Kembali
16
1
2018 Jurnal Perpustakaan Pertanian Vol 27 · 2 ISSN 2541-0814

Studi Bibliometrik Artikel Jurnal Perpustakaan Pertanian Periode 2013–2017 Bibliometric Study on Articles of Agricultural Library Journal Published in 2013–2017 Period

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia; Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia

Abstrak

Kajian bibliometrik terhadap artikel Jurnal Perpustakaan Pertanian periode 2013-2017 dilakukan untuk mengetahui distribusi artikel berdasarkan tahun, nomor terbitan, pola dan tingkat kolaborasi, panjang artikel, rata-rata penulis per artikel, geografi referensi, dan institusi tempat penulis bekerja. Artikel jurnal tersebut diunduh dari http://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/jpp. Data diolah menggunakan Microsoft Exel 2010 kemudian hasilnya disajikan dalam bentuk tabel dan dianalisis secara deskriptif. Hasil kajian menunjukkan bahwa artikel Jurnal Perpustakaan Pertanian 20132017 berjumlah 50 judul dengan jumlah artikel konstan setiap tahun yakni 10 judul. Penulis tunggal lebih banyak dibandingkan dengan penulis berkolaborasi, yang ditunjukkan oleh nilai tingkat kolaborasi sebesar 0,46. Artikel terbanyak ditulis dengan panjang 7 dan 8 halaman, yaitu masing–masing 13 judul (26%). Rata-rata penulis per artikel setiap tahun sebesar1,60. Referensi dari dalam negeri lebih banyak digunakan dibandingkan dengan referensi dari luar negeri. Kementerian Pertanian merupakan institusi yang paling banyak menyumbang artikel, yakni 25 judul (50%).

Abstract

A bibliometrical analysis of articles published in Jurnal Perpustakaan Pertanian during 2013–2017 was conducted to find out articles distribution based on year, the number of articles, authorship pattern, author average per articles, collaboration degree, page length of articles, geographical references, and author’s institution. The data were accessed from http://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/ index.php/jpp, then analyzed using Microsof Excel 2010. The results showed that during 2013-2017, the journal published 50 articles, consisting of 10 articles constantly every year. The single authorship was higher and predominant on multiauthorship, indicated by the value of the degree of collaboration of 0.46. The most page length of articles were 7 and 8 pages (13 articles; 26%). The average number of article per author was 1.60. The national references were higher than the international references. The most contributor to Jurnal Perpustakaan Pertanian was Ministry of Agriculture (25 articles; 50%).
Keywords: Bibliometric · authorship pattern · degree of collaboration

Introduction

Bibliometrik merupakan cabang dari ilmu informasi yang diperkenalkan pada tahun 1960. Terminologi bibliometrik berasal dari ilmu matematika dan kalkulus/statistik yang kemudian secara sistematis digunakan dalam bidang perpustakaan. Biblimetrik digunakan pertama kali oleh Alan Pritchard pada 1969, yang menerangkan pemanfaatan bibliometrik sebagai aplikasi dari ilmu matematika dan statistik pada buku dan media komunikasi lain. Prichard (1969) dalam Shah (2016) menggunakan bibliometrik sebagai sarana analisis kualitatif untuk mengetahui secara rinci tahun publikasi, sitasi, serta gambar dan grafik yang ada dalam teks artikel. Pada masa sekarang, analisis bibliometrik digunakan untuk berbagai tujuan seperti proses seleksi jurnal untuk perpustakaan, forecasting terhadap riset-riset yang potensial dalam suatu bidang ilmu, dan evaluasi keluaran ilmu pengetahuan (Baby dan Kumaravel, 2011). Studi bibliometrik diaplikasikan dalam berbagai bidang ilmu dan secara prinsip berdasarkan pada unsur-unsur metadata seperti penulis, judul, subyek, dan sitasi yang berkaitan dengan publikasi ilmiah. Analisis bibliometrik dapat memberikan gambaran tentang berbagai indikator seperti produktivitas sains, tren penelitian di berbagai bidang ilmu, dan ketertarikan peneliti kepada bidang ilmu yang terekam dalam publikasi (Parameshwara dan Kolle, 2016). Menurut Franceschet (2011) dan Newman (2001) dalam Jabeen et al., (2017), bibliometrik merupakan analisis yang berkenaan dengan jumlah publikasi, sitasi, pengarang, dan indikator kuantitatif lainnya. Melalui analisis tersebut dapat diketahui komunikasi di antara kelompok penelitian. Shah (2016) menyatakan bahwa bibliometrik merupakan salah satu ilmu dalam bidang perpustakaan dan informasi yang dapat digunakan untuk menilai riset melalui analisis kualitatif dan menggunakan statistik untuk menjelaskan pola dari publikasi. Kajian tentang bibliometrik sudah banyak dilakukan oleh peneliti di dalam maupun di luar negeri. Lijina (2018) meneliti 161 artikel International Journal of Library and Information Science periode 2012– 2017. Hasil penelitian menunjukkan bahwa derajat kolaborasi sebesar 0,72 dengan penulis tunggal 45 orang dan penulis lebih dari satu orang sebanyak 116 penulis. Jumlah artikel setiap tahun meningkat. Artikel terbanyak memiliki panjang 8 halaman, yakni 29 artikel (18,01%). Roy dan Basak (2013) meneliti 204 artikel Journal of Documentation periode 2005–2010. Hasilnya menunjukkan bahwa derajat kolaborasi sebesar 0,51 dengan rincian penulis tunggal 122 orang (49,50%), penulis berkolaborasi dua orang 77 penulis (31,30%), penulis berkolaborasi tiga orang 25 penulis (10%), dan yang berkolaborasi empat orang 17 penulis (7,00%), sementara 5 penulis (2%) berkolaborasi lebih dari empat orang. Sebanyak 81 artikel yang dipublikasikan dalam International Journal of Agriculture Sciences periode 2009-2014 dianalisis oleh Shah (2016) menggunakan metode bibliometrik, dan hasilnya menunjukkan bahwa nilai derajat kolaborasi penulis adalah 0,8765, yang memperlihatkan bahwa artikel yang ditulis secara berkolaborasi lebih banyak dibandingkan dengan artikel yang ditulis secara individual. Referensi yang bersumber dari jurnal paling banyak disitir. Tella dan Olabooye (2014) melakukan analisis bibliometrik terhadap African Journal of Library, Archives and Information Science (AJLAIS) periode 20002012. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa dari 218 artikel yang diterbitkan, sebanyak 126 artikel (57,8%) ditulis secara individu dan sisanya ditulis secara berkolaborasi. Sementara 86 artikel (39,40%) ditulis dengan panjang 6–10 halaman. Sebanyak 108 artikel (49,50%) berupa artikel teori dan selebihnya berupa artikel studi empiris, tinjauan buku, dan komunikasi pendek. Analisis bibliometrik pada 218 artikel dari Indian Open Access Library Information Science periode 2011–2015 memperoleh nilai derajat kolaborasi sebesar 0,66 dengan jumlah kolaborasi terbanyak adalah artikel yang ditulis oleh dua orang. India merupakan negara dengan penyumbang artikel terbanyak, dan Nigeria merupakan negara di luar India yang menyumbang artikel terbanyak. Waktu paruh hidup sitasi yang digunakan adalah 9,54 tahun (Shukla and Moyon, 2017). Analisis bibliometrik terhadap Journal of the Indian Society for Cotton Improvement periode 1995–2004 menunjukkan bahwa jumlah artikel yang dipublikasikan dalam jurnal tersebut mencapai 327 judul. Sebanyak 38 artikel ditulis oleh penulis tunggal, 92 artikel ditulis oleh dua orang penulis, 81 artikel ditulis oleh tiga orang penulis, dan 116 artikel ditulis oleh lebih dari tiga penulis. Dengan demikian, penulis berkolaborasi lebih banyak dibandingkan dengan penulis tunggal (Dixit dan Katare, 2007). Thanuskodi (2012) melakukan analisis bibliometrik terhadap Indian Journal of Agricultural Research periode 2001-2010 untuk mengetahui jumlah artikel yang dipublikasikan, pola kepengarangan, subyek artikel, jumlah referensi yang digunakan dalam artikel, dan jenis dokumen yang disitir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 602 artikel, 564 artikel (93.69%) ditulis secara kolaborasi, sisanya 38 artikel (6,31%) ditulis secara individu. Penulis yang berasal dari India berada di posisi teratas, mencapai 98,67%, dan 1,33% berasal dari luar India. Jurnal Perpustakaan Pertanian merupakan terbitan berkala yang pada awalnya diterbitkan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, namun sejak 2017 dialihkan ke Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian. Jurnal ini mewadahi hasil-hasil penelitian di bidang perpustakaan, dokumentasi, dan informasi dan terbit dua kali setahun pada April dan Oktober. Artikel yang dimuat dalam jurnal ini dapat diakses secara terbuka (open access) melalui alamat http://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/jpp. Jurnal Perpustakaan Pertanian memiliki dua nomor ISSN, yaitu P–ISSN: 0854-1078 untuk terbitan dalam bentuk cetak (hard copy) dan E–ISSN: 2541–0814 untuk yang berbentuk elektronik. Sebagai salah satu terbitan di bidang perpustakaan dan informasi, jurnal tersebut perlu dianalisis secara bibliometrik agar dapat diperoleh gambaran mengenai jumlah artikel yang dipublikasikan dalam jurnal tersebut, kolaborasi penulis, dan institusi yang banyak menyumbang tulisan. Dengan demikian, pengelola jurnal secara khusus, dan Kementerian Pertanian secara umum memperoleh masukan dari hasil analisis yang dilakukan. Kajian ini dilakukan untuk mengetahui profil artikel dalam JPP periode 2013–2017 yang meliputi (1) distribusi artikel berdasarkan tahun, (2) distribusi artikel berdasarkan nomor terbitan, (3) pola kolaborasi dan tingkat kolaborasi, (4) rata-rata penulis per artikel, (5) panjang artikel, (6) distribusi referensi menurut geografi, dan (7) instansi yang menyumbang artikel.

Method

Pengumpulan data dilakukan terhadap Jurnal Perpustakaan Pertanian tahun 2013-2017 dengan rincian Volume 22(1-2), 2013; 23(1-2), 2014; 24(1-2), 2015; 25(1-2), 2016; 26(1-2), 2017. Artikel diunduh secara online dari alamat http://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/jpp. Selanjutnya data dianalisis dan dikelompokkan ke dalam kategori kontribusi pengarang (jumlah artikel), distribusi artikel dalam setiap nomor, jumlah pengarang tunggal dan ganda, panjang artikel (jumlah halaman), dan institusi tempat penulis bekerja. Data yang dikumpulkan diolah menggunakan Microsoft Exel 2010 dan ditampilkan dalam bentuk tabel yang berisikan distribusi artikel berdasarkan tahun, distribusi artikel berdasarkan nomor terbitan, kepenulisan tunggal dan kolaborasi, rata-rata penulis per artikel, distribusi halaman tiap artikel, dan institusi tempat penulis bekerja. Tingkat kolaborasi penulis dihitung dengan menggunakan rumus yang diadopsi dari Subramanyam (1983) sebagai berikut: C = Nm/Nm +Ns C : tingkat kolaborasi peneliti dalam suatu disiplin ilmu, nilai C berada pada interval 0-1. Nm : total hasil penelitian dari pengarang dalam suatu disiplin ilmu pada tahun tertentu yang dilakukan secara berkolaborasi. Ns : total hasil penelitian dari pengarang dalam suatu disiplin ilmu pada tahun tertentu yang dilakukan secara individual.

Result & Discussion

Distribusi Artikel Berdasarkan Tahun Jurnal Perpustakaan Pertanian periode 2013–2017 terbit lima volume dan setiap volume ada 2 nomor dengan jumlah artikel pada periode tersebut sebanyak 50 judul (Tabel 1). Distribusi artikel setiap tahun selama periode tersebut sama, yakni berjumlah sama, yaitu 10 judul tiap tahun. Distribusi Artikel Berdasarkan Nomor Terbitan Distribusi artikel berdasarkan nomor jurnal disajikan pada Tabel 2. Dari 50 artikel yang diterbitkan selama 2013–2017, jumlah artikel yang diterbitkan pada setiap volume, yaitu Volume 22, 23, 24, 25, dan 26 masing-masing berjumlah 10 judul. Jumlah artikel pada setiap nomor selama 2013–2017 berjifat konstan, yakni 5 artikel setiap nomor. Jumlah Penulis Tunggal dan Penulis Kolaborasi Jumlah artikel dalam Jurnal Perpustakaan Pertanian periode 2013–2017 tercatat 50 artikel. Artikel terbanyak ditulis oleh penulis tunggal, yakni 27 artikel (54%) dan sisanya 23 artikel (46%) ditulis secara berkolaborasi. Tabel 1. Distribusi artikel Jurnal Perpustakaan Pertanian 2013-2017 berdasarkan tahun. Tahun Volume Jumlah Jumlah Persentase nomor artikel (%) 2013 22 2 10 20 2014 23 2 10 20 2015 24 2 10 20 2016 25 2 10 20 2017 26 2 10 20 Jumlah 10 50 100 Tabel 2. Distribusi artikel Pertanian 2 setiap nomor 013-2017. terbitan Jurnal Perpustakaan Vol No 1 No 2 Jumlah Persentase Jurnal (April) (Oktober) artikel (%) 22 5 5 10 20,00 23 5 5 10 20,00 24 5 5 10 20,00 25 5 5 10 20,00 26 5 5 10 20,00 Jumlah 25 25 50 100,00 (Tabel 3). Mengacu data kepada Tabel 3, nilai tingkat kolaborasi adalah 0,46. Dengan nilai sebesar 0,46 dapat dikatakan bahwa penulis tunggal lebih banyak dibandingkan dengan penulis yang berkolaborasi. Data pola kepengarangan pada Tabel 4 menunjukkan artikel yang ditulis oleh penulis tunggal berjumlah 27 judul (54%), artikel yang ditulis oleh dua orang berjumlah 18 artikel (36%), artikel yang ditulis oleh tiga orang penulis sebanyak 3 judul (6%), dan artikel yang ditulis oleh empat orang berjumlah 2 judul (4%). Ipsita et al., (2013) melakukan studi bibliometrik pada 131 artikel The Journal of Information Literacy periode 2007-2012. Dari 131 artikel tersebut, 54 artikel memiliki jumlah halaman 10 (41,21%) dan merupakan jumlah halaman terbanyak. Jumlah penulis tunggal 90 orang (68,70%) dan penulis yang berkolaborasi dua orang berjumlah 23 orang (17,57%), penulis berkolaborasi tiga orang berjumlah 12 (9,16%), dan yang berkolaborasi empat orang atau lebih sebanyak 5 orang (3,81%). Hal tersebut menunjukkan bahwa kolaborasi antarpengarang rendah. Hasil tersebut berbeda dengan hasil penelitian Thanuskodi (2012) pada Indian Journal of Agricultural Research periode 2001-2010. Dari 602 artikel yang dianalisis, 564 artikel (93,69%) ditulis secara berkolaborasi dan sisanya 38 artikel (6,31%) ditulis secara individu. Rata-rata Indeks Penulis Per Artikel Jumlah artikel Jurnal Perpustakaan Pertanian periode 2013–2017 sama, yaitu 10 artikel tiap tahun atau volume. Berdasarkan perhitungan rata-rata penulis per artikel, jumlah maksimum penulis per artikel berada pada tahun 2014 dan 2016, yaitu 22,50% dengan rata-rata 1,80. Jumlah minimum penulis per artikel terdapat pada tahun 2017 yaitu 16,25% dengan rata-rata 1,30. Hal ini menunjukkan bahwa rata-rata indeks penulis per artikel Jurnal Perpustakaan Pertanian tahun 2013–2017 hampir stabil pada kisaran 1,3–1,8 dengan rata-rata tiap tahun 1,60 (Tabel 5). Jumlah Halaman Tiap Artikel Jumlah halaman tiap artikel disajikan pada Tabel 6. Artikel terbanyak ditulis sepanjang 7 dan 8 halaman dengan jumlah masing-masing 13 artikel (26%). Pada posisi kedua ditempati artikel dengan jumlah halaman 9 yaitu sebanyak 6 artikel (12%) dan pada posisi ketiga adalah artikel yang Tabel 3. Jumlah artikel Jurnal Perpustakaan Pertanian 20132017 yang ditulis oleh pengarang tunggal dan pengarang berkolaborasi. Kepengarangan 2017 2016 2015 2014 2013 Jumlah artikel % Tunggal Dua > lebih 7 3 4 6 6 4 4 6 6 4 27 23 54 46 Jumlah 10 10 10 10 10 50 100 Tabel 4. Pola kepengarangan Jurnal Perpustakaan Pertanian 20132017. Jumlah artikel berdasarkan jumlah penulis Tahun Jumlah 1 2 3 4 2013 6 3 0 1 10 2014 4 5 0 1 10 2015 6 3 1 0 10 2016 4 4 2 0 10 2017 7 3 0 0 10 Jumlah 27 18 3 2 50 Tabel 5. Rata-rata indek penulis per artikel Jurnal Perpustakaan Pertanian, 20132017. Vol Jumlah artikel Jumlah Persentase Rerata Penulis/ Periode Jurnal yang dimuat Penulis (%) artikel 2013 22 10 16 20,00 1,6 2014 23 10 18 22,50 1,8 2015 24 10 15 18,75 1,5 2016 25 10 18 22,50 1,8 2017 26 10 13 16,25 1,3 Tabel 6. Jumlah halaman artikel Jurnal Perpustakaan Pertanian, 20132017. Jumlah halaman 2013 2014 2015 2016 2017 (%) 5 6 2 1 0 0 0 1 0 1 1 2 3 5 6 10 7 1 4 3 3 2 13 26 8 2 3 2 5 1 13 26 9 1 0 3 1 1 6 12 10 2 3 0 0 0 5 10 11 1 0 0 0 1 2 4 12 0 0 1 0 0 1 2 13 0 0 0 0 1 1 2 14 0 0 0 0 1 1 2 Jumlah 10 10 10 10 10 50 100 ditulis sebanyak 6 dan 10 halaman, masing–masing berjumlah 5 artikel (10%). Adapun artikel dengan panjang 12, 13, dan 14 halaman masing-masing berjumlah 1 artikel (2%). Hasil analisis jumlah halaman tersebut sesuai dengan hasil penelitian Tella dan Olabooye (2014) pada African Journal of Library, Archives and Information Science (AJLAIS) periode 2000–2012, yakni 86 artikel (39,40%) ditulis dengan panjang 6–10 halaman. Hal tersebut juga diperkuat oleh hasil penelitian Lijina (2018) terhadap International Journal of Library and Information Science periode 2012–2017 dengan hasil artikel terbanyak memiliki 8 halaman (29 artikel; 18,01%). Demikian juga penelitian Ipsita et al., (2013) yang dilakukan terhadap 131 artikel The Journal of Information Literacy periode 20072012 dengan hasil 54 artikel memiliki jumlah halaman 10 (41,21%) dan merupakan jumlah halaman yang terbanyak. Institusi Tempat Penulis Bekerja Tabel 7 menyajikan afiliasi atau tempat penulis artikel bekerja. Hasil analisis menunjukkan terdapat empat institusi tempat afiliasi penulis, yaitu universitas, menyumbang 8 artikel (16%), kemudian lembaga penelitian menyumbang 16 artikel (32%), berikutnya Kementerian Pertanian menyumbang 25 judul artikel (50%), dan yang terkecil adalah Pusat Analisis Sosial yang hanya menyumbang satu judul artikel (2%). Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa Kementerian Pertanian menyumbang artikel terbanyak. Hal ini diduga karena penerbit Jurnal Perpustakaan Pertanian berada di bawah Kementerian Pertanian. Tabel 7. Institusi penulis artikel Jurnal Perpustakaan Pertanian, 20132017. Institusi Jumlah artikel Persentase (%) Universitas 8 16 Lembaga Penelitian 16 32 Kementerian Pertanian 25 50 Pusat Analisis Sosial 1 2 Jumlah 50 100 Tabel 8. Distribusi jumlah referensi berdasarkan geografi. Distribusi Jumlah Referensi Persentase Referensi (%) Dalam negeri 387 74,71 Luar negeri 131 25,29 Jumlah 518 100 Geografi Referensi Hasil analisis jumlah referensi berdasarkan geografi (Tabel 8) menunjukkan bahwa penggunaan referensi yang berasal dari dalam negeri berjumlah 387 judul (74,71%) dan yang berasal dari luar negeri 131 judul (25,29%). Dengan demikian, referensi yang berasal dari dalam negeri lebih banyak digunakan daripada referensi dari luar negeri. Hal ini diduga karena referensi berbahasa asing lebih sulit dipahami dibandingkan dengan referensi yang berbahasa Indonesia.

Conclusion

Artikel pada Jurnal Perpustakaan Pertanian periode 2013-2017 berjumlah 50 artikel dengan jumlah artikel tiap tahun sama masing-masing 10 judul. Sebanyak 27 artikel (54%) ditulis oleh penulis tunggal dan penulis berkolaborasi menulis 23 judul (46%). Nilai tingkat kolaborasi adalah 0,46, yang berarti penulis tunggal mengungguli penulis berkolaborasi. Artikel dengan jumlah halaman 7 dan 8 berada pada posisi teratas, sementara posisi terendah adalah artikel dengan jumlah 12, 13 dan 14 halaman (2%). Rata-rata penulis per artikel Jurnal Perpustakaan Pertanian dari tahun 2013-2017 berada pada rentang 1,3–1,8 dengan rata-rata setiap tahun 1,60. Kementerian Pertanian merupakan institusi penyumbang artikel terbanyak dan Pusat Analisis Sosial adalah institusi paling sedikit menyumbangkan artikel ke jurnal tersebut. Referensi dalam negeri lebih banyak digunakan daripada referensi luar negeri.