Kembali
16
1
2022 Jurnal Ilmu Informasi, Perpustakaan, dan Kearsipan Vol 24 · 1 ISSN 2502-7409

OPEN MONOGRAPH PRESS DALAM MENDUKUNG VISIBILITAS, INDEKS, DAN SITASI BUKU ILMIAH ELEKTRONIK AKSES TERBUKA

Badan Riset dan Inovasi Nasional

Abstrak

Penelitian ini mencoba memberikan gambaran bagaimana buku ilmiah akses terbuka dari situs web berbasis OMP di LIPI Press memberikan kontribusi dalam menunjang diseminasi ilmu pengetahuan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui studi pustaka dan observasi terhadap sistem OMP LIPI Press, Google Analytics, Google Scholar, dan Dimensions. Penerapan OMP sebagai sistem penerbitan ilmiah memberikan banyak manfaat, tidak hanya memudahkan alur editorial penerbitan, tetapi juga dalam mendukung dampak buku ilmiah elektronik berupa indeks dan sitasi serta visibilitas domain situs web lembaga. Berdasarkan hasil penelitian, sistem OMP direkomendasikan untuk menjadi standar penerbit ilmiah, baik lembaga litbang maupun perguruan tinggi. Urgensi ini terutama untuk buku-buku hasil penelitian yang dibiayai oleh publik yang sudah semestinya kebermanfaatannya dirasakan oleh masyarakat luas melalui akses terbuka. Kemudahan dan potensi OMP dalam mendukung dampak buku ilmiah elektronik diharapkan dapat mengejar ketertinggalannya dengan OJS yang telah menjadi standar penerbitan jurnal ilmiah elektronik di Indonesia.

Abstract

This study tries to provide an overview of how open access scientific books from the OMP-based website at LIPI Press contribute to supporting the means of disseminating knowledge. This study used a descriptive qualitative method with data collection through literature study and observation of the OMP LIPI Press system, Google Analytics, Google Scholar, and Dimensions. The application of OMP as a scientific publishing system provides many benefits, not only in facilitating the editorial flow of publishing, but also in supporting the impact of electronic scientific books in the form of indexes and citations as well as visibility of the institution's website domain. Based on the research results, the OMP system is recommended to become the standard for scientific publishers, both R & D institutions and universities. This urgency is especially for books from research that are funded by public, whose usefulness should be felt by the wider community through open access. The ease and potential of OMP in supporting the impact of electronic scientific books is expected to catch up with OJS which has become the standard for publishing electronic scientific journals in Indonesia.
Keywords: Open Monograph Press · Buku Ilmiah Elektronik · Akses Terbuka · Indeks · Sitasi

Introduction

Lembaga litbang dan perguruan tinggi memiliki pengelolaan fungsi penelitian yang mencakup perencanaan, pelaksanaan, dan pemantauan penelitian dengan tujuan mencapai perkembangan pengetahuan dan masyarakat. (Torres-samuel et al., 2018) Sesuai dengan perkembangan teknologi informasi, aktivitas penelitian saat ini terefleksi dalam situs web sebagai sarana diseminasi ilmu pengetahuan. Rencana strategis yang bisa dilakukan adalah dengan mengupayakan akses terbuka untuk menunjang visibilitas situs web lembaga. (Vásquez et al., 2017) Terlebih pada Oktober 2003 sekelompok lembaga penelitian terkemuka dan lembaga pendanaan penelitian menerbitkan Berlin Declaration on Open Access to Knowledge in the Sciences and Humanities, sebagai tindak lanjut dari Budapest Open Access Initiative pada 2002 dan Bethesda Statement on Open Access Publishing pada 2003, untuk mempromosikan internet sebagai instrumen fungsional untuk basis pengetahuan ilmiah global dan untuk menentukan langkah-langkah yang perlu dipertimbangkan oleh pembuat kebijakan penelitian, lembaga penelitian, lembaga pendanaan, perpustakaan, arsip, dan museum. (Berlin Declaration, 2008; Hua et al., 2016; Klump et al., 2006; Laakso & Björk, 2016) Akses terbuka keluaran ilmiah berkembang menjadi pusat perhatian dalam beberapa tahun terakhir dengan banyak prakarsa internasional, regional dan lokal yang memimpin dalam memajukan perubahan cepat pada lanskap penerbitan ilmiah. Namun, meskipun banyaknya penelitian yang tersedia pada artikel jurnal dan keluaran akademis secara umum, relatif sedikit yang berfokus pada buku-buku akses terbuka. (Ozaygen et al., 2020) Padahal lembaga litbang dan perguruan tinggi seringkali memiliki unit penerbitan buku ilmiah untuk mengakomodasi penerbitan buku referensi dan buku ajar yang tidak diakomodasi oleh penerbitan jurnal. Sebagian besar penerbit ilmiah di Indonesia sejauh ini lebih berkutat dalam melayani fungsi penerbitan dan pencetakan buku hasil penelitian civitas academica atau lembaga. Padahal sejatinya peran penerbit ilmiah bisa lebih luas seperti halnya jurnal ilmiah dengan turut menunjang daya saing ilmiah lembaga melalui kutipan, unduhan, kunjungan situs web, dan sebutan media sosial. (Davis et al., 2008; Ozaygen et al., 2020) Prakarsa ini tentunya semakin berpeluang terutama untuk bukubuku hasil penelitian yang dibiayai oleh publik yang sudah semestinya kebermanfaatannya dirasakan oleh masyarakat melalui akses terbuka. Pentingnya informasi ilmiah dikemas dalam bentuk buku memungkinkan hasil penelitian dapat disampaikan dengan lebih leluasa. Tata bahasa, ilustrasi, dan data dapat diolah dengan sedemikian rupa menggunakan visualisasi dan infografis yang lebih bebas dibandingkan laporan penelitian konvensional. (Mahelingga, 2021b) Salah satu prakarsa untuk menerapkan akses terbuka dalam buku hasil terbitannya adalah penerbit ilmiah LIPI Press yang sejak 2020 memfokuskan terhadap diseminasi buku ilmiah elektronik hasil penelitian melalui skema akses terbuka. (Mahelingga, 2021c) Skema akses terbuka LIPI Press adalah akses terbuka emas dalam terminologi gold open access (penerbitan akses terbuka) dan green open access (pengarsipan mandiri melalui repositori). (Gargouri et al., 2012; Harnad, 2011; Harnad et al., 2004) Salah satu teknologi penunjang untuk mewujudkan diseminasi berbasis akses terbuka adalah melalui implementasi Open Monograph Press (OMP) sebagai sistem penerbitan buku ilmiah di LIPI Press. OMP adalah platform sumber terbuka untuk mengelola proses penerbitan dan manajemen buku yang dapat dioperasikan oleh pengelola penerbitan secara fleksibel yang dapat diunduh secara gratis dan diinstal pada sebagian besar peladen web. OMP dirancang untuk tugastugas substansial dan manajerial yang terkait dengan penerbitan buku sekaligus meningkatkan proses pencatatan dan efisiensi proses editorial. (Mahelingga, 2020) Beberapa penelitian terdahulu mengenai OMP yang pernah dilakukan, antara lain oleh Willinsky (2009) yang menjadi salah satu tulisan pertama terkait OMP, berisi pendekatan alternatif untuk penerbitan monografi berdasarkan desain modular OMP yang berpeluang mendorong, mengelola, dan menerbitkan monografi dalam bentuk digital dan cetak yang berkontribusi tidak hanya pada keberlanjutan penerbitan monografi tetapi juga pada kualitas buku yang dihasilkan. Penelitian yang mengupas pengenalan lebih komprehensif dan peluang penggunaan OMP juga pernah ditulis oleh Ruiz-Vanoye et al., (2015) dan Mahelingga (2020). Penelitian lain terkait OMP juga sudah ditulis oleh Adema & Schmidt (2010) yang dibatasi pada peran perpustakaan yang memperluas layanannya dengan memanfaatkan OMP sebagai sistem penerbitan di perpustakaan. Hacker (2014) menulis hal yang sama namun lebih spesifik pada tantangan yang akan terjadi dan strategi kolaborasi akses terbuka berbasis OMP sebagai penerbitan universitas yang bertempat di perpustakaan. Praktik penerbitan OMP di Perpustakaan Universitas Cape Town, Afrika Selatan ditulis oleh Raju (2017) yang mengupas tentang Perpustakaan Universitas Cape Town dalam mengembangkan rencana strategisnya untuk mengambil peran 'perpustakaan sebagai penerbit' berbasis sistem OMP. Popkova (2014) juga menulis tentang penerbitan akses terbuka di Lituania yang mengambil studi kasus penerbitan Universitas Mykolas Romeris yang mengoptimalkan pekerjaan penerbitan menggunakan OMP. Penelitian lain terkait OMP dilakukan Mahelingga (2021c) yang meneliti banyaknya akses buku elektronik berbasis OMP yang dipengaruhi oleh promosi melalui webinar dan media sosial pada masa pandemi COVID-19. Mahelingga (2021a) juga mencatat sitasi yang dihasilkan OMP di Google Scholar menjadi salah satu yang paling konsisten dibandingkan website yang dikembangkan sendiri. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, belum ada penelitian yang menyoroti secara spesifik dampak dari penggunaan OMP dalam mendukung visibilitas, indeks, dan sitasi secara nyata dalam sebuah praktik penerbitan ilmiah profesional seperti yang dilakukan di LIPI Press. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan karena memiliki urgensi agar publik, khususnya pelaku penerbitan ilmiah di perguruan tinggi dan litbang mendapat gambaran secara nyata penerapan OMP guna meningkatkan daya saing ilmiah yang salah satunya diukur melalui indeks dan sitasi lembaga sekaligus berkontribusi dalam menunjang diseminasi ilmu pengetahuan. Pertanyaan yang hendak dijawab dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut. 1. Bagaimana OMP dapat mendukung proses bisnis penerbit buku ilmiah? 2. Bagaimana OMP turut mendukung visibilitas terbitan akses terbuka? 3. Bagaimana indeks dan sitasi terbitan berbasis OMP? Diharapkan melalui penelitian ini dapat memberikan gambaran kemungkinan OMP direkomendasikan untuk menjadi standar penerbit ilmiah, baik perguruan tinggi maupun lembaga litbang. II. TINJAUAN LITERATUR Open Monograph Press (OMP) OMP merupakan platform sumber terbuka untuk mengelola proses penerbitan dan manajemen buku. (Troyano, 2013) OMP dapat dioperasikan oleh pengelola penerbitan secara fleksibel dan dapat diunduh secara gratis serta diinstal pada sebagian besar peladen web. OMP dikembangkan oleh Public Knowledge Project (PKP). (Raju et al., 2020) PKP merupakan pengembang Open Journal Systems (OJS) yang saat ini menjadi standar sistem penerbitan jurnal ilmiah elektronik di Indonesia. Beberapa situs web yang sudah menggunakan sistem OMP sebagian besar adalah penerbit perguruan tinggi seperti Aarhus University Library Publishing Services dan Munispace-čítárna Masarykovy univerzity. Manfaat OMP dalam proses bisnis penerbit ilmiah adalah kemampuan OMP dalam mengakomodasi secara daring kebutuhan alur kerja penerbitan buku, dari naskah masuk, verifikasi, penelaahan (review), penyuntingan (copyediting), tata letak, desain sampul, proofreading (production), hingga terbit dalam katalog yang dapat diakses publik. (Mahelingga, 2020) OMP dirancang untuk mengefisienkan waktu dan tenaga yang dibutuhkan dalam pekerjaan substansial (penelaahan) dan editorial penerbitan buku ilmiah sekaligus mendukung proses pencatatan dan manajemen naskah. Selain kebutuhan internal penerbit ilmiah, sistem OMP juga mengakomodasi kebutuhan akademisi (dosen, peneliti, dan mahasiswa) dalam indeksasi dan sitasi.(Mahelingga, 2021a) Melalui OMP, naskah yang terbit dapat secara otomatis terindeks oleh Google Scholar dan dengan beragam pengaya seperti DOI dapat terindeks mesin pengindeks kelas menengah seperti Dimensions sehingga memungkinkan buku ilmiah dapat diakses secara lebih luas. Google Scholar Google Scholar adalah mesin pencari web terbesar untuk literatur akademis yang juga menyediakan akses ke metadata yang terkait dengan berbagai makalah. (Mohammad, 2020) Google Scholar memanen metadata dari situs akses terbuka, seperti penerbit jurnal; penerbit perguruan tinggi dan lembaga; situs preprint server; situs jejaring sosial akademik; situs web repositori; dan situs-situs lain yang memiliki kandungan literatur ilmiah. Literatur ilmiah bisa berupa buku, artikel jurnal, skripsi, tesis, disertasi, makalah prosiding, presentasi, atau hasil penelitian yang tidak diterbitkan. (Mahelingga, 2020) Pengguna dapat memanfaatkan Google Scholar dalam mencari referensi, mengunduh file ilmiah yang disediakan dari situs web yang terindeks, dan menyalin sitasi otomatis dengan beragam penulisan daftar pustaka, seperti MLA, APA, atau ISO 690. Perbandingan indeks kutipan umumnya menilai Google Cendekia sebagai yang paling komprehensif dibandingkan mesin pencarian akademik lainnya. (Gusenbauer & Haddaway, 2020) Pengguna yang terdaftar juga dapat membuat profil diri dan daftar karya ilmiah yang telah dibuat beserta data berapa kali dikutip, indeks-h, dan indeks i-10. (Mahelingga, 2021a) Dimensions Dimensions adalah situs web penyedia basis data pencarian ilmiah yang berfokus pada rangkaian kasus penggunaan yang lebih luas yang dihadapi akademisi sekarang. (Hook et al., 2018) Berbeda dengan sistem serupa yang telah ada saat ini, Dimensions menggambarkan siklus hidup penelitian secara lebih lengkap. Dimensions mencakup hibah yang diberikan, publikasi dan kutipannya, uji klinis, paten, dan makalah kebijakan. (Herzog et al., 2020) Dimensions dibangun untuk membantu pemahaman penggunanya dengan mengontekstualisasikan lingkungan penelitian, penemuan, dan evaluasinya. (Herzog et al., 2020; Hook et al., 2018) Google Analytics Google Analytics merupakan layanan gratis dari Google yang menampilkan statistik pengunjung sebuah situs web. Google Analytics berfungsi untuk menganalisis informasi situs web secara luas dengan mengirimkan tag pelacakan untuk menampilkan halaman web pada situs Google Analytics. Google Analytics dapat menelusuri kunjungan berdasarkan informasi kepadatan lalu lintas kunjungan, laporan berdasarkan waktu, dan halaman pengacu, termasuk mesin pencari, iklan, jaringan pay-per-click, e-mail marketing, dan juga tautan yang terkandung dalam dokumen PDF serta memberikan ilustrasi yang lebih menyeluruh tentang perilaku pengguna kepada operator situs web. (Yu et al., 2020) Google Analytics juga membantu pengguna untuk mengevaluasi demografi pengunjung situs web dan saluran mana yang paling menguntungkan. Google Analytics juga dapat diatur sedemikian rupa untuk menampilkan jenis informasi apa yang diberikannya pada lalu lintas di halaman web. (Haukijärvi, 2020) LIPI Press LIPI Press adalah penerbit ilmiah yang dibentuk pada 2002 sebagai penerbit korporat Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang menerbitkan buku-buku hasil penelitian. Sebagai sebuah penerbit, LIPI Press bertanggung jawab dalam (1) mengelola bahan informasi pengetahuan dan memprosesnya menjadi produk-produk terbitan; (2) menyediakan wadah atau media promosi; dan (3) menjamin kualitas terbitan sesuai dengan standar ilmiah. (Helmi et al., 2019)

Method

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui studi pustaka dan observasi terhadap situs web OMP LIPI Press dengan alamat e-service.lipipress.lipi.go.id. Data yang dikumpulkan meliputi sejauh mana implementasi OMP yang telah berlangsung dalam proses bisnis penerbitan ilmiah LIPI Press. Pengumpulan data juga dilakukan dengan menggunakan hasil dari Google Analytics untuk mengetahui visibilitas kunjungan OMP LIPI Press. Proses pemantauan hasil menggunakan layanan Google Analytics dengan tautan analytics.google.com untuk situs web eservice.lipipress.lipi.go.id. Laporan dari Google Analytics dibatasi dalam satu tahun implementasi OMP LIPI Press, yakni dari 1 Mei 2020 hingga 30 April 2021. Pembatasan satu tahun dirasa cukup dalam merepresentasikan hasil pemantauan karena dalam penerbitan, waktu satu tahun sudah mencakup berbagai proses penerbitan yang diakomodasi, baik berupa penerbitan judul berseri, maupun judul lepas. Pengumpulan data lainnya berasal dari mesin pengindeks Google Scholar dan Dimensions untuk mengetahui indeks dan sitasi buku ilmiah elektronik akses terbuka dari OMP LIPI Press.

Discussion

A. OMP sebagai Sistem Penerbitan Ilmiah LIPI Press LIPI Press sejak 2007 telah mengembangkan sistem penerbitan ilmiah daring dengan alamat penerbit.lipi.go.id. Sistem penerbitan ilmiah daring LIPI Press pada mulanya dibangun dan dikembangkan dengan menggunakan bahasa pemrograman Perl seperti yang digunakan pada situs utama LIPI. (Mahelingga, 2021a; Perdananugraha, 2012) Seiring dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan akademisi, LIPI Press pada 2019 mulai mengimplementasikan sistem penerbitan ilmiah daring berbasis Open Monograph Press (OMP) dengan alamat laman e-service.lipipress.lipi.go.id. Secara garis besar, LIPI Press telah mengimplementasikan OMP hingga mampu mengakomodasi, antara lain (1) kegiatan proses bisnis penerbitan ilmiah LIPI Press secara daring dan menyeluruh dengan luaran buku ilmiah elektronik; (2) sebagai kanal publik LIPI Press yang memfasilitasi katalog buku ilmiah elektronik akses terbuka yang memudahkan masyarakat luas dalam mengakses informasi pengetahuan; dan (3) menunjang kebutuhan akademisi (peneliti/dosen) untuk diseminasi ilmiah secara global dan kebutuhan akan indeks serta sitasi. Hingga 30 April 2021 tercatat sebanyak 271 judul buku ilmiah elektronik akses terbuka yang telah dipublikasikan melalui OMP LIPI Press. Gambaran terkait katalog dan dashboard OMP LIPI Press dapat dilihat pada Gambar 1. GAMBAR 1. OMP LIPI PRESS HALAMAN DASHBOARD (KIRI) DAN KATALOG TERBITAN (KANAN). B. Potensi OMP dalam Mendukung Visibilitas Terbitan Akses Terbuka Pemeringkatan menjadi sangat penting maknanya bagi lembaga akademis, seperti litbang dan perguruan tinggi, karena terkait dengan kinerja, media promosi, dan juga reputasi atau image building. (Hermawan et al., 2019) Pemeringkatan tersebut tentunya bisa dari bermacam indikator, salah satunya situs web seperti yang digunakan oleh pemeringkatan rangking Webometric. Webometric dirilis oleh Cybermetrics Lab dengan tujuan untuk meningkatkan kehadiran akademik dan penelitian lembaga di situs web. (Sarwar et al., 2021) Sekaligus untuk mempromosikan akses terbuka publikasi hasil ilmiah. (Philippine Daily Inquirer, 2011) Selain Webometric, Indonesia memiliki Science and Technology Index (Sinta) yang diprakarsai sejak 2016 oleh Kemenristekdikti yang juga menjadi sistem pemeringkat akademisi, baik dosen dan peneliti melalui capaian indeks dan sitasi yang diraih melalui KTI yang dihasilkan. Benang merah keduanya adalah penggunaan mesin pengindeks Google Scholar sebagai salah satu indikator penilaian. Berdasarkan paparan tersebut, kemampuan OMP untuk dapat diindeks oleh Google Scholar menjadi signifikan bagi pemeringkatan lembaga atau akademisi berbasis situs web. (Mahelingga, 2021a) Terutama bagi lembaga, OMP juga dapat mendukung visibilitas situs web lembaga yang menjadi domainnya. Hal ini karena dalam meningkatkan visibilitas situs web, lembaga dapat menerapkan strategi, antara lain (1) Pembuatan situs web yang memuat berita, informasi, dan administrasi akademik; (2) Penerapan self deposit (self-archiving) repositori kelembagaan, sebagai alternatif publikasi; dan (3) Partisipasi peneliti dalam jejaring akademik, ilmiah, dan sosial. (Torres-samuel et al., 2018) LIPI Press dalam strateginya mendukung visibilitas situs web domain LIPI, salah satunya dengan memanfaatkan OMP sebagai sistem penerbitan ilmiah yang memiliki fitur situs web katalog sebagai sarana diseminasi buku hasil terbitan. Hal ini karena buku ilmiah elektronik yang terbit melalui OMP dapat terindeks dalam Google Scholar sehingga dapat memberikan pasokan kunjungan dari Google Scholar ke situs web domain LIPI. Visibilitas OMP LIPI Press dapat diketahui dengan menggunakan Google Analytics yang telah diinstalasi pada situs web OMP LIPI Press. Berdasarkan data yang ditampilkan Google Analytics OMP LIPI Press dapat diketahui bahwa sesi kunjungan dari scholar.google.com secara umum meningkat seiring waktu seperti terlihat pada Gambar 2. Berbeda dari mesin pencari Google, kunjungan scholar.google.com bersifat refferals buka organics. Sesi kunjungan yang terus naik ini tentunya berbanding lurus dengan semakin banyaknya buku elektronik akses terbuka yang diterbitkan melalui OMP LIPI Press. GAMBAR 2. KUNJUNGAN OMP LIPI PRESS DARI SCHOLAR.GOOGLE.COM Sementara itu, dari persentase total keseluruhan kunjungan OMP LIPI Press, Google Analytics mencatat bahwa pengguna OMP LIPI Press yang bersumber dari scholar.google.com berada pada peringkat ketiga dengan 5,55% dari total pengguna dan scholar.google.co.id berada pada peringkat kelima dengan 5,13% dari total pengguna seperti terlihat pada Gambar 3. Sementara itu pada gambar yang sama juga menunjukkan untuk kontribusi terhadap keseluruhan sesi kunjungan, scholar.google.com berada pada posisi ketiga dengan persentase 5,43% dan scholar.google.co.id berada di posisi keempat dengan persentase 5,37%. GAMBAR 3. PERINGKAT 10 BESAR SUMBER KUNJUNGAN SITUS WEB OMP LIPI PRESS BERDASARKAN PENGGUNA (ATAS) DAN SESI (BAWAH) Persentase tersebut berpotensi untuk terus meningkat, selain disebabkan oleh bertambahnya jumlah terbitan, juga perkembangan teknologi yang semakin meningkatkan jumlah pembaca buku elektronik terutama buku ilmiah sebagai referensi penelitian atau penulisan KTI. Potensi tersebut semakin diperkuat melalui momentum interaksi digital yang semakin terlihat pada saat pandemi COVID-19 di awal 2020. Data penjualan buku elektronik yang dipublikasikan oleh penerbit Inggris pada tahun 2020 diprediksi mencapai titik tertinggi sepanjang sejarah. Sejumlah penerbit memperkirakan pencapaian ini terjadi karena adanya pandemi COVID-19. (Mahelingga, 2021c; Saputra, 2020; Sweney, 2020) C. Indeks dan Sitasi OMP LIPI Press Visibilitas dan peran OMP terutama dalam menghasilkan buku ilmiah elektronik akses terbuka menjadi penting dalam upaya diseminasi hasil penelitian yang salah satu indikatornya adalah dampak ilmiah berupa indeks dan sitasi. Hal ini karena penerapan akses terbuka pada literatur ilmiah turut mendorong peningkatan sitasi. (Eger et al., 2021) Urgensi akses terbuka ini sejalan dengan hasil penelitian yang diterbitkan oleh Springer yang menyatakan bahwa buku ilmiah elektronik akses terbuka tercatat 10 kali lebih banyak diunduh dan 2,4 kali lebih banyak disitasi. (Pyne et al., 2020) Data yang diakses melalui scholar.google.com, hingga April 2021 sebanyak 77 buku ilmiah elektronik yang dipublikasikan melalui OMP LIPI Press telah terindeks di Google Scholar. Sebanyak 35 buku di antaranya telah disitasi dalam Google Scholar. Selain indeks dari Google Scholar, terdapat 30 buku ilmiah elektronik dari OMP LIPI Press yang telah memiliki DOI aktif juga telah terindeks Dimensions. Terindeksnya buku ilmiah elektronik dari OMP menjadikan hasil penelitian semakin mudah diakses secara global, khususnya bagi akademisi internasional yang mencari referensi melalui situs pengindeks global seperti Google Scholar dan Dimensions (Gambar 4). GAMBAR 4. TERBITAN LIPI PRESS TERINDEKS GOOGLE SCHOLAR DAN DIMENSIONS Data tersebut dapat memberi gambaran bagi penulis akademisi, baik dosen maupun peneliti, untuk semakin bersemangat memublikasikan hasil penelitian atau kajian komprehensifnya dalam bentuk buku ilmiah elektronik melalui OMP. Karena selain buku ilmiah elektronik dapat otomatis terindeks layaknya jurnal, juga berpeluang mendapat target audiens yang lebih luas dengan pengembangan bentuk KTI yang lebih dinamis. Hasil yang diperoleh OMP LIPI Press membuktikan implementasi sistem penerbitan ilmiah daring OMP dapat menunjang kebutuhan sitasi dan indeks dari penulis akademisi. Capaian tersebut menjadi strategis, mengingat indeks dan sitasi menjadi salah satu tolok ukur produktivitas dan kualitas kegiatan ilmiah. Melalui prakarsa OMP diharapkan penerbit ilmiah di Indonesia, baik penerbit perguruan tinggi maupun Lembaga litbang, turut berperan aktif dalam mendorong meningkatnya daya saing ilmiah nasional. D. Strategi Lain Penerbitan Ilmiah Berbasis OMP Perlu disadari bersama bahwa beberapa institusi yang memiliki penerbit ilmiah banyak yang masih bertumpu pada penjualan buku cetak untuk membiayai kebutuhan operasional. Sedangkan untuk diseminasi melalui buku ilmiah elektronik, penerbit lebih memilih berjualan melalui aplikasi pihak ketiga seperti Google Play Books. Pemilihan Google Play Books ini dinilai cukup relevan karena selain pengguna layanan Google Play yang sangat masif dan kemudahan transaksi, Google Play Books juga memiliki kelebihan untuk terintegrasi dengan Google Books sehingga dapat terindeks Google Scholar mengingat ketiganya masih dalam satu payung perusahaan yang sama. Terlebih Google Books menjadi situs web dengan hasil indeks dan sitasi paling akurat di Google Scholar untuk buku ilmiah. (Mahelingga, 2021a) Namun cara ini tentu saja tidak menaikkan visibilitas situs web lembaga terkait, karena Google Scholar akan mengarahkan hasil pencarian pada laman Google Books yang menyajikan salinan terbatas PDF buku ilmiah elektronik tersebut dan bukan pada situs web lembaga penerbitnya. Hal ini tentunya menjadi kurang maksimal bagi penerbit di lingkungan lembaga litbang dan perguruan tinggi yang diharapkan dapat berkontribusi bagi pemeringkatan lembaganya. Mengetahui perilaku faktor-faktor yang dapat dikelola dari visibilitas situs web memungkinkan setiap lembaga untuk menetapkan strategi komunikasi yang relevan untuk mempromosikan dan memperkuat kehadirannya di internet. Lembaga juga dapat menjaga informasi senantiasa aktif dan pembaruan dalam jaringan sosial dan ilmiah, mengelola visibilitas dokumen akademik dan produk penelitian di situs web, serta memublikasikan profil dan produksi peneliti mereka. Visibilitas juga dapat menunjang pengakuan posisi dan prestise, baik nasional maupun internasional. (Torres-samuel et al., 2018) Penerbit ilmiah yang masih bergantung pada penjualan versi cetak dan buku ilmiah elektronik melalui Google Play Books atau patform lainnya seperti Amazon, sebenarnya masih dapat meningkatkan visibilitas ilmiah situs webnya melalui OMP. Berbeda strategi dengan penerbit akses terbuka seperti LIPI Press yang membuka secara penuh PDF buku ilmiah elektroniknya, penerbit yang masih bergantung pada penjualan dapat membuka hanya sebagian halaman PDF di katalog OMP. Halaman PDF dapat dibatasi, misalnya hanya ditampilkan dari sampul depan hingga bab pertama buku, kemudian daftar pustaka hingga sampul belakang. Hal ini agar pengunjung katalog OMP akan dapat membaca sekilas tentang isi buku ilmiah elektronik tersebut melalui halaman daftar isi dan halaman bab yang dibuka secara gratis. Kemudian apabila pembaca tertarik untuk memiliki buku secara keseluruhan, pengelola OMP dapat memasang tautan di katalog OMP yang mengarahkan ke layanan situs web penjualan buku cetaknya atau tautan ke penjualan buku elektronik pihak ketiga seperti Google Play Books dan Amazon. Strategi membuka sebagian buku elektronik bukanlah hal yang baru, toko buku elektronik seperti Google Play Books juga mempromosikan buku elektroniknya dengan membuka akses gratis untuk beberapa halaman terbatas Google Books. Cara ini relevan digunakan di OMP karena selain penerbit masih mendapatkan keuntungan dari penjualan buku cetak dan elektronik, juga situs web OMP penerbit masih dapat terindeks oleh Google Scholar dan disitasi, sekaligus masih dapat mendukung visibilitas domain situs web institusi. LIPI Press sendiri selain terindeks melalui OMP LIPI Press, juga terindeks dari berbagai situs web. Beberapa di antaranya adalah situs web sistem penerbitan yang terdahulu yakni penerbit.lipi.go.id dan Google Books mitra distributor. Apabila dihitung secara keseluruhan, dampak dari buku ilmiah LIPI Press telah dikutip sebanyak 1.761, dengan indeks-h 15, dan indeks i-10 26 seperti tertuang pada Gambar 5. GAMBAR 5. SELURUH TERBITAN LIPI PRESS DI GOOGLE SCHOLAR Meski memiliki sejumlah kelebihan, OMP yang saat ini sudah masuk ke versi 3 masih memiliki kekurangan. Salah satunya adalah proses teknis penulisan, penelaahan, hingga desain produksi belum bisa langsung dilakukan melalui sistem OMP itu sendiri sehingga masih membutuhkan aplikasi lain, seperti aplikasi pengolah kata, tata letak, dan desain grafis terpisah. Selain itu, menurut Fruin (2019) juga OMP berpotensi menimbulkan kebingungan versi dan potensi kekeliruan. Hal ini karena penerbitan buku adalah sebuah proses kompleks yang melibatkan banyak peran dan banyak versi naskah, bahkan untuk satu tahap penerbitan saja.

Conclusion

Penerapan OMP sebagai sistem penerbitan ilmiah memberikan banyak manfaat, tidak hanya memudahkan alur penelaahan dan editorial proses penerbitan, tetapi juga dalam mendukung dampak buku ilmiah elektronik berupa indeks dan sitasi serta visibilitas domain situs web lembaga. Hal ini karena situs web OMP dapat terindeks oleh Google Scholar sehingga memberikan tambahan kunjungan dari Google Scholar yang berdasarkan pembahasan di atas memiliki persentase yang cukup signifikan dengan menempati urutan ketiga dan keempat dengan total persentase kontribusi sebanyak 10,8% dari keseluruhan kunjungan. Visibilitas dan peran OMP dalam mendukung dampak buku ilmiah elektronik akses terbuka menjadi penting karena menunjang daya saing ilmiah lembaga yang diukur dari jumlah sitasi dan pemanfaatan hasil penelitian. Oleh karena itu, disarankan OMP dapat direkomendasikan untuk menjadi standar penerbit buku ilmiah, baik lembaga litbang maupun perguruan tinggi. Urgensi ini terutama untuk buku-buku hasil penelitian yang dibiayai oleh publik yang sudah semestinya kebermanfaatannya dirasakan oleh masyarakat luas melalui akses terbuka. Kemudahan dan potensi OMP dalam mendukung dampak buku ilmiah elektronik diharapkan dapat mengejar ketertinggalannya dengan OJS yang telah menjadi standar penerbitan jurnal ilmiah elektronik di Indonesia.