Kembali
16
1
2013 Pustakaloka : Jurnal Kajian Informasi dan Perpustakaan Vol 5 · 1 ISSN 2502-4108

SISTEM INFORMASI PERPUSTAKAAN BERBASIS WEB

N/A

Abstract

Today the development of science and technology is dinanic, even faster than before, one of it is the existence of internet. Web is the collection of pages used to show information, motion pictures, audio, audio visual, both static or dinamic. Web can be used for information management systen. The use of it will spread information dissemination dan promotion of library to the users of Indonesian or abroad. So the library must optimize web as information system to achieve the purpose of library.
Keywords: Website · Library Information System · Internet

Introduction

Perkembangan ilmu pengetahuan dan informasi semakin pesat. Pemanfaatannyasudah masuk ke berbagai lapisan. Salah satu buktinya adalah dengan makin maraknya instansi-instansi maupun lembaga pendidikan yang menggunakan komputer. Hal ini berpengaruh pada dunia pendidikan, yaitu pembelajaran berbasis komputer. Disamping itu pemanfaatan komputer digunakan sebagai sarana presentasi, komunikasi, bahkan promosi di suatu lembaga pendidikan kepada publik dan masyarakat. Hal ini dilakukan karena surat kabar, radio dan TV masih memiliki banyak kekurangan. Salah satunya yakni daya jangkau yang masih sangat terbatas, alternatif baru melalui media internet. Untuk melakukan promosi bagi lembaga pendidikan penggunaan sarana web pada internetakan memperluas jangkauan promosi baik di dalam negeri maupun luar negeri. MenurutPardosi,websitemerupakankumpulanhalaman-halaman yang digunakan untuk menampilkan informasi, gambar gerak, suara, dan gabungan dari semuanya itu, baik yang bersifat statis maupun dinamis?. Website merupakan bagian integral dari konsep pemanfaatan teknologi informasi, sehingga untuk media informasi perpustakaan akan lebih efektif. Website cepat sekali populer di lingkungan pengguna internet, karena kemudahan yang diberikan kepada pengguna internet untuk melakukan penelusuran, penjelajahan, dan pencarian informasi. Menurut Syafrizal, jumlah pengguna internet yang besar dan semakin berkembang telah mewujudkan budaya internet. Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) memperkirakan pengguna internet akan terus meningkat tiap tahunnya. Berdasarkan analisis tren tahun 2005 di mana pengguna internet Indonesia naik hampir 50% dari 11 juta di tahun 2004 menjadi 16 juta pada 2005.Data di atas membuktikan teknologi informasi mampu mempengaruhi berbagai aspek kehidupan. Berbagai kepentingan mulai dari gaya hidup (lifestyle), saranapelengkap hingga menjadi perangkat vital dapat terjembatani. Hal ini bukan saja terjadi pada masing-masing individu tetapi juga terjadi pada organisasi secara luas. Web sebagai bagian dari teknologi informasi mempunyai peran dalam organisasi perpustakaan. Web dapat dimanfaat perpustakaan sebagai sarana untuk mengkomunikasikan pada pemustaka tentang berbagai hal yang ada di perpustakaan, yaitu sebagai sistem informasi perpustakaan. Berpijak pada hal tersebut, maka dalam tulisan ini akan mengupas tentang pemanfaat website sebagai sistem informasi di perpustakaan. Sistem Informasi Semakin besar suatu organisasi maka problem yang akan muncul juga semakin besar. Hal ini banyak pihak yang terlibat dalam organisasitersebut. Untukituagar problem yang ada tidak meruginakn organisasi, maka perlu sistem informasi yang baik dalam organisasi. Menurut Husein (2006) sistem informasi seperangkat komponen yang saling berhubungan yang berfungsi mengumpulkan, memproses, menyimpan dan mendistribusikan informasi utuk mendukung pembuatan keputusan dan pengawasan dalam organisasi’. Sedang menurut Jogiyanto mengutip pendapat John F.Nash dan Martin B. Roberts sistem informasi adalah suatu kombinasi dari orang-orang, fasilitas, teknologi, media, prosedur-prosedur dan pengendalian yang ditujukan untuk mendapatkan jalur penting, mempross tipe transaksi rutin tertentu, memberi sinyal kepada manajemen dan yang lainya terhadap kejadian-kejadian internal dan eksternal yang penting dan menyediakan suatu dasar untuk pengambilan keputusan‘. Kadir menyebutkan sistem informasi mencakup sejumlah komponen (manusia, komputer, teknologi informasi, dan prosedur kerja), ada sesuatu yang diproses (datamenjadi informasi), dan prosedur kerja, ada sesuatu yang diproses (data menjadi informasi), dan dimaksudkan untuk mencapai suatu sasaran atau tujuan®. Menurut Husein (2006) sistem informasi pemecahan masalah manajemen dan organisasiberlandaskan pada teknologi informasi, untuk menghadapi tantangan lingkungan. Untuk dapat menggunakan dan merancang sistem informasi, maka perlu memahami lingkup sistem itu berada yakni organisasi, manajemen, dan teknologi®. Menurut Husein (2006) ada 3 (tiga) aktivitas yang terjadi pada sistem informasi adalah input, processing, output. Input adalah sekumpulan data mentah dalam organisasi maupun luar organisasi untuk diproses dalam suatu sistem informasi. Processing adalah konversi/pemindahan, manipulasi dan analisis input mentah menjadi bentuk yang lebig berarti bagi manusia. Output adalah distribusi informasi yang sudah diproses ke anggota organisasi di mana output tersebut akan digunakan. Informasi dalam hal ini juga membutuhkan umpan balik yakni output yang dikembalikan ke anggota organisasi yang berkepentingan untuk membantu mengevaluasi atau memperbaiki input. Sedang Jogiyanto mengutip John Burch dan Gary Grudnitski mengemukakan bahwa sistem informasi terdiri dari komponen-komponen yang disebut dengan istilah blok bangunan, yaitu blok masukan, blok model, blok basis data, dan blok kendali. Blok masukan mewakili data yang masuk dalam sistem informasi. Blok model terdiri dari kombinasi prosedur, logika dan model matematika yang akan memanipulasi data input dan data yang tersimpan dalam basis data. Blok keluaran yang merupakan informasi yang berkualitas dan dokumentasi yang berguna untuk semua tingkatan manajemen serta semua pemakai sistem. Blok teknologi kotal alat dalam sistem informasi digunakan untuk menerima input, menjalankan model, menyimpan dan mengakses data, menghasilkan dan mengirim keluaran dan membantu pengendalian dari sistem secara keseluruhan. Blok basis data merupakan kumpulan dari data yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya, tersimpan di perangkat keras komputer dan digunakan perangkat lunak untuk memanipulasi. Blok kendali untuk mengendalikan agar sistem berjalan sesuai dengan yang diinginkan’. Penerapan sistem informasi dalam organisai agar tujuan organisasidapat tercapai. Husien menyebutkan sistem informasi selain mendukung pembuatan keputusan, koordinasi dan pengawasan, sistem informasi dapat membantu manajer dalam menganalisa masalah, membuat masalah-masalah kompleks dan menciptakan produk-produk baru®. Sedangkan Kadir (2003) mengutip Alter, menyebutkan ada 4 (empat) peranan penting sistem informasi dalam organisasi: 1. 2. Berpartisasi dalam pelaksanaan tugas-tugas Mengaitkan perencanaan, pengerjaan, dan pengendalian dalam sebuah subsistem Mengkoordinasikan subsistem-subsistem Mengintegrasikan subsistem-subsistem Sistem informasi dapatmembantu kegiatan dalamorganisasiagar sinergi, sehingga tujuan dalam organisasi dapat tercapai. Penerapan sistem informasi perpustakan digunakan untuk mendukung tujuan perpustakaan, yaitu agar segala informasi yang ada di perpustakaan dapat diketahui banyak pemustaka. Sehingga informasi tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal oleh pemustaka dalam mendukung aktifitasnya. C. Website Sejarah Website Banyak orang menyebut website dengan site, lainnya menyebut dengan situs®. Situs adalah kumpulan halaman website yang berhubungan antara halaman satu dengan halaman lainnya. Secara terminologi, website sebuah sistem di mana informasi dalam bentuk teks, gambar, suara, dan lain-lain dipresentasikan dalam bentuk hypertext dan dapat diakses oleh perangkat lunak yang disebut browser. Pardosi menjelaskan bahwa halaman pertama sebuah website adalah fomepage Sedangkanhalaman demi halaman nyasecaramandiridisebutweb-page. Sebuahhalamanweb (web- page)adalahdokumen yang ditulisdalam format HTML (Hyper TextMarkupLanguage), yang dapatdiaksesmelalui HTTP (Hyper Text Transfer Protocol)®. Adapunpengertian HTIP menurutRafiudin (2004:96) dari yaituprotokol server yang menyampaikaninformasi websiteuntukditampilkankepada para pemakaimelaluimesinpenelusurweb'. Berdasarkan sejarahnya internet hanya menawarkan layanan berbasis teks, meliputi renote access dan messaging. Layanan berbasis grafis seperti World Wide Web (WWW) saat itu masih belum ada, yang ada hanyalah layanan yang disebut Gopher yang dalam beberapa hal mirip seperti web, kecuali sistem kerjanya yang masih berbasis teks. Pada tahun 1990 ketika WWWmulai dikembangkan oleh CERN (Laboratorium Fisika Partikel di Swiss) berdasarkan proposal yang dibuat oleh Tim Berners-Lee, pada tahun 1992 Web browser yang pertama lahir bernama Viola. Viola ini diluncurkan oleh Pei Wei dan didistribusikan bersama CERNWWW, tentu saja web browser yang pertama ini masih sangat sederhana, tidak secanggih browser modern yang kita gunakan saat ini. Syafrizalmenerangkanbahwa terobosan lainnya terjadi pada1993 ketika InterNIC didirikan untuk menjalankan layanan pendaftaran domain. Sebuah website bisa berupa hasil kerja dari perorangan atau individu, atau menunjukkan kepemilikan dari sebuah organisasi, perusahaan, dan biasanya website itu menujukkan beberapa topik khusus, atau kepentingan tertentu. Sebuah website bisa berisi hyperlink yang menghubungkan ke website lain'%. Unsur-Unsur Website Menurut Haris, dalam membangun sebuah situs harus memperhatikan beberapa unsur yang harus ada dalam situs tersebut, sehingga situs tersebut dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan harapan®. Adapun unsur-unsur tersebut ialah : 1. a. Nama domain (domain nane): Nama domain adalah alamat permanen situs di dunia internet yang digunakan untuk mengidentifikasi sebuah situs. Istilah yang umum digunakan adalah URL (Uniform Resource Locator), contoh sebuah URL seperti http://www.yahoo.com, Menurut Syafrizal (2005:216) ada banyak macam nama domain yang dapat kita pilih sesuai dengan keinginan. Berikut ini ada beberapa nama domain yang sering digunakan dan yang tersedia di internet : Generic domains Generic domainsmerupakan nama domain yang berakhiran dengan .com .net .org .edu .mil atau .gov. Jenis domain ini sering juga disebut top level domain dan domain ini tidak berafiliasi berdasarkan negara, sehingga siapapun dapat mendaftar. Domain-domain tersebut antara lain: a) P.com : merupakan top level domain yang ditujukanuntukkebutuhanjual-beli(commercial). b) @.edu : merupakan domain yang ditujukanuntukkebutuhand uniapendidikan(education). c) @gov : (government). merupakan domain untukpemerintahan d) @mil :merupakan domain untuk kebutuhan angkatan b. bersenjata (military). e) Q.org : domain untukorganisasiataulembaganon profit (organization). Country Specific Domains Country Specific Domainsyaitudomain berkaitandenganduahurufekstensi, yang ~danseringjugadisebutsecond leveldomain, seperti .id (Indonesia), .au (Australia), jp (Jepang), dan lain lain. Domain inidioperasikandandidaftarkan di masingmasingnegara, di Indonesia domain-domain iniberakhiran .co.id, .ac.id, .go.id, .mil.id, .or.id, danpadaakhir-akhiriniditambahdengan .warnet.id, .milid, dan .web.id. Penggunaandarimasing-masing akhirantersebutberbedatergantungpenggunadanpengunaannya, antara lain: a) @.coid b) QD.acid c) @.goid d) @milid e) Q.orid f) : : : : untuk badan usaha yang mempunyai badan hukum sah. untuk lembaga pendidikan. khusus untuk lembaga pemerintahan Republik Indonesia. khusus untuk lembaga militer Republik Indonesia. : untuk segala macam organisasi yang tidak termasuk dalam kategori “ac.id”,”co.id”,”go. id”,"milid”, dan lain. @.war.netid :untuk industri warung internet di Indonesia. g) D.schid ‘khusus untuk lembaga pendidikan yang menyelenggarakan pendidikanseperti SD, SMP, dan SMU h) @.web.id :Ditujukan bagi badan usaha, organisasi ataupun perseorangan yang melakukan kegiatannya di world wide web. Nama domain dari tiap-tiap situs di seluruh dunia tidak ada yang sama sehingga tidak ada satupun situs yang akan dijumpai tertukar nama atau tertukar halaman situsnya. Untuk memperoleh nama dilakukan penyewaan domain, biasanya dalam jangka tertentu (tahunan). 2. 3. Hosting Hosting dapat diartikan sebagai ruangan yang terdapat dalam harddisk tempat menyimpan berbagai data, file-file, gambar, dan lain sebagainya yang akan ditampilkan di situs. Besarnya data yang bisa dimasukkan tergantung dari besarnya hosting yang disewa dan dimiliki, semakin besar fosting semakin besar pula data yang dapat dimasukkan dan ditampilkan dalam situs. Hosting adalah rumah atau tempat di mana kita meletakkan web kita dalam sebuah komputer server sehingga dapat dipanggil dan diakses oleh komputer klien. Hostingjuga diperoleh dengan menyewa, besarnya hosting ditentukan hardisk dengan ukuran MB (Mega Byte) atau GB (Giga Byte). Lama penyewaan hosting rata-rata dihitung pertahun. Penyewaan fosting dilakukan dari perusahaan-perusahaan penyewa webhosting yang banyak dijumpai baik di Indonesia maupun luar negeri. Bahasa Pemrograman (scripts) Scrpits atau bahasa pemograman adalah teknik komando/ instruksi standar untuk memerintah komputer. Bahasa pemograman ini merupakan suatu set aturan sintaks dan semantik yang dipakai untuk mendefinisikan program komputer. Menurut Dewita,scripts adalah bahasa yang digunakan untuk menerjemahkan setiap perintah dalam situs yang padasaatdiakses. Jenis scripts sangat menentukan statis, dinamis atau interaktifnya sebuah situs. Semakin banyak ragam scripts yang digunakan maka akan terlihat situs semakin dinamis, dan interaktif serta terlihat bagus. Bagusnya situs dapat terlihat dengan tanggapan pengunjung serta frekwensi kunjungan®. Karakteristik bahasa pemrograman bergantung pada tujuannya. Sebagai contoh, program yang ditujukan untuk pemrosesan secara batchberbeda dengan program yang ditujukan untuk pemrosesan real-time. Bahasa yang digunakan untuk aplikasi web berbeda Website sebagai Sistem Informasi Perpustakaan Sistem informasi di perpustakaan berarti penerapan sitem informasi guna mencapai tujuan perpustakaan. Penggunaan sistem informasi ini dilakukan, karena semakin kompleksnya variabelvariabel di perpustakaan. Salah satunya munculnya berbagi jenis dan macam informasi di perpustakaan. Disamping itu tuntutan pemustaka untuk mendapatkan informasi di perpustakaan secara cepat dan akurat. Website sabagai bagian dari teknologi informasi dapat difungsikan sebagai sistem informasi di perpustakaan, yaitu sebagai sarana untuk menginformasikan segala hal yang terdapat di perpustakaan kepada pemustaka. Data dan dokumen yang disimpan di perpustakaan, agar dapat di access oleh pemustaka dapat dilakukan melalui website, sehingga pemustaka mendapatkan kemudahan. Ditinjau dari aspek manajemen web dapat difungsikan sebagai sarana desiminasi informasi yang ada di perpustakaan. Walaupun di perpustakkaan banyak tersedia informasi penting denganjumlah yang banyak, namun jika tidak diketahui oleh pemustaka, maka informasi tersebut tidak berdaya guna. Disampimg itu semakin kompleksnya koleksi perpustakaan saat ini, muncul kebutuhan akan penggunaan teknologi informasi. Teknologi informasi digunakan sebagai alat bantu untuk menemukan informasi yang disimpan di perpustakaan yang dapat diakses oleh pemustaka secara onlirne.

Conclusion

Webdapat digunakan sebagai media informasi yang lebih efektif dan menyeluruh kepada pemustaka yang dapat diakses secara online. Keberadaan website dapat dimanfaatkan sebagai sistem informasi perpustakaan, yaitu sebagai sarana untuk mengkomunikasi berbagai hal yang terdapat di perpustakaan. Web juga dapat digunakan sebagai alat bantu untuk menemukan informasi yang ada di perpustakaan, sehingga informasi yang ada di perpustakaan dan kebutuhan pemustaka dapat terjembati. Untuk ituperpustakaan perlu untuk mengoptimalkan website sebagai sistem informasi perpustakaan guna mencapai tujuan perpustakaan.