Keterpakaian Dan Relevansi Jurnal Penelitian Pertanian Tanaman Pangan Sebagai Rujukan Karya Tulis Peneliti Pada Jurnal Ilmiah Terakreditasi Usage and Relevance of Jurnal Penelitian Pertanian Tanaman Pangan as a Reference in Research Papers Published in Accredited Scientific Journals
Kementerian Pertanian
Abstrak
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) terus berupaya meningkatkan kualitas jurnal ilmiah antara lain melalui penilaian akreditasi. Salah satu persyaratan akreditasi jurnal ilmiah adalah penggunaan sumber acuan primer yang relevan dan baru. Pengkajian ini bertujuan untuk mengetahui (1) keterpakaian Jurnal Penelitian Pertanian (JPP) Tanaman Pangan sebagai rujukan KTI yang terbit dalam jurnal ilmiah primer terakreditasi lingkup Badan Litbang Pertanian, dan (2) relevansi topik rujukan dengan topik KTI tersebut. Pengkajian dilaksanakan pada bulan Mei - Juni 2015 di Perpustakaan Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, Bogor. Hasil pengkajian menunjukkan JPP Tanaman Pangan digunakan sebagai rujukan oleh peneliti dalam KTI yang dipublikasikan. Masing-masing satu KTI yang terbit pada Indonesian Journal of Agricultural Science, Jurnal Penelitian Pascapanen Pertanian, dan Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian menggunakan JPP Tanaman Pangan sebagai rujukan. Pada Buletin Plasma Nutfah, penggunaan JPP Tanaman Pangan sebagai rujukan KTI relatif intens, yakni empat rujukan dari tiga KTI. Pada JPP Tanaman Pangan sendiri, pemakaian JPP Tanaman Pangan sebagai rujukan KTI lebih banyak, yaitu lima rujukan dari empat KTI. Secara umum, KTI yang diterbitkan pada beberapa jurnal ilmiah primer lingkup Badan Litbang Pertanian sudah merujuk literatur yang relevan. JPP Tanaman Pangan adalah salah satu sumber rujukan yang relevan bagi KTI yang diterbitkan dalam jurnal ilmiah terakreditasi yang dikaji.
Abstract
Indonesian Institute of Sciences (LIPI) has continued to improve the quality of national scientific journals, among others, through the accreditation assessment. One of the requirements of scientific journal accreditation is use of relevant and new primary reference sources. This assessment aimed to determine (1) usage of Jurnal Penelitian Pertanian (JPP) Tanaman Pangan as a reference in an accredited primary scientific publication under IAARD, and (2) relevance of topic of referrals to topic of the scientific publication. The study was conducted in May to June 2015 in the library of Indonesian Center for Food Crops Research and Development, Bogor. The result showed that JPP Tanaman Pangan was used by researchers as a reference for their scientific articles. Three articles published each in Indonesian Journal of Agricultural Science, Jurnal Penelitian Pascapanen Pertanian, and Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian used JPP Tanaman Pangan as a reference. In the Bulletin Plasma Nutfah, JPP Tanaman Pangan was used intensely as there were four citations in three articles. In JPP Tanaman Pangan itself, there were five referrals in four articles. In general, articles published in scientific journals under IAARD have referred to relevant literatures. JPP Tanaman Pangan is among the relevant references for scientific articles published in several accredited journals.
Keywords:
Research journals
· scientific papers
· references
· relevance
· accreditation
Introduction
Keberhasilan lembaga penelitian ditentukan oleh seberapa banyak hasil penelitian yang telah memberi manfaat kepada masyarakat. Badan Litbang Pertanian sebagai lembaga penelitian pertanian telah berkontribusi dalam pembangunan pertanian nasional dengan menghasilkan berbagai teknologi yang sebagian telah dimanfaatkan oleh pengguna yaitu peneliti, penyuluh pertanian, pengusaha agribisnis, pengajar, mahasiswa, pelajar, penentu kebijakan, dan petani. Salah satu media untuk menyebarluaskan hasil penelitian adalah jurnal atau majalah ilmiah. Bagi peneliti, jurnal ilmiah tidak hanya diperlukan dalam sosialisasi hasil penelitian, tetapi juga menentukan profesionalisme karena peneliti dituntut membuat karya tulis ilmiah (KTI) sebagai salah satu persyaratan bagi jabatan fungsionalnya. Peneliti yang tidak mempublikasikan KTI akan mengalami pemutusan jabatan fungsional. Hal ini sesuai dengan Sumarno (2010) yang mengungkapkan bahwa peneliti, terutama yang bernaung di bawah lembaga penelitian pemerintah, dituntut menulis dan mempublikasikan hasil penelitiannya sebagai bentuk pertanggungjawaban atas penggunaan dana dan fasilitas penelitian agar masyarakat mengetahui dan memanfaatkan hasil penelitian tersebut. Hal serupa dikemukakan oleh Sutardji (2012) bahwa KTI hasil penelitian yang dipublikasikan berperan penting dalam promosi jabatan fungsional dan pengembangan karier peneliti. Media publikasi KTI antara lain adalah jurnal ilmiah hasil penelitian, baik dalam bentuk cetak maupun elektronis. Akreditasi bagi jurnal ilmiah telah diberlakukan di Indonesia. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) ditunjuk sebagai penilai jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh institusi Litbang Kementerian dan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi untuk jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh perguruan tinggi. Salah satu aspek penting yang dinilai dalam proses akreditasi jurnal ilmiah adalah daftar pustaka dari KTI yang terbit dalam jurnal tersebut. Daftar pustaka merupakan kumpulan dari literatur yang dirujuk penulis dalam KTI-nya. Muhajan (2001) mengungkapkan bahwa literatur yang disitir oleh penulis memiliki relevansi dengan penelitian yang dilakukan dan sekaligus sebagai pengakuan kepada penulis KTI tersebut. Rujukan yang dipakai dalam KTI harus relevan dengan aspek yang diteliti dan dibahas. Dalam hal ini diperlukan kemampuan literasi informasi, sesuai dengan topik yang dibahas. Menurut American Library Association dalam Rufaidah (2013), literasi informasi adalah kemampuan mengidentifikasi, mencari, menemukan, mengevaluasi, dan memanfaatkan informasi. Hal serupa disampaikan oleh Diao et al. (2014) bahwa literasi informasi adalah kemampuan seseorang melakukan manajemen pengetahuan. Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa literasi informasi adalah kemampuan memahami, mengidentifikasi, dan mengevaluasi informasi secara kritis. Akreditasi terhadap majalah ilmiah di Indonesia telah dilakukan LIPI sejak tahun 2007 dalam upaya peningkatan kualitas jurnal ilmiah nasional. Pada tahun 2005, LIPI telah menerbitkan Pedoman Akreditasi Majalah Ilmiah. Salah satu persyaratan akreditasi jurnal ilmiah adalah sumber rujukan primer yang digunakan. Jurnal ilmiah dinilai baik kalau sumber rujukan primernya sama atau lebih 80% berasal dari terbitan terbaru di bidang ilmu terkait (LIPI 2011). Menurut Hermanto (2013a), hal ini berhubungan erat dengan tingkat kedalaman dan aktualitas materi pembahasan, perkembangan penelitian yang menjadi subjek tulisan, dan kualitas KTI itu sendiri. Jurnal Penelitian Pertanian (JPP) Tanaman Pangan adalah jurnal ilmiah hasil penelitian yang diterbitkan oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan (Puslitbangtan). Jurnal ini terbit tiga kali dalam setahun sebagai media bagi peneliti untuk menyebarluaskan hasil penelitian dan pengembangan iptek tanaman pangan di kalangan peneliti dan ilmuwan lainnya. Hal ini sejalan dengan pernyataan Haryono (1996) bahwa jurnal ilmiah merupakan media komunikasi antarpeneliti. Sebagai media komunikasi antarpeneliti dan ilmuwan, JPP Tanaman Pangan tidak hanya diperuntukkan bagi peneliti di lingkungan Puslitbangtan, tetapi juga peneliti di lembaga penelitian lain dan bahkan perguruan tinggi. Beberapa perguruan tinggi telah memberlakukan syarat wajib bagi mahasiswa program magister dan doktor untuk menerbitkan KTI hasil penelitian pada jurnal ilmiah terakreditasi. Dalam kaitan ini, JPP Tanaman Pangan banyak mendapat kiriman KTI dari mahasiswa S2 dan S3 selain peneliti di lingkungan Puslitbangtan dan Badan Litbang Pertanian umumnya. JPP Tanaman Pangan terakreditasi untuk pertama kalinya pada tahun 2009 dengan nomor akreditasi 200/ AU1/P2MBI/08/2009. Pada tahun 2012, JPP Tanaman Pangan terakreditasi kembali dengan nomor akreditasi 448/AU2/P2MI-LIPI/08/2012. Pada tahun 2015, JPP Tanaman Pangan tetap terakreditasi dengan nomor akreditasi 646/AU3/P2MI-LIPI/07/2015 dan berlaku untuk tiga tahun ke depan (LIPI 2015). Kemanfaatan jurnal ilmiah dalam pembangunan nasional antara lain bergantung pada keterpakaiannya dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Peneliti sering kali tidak menyadari KTI-nya dirujuk oleh penulis lain sebagai salah satu referensi bagi KTI yang dipublikasikan pada jurnal ilmiah, sebagaimana terlihat pada daftar pustaka. Pengkajian ini bertujuan untuk mengetahui (1) keterpakaian JPP Tanaman Pangan sebagai rujukan KTI yang terbit dalam jurnal ilmiah primer terakreditasi lingkup Badan Litbang Pertanian dan (2) relevansi topik rujukan dengan topik KTI tersebut.
Method
Pengkajian dilaksanakan pada bulan Mei - Juni 2015 di perpustakaan Puslitbangtan di Bogor. Pengkajian dilakukan terhadap lima jurnal terakreditasi yang diterbitkan oleh UK/UPT lingkup Badan Litbang Pertanian. Jurnal-jurnal ilmiah tersebut diambil secara selektif berdasarkan topik KTI di dalamnya atau yang memuat KTI hasil penelitian padi dan palawija. Kelima jurnal ilmiah yang dikaji telah mendapat akreditasi dari LIPI. Nama jurnal, nomor dan tahun akreditasi, tahun terbit, dan penerbit disajikan pada Tabel 1. Parameter yang dikaji adalah (1) keterpakaian artikel dalam JPP Tanaman Pangan sebagai rujukan dan (2) relevansi topik KTI dengan topik rujukan dari JPP Tanaman Pangan. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif untuk mendapat gambaran keterpakaian JPP Tanaman Pangan sebagai rujukan KTI yang terbit dalam jurnal terakreditasi lingkup Badan Litbang Pertanian, dan relevansi rujukan dengan topik KTI yang dipublikasikan.
Result & Discussion
Keterpakaian JPP Tanaman Pangan sebagai Rujukan Hasil pengkajian menunjukkan bahwa JPP Tanaman Pangan dirujuk oleh sebagian peneliti dalam KTI-nya yang diterbitkan pada jurnal terakreditasi lingkup Badan Litbang Pertanian. Jumlah literatur yang dirujuk dalam KTI yang dikaji berkisar antara 13-23 literatur dengan jumlah rujukan dari JPP Tanaman Pangan antara 1-2 rujukan per tulisan (Tabel 2). Masing-masing satu KTI yang terbit pada Indonesian Journal of Agricultural Science, Jurnal Penelitian Pascapanen Pertanian, dan Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian menggunakan JPP Tanaman Pangan sebagai rujukan. Pada Buletin Plasma Nutfah, penggunaan JPP Tanaman Pangan sebagai rujukan KTI relatif intens, yaitu empat rujukan dari tiga KTI, sedangkan pada JPP Tanaman Pangan ada lima rujukan dari empat KTI. Hal ini dapat dilihat dari daftar pustaka KTI yang diterbitkan pada kelima jurnal tersebut. Salah satu bukti empiris pemanfaatan hasil penelitian oleh pengguna dapat dilihat dari KTI peneliti yang dirujuk oleh peneliti lain dalam penyusunan program dan laporan penelitian maupun sebagai referensi dari KTI yang diterbitkan pada jurnal ilmiah. Bukti empiris ini dapat dilihat dari daftar pustaka KTI tersebut. Daftar pustaka merupakan kumpulan dari literatur yang dirujuk penulis dalam KTI-nya. Daftar pustaka berfungsi untuk memberikan penghargaan kepada penulis terhadap hasil karyanya dengan topik yang sama atau hampir sama. Selain itu juga memberikan arah bagi pembaca yang ingin melakukan kajian atau telaah terhadap karya dengan subjek yang sama. Relevansi Rujukan Pada Tabel 3 disajikan judul artikel hasil penelitian pada JPP Tanaman Pangan yang menjadi rujukan peneliti dalam tulisan ilmiahnya. Terdapat 12 artikel dari JPP Tanaman Pangan yang dirujuk oleh penulis dalam KTI yang diterbitkan pada lima jurnal terakreditasi yang dikaji. Masing-masing satu KTI yang terbit pada Indonesian Journal of Agricultural Science, Jurnal Penelitian Tabel 1. Jurnal ilmiah penelitian pertanian yang terakreditasi dan dipilih secara selektif sebagai subjek pengkajian, 2015. Terbitan Nama jurnal Penerbit (vol, no, thn) Indonesian Journal of Agricultural Science Akreditasi: 12/Akred-LIPI/P2MB/9/2006 9(1), 2008 Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Akreditasi: 400/AU1/P2MI-LIPI/04/2012 16(3), 2013 Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Jurnal Penelitian Pascapanen Pertanian Akreditasi: 97/Akred-LIPI/P2MBI/2007 4(2), 2007 Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian Buletin Plasma Nutfah Akreditasi: 277/AU1/P2MB/05/2010 17(2), 2011 Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian Jurnal Penelitian Pertanian Tanaman Pangan Akreditasi: 200/AU1/P2MBI/08/2009 31(1), 2012 Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan Tabel 2. Keterpakaian Jurnal Penelitian Pertanian Tanaman Pangan sebagai rujukan karya tulis (KTI) pada jurnal terakreditasi, 2015. Nama jurnal Penerbitan (vol, no, thn) Judul karya tulis ilmiah (KTI) Jumlah rujukan KTI Jumlah rujukan dari JPP Indonesian Journal of Agricultural Science 9(1), 2008 Variability and correlation of agronomic characters of mungbean germplasm and their utilization for variety improvement program 16 1 Jurnal Penelitian Pascapanen Pertanian 4(1), 2007 Produksi selulase oleh Trichoderma viridae pada media tongkol jagung dan fraksi selulosanya 21 1 Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian 16(3), 2013 Pengaruh waktu penundaan dan cara perontokan terhadap hasil dan mutu gabah padi lokal varietas Karang Dukuh di Kalimantan Selatan 20 1 Buletin Plasma Nutfah 17(2), 2011 Seleksi lapang ketahanan beberapa varietas padi terhadap infeksi hawar daun bakteri strain IV dan VIII 16 1 17(2), 2011 Karakter agronomi dan ketahanan beberapa galur pelestari dihaploid terhadap hawar daun bakteri 23 2 17(2), 2011 Pembentukan core collection untuk sumber daya genetik padi toleran kekeringan 14 1 Jurnal Penelitian Pertanian Tanaman Pangan 31(1), 2012 Estimation of genetic parameter in new plant type aromatic rice lines 15 1 31(1), 2012 Heritabilitas dan harapan kemajuan genetik beberapa karakter kuantitatif populasi galur F4 kedelai hasil persilangan 13 1 31(1), 2012 Penentuan takaran pupuk nitrogen pada tanaman jagung hibrida berdasarkan klorofil meter dan bagan warna daun 19 1 31(1), 2012 Kualitas dan hasil kacang tanah pada lingkungan dengan perbedaan ketersediaan air dan aplikasi dolomit 18 2 Pascapanen Pertanian, dan Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian menggunakan artikel dalam JPP Tanaman Pangan sebagai bahan rujukan. Pada Buletin Plasma Nutfah, pemakaian JPP Tanaman Pangan sebagai rujukan KTI relatif intens, empat rujukan dari tiga KTI peneliti. Pada JPP Tanaman Pangan sendiri, pemakaian JPP Tanaman Pangan sebagai bahan rujukan KTI lebih banyak, lima rujukan dari empat KTI peneliti. Kumpulan literatur pada daftar pustaka menjadi perhatian utama peneliti untuk dijadikan inspirasi bagi pengembangan latar belakang dan pembahasan hasil penelitian. Hal ini sesuai dengan pendapat Soehardjan (2000) dan Hermanto (2004) bahwa sumber rujukan berfungsi sebagai dasar penyusunan argumentasi atau bahan pembahasan hasil penelitian dan menggambarkan intensitas analisis penulis terhadap substansi yang menjadi subjek penulisan. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa rujukan dari JPP Tanaman Pangan yang dipakai penulis relevan dengan topik KTI yang dipublikasikan (Tabel 4). Topik KTI yang dipublikasikan pada Indonesian Journal of Agricultural Science berbasis pemuliaan tanaman, sama dengan topik KTI yang dirujuk. Perbedaan terlihat pada komoditas yang diteliti, yaitu kacang hijau pada KTI yang dipublikasikan dan kedelai pada KTI rujukan. Hal ini dimungkinkan bilamana tidak ada literatur serupa dari hasil penelitian kacang hijau dan substansinya masih berbasis pada komoditas leguminosa (kacang-kacangan). Pada Jurnal Penelitian Pascapanen Pertanian, judul KTI yang dirujuk adalah Karakterisasi lignoselulosa dari limbah tanaman pangan dan pemanfaatannya untuk pertumbuhan bakteri RXA III-5 penghasil xilanose. Rujukan ini relevan dengan topik KTI yang dipublikasikan, yaitu Produksi selulase oleh Trichoderma viridae pada media tongkol jagung dan Tabel 3. Artikel dari Jurnal Penelitian Pertanian Tanaman Pangan yang dirujuk dalam karya tulis pada jurnal ilmiah terakreditasi, 2015. Tahun terbit Volume, nomor, dan halaman Judul karya tulis ilmiah yang dirujuk Terbit pada jurnal 2006 25(1): 38-43 Hubungan korelatif dan kausatif antara komponen hasil dengan hasil kedelai Indonesian Journal of Agricultural Science 2004 23(3): 171-176 Karakterisasi lignoselulosa dari limbah tanaman pangan dan pemanfaatannya untuk pertumbuhan bakteri RXA III-5 penghasil xilanose Jurnal Penelitian Pascapanen Pertanian 2000 2(2): 52-57 Pengujian pemanenan padi sistem kelompok dengan memanfaatkan kelompok jasa pemanen dan jasa perontok Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian 2007 26(2): 100-105 Ketahanan padi terhadap hawar daun bakteri Buletin Plasma Nutfah 2009 28(3): 131-138 Identifikasi patotipe Xanthomonas oryzae pv oryzae, penyebab penyakit hawar daun bakteri di sentra produksi padi di Jawa Buletin Plasma Nutfah 2007 26(1): 14-19 Studi keragaman genetik karakter bunga yang mendukung persilangan alami padi Buletin Plasma Nutfah 1996 20(1): 17-23 Toleransi beberapa genotipe padi gogo terhadap cekaman kekeringan Buletin Plasma Nutfah 2000 19(1): 48-55 Parameter genetik beberapa karakter ratun tanaman padi Jurnal Penelitian Pertanian Tanaman Pangan 2006 25(1): 38-43 Hubungan korelatif dan kausatif antara komponen hasil dengan hasil kedelai Jurnal Penelitian Pertanian Tanaman Pangan 2008 31(1): 24-31 Penggunaan bagan warna daun untuk efisiensi pemupukan N pada tanaman jagung Jurnal Penelitian Pertanian Tanaman Pangan 2007 26(1): 127-131 Tingkat kehilangan hasil kacang tanah tipe Spanish dan Valenca akibat kekeringan Jurnal Penelitian Pertanian Tanaman Pangan 2007 26(1): 137-144 Cemaran aflatoksin B3 pada kacang tanah yang diperdagangkan di sentra produksi Banjarnegara Jurnal Penelitian Pertanian Tanaman Pangan fraksi selulosanya. Relevansi serupa juga terlihat antara topik KTI yang dipublikasikan (Pengaruh waktu penundaan dan cara perontokan terhadap hasil dan mutu gabah padi lokal varietas Karang Dukuh di Kalimantan Selatan) dengan KTI rujukan (Pengujian pemanenan padi sistem kelompok dengan memanfaatkan kelompok jasa pemanen dan jasa perontok), kedua KTI tersebut mempunyai topik yang sama yaitu berbasis pascapanen padi. Pada Buletin Plasma Nutfah, peneliti juga menggunakan rujukan yang relevan dengan topik KTI-nya. Untuk KTI yang berjudul Seleksi lapang ketahanan beberapa varietas padi terhadap infeksi hawar daun bakteri strain IV dan VIII, penulis menggunakan rujukan dengan topik Ketahanan padi terhadap hawar daun bakteri. Kedua artikel tersebut mengungkap eksistensi penyakit hawar daun bakteri pada tanaman padi. Artikel dengan judul Karakter agronomi dan ketahanan beberapa galur pelestari dihaploid terhadap hawar daun bakteri, penulis menggunakan dua rujukan yang relevan dari JPP Tanaman Pangan, yaitu (1) Identifikasi patotipe Xanthomonas oryzae pv oryzae, penyebab penyakit hawar daun bakteri di sentra produksi padi di Jawa dan (2) Studi keragaman genetik karakter bunga yang mendukung persilangan alami padi. Untuk KTI berjudul Pembentukan core collection untuk sumber daya genetik padi toleran kekeringan, penulis juga memakai rujukan yang relevan, yaitu Toleransi beberapa genotipe padi gogo terhadap cekaman kekeringan. Kedua artikel tersebut berbasis disiplin ilmu pemuliaan tanaman dengan kata kunci sumber daya genetik padi dan toleransi terhadap kekeringan. Pada JPP Tanaman Pangan juga terlihat relevansi antara KTI yang dipublikasikan dengan rujukan yang Tabel 4. Relevansi topik KTI yang terbit pada beberapa jurnal ilmiah terakreditasi dengan KTI rujukan dari JPP Tanaman Pangan, 2015. Nama jurnal Judul karya tulis ilmiah (KTI) Judul KTI rujukan dari JPP Tanaman Pangan Indonesian Journal of Agricultural Science Variability and correlation of agronomic characters of mungbean germplasm and their utilization for variety improvement program Hubungan korelatif dan kausatif antara komponen hasil dengan hasil kedelai Jurnal Penelitian Pascapanen Pertanian Produksi selulase oleh Trichoderma virida pada media tongkol jagung dan fraksi selulosanya Karakterisasi lignoselulosa dari limbah tanaman pangan dan pemanfaatannya untuk pertumbuhan bakteri RXA III-5 penghasil xilanose Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Pengaruh waktu penundaan dan cara perontokan terhadap hasil dan mutu gabah padi lokal varietas Karang Dukuh di Kalimantan Selatan Pengujian pemanenan padi sistem kelompok dengan memanfaatkan kelompok jasa pemanen dan jasa perontok Buletin Plasma Nutfah Seleksi lapang ketahanan beberapa varietas padi terhadap infeksi hawar daun bakteri strain IV dan VIII Ketahanan padi terhadap hawar daun bakteri Buletin Plasma Nutfah Karakter agronomi dan ketahanan beberapa galur pelestari dihaploid terhadap hawar daun bakteri Identifikasi patotipe Xanthomonas oryzae pv oryzae, penyebab penyakit hawar daun bakteri di sentra produksi padi di Jawa Buletin Plasma Nutfah Studi keragaman genetik karakter bunga yang mendukung persilangan alami padi Buletin Plasma Nutfah Pembentukan core collection untuk sumber daya genetik padi toleran kekeringan Toleransi beberapa genotipe padi gogo terhadap cekaman kekeringan Jurnal Penelitian Pertanian Tanaman Pangan Estimation of genetic parameter in new plant type aromatic rice lines Parameter genetik beberapa karakter ratun tanaman padi Jurnal Penelitian Pertanian Tanaman Pangan Heritabilitas dan harapan kemajuan genetik beberapa karakter kuantitatif populasi galur F4 kedelai hasil persilangan Hubungan korelatif dan kausatif antara komponen hasil dengan hasil kedelai Jurnal Penelitian Pertanian Tanaman Pangan Penentuan takaran pupuk nitrogen pada tanaman jagung hibrida berdasarkan klorofil meter dan bagan warna daun Penggunaan bagan warna daun untuk efisiensi pemupukan N pada tanaman jagung Jurnal Penelitian Pertanian Tanaman Pangan Kualitas dan hasil kacang tanah pada lingkungan dengan perbedaan ketersediaan air dan aplikasi dolomit Tingkat kehilangan hasil kacang tanah tipe Spanish dan Valenca akibat kekeringan Jurnal Penelitian Pertanian Tanaman Pangan Cemaran aflatoksin B3 pada kacang tanah yang diperdagangkan di sentra produksi Banjarnegara dipakai. KTI dengan judul Estimation of genetic parameter in new plant type aromatic rice lines memakai rujukan dengan topik Parameter genetik beberapa karakter ratun tanaman padi. KTI dengan topik Heritabilitas dan harapan kemajuan genetik beberapa karakter kuantitatif populasi galur F4 kedelai hasil persilangan memakai rujukan Hubungan korelatif dan kausatif antara komponen hasil dengan hasil kedelai. Kedua KTI dan rujukannya berbasis pemuliaan tanaman dan komoditas yang digunakan dalam penelitian juga sama, masing-masing padi dan kedelai. KTI dengan judul Penentuan takaran pupuk nitrogen pada tanaman jagung hibrida berdasarkan klorofil meter dan bagan warna daun memakai rujukan dengan judul Penggunaan bagan warna daun untuk efisiensi pemupukan N pada tanaman jagung, masingmasing membahas aspek pemupukan pada jagung. Penulis KTI dengan judul Kualitas dan hasil kacang tanah pada lingkungan dengan perbedaan ketersediaan air dan aplikasi dolomit menggunakan dua rujukan yang relevan dari JPP Tanaman Pangan, yaitu (1) Tingkat kehilangan hasil kacang tanah tipe Spanish dan Valenca akibat kekeringan dan (2) Cemaran aflatoksin B3 pada kacang tanah yang diperdagangkan di sentra produksi Banjarnegara. Topik KTI maupun rujukannya sama, yaitu berbasis pascapanen kacang tanah. Secara umum, KTI yang diterbitkan pada beberapa jurnal ilmiah lingkup Badan Litbang Pertanian telah merujuk literatur yang relevan. Hal ini sesuai dengan persyaratan akreditasi bahwa KTI yang diterbitkan pada jurnal ilmiah terakreditasi harus merujuk sumber acuan primer yang relevan (LIPI 2011). Relevansi topik KTI dengan rujukan yang dipakai penulis tidak terlepas dari peranan dewan redaksi jurnal ilmiah dalam menelisik setiap rujukan. Bagi Dewan Redaksi JPP Tanaman Pangan, bagian pertama yang dilihat dari KTI hasil penelitian yang dikirimkan ke redaksi adalah daftar pustakanya, sebelum dibahas dalam rapat redaksi (Hermanto, komunikasi pribadi). Terkait dengan pengukuran relevansi literatur yang dirujuk dengan topik KTI yang dipublikasikan pada jurnal ilmiah, penulis dituntut untuk mampu menguasai literasi informasi hasil penelitian sesuai dengan topik dan masalah yang ada. Hal ini sejalan dengan pendapat Hermanto (2013b) bahwa literasi informasi berperan penting dalam menyaring dan memilah informasi yang diperlukan.
Conclusion
JPP Tanaman Pangan sebagai jurnal ilmiah primer terakreditasi di lingkup Badan Litbang Pertanian telah digunakan sebagai rujukan oleh peneliti dalam KTI yang dipublikasikan. Masing-masing satu KTI yang terbit pada Indonesian Journal of Agricultural Science, Jurnal Penelitian Pascapanen Pertanian, dan Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian menggunakan artikel dalam JPP Tanaman Pangan sebagai bahan rujukan. Pada Buletin Plasma Nutfah, pemakaian JPP Tanaman Pangan sebagai rujukan KTI relatif intens, empat rujukan dari tiga KTI peneliti. Secara umum, KTI yang diterbitkan pada lima jurnal ilmiah primer terakreditasi lingkup Badan Litbang Pertanian sudah merujuk literatur yang relevan. JPP Tanaman Pangan adalah salah satu sumber rujukan relevan yang digunakan.