PENELITIAN P.ENDAHULUAN REALISASI PROGRAM PERPUSTAKAAN DIGITAL TERINTEGRASI DALAM UPAYA MENDONGKRAK PRESTASIAKADEMIK SISWA (Studi Kasus: ·SMK Negeri 13 Bandung)
Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 13 Bandung
Abstrak
Memasuki zaman digital yang segala sesuatunya beljalan secara cepat, siswa kemudian berpikir bahwa pergi ke perpustakaan atau mencari-cari informasi ke internet. Apalagi mayoritas siswa saatini memilikigadgetyang terkoneksi internet, mereka berpikirsederhana bahwa dengan internet maka dalam hitungan detik, apapun informasi yang diinginkan dapat diperoleh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah keberadaan pepustakaan dapat membantu siswa SMKN 13 Bandung dalam meraih prestasi akademik, mengetahui tingkat kunjungan, tujuan kedatangan dan persepsi siswa terhadap perpustakaan, mengetahui persepsi dan kesetujuan siswa tentang sistem serta program perpustakaan digital terintegrasi perpustakaan daerah jika diterapkan di SMKN 13 Bandung. Penelitian ini disusun mela/ui dua tahapan, studi literatur dan studi /apangan. Pada tahap studi literatur dikumpulkan berbagai informasi dan data mengenai prestasi akademik, perpustakaan, dan perpustakaan digital. Tahap studi lapangan dilakukan dengan teknik pengumpu/an data survei (penyebaran angket). Berdasarkan hasi/ studi literatur dan survei, dapat disimpu/kan bahwa: Keberadaan perpustakaan sangat membantu siswa SMKN 13 Bandung da/am meraih prestasi akademik. Tingkat kunjungan siswa SMKN 13 Bandung ke perpustakaan masih minim. Tujuan utama datang ke perpustakaan adalah untuk meminjam buku. Jenis buku yang sering dipinjam adalah buku penunjang seko/ah. Mayoritas responden merasa ken yam an an perpustakaan masih pada taraf biasa saja. Beberapa ha/ yang perlu dibenahi agar perpustakaan dirasa lebih nyaman adalah kerapihan dan estetika ruangan, ko/eksi buku serta sikap pegawai perpustakaan. Mayoritas siswa SMKN 13 Bandung telah mengetahui sistem perpustakaan digital adalah sistem perpustakaan IT yang terintegrasi serta terkoneksi Internet dan setuju jika sekolah mengadakan program perpustakaan digital yang terintegrasi perpustakaan daerah
Keywords:
Perpustakaan
· Kunjungan
· Prestasi Akademik
Introduction
Minat membaca menjadi salah satu unsur penting dalam dunia pendidikan. Keberhasilan (siswa) dalam pendidikan sangat ditunjang oleh minat baca yang dimilikinya. Siswa yang tidak berminat membaca, sangat kecil kemungkinannya untuk mendapatkan hasil belajar yang baik. Banyak penelitian yang telah dipublikasikan sebelumnya menyebut bahwa siswa yang lebih banyak menggunakan waktunya .untuk membaca akan memperoleh prestasi belajar yang lebih baik dibandingkan yang tidak banyak membaca. Minat baca berbanding lurus terhadap raihan prestasi siswa, kemudian berbanding lurus pula dengan kemajuan dan kemakmuran bangsa. (Suherman, 2009) Sayangnya saat ini masalah minat baca kurang mendapat perhatian, baik dari pemerintah maupun dari masyarakat. Perpustakaan yang merupakan jantung pendidikan menjadi terabaikan keberadannya. Padahal perpustakaan.seharusnya ,menjadi tempat yang :mampu memicu, memban.9kitkan sekaligus mengakomodir minat :baca siswa yang ·kemudian akan berimplikasi dalam usahasiswa meraih prestasi .akademiknya.Mengingat .bahwa perpustakaan merupakan pusatpengetahuan, seyogyanya perpustakaan menjadi salah satu tempat yang .inembantu siswa untuk dapat meraih prestasi akademik. Namun.' bagaimana dapat membantu meraih prestasi, jika pada kenyataanya perpustakaan justru kerap kali masuk dalam daftar tempat yang jarang dikunjungi siswa .. Entah karena tempatnya yang .tidak strategis, koleksi bukunya usang, tempat yang sempit dan dianggap membosankan, penataan buku yang tidak teratu·r, bahkan hingga masalah aksesnya yang hanya terbatas pada jam kerja saja. Memasuki zaman digital yang segala sesuatunya berjalan secara cepat, siswa kemudian berpikir bahwa pergi ke perpustakaan atau mencari-cari informasi ke internet. Apalagi mayoritas siswa saat ini memiliki gadget yang terkoneksi internet, mereka berpikir sederhana bahwa dengan internet maka dalam hitungan detik, apapun informasi yang diinginkan dapat diperoleh. Dengan internet siswa tidak perlu berdesakdesakan di ruangan .perpustakaan yang sempit,tidak menarik dan membosankan. Namun walaupun demikian, internet yang dapat diakses dalam waktu 'Cepat dan dari tenipat manapun yang dianggap nyaman itu kerap kali sekedar menyediakan informasi dan data yang hanya melewati operasisalin-tempel (copy-paste). Sehingga data yang diperoleh siswa pun seringkali tidak dapat dipercaya dan diragukan keotentikannya. Hal ini tentu berbeda jika siswa mencari di suatu perpustakaan, informasi dan data yang -didapatkan tentu dapat dipercaya. Dalam perkembangannya hadirlah sebuah .sistem baru yang ·mempertemukan perpustakaan dengan .internet, yakni sistem yang :kemudian disebut sebagai digital .library atau ·perpustakaan digital. 14 Perpustakaan digital dapat membantu. ·menemukan informasi' dan data yangdapat dipercaya (layaknya perpustakaanpada umumnya) sekaligus dapat diakses·kapanpun, dimanapun. ·· Perpustakaan digital -sebetulnya telah lama menjadi perspektif perpustakaan di jenjang perguruan tinggi di Indonesia. Namun untuk jenjang ·sekolah dasar dan sekolah menengah, agaknya perspektif perpustakaan yang dimiliki masih pada perpustakaan biasa, sehingga sistem perpustakaan digital sering dirasa asing. Padahal sistem perpustakaan digital dengan kemudahan aksesnya dapat menjadi sarana dalam rangka meningkatkan minat - baca siswa. Apalagi siswa zaman sekarangcenderung susah melepaskan gadget daritangannya.Melihat fenomena tersebut, penulis tertarik . untuk membuat dan mengembangkan program perpustakaan digital di SMKN 13 Bandung yang terintegrasi pada perpustakaan daerah. Untuk mendapatkan data dan mengetahui persepsi siswa tentang perpustakaan dan sistem perpustakaan digital, penulis kemudian melakukan penelitian.. Hasil penelitian dituangkan dalam karya tulis dengan judul "Penelitian Pendahuluan Realisasi Program Perpustakaan Digital Terintegrasi Dalam Upaya Mendongkrak Prestasi Akademik Siswa (Studi Kasus: SMK Negeri 13 Bandung)" ini dan dijadikan sebagai sebuah studi pendahuluan dalam upaya merealisasikan sistem perpustakaan digital (terintegrasi perpustakaan daerah) di SMKN 13 Bandung.
Method
Karya tulis ilmiah ini disusun melalui dua tahapan, studi literatur dan studi lapangan. Pada tahap studi literatur dikumpulkan berbagai informasi dan data mengenai prestasi akademik, perpustakaan, dan perpustakaan digital. Tahap studi lapangan dilakukan dengan teknik ·pengumpulan .data survei (penyebaran angket). :populasi _yang diteliti adalah siswa .aktif di SMKN 13 Bandung. Angket dibuat dalam aplikasi Google Form. .Angketdapatdiakses melalui internetmelalui linkltautan .berikut: https://docs.gooq/e. com/ forms/d/1fEYa yq01 HkmgpisgWxvPoiUxt EOmq5n Ooe vWdOB B 6Mlviewform ?cO&w=1 Jenis angket yang digunakan adalah angket tertutup dengan format menyerupai skala Likert. Jumlah pertanyaan adalah 12 buah, terdiri atas 9 ,pertanyaan pilihan ganda dan 3 buah pertanyaan uraian singkat. Angket disebarkan pada tanggal 5 s/d 7 Desember 2015 melalui grup internal siswa SMKN 13 Bandung pada media sosial Line dan Black Berry Messenger. Sehingga pemilihan sampel yang digunakan masuk dalam kategori Non Probability Sampling, dengan teknik Accidental_ Sampling. Jumlah responden total adalah 125 responden. Rekapitulasi angket dapat_ dilihat
Discussion
Dalam pendidikan formal di bangku sekolah, orang pada umumnya akan melihat tingkat prestasi akademik seorang siswa dari nilai-nilai akademik yang didapat oleh siswa tersebut. Nilai-nilai dijadikan simbol prestasi akademik karena dianggap didapat melalui tes yang terstandar. Padahal tidak dapat ditampik bahwa pada kenyataannya berbagai tes standar di sekolah justru mengalami berbagai penyimpangan dan kecurangan. Sehingga prestasi akademik tidak bisa hanya diartikan dengan nilai akademik, lebih jauh prestasi akademik merupakan perubahan tingkah laku siswa menjadi lebih baik. Perubahan tingkah laku tersebut disebabkan karena adanya situasi belajar (Sobur, 2006). Untuk meraih prestasi akademik, seseorang (termasuk siswa) harus melewati proses .belajar, dan seperti yang diutarakan (The Liang Gie, 1984), tidak ada belajar yang dapat dilaksanakan tanpa ·pembacaan. Hal. ini menunjukan .betapa besarnya korelasi antara minat :baca seorang siswa dengan raihan ,prestasi ;akademiknya di sekolah. :Kemudian ;masih dalam 'kalimat yang sama, (The Liang Gie, 1984)juga mengungkapkan bahwa gudang .bacaan adalah perpustakaan. Sehingga iepat sekali bahwa .perpustakaan ,adalah jantung ,sekolah (Suherman, 2009). ISSN 1979 -9527 mempengaruhi prestasi · akademik siswa. ,Agar,pembenahan berjalan tepat sasaran, ,maka ,harus diketahui dulu kondisi perilaku dan persepsi siswa .terhadap perpustakaan tersebut. Hasi( survei ·rnenunjukan bahwa rnayoritas responden 55,2% berkunjung -ke perpustakaan dengan tujuan rneminjarnDi Indonesia keberadaan buku, mengerjakan tugas sekolah 21,6%, .perpustakaan sekolah justru banyak mernbaca buku 15,2%, berdiskusi terabaikansehinggatidakmenariksiswanya · mengenai tugas sekolah 1,6%, dan 6,4% untuk berkunjung ke perpustakaan. sisanya melakukan kegiatan lain. Kemudian Ketertarikan siswa terhadap perpustakaan diketahui bahwa buku penunjang sekolah masih minim, ini terbukti dari hasil survei merupakan jenis· buku yang paling sering yang penulis lakukan terhadap siswa SMKN dipinjam oleh siswa dengan persentase 13 Bandung. Hasil survei menunjukan 48,8% (61 orang), diikuti dengan buku bahwa 69 dari 125 responden (55,2%) pengetahuan umum 31,2% (39 orang), hanya mengunjungi perpustakaan kurang novel 14;4% (18 orang) dan 5,6% (7 orang) dari 3 kali dalam seminggu. Bahkan, 40 dari responden meminjam buku-buku jenis 125 responden (32%) menyatakan da_lam, lain. Data tersebut menunjukan bahwa seminggu mereka tidak pernah berkunjuilg perpustakaan memang turut mernbantu ke perpustakaan. Angka tersebut siswa dalam proses belajar, terutama untuk mengisyaratkan bahwa rninat berkunjung mendapatkan akses pada buku penunjang siswa SMKN 13 Bandung masih pada pelajaran di sekolah. tingkat menengah ke,bawah. Dari . data, pertarna diketahui bahwa minat siswa untuk berkunjung ke perpustakaan masih minim. Sesuai dengan uraian sebelurnnya, hal ini tentu akan mempengaruhi minat baca siswa, kemudian berdampak pada raihan prestasi akademik siswa tersebut. Kondisi ini harus segera dibenahi, karena peran perpustakaan ·sangat signifikan dalam mendukung prosesbelajar siswa (Suherman, 2009).Survei menunjukan bahwa dalam kaitan antara keberadaan perpustakaan dan prestasi akademik, 37,6% responden menyatakan bahwa perpustakaan sangat membantu meningkatkan prestasi akademik, mereka. Kemudian 39,2% menyatakan cukup rnembantu, .21, 6% menyatakan biasa saja dan sisanya 1,6% menyatakan sarna sekali tidak rnembantu. Maka pembenahan kondisi perpustakaan ·memang harus segera dilakukan. Jikakondisi tersebut dibiarkan lebih berlarutlarut dan ·tidak cepat ditangani maka akan18 Mengenai kenyarnanan perpustakaan, hasil survei rnenunjukan bahwa 52,8% (66 orang) responden merasa biasa-biasa saja kefika berada di lingkungan perpustakaan. lni rnenunjukan bahwa sebetulnya tingkat kenyarnanan perpustakaan masih belum terlalu optimal, meskipuri memang 43,2% ,(54 orang) responden rnenyatakan nyaman. Bahkari 4% (5 orang) responden masih rnenyatakan !idak nyaman. Lalu, terkait faktor apa yangmembuat perpustakaan terasa nyaman/ tidak nyaman, jawaban responden cukup beragarn. Namun jika dirurnuskan rnaka dapat diketahui bahwa faktor yang mernpengaruhi sebuah perpustakaan nyarnan atau tidak adalah lokasi, kerapihan dan kebersihan ruangan serta rak buku, fasilitas, lalu estetika perpustakaan. Faktor'faktor itu jugalah yang menurut responden ·perlu dibenahi, -karena menurut rnerekaperpustakaan sekolah masih kurangmernperhatikan faktor0faktor , tersebutsehingga mengurangi kenyarnanan dan minat mereka .untuk .berkunjung ·ke perpustakaan. 'Data hasil survei juga menunjukan bahwa agar perpustakaan dapat .menjadi tempat yang lebih nyaman, menarik dan diminati oleh pelajar, responden memberikan ·saran yang cukup .beragam. Namun · responden cenderung ·menyoroti masalah layout ruangan, estetika, fasilitas pendukung, koleksi dan tata letak buku, serta sikap dari pegawai perpustakaan agar dike Iola dan diatur lebih baik lagi. Kemudian selain itu responden juga menyarankan proses peminjaman buku lebih dipermudah, dan akses ke perpustakaan agar ditambah jam operasionalnya. Dari uraian data-data diatas, terlihat bahwa perpustakaan memiliki andil · yang cukup besar dalam kegiatan belajar siswa. Tujuan dan kegiatan siswa di perpustakaan juga erat kaitannya dengan kepentingan siswa untuk memperoleh hasil belajar dan prestasi akademik yang lebih baik. lni kemudian lebih jelas terlihat lagi ketika responden menyarankan agar akses ke perpustakaan ditambahjam operasionalnya. Saran tersebut dapat direalisasikan denganmenerapkan program perpustakaan digital. Perpustakaan digital yang terkoneksi pada internet memungkinkan siswa untuk mengakses koleksi perpustakaan kapanpun dimanapun. Selain itu, perpustakaan digital memiliki keunggulan dalam kecepatan pengaksesan data (Suherman, 2009). Mayoritas responden 57,6% (72 orang) mengaku telah mengenal istilah perpustakaan digital. Persentase responden yang tidak pernah mendengar istilah tersebut adalah sebesar 42,4% (53 orang). Meskipun demikian, hanya 20% (25 orang) responden saja yang pernah melakukan akses pada perpustakaan digital. Sisanya 100 orang (80%) menyatakan tidak pernah melakukan akses pada perpustakaan digital. Mayoritas responden ·telah niengetahui bahwa perpustakaan digital merupakan sebuah perpustakaan yang dibangun dengan sistem IT (51,2%), dapat diakses tanpa batasan waktu buka kantor (26,4%), dan perpustakaan yang dapat diakses kapanpun-dimanapun. .o;ao/oresponden .menjawab dengan pilihan lain sementara sisanya 13;6%menyatakan tidak mengetahui apapun tentang perpustakaan digital. Mengenai setuju atau tidak dikembangkannya perpustakaan digital di sekolah, 9,6% responden tidak setuju dengan sistem perpustakaan digital 1:ersebut. Namun 90,4% responden menyatakan setuju jika sekolah membangun sebuah sistem perpustakaan digital yang menginduk pada perpustakaan daerah. Artinya siswa memang telah siap menerima kehadiran perpustakaan digital di sekolah. Respondenyang setuju beranggapan bahwa perpustakaan digital akan lebih mempermudah mereka mengakses perpustakaan, karena bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja, dirasa akan lebih praktis dan sesuai dengan tuntutan zaman yang memang memasuki era digital sekaligus paperless. Dengan terkoneksi lewat internet dan terintegrasi pada perpustakaan daerah, perpustakaan digital di sekolah akan memperkaya sumber bacaan dan informasi yang mudah diakses siswa sekaligus menyajikan data yang dapat dipercaya dan otentik. Perpustakaan akan lebih dekat dengan pembaca sehingga akan meningkatkan minat baca dan dapat lebih membantu mereka untuk menggapai prestasi akademiknya. Sementara itu, responden yang tidak .setuju mengungkapkan ketidaksetujuannya karena mereka belum mengetahui sistem perpustakaan digital itu nantinya akan seperti apa. Mereka menilai bahwa keberadaan perpustakaan digital akan men.9urangi interaksi sosial, hanya akan membuat si_swa ·pintar dengan copypaste, ·memperbesar peluang siswa untuk mengidap ·penyakit mata karena interaksi dengan layar gadget. Pro 'kontra adalah wajar," ;karena setiapteknologi baru akan selalu membawa dua, hal sekaligus yakni harapan dan -kekhawatiran. Sikap yang tepat dalam:menyikapi:hal tersebut adalah berpikir luasdan komprehensif .bahwa ·setiap teknologisetidaknya dimaksudkan -untuk membawakebaikan dan memperbaiki .apa yangbelum sempurna. Demikian juga maksuddari _ sistem dan :program perpustakaandigital terintegrasi perpustakaan daerahyang diharapkan dapat terealisasi di SMKN13 Bandung. -Program diharapkan dapatmembawa kebaikan dan memperbaiki sisisisi yangbelum sempurna dari perpustakaanbiasa. Beberapa contohnya adalah, akses_tak terbatas waktu dan tempat, koleksibacaan yang lebih banyak dan beragamserta meningkatkan minat baca siswa yangmalas untuk datang ke "perpustakaanbiasa".Pada - intinya, perpustakaan digital terintegrasiperpustakaandaerahmerupakan bagian dari upaya mendongkrak minat baca siswa serta membantu mereka meraih prestasi akademiknya. Jika perpustakaan keliling dibuat untuk mendekatkan bahan bacaan sekaligus mendongkrak minat .baca di desa-desa yang kekurangan bahan bacaan, maka perpustakaan digital akan mendekatkan bahan bacaan sekaligus mendongkrak minat baca siswa yang sulit melepaskan diri dari gadget-nya. Dengan demikian siswa mendapatkan akses yang lebih banyak untuk membaca, meningkatkan kualitas belajar kemudian meraih prestasi .akademiknya_ Sementara perpustakaan, · dapat kembali pada fungsinya yakni sebagaipusat informasi.
Conclusion
Berdasarkan hasil studi literatur dan survei, dapat disimpulkan bahwa: -1.Keberadaan perpustakaan sangat20 -membantu siswa SMKN 13 Bandungdalam meraih prestasi akademik.2.Tingkat kunjungan -siswa .SMKN 13Bandung ke perpustakaan masihminim.Tujuan utama datang �e ,perpustakaari,adalah untuk meminjam :buku. Jenis.:buku yang :sering dipinjam -adalahbuku penunjang ·sekolah. Mayoritasresponden merasa kenyamanan.perpustakaan masih :pada taraf biasasaja. Beberapa hal yang perlu dibenahiagarperpustakaan dirasa lebih nyamanadalah kerapihan dan estetika ruangan,koleksi buku serta sikap pegawaiperpustakaan.3.Mayoritas siswa SMKN 13 Bandungtelah mengetahui sistem perpustakaandigital .adalah sistem perpustakaanIT yang terintegrasi serta terkoneksiInternet dan setuju jika sekolahmengadakan program perpustakaandigital yang terintegrasi perpustakaandaerah