KOMPETENSI BRAINWARE DALAM EKSISTENSI SISTEM INFORMASI OPEN LIBRARY STUDI KUALITATIF KOMPETENSI PUSTAKAWAN LAYANAN SIRKULASI SEBAGAI BRAINWARE SISTEM INFORMASI OPEN LIBRARY DI PERPUSTAKAAN TELKOM UNIVERSITY BANDUNG
Universitas Islam Nusantara; Universitas Islam Nusantara; Universitas Islam Nusantara
Abstrak
Kompetensi merupakan kemampuan untuk melakukan pekerjaan yang baik dengan menggunakan keterampilan, pengetahuan, dan karakteristik yang dimiliki oleh seseorang. Pustakawan layanan sirkulasi, sebagai orang yang terlibat dalam menggunakan sistem informasi dituntut untuk memiliki kemampuan secara luas, terutama dalam teknologi informasi. Selanjutnya, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kompetensi pustakawan layanan sirkulasi dalam memahami dan menggunakan sistem informasi open library di perpustakaan Telkom University Bandung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, dan datanya dikumpulkan melalui observasi, wawancara, studi dokumentasi, dan studi pustaka. Sebagai hasilnya menunjukkan bahwa kompetensi pustakawan layanan sirkulasi di perpustakaan Telkom University Bandung telah dapat memahami sistem informasi melalui pengetahuan yang diberikan oleh ahli IT atau pembuat sistem terkait fungsi dan penggunaannya dan dalam menggunakan sistem informasi open library pustakawan layanan sirkulasi telah mampu untuk tujuan memberikan pelayanan yang baik kepada pemustaka.
Abstract
Competence is the ability to do good work by using the skills, knowledge and characteristics possessed by a person. Circulation librarian, as people involved in using information systems are required to have broad capabilities, especially in information technology. Furthermore, the purpose of this study was to determine the competence of circulation librarian in understanding and using an open library information system in the library of Telkom University Bandung. The method used in this study is a qualitative method, and the data is collected through observation, interviews, documentation studies, and literature studies. As a result shows that the circulation librarian competence in Telkom University Bandung library has been able to understand the information system through the knowledge provided by IT experts or system makers related to its function and use, and in using the open library information system circulation librarian has been able to provide good service to the users.
Keywords:
Kompetensi Pustakawan
· Layanan Sirkulasi
· Brainware
· Sistem Informasi
· Open Library
Introduction
Perkembangan teknologi saat ini telah menuntut manusia dengan kebutuhan informasi yang semakin meningkat, salah satunya dalam sistematis pengelolaan perpustakaan yang terintegritas berbasis komputer. Melalui informasi yang memegang peran penting dalam mencerdaskan bangsa, perpustakaan merupakan gudang ilmudan juga merupakan sarana informasi sebagai sumber pengetahuan. Pengelolaan perpustakaan secara profesional tidak akan terlepas dari kompetensi dan kemampuan teknologi informasi. Menurut UU RI No. 43 tahun 2007 pasal 1 ayat 1 tentang perpustakaan, dijelaskan bahwa “Perpustakaan adalah institusi pengelola koleksi karya tulis, karya cetak, dan/atau karya rekam secara professional dengan sistem yang baku guna memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian informasi, dan rekreasi para pemustaka”. Teknologi informasi sendiri dalam pengelolaan dapat dimanfaatkan dan dijalankan dalam proses pengembangan perpustakaan agar berjalan secara efektif dan efisien. (Nugraha, 2014 : 27) Kemajuan teknologi telah membawa perubahan pada layanan perpustakaan saat ini. Perubahan tersebut meliputi pada perubahan format dan pengorganisasian koleksi, sistem informasi, akses informasi, serta penggunaan perpustakaan. Sistem teknologi informasi merupakan trend perkembangan suatu perpustakaan saat ini. Teknologi informasi tidak bisa terlepas dari keterkaitannya antara hardware (perangkat keras), software (perangkat lunak) dan brainware (orang). Dengan demikian, teknologi informasi dapat berjalan baik dengan keterkaitan ketiga komponen tersebut, di mana perangkat keras dan perangkat lunak merupakan seperangkat sistem informasi yang saling berkaitan dan tanpa brainware (orang) sistem informasi tidak akan bisa dijalankan dengan baik. Mengenai brainware dalam keterkaitannya dengan sistem teknologi informasi, di sinilah pustakawan sebagai seseorang yang menjalankan sistem informasi untuk memberikan pelayanan dan pemustaka sebagai pemakai sistem informasi untuk mendapatkan informasi. (Sidh, 2013:20) Dari penggunaan teknologi informasi di perpustakaan saat ini terdapat salah satu sistem informasi yang digunakan, sistem informasi tersebut yaitu Open Library . Open Library merupakan perangkat lunak dari sistem manajemen perpustakaan serta Open Library memiliki tujuan dalam membantu kegiatan perpustakaan guna mempermudah dalam proses pengolahan data, pengadaan, layanan, ataupun inventarisasi koleksi perpustakaan. Sistem ini bersifat online yang artinya setiap penggunaan harus didukung antara interaksi mesin melalui jaringan. Sistem informasi Open Library berbasis web yang memiliki alamat website tertentu untuk bisa mengaksesnya dan diperuntukkan semua pengguna perpustakaan. Dalam sistem informasi Open Library terdapat fitur login member bagi anggota, search katalog dari menu home, search katalog dari menu katalog, download e-book , perpanjangan online, usulan katalog dan beberapa fitur lainnya. Penulis merumuskan permasalah terkait kompetensi pustakawan layanan sirkulasi sebagai brainware sistem informasi open library pada perpustakaan Telkom University yaitu bagaimana pustakawan layanan sirkulasi dalam memahami sistem informasi yang diterapkan perpustakaan dan bagaimana kemampuan pustakawan dalam menggunakan sistem informasi open library di layanan sirkulasi.
Method
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Moleong (2011 : 6) berpendapat bahwa “penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan dan lain-lain secara holistik dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata- kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode alamiah”. Sedangkan dalam pengumpulan data penelitian ini melakukan dengan cara observasi (pengamatan langsung), wawancara dengan informan yaitu pustakawan bersangkutan dan pengumpulan data melalui studi dokumentasi mengenai dokumen yang dibutuhkan dapat berupa gambar, bentuk, sketsa dan lain-lain.
Result & Discussion
1. Kompetensi pustakawan sebagai brainware dalam memahami Open Library di layanan sirkulasi perpustakaan Telkom University Perkembangan teknologi informasi pada saat ini semakin menyebarluas kepada semua bidang tak terkecuali perpustakaan. Dalam perkembangan informasi yang terjadi di perpustakaan Telkom University, menuntut pustakawan untuk mempunyai kemampuan dalam menggunakan dan memahami teknologi informasi yang akan menjadikan pustakawan dalam memahami sistem informasi yang diterapkan perpustakaan. Kemampuan pustakawan layanan sirkulasi perpustakaan Telkom University pada umumnya telah memahami dan menggunakan sistem informasi open library dalam kegiatan layanan sirkulasi baik secara konseptual maupun praktikal. Hal ini sesuai dengan pendapat Shapiro dan Hughes (1996) yang dikutip oleh Pendit (2007) mensyaratkan 7 (tujuh) kemampuan yang harus dimiliki pustakawan dalam era digitalisasi ,yaitu : 1. Tool literacy , yaitu kemampuan memahami dan menggunakan alat teknologiinformasi,baiksecara konseptual maupun praktikal, keterampilan menggunakan perangkat lunak, perangkat keras, multimedia, dsbnya. 2. Resource literacy , yaitu kemampuan memahami bentuk, format, lokasi, dan cara mendapatkan informasi terutama dari jaringan informasi yang selalu berkembang. 3. Social-structural literacy , pemahaman yanag benar bagaimana informasi dihasilkan oleh berbagai pihak dalam masyarakat. 4. Researchliteracy ,kemampuan menggunakan peralatan berbasis teknologi informasi sebagai alat riset. 5. Publishing literacy , kemampuan menerbitkan informasi dan ide ilmiah pada kalangan luas dengan memanfaatkan komputer dan internet. 6. Emerging technology literacy , kemampuan terus menerus menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi dan bersama komunitasnya menentukan arah pemanfaatan teknologi informasi untuk kepentingan pengembangan ilmu. 7. Critical literacy , kemampuan mengevaluasi secara kritis terhadap untung ruginya menggunakan teknologi telematika dalam kegiatan ilmiah. Kompetensi yang dimiliki pustakawan layanan sirkulasi akan berdampak baik kepada pelayanan perpustakaan yang telah menerapkan sistem informasi berbasis teknologi, pustakawan dalam memahami sistem informasi perpustakaan pada dasarnya dapat berupa pengalaman pribadi dalam bidang teknologi informasi, pengetahuan lebih dalam teknologi, keinginan untuk menambah wawasan pengetahuan dengan terus belajar, dan terkait perubahan lingkungan. Ada beberapa yang harus pustakawan ketahui terkait standar kompetensi untuk menunjang profesionalisme pustakawan, yaitu sebagai berikut : a. Komponen kompetensi, meliputi: pengetahuan, kemampuan, dan keterampilan yang harus dimiliki pustakawan. b. Kompeten tugas pokok dan fungsi (tupoksi), meliputi: tugas pokok, fungsi, wewenang, dan tanggung jawab yang diberikan kepada pustakawan. c. Komponen pekerjaan, meliputi jenis dan sifat pekerjaan yang dilaksanakan oleh pustakawan. d. Komponen individu, meliputi: hak-hak dan kewajaran pustakawan. e. Komponen sistem, meliputi: prosedur dan mekanisme kegiatan pustakawan. f. Komponen pembinaan, meliputi peningkatan mutu melalui pendidikan formal, diklat dan lain-lain, serta pengawasan pustakawan. 2. Kemampuan pustakawan layanan sirkulasi dalam menggunakan sistem informasi Open Library di perpustakaan Telkom University Kemampuan pustakawan layanan sirkulasi dalam menggunakan sistem informasi open library di perpustakaan Telkom University pada umumnya dapat menggunakan fungsi dari fitur sistem informasi untuk setiap layanan, baik itu fitur untuk proses peminjaman dan pengembalian buku, scan barcode untuk pengembalian, pembuatan statistik peminjaman dan layanan approval room discusion atau layanan peminjaman ruang diskusi. Ada beberapa kompetensi profesional yang meliputi kemampuan pustakawan dalam menggunakan sistem informasi, menurut Special Libraries Association dalam Harmawan (2008) untuk kompetensi profesional, seorang pustakawan harus : 1. Memiliki pengetahuan keahlian tentang isi sumber-sumber informasi, termasuk kemampuan untuk mengevaluasi dan menyaring sumber-sumber tersebut secara kritis. 2. Memiliki pengetahuan tentang subjek khusus yang sesuai dengan kegiatan organisasi pelanggannya. 3. Mengembangkan dan mengelola layanan informasi dengan baik, accessable (dapat diakses dengan mudah) dan cost-effective (efektif dalam pembiayaan) yang sejalan dengan aturan strategis organisasi. 4. Menyediakan bimbingan dan bantuan terhadap pengguna layanan informasi dan perpustakaan. 5. Memperkirakan jenis dan kebutuhan informasi, nilai jual layanan informasi dan produk-produk yang sesuai kebutuhan yang diketahui. 6. Mengetahui dan mampu menggunakan teknologi informasi untuk pengadaan, pengorganisasian, dan penyebaran informasi. 7. Mengetahui dan mampu menggunakan pendekatan bisnis dan manajemen untuk mengkomunikasikan perlunya layanan informasi kepada manajemen senior. 8. Mengembangkan produk-produk informasi khusus untuk digunakan di dalam atau di luar lembaga atau oleh pelanggan secara individu. 9. Mengevaluasihasilpenggunaan informasi dan menyelenggarakan penelitian yang berhubungan dengan pemecahan masalah-masalah manajemen informasi. 10. Secara berkelanjutan memperbaiki layanan informasi untuk merespon perubahan kebutuhan. 11. Menjadi anggota tim manajemen senior secara efektif dan menjadi konsultan organisasi di bidang informasi. Pustakawan adalah seseorang yang bertugas untuk menjalankan tugas dari fungsi perpustakaan salah satunya yaitu layanan. Perpustakaan dengan menerapkan sistem informasi pada perpustakaan tentu itu akan membantu pustakawan dalam menjalankan tugasnya, dengan demikian pustakawan harus bisa menggunakan dari sistem informasi yang diterapkan perpustakaan. Pustakawan sebagai brainware atau sumber daya manusia pada sistem informasi tentu harus memiliki kemampuan dalam sistem informasi itu sendiri, baik menggunakan, memahami, ahli sistem, dll. Adapun bahwa jenjang brainware dapat dikelompokan sebagai berikut : a) Manajer sistem informasi (manajemen/akuntansi), b) Analisis sistem, c) Ahli komunikasi, d) Administrator database, e) Programmer, f) Operator, dan g) Pustakawan (Sidh, 2013: 25) Dalam hal tersebut pustakawan sebagai brainware atau sumber daya manusia yang memiliki peran penting dalam sistem informasi yang diterapkan perpustakaan tentu harus dapat memiliki kemampuan salah satunya menggunakan. Dengan demikian pustakawan dapat memanfaatkan sistem informasi sebagai media untuk memberikan informasi yang ada kepada pengguna perpustakaan. Menurut Azhar Susanto (2017 : 188) umumnya brainware sebagai sumber daya manusia pada sistem informasi dapat dibagi kedalam empat kelompok, yaitu: 1. Pemiliki, yang memberikan dukungan dana sampai dengan waktu saat mengembangkan. 2. Pemakai, yang menggunakan sistem informasi yang telah dikembangkan seperti operator dan manajer ( end user ). 3. Perancang, yang merancang sistem informasi 4. Pembangun (builder), yang membangun sistem informasi.
Conclusion
Kesimpulan pada penelitian ini yaitu kemampuan pustakawan layanan sirkulasi perpustakaan Telkom University pada umumnya telah memahami dan menggunakan sistem informasi open library dalam kegiatan layanan sirkulasi baik secara konseptual maupun praktikal. Kemampuan pustakawan layanan sirkulasi dalam menggunakan sistem informasi open library di perpustakaan Telkom University pada umumnya dapat menggunakan fungsi dari fitur sistem informasi untuk setiap layanan, baik itu fitur untuk proses peminjaman dan pengembalian buku, scan barcode untuk pengembalian, pembuatan statistik peminjaman dan layanan approval room discusion atau layanan peminjaman ruang diskusi.