Kembali
16
1
2022 Jurnal Perpustakaan Pertanian Vol 31 · 2 ISSN 2541-0814

Analisis Sitasi Archival Science Periode 2012-2021 Citation Analysis Archival Science Period 2012-2021

Badan Riset dan Inovasi Nasional

Abstrak

Salah satu indikator jurnal berkualitas dapat dilihat dari jumlah sitasi. Semakin besar jumlah sitasi maka semakin besar kebermanfaatan dari karya yang diterbitkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lebih detail jurnal Archival Science yang terbit pada periode 2012-2021 dilihat dari distribusi dokumen, produktivitas penulis, tipe dokumen, jenis open access, dan analisis sitasinya. Metode yang digunakan adalah analisis bibliometrik, dengan pengumpulan data yang bersumber dari database Scopus. Data diolah menggunakan Ms. Excel dan dianalisis menggunakan Aplikasi Publish or Perish (PoP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Archival Science merupakan jurnal internasional bereputasi dengan peringkat Q1 yang diterbitkan oleh Springer Nature (Netherlands), yang diterbitkan 4 (empat) kali dalam 1 (satu) tahun/volume. Jumlah dokumen yang terbit pada periode 2012-2021 sebanyak 208 dengan berbagai tipe yaitu artikel, editorial, erratum, note, dan review. Archival Science dikutip oleh berbagai jenis dokumen yaitu artikel, buku bunga rampai, artikel konferensi, artikel review, buku, artikel dari tim editorial, catatan, dan surat. Secara keseluruhan angka sitasi Archival Science per tahun selama 2012-2021 sebanyak 1985 kutipan dengan 1227 berasal dari dokumen terindeks Scopus, dan sitasi per artikel sebesar 198.50, selain itu angka h-index 23, gindex 33, hI,norm 18, hla 1.80, dan hA-index 6.

Abstract

One indicator of a quality journal can be seen from the number of citations. The greater the number of citations, the greater the usefulness of the published work. This study aims to find out in more detail the Archival Science journal published in the 2012–2021 period in terms of document distribution, author productivity, document type, open access type, and citation analysis. The method used is bibliometric analysis, with data collection sourced from the Scopus database. The data is processed using Ms. Excel and analyzed using the Publish or Perish (PoP) application. The results of the study showed that Archival Science is a reputable international journal with a Q1 rating published by Springer Nature (Netherlands), which is published 4 (four) times in 1 (one) year/volume. The number of documents published in the 2012-2021 period was 208 with various types, namely articles, editorials, errata, notes, and reviews. Archival Science is cited by various types of documents, namely articles, volumes, conference articles, review articles, books, articles from the editorial team, notes, and letters. Overall, the Archival Science citation rate per year during 2012–2021 is 1985 citations with 1227 coming from Scopus indexed documents and 198.50 citations per article, in addition to the h-index 23, g-index 33, hI,norm 18, hla 1.80. , and hA-index 6.
Keywords: Citation analysis · archival sciences · archival journal · journal citation

Introduction

Perkembangan ilmu pengetahuan dapat dilihat dari artikel jurnal ilmiah yang diterbitkan. Jurnal ilmiah merupakan salah satu bentuk sumber informasi primer yang memuat hasil penelitian berupa artikel ilmiah untuk diterbitkan secara berkala (Suhendani, Aida, & Irawan, 2016) . Topik bahasan pada jurnal akan mengikuti tren perkembangan jaman, semakin baru penelitian dilakukan akan semakin mutakhir informasi yang dihasilkan. Publikasi pada jurnal ilmiah diperlukan untuk menyampaikan informasi yang dapat digunakan sebagai referensi dasar dalam pengembangan bidang keilmuan. Penelitian dan kajian sangat diperlukan untuk peningkatan dan pengembangan ilmu khususnya pada rumpun ilmu bidang perpustakaan, dokumentasi, ilmu informasi, dan kearsipan, yang secara umum jenis pekerjaan pada rumpun tersebut bersifat teknis. Penelitian yang menghasilkan suatu publikasi memerlukan referensi berupa artikel ilmiah lain yang relevan dengan tulisannya yang disebut sitasi atau pengutipan. Melalui analisis kutipan diketahui pertumbuhan dan perkembangan ilmu pengetahuan dalam subyek tertentu, selain itu dapat juga menggambarkan adanya hubungan antara sebagian atau seluruh artikel yang dikutip dengan dokumen yang mengutip, dalam hal ini dapat dihitung seberapa banyak karya tulis yang disitir oleh para penulis ilmiah (Hayati, 2016). Keberadaan artikel ilmiah yang menyajikan topik sesuai perkembangan jaman dan terbarukan menjadikan jurnal sebagai salah satu media penting dalam melihat perkembangan suatu bidang ilmu pengetahuan. Di Indonesia pertumbuhan jurnal ilmiah mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Salah satu faktor yang memengaruhi peningkatan jumlah jurnal ilmiah adalah adanya kebijakan mengenai kewajiban publikasi ilmiah bagi mahasiswa sarjana, magister dan doktoral. Selain itu, peraturan mengenai Akreditasi Nasional menjadikan jurnal ilmiah berlomba meningkatkan kualitas substansi artikel untuk mencapai predikat akreditasi jurnal ilmiah (Aulianto, Yusup & Setianti, 2019). Salah satu ukuran penting yang digunakan untuk menilai mutu suatu jurnal ilmiah adalah banyaknya jumlah sitasi yang dimiliki jurnal. Sitasi merupakan kegiatan merujuk artikel lain yang telah terbit (publish) atau sedang proses terbit (article in press) dalam rangka untuk mendukung hasil riset yang dituangkan dalam bentuk artikel (Gunawan, 2020). Peningkatan kualitas jurnal dapat dilakukan sesuai dengan indikator penilaian pada akreditasi jurnal nasional. Selain itu, jurnal berkualitas dapat dilihat dari faktor dampak yang dimiliki. Pengelola jurnal dapat mempersiapkan angka sitasi artikel jurnal ilmiah sebagai bentuk langkah strategis menuju jurnal terakreditasi dan internasional bereputasi (Nashihuddin & Aulianto, 2016). Salah satu cara untuk mengetahui tren penerbitan pada jurnal ilmiah adalah melalui analisis bibliometrik, yaitu dengan melihat seberapa besar produktivitas jurnal dan sitasi yang digunakan untuk referensi penulisan artikel jurnal (Aulianto & Nashihuddin, 2020). Studi bibliometrik digunakan untuk menjelaskan proses komunikasi tertulis, sifat, dan arah pengembangan publikasi secara deskriptif melalui penghitungan dan analisis kuantitatif dalam berbagai faset komunikasi. Kajian deskriptif menggambarkan karakteristik atau ciri sebuah literatur, sedangkan perilaku menghubungkan antara komponen literatur (Sulistyo-Basuki, 1990). Salah satu pendekatan analisis data bibliometrik adalah analisis sitasi. Analisis sitasi dapat digunakan untuk melihat dampak, pengaruh, atau kualitas suatu karya ilmiah melalui kutipan yang digunakan pada suatu karya ilmiah, di samping itu sebagai salah satu parameter bahwa sebuah karya ilmiah berkualitas, dapat dilihat dampak dan pengaruhnya melalui analisis sitasi (Moed, 2005). Analisis sitasi juga digunakan untuk mengkaji rata-rata sitasi pada tiap artikel berdasarkan tahun, judul artikel dan jenis literatur yang dikutip. Metode yang umum dipakai dalam memetakan unsur pengetahuan dan menggambarkan struktur intelektual ilmiah adalah melalui analisis sitasi. Kontribusi penulisan dalam karya ilmiah dapat dilihat dari posisi penulis dalam karya ilmiah. Penulis utama mempunyai kontribusi lebih banyak dalam pembuatan karya ilmiah yang dilengkapi dengan dukungan dari penulis lainnya. Setiap penulis mempunyai kontribusi masing-masing. Posisi penulis dan sitasi mempunyai hal yang berbeda, karena analisis sitasi tidak membedakan nilai kredit dari kolaborator yang berbeda dalam sebuah tim penulis (Bu et al. 2020). Kajian ini fokus pada analisis sitasi jurnal Archival Science yang terbit pada periode 2012-2021 dengan studi bibliometrik. Archival Science termasuk dalam jurnal internasional bereputasi karena telah terindeks di Scopus dengan subjek area “Social Science” dalam kategori “Library and Information Sciences” dan subjek area “Arts and Humatities” dalam ketegori “History” yang memperoleh peringkat Quartile 1 (Q1). Quartile adalah sistem peringkat jurnal bereputasi berdasarkan subjek atau kategori bidang jurnal terkait. Perengkingan Q1, Q2, Q3, Q4 merupakan bentuk perengkingan mengenai seberapa besar dan berpengaruh suatu jurnal yang terindeks Scopus dalam suatu bidang keilmuan. Semakin rendah kategori Quartile jurnal tersebut, maka semakin besar pengaruh dan reputasinya. Q1 yang diperoleh Archival Science menandakan bahwa jurnal ini merupakan salah satu jurnal bidang kearsipan terbaik di dunia. Archival Science periode 2012-2021 pernah berganti-ganti penerbit antara lain Kluwer Academic Publisher, Springer, Springer Science and Business Media, dan Springer Nature (Netherlands). Archival Science terbit dengan frekuensi terbit yaitu 4 (empat) nomor dalam 1 (satu) tahun/volume. Tujuan penerbitan Archival Science adalah mempromosikan pengembangan ilmu kearsipan sebagai disiplin ilmu yang otonom. Jurnal ini mencakup semua aspek mulai dari teori, metodologi, dan praktik ilmu kearsipan. Archival Science melakukan kajian dengan pendekatan budaya dalam hal penciptaan arsip, pengelolaan dan penyediaan akses arsip, pengelolaan arsip, dan data. Lebih lanjut, Archival Science berusaha untuk mempromosikan pertukaran dan perbandingan konsep, pandangan dan sikap yang terkait dengan masalah kearsipan di seluruh dunia. Ruang lingkup jurnal Archival Science mencakup seluruh bidang informasi terkait proses yang direkam, dianalisis dalam bentuk, struktur, dan konteks. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lebih detail Archival Science yang terbit pada periode 2012-2021 dilihat dari distribusi dokumen, produktivitas penulis, tipe dokumen, jenis open access, dan analisis sitasinya.

Method

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode bibliometrik dengan menganalisis terbitan Jurnal Archival Science periode 2012-2021. Menurut Boardus (1987) secara umum bibliometrik merupakan sebuah metode kuantitatif atau metode statistik yang digunakan untuk mencari pola sistematik dari berbagai macam literatur tentang tema tertentu. Konsep utama dari analisis bibliometrik untuk pengukuran output seperti jumlah kutipan dalam penelitian dan bagaimana dampak penelitian. Analisis bibliometrik termasuk dalam metode kajian bersifat deskriptif yang dapat digunakan untuk melihat sebaran jumlah publikasi dan sitasi dari berbagai literatur, analisis kepengarangan, analisis sitiran, kolaborasi penulis, keusangan literatur, faktornya dan lain sebagainya (Pattah, 2013; Nuryadi, 2016). Topik dalam analisis bibliometrik dapat dijelaskan baik secara kualitatif dan kuantitatif (Velasco et al., 2012). Data yang dikumpulkan dan diolah merupakan data jurnal Archival Science yang bersumber dari Scopus yang diakses pada 31 Agustus 2022. Informasi mengenai jurnal Archival Science diperoleh melalui penelusuran menggunakan kata kunci ISSN 1389-0166 dan dipilih periode terbit selama 10 tahun mulai dari tahun 2012 sampai 2021. Data yang diperoleh kemudian diolah menggunakan Ms. Excel 2019, dan aplikasi Publish or Perish (PoP). Data dipetakan dan disaring sesuai kebutuhan melalui Ms. Excel, sedangkan PoP digunakan untuk mendapatkan hasil analisis sitasi pada jurnal Archival Science. Sumber data Archival Science berasal dari database Scopus yang diekspor dalam format Research Information Systems (RIS) dan Comma-separated values (CSV) kemudian ditarik untuk analisis menggunakan PoP. Sumber data yang digunakan dalam PoP bisa berasal dari Google Scholar, Crosreff, Pubmed, Microsoft Academic, Scopus, Web of Science maupun hasil impor data dari luar (Aulianto, 2021). Analisis menggunakan aplikasi PoP ditampilkan secara lengkap dan dapat dijadikan bahan evaluasi terhadap kualitas artikel per penulis, maupun kualitas jurnal secara keseluruhan (Aulianto, 2019). Informasi angka-angka sitasi yang ditampilkan diantaranya: tahun publikasi (publication years), tahun sitasi (citation years), artikel (papers), sitasi per tahun jurnal (cites/year), sitasi per artikel (cites/paper), sitasi per penulis (cites/author), artikel per penulis (papers/author), angka penulis per artikel (author/paper), h-index, g-index, hInorm, dan hIannual.

Result & Discussion

Distribusi Dokumen Archival Science pada 2012-2021 Archival Science mempunyai frekuensi terbit 4 kali dalam satu tahun yaitu bulan Maret, Juni, September dan Desember. Selama periode 2012-2021 terdapat 10 volume (40 nomor). Data dokumen pada Scopus terjadi fluktuasi naik turun sejak 2012 sampai 2021, dan terjadi peningkatan jumlah terbitan dalam 4 (empat) tahun terakhir. Keseluruhan dokumen yang terdata dalam database Scopus sebanyak 208 dokumen, dengan rentang jumlah dokumen terbit antara 17 dokumen sampai 26 dokumen. Rata-rata per tahun dokumen yang diterbitkan adalah 20,80 yang artinya dalam 1 (satu) nomor minimal 5 dokumen terbit. Dokumen terbanyak terbit pada tahun 2016 (26 dokumen) dan paling sedikit pada tahun 2013 dan 2018 (17 dokumen). Grafik penerbitan dokumen pada Archival Science dapat dilihat pada Gambar 1 berikut. Secara umum proses penerbitan sebuah artikel yaitu artikel submit, direview, direvisi sesuai catatan reviewer, diedit tata bahasa, diatur tata layout dan dipublikasikan. Sebuah artikel dapat ditulis secara mandiri maupun ditulis secara kolaborasi dengan penulis lain. Berdasarkan analisis, diperoleh informasi mengenai distribusi artikel berdasarkan penulis. Tercatat 10 (sepuluh) nama yang sering mengirimkan naskahnya ke Archival Science. Caswell adalah penulis yang naskahnya paling banyak diterbitkan oleh Archival Science yaitu sebanyak 7 dokumen. McKemmish dengan 6 dokumen, Frings dengan 5 dokumen, dan masih banyak nama-nama penulis yang produktif menerbitkan artikel ke Archival Science (Gambar 2). Distribusi Dokumen Berdasarkan Negara dan Afiliasi Persebaran dokumen Archival Science dapat juga dilihat dari asal negara dan afiliasi penulisnya. Negara Amerika Serikat menjadi negara asal yang paling sering menerbitkan dokumennya ke Archival Science (77 dokumen). Posisi kedua adalah Kanada (33 dokumen) dan posisi ketiga Australia (30 dokumen). Perwakilan Benua Asia diwakili oleh China (10 dokumen). Informasi mengenai persebaran dokumen berdasarkan negara asal sumber yang mengutip pada Arcival Science bisa dilihat pada Gambar 3. Gambar 1. Jumlah Dokumen Archival Science 2012-2021. Gambar 2. Penulis Produktif pada Archival Science 2012-2021. Data pada Gambar 5 menunjukkan bahwa dari 10 (sepuluh) besar afiliasi yang sering menerbitkan dokumennya ke Archival Science, seluruhnya berasal dari universitas/perguruan tinggi. Monash University berada di posisi teratas yang sering menerbitkan dokumen dengan 20 dokumen, posisi kedua dan ketiga dengan jumlah sama yaitu 16 dokumen dari University of California dan University of Toronto. Informasi mengenai persebaran dokumen berdasarkan afiliasi sumber yang mengutip pada Archival Science bisa dilihat pada Gambar 4. Tipe Dokumen dan Jenis Open Access pada Archival Science Tipe dokumen yang diterbitkan oleh Archival Science selama periode 2012-2021 terbagi menjadi 5 (lima) tipe yaitu: artikel, editorial, erratum, note, dan review. Tipe dokumen erratum merujuk pada koreksi kesalahan yang dilakukan pada artikel oleh penerbit, sehingga setiap perbaikan harus atas persetujuan penulis sebelum dipublikasi kembali. Informasi mengenai tipe dokumen pada Archival Science bisa dilihat pada Gambar 5. Tipe dokumen artikel merupakan yang terbesar yaitu 190 artikel (91%), tipe dokumen editorial sebanyak 12 editorial (6%), tipe dokumen erratum sebanyak 4 erratum (2%), tipe dokumen note dan review masing-masing 1 dokumen (1%). Bulan Desember 2020, Scopus memperkenalkan filter Open Access (OA), dengan memberikan kejelasan yang lebih baik tentang jenis pilihan open access untuk pencarian tertentu. Sistem klasifikasi ini mencakup definisi open access yang diperluas di Scopus. Pencarian dokumen pada Scopus dapat menggunakan filter “All Open Access Article” atau menggunakan pilihan tertentu seperti Gold OA, HybridGold OA, Green OA, Bronze OA. Gambar 3. Negara penulis pada Archival Science 2012-2021. Gambar 4. Afiliasi penulis pada Archival Science 2012-2021. Gold OA artinya versi dokumen yang terbit lengkap dengan atribut lisensi Creative Commons dan tersedia di platform penerbit. Dokumen yang ada di jurnal hanya yang bersifat akses terbuka. HybridGold OA hampir sama dengan Gold OA, perbedaannya dokumen yang ada di jurnal merupakan hasil pilihan dari penulis yang menerbitkan secara akses terbuka. Bronze OA artinya versi rekaman atau manuskrip yang dinyatakan publish oleh penerbit akan diberikan akses gratis sementara atau permanen. Green OA versi dokumen terbit atau naskah yang diterima tersedia di repositori. Penulis atau penerbit menempatkan versi artikel yang diterbitkan dalam jurnal berlangganan pada arsip yang dapat diakses secara bebas (Solomon, 2013). Data pada Gambar 6 menunjukkan bahwa selama 2012-2021, dokumen dengan jenis akses “All Open Access” paling banyak jumlahnya yaitu 66 dokumen (45%). Kategori “Green Open Access” sebanyak 42 dokumen (28%), sementara jumlah HybridGold OA sebanyak 22 dokumen (15%), dan Bronze OA sebanyak 18 dokumen (12%). Analisis Sitasi pada Archival Science Salah satu faktor yang menjadikan keberhasilan suatu karya ilmiah adalah banyak atau tidaknya penulis lain yang mengutip tulisan tersebut. Semakin besar jumlah sitasi maka semakin besar kebermanfaatan dari karya yang diterbitkan (Gunawan, 2020). Pengukuran frekuensi karya ilmiah seseorang yang dikutip oleh orang lain dapat dilakukan melalui analisis sitasi (Erwina & Yulianti, 2012). Kualitas karya ilmiah dapat dilihat dari bagaimana urgensi karya ilmiah bagi evaluasi program penelitian, karya ilmiah dapat digunakan sebagai pemetaan ilmu pengetahuan dengan divisualisasi melalui berbagai disiplin ilmu, ada indikator pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, memiliki kualitas dan pengembangan hasil karya ilmiah serta mempunyai faktor dampak dari jurnal (Hartinah, 2002). Sitasi digunakan dalam karya ilmiah untuk mengakui adanya dampak karya sebelumnya atau menunjukkan otoritas ilmiah. Penilaian dampak ilmiah sebuah jurnal dihitung dengan cara membagi jumlah sitasi dengan jumlah artikel yang dimuat pada periode waktu tertentu, biasanya dalam dua tahun penerbitan. Data pada Gambar 7 menunjukkan citation metrics yang dihasilkan oleh jurnal Archival Science periode sitasi 2012-2022. Hasil analisis sitasi pada metrik ini merupakan olahan data yang diambil dari database Scopus dan ditampilkan dalam bentuk metriks menggunakan aplikai Publish or Perish (PoP). Keterangan pada metrik yaitu: publication years merupakan informasi tahun terbit jurnal yaitu 2012-2021, yaitu periode yang dikaji dalam tulisan ini. Angka 10 (sepuluh) pada citation years diperoleh dari hasil pengutipan atau sitiran yang dilakukan oleh penulis lain sejak tahun 2012 sampai 2022. Jumlah artikel pada jurnal Archival Science yang terbit pada tahun 2012-2021 adalah 208 artikel terpublikasi dan terindeks di Scopus, dengan jumlah sitasi sebanyak 1985 sitasi. Angka cites/ year menunjukkan angka sitasi per tahun jurnal Archival Science yaitu 198.50 yang diperoleh dari jumlah angka sitasi dibagi 10 (tahun terbit). Angka sitasi per artikel/ dokumen pada jurnal Archival Science yaitu 9,54 yang diperoleh dari jumlah angka sitasi dibagi 208 (jumlah artikel). Angka penulis per artikel/dokumen pada jurnal Archival Science yaitu sebesar 1,69. H-index merupakan indeks yang digunakan untuk mengukur produktivitas dan dampak suatu artikel yang dipublikasikan oleh para penulis. Indeks ini didasarkan Gambar 7. Metrik Sitasi Archival Science. pada jumlah karya ilmiah dan jumlah sitasi yang diterima dari penulis atau publikasi lain. Jurnal bisa mempunya hindex apabila setiap artikel yang terbit sebanyak h dan telah dikutip minimal sebanyak h kali. h-index mencerminkan jumlah publikasi dan jumlah kutipan per publikasi. Jumlah sitasi dari akumulasi artikel yang dikutip berpengaruh terhadap artikel lain dan dapat digunakan untuk menghitung g-index. Perhitungan gindex merupakan jumlah rata-rata dikutip secara keseluruhan, setelah diurutkan sampai angka g. Bobot kutipan yang diterima oleh dokumen dipertimbangkan dalam perhitungan g-index; dan g-index untuk penulis tertentu tidak dibatasi oleh jumlah total publikasi (Costas & Bordons, 2008). H-index dan g-index merupakan angka pada urutan dokumen, setelah dokumen diurutkan berdasar jumlah dikutip. Pada laman Harzing.com, diinformasikan bahwa hI, norm adalah h-index individu yang diperoleh dari menormalkan jumlah kutipan untuk setiap artikel dari pembagian jumlah kutipan dengan jumlah penulis untuk artikel itu, dan kemudian menghitung h-index dari jumlah kutipan yang dinormalisasi. hI-annual (hla) merupakan angka yang diperoleh dari hl-norm dibagi usia akademik (jumlah tahun yang berlaku sejak publikasi pertama), dan hA-index merupakan indeks revolusioner baru untuk mengukur dampak seorang peneliti yang merupakan ratarata h-index. Pada Gambar 7, jurnal Archival Science mempunyai h-index 23, g-index 33, hI-norm 18, dan hlannual 1.80 dan hA-Index 6. Dampak sebuah jurnal atau artikel dapat dilihat dari seberapa besar angka sitasi yang diperolehnya. Semakin sering dikutip maka angka sitasi semakin besar yang artinya semakin banyak penulis yang memanfaatkan tulisannya sebagai rujukan dalam menulis. Angka sitasi menunjukkan seberapa besar kontribusi penulis pada dunia akademik dan bidang keilmuan yang dimiliki. Daftar angka sitasi artikel pada jurnal Archival Science setelah dilakukan peringkat 10 teratas dapat dilihat pada Tabel 1. Angka sitasi tersebut merupakan sitasi dari seluruh artikel yang diterbitkan sejak tahun 2012 sampai 2021 dan pengutipan oleh penulis lain dilakukan dari tahun 2012 sampai 2021. Lebih lanjut Tabel 1 menunjukkan bahwa angka sitasi artikel tertinggi yaitu 165 sitasi dengan artikel ditulis oleh Cook T pada tahun 2013. Peringkat kedua dengan jumlah sitasi 61 ditulis oleh penulis yang berkolaborasi yaitu Duff W M et.all. Peringkat ketiga dengan jumlah sitasi 54 ditulis oleh Cifor M. yang diterbitkan tahun 2016, peringkat keempat dan seterusnya dapat dilihat pada Tabel 1. Angka sitasi pada peringkat empat sampai sepuluh sesuai tabel x berada pada rentang 32-50 angka sitasi. Archival Science sebagai Sumber Referensi Pemanfaatan sebuah jurnal dapat dilihat dari daftar pustaka yang dijadikan rujukan dalam penulisan karya ilmiah oleh penulis lain. Penggunaan referensi bisa menambah informasi penelitian yang sedang dikaji, referensi bisa juga sebagai penguat argumen, menghindari plagiasi, serta menghargai karya penulisnya. Berdasarkan pengumpulan data per tanggal 31 agustus 2022 pada database Scopus, jumlah dokumen yang melakukan sitasi terhadap jurnal Arcival Science sebanyak 1.227 dokumen. Archival Science dijadikan referensi oleh artikel atau dokumen lain yang juga terindeks oleh Scopus. Sejak 2012 sampai 2021 hampir terjadi peningkatan jumlah dokumen yang melakukan sitasi terhadap Archival Science. Tahun 2012 Archival science dikutip oleh 5 dokumen, tahun 2013 dikutip oleh 16 dokumen, tahun 2014 dikutip oleh 44 dokumen, tahun 2015 dikutip oleh 81 dokumen, tahun 2016 dikutip oleh 94 dokumen, tahun 2017 dikutip oleh 134 dokumen, tahun 2018 dikutip oleh 124 dokumen, tahun tahun 2019 dikutip oleh 153 Tabel 1. 10 sitasi tertinggi pada Jurnal Archival Science Authors Title Year Cites Cook T. Evidence, memory, identity, and community: Four shifting archival paradigms 2013 165 Duff W.M., Flinn A., Suurtamm K.E., Wallace D.A. Social justice impact of archives: A preliminary investigation 2013 61 Cifor M. Affecting relations: introducing affect theory to archival discourse 2016 54 Gilliland A.J., Caswell M. Records and their imaginaries: imagining the impossible, making possible the imagined 2016 50 Caswell M. Toward a survivor-centered approach to records documenting human rights abuse: lessons from community archives 2014 45 Wakimoto D.K., Bruce C., Archivist as activist: Lessons from three queer community archives 2013 45 Partridge H. in California Evans J., McKemmish S., Daniels E., McCarthy G. Self-determination and archival autonomy: advocating activism 2015 44 Ormond-Parker L., Sloggett R. Local archives and community collecting in the digital age 2012 38 Wilson J.Z., Golding F. Latent scrutiny: personal archives as perpetual mementos of the official gaze 2016 32 Poole A.H. How has your science data grown? Digital curation and the human factor: a critical literature review 2015 32 Gambar 8. Dokumen yang melakukan sitasi pada Archival Science 2012-2021. dokumen, tahun 2020 dikutip oleh 199 dokumen, dan tahun 2021 dikutip oleh 227 dokumen. Selama 10 tahun hanya terjadi satu kali penurunan jumlah dokumen yang mensitasi yaitu pada tahun 2018. Dokumen dalam bentuk artikel jurnal yang telah terbit dapat dimanfaatkan oleh pihak yang memerlukan sebagai bahan referensi atau tambahan informasi sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Berdasarkan hasil analisis data dari database Scopus didapatkan informasi mengenai pemanfaatan informasi dari Archival Science untuk pembuatan dokumen sesuai kepentingan masingmasing. Diketahui terdapat berbagai jenis dokumen yang menjadikan Archival Science sebagai sumber referensi, antara lain: artikel, buku bunga rampai, artikel konferensi, artikel review, buku, artikel dari tim editorial, catatan, dan surat. Gambar 9. Jenis Dokumen yang mengutip Archival Science. Pada Gambar 9 terlihat bahwa jenis dokumen yang paling dominan menggunakan Archival Science sebagai sumber referensi merupakan dokumen hasil kegiatan ilmiah seperti artikel jurnal ilmiah, book chapter, dan conference paper. Lebih lanjut, informasi dari Archival Science dapat dimanfaatkan sebagai dasar dalam pembuatan buku, informasi editorial, cacatan, dan surat. Tulisan yang berkualitas bisa dilihat dari dampak yang dihasilkan misalnya banyaknya jumlah angka sitasi pada tulisan. Semakin banyak angka sitasi maka semakin banyak yang memanfaatkan informasi dari tulisan yang telah diterbitkan. Tabel 2 memperlihatkan tentang sumber pustaka yang sering melakukan pengutipan pada Archival Science yaitu artikel jurnal ilmiah dan prosiding. Dilihat dari daftar sumber pustaka diketahui semuanya merupakan media publikasi yang masuk dalam kategori jurnal internasional bereputasi. Archival Science dikutip oleh sumber pustaka lain yang juga sudah terindeks oleh Scopus baik dari Q1, Q2, dan Q3. Archival Science menjadi jurnal yang paling sering dijadikan referensi dalam penulisan yaitu sebanyak 126 dokumen. Secara berurutan sumber referensi lain yang banyak mengutip yaitu Journal of Documentation, Archives and Records, American Archivist, Archivaria, Archives and Manuscripts, Records Management Journal, Journal of The Association for Information Science and Technology, Proceedings of The Association for Information Science and Technology, dan Library Trends. Lingkup sumber referensi di atas adalah rumpun keilmuan kearsipan, dokumentasi, teknologi informasi, dan perpustakaan. Jika dilihat dari subjek area pada dokumen yang mengutip Archival Science antara lain: Social Sciences, Arts and Humanities, Computer Science, Business Management and Accounting, dan Decision Sciences. Angka CiteScore pada Archival Science Thomson Reuter mengeluarkan perhitungan Impact Factor (IF) untuk tiap jurnal yang dijadikan bahan rujukan sebagai indikator bahwa sebuah jurnal internasional memiliki indeks sitasi berlevel atau bereputasi tinggi. Lain halnya dengan Scopus, untuk mendeteksi seberapa tinggi atau tingkat reputasi jurnal pada Scopus dapat dilihat dari angka CiteScore. Semakin besar angkanya maka semakin bereputasi tinggi. Cite Tabel 2. Daftar jurnal yang mengutip Archival Science. Sumber pustaka Jumlah sitasi Q1 Archival Science 126 Q1 Journal of Documentation 39 Q1 Archives and Records 37 Q2 American Archivist 29 Q2 Archivaria 29 Q3 Archives and Manuscripts 29 Q2 Records Management Journal 24 Q1 Journal of The Association for Information Science and Technology 23 Q3 Proceedings of The Association for Information Science and Technology 18 Q1 Library Trends 17 Gambar 10. CiteScore Archival Science Tahun 2021. Sumber: scopus.com Score merupakan metrik jurnal (journal level metric) yang diterbitkan oleh Scopus untuk mengukur rata-rata kutipan per dokumen dalam jurnal. Archival Science memperoleh CiteScore sebesar 2,6 yang dikalkukasi pada 5 mei 2021 dan menduduki peringkat 36 dari 1499 jurnal. Tren dan peringkat CiteScore tahun 2021 pada database Scopus, peringkat 1 (satu) diduduki Oeconomia Copernicana (skor 9,4), peringkat 2 (dua) diduduki Social Studies of Science (skor 6,4), peringkat 3 (tiga) diduduki Public Opinion Quarterly (skor 6,1), peringkat 4 (empat) ada Social Forces (skor 5,9), dan posisi 5 (lima) diduduki British Journal for the Philosophy of Science (skor 5,8).

Conclusion

Archival Science merupakan jurnal bidang kearsipan yang masuk dalam kategori jurnal internasional bereputasi tinggi dengan meraih peringkat Q1 pada database Scopus. Diterbitkan oleh Springer Nature (Netherlands) dengan frekuensi terbit 4 (empat) kali dalam 1 (satu) tahun/ volume. Sebanyak 208 dokumen terbit selama periode 2012-2021 dengan berbagai tipe yaitu artikel, editorial, erratum, note, dan review. Archival Science dikutip sebanyak 1985 kali oleh berbagai jenis dokumen yaitu artikel, buku bunga rampai, artikel konferensi, artikel review, buku, artikel dari tim editorial, catatan, dan surat. Sebanyak 1227 dokumen terindeks Scopus mengutip Archival Science, dan angka sitasi per artikel sebesar 198,50, selain itu angka h-index 23, g-index 33, hI,norm 18, hla 1,80, dan hA-index 6. Jenis open access yang tersedia pada rentang 2012-2021 yaitu All Open Access Article, HybridGold OA, Green OA, dan Bronze OA. Tren dan pemeringkatan jurnal bereputasi pada database Scopus dapat juga dilihat dari angka CiteScore, dengan angka 2,6 Archival Science menduduki peringkat 36 dari 1499 judul jurnal.