Kembali
16
1
2017 Pustakaloka : Jurnal Kajian Informasi dan Perpustakaan Vol 9 · 1 ISSN 2502-4108

KORELASI MINAT BACA PUSTAKAWAN TERHADAP KEMAJUAN PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS NEGERI SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA

Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Abstract

Reading has proven to be an important activity for buman being. Hence, a librarian, as an information provider, should have a good reading interest. The research was aimed to examine the correlation between librarians reading interest and the development of Sunan Kaljjaga Islamic State University library. The research is of a quantitative one, using the librarians reading interest as an independent variable and the develapment of the library as a dependent one. The result of the research shows that there is a significant effect of the librarians reading interest toward the development of the university library. The result gives a quite high value of the librarians reading interest and the library development variable by a grand mean of 2,96 and 3.03 consecntively. The simple linear regression experiment using linear regression cogfficient provides that Y=29,811 + 0,562X. The constant 29,811 means that if there is no increase in the librarians reading interest, the library development value is 29,811. While regression coefficient 0.562 provides that each increase of the librarians reading interest raises the library development value by 0.562. The research puts recommendation that each librarian shonld be provided time to read book every day.
Keywords: reading interest · librarians

Introduction

Membaca merupakan aktivitas yang harus dilakukan oleh semua orang untuk menambah ilmu pengetahuan. Minat baca adalah suatu kegemaran, kebiasaan, kesenangan untuk melihat — lihat, melakukan kegiatan membaca dan menyediakan waktu untuk melakukan kegiatan tersebut. Artinya, jika seseorang memiliki minat terhadap membaca buku maka ia akan senantiasa berusaha untuk melakukan kegiatan membaca dengan baik dan menjadikan membaca sebagai kebutuhan yang terikat dengan dirinya.! Minat baca adalah kecenderungan jiwa yang membuat seseorang berbuat sesuatu terhadap bacaannya. Minat baca ini harus ada didalam diri pustakawan.? Pustakawan yang gemar membaca buku akan terbuka wawasannya, tidak kuper, tidak cpet (sempit) pandangan, dan referensi pengetahuannya akan bertambah luas.® Pustakawan merupakan seseorang yang melaksanakan kegiatan perpustakaan dengan jalan memberikan pelayanan kepada masyarakat sesuai dengan tugas lembaga induknya berdasarkan ilmu perpustakaan, dokumentasi, dan informasi yang dimiliki melalui pendidikan (Kode Etik Tkatan Pustakawan Indonesia).* Pemaparan di atas menjelaskan bahwa pustakawan adalah orang yang berperan penting dalam perpustakaan karena pustakawan yang mengelola informasi seperti buku, dokumen, bahan nondokumen agar bisa digunakan oleh pembaca. Pustawakan juga memberikan layanan terbaik untuk masyarakat sesuai dengan lembaga yang diampunya. Pustakawan di Indonesia sekarang hanya dipandang sebelah mata, pandangan masyarakat Indonesia terhadap profesi pustakawan masih kurang menghargai. Pustakawan hanya dianggap sebagai pelengkap, penjaga perpustakaan yang kejam, orang yang judes, susah senyum, dan berkacamata. Sebagian masyarakat lainnya berpandangan bahwa pustakawan adalah sosok yang menarik, ramah, swart, bertanggung jawab, sosialita.’ itu, Walaupun hanya sedikit orang yang berpandangan seperti harapannya dengan perbaikan citra pustakawan akan memberikan pandangan positif terhadap profesi pustakawan seperti profesi lainnya. Pustakawan merupakan motor penggerak perpustakaan, sedangkan perpustakaan merupakan penyedia fasilitas membaca. Membaca merupakan sarana yang bisa mencetak mentalitas positif masyarakat. Setiap pustakawan bisa termotivasi untuk terus berusaha meningkatkan keprofesionalannya sehingga masyarakat dalam dapat berguna untuk mencerdaskan segala bidang lewat peningkatan minat baca. Tidak hanya memikirkan apa yang negara berikan namun juga mengutamakan apa yang telah diberikan kepada negara.® Pustakawan sangat dibutuhkan dalam perkembangan perpustakaan, hal ini dikarnakan pustakawanlah yang mengolah informasi. Perpustakaan Universitas Negeri Sunan Kalijaga (UIN) Yogyakarta merupakan salah perpustakaan yang ada di kota Yogyakarata. Perpustakaan UIN sudah menduduki peringkat kelima se-Indonesia oleh webometrics diawal tahun 2016. Penghargaan ini diberikan berdasarkan hasil bahan informasi yang di #pload ke repository dan banyaknya pemustaka yang melakukan penelusuran informasi di repository Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga.” Selain itu, Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga sudah terakreditasi A sejak tahun 2014, perpustakaan yang menyandang akreditasi A sudah dianggap layak dan bagus. Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga juga meraih rekor MURI pertama (pelopor) pengguna tekhnologi Radio Frequency Identification (RFID).® RFID ini digunakan saat peminjaman dan pengembalian buku secara mandiri sehingga memudahkan pemustaka dalam menggunakan jasa tersebut. Dari pemaparan di atas penulis akan melakukan penelitian di Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, penulis tertarik untuk mengetahui perkembangan Perpustakaan UIN sebagai sumber informasi. Apakah dari sekian penghargaan yang diraih tersebut disebabkan oleh minat baca pustakawan yang kemudian berdampak kepada kemajuan Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga. Dari keterangan tersebut penulis merumuskan judul penelitian ilmiah ini menjadi Korelasi Minat Baca Pustakawan Terbadap Kemajuan Peppustakaan Universitas Islam Negeri Sunan Kaljjaga Yogyakarta.

Method

Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskiptif kuantitatif. Penelitian kuantitatif merupakan penelitian untuk menguji teori tertentu dengan cara meneliti hubungan antara variabel. Variabel ini diukur dengan instrumen penelitian sehingga data yang berasal dari angka — angka dapat dianalisis berdasarkan prosedur statistik.” Subjek penelitian ini adalah pustakawan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang berjumlah 21 orang. Penelitian ini dilaksanakan di Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga. Penelitian berlangsung sejak tanggal 13 Januari sampai dengan 27 Februari 2016. Populasi yang digunakan untuk menyebutkan seluruh elemen/ anggota dari satu wilayah yang menjadi sasaran penelitian atau merupakan keseluruhan dari objek penelitian. Dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah semua pustakawan yang aktif di UIN Sunan Kalijaga. Sampel adalah anggota yang dipilih dari populasi. Karena populasi penelitian berjumlah 21 orang, maka teknik pengambilan sampel menggunakan sampling jenuh.* Sampling jenuh adalah teknik pengumpulan sampel bila semua anggota populasi digunakan sabagai sampel. Hal ini sering digunakan bila jumlah populasi relatif kecil, kurang dari 30 orang, atau penelitian yang ingin membuat generalisasi dengan kesalahan yang sangat kecil” Variabel bisa diartikan sebagai sesuatu yang dijadikan pusat perhatian dalam penelitian. Dalam penelitian ini menggunakan dua variabel yaitu variabel bebas dan terikat. Variabel bebas merupakan sebab yang diperkirakan dalam beberapa perubahan dalam variabel terikat yang dilambangkan dengan X. Sedangkan variabel terikat merupakan faktor utama yang akan dijelaskan atau diperediksi dan dipengaruhi oleh beberapa faktor lain, biasanya disimbolkan dengan Y.** Dalam penelitian ini yang menjadi variabel bebas adalah tingkat minat baca pustakawan UIN Sunan Kalijaga dan variabel terikat adalah kemajuan perpustakaan. Teknik pengambilan data menggunakan wawancara, angket, dan dokumen.

Result

Analisis Product Moment Dalam uji product moment bebas yang akan dianalisis adalah variabel minat baca pustakawan, dengan indikator sebagai berikut; tujuan membaca, manfaat membaca, motivasi internal, dan motivasi eksternal. Sedangkan untuk variabel terikat kemajuan perpustakaan indikatornya sebagai berikut; perpustakaan digital dan kemajuan perpustakaan. Uji korelasi menggunakan product moment daxi pearson, menggunakan taraf signifikansi 5% dengan 1 > 0,05 menunjukkan bahwa adanya korelasi yang cukup kuat, sedangkan untuk 1_ < 0,05 menunjukan korelasi yang lemah.?’” Adapun tabulasi variabel yang diteliti sebagai brikut; Berikut adalah hasil olah data uji korelasi: ‘Tabel 1. Hasil Olah Data Product Moment Berdasarkn hasil perhitungan pada tabel di atas menunjukkan bahwa korelasi antara variabel bebas (independent) dengan variabel terikat (dependent) adalah sebesar 0,836 lebih besar dari taraf signifikasi 5% (0,836 > 0,05). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat korelasi atau hubungan yang sangat kuat antara minat baca pustakawan dan kemajuan perpustakaan. Selain itu data di atas juga dilengkapi dengan tanda bintang (**), hal ini menjukkan adanya korelasi yang signifikan antara minat baca pustakawan dan kemajuan perpustakaan. Analisis Regresi Linier Sederhana Untuk mengetahui pengaruh antara variabel minat baca pustakawan terhadap kemajuan perpustakaan, maka penulis menggunakan regresi linier sederhana. Analisis regresi menurut Sugiyono (2013:261), digunakan untuk memprediksi seberapa jauh perubahan nilai variabel dependent, bila nilai variabel independent dimanipulasi atau diubah — ubah. Persamaan umum regresi linier sebagai berikut.?® Y=a+bX Keterangan Y = a b = = kemajuan perpustakaan Konstanta Koefesien regresi sederhana Dalam penelitian ini perhituangan regresi linier sederhana menggunakan program SPSS versi 16 for Windows. Hasil perhituangan regresi linier sederhana dapat dilihat pada tabel berikut. ‘Tabel 2. Hasil Olah Data Regresi Linier Sederhana Berdasarkn hasil perhituangan pada tabel di atas menunjukkan bahwa persamaan regresi antara variabel bebas (independent) dengan variabel terikat (dependent) dengan memasukan koefisien regresi kedalam bentuk persamaan regresi linier sedrhana Persamaan regresi sebagai berikut. Y =29,811 + 0,562X Persamaan di atas koefisien regresi dapat diartikan sebagai berikut. Konstanta (a) = 29,811 Hal ini menjukkan bahwa, apabila minat baca tidak ada peningkatan atau konstan, kemajuan perpustakaan tetap 29,811 b= 0,562 Data diatas menunjukan bahwa, apabila minat baca pustakawan mengalami peningkatan satu satuan atau 1 % maka akan menyebabakan kenaikan terhadap minat baca sebesar 0,562 ‘Tabel 3. Hasil Oleh Data Model Summary Model Summary Model 1 a Predictors: R RSquate 836° 699 Adjusted R Square (Constant), Minat Baca Pustakawan Sumber: Data Primer Febuari 2016 683 Std. Eror oot of th Estimate the 426851 Daii data di atas diperoleh R Sguare sebesar 0,699 nilai dari R Sguaare digunakan sebagai alat analisis untuk mengetahui kemampuan menjelaskan variabel dependent nol dan variabel independent. Besar R Square berkisar sampai dengan satu. Semakin mendekati nol maka semakin kecil kemampuaan menjelaskan variabel bebas dna terikat. Dengan demikian R Sgnare yang diperoleh adalah 0,699. Maksudnya bahwa variabel minat baca pustakawan kurang dapat menjelaskan kemajuan perpustakaan sebesar 69,9% . Dari perolehan angka di atas dapat diartikan bahwa 30,1% kemajuan perpustakaan dipengaruhi oleh faktor—faktor diluar minat baca pustakawan yang tidak diteliti. Kolom R adalah koefesien korelasi pearson (0,836), angka tersebut menunjukkan bahwa tingkat hubungan sangat kuat antara variabel kemajuan perpustakaan dan variabel minat baca pustakawan sebesar 0,836. Uji Hipotesis Dalam melakukan uji hipotesis harus melalui beberapa langkah sebagai berikut.” 1. Membandingkan thitung dengan t tabel, ketentuannya sebagai berikut: a. b. Jika t hitung <t tabel, maka Ho diterima dan Ha ditolak Jika t hitung > t tabel, mak Ho ditolak dan Ha diterima Persamaan diatas menggunakan taraf 5% dengan N=21, jadi df=N-k-1 maka k=1, df = 22 — 1 -1 menghasilkan 19 dan didapat t tabel 1,32 (lihat lampiran tabel t). pada tabel wefficzents t hitung adalah (pada kolom t). Bisa diartikan bahwa t hitung 8,169 > t tabel 1,327. Kesimpulan dari data ini bahwa Ha diterima dan Ho ditolak, sehingga terdapat pengaruh yang signifikan antara minat baca pustakawan terhadap kemajuan perpustakaan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. 2. Berdasarkan probabilitas ketentuannya sebagai berikut. a. b. Jika probabilitas > o (0,05), maka Ho diterima dan Ha ditolak Jika probabilitas < (0,05), maka Ho ditolak dan Ha diterima Tabel 4. Hasil Olah Data Regresi Linier Sederhana Coefficients® Unstandardized Model (Constant) Coefficients B 29811 Std. 6456 Extor Standardized Coefficients Beta Y — 562 085 836 a. Dependent Vasiable: KamajuanPerpustakaan Sumber: Data Primer Febguari 2016 Dari ¢ 4618 6641 Sig 000 000 tabel olah data korelasi regresi linier sederhana di atas diketahui bahwa probabilitas yang ada atau yang signifikan pada taraf signifikasi dari hasil kolom sig adalah 0,000. Hal ini menunjukkan bahwa probabilitas (0,000) < « (0,05) dengan kata lain probabilitas minat baca pustakawan berpengaruh terhadap kemajuan perpustakaan. 3. b. Membandingkan F hitung dan F tabel, ketentuannya sebagai berikut. a. b. 1 a. Jika F hitung < F abel, maka Ho diterima dan Ha ditolak Jika F hitung > F tabel, maka Ho ditolak dan Ha diterima Tabel 5. Hasil Olah Data Anova Dari data di atas dengan taraf siginifikan 5%, N=21, df=N-2, jadi df=21-2=19 dan didaptkan F tabel 4,38 (lihat lampiran tabel F). Dari hasil olah data Anova diatas dapat diketahui bahwa F hitung 91,828, bisa dairtikan bahawa F hitung 44.106 > F tabel 4,38. Sehingga Ho ditolak dan diterima, hal ini menunjukkan bahwa minat baca pustakawan bepengaruh terhadap kemajuan perpustakaan. Pada hasil uji regresi linier menggunakan uji F hitung sebesar 44.106 dengan tingkat signifikasi dan probabiliti adalah 0,000 < « (0.05), maka model regresi yang bisa dipakai untuk kemajuan perpustakaann adalah dengan persamaan 29,811 + 0,562X. Dengan Y (kemajuan perpustakaan) dan arti X (minat baca pustakawan). Konstanta sebesar 29.811 yang memilki bahwa jika tidak ada peningkatan minat baca pustakawan maka kemajuan perpustakaan sebesar 29.811. Sedangkan koefisien regresi sebesar 29.811 memilki arti bawah setiap penambahan minat baca yang sesuai, maka akan meningkatkan kemajuan perpustakaan sebesar 0,562. Hasil dan analisis dengan cara di verifikasikan dengan tabel correlation didapatkan perhitungan besarnya hubungan antara variabel minat baca terhadap kemajuan perpustakaan diperoleh 0,836 (lihat tabel beta). Berarti hubungan antar variabel kuat dan arah hubungan positif dengan tingkat koefesien relasi yang nyata dapat dilihat dari nilai 0,000 pada tingkat probabilitas o (0,05). Berdasarkan penjelasan di atas, diketahui tabel model summary, Square terlihat angka 0,778, menunjukkan bahwa ada pengaruh antara minat baca dan kemajuan perpustakaan sebanyak 66.9% dan 30,1 % kemajuan perpustakaan di Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga dipengaruhi oleh faktor — faktor lain diluar minat baca pustakawan yang tidak diteliti. Dari hasil perbandingan variabel minat baca dan kemajuan perpustakaan juga baik. Varibel minat baca pustakawan mendapatkan hasil yang tinggi dengan rata — rata 2,96. Nilai rata — rata tertinggi terletak pada indikator manfaat membaca yaitu 3,03. Sedangkan untuk kemajuan perpustakaan secara keseluruhan mencapai nilai yang tinggi dengan rata — rata 3,01 nilai ini termasuk nilai yang tinggi. Nilai rata — rata tertinggi terletak pada indikator perpustakaan digital yaitu 3,15. Daii hasil perbandingan variabel dan hasil rincian hipotesis di atas, maka diperoleh hasil hipotesis alternatif Ha yang berbunyi “Ada pengaruh yang signifikan antara minat baca pustakawan terhadap kemajuan Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga” teruji kebenarannya. Hasil akhir yang diperoleh dari uji hipotesis dalam penelitian ini adalah ada pengaruh positif dan signifikan antara minat baca psuatakawan terhadap kemajuan perpustakaan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Jika minat baca pustakawan sudah baik, tentunya akan berdampak baik juga terhadap minat baca pemustaka. Hal ini hanya tergantung kepada pustakawan dalam promosi kebiasaan membaca kepada pemustaka. Jika promosi ini berhasil maka akan berdampak lebih bagus lagi terhadap kemajuan perpustakaan UIN karena semua element yang ada di perpustakaan memiliki minat baca yang baik.

Conclusion

Berdasarkan hasil penelitian yang sudah dilakukan di Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, dapat disimpulkan sebagai berikut: 1. 2. 3. Minat baca pustakawan di Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga tergolong dalam katagori tinggi, hal ini dilihat dari hasil rata — rata variabel minat baca pustakawan sebesar 2,96. Kondisi kemajuan perpustakaan Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga juga sudah dikatagorikan tinggi, hal bisa dilihat dari hasil rata — rata variabel kemajuan perpustakaan sebesar 3,03. Hasil analisis data diketahui bahwa ada pengaruh antara minat baca terhadap kemajuan Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga. Hal ini bisa dilihat dari hasil thitung hitung 8,169 > t tabel 1,327, (0,000) < « (0,05), dan uji F hitung 44.106 > F tabel 4,38. Dari data tersebut Ha diterima, berarti ada pengaruh yang signifikan antara minat baca dan kemajuan perpustakaan di Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga. Hasil regresi linier dari pembahasan dengan menggunakan tabel wodel summary diketahui bahwa minat baca berpengaruh terhadap kemajuan perpustakaan sebanyak 69,1% dan angka 30,1% menunjukkan bahwa kemajuan perpustakaan di Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga dipengaruhi oleh faktor — faktor lain diluar minat baca pustakawan yang tidak diteliti