Kembali
16
1
2023 Pustabiblia : Journal of Library and Information Science Vol 7 · 1 ISSN 2549-3868

KATALOGISASI BAHAN PUSTAKA DI PERPUSTAKAAN TANDA BACA PUSTAKA KABUPATEN TANGERANG

Universitas Padjadjaran; Universitas Padjadjaran; Universitas Padjadjaran

Abstract

The purpose of this research is to explain the meaning of cataloging, analyze the processing of library materials, and carry out cataloging activities on library materials at Tanda Baca Pustaka Library Tangerang Regency. This research also discusses about Taman Bacaan Masyarakat (public reading park),, Online Public Access Catalog (OPAC), bibliography, and Senayan Library Management System (SLiMS). This research used descriptive qualitative method. The data collection techniques used in the research were literature study, observation, interviews, and documentation. T he object studied was the processing of library materials at the Tanda Baca Library in Tangerang Regency, and the subject or informant was the manager of the Tanda Baca Library, Muhamaad Jaenudin. The results of the study show that the Tanda Baca Library has not processed its library materials. Researchers then carried out management activities by cataloging existing library materials using SLiMS. The process carried out is to enter various information on library materials in the bib liographic menu in SLiMS. From this process, the author managed to catalog 26 copies of books with 25 titles. Suggestions from researchers, Tanda Baca Pustaka Library can process its library materials so that the library is better managed and continues to grow. Tanda Baca Pustaka Library is also expected to continue to be processed, and managed properly because its existence is very beneficial for the surrounding community, especially children and teenagers
Keywords: Library · cataloging · catalog

Introduction

Perpustakaan sejatinya merupakan tempat atau lembaga yang berfungsi sebagai sumber informasi dan tempat pencarian ilmu pengetahuan bagi penggunaanya. Definisi dari perpustakaan terus berubah mengikuti perkembangan zaman yang ada tetapi fungsi utama dari perpustakaan tetap serupa yakni sebagai sumber dalam memenuhi kebutuhan informasi, pelayanan sirkulasi, serta tentu saja tempat belajar yang tepat karena perpustakaan menyimpan berbagai koleksi yang mengandung ilmu pengetahuan di dalamnya. Oleh karena adanya berbagai fungsi tersebut, perpustakaan merupakan fasilitas yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Berkembangnya teknologi serta era kehidupan yang menjadi semakin modern dan maju membuat daya dan pola pikir masyarakat semakin terbuka akan kebutuhan informasi yang ada. Bukan hanya dari sumber informasi lain seperti media digital tetapi masyarakat juga membutuhkan sebuah perpustakaan yang dapat dijangkau secara mudah dan dimanfaatkan secara maksimal oleh penduduk disekitarnya. Perpustakaan apabila dilihat menurut pandangan Sulistyo-Basuki merupakan sebuah gedung dimana pada gedung tersebut tersimpan buku dan berbagai terbitan lainnya. Koleksi-koleksi tersebut disimpan secara terstruktur dengan tata susunan tertentu digunakan oleh para pembaca dan bukan dengan maksud komersil atau diperjual-belikan (Basuki 1991). Hal ini juga sejalan dengan definisi perpustakaan menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 43 tahun 2007 tentang perpustakaan (BAB I pasal 1 ayat 1) dikutip dari (Masriastri 2018) bahwa “Perpustakaan adalah institusi pengelola koleksi karya tulis, karya cetak, dan/atau karya rekam secara profesional dengan sistem yang baku guna memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi dan rekreasi para pemustaka.” Adapun perpustakaan terdiri atas berbagai macam jenis sesuai dengan fungsinya masing-masing. Perpustakaan umum merupakan perpustakaan yang dapat diakses oleh siapa saja atau masyarakat dari mana saja, selain itu ada juga perpustakaan nasional, perpustakaan daerah dan kota, serta dalam skala lebih kecil ada perpustakaan desa yang dikhususkan untuk masyarakat desa atau kelurahan tertentu. Dalam skala yang lebih kecil lagi dari perpustakaan desa terdapat Taman Bacaan Masyarakat atau lebih umum disingkat dengan TBM. Arti dari TBM adalah suatu tempat atau sarana yang di dalamnya telah disediakan bahan-bahan bacaan ditunjukan untuk kebutuhan masyarakat secara umum mulai dari anak-anak, remaja, sampai dengan usia lanjut dan pengelolaannya dilakukan oleh masyarakat sendiri dengan tujuan sebagai wadah minat baca yang dimiliki masyarakatnya (Rahayu dan Widiastuti 2018). Sutarno (2008) dalam (Saepudin and Mentari 2016)the implementation of the Community Library program based on information technology, and the third, the impact of Community Library program based on information technology to increase the community interest in the Community Library. The method used is descriptive method with qualitative ap- proach. subjects numbered ve persons consisting of one manager, three participants, and one facilitator of Community Library. The results of this study is: (1 menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan Taman Bacaan Masyarakat pada dasarnya bukanlah sebuah perpustakaan yang harus memenuhi standar nasional perpustakaan seperti standar koleksi, standar sarana dan prasarana, standar pelayanan perpustakaan, standar tenaga perpustakaan, standar penyelenggaraan, dan standar pengelolaan.TBM yang ada dapat berupa sudut singgah, perpustakaan mini, sudut baca, rumah baca, dan lain sebagainya. Berdirinya sebuah TBM dapat berasal dari upaya pemerintah daerah atau kota sebagai program kerja untuk memajukan kemampuan dan kebiasaan membaca masyarakat,TBM juga dapat didirikan oleh individu maupun komunitas masyarakat secara langsung. Taman bacaan masyarakat yang didirikan secara mandiri biasanya tumbuh dari inisiatif dan keinginan menciptakan kebermanfaatan bersama bagi masyarakat di daerah tersebut. Kebiasaan membaca dan kemampuan literasi yang meningkat menjadi tujuan utama yang umumnya dimiliki oleh TBM. Selain dari hal tersebut, dengan didirikannya TBM di suatu daerah diharapkan menjadi tempat belajar, berkomunikasi,serta kegiatan sosial lainnya untuk masyarakat. TBM juga memiliki sasaran-sasaran tertentu dalam pemanfaatannya. Berbeda dengan perpustakaan yang rata-rata memiliki banyak koleksi, koleksi di TBM dapat dikatakan lebih sedikit. Koleksi tersebut dapat datang darimana saja, termasuk juga dari koleksi pribadi. Berdasarkan buku pedoman “Pengelolaan Taman Bacaan Masyarakat” (2006) dikutip dari (Saepudin and Mentari 2016)the implementation of the Community Library program based on information technology, and the third, the impact of Community Library program based on information technology to increase the community interest in the Community Library. The method used is descriptive method with qualitative ap- proach. subjects numbered ve persons consisting of one manager, three participants, and one facilitator of Community Library. The results of this study is: (1, terdapat berbagai fungsi yang dimiliki oleh TBM. Fungsi tersebut diantaranya (1) sarana pembelajaran secara mandiri bagi masyarakat dan alat untuk menunjang kurikulum dari program Pendidikan Luar Sekolah, khususnya dalam program keaksaraan; (2) sumber atau tempat untuk mencari informasi yang dapat berasal dari buku dan bahan bacaan lain sesuai dengan kebutuhan yang dimiliki oleh warga belajar dan masyarakat di daerah tersebut; (3) sebagai sumber untuk penelitian atau studi kepustakaan dengan memanfaatkan koleksi buku yang ada dan berbagai bahan bacaan lainnya; (4) sebagai asal rujukan karena menyediakan berbagai bahan referensi untuk pembelajaran dan aktivitas akademik lainnya; (5) sebagai sumber hiburan atau menjadi fungsi rekreatif yang menyediakan berbagai bahan bacaan yang bersifat rekreatif untuk menjadi pemanfaatan waktu di kala senggang agar memperoleh pengetahuan serta informasi yang belum diketahui, bersifat menarik dan juga bermanfaat. Simpulan dari fungsi-fungsi yang telah dijelaskan bahwa TBM memiliki andil atau pengaruh dalam perkembangan ilmu pengetahuan bagi masyarakatnya. Dengan berbagai manfaat yang dihasilkan maka masyarakat pada zaman yang terus berkembang ini banyak berupaya dalam pembangunan atau pendirian sebuah TBM. Selain itu TBM juga diolah dan dikelola langsung oleh masyarakat setempat. Salah satu kegiatan dalam pengelolaan TBM yaitu mengolah bahan pustaka yang ada. Berkaitan dengan pengolahan bahan pustaka maka dikenal juga istilah katalogisasi. Penelitian ini akan membahas dan menganalisis kegiatan katalogisasi bahan pustaka di Pepustakaan Tanda Baca Pustaka Kabupaten Tangerang. Adapun penelitian yang meneliti fenomena yang serupa seperti pada artikel penelitian “Pengelolaan Bahan Pustaka di SMP Negeri 8 Pontianak” oleh (Khairiah 2018) dan artikel “Inventarisasi dan Katalogisasi Koleksi Pustaka/Buku Bacaan Perpustakaan Kelurahan Serangan, Kecamatan Denpasar Selatan, Kota Denpasar.” oleh (Erviantono 2012). Pembaruan pada penelitian ini yaitu objek perpustakaan yang diteliti memiliki skala lebih kecil dan merupakan sebuah TBM yang dibangun secara mandiri oleh suatu komunitas, serta melihat bagaimana kegiatan katalogisasi dilakukan pada bahan pustaka yang seluruhnya belum pernah diolah. Berdasarkan latar belakang yang telah dijelaskan, maka rumusan masalah dari penelitian ini adalah (1) bagaimana pengolahan koleksi bahan pustaka yang sudah dilakukan di Perpustakaan Tanda Baca Pustaka? (2) Bagaimana proses kegiatan katalogisasi yang dilakukan di Perpustakaan Tanda Baca Pustaka? (3) Bagaimana hasil dari kegiatan katalogisasi yang dilakukan di Perpustakaan Tanda Baca Pustaka? Penelitian ini juga memiliki beberapa tujuan yaitu untuk menganalisis pengolahan bahan pustaka yang dilakukan di Perpustakaan Tanda Baca Pustaka, menjelaskan proses pengatalogan pada bahan pustaka di Perpustakaan Tanda Baca Pustaka, dan menjelaskan hasil dari kegiatan pengatalogan di Perpustakaan Tanda Baca Pustaka.

Method

Metode yang digunakan pada penulisan penelitian ini yaitu metode kualitatif deskriptif. Penelitian kualitatif (qualitative research) merupakan jenis penelitian yang memiliki tujuan untuk dapat menghasilkan suatu penemuan atau pembaruan yang tidak bisa dicapai jika menggunakan langkah prosedur secara statistik atau menggunakan cara lain yang bersifat kuantitatif. Menurut Corbin dan Strauss (2015) bahwa penelitian kualitatif merupakan bentuk penelitian yang proses didalamnya yaitu mengumpulkan dan menganalisis data, proses tersebut dilakukan oleh peneliti bersama dengan informan atau partisipan yang memberikan data. Definisi lain dari metode penelitian dapat dilihat dari pendapat Deden Mulyana bahwa pengertian dari penelitian kualitatif adalah “Penelitian yang dilakukan dalam setting tertentu yang ada dalam kehidupan riil (alamiah) dengan maksud menginvestigasi dan memahami fenomena: apa yang terjadi, mengapa terjadi dan bagaimana terjadinya. Oleh karena itu, penelitian kualitatif adalah penelitian yang berbasis pada konsep ‘going exploring’ yang melibatkan indepth and case-oriented study atas sejumlah kasus atau kasus tunggal. Jadi, tujuan utama penelitian kualitatif adalah membuat fakta mudah dipahami dan jika memungkinkan (sesuai modelnya) dapat menghasilkan hipotesis baru.” (Mulyana 2001) Pada pendekatan kualitatif terdapat beberapa teknik pengumpulan data yang dapat digunakan, Pada penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data seperti studi kepustakaan, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pengumpulan data dengan studi kepustakaan merupakan suatu cara pengumpulan data dengan mengandalkan berbagai sumber kepustakaan yang ada, sumber-sumber tersebut dicari kemudian dipelajari lebih dalam melalui berbagai sumber informasi yang ada atau koleksi perpustakaan seperti buku, artikel ilmiah, jurnal, ensiklopedia, koran, dokumen, majalah, dan lain sebagainya. Sementara itu, yang dimaksud dengan observasi adalah sekumpulan usaha atau kegiatan untuk mengamati suatu kasus di lapangan. Menurut (Hasanah 2017) observasi adalah proses pengamatan secara sistematis dari aktivitas yang dilakukan oleh manusia dan pengaturan fisik dimana kegiatan tersebut berlangsung secara berulang atau terus menerus, aktivitas yang ada bersifat alami dan menghasilkan sebuah fakta. Selain observasi, teknik pengumpulan data secara kualitatif yang cukup sering digunakan yaitu teknik pengumpulan data dengan wawancara. Merupakan kegiatan interaksi secara langsung peneliti dengan informan, wawancara dapat dilakukan secara formal maupun informal. Peneliti juga melakukan dokumentasi. Dokumentasi merupakan kegiatan pengambilan bukti atau sebagai tanda sebuah peristiwa. Mengutip pendapat Gottschalk (1986) dalam (Nilamsari 2014) bahwa dokumen (dokumentasi) memiliki arti yang lebih luas, yaitu merupakan setiap proses pembuktian yang berdasar pada jenis sumber apapun, baik yang berbentuk lisan, tulisan, gambaran, atau arkeologis. Peneliti melakukan wawancara dan observasi secara langsung di Perpustakaan Tanda Baca Pustaka Kabupaten Tangerang. Informan atau subjek pada penelitian ini adalah pengelola dari Perpustakaan Tanda Baca Pustaka, Muhamaad Jaenudin. Observasi dilakukan dengan rentang waktu dari 15 November hingga 6 Desember 2021. Wawancara dilakukan pada hari Jumat, 26 November 2021 berlangsung dari pukul 13.00 WIB hingga selesai. Adapun Perpustakaan Tanda Baca Pustaka terletak di jalan H.M. Uwan.S, Karet, Kec. Sepatan, Kabupaten Tangerang, Banten 15520. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai pengolahan bahan pustaka yang dilaksanakan di Perpustakaan Tanda Baca Pustaka. Model analisis data yang digunakan peneliti yaitu analisis data model Miles dan Huberman (1994), pada model ini kegiatan analisis dibagi menjadi beberapa tahapan seperti (1) Mengumpulkan atau mencatat temuan-temuan yang ada di lapangan contohnya wawancara atau dokumentasi. (2) Catatan yang telah dibuat ditelaah kembali dan pisahkan data yang penting serta tidak penting. (3) Data yang telah dipilah kemudian dideskripsikan setelah sebelumnya diklasifikasikan terlebih dahulu dengan memperhatikan fokus dan tujuan penelitian (4) Terakhir, membuat analisis dan bentuk akhir seperti laporan atau bentuk lain sebagai hasil dari penelitian (Kisworo 2016)

Result

4.1. Katalogisasi Katalog merupakan sebuah daftar informasi yang tersusun secara sistematis berisi atau merepresentasikan data. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) tahun 2021, katalog memiliki arti sebagai buku yang berisi daftar atau informasi sesuatu yang disusun secara teratur dan berurutan secara alfabetis. Katalog juga dapat diartikan sebagai metode penyusunan item (yang mengandung informasi atau keterangan tertentu) disusun dengan sistematis baik berdasarkan abjad maupun urutan logika lainnya (Rahmawati 2017). Berkaitan dengan arti yang telah dijelaskan katalog apabila dihubungkan dengan perpustakaan maka dapat diartikan sebagai daftar yang berisi keterangan- keterangan buku disusun dengan ketentuan yang ada dan berfungsi sebagai sarana menemukan kembali bahan pustaka yang ada di perpustakaan. Adapun katalog merupakan hasil dari sebuah proses pengatalogan atau katalogisasi. Katalog memiliki tujuan dalam pembuatannya. Hal ini dijelaskan oleh Cutter (1876) dalam (Rahmawati 2017) dengan adanya katalog seseorang menjadi lebih mudah untuk menemukan sebuah buku, hal tersebut memungkinkan karena dapat diketahui informasi seperti pengarangnya, judul bukunya, subjeknya. Berikutnya dapat menunjukan buku tertentu yang dimiliki oleh perpustakaan, dalam hal ini dapat melihat pada pengarang tertentu, berdasarkan subjek tertentu, dan dalam jenis literatur tertentu. Katalog juga membantu dalam pemilihan buku, bias berdasarkan pada edisi atau berdasarkan pada karakternya (sastra atau topik). Sejalan dengan berbagai tujuan katalog yang telah dijelaskan, berikut adalah berbagai fungsi katalog mengutip dari (Rahmawati 2017), sebagai catatan lengkap atau sebagian dari koleksi perpustakaan, sebagai kunci utama dalam menemukan karya yang dibutuhkan, menjadi sumber dalam alternatif pemilihan karya, sebagai sumber menyusun deskripsi bibliografis, dan menjadi alat bantu dalam mengingat koleksi. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, katalog berkaitan erat dengan kegiatan katalogisasi. Mengutip dari (Enal 2018) bahwa katalogisasi merupakan pengunaan istilah yang umum yang mengarah pada suatu daftar barang atau benda yang ada pada tempat atau lokasi tertentu. Istilah katalog dikenal secara luas, oleh karenanya istilah tersebut sering ditemukan pada penerbit, took buku, tempat pameran, perpustakaan, maupun supermarket. Isi dari katalog biasanya memuat berbagai informasi yang diperlukan oleh masyarakat secara umum. Contohnya, pada katalog penerbit berisi informasi informasi mengenai daftar bahan pustaka yang telah atau akan diterbitkan oleh sebuah atau beberapa tempat penerbitan. Isi dari informasi yaitu tentang pengarang, judul bahan pustaka, edisi bahan pustaka, tahun terbit, serta harga dari bahan pustaka tersebut. Serupa dengan katalog, katalogisasi juga memiliki berbagai fungsi dan tujuan. Salah satunya yaitu agar tercipta sebuah daftar yang dapat menjadi acuan koleksi yang ada pada perpustakaan. Kegiatan katalogisasi dibagi ke dalam dua kegiatan, yaitu katalogisasi deskriptif dan katalogisasi subjek. Selain katalogisasi, katalog juga dibagi ke dalam beberapa jenis. Penggunaan jenis katalog mengikuti perkembangan zaman yang ada. Jenis-jenis katalog tersebut yaitu (1) katalog kartu (card catalog), katalog jenis ini terbuat dari kertas berbahan manila memiliki sifat agak tebal apabila dibandingkan dengan kertas HVS, ukuran dari katalog kartu yaitu 12,5 X 7,5 cm; (2) katalog berkas (sheaf catalog) merupakan katalog yang berbentuk lembaran dan dapat dilepas, dapat juga disatukan dengan penjepit khusus. Satu lembarnya memuat satu entri dan setiap penjepit dapat memuat 500 sampai 600 lembar atau slip. Ukuran dari katalog jenis ini yaitu 12,5 X 20 cm; (3) katalog buku (book catalog) merupakan katalog kartu yang dicetak ke dalam bentuk buku, masing-masing halaman memuat beberapa jumlah entri; (4) katalog elektronik, katalog ini berbentuk file yang dapat diakses pada komputer, katalog ini dapat diakses dengan mudah melalui penelusuran atau pencarian ulang; (5) katalog online merupakan katalog yang entri-entrinya disusun dalam komputer dengan bantuan database tertentu (Mufid 2015) dalam (Enal 2018). 4.2. Gambaran Umum Perpustakaan Tanda Baca Pustaka Berdasarkan hasil dari observasi yang dilakukan oleh peneliti menunjukan Perpustakaan Tanda Baca Pustaka terletak di Kabupaten Tangerang, secara lebih spesifik letaknya berada di tengah-tengah pemukiman warga, dibangun di sebuah teras rumah milik salah satu pengelola dari perpustakaan tersebut. Walaupun bernama perpustakaan, tetapi lebih tepat dimasukan ke dalam jenis taman bacaan masyarakat karena koleksi yang dimiliki masih terbilang lebih sedikit apabila dibandingkan dengan perpustakaan pada umumnya, selain itu perpustakaan ini juga lebih banyak digunakan oleh masyarakat sekitar saja. “Perpustakaan Tanda Baca Pustaka dibangun oleh suatu komunitas bernama Terang Terangan, komunitas ini memiliki beberapa projek salah satunya yaitu untuk menggerakan literasi melalui perpustakaan ini. Pada awalnya perpustakaan hanya dibuka pada hari tertentu saja di tempat yang belum menetap, kemudian karena ingin agar perpustakaan dapat dimanfaatkan lebih maksimal maka perpustakaan mulai dibuka tiap harinya dan di tempat yang sudah menetap. Jadwal buka perpustakaan yakni setiap hari dari senin sampai minggu mulai pukul 08.00 WIB.” (Muhamaad Jaenudin, 26 November 2021). Bahan pustaka di Perpustakaan Tanda Baca Pustaka belum diolah secara invetaris, klasifikasi, maupun katalogisasi. Bahan pustaka yang ada bersumber dari sumbangan buku yang datang dari mana saja dengan ketentuan bahan pustaka yang disumbangkan berupa buku bacaan bukan buku pelajaran maupun jenis lain yang tidak sesuai. Target atau sasaran dari perpustakaan lebih utamanya untuk kalangan remaja, anak muda, dan anak anak. Bahan pustaka yang ada dapat dibaca dengan berkunjung langsung ke perpustakaan atau dapat dipinjam dengan batas waktu yang ditentukan. Peminjaman buku dapat dilakukan juga secara online, informasi terdapat di akun Instagram dari perpustakaan ini yaitu tandabaca.buku. Sistem yang digunakan dalam peminjaman online yaitu peminjam dapat melihat koleksi buku melalui foto-foto yang diunggah di Instagram kemudian mengisi form peminjaman untuk selanjutnya akan dikonfirmasi lebih lanjut. Menurut wawancara yang telah dilakukan peneliti dengan narasumber yakni Muhamaad Jaenudin (selaku pengelola Perpustakaan Tanda Baca Pustaka) menjelaskan bahwa selain sebagai tempat menyimpan dan peminjaman bahan pustaka, Perpustakaan Tanda Baca Pustaka juga menyediakan media menggambar serta mewarnai untuk anak-anak. Tempat ini juga berfungsi sebagai lokasi untuk bersosialisasi antar pemuda maupun pemudi yang ada di sekitar daerah atau lingkungan masyarakat tersebut. Bahan pustaka yang ada mayoritas merupakan buku fiksi, buku anak-anak, buku tentang agama, dan buku jenis lainnya. Gambar 1. Perpustakaan Tanda Baca Pustaka Sumber: Dokumentasi Pribadi (2021) 4.3. Kegiatan katalogisasi di Perpustakaan Tanda Baca Pustaka Kegiatan katalogisasi yang dilakukan merupakan katalogisasi dengan bantuan sebuah program atau database, sesuai dengan yang telah dijelaskan sebelumnya katalogisasi ini akan menghasilkan katalog online. Katalog jenis ini dikenal juga dengan istilah Online Public Access Catalog (OPAC) adalah jenis katalog yang dapat diakses melalui media digital atau dengan bantuan komputer dan media elektronik yang lain. Data yang ada dalam katalog dapat dirancang atau dibuat sendiri oleh perpustakaan melalui perangkat lunak komersial atau buatan sendiri (Enal 2018). Menurut Supriyanto (2008) sebagaimana yang dikutip oleh (Enal 2018), bahwa OPAC adalah sistem temu balik informasi, lebih lengkapnya yaitu “OPAC adalah sistem temu balik informasi yang merupakan bagian dari sistem komputer perpustakaan yang meliputi perangkat lunak (software) dan perangkat keras (hardware) OPAC merupakan sebuah fitur yang digunakan untuk memfasilitasi pengunjung web untuk mencari katalog koleksi perpustakaan yang dapat diakses oleh umum. Untuk mencari koleksi kita tinggal mengetikkan judul buku yang dicari. Dapat juga dilakukan dengan kata kunci pengarang, subjek, nomor klasifikasi, dan sebagainya.” Simpulan dari penjelasan tersebut bahwa OPAC merupakan sebuah sistem katalog yang tersimpan dalam komputer dapat diakses secara online untuk menelusuri kembali koleksi bahan pustaka yang ada. Beberapa fungsi OPAC mengutip dari Yusufhin (2017) dalam (Enal 2018) diantaranya yaitu pilihan pencarian koleksi dari perpustakaan, navigasi informasi perpustakaan atau library information, bantuan pencarian atau penelusuran beruapa navigasi help on search, librarian login maupun member login sebagai tempat akses pustakawan maupun anggota perpustakaan, berbagai tampilan awal pada OPAC dan ditambah dengan pilihan untuk melihat detail data bibliografi, tampilan detail memuat berbagai data bibliografi terdiri atas informasi judul, edisi, pengarang, subjek, klasifikasi, call number, judul seri, penerbit, bahasa penerbit, tempat terbit, keterangan fisik buku, catatan, gambar sampul lampiran ketersesiaan serta identitas atau ISBN. Pada proses pengatalogan bahan pustaka Perpustakaan Tanda Baca Pustaka peneliti memakai bantuan aplikasi SLiMS. Senayan Library Management System atau lebih umum dikenal dengan akromin SLiMS ialah salah satu dari aplikasi yang termasuk kedalam Free Open Source Software atau FOSS dengan basis web yang berfungsi untuk membantu dalam pembangunan sistem otomasi pada perpustakaan. SLiMS merupakan software pendukung otomasi perpustakaan, memiliki kemampuan untuk dapat mempermudah beragam aktivitas administrasi atau manajemen perpustakaan. Beberapa aktivitas tersebut contohnya ialah aktivitas pengolahan, pengembalian, peminjaman, penyiangan, pemesanan koleksi, manajemen keanggotaan, serta fasilitas dalam mencetak barcode—sebagai tanda koleksi atau tertera dalam kartu anggota— serta membantu dalam beragam jenis laporan (Azwar 2013). Katalogisasi yang telah dilakukan yaitu memasukan informasi bahan pustaka dalam menu bibliographic. Pada menu ini informasi yang dapat dimasukan yaitu judul, pengarang, pertanyataan penanggung jawab, edisi, info spesifik atau detail, kode item, GMD, tipe konten, tipe media, tipe pembawa, frekuensi, nomor ISBN/ISSN, nama penerbit, tahun terbit, tempat terbit, kolasi, judul seri, klasifikasi, call number, subjek, bahasa, abstrak atau catatan, gambar sampul, lampiran dokumen, serta bibliografi data yang berkaitan. Gambar 2. Tampilan Bibliografi pada SLiMS Sumber: Dokumentasi Pribadi/SLiMS (2021) 4.4. Hasil katalogisasi di Perpustakaan Tanda Baca Pustaka Katalogisasi pada bahan pustaka yang dilakukan di Perpustakaan Tanda Baca Pustaka, baru hanya dilakukan pada beberapa buku saja tepatnya yaitu sejumlah 26 eksemplar buku dengan 25 judul. Pada waktu mendatang diharapkan kegiatan katalogisasi dapat dimaksimalkan dengan tujuan agar Perpustakaan Tanda Baca Pustaka memiliki katalog online yang dapat diakses secara mandiri oleh para pemustaka. Selain itu, manfaat lainnya pendataan atau invetaris koleksi bahan pustaka menjadi lebih terstruktur, dan data keluar masuk buku menjadi lebih teratur. Gambar 3. Bahan Pustaka yang Telah di Katalogisasi Sumber: Dokumentasi Pribadi/SLiMS (2021) Berikut daftar buku atau bahan pustaka Perpustakaan Tanda Baca Pustaka yang sudah dikatalogisasi dengan menggunakan aplikasi SLiMS: Tabel 1. Bahan Pustaka yang Telah Dikatalogisasi 1. Dealova- Dyan Nuranindya 2. Joya vs Andien- Gianti Pradipta 3. All but Alice: Ngapain Ikut-Ikutan- Phyllis Reynolds Naylor 4. Serendipity- Febriani, Erisca 5. Anak-Anak Langit- Mohd Amin MS 6. Sebuah Usaha Melupakan- Boy Candra 7. Seperti Hujan yang Jatuh ke Bumi- Boy Candra 8. Catatan Pendek untuk Cinta yang Panjang- Boy Candra 9. The Dream Manager- Matthew Kelly 10. Setelah Kamu Pergi- Dwitasari 11. Till We Meet Again- Yoana Dianika 12. Rindu- Tere Liye 13. Goodbye Happiness- Arini Putri 14. Asal Usul Perang Jawa: Pemberontakan Sepoy dan Lukisan Raden Saleh- Peter Carey 15. Quarter Life Dilemma: Dilema Seorang Ine- Primadonna Angela 16. Menikahlah: Solusi dan Terapi Islam Menghadapi Rintangan Menjelang Perkawinan- Abdullah Nasih Ulwan 17. New Emon- Oben Cedric 18. Dilan: Dia adalah Dilanku Tahun 1991- Pidi Baiq 19. Pergi- Tere Liye 20. Pulang- Tere Liye 21. Rumah Tanpa Jendela- Asma Nasia 22. Milea: Suara dari Dilan- Pidi Baiq 23. Dilan: Dia adalah Dilanku Tahun 1990- Pidi Baiq 24. Berjalan Menembus Batas- Ahmad Fuadi, dkk 25. Memanggil Rejeki dengan Doa Umul Barokah- Imam Ghazali Sumber: Diolah dari Dokumen Pribadi (2021) Hasil dari kegiatan pengatalogan bahan pustaka dapat memudahkan sistem pencarian pada koleksi yang dibutuhkan. Pada proses pengatalogan termasuk di dalamnya juga dilakukan klasifikasi pada buku-buku tersebut. Bahan pustaka yang ada pada Tanda Baca Pustaka di dominasi oleh karya f iksi sesuai dengan target pemustaka yaitu anak-anak hingga remaja

Conclusion

Perpustakaan merupakan fasilitas yang dibutuhkan oleh masyarakat, berfungsi sebagai tempat menyimpan koleksi pustaka dan mengelola bahan bahan koleksi mulai dari koleksi cetak, koleksi tertulis, maupun koleksi rekam. Perpustakaan terdiri atas berbagai jenis sesuai dengan fungsinya masing-masing, dalam skala yang lebih kecil dari perpustakaan pada umumnya terdapat Taman Bacaan Masyarakat atau TBM. TBM adalah sebuah tempat yang memiliki jumlah koleksi lebih sedikit dari perpustakaan pada umumnya, dimanfaatkan secara lagsung oleh masyarakat sekitar sebagai tempat pembelajaran alternatif dan berbagai kegiatan sosial lainnya. TBM umumnya diolah dan dikelola langsung oleh masyarakat setempat. Namun, dalam beberapa kasus masih banyak TBM yang belum mengolah koleksi bahan pustakanya. Perpustakaan Tanda Baca Pustaka merupakan salah satu dari TBM yang koleksinya belum diolah. Bahan pustaka di Perpustakaan Tanda Baca Pustaka belum diolah secara invetaris, klasifikasi, maupun katalogisasi. Koleksi yang ada hanya di dokumentasi satu persatu untuk kemudian ditaruh di akun media sosial perpustakaan, buku-buku yang ada tersebut dapat dipinjam secara online dengan ketentuan tertentu. Pada penelitian ini peneliti melakukan observasi serta wawancara langsung ke Perpustakaan untuk kemudian melakukan kegiatan pengatalogan beberapa bahan pustaka yang ada. Katalogisasi dilakukan dengan bantuan SLiMS yang merupakan salah satu dari Online Public Access Catalog (OPAC). Katalogisasi yang dilakukan yaitu dengan memasukan berbagai informasi bahan pustaka pada menu bibliografi yang terdapat di SLiMS, informasi yang di input seperti judul, pengarang, pertanyataan penanggung jawab, edisi, info spesifik atau detail, kode item, GMD, tipe konten, tipe media, tipe pembawa, frekuensi, nomor ISBN/ISSN, nama penerbit, tahun terbit, tempat terbit, kolasi, judul seri, klasifikasi, call number, subjek, bahasa, abstrak atau catatan, gambar sampul, lampiran dokumen, serta bibliografi data yang berkaitan. Dari proses tersebut peneliti telah berhasil mengkatalogisasikan sejumlah 26 eksemplar buku dengan 25 judul. Adapun saran agar Perpustakaan dapat terus dikembangkan, diolah, dan dikelola dengan baik karena keberadaanya sangat bermanfaat bagi masyarakat sekitar terutama anak-anak dan kalangan remaja.