Kembali
16
1
2021 Jurnal Perpustakaan Pertanian Vol 30 · 2 ISSN 2541-0814

Transformasi Layanan Perpustakaan Pada Pusat Perpustakaan Dan Penyebaran Teknologi Pertanian Pada Masa Pandemi Covid-19 Library Services Transformation of Indonesian Center for Agricultural Library and Technology Dissemination During the Covid-19 Pandemic Era

Kementerian Pertanian; Kementerian Pertanian

Abstrak

Pandemi Covid-19 berdampak luar biasa terhadap berbagai aspek kehidupan dunia. Secara global, dunia kini tengah beradaptasi, berdamai, dan hidup berdampingan dengan virus corona hingga ditemukannya vaksin yang efektif. Situasi ini berdampak pada aspek politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan, dan keamanan, serta kesejahteraan masyarakat di Indonesia, termasuk juga perpustakaan. Tujuan penulisan ini adalah untuk menggambarkan layanan perpustakaan di Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian (PUSTAKA) pada masa pandemi Covid-19. Metode yang digunakan dalam tulisan ini adalah deskriptif kualitatif dengan cara melakukan review berbagai referensi yang relevan dari berbagai sumber yang berkaitan dengan transformasi perpustakaan. Selain referensi data sekunder, tulisan ini juga didukung oleh data primer berupa informasi yang diterima langsung dari pustakawan PUSTAKA melalui chat dengan whatsapp, telepon dan diskusi langsung yang dilakukan pada tanggal 1 Juli sampai 14 September 2021. PUSTAKA telah mengimplementasikan protokol kesehatan mencakup sarana dan kebijakan terkait layanan perpustakaan. Selain itu transformasi layanan yang berbasis teknologi informasi dilakukan dalam memenuhi kebutuhan informasi pemustaka. Transformasi layanan mencakup virtual literacy, live library in action, agriculture in action, perpustakaan berbasis inklusi sosial dan sumber informasi online yang dapat diakses pemustaka, yaitu repositori pertanian, iTani, jurnal elektronik, serta content dalam sosial media dan Youtube.

Abstract

The Covid-19 pandemic has had a tremendous impact that has changed the order of life in the world. Globally, the world is now adapting, making peace and living side by side with the corona virus until an effective vaccine is found. This situation has an impact on the political, economic, social, cultural, defense and security aspects, as well as the welfare of the people in Indonesia, including libraries. The purpose of this paper is to describe library services at the Indonesian Center for Agricultural Library and Technology Dissemination (ICALTD) during the Covid-19 pandemic. The method used in this paper was descriptive qualitative by reviewing various relevant references from various sources related to library transformation. In addition to secondary data references, this paper is was also supported by primary data in the form of information received directly from librarians of ICALTD through chat with whatsapp, telephone and direct discussions from 1 July to 14 September 2021. ICALTD has implemented health protocols including facilities and policies related to library services. In addition, the transformation of information technology-based services was carried out to meet the information needs of users. Library service transformation has been developled and online information sources that can be accessed by users, such as agricultural repositories, iTani, electronic journals, also content on social media and YouTube.
Keywords: Transformation · library services · new normal era · Covid-19 · social inclussion

Introduction

Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2) merupakan virus corona jenis baru yang menular ke manusia. Sumber penularannya masih belum diketahui dengan pasti, tetapi kasus pertama dikaitkan dengan pasar ikan di Wuhan, Provinsi Hubei, Cina (Garjito, 2020). Penularan virus ini telah menyebar ke seluruh dunia pada tingkat yang mengkhawatirkan melampaui satu juta kasus pada 2 April 2020 (Puts, 2020). Penyebaran Covid-19 di Indonesia saat ini sudah semakin meluas lintas wilayah yang diiringi dengan peningkatan jumlah kasus/ atau jumlah kematian. Kementerian Kesehatan melaporkan kasus virus corona sudah mencapai angka yang sangat fantastis yaitu 4.241.809 kasus pertanggal 28 Oktober 2021. Pasien dinyatakan sembuh 4.085.775 dan meninggal 143.299 jiwa (Annisa, 2021). Pandemi Covid-19 memberikan dampak luar biasa sehingga mampu mengubah tatanan kehidupan. Situasi ini berdampak pada aspek politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan, dan keamanan, serta kesejahteraan masyarakat Indonesia, sehingga diperlukan strategi dan upaya yang komprehensif dalam percepatan penanganan Covid-19 (Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2020). Secara global, masyarakat kini tengah beradaptasi, berdamai dan hidup berdampingan dengan virus corona sampai ditemukannya vaksin yang efektif. World Health Organization (2020) menyatakan bahwa Covid-19 tidak akan hilang dan bisa menjadi virus endemik di komunitas kita. Tantangan ke depan tidak lagi sekedar menghadapi pandemi, perlu menyesuaikan bagaimana menjalani berbagai segi kehidupan pada periode Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) atau the new normal, termasuk Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian (PUSTAKA), sebagai pusat sumber informasi pertanian. Mencermati penerapan fase AKB di Kota Bogor, PUSTAKA telah menyiapkan berbagai fasilitas dan kebijakan dalam menjalankan fungsinya sesuai protokol kesehatan di lingkungan PUSTAKA. Selain itu transformasi layanan perpustakaan dilakukan agar tugas dan fungsi PUSTAKA tetap dapat dilaksanakan secara optimal. Tujuan penulisan ini adalah untuk menggambarkan mengenai layanan perpustakaan di PUSTAKA pada masa pandemi Covid-19.

Method

Metode yang digunakan dalam tulisan ini adalah deskriptif kualitatif dengan cara melakukan review berbagai referensi yang relevan dengan subtansi, baik yang bersumber dari jurnal, laporan tahunan, maupun artikel yang berkaitan dengan transformasi perpustakaan. Selain menggunakan referensi data sekunder, tulisan ini juga didukung oleh data primer berupa informasi yang diterima langsung dari pustakawan di PUSTAKA melalui chat dengan whatsapp, telepon, dan diskusi langsung. Komunikasi dilakukan pada tanggal 1 hingga 14 September 2021. Komunikasi dilakukan untuk mendapatkan informasi penjelas yang tidak ada pada data sekunder dan diharapkan dapat memperkaya bahasan.

Result & Discussion

Sepintas Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian PUSTAKA membina 107 UK/UPT lingkup Kementerian Pertanian. Pembinaan perpustakaan lingkup Kementan mengacu pada visi PUSTAKA, yaitu menjadi pusat pengetahuan dan informasi ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) pertanian yang terpercaya dan modern dalam mendukung terwujudnya pelayanan manajemen dan administrasi yang kredibel, akurat, dan profesional. Tujuan umum PUSTAKA adalah meningkatkan pemanfaatan sumber daya informasi iptek pertanian dalam mendukung pencapaian program utama Kementerian Pertanian (Kementan) dengan: (1) mengembangkan manajemen perpustakaan modern, (2) menyediakan dan melayani kebutuhan informasi iptek pertanian yang lengkap, berkualitas, mutakhir, dan mudah diakses sesuai kebutuhan pengguna, (3) melaksanakan dan memperkuat kerjasama, dan (4) mengembangkan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) mendukung pengelolaan perpustakaan, museum dan penyebaran informasi iptek pertanian (PUSTAKA, 2020). Transformasi Layanan PUSTAKA Selama Masa Pandemi Covid-19 Dalam waktu singkat virus corona telah mengubah tatanan kehidupan masyarakat, tidak terkecuali PUSTAKA sebagai instansi publik yang menyediakan layanan perpustakaan. Agar tetap dapat melayani pemustaka, PUSTAKA bertransformasi layanan dengan memanfaat teknologi informasi. Melalui penguatan database digital, PUSTAKA menghadirkan perpustakaan digital berbasis website (repositori pertanian dan Katalog Induk Kementerian Pertanian-KIKP) yang dapat dikases secara online oleh pemustaka. Selain itu, PUSTAKA juga memiliki aplikasi iTani berbasis android yaitu perpustakaan digital yang dapat diakses kapan saja dan di mana saja. Selama tahun 2020, sejak mulai terjadinya pandemi Covid-19, jumlah kunjungan pemustaka baik online maupun offline sebanyak 156.802 orang. Pemustaka yang hadir secara online meningkat tajam sebanyak 152.517 (97,3%) orang dibandingkan dengan jumlah pemustaka secara offline berjumlah 4.235 orang (PUSTAKA, 2020). Peningkatan jumlah pemustaka tersebut tidak lepas dari pemanfaatan TIK melalui layanan virtual literasi (vL), dan Library In Action (LIA). Jumlah kunjungan pemustaka pada tahun 2020 terlihat pada tabel 1. Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) atau The New Normal Kampanye Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) pertama kali digaungkan oleh walikota Bogor Bima Arya di Mal Botani Square pada tanggal 19 Agustus 2020. Kegiatan kampanye masif ini memiliki tujuan agar setiap warga Bogor yang beraktivitas di luar harus menjaga kebersihan diri sebelum berinteraksi dengan keluarga (Nugroho, 2021). Definisi AKB atau the new normal menurut Pemerintah Indonesia adalah tatanan baru untuk beradaptasi dengan Covid-19 (Putsanra, 2020). Presiden mengatakan masyarakat harus berdamai dan hidup berdampingan dengan Covid-19. “Berdampingan itu justru kita tak menyerah, tetapi menyesuaikan diri (dengan bahaya Covid-19). Kita lawan Covid-19 dengan mengedepankan dan menerapkan protokol kesehatan.” Menurut Psikolog Yuli Budirahayu bahwa new normal adalah perubahan perilaku untuk tetap menjalankan aktivitas normal namun dengan menerapkan protokol kesehatan dengan tujuan untuk mencegah terjadinya penularan Covid-19 (Nasucha, 2020). Kesimpulan arti dari new normal adalah suatu cara untuk mempercepat penanganan Covid-19, hingga ditemukan vaksin definitif dengan standar internasional untuk pencegahan virus corona. Mengacu pada Surat Edaran Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian Nomor 1044/SE/KP.370/A/03/2020 tentang Pelaksanaan Tugas Kedinasan di Lingkungan Kementerian Pertanian dalam rangka Pencegahan dan Perlindungan dari Wabah Penyakit Virus Corona (Covid19). PUSTAKA menerapkan protokol kesehatan dalam rangka upaya pencegahan penularan Covid-19 di lingkungan Kementan sebagai berikut: a) Menjaga area kerja dan fasilitas bersama supaya tetapbersih dan higienis dengan membersihkan permukaan meja, telepon, keyboard, tombol lift, serta alat-alat perkantoran lainnya dengan desinfektan secara berkala. b) Menyediakan akses sarana cuci tangan berupa airmengalir dan sabun atau hand sanitizer di tempattempat umum area kerja, seperti di pintu masuk, ruang rapat, lift, dan toilet. c) Menyediakan masker dan sarung tangan bagipegawai dan tamu, serta pengunjung. d) Memasang pesan-pesan kesehatan di tempat-tempatstrategis. Tabel 1. Tren kunjungan pemustaka pada PUSTAKA, Perpustakaan dan Pengetahuan Pertanian Digital 2020, Taman Baca Dramaga, serta kunjungan secara virtual tahun 2020. Bulan PUSTAKA Perpustakaan dan Pengetahuan Virtual Taman Baca Pertanian Digital Januari 222 637 569 - Februari 639 791 480 - Maret 260 445 192 514 April - - - 1.754 Mei - - - 7.875 Juni 6 - - 34.769 Juli 9 - - 67.698 Agustus - - - 15.568 September 2 - - 17.203 Oktober 25 - - 2.984 November 8 - - 3.043 Desember - - - 1.109 e) Membudayakan perilaku hidup bersih dan sehat, antara lain: 1. mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir atau hand sanitizer secara rutin; 2. membatasi menyentuh wajah (hidung, mulut, dan mata) sebelum mencuci tangan; 3. menerapkan etika batuk (menutup hidung dan mulut dengan tisu atau lengan atas bagian dalam); 4. menggunakan masker jika batuk flu; 5. meningkatkan daya tahan tubuh dengan mengonsumsi gizi seimbang, minum air yang cukup, dan aktivitas fisik minimal 30 menit/hari; dan 6. menjaga jarak dengan rekan kerja yang sedang demam/batuk/bersin f) Seluruh staf diwajibkan menggunakan masker, sarung tangan plastik, dan mika penutup muka. g) Pengaturan jumlah pengunjung perpustakaan dengan menerapkan kuota 50% dari kapasitas jumlah pengunjung atau dengan melakukan jaga jarak di dalam ruangan serta membatasi kursi pengunjung. Pustakawan dan pemustaka wajib dicek suhu badan, disemprotkan disinfektan dan mencuci tangan dalam jeda waktu tertentu. Untuk merealisasikannya, disedianya bilik disinfektan dan tempat cuci tangan di beberapa ruangan serta disediakannya hand sanitizer di beberapa titik rak perpustakaan. h) Untuk menghindari kontak langsung, di meja antara pustakawan dan pengunjung dipasangkan sekat plastik. Selain itu, dipasang sekat plastik di antara meja-meja pengunjung. Penempatan sarana cuci tangan dan hand sanitizer di gedung PUSTAKA dapat dilihat pada gambar 1; pesan-pesan kesehatan berupa himbauan melalui poster dan brosur (gambar 2); serta pengaturan jarak dan jumlah penunjung (gambar 3). Transformasi Layanan Perpustakaan Fase Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) Transformasi layanan dilakukan dengan dukungan sistem informasi perpustakaan digital yang disiapkan PUSTAKA dalam dashboard yang dapat diakses secara online pada portal web PUSTAKA. Transformasi berasal dari kata dalam bahasa Inggris transform, yang berarti mengendalikan suatu bentuk dari satu bentuk ke bentuk yang lain (Zaeny, 2005). Portal Website Portal website PUSTAKA merupakan pintu akses ke berbagai halaman web, disini pemustaka dapat memilih laman yang akan dituju untuk mendapat informasi yang dibutuhkan, di antaranya web repositori pertanian, web perpustakaan digital, web katalog online, web museum tanah dan pertanian, web PUSTAKA, web indoagropedia, iTani, media sosial, dan informasi publik. Portal website PUSTAKA dapat diakses melalui http://pustaka.setjen. pertanian.go.id/ (gambar 4). PUSTAKA telah melakukan kegiatan pengelolaan dan pengembangan perpustakaan iptek pertanian melalui kegiatan layanan penelurusan informasi sebanyak 1.081 topik. Jumlah koleksi yang tersedia mencapai 401 judul koleksi. iTani iTani adalah aplikasi perpustakaan digital persembahan Kementan. iTani merupakan aplikasi perpustakaan digital berbasis android yag dilengkapi dengan e-Reader untuk Gambar 1. Sarana cuci tangan dan hand sanitizer. Gambar 2. Poster pesan kesehatan. Gambar 3. Pengaturan jarak pemustaka. membaca e-book. Dengan fitur-fitur media sosial pemustakan dapat terhubung dan berinteraksi dengan pengguna yang lain. Aplikasi iTani dapat diunduh pada Playstore atau http://itani.moco.co.id untuk komputer desktop. Jumlah koleksi yang terdapat di iTani sebanyak 4.368 judul dengan jumlah buku 16.911 eksemplar. Selama tahun 2020 peminjaman koleksi iTani tercatat sebanyak 13.947 judul (PUSTAKA, 2020). Jumlah peminjam koleksi iTani selama masa pandemi terlihat pada gambar 5. Repositori pertanian Repositori pertanian (http://repository.pertanian.go.id/) merupakan kumpulan koleksi digital dari publikasi terbitan UK/UPT lingkup Kementan. Koleksi digital tersebut terdiri atas terbitan berkala ilmiah (scientific journal, scientific periodical), terbitan berkala semi ilmiah (terbitan semi populer jurnal), dan terbitan tidak berkala. Koleksi repositori tiap tahunnya selalu bertambah (Sutarsyah et al., 2021). Repositori pertanian memuat sembilan menu koleksi, yaitu: 1) Menu 600 Teknologi Pertanian, 2) Menu Buku, 3, Menu Buletin, 4) Menu Bunga Rampai, 5) Menu Informasi dan Teknologi, 6) Menu Jurnal, 7) Menu Majalah, 8) Menu Prosiding, dan 9) Menu Warta. Saat ini jumlah record pada Repositori Pertanian yang dapat diakses pemustaka sebanyak 9.487 record. Pada Gambar 6 terlihat bulan Agustus 2020 jumlah pengunjung repositori pertanian mencapai 115.105 pengguna. Media Sosial Dengan slogan library comes to you, PUSTAKA memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi, menyebarkan informasi koleksi, dan menyebarkan informasi teknologi pertanian. Media sosial yang dimanfaatkan PUSTAKA, yaitu facebook, instagram, dan twitter. Materi media sosial di fanpage PUSTAKA bersumber dari hasil inovasi unit eselon I lingkup Kementan. Untuk menarik perhatian pemustaka, konten dikemas dalam bentuk (1) infografis, (2) info teknologi, (3) berita kegiatan, dan (4) video singkat. PUSTAKA setiap hari menerbitkan konten media sosial dengan tema yang telah ditentukan (tabel 1). Selama tahun 2020, jumlah konten yang diunggah melalui media sosial sebanyak 1.541 terdiri atas, facebook sebanyak 820 konten, instagram sebanyak 373, dan twitter sebanyak 348 konten (PUSTAKA, 2020). Tema konten media sosial dapat dilihat pada tabel 2. Virtual Meeting Virtual meeting merupakan pertemuan atau diskusi yang dilakukan secara virtual menggunakan berbagai perangkat teknologi. Kondisi saat ini layanan virtual meeting dianggap paling efektif dan efisien untuk memberikan pelayanan perpustakaan kepada pemustaka dengan jarak dan tempat tidak terbatas. Beberapa kegiatan di PUSTAKA yang berkonsep virtual meeting, antara lain virtual literacy, seminar nasional perpustakaan, knowledge sharing, live agricultural in action, Tabel 2. Tema konten media sosial yang ditayangkan di web PUSTAKA. Hari Tema Konten Senin Pangan untuk Negeri Selasa Dunia Horti Rabu Kebun Penghasil Devisa Kamis Dunia Ternak Jumat Teknologi Tepat Guna Sabtu Pupuk dan Pestisida Minggu Petani Milenial, Tips-tips ringan, Info seputar perpustakaan Virtual Literacy (VL) Virtual literacy yaitu literasi berbasis komunikasi interaktif secara online dengan memanfaatkan fasilitas video conference yang dapat diikuti oleh beragam pengguna sesuai dengan kebutuhan pengguna (stakholders) dalam mendukung literasi masif untuk peningkatan kapasitas dan pemberdayaan masyarakat serta pertumbuhan ekonomi (Mulyandari, 2020). Virtual literacy bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat, petani dan penyuluh dalam bidang pertanian, media berinteraksi bisnis pertanian, Gambar 4. Portal website PUSTAKA. Gambar 5. Jumlah peminjam koleksi iTani. Gambar 6. Pengunjung Repositori Kementerian Pertanian. serta sebagai media untuk mempertemukan sumber informasi baik para pakar dan pelaku usaha pertanian, sarana bimbingan teknis baik teknologi pertanian ataupun perpustakaan (PUSTAKA, 2020). PUSTAKA memberikan layanan informasi terbaik melalui pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) sebagai media komunikasi. PUSTAKA berinteraksi secara langsung dengan masyarakat secara efektif dan efisien melalui virtual literacy (vL). Pada tahun 2020, PUSTAKA telah melaksanakan sebanyak 12 kali vL yang meliputi: delapan kali Live Agricultural in Action (LiA), dan empat kali webinar (Tabel 3). VL PUSTAKA yang dilaksanakan selama masa pandemi dapat dilihat pada Tabel 3. Selain sebagai sarana vL, video conference digunakan untuk berbagai kegiatan lainnya, seperti: Seminar Nasional perpustakaan Seminar Nasional Perpustakaan bertujuan untuk memberikan wadah bagi pustakawan, akademisi, dan praktisi perpustakaan untuk mendiseminasikan karya tulis (KTI) hasil penelitian dan tinjauannya kepada koleganya; memberikan kesempatan kepada pustakawan, akademisi, dan praktisi perpustakaan untuk sharing informasi dan pengetahuan dalam wadah pertemuan ilmiah; dan meningkatkan kompetensi pustakawan, akademisi, dan praktisi perpustakaan dalam literasi informasi (PUSTAKA, 2019). Seminar nasional perpustakaan yang dilaksanakan PUSTAKA secara virtual tidak menyurutkan antusias peserta untuk turut serta hadir pada agenda tahunan yang digelar pada 16 Juni 2020. Tema Seminar Nasional tahun 2020 adalah “Inovasi Layanan Perpustakaan di Era Kenormalan Baru” dengan menampilkan narasumber Prof. Dr. Ir. R. Eko Indrajit, M.Sc., MBA, M.Phil, M.A. dan Dra. Labibah Zain, MLS. Peserta yang hadir secara virtual zoom meeting sebanyak 736 orang dari berbagai instansi dan lintas generasi. Selain itu masih terdapat peserta yang mengikuti seminar melalui Youtube. Apabila dibandingkan dengan seminar nasional offline yang dilakukan di tahun sebelumnya, jumlah peserta seminar hanya berjumlah 100 orang pustakawan, akademisi, dan praktisi perpustakaan dari seluruh Indonesia. Knowledge Sharing Knowledge Sharing merupakan kegiatan berbagi pengetahuan untuk menambah wawasan dan meningkatkan pengetahuan bagi pustakawan, peneliti, penyuluh, dosen, dan pengguna lainnya. Narasumber pada kegiatan knowledge sharing adalah pustakawan, akademisi, dan praktisi dibidang perpustakaan. Sedangkan Tabel 3. Kegiatan virtual literacy Judul virtual literacy UK/UPT Narasumber Jumlah peserta Waktu (orang) Cara cerdas Kartini muda Badan Penyuluhan dan Evrina Budiarti, Ceria 21 April 2020 100 bangkitkan pertanian di era milenial Pengembangan Sumber Isranigtyas, dan Daya Manusia Pertanian Malahayati Membuat konten teknologi pertanian - Dr. Rully Nasrullah 17 April 2020 100 yang menarik (aplikasi power point) Cara mudah membuat video dengan - Dr. Rully Nasrullah 17 April 2020 85 smartphone Pemanfaatan sekam padi menjadi - 23April 2020 3.072 arang dan asap cair skala UMKM Potensi dan pengembangan Balai Penelitian Tanaman Dr. Ir. Evi Savitri Iriani, 24 Juli 2020 6.651 tanaman rempah dan obat Rempah dan Obat Tri Eko, M.Dipl., Sujianto, S,TP., dan Dr. Melati. Potensi jeruk dan buah subtropika Balai Penelitian Tanaman Dr. Ir. Chaerani, 5 Agustus 2020 4.585 untuk pengembangan pekarangan Jeruk dan Buah Subtropika Martasari, M.Sc. dan kawasan Buyung Alfanshuri, S.P., M.Sc., dan Baiq Dina M., S.P., M.Sc. Tanam padi di lahan pasang surut BPTP Kalimantan Tengah Dr. Ir. Susilawati, M.Si. dan 22 Agustus 2020 dan Balai Besar Penelitian Tanaman Padi Dr. Indrastuti Rumanti Tanaman kentang dengan benih unggul Balai Penelitian Tanaman Ir. Julia P. Sahat, M.P. dan 20 Oktober 2020 1.127 Sayuran Ir. Toni Moekasan Kembalikan kesuburan tanah Balai Penelitian Tanah Bunyan Ismail, - 2.550 secara organik dan Balai Besar Pelatihan Chandra Hayat, Pertanian Lembang Dr. Edi Husein, M.Sc., Shinta Andayani, S.P., dan Yusi Sulistyawati Mudahnya menanam hidroponik BPTP DKI Ir. Erni Sugiartini, M.P. dan Ariyadi Prayugo, M.P. - 1.000 Mengemas informasi teknologi - Yopi Maulana 491 pertanian menjadi lebih menarik Membuat vlog teknologi pertanian Biro Humas dan Dr. Kuntoro Boga Andri, M.Sc. 18 Desember 2020 900 menarik Informasi Publik dan Wahyu Indardo, S.Sos. Gambar 7. Virtual meeting lingkup PUSTAKA. kegiatan ini menyasar pustakawan, pengelola perpustakaan, guru, akademisi dan mahasiswa. Selama tahun 2020 telah dilaksanakan knowledge sharing kepustakawanan sebanyak 15 kali (tabel 4). Live Agriculture in Action Pada program Komando Strategis Pembangunan Pertanian (KOSTRATANI) Kementan, PUSTAKA memiliki tanggung jawab di tiga Kabupaten/Kota, yaitu Surakarta, Klaten, dan Sukoharjo. Pada program ini, PUSTAKA memiliki tugas pendampingan dalam rangka penjaringan informasi terkait kendala/permasalahan yang dihadapi dalam peningkatan produksi hasil pertanian, PUSTAKA melakukan diskusi dengan petani dan penyuluh di lapangan. Dari hasil penjaringan informasi, PUSTAKA sebagai bridging to innovation mempertemukan petani dengan para peneliti sebagai penghasil teknologi secara virtual melalui kegiatan Live Agriculture in Action (LIA) secara live. AIA dilakukan menyesuaikan dengan permasalahan dan kebutuhan informasi yang berkembang di daerah Kota Surakarta, Kabupaten Klaten dan Kabupaten Sukoharjo. Dengan LIA diharapkan teknologi yang dihasilkan Kementan dapat dimanfaatkan masyarakat dan membantu penyelesaian permasalahan yang ada. Rangkaian kegiatan LIA PUSTAKA selama masa pandemi dapat dilihat pada tabel 5. Library In Action (LIA) Library in action merupakan transformasi layanan berupa promosi layanan perpustakaan yang dilakukan secara virtual. Kegiatan ini memanfaatkan TIK untuk mempromosikan layanan perpustakaan secara siaran Topik Narasumber Tanggal Peserta Perkembangan ilmu perpustakaan di Era 4.0 Migrasi data Inlislite Cara cerdas akses publikasi KTI di Sciencedirect dan jurnal terindeks Scopus Metode riset pada ilmu perpustakaan dan informasi Success Story Pustakawan Utama Kementan Strategi produktif dalam menulis antologi Koleksi antiquariat bernilai histori tinggi Kemas ulang informasi menggunakan animasi Ragam inspirasi pustakawan Kementan Kiprah pustakawan Metode pengkajian: Seri bibliometrik Metode pengkajian: Seri kualitatif Metode pengkajian: Seri survey Metode pengkajian: Seri analisis konten Budaya literasi untuk masayarakat cerdas dan ketahanan pangan nasional Luki Wijayanti dan Fuad Ghani Rachman Sujatman Jhoan Jang Vivit Wardah Rufaidah Etty Andriaty Juznia Andriani Eka Kusmayadi Sutarsyah Romanti Sitanggang Juznia Andriani Himawanto Djuara P. Lubis Vivit Wardah Rufaidah Sarwititi Sarwoprasodjo Momon Rusmono,Yane Ardian, dan Firdanianty Pramono 18 Januari 2020 7 Februari 2020 30 Maret 2020 12 Mei 2020 8 Juni 2020 15 Juni 2020 22 Juni 2020 3 Juli 2020 16 Oktober 2020 21 Oktober 2020 27 Oktober 2020 4 November 2020 11 November 2020 18 November 2020 2 Desember 2020 50 20 94 79 120 868 575 456 211 274 176 674 304 138 209 Tabel 5. Kegiatan Live Agriculture in Action Uraian Tanggal Live Agriculture in Action: Pengendalian hama tikus terpadu bebasis bioekologi 2 April 2020 Live Agriculture in Action: Bioekologi dan pengendalian wereng coklat dan penggerek padi 16 April 2020 Live Agriculture in Action: Live tanam padi sawah, kelompok tani Dadi Mulyo, Desa Tumpukan, 6 Mei 2020 Kec. Karangdowo, Kab. Klaten Live Agriculture in Action: Strategi cerdas akses resources untuk peningkatan produktivitas agrosociopeneur 28 Mei 2020 Live Agriculture in Action: Teknologi CMF pengolahan limbah rumah tangga di Taman Winasis Surakarta 11 Juni 2020 Live Agriculture in Action: Kampus berbasis Teaching Factory 25 Juni 2020 Live Agriculture in Action: Teknologi Produksi Lipat Ganda (Proliga) bawang merah melalui Benih Botani (TSS) 26 Juni 2020 Live Agriculture in Action: Kampus Urban Farming di era Covid-19 2 Juli 2020 Live Agriculture in Action: Teknologi pengembangan padi organik produksi beras sehat 3 Juli 2020 Live Agriculture in Action: Membangun pendidikan tinggi vokasi di era Industri 4.0 pada masa pandemi Covid-19 9 Juli 2020 Live Agriculture in Action: Tanam padi di lahan pasang surut 22 September 2020 Tabel 4. Knowledge sharing kepustakawanan. langsung. Inovasi layanan ini sangat diminati pemustaka, terlebih pada kondisi pandemi Covid-19. PUSTAKA telah melakukan live library tour pada unit layanan PUSTAKA sebanyak 4 kali (Tabel 6). Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial Perpustakaan berbasis inklusi sosial merupakan perpustakaan yang memfasilitasi masyarakat dalam mengembangkan potensinya dengan melihat keragaman budaya, kemauan untuk menerima perubahan, serta menawarkan kesempatan berusaha, melindungi dan Tabel 6. Kegiatan Library in Action yang dilaksanakan pada tahun 2020. Uraian Tanggal Jumlah Library in Action: Live Virtual Library Tour di Gedung PUSTAKA 10 Juni 2020 232 orang Library in Action: Live Virtual Library Tour di Gedung P3D 25 Juni 2020 662 orang Library in Action: Live Tour Koleksi Antiquriat (Koleksi Langka) di PUSTAKA 8 Juli 2020 279 orang Library in Action: Live Tour Taman Baca PUSTAKA 25 Agustus 2020 1.114 orang Gambar 8. Kunjungan Bu Camat dan Pak Lurah di Taman Baca. memperjuangkan budaya serta hak azasi manusia (Ade, 2020). Hal ini selaras dengan seruan dari International Federation of Library Associations (IFLA) yang meminta kepada semua pihak untuk menjadikan perpustakaan disetiap bagian dunia menjadi mitra dalam rencana pembangunan nasional dan daerah di setiap negara serta mendorong agar perpustakaan masuk dalam rencana pembangunan nasional untuk Sustainable Develpment Goal's (SDGs) (Sumekar dan Haryadi, 2016). Layanan perpustakaan pertanian berbasis inklusi sosial berupa penyediaan berbagai koleksi informasi untuk mendapatkan ilmu pengetahuan serta memberikan fasilitas kegiatan pelatihan dalam mendukung peningkatan keterampilan dan kesejahteraan masyarakat. Berikut ini kegiatan perpustakaan berbasis inklusi sosial yang telah dilaksanakan selama tahun 2020 (Tabel 7). Kegiatan pemberdayaan masyarakat dilakukan kepada Kelompok Wanita Tani Bale Mandiri Pangan yang berada di sekitar Taman Baca Dramaga melalui kegiatan pemanfaatan lahan pekarangan untuk tanaman sayuran. Pemanfaatan lahan pekarangan dapat membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga seharihari dengan berbagai jenis usaha tanaman, seperti tanaman pangan, hortikultura sayuran, dan buahbuahan, tanaman obat, ternak, serta ikan. Hasil dari budi daya tersebut dapat memenuhi kebutuhan rumah tangga berupa belanja untuk bahan pangan dan juga untuk meningkatkan gizi keluarga sekaligus juga dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat.

Conclusion

Pandemi Covid-19 memberikan dampak terhadap berbagai bidang kehidupan, termasuk perpustakaan. Dalam menyikapi dampak tersebut, PUSTAKA melakukan transformasi layanan agar peran dan fungsinya tetap dapat berjalan dengan optimal. PUSTAKA telah mengimplementasikan protokol kesehatan mencakup sarana dan fasilitas serta kebijakan terkait layanan perpustakaan. Selain itu transformasi layanan yang berbasis TIK dilakukan dalam memenuhi kebutuhan informasi permustaka. Transformasi layanan mencakup virtual literacy, live library in action, agriculture in action, perpustakaan inklusi social, serta sumber informasi online yang dapat diakses pemustaka, yaitu repositori pertanian, iTani, dan konten dalam media sosial dan Youtube.