Kembali
16
1
2021 Jurnal Perpustakaan Pertanian Vol 30 · 2 ISSN 2541-0814

Analisis Indeks Sitasi E-Jurnal Badan Penelitian Dan Pengembangan Pertanian Citation Index Analysis of E-Journal of Indonesian Agency for Agricultural Research and Development

Kementerian Pertanian; Kementerian Pertanian; Kementerian Pertanian

Abstrak

Perkembangan website yang semakin pesat sangat membantu dalam kemudahan penyampaian dan penerimaan informasi untuk kebutuhan masyarakat dan sebagai diseminasi produk maupun inovasi. Di era modern, kualitas artikel ilmiah sangat banyak dan beragam jenisnya, seperti halnya Google Scholar yang bisa menghasilkan artikel ilmiah atau jurnal setiap harinya dari pengguna. Tujuan kajian ini yaitu: 1) mengidentifikasi profil; 2) mempelajari sitasi; dan 3) menganalisa tingkat keterpakaian artikel yang disitasi pada tiga ejurnal Badan Litbang Pertanian terindeks pada Google Scholar. Manfaat kajian ini adalah sebagai bahan evaluasi kegiatan diseminasi hasil-hasil penelitian pertanian melalui layanan akses ejurnal Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan). Pengkajian dilaksanakan di Bogor bulan Januari – Maret 2021 menggunakan analisis deskriptif kuantitatif tingkat keterpakaian artikel dilihat dari indeks sitasi publikasi ilmiah melalui data webometrics dari Google Scholar. Data yang digunakan adalah data indeks-h peneliti Balitbangtan yang menulis di Jurnal IJAS, Jurnal Littri dan Buletin Littro. Kajian menggunakan data dari Google Scholar 2016-2020. Hasil kajian didapat Buletin Littro dan IJAS telah meng-upload keseluruhan artikel ke sistem ejurnal Balitbangtan. Authors yang telah mendaftar di Google Scholar terbanyak pada Indonesian Journal of Agricultural Science (IJAS) (54 penulis/27%). Indeks sitasi pada Jurnal Penelitian Tanaman Industri (Littri) merupakan sitasi tertinggi selama 5 tahun, yaitu 1.610. Indeks h untuk IJAS dan Jurnal Littri sebesar yaitu 22, indeks h untuk Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Littro) adalah 14, sedangkan indeks i-10 tertinggi pada Jurnal Littri 88 kali. Diharapkan dengan adanya hasil kajian ini, semua penulis/peneliti di ejurnal Balitbangtan memanfaatkan dan mendiseminasikan publikasinya di Google Scholar agar dapat diakses dan dimanfaatkan oleh pengguna online, dan sebagai bahan evaluasi membuat kebijakan pengembangan koleksi di perpustakaan lingkup Balitbangtan

Abstract

The rapid development of the website is very helpful in facilitating the delivery and receipt of information for the needs of the community and as a dissemination of products and innovations. In the modern era, the quality of scientific articles is very numerous and of various types, such as Google Scholar which can produce scientific articles or journals every day from its users. The objectives of this study are: 1) to identify the profile; 2) to study citations; and 3) to analyze the level of usability of the articles cited in three journals of the Indonesian Agency for Agricultural Research and Development (IAARD) indexed on Google Scholar. The benefits of the study is as an evaluation material for the dissemination of agricultural research results through the IAARD journal access service. The study was carried out in Bogor in January – March 2021 using a quantitative descriptive analysis of the usability level of articles seen from the citation index of scientific publications through webometrics data from Google Scholar. The data used is the h-index data of IAARD researchers who write in the IJAS Journal, Industrial Crops Research Journal and Bulletin of Research on Spice and Medicinal Crops. The study uses data from Google Scholar 2016-2020. The results of the study are that the Bulletin of Research on Spice and Medicinal Crops and IJAS have uploaded the entire article to the IAARD journal system. Authors who have registered with Google Scholar are the most at Indonesian Journal of Agricultural Science (IJAS) (54 authors/27%). The citation index in the Industrial Crops Research Journal (Jurnal Litri) is the highest citation for 5 years, which is 1,610. The h index for IJAS and Industrial Crops Research Journal is 22, the h index for the Bulletin of Research on Spice and Medicinal Crops is 14, while the highest i-10 index is 88 times for Littri Journal. It is hoped that with the results of this study, all writers/researchers in the IAARD journal will utilize and disseminate their publications on Google Scholar so that they can be accessed and utilized by online users, and as evaluation material for making collection development policies in the IAARD library.
Keywords: citation index · index-h · index i-10 · ejournal · IAARD

Introduction

Perkembangan website yang semakin pesat sangat membantu dalam kemudahan penyampaian dan penerimaan informasi. Perusahaan, lembaga atau organisasi, dan institusi pemerintah memerlukan website untuk mempermudah pemenuhan kebutuhan informasi masyarakat dan sebagai media penyebaran produk maupun inovasinya. Jurnal merupakan bagian dari jenis terbitan berseri, yang terbagi atas dua format, yaitu tercetak dan digital (e-jurnal). Jurnal merupakan bagian penting dari koleksi perpustakaan yang menjadi kendaraan yang paling penting untuk komunikasi ilmiah global. Format digital jurnal dikemas dalam dua format yaitu bentuk CDROM dan dalam bentuk akses secara online melalui internet. E-jurnal dipahami sebagai publikasi ilmiah dalam format elektronik dan mempunyai ISSN (International Standard Serial Number) yang format dokumennya PDF. Pada perkembanganya, ejurnal yang dapat diakses secara online dan banyak diminati karena aksesnya yang dapat digunakan selama 24 jam. Ejurnal yang diterbitkan setara dengan jurnal tercetak dan ada peningkatan jumlah jurnal ilmiah yang diterbitkan secara elektronik (Jamaluddin, 2015). E-jurnal merupakan salah satu alternatif yang dapat dimanfaatkan oleh pengelola jurnal. Selain faktor efektivitas pengelolaan dan manajemen jurnal, sebagian besar platform jurnal online juga bersifat open source dan gratis. Menurut McMillan (1991) jurnal elektronik adalah terbitan serial yang diproduksi, diterbitkan, dan didistribusikan melalui jaringan elektronik melalui situs web di internet. Hal senada dikemukakan oleh Smith (2003); Jamaluddin (2015) bahwa jurnal elektronik merupakan publikasi berkala yang diterbitkan dalam bentuk digital yang ditampilkan di situs internet. Aplikasi yang digunakan dalam pengelolaan publikasi berkala ilmiah secara online ini berbasis software Open source Open Journal System (OJS). Menurut Indriani (2010), OJS adalah perangkat lunak open source yang tersedia bebas untuk jurnal di seluruh dunia, sebuah pilihan yang layak untuk pengelolaan jurnal, dengan akses terbuka dapat meningkatkan pembaca jurnal dan berkontribusi terhadap kepentingan publik dalam skala global. OJS merupakan Public License seluruh salinan dokumennya bebas digunakan dengan tetap mempertahankan lisensi. Selain untuk penerbitan jurnal secara online, OJS juga menyediakan fitur untuk Ready to Publish (jurnal yang siap dipublikasikan). Pernyataan lain dikemukakan Ikhwan & Handoko (2016), OJS merupakan salah satu produk open source dari Public Knowlegde Project (PKP) yang khusus digunakan untuk mengelola jurnal online. PKP bersifat open source dengan lisensi General Public License (GPL), software ini dapat digunakan oleh siapa saja untuk belajar, meneliti dan mengubahnya. Aplikasinya sangat kompatibel dengan mesin pencari Google terutama Google Scholar-nya sehingga artikel yang dimuat pada jurnal online yang memakai Open Journal System (OJS) akan terindeks lebih baik oleh Google. Walaupun gratis, bukan berarti minim fitur, OJS dilengkapi dengan berbagai fitur yang mendukung pengelolaan penerbitan, pengelolaan editing online, pengelolaan user dengan berbagai level user, tampilan yang sederhana dan user friendly, serta fitur untuk membaca jurnal secara online. Selain itu, OJS juga didukung dan terintegrasi dengan produk PKP lainnya, seperti Open Conference Jurnal Online (OCS) dengan Open Journal System 6 System), Open Monograph Press (OMS) dan Open Harvest System (OHS). Bagi dunia penelitian, jurnal merupakan salah satu indikator penting dalam perkembangan keilmuan untuk menciptakan suatu inovasi. Aktivitas penelitian atau kegiatan ilmiah secara umum menuntut publikasi sebagai salah satu bentuk laporan dan presentasi hasil penelitian. Oleh karena itu, saat ini semua lembaga penelitian memandang perlu untuk menerbitkan jurnal dan sebagian juga telah menggunakan layanan jurnal online. Hampir semua Unit Kerja/Unit Pelaksana Teknis (UK/UPT) Kementerian Pertanian telah menyediakan website sebagai jembatan untuk mempermudah kebutuhan peneliti, dan masyarakat dalam mencari informasi yang dibutuhkan. Berdasarkan hal tersebut maka Badan Penelitian dan Pengembangan menyediakan website portal jurnal (e-jurnal) http://ejurnal.litbang. pertanian.go.id yang digunakan untuk mempermudah pencarian dokumen/jurnal yang dibutuhkan pengguna secara online. Publikasi e-jurnal yang telah online terbitan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian berjumlah 26 jurnal. Jurnal-jurnal tersebut merupakan jurnal ilmiah yang memuat hasil penelitian peneliti lingkup Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian tidak terkecuali lintas kementerian yang berhubungan dengan penelitian pertanian. Indonesian Agency for Agricultural Research and development (IAARD) e-journal atau jurnal online Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) adalah suatu sistem pengelolaan publikasi berkala ilmiah yang diterbitkan oleh unit kerja lingkup Balitbangtan secara elektronis atau online. Pemanfaatan IAARD e-journal memberikan beberapa keuntungan yaitu: a) memenuhi prasyarat untuk menjadi jurnal bereputasiinternasional; b) pengelolaan jurnal dapat dilakukan secara transparandan akuntabel; c) memenuhi unsur penilaian akreditasi terbaru untukterbitan berkala; d) kemudahan diindeks oleh lembaga pengindeksberskala nasional maupun internasional (Balitbangtan, 2015). Di era modern saat ini kualitas artikel ilmiah sangat banyak dan beragam jenisnya. Pada tahun 2004, Google memberikan inovasi baru dengan adanya Google Scholar. Google Scholar adalah layanan yang memungkinkan pengguna melakukan pencarian artikel ilmiah atau jurnal berupa teks berbagai format publikasi, salah satunya berupa PDF, yang bertujuan agar pengguna lebih mudah mendapatkan ide atau gagasan untuk membuat karya ilmiah yang berkualitas. Google Scholar dapat menghasilkan artikel ilmiah atau jurnal setiap harinya. Setiap artikel ilmiah tersebut terdapat kutipan-kutipan dari orang-orang yang membuat artikel tersebut yang bisa pengguna gunakan sebagai referensi dalam pembuatan artikel ilmiah atau jurnal (Rafika et al. 2017). Indeks-h (h-index) merupakan indeks yang mencoba untuk mengukur baik produktivitas maupun dampak dari karya yang diterbitkan seorang penulis. Indeks ini didasarkan pada jumlah karya ilmiah yang dihasilkan oleh seorang ilmuwan dan jumlah sitasi (kutipan) yang diterima dari publikasi lain. Indeks-h adalah indeks yang memberikan informasi produktivitas dan pengaruh seorang ilmuwan berdasarkan publikasi ilmiah yang dihasilkannya (Sidiropoulus, Katsaros, & Manolopoulos, 2007). Hirsch (2005) mendefinisikan indeks-h sebagai jumlah publikasi ilmiah yang jumlah kutipannya lebih tinggi atau sama dengan h. Indeks ini merupakan sebuah indeks yang berguna untuk mengkarakterisasi output ilmiah seorang ilmuwan. Pengukuran indeks-h cukup sederhana, sebagai contoh seorang ilmuwan memiliki indeks-h jika sebanyak h dari NP publikasi ilmiahnya memiliki setidaknya h sitasi dan publikasi ilmiah (NP-h) lainnya memiliki kurang atau sama dengan h sitasi (Hirsch, 2005). Kesederhanaan penghitungan ini merupakan alasan mengapa Hirsch (2005) mengusulkan metode pengukuran indeks-h sebagai indikator produktivitas dan pengaruh seorang ilmuwan. Indikator ini dalam praktiknya mudah diterapkan (Ball, 2005). Sejak diperkenalkan pada akhir tahun 2005, indikator ini telah mendapat perhatian besar baik dari komunitas ilmiah maupun dari masyarakat umum (Ruch & Ball, 2012). Indeks-h juga dapat diterapkan pada produktivitas dan dampak dari sekelompok ilmuwan, seperti departemen, universitas, dan negara. Indeks ini disarankan oleh Jorge E. Hirsch, seorang ahli fisika di Universitas California San Diego, sebagai indeks untuk mengukur kualitas fisikawan teoretis (Hirsch & Casal, 2014). Jadi, indeks-h mencerminkan jumlah publikasi dan jumlah kutipan per publikasi. Indeks ini dirancang untuk memperbaiki indeks sebelumnya seperti jumlah total kutipan atau publikasi. Indeks tersebut berfungsi dengan baik hanya untuk membandingkan ilmuwan yang bekerja di bidang yang sama; konvensinya sangat berbeda antara bidang yang berbeda. Seringkali perpustakaan mengabaikan hasil penelitian berbasis analisis sitiran dalam upaya pengembangan koleksi perpustakaan. Hayati (2016) menyarankan bahwa perpustakaan memperhatikan hasilhasil penelitian yang berbasis analisis sitiran terhadap ketersediaan koleksinya dan menjadikannya sebagai alat evaluasi koleksi. Selain itu, perpustakaan juga sebaiknya menjadikan hasil-hasil penelitian berbasis analisis sitiran tersebut sebagai bahan pertimbangan dalam membuat kebijakan pengembangan koleksinya. Berdasarkan hasil penelitian Manik (2018), terdapat hubungan antara situs Google Scholar terhadap pemenuhan informasi penelitian di kalangan mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Sumatera Utara. Hasil kajian Sari (2016) menyatakan bahwa faktor yang memengaruhi jumlah sitasi pada publikasi Dosen ITS di Google Sholar adalah tempat pendidikan terakhir dan jumlah dokumen dalam bahasa Inggris, sedangkan faktor yang memengaruhi indeks h adalah jumlah sitasi, pendidikan terakhir, tempat pendidikan terakhir, jumlah dokumen bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Menurut Aida et al. (2016) bahwa tingkat keterpakaian menu sitasi artikel dan jumlah artikel yang mensitasi yang terindeks Google Scholar, Scopus atau lainnya pada publikasi di Badan Tenaga Nuklir nasional (BATAN) sebagian besar menggunakan untuk menginput artikel yang mengutip atau menyitasi dan melakukan penelusuran melalui Google Scholar dan sebagian kecil melalui Scopus. Hasil kajian Hayati (2016) bahwa analisis sitiran bermanfaat sebagai alat evaluasi koleksi di perpustakaan. Selanjutnya Urlings et al. (2021) bahwa perlu adanya studi lanjutan untuk memperoleh wawasan tentang isi dan kebenaran kutipan dan pengaruhnya terhadap perkembangan pengetahuan. Berdasarkan latar belakang di atas, tujuan kajian ini adalah: 1) mengidentifikasi profil tiga jurnal Balitbangtan, 2) mempelajari sitasi terhadap tiga jurnal Balitbangtan, dan 3) menganalisis tingkat keterpakaian artikel yang disitasi pada tiga jurnal Badan Litbang Pertanian terindeks pada Google Scholar. Manfaat kajian ini sebagai bahan evaluasi kegiatan diseminasi hasil-hasil penelitian pertanian melalui layanan akses ejurnal Balitbangtan.

Method

Pengkajian ini dilaksanakan di Bogor pada bulan Januari– Maret 2021 menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Tingkat keterpakaian artikel dilihat dari indeks sitasi publikasi ilmiah melalui data webometrics dari Google Scholar. Data yang digunakan adalah data indeks-h peneliti Balitbangtan yang menulis di Jurnal IJAS, Jurnal Littri dan Buletin Littro. Dalam kajian menggunakan data primer dan data sekunder. Data primer diambil dari Google Scholar tahun 20162020, yaitu jumlah sitasi artikel tiga e-jurnal Balitbangtan berdasarkan tahun, jenis publikasi, dan nama pengindeks, sedangkan data sekunder dengan menyitir literatur yang berhubungan dengan topik kajian. Analisis data deskriptif dilakukan melalui tabulasi data berdasarkan peringkat tertinggi hingga terendah untuk mempermudah interprestasi. Tabel 1. Deskripsi tiga e-jurnal Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Uraian IJAS Jurnal Littri Buletin Littro Akreditasi 200/M/KPT/2020 148/M/KPT/2020 30/E/KPT/2018 Kemenristek/BRIN Kemenristek/BRIN Kemenristek/BRIN Sinta Category S2 (2019-2024) Sinta Category S2 (2019-2024) Sinta Category S2 (2019-2024) Issue 2 kali/tahun 2 kali/tahun 2 kali/tahun Juni dan Desember Juni dan Desember Juni dan Desember Artikel Hasil penelitian Pertanian Hasil penelitian tanaman Hasil penelitian tanaman rempah, perkebunan obat, atsiri, dan industri Bahasa English Indonesia Indonesia URL http://ejurnal.litbang. http://ejurnal.litbang. http://ejurnal.litbang. pertanian.go.id/index.php/ijas pertanian.go.id/index.php/jptip pertanian.go.id/index.php/bultro ISSN 0411-982X 0853-8212 0215-0824 E-ISSN 2354-8509 2528-6870 2527-4414 Pencatuman DOAJ, Ciardring, Google Scholar, Google scholar, IPI, ISJD, Crossref, Google scholar, IPI, ISJD, Crossref, pengindekan Crossref, Sinta Sinta, Garuda, Dimensions, Neliti, dan Indonesia OneSearch Sinta dan Scilit

Result & Discussion

Profil tiga publikasi Badan Litbang Pertanian Tabel 1. Deskripsi tiga e-jurnal Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Uraian IJAS Jurnal Littri Buletin Littro Akreditasi 200/M/KPT/2020 148/M/KPT/2020 30/E/KPT/2018 Kemenristek/BRIN Kemenristek/BRIN Kemenristek/BRIN Sinta Category S2 (2019-2024) Sinta Category S2 (2019-2024) Sinta Category S2 (2019-2024) Issue 2 kali/tahun 2 kali/tahun 2 kali/tahun Juni dan Desember Juni dan Desember Juni dan Desember Artikel Hasil penelitian Pertanian Hasil penelitian tanaman Hasil penelitian tanaman rempah, perkebunan obat, atsiri, dan industri Bahasa English Indonesia Indonesia URL http://ejurnal.litbang. http://ejurnal.litbang. http://ejurnal.litbang. pertanian.go.id/index.php/ijas pertanian.go.id/index.php/jptip pertanian.go.id/index.php/bultro ISSN 0411-982X 0853-8212 0215-0824 E-ISSN 2354-8509 2528-6870 2527-4414 Pencatuman DOAJ, Ciardring, Google Scholar, Google scholar, IPI, ISJD, Crossref, Google scholar, IPI, ISJD, Crossref, pengindekan Crossref, Sinta Sinta, Garuda, Dimensions, Neliti, dan Indonesia OneSearch Sinta dan Scilit Salah satu output dari penelitian adalah publikasi artikel dalam jurnal sehingga hasil penelitian dapat dikenal dan disitasi oleh peneliti atau akademisi lainnya, baik secara nasional maupun internasional (Lukman, Atmadja & Hidayat, 2017). Peneliti Balitbangtan telah mempublikasikan artikel di dalam berbagai jurnal, tiga jurnal di antaranya adalah seperti dalam Tabel 1. Dari Tabel 1 terlihat bahwa ketiga publikasi tersebut telah memiliki ISSN dan e-ISSN, merupakan terbitan berkala bersifat ilmiah, telah terbit serta paling sedikit dua tahun secara berurutan dengan frekuensi terbit paling sedikit dua kali dalam satu tahun secara teratur dan tercantum dalam satu lembaga pengindeks nasional. Indonesian Journal of Agricultural Science (IJAS) mempunyai kelebihan penggunaan Bahasa Inggris dalam artikelnya. Berdasarkan hal tersebut maka ketiga publikasi elektronik tersebut telah memenuhi standar kualitas jurnal di LIPI berdasarkan Perka LIPI No. 3 Tahun 2021. Hal tersebut menunjukkan bahwa ketiga publikasi elektronik tersebut mempunyai reputasi tinggi sebagaimana disampaikan oleh Lukman (2015), salah satu parameter untuk mengukur kualitas reputasi jurnal ilmiah secara global yaitu akreditasi dan indeksasi jurnal. Kebutuhan informasi yang tinggi membuat masyarakat berharap media lebih cepat dalam menyajikan informasi sehingga mudah mengambil sebuah keputusan dalam memetakan permasalahan yang sedang berkembang. Faktor pengguna memegang peran penting terhadap pemanfaatan teknologi informasi. Menurut Sari (2016), manfaat dan tujuan dari penggunaan fitur teknologi untuk mendapatkan informasi atau data yang akurat, lengkap dan terkini, dan cepat dalam mengambil sebuah keputusan yang diperoleh sesuai keperluan dan kebutuhan pengguna. Jumlah volume dan jumlah artikel 3 ejurnal Balitbangtan tersaji pada Tabel 2. Dari tabel tersebut terlihat bahwa Buletin Littro dan IJAS telah meng-upload keseluruham volume dan jumlah artikel. Ketersediaan informasi di dunia maya sangatlah penting, menurut Arif (2007); Budi (2017) internet atau website menyediakan dan memunculkan informasi dalam bentuk e-paper, ebook, portal, dan kecanggihan telepon pintar sehingga pengguna tidak mengalami kesulitan untuk mencari informasi dan menjadikan internet sebagai media pilihan utama untuk memenuhi kebutuhan informasi. Pemenuhan kebutuhan informasi juga ditentukan oleh ketersediaan informasi. Semakin banyak Tabel 2. Perbandingan jumlah volume dan jumlah artikel yang ditampilkan di tiga ejurnal Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Jumlah Uraian Volume % % artikel Indonesian Journal of Agricultural Science 21 100 200 100 Jurnal Littri 22 88,56 479 2,68 Buletin Littro 28 100 505 100 Tabel 3. Authors yang telah mendaftar di Google Scholar pada tiga e-jurnal Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Author E-jurnal yang telah penulis Jumlah % Artikel mendaftar Indonesian Journal of Agricultural Science 21 100 200 100 Jurnal Littri 22 88,56 479 2,68 Buletin Littro 28 100 505 100 informasi yang tersedia, semakin mudah pengguna memperoleh informasi yang diperlukannya. Semakin banyak informasi di-upload dalam e-jurnal semakin mudah seseorang akan menemukan informasi tersebut. Dalam kaitannya dengan ketiga elektronik publikasi Balitbangtan maka IJAS dan Buletin Littro lebih memberikan kemudahan kepada penggunanya untuk memenuhi kebutuhan informasinya dibandingkan dengan Jurnal Littri. Berdasarkan Tabel 3 didapat bahwa perbandingan jumlah Authors yang telah mendaftar di Google Scholar terbanyak pada Indonesian Journal of Agricultural Science berjumlah 54 penulis (27%), sedangkan pada Buletin Littro sebanyak 25 penulis (4,95%), dan yang terendah pada Jurnal Littri dengan jumlah penulis yang mendaftar sebanyak 20 orang (4,18%). Sejalan dengan hasil kajian Allo, K.P & Ahmad, La Ode I (2020), Google Scholar Metrics pada umumnya membantu para penulis untuk mengukur visibilitas dan pengaruh artikel-artikel yang terpublikasi, bermanfaat bagi jurnal-jurnal ilmiah, Sumber : *) https://scholar.google.com/citations?user=7sLcu0kAAAAJ&hl=en **) https://scholar.google.co.id/citations?hl=en&user=0iAvKVIAAAAJ ***) https://scholar.googl.co.id/citations?user=msG2kEAAAAAJ&hl=ien Gambar 1. Sitasi artikel tiga ejurnal Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian selama 5 tahun. dan seberapa banyak sitasi yang telah diperolehnya, serta mengetahui artikel-artikel mana saja yang sering dikutip. Sitasi Tiga Publikasi Badan Litbang Pertanian Sitasi tiga publikasi Balitbangtan dapat dilihat pada Gambar 1. Gambar tersebut memperlihatkan jumlah artikel yang disitasi pada ketiga publikasi elektronik terbitan Balitbangtan yang berasal dari Google Scholar seperti yang disampaikan oleh Lukman et al. (2017) menyatakan bahwa angka sitasi dapat berasal dari sumber tersebut. Jurnal Littri merupakan jurnal dengan angka sitasi tertinggi selama 5 tahun terakhir, yaitu 1.610, diikuti IJAS dan Buletin Littro. Tingginya angka sitasi IJAS salah satunya disebabkan karena penggunaan Bahasa Inggris dalam Tabel 4. Lima besar artikel tiga e-jurnal Balitbangtan yang disitasi. artikelnya. Hal ini memungkinkan luasnya pengguna IJAS dibandingkan dengan kedua jurnal lainnya. Hal ini sejalan dengan pernyataan Hirsch & Casal (2014) dan berdasarkan hasil penelitian Sari (2016) yang menyatakan bahwa indeks sitasi dipengaruhi oleh penggunaan bahasa Inggris cenderung lebih banyak dikutip karena bahasa yang universal dibanding dengan artikel berbahasa lain. Tingginya angka sitasi pada Jurnal Littri lebih disebabkan karena seluruh artikelnya sudah upload ke ejurnal. Banyak jumlah sitasi akan memperlihatkan dampak dari suatu tulisan sehingga dengan meningkatnya sitasi setiap artikel akan memengaruhi kualitas suatu jurnal dan sebagai syarat instrumen untuk reakreditasi (LIPI, 2021). Judul Sitasi Judul Sitasi Judul Sitasi 1 Screening Of Soil Bacteria 214 Keragaman genetik, heritabilitas 85 Pengaruh ekstrak tanaman obat 35 For Plant Growth Screening dan korelasi antar karakter terhadap mortalitas dan of Soil Bacteria For Plant kuantitatif nilam (Pogostemon kelangsungan hidup Growth Promotion Activities sp.) hasil fusi protoplas Spodoptera litura F. In Vitro / E Husen. Vol. 4 (1) B. Martono, Vol. 15 (1). (Lepidoptera, Noctuidae) 2 The inheritance of yield 112 Pengaruh air kelapa terhadap 69 Keragaan sifat morfologi, 34 and yield components of five multiplikasi tunas in vitro, hasil dan mutu plasma nutfah wheat hybrid populations under produksi rimpang, dan kandungan pegagan (Centella asiatica [L] Urban) drought conditions xanthorrhizol temulawak N Bermawie, S. Purwiyanti, M. N. Ahmed, MA Chowdhry, di lapangan NN Kristina, Mardiana, Vol.19 (1). I Khlaiq, M. Maekawa Vol. 8 (2). SF. Syahid Vol. 18 (3) 3 Correlation Analysis Of Agronomic 87 Potensi selasih sebagai repellent 61 Mekanisme bakteri endofit 24 Characters And Grain Yield terhadap nyamuk Aedes aegypti mengendalikan nematoda of Rice For Tidal Swamp Areas A Kardinan,Vol.13 (2) Pratylenchus brachyurus H Aris, K Bambang, Supartopo, pada tanaman nilam Suwarno Vol. 11 (1) R Harni, S. Supramana, MS Sinaga, G. Giyanto, S. Supriadi, Vol. 23 (1) 4. Effect og heat moisture 72 Variasi genetik, heritabilitas, 53 Efektivitas insektisida nabati 22 treatment of sago starch dan korelasi gentotipik berbahan aktif azadirachtin on its noodle quality sifat-sifat penting tanaman wijen dan saponin terhadap EY Purwani, R. Thahir Vol. 7 (1) (Sesamum indicum L.) mortalitas dan intensitas serangan S. Sudarmadji, R. Mardjono, Aphis gossypii Glover H. Sudarmo Vol. 13 (3) TL Mardiningsih, dkk. Vol 21 (2) 5 Rural Farmers Perception 64 Analisis Efisiensi Usaha Tani 46 Pengujian aktivitas ekstrak 21 Of Climate Change In Tebu Di Jawa Timur daun sirih (Piper betle Linn.) Central Agricultural Zone Nt Sri Hery Susilowati Vol. 18 (4). terhadap Rhizoctonia sp. Of Delta State, Nigeria secara in vitro A.U. Ofuoku Vol. 12 (2) A Achmad, I Suryana Vol. 21 (2). *) https://scholar.google.com/citations?user=7sLcu0kAAAAJ&hl=en ; **) https://scholar.google.co.id/citations?hl=en&user=0iAvKVIAAAAJ ; ***) https://scholar.google.co.id/citations?user=msG2kEAAAAAJ&hl=ien Berdasarkan Tabel 4, artikel dengan judul "Screening of Soil Bacteria For Plant Growth Promotion Activities In Vitro" yang ditulis E Husen terbit pada Indonesian Journal Of Agricultural Science tahun 2003 merupakan artikel tertinggi yang disitasi oleh pengguna di yaitu sebanyak 214 kali, sedangkan pada Jurnal Littri, artikel keragaman genetik, heritabilitas dan korelasi antar karakter kuantitatif nilam (Pogostemon sp.) hasil fusi protoplas by B. Martono disitasi sebanyak 85 kali tahun terbit 2009. Pada Buletin Littro literatur dengan judul "Pengaruh ekstrak tanaman obat terhadap mortalitas dan kelangsungan hidup Spodoptera litura F (Lepidoptera, Noctuidae)" oleh R. Balfas, dan M. Willis disitasi oleh pengguna sebanyak 35 kali tahun terbit 2016. Sejalan dengan pernyataan Manik (2018) bahwa melalui Google Scholar dapat menemukan lebih jauh karya-karya terkait, penulis dan publikasi serta dapat mengetahui hindeks, i10-indeks seorang penulis atau peneliti. Indeks h dan indeks i10 Tiga Publikasi Balitbangtan Indeks-h merupakan sebuah tolok ukur bagi seorang ilmuwan baik itu dosen ataupun peneliti dalam mengembangkan hasil karya keilmuwannya. H-index adalah bilangan h terbesar, dengan sejumlah h artikel paling sedikit h citation. Sementara i10-indeks berarti bilangan i10 terbesar dengan sejumlah i10 artikel yang mempunyai sitasi minimum 10 (Lukman, Atmaja, & Hidayat, 2017). Pada Tabel 5 juga menunjukkan indeks h dan indeks i10. Indeks h untuk IJAS dan Jurnal Littri adalah sama yaitu 22 sedangkan indeks h untuk Buletin Littro adalah 14. Ini berarti bahwa IJAS dan Jurnal Littri penulis dan isi tulisannya berkualitas dan mencakup hasil penelitian bidang pertanian dan perkebunan. Sejalan dengan hasil penelitian Sari (2016) indeks h cenderung tinggi pada penelitian bidang natural science dibanding penelitian ilmu sosial, seni, dan kemanusiaan karena peneliti bidang ilmu sosial dan kemanusiaan lebih cenderung menerbitkan buku daripada artikel sehingga sitasi dari buku tidak dapat dihitung menggunakan indeks h. Berbeda dengan indeks h, indeks i10 memperlihatkan bahwa Jurnal Littri tertinggi dengan indeks i10 yaitu 88, diikuti oleh IJAS dan Buletin Littro. Ini berari bahwa dalam kurun waktu 19 tahun Jurnal Littri mempunyai kualitas penerbitan yang konsisten dibandingkan dengan kedua jurnal lainnya.

Conclusion

Buletin Littro dan IJAS telah meng-upload keseluruhan artikel ke sistem e-jurnal Balitbangtan. Authors yang telah mendaftar di Google Scholar terbanyak pada Indonesian Journal of Agricultural Science (54 penulis/ 27%). Indeks sitasi Ejurnal Balitbangtan pada Jurnal Littri merupakan jurnal dengan angka sitasi tertinggi selama 5 tahun terakhir, yaitu 1.610. Artikel dengan judul Screening of Soil Bacteria For Plant Growth Promotion Activities In Vitro oleh E Husen merupakan artikel tertinggi yang disitasi oleh pengguna di IJAS sebanyak 214 kali. Pada Jurnal Litri, artikel "Keragaman genetik, heritabilitas dan korelasi antar karakter kuantitatif nilam (Pogostemon sp.) hasil fusi protoplas" oleh B Martono disitasi sebanyak 85 kali. Pada Buletin Littro artikel dengan judul "Pengaruh ekstrak tanaman obat terhadap mortalitas dan kelangsungan hidup Spodoptera litura F (Lepidoptera, Noctuidae)" oleh R Balfas, M Willis disitasi oleh pengguna sebanyak 35 kali. Indeks h IJAS dan Jurnal Littri sama-sama yaitu 22, indeks h untuk Buletin Littro adalah 14, sedangkan indeks i-10 tertinggi pada Jurnal Littri sebanyak 88 kali. Diharapkan dengan adanya hasil kajian ini, semua penulis/peneliti di e-jurnal Balitbangtan memanfaatkan dan mendiseminasikan publikasinya di Google Scholar agar bisa diakses dan dimanfaatkan oleh pengguna online, dan sebagai bahan evaluasi membuat kebijakan pengembangan koleksi di perpustakaan lingkup Balitbangtan.