitian Kiswanto yang menyatakan bahwa kualitas informasi ketika dihubungkan dengan variabel kepuasan pengguna, terdapat pengaruh positif yang signifikan dalam peningkatan kualitas website perpustakaan Sumatera Selatan.19 Hasil dari survey menunjukan kualitas web berdampak nyata terhadap kepuasan penguna. Jika kualitas web perpustakaan mengalami peningkatan maka persentase kepuasan pengguna akan meningkat. Hal tersebut sesuai dengan penelitian dari Wulandari et al. 20 yang menyatakan semakin tinggi kualitas web perpustakaan maka akan meningkatkan kepuasan pengguna. Seiring berkembangnya kualitas menu layanan website yang diberikan, secara bersamaan penilaian terhadap layanan yang diberikan perpustakaan semakin semakin meningkat.21 Satisfaction atau kepuasan pengguna perpustakaan menjadi kriteria dari kepuasan pengguna terhadap sumber elektronik, kegunaan web perpustakaan serta pelayanan untuk pengguna. Selain itu website yang memiliki interface dan informasi yang lengkap akan menambah tingkat kepuasan pengguna 22. Terakhir, ketika kualitas website perpustakaan, kualitas layanan yang diberikan kepada mahasiswa, dan kualitas sumber informasi yang diberikan kepada mahasiswa berada pada level standar, mahasiswa dapat memahami pentingnya perpustakaan khususnya layanan digital dalam kehidupan akademik mereka23.

Conclusion

Penelitian yang sudah dilakukan menghasilkan kesimpulan yaitu kualitas Web yang terdiri dari Information quality, Interaction quality serta usability secara signifikan memiliki pengaruh terhadap kepuasan pengguna. Hal tersebut dibuktikan dengan thitung pada setiap variabel memiliki nilai yang lebih tinggi dari ttabel. Dimana ttabel pada penelitian ini menggunakan tingkat signifikasi 5% yaitu 1.661. Dari hasil survey tentang kepuasan pengguna, nilai dari variabel usability dengan indikator penambahan pengetahuan dari web perpustakaan memiliki nilai paling tinggi yaitu sebesar 83%. Sedangkan nilai yang paling kecil yaitu pada indikator tampilan web dengan nilai sebesar 54%. Sehingga prioritas peningkatan yang diperlukan yaitu dari sisi tampilan web perpustakaan. Dari hasil penelitian analisis kualitas web Perpustakaan Udayana diperoleh bahwa secara keseluruhan kualitas web perpustakaan meliputi variabel yang digunakan memiliki pengaruh besar atau signifikan terhadap kepuasan pengguna web.