Analisis Bibliometrik Publikasi Pertanian Terbitan Iaard Press Bibliometric Analysis of Agricultural Publications of IAARD Press
Kementerian Pertanian; Kementerian Pertanian
Abstrak
Penyebarluasan informasi hasil-hasil penelitian pertanian dapat dilakukan melalui publikasi. Publikasi dinilai sangat efektif dalam penyebarluasan hasil penelitian karena dapat menjangkau pengguna yang lebih luas. IAARD Press didirikan sebagai penerbit pemerintah yang profesional untuk menerbitkan publikasi terkait iptek pertanian yang bermutu. Perkembangan suatu publikasi pada suatu bidang tertentu dapat diketahui dengan menggunakan pendekatan bibliometrik. Pengkajian ini dilakukan untuk untuk menganalisis publikasi terbitan IAARD Press dengan menggunakan pendekatan bibliometrik. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa selama periode 2013 – 2018, IAARD Press telah menerbitkan sebanyak 313 publikasi dari beberapa unit kerja lingkup Kementerian Pertanian dengan rata-rata sebesar 52 judul per tahun. Sekretariat Badan Litbang Pertanian merupakan unit kerja yang paling banyak menghasilkan publikasi yang diterbitkan oleh IAARD Press, yaitu 73 judul, diikuti BBP2TP (38 judul), dan BBSDLP (36 judul). Pertanian umum merupakan subsektor yang paling banyak ditulis (70 judul), yaitu mencakup pembangunan pertanian secara umum, program strategis dan kebijakan pembangunan pertanian dan hasil-hasil penelitian pertanian mendukung berbagai program strategis pembangunan pertanian. Selanjutnya subsektor tanah dan iklim sebanyak 54 judul, tanaman pangan 43 judul dan tanaman perkebunan 43 judul, dan peternakan 28 judul. Subjek yang paling banyak ditulis adalah mengenai ekonomi dan kebijakan pembangunan (49 judul), diikuti budi daya tanaman (31 judul), ekonomi dan kebijakan nasional mengenai pertanian (25 judul), dan genetika dan pemuliaan tanaman (25 judul). Jumlah penulis pada publikasi terbitan IAARD Press periode 2013-2018 sebanyak 352 penulis dengan jumlah publikasi yang ditulis oleh penulis berkisar 1-34 judul. Penulis yang paling produktif adalah Andi Amran Sulaiman dengan 34 judul publikasi.
Abstract
Dissemination of information on agricultural research results can be done through publications. Publication is considered highly effective in disseminating research results because it can reach wider users. IAARD Press was established as a professional government publisher to publish high quality publications related to agricultural science and technology. The development of a publication in a particular field can be identified using a bibliometric approach. The study was carried out to analyze the publications of IAARD Press using a bibliometric approach. The results of the assessment showed that during the period 2013 - 2018, IAARD Press has published as many as 313 publications from several institutions within the Ministry of Agricultural with an average of 52 titles per year. The Secretariat of the Indonesian Agency for Agricultural Research and Development is the institution that produces publications the most with 73 titles, followed by BBP2TP (38 titles), and BBSDLP (36 titles). Agriculture in general was the most written (70 titles), which includes general agricultural development, strategic programs and agricultural development policies and agricultural research results supporting various strategic agricultural development programs. Furthermore, the land and climate sub-sector totaling 54 titles, food crops 43 titles, plantation crops 43 titles, and livestock 28 titles. The most widely written subjects were economics and development policy (49 titles), followed by plant cultivation (31 titles), economics and national policies on agriculture (25 titles), and genetics and plant breeding (25 titles). The number of authors in the IAARD Press publication in period 2013-2018 was 352. The number of publications written by authors ranges from 1-34 titles. The most productive author is Andi Amran Sulaiman with 34 publications.
Keywords:
Agricultural publication
· dissemination of information
· IAARD Press
· bibliometric analysis
Introduction
Kegiatan penelitian dan pengembangan pertanian dilakukan untuk menghasilkan berbagai inovasi dan teknologi mendukung pembangunan pertanian yang berkelanjutan. Informasi hasil penelitian yang dihasilkan ditujukan untuk memecahkan masalah yang dihadapi oleh para stakeholder. Informasi tersebut juga diperlukan untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Inovasi hasil penelitian akan berdaya guna jika disebarluaskan dan dimanfaatkan oleh masyarakat. Publikasi ilmiah sebagai satu indikator kinerja utama para peneliti perlu disebarluaskan melalui publikasi pada media online atau media cetak. Publikasi dinilai sangat efektif dalam penyebarluasan hasil penelitian, karena dapat menjangkau pengguna yang tersebar luas, baik di Indonesia maupun di dunia internasional. Selain sebagai media penyebarluasan informasi, publikasi berfungsi sebagai bentuk pertanggungjawaban terhadap penggunaan dana, sarana dan tenaga untuk kegiatan penelitian. Keberhasilan dari pelaksanaan tugas dan fungsi institusi penelitian tidak terlepas dari tersampaikannya informasi kepada pengguna melalui berbagai media komunikasi. Dengan mengenali kelompok dan kebutuhan pengguna dapat ditentukan cara dan media penyebarluasan yang digunakan. Harahap ( 2016) menyatakan secara umum pengguna hasil penelitian dan pengembangan dikelompokkan menjadi: 1. Kelompok ilmuwan, yaitu kelompok pengguna yang umumnya lebih berorientasi pada pengembangan khasanah ilmu pengetahuan dan teknologi; 2. Pemerintah yaitu kelompok pengguna yang umumnya berorientasi pada penggunaan iptek sebagai bahan pengambilan kebijakan publik 3. Masyarakat umum, yaitu kelompok pengguna yang memiliki ragam kepentingan yang bervariasi sesuai dengan tingkat pengetahuan, kemauan, dan kemampuan 4. Kelompok pelaku usaha, yaitu kelompok pengguna yang umumnya lebih menekankan pada peningkatan produktivitas dan pengembangan usaha. Diseminasi hasil penelitian pertanian harus dapat dimanfaatkan dan diketahui oleh masyarakat, baik secara spesifik dalam kelompok tertentu (misalnya penyuluh, petani, peneliti, akademisi dan pengamat), maupun kepada kalangan masyarakat umum. Diseminasi hasil penelitian pertanian dapat dilakukan melalui berbagai media cetak seperti buku dan prosiding serta melalui media elektronik seperti buku elektronik (e-book) ataupun situs (website). Penyebaran informasi iptek melalui buku dan prosiding dimaksudkan agar dapat digunakan oleh para pelaku pembangunan khususnya para penyuluh, pelaku usaha, ilmuwan, dan para pembuat kebijakan di bidang pertanian. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Badan Litbang Pertanian) merupakan salah satu institusi di bawah Kementerian Pertanian yang mempunyai mandat melaksanakan kegiatan penelitian dan pengembangan pertanian. Visi Badan Litbang Pertanian menjadi lembaga penelitian terkemuka penghasil teknologi dan inovasi pertanian modern untuk mewujudkan kedaulatan pangan dan kesejahteraan petani. Misi Badan Litbang Pertanian diantaranya adalah (1) Menghasilkan dan mengembangkan teknologi pertanian modern yang memiliki scientific recognation dengan produktivitas dan efisiensi tinggi dan (2) Hilirisasi dan masalisasi teknologi pertanian modern sebagai solusi menyeluruh permasalahan pertanian yang memiliki impact recognition. Makna yang tersirat dari visi dan misi adalah bahwa inovasi dan teknologi yang dihasilkan dari kegiatan penelitian dan pengembangan perlu disebarluaskan agar dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mempercepat proses pelaksanaan pembangunan pertanian dalam mendukung terwujudnya kedaulatan pangan dan peningkatan kesejahteraan petani (Badan Litbang Pertanian, 2015). Badan Litbang Pertanian beserta unit kerjanya telah menerbitkan berbagai publikasi sebagai media penyebarluasan informasi hasil penelitian. Publikasi tersebut dapat berfungsi sebagai media komunikasi antara peneliti dengan ilmuwan lain, peneliti dengan pengambil kebijakan dan peneliti dengan pengguna (Badan Litbang Pertanian, 1994). Tujuan penerbitan publikasi adalah menyampaikan informasi kepada pengguna, menciptakan citra positif, dan membina hubungan baik dengan publik di dalam dan di luar institusi. Bagi pemangku jabatan fungsional, publikasi merupakan media diseminasi hasil kegiatan penelitian, pengkajian, dan pengujian kepada pengguna serta sarana peningkatan jenjang karir. Untuk meningkatkan produktivitas publikasi, Badan Litbang Pertanian mendirikan Indonesian Agency for Agricultural Research and Development (IAARD Press) guna mendukung produk publikasi terbitan pertanian. IAARD Press menyediakan layanan publik di bidang penerbitan ilmiah dan/atau populer pertanian dan atau materi dalam rangka penyebarluasan informasi pertanian. Sebagai penerbit pemerintah yang profesional, IAARD Press dituntut memiliki kemampuan menerbitkan buku-buku iptek pertanian yang bermutu. IAARD Press membantu para peneliti yang ingin menghasilkan buku-buku berkualitas di bidang pertanian untuk mendiseminasikan hasil penelitiannya. Diseminasi karya merupakan salah satu tolok ukur tersebarnya manfaat penelitian kepada masyarakat luas (Tim IAARD Press 2014). Perkembangan suatu publikasi pada suatu bidang tertentu dapat diketahui dengan menggunakan pendekatan bibliometrik. Bibliometrik merupakan penelaahan yang mengaplikasikan metode matematika dan statistik untuk mengukur suatu perubahan, baik secara kuantitatif maupun kualitatif pada sekumpulan dokumen maupun media lainnya (Sulistyo-Basuki, 2002). Dalam ilmu informasi, kajian bibliometrik dapat mengungkapkan pola pemanfaatan dokumen, perkembangan literatur atau sumber informasi dalam suatu bidang subyek. Bibliometrik mencakup dua jenis kajian yaitu kajian deskriptif dan kajian evaluatif. Kajian deskriptif menganalisis produktivitas artikel, buku, dan format lainnya dengan melihat pola kepengarangan seperti jenis kelamin pengarang, jenis pekerjaan, pengarang, tingkat kolaborasi, produktivitas pengarang, lembaga tempat pengarang bekerja, dan subyek artikel. Kajian evaluatif menganalisis penggunaan literatur yang dibuat dengan menghitung rujukan atau sitiran dalam artikel penelitian, buku, atau format lainnya (Pattah, 2013). Shah (2016) mengemukakan bahwa bibliometrik menjadi salah satu bidang minat yang cukup mendapat perhatian para profesional ilmu perpustakaan dan informasi. Bibliometrik dapat digunakan untuk mengkaji riset melalui analisis kualitatif dan penggunaan statistik untuk menggambarkan pola publikasi dari bidang tertentu. Kajian bibliometrik pada publikasi/jurnal bidang pertanian telah banyak dilakukan. Winarko et al. (2015) menganalisis karakteristik bibliografi sembilan jurnal ilmiah pertanian Indonesia, Tupan (2016) menelaah pemetaan bibliometrik terhadap perkembangan hasil penelitian pertanian Indonesia pada publikasi internasional bidang pertanian di Indonesia, Sutardji dan Maulidyah (2014) yang melakukan analisis bibliometrik pada Buletin Palawija, dan Sutardji (2012) mengkaji produktivitas publikasi peneliti Balitkabi pada berbagai publikasi, serta Thanuskodi (2012) melakukan analisis bibliometrik pada Indian Journal of Agricultural Science. IAARD Press telah menerbitkan publikasi bidang pertanian dalam berbagai subjek. Untuk mengetahui perkembangan publikasi yang telah diterbitkan, dilakukan analisis bibliometrik pada publikasi IAARD Press terhadap jumlah publikasi yang telah diterbitkan periode 2013-2018, sebaran publikasi berdasarkan institusi, subsektor, dan kategori subjek, serta produktivitas publikasi penulis.
Result & Discussion
Perkembangan Publikasi IAARD Press Selama periode 2013–2018, IAARD Press telah menerbitkan sebanyak 313 publikasi dari beberapa unit kerja lingkup Kementerian Pertanian dengan rata-rata sebesar 52 judul per tahun. Publikasi yang diterbitkan oleh IAARD Press berfluktuasi dari tahun ke tahun dengan kecenderungan jumlah publikasi yang diterbitkan terlihat meningkat, kemudian menurun pada tahun 2017 dan meningkat lagi pada tahun 2018 (Gambar 1). Publikasi yang diterbitkan terbanyak, yaitu 68 judul pada tahun 2018, sedangkan yang paling sedikit pada tahun 2013 sebanyak 27 judul. Sebaran Publikasi IAARD Press Berdasarkan Institusi Bahan baku utama dalam aktivitas penerbitan adalah naskah. Naskah yang diterbitkan oleh IAARD Press bersumber dari unit kerja di lingkup Kementerian Pertanian ataupun masyarakat umum yang berminat pada masalah-masalah teknologi serta ilmu pengetahuan di bidang pertanian. Institusi yang berkontribusi pada publikasi IAARD Press adalah 10 unit kerja lingkup Kementerian Pertanian, tiga unit kerja lingkup Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian, dan Forum Komunikasi Profesor Riset (FKPR). Publikasi Perkembangan publikasi IAARD Press (judul) Tahun Gambar 1. Perkembangan publikasi IAARD Press. Setiap unit kerja berkontribusi dengan jumlah publikasi yang bervariasi setiap tahunnya. Pada tahun 2013, Puslitbang Peternakan berkontribusi paling banyak dengan 8 judul, tahun 2014 BBSDLP dengan 15 judul publikasi, tahun 2015 BBP2TP dengan 11 judul, tahun 2016 Puslitbang Perkebunan dengan 13 judul, dan tahun 2017 Sekretariat Badan Litbang Pertanian yang berkontribusi paling banyak dengan 25 judul, serta pada tahun 2018 Biro Perencanaan yang menghasilkan publikasi paling banyak dengan 23 judul publikasi (Tabel 1). Selama periode 2013-2018, unit kerja lingkup Kementerian Pertanian yang berkontribusi menghasilkan publikasi paling banyak yang diterbitkan oleh IAARD Press adalah Sekretariat Badan Litbang Pertanian (73 judul), BBP2TP (38 judul), dan BBSDLP (36 judul). Unit kerja yang paling sedikit menghasilkan publikasi yang diterbitkan oleh IAARD Press adalah Balai Besar Penelitian Padi (BB Padi), yaitu 1 judul. Sekretariat Badan Litbang Pertanian memiliki tugas pokok memberikan pelayanan teknis dan administrasi kepada seluruh unit organisasi di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Dalam menjalankan tugasnya, Sekretariat Badan Litbang Pertanian menyelenggarakan fungsi, diantaranya (1) Koordinasi, dan penyusunan rencana dan program serta anggaran di bidang penelitian dan pengembangan pertanian; dan (2) Penyusunan kerja sama, rancangan peraturan perundang-undangan, evaluasi dan penyempurnaan organisasi, tata laksana, serta pelaksanaan hubungan masyarakat dan informasi publik. Sesuai dengan tugas dan fungsinya, maka publikasi yang disusun Sekretariat Badan Litbang Pertanian berkaitan dengan sinergi sistem penelitian dan inovasi pertanian berkelanjutan, sinergi inovasi sumber daya dan kelembagaan memperkuat pertanian; inovasi teknologi pertanian pada berbagai bidang yang merupakan orasi pengukuhan profesor riset pada berbagai bidang, serta prosiding pertemuan ilmiah. Sebaran Publikasi IAARD Press Berdasarkan Subsektor Berbagai program dan pencapaiannya, kebijakan strategis dan hasil-hasil penelitian pertanian dalam berbagai subsektor disusun dalam berbagai publikasi. Kementerian Pertanian memprioritaskan sejumlah kegiatan antara lain peningkatan produksi dan swasembada, lumbung pangan dan ekspor wilayah perbatasan, pengembangan dan produksi benih, peningkatan kesejahteraan petani, pembangunan embung, penyediaan dan perbanyakan indukan sapi, perbaikan varietas unggul baru (VUB), klaster kawasan ekonomi pertanian, hilirisasi produk pertanian, pengembangan pertanian organik, dan sinergi program lintas kementerian/lembaga. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai upaya untuk mewujudkan Indonesia sebagai Lumbung Pangan Dunia Tahun 2045. Tabel 1. Sebaran publikasi IAARD Press berdasarkan instansi, 20132018. Jumlah 2013 2014 2015 2016 2017 2018 Sekretariat Badan Litbang Pertanian 4 11 6 7 25 20 73 BBP2TP 2 6 11 10 1 8 38 BBSDLP 5 15 6 5 0 5 36 Puslitbangbun 4 6 5 13 0 2 30 PUSTAKA 0 7 8 8 6 0 29 Puslitbangnak 8 3 2 8 2 0 23 Biro Perencanaan 0 0 0 0 0 23 23 Puslitbanghorti 0 5 5 4 0 1 15 Puslitbangtan 2 2 1 6 0 1 12 FKPR 1 0 3 0 0 5 9 BB Biogen 0 2 2 1 1 2 8 PSEKP 0 0 2 5 0 1 8 BB Pasca Panen 0 0 8 0 0 0 8 BB Padi 1 0 0 0 0 0 1 Hasil analisis terhadap isi publikasi terbitan IAARD Press selama kurun waktu 2013-2018 menunjukkan bahwa pertanian umum merupakan subsektor yang paling banyak ditulis sebanyak 70 judul (22%), yaitu mencakup pembangunan pertanian secara umum, program strategis dan kebijakan pembangunan pertanian, dan hasil-hasil penelitian pertanian mendukung berbagai program strategis pembangunan pertanian. Selanjutnya subsektor tanah dan iklim sebanyak 54 judul (17%), tanaman pangan 43 judul (14%) dan tanaman perkebunan 43 judul (14%), dan peternakan 28 judul (9%) (Gambar 2). Data ini merepresentasikan kegiatan prioritas Kementerian Pertanian. Publikasi terkait pasca panen dan alat dan mesin pertanian merupakan subsektor yang masih sedikit ditulis. Sebaran Publikasi IAARD Press Berdasarkan Subjek Kategori subjek suatu dokumen merefleksikan topik utama dari suatu dokumen. Penelaahan subjek suatu dokumen dilakukan dengan menganalisis isi dokumen untuk mengidentifikasi konsep-konsep penting yang dibahas berdasarkan pedoman tertentu. Untuk bidang pertanian penentuan kategori subjek menggunakan AGRIS/CARIS Categorization Scheme yang dikembangkan oleh FAO. Selama periode 20132018, subjek yang paling banyak ditulis mengenai ekonomi dan kebijakan pembangunan sebanyak 49 judul, diikuti budi daya tanaman 31 judul, ekonomi dan kebijakan nasional mengenai pertanian 25 judul, dan genetika dan pemuliaan tanaman 25 judul (Tabel 2). Subjek ekonomi dan kebijakan pembangunan mencakup program-program pembangunan pertanian, dan teknologi dan inovasi yang telah dihasilkan Kementerian Pertanian untuk mencapai kedaulatan pangan dan kesejahteraan petani. Subjek budi daya tanaman berkisar pada teknologi budi daya berbagai komoditas untuk peningkatan produktivitas berbagai komoditas dalam rangka penyediaan pangan yang berkelanjutan. Subjek ekonomi dan kebijakan nasional mengenai pertanian mencakup kebijakankebijakan pembangunan pertanian berkelanjutan dalam upaya tercapainya kedaulatan pangan nasional menuju lumbung pangan dunia. Kontribusi Penulis pada Publikasi IAARD Press Jumlah penulis pada publikasi terbitan IAARD Press periode 20132018 sebanyak 352 penulis dengan nama yang berbeda. Jumlah publikasi yang ditulis oleh penulis berkisar 134 judul. Publikasi terbitan IAARD Press sebagian besar memuat artikel tinjauan ilmiah (review) dan inovasi hasil penelitian pertanian dan ditulis secara berkolaborasi. Hal ini sesuai dengan kajian Sutardji (2012) yang menunjukkan artikel yang ditulis para peneliti Balitkabi pada berbagai jurnal ilmiah pertanian dan prosiding merupakan karya kolaborasi. Hal yang sama juga ditunjukkan pada hasil kajian Shah (2016) pada artikel International Journal of Agricultural Sciences Tabel 2. Sebaran publikasi terbitan IAARD Press berdasarkan subjek, 20132018. 2013 2014 2015 2016 2017 2018 Ekonomi dan kebijakan pembangunan 2 8 5 5 11 18 49 Budi daya tanaman 4 4 4 9 8 2 31 Ekonomi dan kebijakan nasional mengenai 5 3 6 4 - 7 25 pertanian Genetika dan pemuliaan tanaman 1 9 6 4 1 4 25 Pertanian – Aspek Umum 1 - 2 5 1 8 17 Ilmu dan pengelolaan tanah 3 7 4 - 1 - 15 Dokumentasi dan informasi - 3 2 6 - - 11 Penelitian pertanian 1 - 2 4 - 3 10 Peternakan 1 - 2 4 3 - 10 Meteorologi dan klimatologi 1 - - - 1 6 8 Pengolahan dan pengawetan pangan - 1 6 1 - - 8 Organisasi, administrasi dan pengelolaan 2 1 1 2 1 - 7 perusahaan pertanian atau usaha tani Produksi dan perlakuan benih - 1 1 - 3 2 7 Hama tanaman 1 - - 3 - 3 7 Pakan hewan 2 1 - 3 - 1 7 Penyuluhan - 1 3 1 - - 5 Agroindustri - 2 3 - - - 5 Genetika dan pemuliaan hewan - 1 1 3 - - 5 Pengelolaan dan sumber daya air - 2 - - 1 2 5 Kesuburan tanah - 2 - 2 1 - 5 Penyakit tanaman - 1 1 2 - - 4 Investasi, keuangan, dan kredit - - - - - 3 3 Perdagangan, pemasaran dan distribusi - - 1 - - 2 3 Pola tanam dan sistem pertanaman - 1 - 1 1 - 3 Mesin dan peralatan pertanian - 1 - 2 - - 3 Erosi, konservasi dan reklamasi tanah - 2 - - - 1 3 Pengolahan hasil pertanian non-pangan 1 - - - 1 1 3 atau non-pakan Metode metematika dan statistika 1 - 1 1 - - 3 Administrasi publik - - 1 1 - - 2 Perdagangan internasional - - - - - 2 2 Perbanyakan tanaman - - 1 1 - - 2 Perlindungan tanaman – aspek umum - - 1 1 - - 2 Sumber daya energi terbarukan - 1 1 - - - 2 Kimia dan fisika tanah - 1 - - - 1 2 Biologi tanah 1 1 - - - - 2 Pendidikan - - 1 - - - 1 Peraturan perundang-undangan - 1 - - - - 1 Ekonomi dan kebijakan lahan - - - 1 - - 1 Ekonomi produksi - - - 1 - - 1 Pemupukan - 1 - - - - 1 Irigasi - - - - - 1 1 Gulma dan pengendaliannya - 1 - - - 1 Enjiniring pertanian - - - - - 1 1 Survei dan pemetaan tanah - - - - 1 - 1 Klasifikasi dan pembentukkan tanah - - 1 - - - 1 Ilmu dan teknologi pangan - - 1 - - - 1 Metode penelitian - 1 - - - - 1 Gambar 2. Sebaran publikasi IAARD Press berdasarkan subsektor. Tabel 3. Sebaran kontribusi penulis pada publikasi IAARD Press periode 2013–2018. Jumlah publikasi/tulisan Jumlah penulis % Jumlah publikasi/tulisan Jumlah penulis % 1 221 62,78 10 1 0,28 2 64 18,18 11 1 0,28 3 28 7,95 12 2 0,57 4 10 2,84 13 0 0 5 8 2,72 14 1 0,28 6 5 1,42 1518 0 0 7 3 0,85 19 1 0,28 8 0 0 20 1 0,28 9 5 1,42 >20 1 0,28 dan Suryantini dan Nurdiana (2016) pada Jurnal AgroBiogen yang menunjukkan hasil yang serupa. Kolaborasi bisa dilakukan sejak melaksanakan kegiatan, pelaporan hasil penelitian atau menyusun karya tulis. Banyak keuntungan yang diperoleh dengan berkolaborasi, seperti dikemukakan oleh Katz dan Martin (1997), antara lain terciptanya kesempatan untuk berbagi pengetahuan, keahlian dan teknik tertentu dalam sebuah ilmu. Dengan berkolaborasi akan terjadi pembagian kerja dan penggunaan secara efektif setiap kelebihan yang dimiliki oleh masing-masing peneliti. Lebih dari separuh penulis (62,78%) berkontribusi dengan 1 judul publikasi, 18,18% penulis dengan 2 judul publikasi, 7,95% penulis dengan 3 judul publikasi, 2,84% penulis dengan 4 judul publikasi dan 2,72% penulis menghasilkan 5 judul publikasi. Terdapat 3 orang penulis yang berkontribusi publikasi masing-masing sebanyak 19, 20, dan 34 judul publikasi (Tabel 3). Produktivitas Penulis Produktivitas penulis dapat diketahui dari jumlah artikel yang diterbitkan pada jurnal dalam kurun waktu tertentu (Ming 2004; Maryono 2012). Nilai produktivitas dapat memotivasi seseorang untuk meningkatkan kemampuannya menghasilkan sesuatu yang berharga dan bermanfaat bagi dirinya sendiri maupun pihak lain. Produktivitas menuntut seseorang memiliki kemampuan lebih yang tidak dimiliki oleh orang lain (Dewiyana & Arianti 2009). Penentuan peringkat produktivitas peneliti didasarkan pada banyaknya artikel yang dipublikasikan oleh penulis yang bersangkutan. Pada publikasi terbitan IAARD Press periode 2013 2018, terdapat 19 penulis yang merupakan 10 peringkat teratas yang memberikan kontribusi 634 judul publikasi per penulis. Penulis yang paling produktif yang menempati peringkat 1 sampai 5 adalah Andi Amran Sulaiman dengan 34 judul publikasi, kemudian Hermanto dengan 20 judul, Muhammad Syakir 19 judul dan Effendi Pasandaran dengan 14 judul publikasi. Bess Tiesnamurti dan Kasdi Subagyono masing-masing berkontribusi dengan 12 judul publikasi. Peringkat ke-6 dan ke-7 ditempati Syahyuti yang menyumbang 11 judul publikasi dan Agus Hermawan dengan 10 judul publikasi. Ada lima penulis yang menempati peringkat 8, kemudian peringkat 9 dan 10 masing-masing 3 penulis. Data pada Gambar 3 menggambarkan kinerja para pengambil keputusan dan para peneliti dalam mencurahkan konsep, pemikiran dan kontribusi keilmuannya dalam menunjang pembangunan pertanian. Selain itu karya tulis ilmiah/publikasi yang diterbitkan merupakan salah satu ajang aktualisasi diri dan eksistensi diri dalam masyarakat ilmiah.
Conclusion
Selama periode 2013–2018, IAARD Press telah menerbitkan sebanyak 313 publikasi dari beberapa unit kerja lingkup Kementerian Pertanian dengan rata-rata sebesar 52 judul per tahun. Sekretariat Badan Litbang Pertanian merupakan unit kerja yang paling banyak menghasilkan publikasi yang diterbitkan oleh IAARD Press, yaitu 73 judul, diikuti BBP2TP (38 judul), dan BBSDLP (36 judul). Gambar 3. Sepuluh peringkat penulis dengan jumlah publikasi terbanyak pada publikasi IAARD Press, 20132018. Pertanian umum merupakan subsektor yang paling banyak ditulis (70 judul), yaitu mencakup pembangunan pertanian secara umum, program strategis dan kebijakan pembangunan pertanian dan hasil-hasil penelitian pertanian mendukung berbagai program strategis pembangunan pertanian. Selanjutnya subsektor tanah dan iklim sebanyak 54 judul, tanaman pangan 43 judul dan tanaman perkebunan 43 judul, dan peternakan 28 judul. Subjek yang paling banyak ditulis adalah mengenai ekonomi dan kebijakan pembangunan (49 judul), diikuti budi daya tanaman (31 judul), ekonomi dan kebijakan nasional mengenai pertanian (25 judul), dan genetika dan pemuliaan tanaman (25 judul). Jumlah penulis pada publikasi terbitan IAARD Press periode 20132018 sebanyak 352 penulis dengan nama yang berbeda. Jumlah publikasi yang ditulis oleh penulis berkisar 134 judul. Tiga penulis yang paling produktif adalah Andi Amran Sulaiman dengan 34 judul publikasi, kemudian Hermanto dengan 20 judul, dan Muhammad Syakir 19 judul.