Rancang Bangun Akun Instagram sebagai Sarana Informasi Perpustakaan Wacana Teknologi SMKN 1 Majalengka
Universitas Padjadjaran; Universitas Padjadjaran; Universitas Padjadjaran
Abstrak
Perpustakaan Wacana Teknologi merupakan perpustakaan yang dinaungi oleh SMKN 1 Majalengka. Perpustakaan tersebut memiliki pengembangan yang signifikan sejak tahun 2020, namun perkembangan tersebut tidak dibarengi dengan adanya media informasi yang baik sehingga banyak yang belum mengetahui tentang informasi terkait perpustakaan tersebut. Maka dari itu perlu adanya sebuah media untuk mewadahi informasi agar Perpustakaan Wacana Teknologi SMKN 1 Majalengka dapat dikenali lebih baik lagi oleh warga sekolah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Action Research atau Penelitian Tindakan berdasarkan model Burns dengan lima tahapan pada siklus pertama dan empat tahapan pada siklus lanjutan. Data penelitian diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi di lokasi. Penelitian dilaksanakan dua siklus dengan hasil berupa akun Instagram dengan username @perpus.stemanika, akun Instagram tersebut dapat diakses dengan mudah dan telah berjalan dan dikelola oleh Staf Perpustakaan Wacana Teknologi SMKN 1 Majalengka. Akun Instagram ini dapat digunakan sebagai media penyebaran informasi Perpustakaan Wacana Teknologi SMKN 1 Majalengka.
Abstract
The Technology Discourse Library is a library managed by SMKN 1 Majalengka. The library has a significant development since 2020, yet this development has not done simultaneously with a proper media for sharing information, this causing the libary to be less well known by school users. Therefore, the school need a media that could be used for sharing information to help the library to be less unknown. The research method use in this paper is Action Research model by Burns with five steps on the first cycle and four steps on the continuation cycle. The data in this paper retrieved through interview, observation, and documentation. This research went through two cycles with result in the form of an Instagram account with @perpus.stemanika as username and managed by Technology Discourse Library SMKN 1 Majalengka's staff. This Instagram account can be used as media for sharing information by Technology Discourse Library SMKN 1 Majalengka.
Keywords:
Instagram
· Media Infromation
· School Library
Introduction
A. Pendahuluan Perpustakaan Wacana Teknologi SMKN 1 Majalengka memiliki koleksi lebih dari 5000 eksemplar dengan bangunan yang terdiri dari dua lantai. Selain hal itu, terdapat berbagai fasilitas yang mampu menunjang berbagai kegiatan di sekolah, yakni diantaranya terdapat area baca individu, area baca kelompok, area baca lesehan, akses internet dengan PC berjumlah 6 unit, fasilitas print, studio mini, dan lainnya. Sebagian 73 dari fasilitas tersebut merupakan fasilitas yang disediakan perpustakaan setelah bergantinya kepala perpustakaan sejak tahun 2020. Saat ini perpustakaan tersebut sudah berada dalam sistem digital yang mana sebelumnya masih dalam sistem manual. Pandemi itu lumayan distrupsi gede gitu yah untuk kami di perpustakaan itu karena kan yang namanya perpustakaan, layanannya sangat sangat tergantung ke kedatangan pegunjung kan ... Sementara ini belum, kita belum punya kanal khusus untuk perpustakaan ... Mungkin ini salah satu penyebab kenapa traffic- nya kurang, karena kurang informasi. (Wawancara dengan Bapak Indra, 20 September 2022) Berdasarkan hasil wawancara dengan Bapak Indra yang merupakan Kepala Perpustakaan Wacana Teknologi SMKN 1 Majalengka menyebutkan bahwa pandemi menjadi sebuah gangguan yang besar bagi perpustakaan karena adanya perubahan dalam jumlah kedatangan pengunjung. Selain itu, Bapak Indra juga menyebutkan bahwa perpustakaan tersebut masih belum memiliki sebuah media untuk menyebarkan informasi. Hasil wawancara tersebut menunjukkan bahwa berbagai informasi untuk akses perpustakaan dapat diketahui hanya jika pengguna mengunjungi langsung ke perpustakaan, serta ketika ada dorongan melalui guru yang mengajar di sekolah tersebut. Masa pandemi yang dilalui mengakibatkan sekolah melakukan proses pembelajaran secara daring, hal tersebut menyebabkan penurunan akan alur penyebaran informasi mengenai perpustakaan. Dengan demikian Perpustakaan Wacana Teknologi SMKN 1 Majalengka membutuhkan sebuah media untuk menyebarkan informasi yang fleksibel dalam akses waktu dan tempat. Perpustakaan turut berperan dalam bidang pendidikan dimana perpustakaan menjadi salah satu penunjang yang mampu meningkatkan kualitas sumber belajar serta sebagai wadah dalam seluruh disiplin ilmu pengetahuan (Mangnga, 2015). Perpustakaan yang bersifat dinamis tersebut dapat mengikuti perkembangan zaman, dengan adanya teknologi yang turut berkembang pun ikut memperbarui konsep perpustakaan menjadi lebih luas. Tak hanya media cetak, namun perpustakaan juga memperluas jangkauannya dengan mengelola sumber informasi dengan bentuk elektronik (Mangnga, 2015). Perpustakaan sekolah memiliki peran sebagai salah satu pendorong siswa dalam mencapai baik tujuan dari pendidikan di sekolah ataupun prestasi lainnya dengan menyediakan tenaga pustakawan, kualitas koleksi yang baik, ragam layanan yang menduduk aktifitas belajar mengajar di sekolah dengan cara yang menarik (Mangnga, 2015). Menurut Kartika, Husni, dan Millah (2019) sarana adalah berbagai hal yang digunakan untuk sebuah penyelenggaraan dimana sarana ini merupakan sesuatu yang dapat dipindahkan sementara prasarana sendiri merupakan kebutuhan atau fasilitas mendasar yang secara tidak langsung menunjang seluruh kegiatan yang ada. Baik prasarana ataupun sarana merupakan sesuatu yang begitu dibutuhkan demi keberlangsungan seluruh kegiatan yang ada dalam sebuah organisasi. Demikian perpustakaan yang membutuhkan sarana dan prasarana demi berlangsungnya seluruh kegiatan di Perpustakaan. Diseminasi informasi merupakan sebuah proses yang terdiri dari perencanaan, pengarahan, dan pengelolaan untuk meminimalisir ketidakpastian akan suatu hal (Saleh et al., 2021). Setiap individual tentunya akan mencari informasi yang mereka butuhkan ketika adanya kesadaran bahwa jumlah pengetahuannya akan suatu hal masih jauh dari kata lengkap. Informasi merupakan suatu aspek yang ada di dalam pengetahuan, pengetahuan pun merupakan salah satu kunci untuk bertahan dalam berbagai kemajuan yang sedang berjalan di dunia (Saleh et al., 2021) Menurut Ati, dkk (2012) informasi dapat dimaknai dengan tiga cara yakni informasi sebagai suatu proses, informasi sebagai pengetahuan, dan informasi sebagai 74 suatu wujud yang disajikan secara nyata dari suatu pengetahuan. Informasi sebagai suatu proses merupakan pandangan dari sisi berbagai kegiatan yang kemudian membentuk suatu informasi. Informasi sebagai pengetahuan sendiri dipandang dari berbagai entitas abstrak yang tak terhingga jumlahnya yang kemudian diolah oleh para penerima informasi, setiap penerima informasi mungkin dapat memiliki pemahaman yang berbeda antara satu sama lain. Kemudian informasi sebagai suatu benda yakni berbagai entitas berupa bentuk dan simbol yang dirasakan oleh pancaindera menusia yang membutuhkan proses lebih lanjut. Proses digital di dunia ini telah berkembang, aktivitas masyarakat menjadi lebih modern dan praktis. Begitu pula dengan penyebaran informasi, seperti yang disebutkan Sagiyanto & Nasution (2022) bahwa diseminasi informasi kini berubah menjadi lebih luas dengan adanya digital, informasi tersebut membentuk sebuah konten digital yang mana sebelum adanya digital diseminasi informasi masih menggunakan media massa yang bersifat analog. Dollarhide (2021) mendeskripsikan media sosial sebagai salah satu hasil perkembangan teknologi berbasis komputer yang memberikan berbagai fungsi seperti untuk saling membagikan ide, pemikiran, dan informasi melalui jejaring internet dan bersifat virtual. Pada dasarnya media sosial berbasis internet ini merupakan medium komunikasi yang cepat karena selain menyampaikan teks, media sosial juga dapat mengirimkan video, gambar, hingga dokumen dengan cepat. Media sosial sendiri dapat diakses melalui gawai yang terhubung dengan internet. Media sosial menjadi sebuah wadah bagi para penggunanya tanpa membedakan setiap individu dalam interaksi di dalamnya sehingga media sosial tersebut mampu menciptakan sebuah relasi antar pengguna tanpa ada pembatas apapun (Sari & Basit, 2020). Selain itu media sosial berperan aktif dalam penyebarluasan informasi sebagaimana yang dikatakan oleh Meilinda (2018) bahwa media sosial memberikan kemudahan untuk seseorang menerima atau menyampaikan informasi, berinteraksi dengan orang lain, bahkan hingga memperlebar cakupan relasi karena media sosial memangkas permasalahan yang berkaitan dengan jarak dan juga waktu, serta penyebaran informasi yang tidak perlu mengeluarkan biaya yang banyak. Instagram merupakan salah satu media sosial yang mengutamakan foto dan video sebagai poin utama yang disebarkan secara gratis kepada para pengikut (followers) atau kepada sejumlah teman yang terpilih. Teman atau para pengikut tersebut dapat melihat, memberi komentar, dan menyukai kiriman yang dibagikan oleh seseorang di Instagram. Adanya interaksi tersebut dan juga fokus terhadap foto dan video menjadikan media sosial Instagram mampu menyampaikan informasi dengan lebih mendetail. Berdasarkan statistik yang dibuat oleh We Are Social, Instagram berada di peringkat kedua untuk media sosial yang sering digunakan oleh penduduk Indonesia pada bulan Februari tahun 2022 di mana pengguna Instagram mencapai 84,8%. 75 Supriyatno (2019) meneliti tentang media sosial dan strategi apa yang digunakan oleh Perpustakaan UIN Sunan Ampel sekaligus bertujuan untuk mengetahui persepsi mahasiswa mengenai efektifitas pemanfaatan media sosial sebagai sarana penyebaran promosi layanan perpustakaan di UIN Sunan Ampel. Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian pendekatan kuantitatif deskriptif dengan data yang dikumpulkan melalui observasi dan interview kepada akun media sosial dan pengelola akun dan penyebaran kuesioner kepada para followers/friends di media sosial. Berdasarkan hasil penelitian tersebut ditemukan bahwa Perpustakaan UIN Sunan Ampel Surabaya menggunakan media sosial Instagram dan Facebook, serta penggunaan media sosial dalam menjadi sarana promosi perpustakaan bersifat efektif sekali untuk digunakan sebagai sarana promosi perpustakaan di Perpustakaan UIN Sunan Ampel Surabaya. Dengan penelitian tersebut dapat menunjukkan bahwa penggunaan media sosial yang salah satunya merupakan Instagram dapat digunakan sebagai sarana promosi. Berdasarkan berbagai pemaparan yang telah disebutkan sebelumnya menunjukkan bahwa Instagram dapat digunakan sebagai sarana promosi dan penyebaran informasi untuk perpustakaan SMKN 1 Majalengka sehingga dengan demikian peneliti hendak merancang akun Instagram sebagai upaya untuk memudakan akses para pemustaka kepada informasi yang berkaitan dengan Perpustakaan Wacana Teknologi SMKN 1 Majalengka.
Method
B. Metode Penelitian Penelitian Action Research (Penelitian Tindakan) merupakan penelitian yang terjun secara langsung ke dalam praktik penelitian di lapangan. Dimana penelitin tersebut bertujuan untuk memberikan sebuah perubahan dengan cara mengembangkan atau membuat sesuatu yang dapat meningkatkan kualitas objek penelitian (Madya, 2011). Suharsaputra (2012) menyebutkan bahwa penelitian tindakan tersebut memiliki karakteristik yaitu adanya upaya perubahan dalam praktik sosial yang sebelumnya kurang baik berkembang menjadi lebih baik sehingga memunculkan sebuah pengetahuan melalui tindakan yang telah dilakukan oleh praktisi yang turut bertindak dalam penelitian tersebut. Praktisi merupakan sebuah pendorong dalam penelitian tindakan untuk perubahan yang akan dibuat dengan melakukan sebuah kolaborasi bersama partisipan yang turut meningkatkan dan memperluas penelitian tindakan yang dilakukan (Suharsaputra, 2012). Madya (2011) mengemukakan bahwa tujuan utama untuk penelitian ini adalah untuk memberikan perubahan perilaku baik dari sisi peneliti maupun dari sisi orang lain. Model Action Research oleh Burns terdiri dari lima tahapan dalam siklus pertama, dan empat tahapan dalam siklus lanjutan. Siklus Pertama terdiri dari refleksi awal, perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Sementara pada siklus lanjutan terdiri dari perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. 76 Penelitian ini dilakukan berdasarkan tahapan dalam model Burns yang mana terdiri dari Refleksi Awal, Perencanaan, Tindakan, Observasi, serta Refleksi: 1. Refleksi Awal, dilakukan dengan tujuan utnuk mengetahui berbagai hal yang ada dilapangan sebelum tindakan dilakukan. Peneliti melaksanakan tahap refleksi awal dengan melakukan pengamatan serta wawancara perpustakaan sekolah dengan perpustakaan sekolah. 2. Perencanaan, rencana tindakan disiapkan berdasrkan refleksi awal yang telah dilakukan dengan tujuan ntuk menyiapkan persiapan media promosi dan informasi perpustakaan berbasis media sosial Instagram. Isi dari media sosial Instagram tersebut akan berisi seputar informasi terkait berbagai hal yang ada di perpustakaan Wacana Teknologi SMKN 1 Majalengka hingga informasi mengenai perpustakaan secara umum. 3. Tindakan, mulai melaksanakan terkait apa yang telah direncanakan. Pada tindakan pertama peneliti akan berdiskusi terlebih dahulu bersama staf perpustakaan mengenai akun Instagram dan aplikasi apa yang akan digunakan dalam desain feeds Instagram nantinya, kemudian mengelola akun Instagram tersebut dengan cara yang telah disusun pada tahap perencanaan. 4. Observasi, peneliti akan mengamati beberapa hal seperti kekurangan dan hambatan yang ada setelah dilakukan kemudian merangkum seluruh kekurangan dan hambatan tersebut sebagai data yang dibutuhkan dalam penelitian. Terdapat beberapa hal yang akan diperhatikan yakni pengamatan berdasarkan indikator keberhasilan, efektifitas rencana, serta kemudahan dalam pengelolaan. 5. Refleksi, semua data yang terkumpul dari hasil pengamatan akan dikaji ulang dan dianalisa kembali untuk menemukan adanya masalah atau tidak dalam tindakan yang telah dilakukan. Apabila terdapat masalah yang dihasilkan dari siklus ini, maka pengkajian ulang pada siklus berikutnya pun akan dilakukan. Adapun indikator keberhasilan yang menjadi sebuah acuan untuk mengetahui hasil dari penelitian tindakan yang telah dilakukan. Tercapai atau tidaknya tujuan dari penelitian ini dapat dilihat melalui indikator keberhasilan sebagaimana indikator yang telah dibuat oleh peneliti sebagai berikut: Tabel 1: Indikator Keberhasilan No Aspek Keadaan Sebelum Penelitian Keadaan Setelah Penelitian 1 Media Belum ada media penyebaran Terdapat akun Instagram sebagai infromasi dan promosi mengenai media penyebaran informasi dan promosi mengenai Perpustakaan 77
Discussion
C. Pembahasan Siklus I 1. Refleksi Awal Berdasarkan observasi dengan cara memperhatikan lingkungan sekitar. Pengelola potensial akun Instagram terdiri dari OSIS divisi Perpustakaan, Tim Media, dan Staf Perpustakaan. Dikarenakan siswa yang sedang dalam kegiatan belajar mengajar sehingga sulitnya mendapatkan titik temu untuk mendiskusikan mengenai akun Instagram, maka Staf Perpustakaan yang kemudian akan mengelola akun Instagram Perpustakaan Wacana Teknologi SMKN 1 Majalengka. Peneliti juga melakukan diskusi dengan Ibu Dhini sebagai staf perpustakaan SMKN 1 Majalengka yang akan mengelola akun Instagram perpustakaan. Berdasarkan hasil diskusi, Bu Dhini belum pernah mengelola akun Instagram yang bersifat formal dan hanya pernah mengelola milik pribadi, menggunakan aplikasi Canva dengan beberapa template yang telah tersedia, kemudian melakukan proses download melalui Google Drive, belum pernah menggunakan Google Calendar. 2. Perencanaan Perencanaan dilakukan menyesuaikan dengan hasil observasi dan diskusi. Mulai dari menentukan konten yang akan dimuat, pembuatan kalender unggahan, serta mentukan fitur, warna, dan font yang akan digunakan. Dimulai dari penyusunan berbagai konten yang nantinya akan diunggah menyesuaikan dengan jadwal kalender yang dibuat. Isi konten tersebut merupakan informasi yang berkaitan dengan perpustakaan sehingga dapat memudahkan baik pustakawan dan pemustaka dalam mengunjungi atau meminjam bahan pustaka di perpustakaan. Selain itu dengan adanya akun Instagram ini diharapkan agar pustakawan tahu bahwa Perpustakaan Wacana Teknologi SMKN 1 Majalengka lebih dari sekedar tempat meminjam dan mengembalikan buku pelajaran saja. dari: Berbagai konten yang nantinya akan dimuat ke dalam akun Instagram terdiri a. Konten Seputar Perpustakaan Wacana Teknologi; diunggah setiap tahun ajaran baru, terdiri dari: Layanan Sirkulasi, tata cara berkunjung, jadwal layanan perpustakaan, etika berkunjung ke perpustakaan, informasi fasilitas perpustakaan, pengenalan staf perpustakaan. b. Konten mingguan/bulanan; terdiri dari: Koleksi terbaru, koleksi populer, koleksi yang jarang diketahui, apresiasi pemustaka. c. Konten tambahan; terdiri dari: Ucapan hari raya, ucapan selamat, pengumuman, dokumentasi, informasi perpustakaan. Kalender yang dimaksud merupakan sebuah jadwal yang telah disusun dengan fungsi sebagai pegangan akan waktu untuk mengunggah konten yang telah 78 ditentukan. Konten yang akan diunggah dalam satu minggu berjumlah minimal dua unggahan diantara koleksi terbaru, koleksi populer, dan koleksi yang jarang diketahui. Kemudian ditambah dengan konten lainnya yang dapat diunggah secara fleksibel. Fitur yang digunakan oleh Perpustakaan Wacana Teknologi SMKN 1 Majalengka terdiri dari Post, Stories, dan Highlights. Warna yang dipilih dalam pembuatan desain Instagram perpustakaan adalah warna yang berdekatan atau masih dalam lingkup kuning, hitam, merah, dan biru. Dimana warna tersebut merupakan warna yang ada dalam logo SMKN 1 Majalengka. Untuk font yang dipilih untuk setiap unggahan Instagram adalah ABeeZee, font tersebut merupakan font bawaan dari Canva. Dengan ukuran font untuk judul sebesar 39pt dan menggunakan Bold. 3. Tindakan Peneliti melakukan diskusi dengan Ibu Dhini selaku pustakawan yang kemudian akan mengelola akun Instagram tersebut dan memulai pelatihan mengenai cara menggunakan Canva serta bagaimana menyusun jadwal kalender persatu bulan untuk membuat konten yang akan diunggah dalam kurun waktu tersebut. Latihan menggunakan Canva tersebut dilakukan secara bersamaan dengan pembuatan konten untuk satu bulan. Tabel 2. Kalender Konten Tanggal Kategori Konten Deskripsi Konten Urutan Gambar 1 Nov Pembukaan 01, 02, 03 4 Nov Seputar Perpustakaan Sirkulasi Peminjaman 04 7 Nov Seputar Perpustakaan Jadwal Sirkulasi 05 10 Nov Seputar Perpustakaan Peraturan Perpustakaan 06 10 Nov Hari Raya Hari Pahlawan 07 11 Nov Dokumentasi Acara Maulid Nabi 08 12 Nov Hari Raya Hari Ayah 09 16 Nov Informasi Bahan Pustaka Bahan Pustaka Populer 10 17 Nov Hari Raya Hari Pelajar Nasional 11 22 Nov Informasi Bahan Pustaka Bahan Pustaka Promosi 12 25 Nov Hari Raya Hari Guru 13 29 Nov Apresiasi Pemustaka Pemustaka Terbaik 14 Dimulai dari membuat latar belakang berurut yang akan digunakan selama satu bulan, latar belakang ini terlebih dahulu dibuat dalam Canva dengan ukuran 3240 x 6480 px yang nantinya jika dibagi menyesuaikan ukuran Instagram maka akan menghasilkan latar belakang untuk 18 kali unggahan. 79 Pembuatan konten dilakukan secara bertahap selama beberapa hari untuk melakukan latihan awal. Terdapat enam konten yang dibuat pada siklus pertama yakni: Konten Sirkulasi Peminjaman, Konten Jadwal Perpustakaan, Konten Peraturan Perpustakaan, Konten Hari Pahlawan, Konten Dokumentasi Maulid Nabi, dan Konten Hari Ayah. Kemudian konten tersebut diunggah sesuai dengan kalender unggahan yang telah dibuat sebelumnya. Stories digunakan untuk memperluas jangkauan konten yang diunggah, dengan cara membuat story mengenai konten yang baru saja diunggah pada hari itu. Dengan demikian jangkauan akun tersebut akan menjadi lebih maksimal. 4. Observasi Hal yang diamati pada siklus I ialah dengan memperhatikan bagaimana proses pengajaran dan pengelolaan akun Instagram yang disesuaikan dengan kemudahan dan efektifitas dalam pengelolaan akun tersebut selama dua belas hari mulai dari tanggal 1 November hingga 12 November 2022. Terdapat temuan yang terjadi selama melakukan tindakan pada siklus I. Diantaranya adalah pembuatan desain untuk latar belakang masih terlalu rumit, terlebih ketika desain latar belakang nampak berhubungan dari konten satu ke konten yang lainnya. Hal tersebut juga menyebabkan adanya kesulitan jika terdapat konten yang perlu diunggah secara spontan dimana konten tersebut tidak ada dalam kalender yang sudah dibuat. Salah satu contohnya adalah ketika adanya Hari Pahlawan dan dokumentasi acara Maulid Nabi yang terlewat dan tidak termasuk ke dalam kalender konten sehingga menyebabkan adanya permasalahan pada pembuatan desain konten. 80 5. Refleksi Pada tahap ini peneliti menganalisis dari hasil tahapan-tahapan sebelumnya untuk mengevalusi kesesuaian akan tindakan dengan indikator keberhasilan dengan menelaah tindakan hasil observasi yang telah dilakukan, terdapat beberapa kendala yang masih dialami saat melakukan tindakan yaitu dalam pengelolaan akun Instagram itu sendiri. Selain menganalisis, tahapan ini juga melakukan evaluasi untuk memperbaiki seluruh kendala yang dialami pada tahapan sebelumnya. Untuk tahapan refleksi juga dilakukan dengan diskusi bersama Ibu Dhini sebagai staf yang akan mengelola akun tersebut serta Bapak Indra sebagai Kepala Perpustakaan untuk mengetahui akan tambahan atau pun saran untuk akun Instagram Perpustakaan Wacana Teknologi SMKN 1 Majalengka. Ibu Dhini memberikan saran untuk adanya penambahan daftar tanggal untuk hari peringatan serta hari perayaan sehingga dapat meminimalisir terlewatnya konten tersebut dan pembuatan tutorial untuk tutorial pembuatan latar belakang serta tutorial unduh gambar dan posting di Instagram. Serta perlunya perubahan latar belakang agar dapat lebih fleksibel dalam penggunaannya. Sementara Bapak Indra telah menyetujui mengenai pengelolaan akun Instagram tersebut. Berdasarkan observasi yang dilakukan pada tahapan sebelumnya, perlu ada perubahan dalam desain untuk memudahkan pengelola dalam menambahkan konten yang sebelumya tidak tercantumkan di kalender yang sudah dibuat. Siklus II 1. Perencanaan Tahapan perencanaan di siklus II ini dilaksanakan berdasarkan pada refleksi sebelumnya. Terdapat tiga hal yang perlu diperbaiki agar pengelolaan akun Instagram menjadi lebih efektif. Pada tahap tindakan yang akan dilakukan setelah perencanaan, peneliti akan membuat daftar dtnggal hari perayaan dan hari peringatan, tutorial, dan merubah desain latar belakang. Selain itu penambahan highlights yang belum dibuat pada siklus I pun turut menjadi bagian dari perencanaan pada siklus II dimana telah terdapat beberapa konten yang sudah diunggah. 2. Tindakan Tindakan pada siklus kedua ini kembali diputuskan berdasarkan permasalahan yang ada di mana telah disebutkan pada tahap observasi dan refleksi di Siklus I. Perlunya daftar tanggal hari perayaan dan hari peringatan, tutorial, serta perubahan desain latar belakang. Daftar Tanggal yang dibuat pada tindakan sendiri dilakukan oleh Ibu Dhini. Yang dibuat setahun sekali dengan bentuk tabel yang kemudian diunggah pada akun Gdrive milik Perpustakaan Wacana Teknologi SMKN 1 Majalengka. Daftar Tanggal tersebut dipilih berdasarkan keterkaitannya dengan dunia pendidikan dan juga perpustakaan. Pada tahun 2022, daftar tanggal tersebut hanya terdiri dari bulan Desember. Tutorial dibuat berdasarkan permintaan Ibu Dhini yaitu terdiri dari tutorial pembuatan latar belakang bulanan dan juga tutorial mengunduh dokumen yang kemudian megunggah konten di Instagram. Tutorial pembuatan latar belakang bulanan terdiri dari sebelas tahapan. Mulai dari menentukan ukuran kanvas hingga menyimpan latar belakang tersebut ke dalam Google Drive. Sementara untuk tutorial untuk pengunduh dokumen dan mengunggah di Instagram terdiri dari lima tahapan. Pada Siklus I, latar belakang dibuat secara berkesinambungan antara satu dengan yang lainnya. Hal itu cukup mempersulit terlebih ketika ada penambahan 81 konten tertentu. Dengan demikian desain latar belakang diubah menjadi lebih fleksibel sehingga memudahkan apa bila ada konten tambahan. Highlights dibuat ketika sudah terdapat tiga konten yang dibutuhkan dalam jangka panjang, yaitu: Peraturan Perpustakaan, Alur Peminjaman dan Pengembalian Bahan Pustaka, dan Jadwal Layanan Sirkulasi. 3. Observasi Pada siklus II, terdapat beberapa hal yang diamati. Yakni pembuatan kalender, pembuatan konten di aplikasi Canva, serta mengunggah konten ke akun Instagram menyesuaikan dengan jadwal yang telah dibuat sebelumnya. Pengamatan ini dilakukan mulai tanggal 16 November 2022 hingga 13 Desember 2022. Terdapat beberapa temuan baru ke arah yang lebih baik pada siklus II. Diantaranya adalah pengelola akun Instagram sudah dapat membuat desain dan mengunggah konten ke akun Instagram secara mandiri, fleksibilitas dalam pembuatan konten menjadi lebih baik. Serta beberapa konten yang telah diunggah diantaranya Konten Bahan Pustaka Populer, Konten Hari Pelajar, Konten Bahan Pustaka Promosi, Konten Hari Guru, Konten Apresiasi Pemustaka, Dokumentasi, Pembukaan Bulan Desember, Konten DDC, dan Konten Koleksi Populer. Setelah itu Highlights dibuat. Highlights terdiri dari tiga konten yang terdapat di akun perpustakaan. Cover dibuat dengan warna biru, hitam, dan putih. Untuk konten yang dimasukkan ke dalam highlights terdiri dari: Peraturan Perpustakaan, Alur Peminjaman dan Pengembalian Bahan Pustaka, dan Jadwal Layanan Sirkulasi. 4. Refleksi Pada tahapan ini peneliti kembali mengamati dan menganalisis setiap hasil dari tindakan yang sudah dilakukan sebelumnya, dengan menyesuaikan data yang telah terkumpul pada data yang dikumpulkan pada tahapan sebelumnya. Evaluasi pun turut dilakukan untuk menyesuaikan dengan kebutuhan di lapangan dengan berkoordinasi dengan Bapak Indra selaku Kepala Perpustakaan Wacana Teknologi SMKN 1 Majalengka serta staf perpustakaan yang mengelola akun Instagram, yaitu Ibu Dhini. Analisis hasil dari tindakan yang sudah dilakukan pada siklus II ini pun turut mengacu pada indikator keberhasilan yang telah dibuat. Pada indikator keberhasilan bagian keadaan sebelum pelaksanaan penelitian, Perpustakaan Wacana Teknologi SMKN 1 Majalengka belum memiliki media untuk menyebarkan informasi dan mempromosikan Perpustakaan Wacana Teknologi SMKN 1 Majalengka, untuk penyebaran informasi sebelumnya pun masih dilakukan secara offline, serta staf 82 perpustakaan yang masih belum memahami bagaimana pengelolaan media sosial Instagram. Setelah melakukan penelitian, didapati bahwa kini Perpustakaan Wacana Teknologi SMKN 1 Majalengka telah memiliki akun Instagram sebagai media penyebaran informasi serta promosi perpustakaan, hal itu menjadikan Perpustakaan Wacana Teknologi SMKN 1 Majalengka memiliki sebuah media yang dapat menyebarkan informasi serta promosi secara online, serta staf perpustakaan mampu mengelola akun Instagram tanpa ada kendala lain yang muncul. Hal tersebut menunjukan bahwa penelitian ini telah berhasil mencapai indikator yang dibuat. Pada siklus II, akun Instagram sudah sesuai dengan harapan Kepala Perpustakaan Wacana Teknologi SMKN 1 Majalengka serta sudah cukup mudah pengelolaannya bagi staf perpustakaan. Tabel 3: Indikator Keberhasilan No Aspek Keadaan Sebelum Penelitian Keadaan Setelah Penelitian 1 Media Belum ada media penyebaran Akun Instagram telah tersedia dengan infromasi dan promosi mengenai username (@perpus.stemanika) yang Perpustakaan Wacana Teknologi berfungsi sebagai media penyebaran SMKN 1 Majalengka informasi dan promosi mengenai Perpustakaan. 2 Pengelo Belum memahami bagaimana Akun Instagram @perpus.stemanika laan pengelolaan media sosial dikelola oleh staf perpustakaan, Ibu Instagram Dhini. Ibu Dhini telah memahami bagaimana pengelolaan media sosial Instagram dan cara mendesain melalui aplikasi Canva 3 Jangkau Informasi dan promosi mengenai Informasi dapat disebarkan melalui an Perpustakaan SMKN 1 Majalengka akun Instagram @perpus.stemanika dilakukan secara offline sehingga jangkauan informasi dapat menjadi lebih luas dari sebelumnya. 83
Conclusion
D. Kesimpulan Pada siklus I dimulai dengan pengayaan sayembara logo perpustakaan, memberikan pelatihan cara mendesain melalui Canva sampai mengunggah ke Instagram, serta pembuatan kalender untuk pengingat. Selain itu pada siklus I telah terdapat beberapa konten yang telah diunggah, yaitu: Konten Sirkulasi Peminjaman, Konten Jadwal Perpustakaan, Konten Peraturan Perpustakaan, Konten Hari Pahlawan, Konten Dokumentasi Maulid Nabi, dan Konten Hari Ayah. Sementara pada siklus II terdapat beberapa tambahan dan perbaikan yang diantaranya yaitu: membuat daftar tanggal hari perayaan dan hari peringatan, membuat 83 tutorial pembuatan latar belakang bulanan dan juga tutorial mengunduh dokumen yang kemudian megunggah konten di Instagram, pembuatan highlights, serta perubahan desain latar belakang. Selain itu pembuatan serta pengunggahan akun pun masih turut berjalan sesuai dengan kalender bulan Desember yang telah dibuat sebelumnya. Akun Instagram @perpus.stemanika disebarkan melalui beberapa poster yang dipasang di area perpustakan seperti: area depan perpustakaan, area lesehan siswa, area lesehan guru. Poster tersebut juga menjadi pengingat untuk para siswa agar dapat tetap tertib selama berada di dalam perpustakaan. Akun Instagram tersebut dikelola oleh Ibu Dhini yang merupakan staf Perpustakaan Wacana Teknologi SMKN 1 Majalengka. Aplikasi ataupun web yang turut digunakan dalam pengelolaan akun Instagram @perpus.stemanika sendiri diantaranya: Google Drive, Canva, dan Gmail. Dengan dibuatnya akun Instagram ini diharapkan akan adanya peningkatan dalam pengetahuan siswa mengenai Perpustakaan Wacana Teknologi SMKN 1 Majalengka serta meningkatkan angka kunjungan menjadi lebih baik lagi.