Kembali
16
1
2024 Jurnal Pustaka Ilmiah Vol 10 · 1 ISSN 2685-8363

Efektivitas Kerjasama Open Library Telkom University dengan Universidade Da Paz (Unpaz) Timor Leste dalam Bentuk E-Resources

Universitas Padjadjaran; Universitas Padjadjaran

Abstrak

Kerjasama ini dilakukan untuk membantu Universidade Da Paz (UNPAZ) Timor Leste mendapatkan berbagai sumber informasi dari e-resources yang ada pada Open Library Telkom University. Rumusan masalah yang ada pada penelitian ini adalah 1) bagaimana bentuk kerjasama antara Open Library Telkom University dengan UNPAZ 2) bagaimana dampak dan efektivitas dari adanya kerjasama Open Library Telkom University dengan UNPAZ dalam bentuk pengaksesan e-resources 3) Bagaimana kendala yang dihadapi ketika kerjasama tersebut berlangsung. Tujuan dari adanya kerjasama ini untuk mengetahui bentuk kerjasama yang dilakukan oleh Open Library Telkom University dengan UNPAZ. Selain itu, untuk mengetahui dampak dan efektivitas dari adanya kerjasama tersebut. Terakhir, untuk mengetahui permasalahan yang dihadapi ketika kerjasama pengaksesan e-resources ini berlangsung. Metode Penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif melalui wawancara, observasi, maupun kajian literatur. Hasil pembahasan pada penelitian ini adalah kerjasama antara Telkom University dengan UNPAZ berbentuk pengaksesan e-resources. Selain itu kerjasama tersebut berdampak positif untuk kedua belah pihak dan kendala yang dihadapi ketika menjalankan kerjasama ini adalah kendala jaringan, perbedaan bahasa, dan pengetahuan mengenai cara penggunaan e-resources yang masih sangat minim. Sarannya adalah saling mempelajari bahasa yang digunakan, baik dari pihak Open Library Telkom University maupun pihak UNPAZ. Selain itu, meningkatkan fasilitas jaringan internet untuk pihak UNPAZ.

Abstract

This collaboration was carried out to help Universidade Da Paz (UNPAZ) Timor Leste obtain various sources of information from e-resources in the Open Library Telkom University. The formulation of the problem in this research is 1) what is the form of collaboration between the Open Library Telkom University and UNPAZ 2) What is the impact and effectiveness of the collaboration between Open Library Telkom University and UNPAZ in accessing e-resources 3) What were the obstacles faced when this collaboration was carried out by the Open Library Telkom University and UNPAZ. Apart from that, to find out the impact and effectiveness of this collaboration. Lastly, to find out the problems faced when this collaboration in accessing eresources takes place. The research method used is qualitative research through interviews, observation, and literature review. The results of the discussion in this research are a collaboration between Open Library Telkom University and UNPAZ in the form of accessing e-resources. Apart from that, this collaboration has a positive impact on both parties, and the obstacles faced when carrying out this collaboration are network constraints, language differences, and very minimal knowledge about how to use eresources. The suggestion is to learn the languages used by each other, both from the Open Library Telkom University and the UNPAZ. Apart from that, improving internet network facilities for UNPAZ.
Keywords: collaboration · e-resources · library · effectiveness

Introduction

Perpustakaan berperan sebagai tempat pengetahuan yang menyediakan dan menyajikan sumber informasi bagi pengunjung. Seperti manusia, perpustakaan juga tidak dapat berdiri sendiri; pertumbuhannya memerlukan kerjasama untuk memenuhi harapan pengunjung sebagai pengguna perpustakaan ideal dan efektif dalam memenuhi kebutuhan informasi yang terus berkembang. Kerjasama perpustakaan merupakan aktivitas yang dilakukan oleh dua atau lebih perpustakaan dengan tujuan bersama. Kerjasama ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pengguna dan memberikan layanan yang optimal. Ini dapat diartikan sebagai kolaborasi antara lembaga perpustakaan. Melalui kerjasama ini, perpustakaan dapat mengatasi keterbatasan dari segala aspek, memenuhi kebutuhan informasi yang meningkat, dan mengakomodasi perkembangan informasi yang semakin luas. Secara keseluruhan, kerjasama perpustakaan menjadi sangat penting bagi perpustakaan yang tengah berkembang, membantu dalam memenuhi kebutuhan informasi pengunjung, dan mendukung pengembangan informasi yang relevan dan efektif (Sihombing dkk, 2022). Dalam mengembangkan perpustakaan diperlukan kerjasama dengan perpustakaan lain agar kebutuhan pemustakanya dapat terpenuhi. Namun, bentuk kerjasamanya juga harus sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada. Kerjasama ini harus terjalin dengan kesepakatan yang disetujui oleh kedua belah pihak sehingga kerjasama yang sudah direncanakan sebelumnya dapat berjalan dengan lancar. Selain itu, kerjasama yang dilakukan oleh suatu perpustakaan dengan perpustakaan yang lainnya harus saling menguntungkan dan tidak merugikan satu sama lain sehingga kerjasama yang dilakukan dapat berjangka panjang. Biasanya bentuk kerjasama dilakukan oleh dua lembaga maupun lebih. Salah satu contohnya adalah kerjasama yang dilakukan oleh Perpustakaan Open Library Telkom University dengan Universidade Da Paz (UNPAZ) Timor Leste dalam bentuk pemanfaatan e-resources. Kerjasama ini dilakukan untuk membantu UNPAZ mendapatkan berbagai sumber informasi dari e-resources yang ada pada Open Library Telkom University. Koleksi e-resources dapat disebarkan secara global melalui internet. Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, perpustakaan menyediakan layanan pengembangan koleksi agar koleksi yang disediakan sesuai dengan kebutuhan. Inovasi termasuk pelatihan pustakawan untuk meningkatkan layanan, perpustakaan digital, dan kolaborasi sumber daya untuk memperluas koleksi perpustakaan (Priyadi dkk, 2020). Perpustakaan merupakan unit kerja yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan, manajemen, pengumpulan, dan pengaturan koleksi bahan pustaka secara terstruktur. Menurut Sharma, dkk (2014) banyak perpustakaan menggunakan teknologi terbaru untuk menyediakan layanan baru kepada penggunanya. Kolaborasi adalah aspek penting dalam skenario saat ini. Keberhasilan kepustakawanan tidak hanya bergantung pada pemahaman pustakawan dan anggota fakultas tetapi juga pada dukungan dari organisasi. Pustakawan harus menghadapi tantangan di masa depan. Mereka harus proaktif dalam membuat hubungan dengan suatu lembaga dan pengguna dalam membangun kemitraan baru dengan departemen akademik serta menyediakan layanan penting kepada pengguna. Saleh (2011) menyebutkan bahwa suatu perpustakaan perguruan tinggi berperan sangat penting dalam menyediakan berbagai sumber informasi untuk para civitas akademik agar dapat meningkatkan wawasan baru dalam hal pendidikan. Namun, perpustakaan perguruan tinggi tidak dapat memenuhi kebutuhan informasi pemustakanya secara sepenuhnya karena setiap pemustaka memiliki kebutuhan informasi yang berbeda-beda sehingga memerlukan kerjasama dengan perpustakaan perguruan tinggi yang lain. Darwanto, Utami, dan Gusniawa (2015) mengungkapkan bahwa kerjasama perpustakaan merupakan suatu efektivitas yang baik untuk dilakukan agar menciptakan kekuatan dalam mengembangkan perpustakaan karena jika secara bekerja sama akan lebih mudah daripada dilakukan secara mandiri. Sulistyo-Basuki (2014) juga menyebutkan bahwa kerjasama perpustakaan yang dilakukan lebih dari satu perpustakaan dapat terjalin kolaborasi untuk mengatasi kelemahan perpustakaan dalam melayani pemustakanya, seperti memenuhi kebutuhan koleksi yang memuat informasi sesuai dengan kebutuhan pemustaka tersebut. Maka dari itu, kerjasama antar perpustakaan penting dilakukan untuk menunjang kebutuhan informasi pemustaka dan mempercepat perkembangan perpustakaan agar perpustakaan yang dikelola dapat lebih baik. Bentuk kerjasama yang dapat dilakukan oleh suatu perpustakaan bermacam-macam, di antaranya dalam bentuk pertukaran koleksi pustaka melalui pengaksesan e-resources untuk memenuhi kebutuhan sumber informasi pemustaka. Menurut Wibowo (2017) tujuan adanya kerjasama antar perpustakaan adalah peningkatan sumber informasi agar lebih mudah untuk diakses, adanya peningkatan fleksibilitas dan respon terhadap kebutuhan informasi pemustaka, peningkatan efisiensi dalam melayani pemustaka, dapat mempromosikan fasilitas dan sarana dengan terintegrasi melalui media informasi yang telah disepakati bersama. Dapat dilihat bahwa kerjasama antar perpustakaan ini sangat penting dan dapat memberikan dampak yang positif untuk suatu lembaga sehingga dapat mengatasi berbagai kendala yang dialami oleh masing-masing lembaga. Kerjasama antar perpustakaan juga memerlukan komitmen, koordinasi, kesadaran saling membutuhkan, dan yang terpenting adalah kepercayaan. Hal tersebut harus dijalankan oleh kedua belah pihak agar kerjasama yang dilakukan tidak memunculkan konflik yang dapat membuat kerjasama tersebut tidak berjalan lancar. Berdasarkan penjelasan di atas dan untuk mendukung penelitian ini, dapat dilihat kajian literatur yang berhubungan dengan topik kerjasama antar perpustakaan dalam bentuk eresources. Pertama, penelitian yang dilakukan oleh Fachmi (2022) dengan judul “Kerja Sama Antar Perpustakaan Perguruan Tinggi di Pulau Jawa dengan Silang Layan dan Resource Sharing”. Penelitian ini membahas kerjasama antar perpustakaan perguruan tinggi untuk meningkatkan layanan pemustaka. Persamaannya dengan penelitian ini adalah pembahasan resource sharing yang dilakukan oleh perguruan tinggi di Indonesia. Persamaan lainnya adalah metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif dengan menggunakan kajian literatur. Hasil pembahasannya menyebutkan bahwa secara umum bentuk kerja sama antar perpustakaan yaitu silang layan dan resource sharing. Tujuan diadakannya kerja sama tersebut adalah pemenuhan kebutuhan informasi pemustaka dari bahan koleksi sesuai dengan yang dibutuhkan, meningkatkan layanan perpustakaan, akreditasi dan tridharma perguruan tinggi, serta dapat mempromosikan suatu perpustakaan. Namun, penelitian ini menjelaskan bahwa terdapat hambatan dalam menjalankan kerja sama ini yaitu terdapat kesenjangan pada anggota perpustakaan dan kekurangan koleksi. Selain itu kurangnya sumber daya manusia yang memadai karena masih terdapat sumber daya manusia yang tidak mengerti cara menggunakan teknologi di suatu perpustakaan, terdapat kebijakan perpustakaan yang berbeda-beda, para tenaga perpustakaan yang kurang komitmen, koordinasi yang masih belum berjalan dengan lancar dengan para anggota konsorsium, peminjaman koleksi yang terbatas, promosi yang kurang mengenai manfaat kerjasama ini diadakan sehingga kegiatan kerjasama ini masih belum maksimal. R.N. Rahayu & Swasti (2021) menjelaskan bahwa perkembangan teknologi berperan penting pada kerjasama antar perpustakaan dikarenakan dengan adanya teknologi proses mengelola suatu perpustakaan dapat berjalan dengan efisien sehingga kebutuhan informasi yang dibutuhkan dapat diberikan dengan baik untuk para civitas akademika, seperti menggunakan layanan e-resources dari antar perpustakaan. Kedua, penelitian yang membahas kerjasama antar perpustakaan dilakukan oleh Kurniawan (2020) dengan judul “Kebijakan Pengembangan Koleksi E-Resources di Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta”. Persamaannya dengan penelitian ini adalah penggunaan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Tujuan dari adanya penelitian tersebut untuk menganalisis kebijakan mengembangkan koleksi dalam pemanfaatan e-resources sehingga menciptakan koleksi digital di suatu perguruan tinggi. Dalam pembahasannya dijelaskan bahwa e-resources di perguruan tinggi sangat penting karena dapat berpengaruh secara signifikan terhadap civitas akademika pada pemanfaatan, penyimpanan, dan pelestaian berbagai informasi. Teori yang digunakan pada penelitian ini adalah dengan menggunakan teori resources oleh MC Miclan dan Kathleen Kluegel serta teori kebijakan mengembangkan koleksi perpustakaan oleh Evans dan Brophy. Ketiga, penelitian yang dilakukan oleh Kartika (2022) dengan judul “Pengembangan Koleksi E-Resources Perpustakaan Pada Masa Pandemi Covid-19”. Penelitian ini membahas tentang cara mengembangkan koleksi perpustakaan di masa pandemi Covid-19. Penelitian ini memiliki persamaan menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dan kajian literatur. Tujuan adanya penelitian ini untuk memenuhi kebutuhan informasi pemustaka dalam berbagai bidang. Dalam pembahasannya e-resources memiliki dampak yang positif karena akses nya yang mudah digunakan, biayanya yang cukup murah, serta penggunaannya efektif dan efisien untuk pemustaka. Namun, dalam penelitian ini juga disebutkan bahwa terdapat tantangan yang harus dihadapi oleh pustakawan adalah kurangnya pendanaan dari pemerintah, sosialisasi mengenai akses perpustakaan digital yang kurang, dan minimnya alat teknologi yang memadai. Selain itu, hasil pembahasan dari penelitian ini adalah adanya inovasi dan kebiasaan baru pada suatu perpustakaan. Tantangan sumber daya elektronik yang lebih luas didefinisikan lebih lanjut oleh Dawn Hale, Kepala Layanan Teknis di Universitas Johns Hopkins. Dia mencatat bahwa perpustakaan menggunakan berbagai pendekatan untuk melacak dan mengelola sumber daya elektronik. Termasuk dalam hal ini adalah spreadsheet, sistem manajemen sumber daya elektronik yang mungkin dikembangkan secara lokal dan berdiri sendiri, penawaran sumber terbuka, atau produk dari penyedia komersial. Kekuatan sistem yang berdiri sendiri termasuk kontrol inventaris dan memiliki titik pusat untuk mengelola informasi kontak administratif dan vendor serta untuk mendokumentasikan persyaratan lisensi. Namun, sistem yang berdiri sendiri memerlukan upaya yang berlebihan untuk mengisi dan mengelola basis pengetahuan yang terpisah, yang kemudian perlu disinkronkan dengan sistem perpustakaan terintegrasi (ILS), resolver tautan, server proxy, dan lapisan penemuan. Pengenalan sistem skala web yang cukup baru telah menghilangkan beberapa redudansi ini dan mengintegrasikan basis pengetahuan dengan layanan lain seperti akuisisi, katalogisasi, dan penemuan, menghasilkan banyak peluang untuk merampingkan alur kerja. Selain itu, interoperabilitas pekerja buku dan sistem agen berlangganan dengan manajemen sumber daya elektronik skala web mengintegrasikan seleksi (Fluvlog dkk, 2015). Menurut Sari, dkk (2022) kerjasama perpustakaan melibatkan dua perpustakaan atau lebih karena tak satupun dari mereka dapat berdiri sendiri dalam memenuhi kebutuhan data pengguna. Kerjasama bertujuan memberikan keuntungan bagi perpustakaan yang bekerja sama. Seiring dengan pertambahan data dalam jumlah, jenis, dan cara penyampaian, serta keinginan akan data yang terus berkembang di satu sisi, sementara anggaran terbatas di sisi lain, perpustakaan tidak akan dapat memenuhi keinginan konsumen hanya dengan menyediakan koleksi dari setiap bidang. Oleh karena itu, pentingnya kerjasama antar perpustakaan dalam berbagai bentuk agar dapat memenuhi keinginan konsumen akan data seefisien mungkin. Alasan dari pelaksanaan kerjasama perpustakaan adalah untuk meningkatkan kualitas perpustakaan, baik dari segi koleksi maupun fasilitas. Keberhasilan atau kegagalan perpustakaan sangat bergantung pada koleksi yang dimilikinya. Semakin banyak koleksi yang dimiliki oleh perpustakaan, semakin baik pula layanan yang dapat diberikan kepada pengunjung. Perpustakaan memiliki tujuan untuk memberikan pelayanan kepada pengunjung, mengembangkan minat baca, dan memperluas pengetahuan guna mendukung pendidikan masyarakat. Pelayanan perpustakaan dilaksanakan dengan optimal dan difokuskan pada kepentingan pengunjung. Integrasi layanan perpustakaan dicapai melalui kolaborasi antar perpustakaan. Upaya meningkatkan pelayanan kepada pengunjung bertujuan untuk memperluas jangkauan pelayanan dan meningkatkan kualitasnya. Kerjasama antar perpustakaan ini bertujuan memberikan akses yang lebih luas terhadap koleksi, meningkatkan pelayanan pengguna dan teknis, serta merangsang aktivitas di berbagai sumber daya (Putri, 2019). Kerjasama perpustakaan tidak hanya di dalam negeri saja, melainkan kerjasama perpustakaan juga harus terjalin dengan pihak luar negeri agar dapat mengakses e-resources lebih efektif dan meluas sehingga koleksi perpustakaan juga beragam. Hal ini sejalan dengan penelitian Harahap, Y. A., Lubis, S., Azhar, K., Ginting, S. N., dan Hasibuan, M. (2023) yang menyatakan bahwa kerjasama perpustakaan dalam negeri dengan luar negeri sangat penting dikarenakan dapat menjalin pertukaran informasi sehingga koleksi perpustakaan meluas dan terjadi peningkatan layanan resources yang bermanfaat untuk para pemustaka. Hasil pembahasan pada penelitian ini yaitu terdapat pertukaran e-resources yang dapat diakses oleh pemustaka melalui platform yang telah disediakan oleh perpustakaan yang menjalin kerja sama, adanya pembuatan dan pengelolaan database secara bersama sehingga memudahkan pemustaka dalam pencarian informasi yang dibutuhkan, serta dapat mengembangkan teknologi serta infrastruktur digital pada perpustakaan yang terjalin kerjasama dengan pihak luar negeri. Berdasarkan analisis di atas, rumusan masalah yang ada pada penelitian ini adalah 1) bagaimana bentuk kerjasama antara Open Library Telkom University dengan UNPAZ 2) Bagaimana dampak dari adanya kerjasama Open Library Telkom University dengan UNPAZ dalam bentuk pengaksesan e-resources 3) Bagaimana kendala yang dihadapi ketika kerjasama tersebut berlangsung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk kerjasama yang dilakukan oleh Open Library Telkom University dengan UNPAZ, mengetahui dampak dari adanya kerjasama tersebut, serta mengetahui permasalahan yang dihadapi ketika kerjasama pengaksesan e-resources ini berlangsung.

Method

Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif melalui observasi dan wawancara. Menurut Murdiyanto (2020:13) penelitian kualitatif adalah penelitian yang menggunakan teknik pengumpulan datanya melalui observasi dan wawancara yang mendalam sehingga peneliti harus memahami sumber data yang dipakainya. Penelitian ini bertujuan menggambarkan dan memahami peristiwa yang dianggap sebagai penyimpangan sosial dalam masyarakat dengan menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini menggunakan teknik wawancara yang dilakukan bersama pihak Open Library Telkom University di Perpustakaan Telkom University, yaitu Bapak Zaky Rachmat, M.I.Kom. selaku Humas Open Library Telkom University pada 13 September 2023. Hasil wawancara yang telah dilakukan langsung dialihmediakan menjadi transkrip agar lebih mudah untuk dianalisis sehingga memudahkan dalam penulisan hasil penelitian

Result & Discussion

Open Library Telkom University merupakan perpustakan perguruan tinggi yang terletak di Jl. Telekomunikasi-Terusan Buah Batu Bandung 40257. Perpustakaan ini sudah terakreditasi A oleh Perpustakaan Nasional. Open Library Telkom University memiliki sejumlah koleksi bacaan baik secara fisik maupun digital. Koleksi digital yang dimiliki oleh Open Library Telkom University diantaranya terdapat berbagai e-book dan e-journal yang dapat memenuhi kebutuhan pemustakanya. Selain itu, Open Library Telkom University sudah melakukan kerja sama dengan berbagai pihak. Salah satunya adalah dengan UNPAZ. Alasan dilakukan kerja sama tersebut adalah pihak UNPAZ membutuhkan sumber-sumber informasi yang tidak ada di perpustakaan. UNPAZ memilih Open Library Telkom University sebagai partner kerja sama ini dikarenakan mereka sudah percaya bahwa koleksi e-resources yang ada di Open Library Telkom University dapat memenuhi kebutuhan pemustaka yang ada di UNPAZ. Selain itu, pelayanan yang dilakukan oleh Open Library Telkom University terhadap UNPAZ sangat baik dalam mengajarkan penggunaan e-resources kepada para pustakawan yang ada di UNPAZ. Open Library Telkom University menyetujui kerjasama dengan UNPAZ karena kerjasama ini dapat menambah nilai (value) untuk Open Library Telkom University. Bentuk Kerjasama Open Library Telkom University dengan UNPAZ Kerjasama Bentuk Open Library Telkom University dengan UNPAZ diawali dari ajakan UNPAZ untuk dapat mengakses e-resources yang ada di Open Library Telkom University. Bentuk kerjasama antara Open Library Telkom University dengan UNPAZ adalah pengaksesan e-resources untuk menambah wawasan para mahasiswa di UNPAZ Namun, tidak semua e-resources yang ada di Open Library Telkom University dapat diakses oleh para mahasiswa UNPAZ dan hanya beberapa e-resources saja. Pelaksanaan nota kesepahaman kerjasama antara Open Library Telkom University dengan UNPAZ dilakukan pada tahun 2020. Proses penandatanganan MoU kerjasama antara Open Library Telkom University dengan UNPAZ dilakukan secara online karena pandemi Covid-19. Masing-masing lembaga menandatangani dokumen tersebut, Open Library Telkom University menandatangani berkas yang dikirim oleh pihak UNPAZ sedangkan UNPAZ menandatangani berkas yang diberikan oleh pihak Open Library Telkom University. Berkas MoU terkait kerjasama dengan Telkom University dapat ditemukan di bagian kerjasama Telkom University. MoU yang dilakukan oleh Open Library Telkom University dengan UNPAZ dilakukan pada hari Rabu, 22 Desember 2021. Penandatanganan ini dihadiri oleh pihak dari Open Library Telkom University diantaranya Wakil Rektor bidang Akademik, Wakil Rektor bidang Admisi, Kemahasiswaan dan Alumni, Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Kerjasama, Dekan Fakultas Teknik Elektro, Direktur Kerjasama Strategis dan KUI, serta para pejabat tinggi lainnya yang ada di Telkom University. Adapun juga pihak dari UNPAZ yang menghadiri penandatanganan kerjasama ini diantaranya yaitu Ketua Neon Metin Foundation, Rektor, Wakil Rektor bidang Akademik, Wakil Rektor bidang Estudantil, Wakil Rektor bidang Internal dan External, Dekan Fakultas Ilmu Sosial, Dekan Fakultas Ekonomi, Dekan Fakultas Teknik, Dekan Fakultas Pertanian, Dekan Fakultas Hukum, dan Dekan Fakultas Kesehatan Umum. Acara yang diselenggarakan via Zoom tersebut berisi pembahasan secara singkat mengenai hasil kerjasama yang akan dilakukan oleh pihak Open Library Telkom University dengan pihak UNPAZ. UNPAZ juga sudah melakukan MoA dengan pihak Open Library Telkom University secara offline atau datang langsung ke Open Library Telkom University. MoA ditandatangani pada November 2022 dan terfokus pada Pendayagunaan Perpustakaan untuk mendukung kegiatan pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat, dan pengembangan sumber daya institusi. MoA tersebut bermanfaat untuk masa perpanjangan dalam mengakses e-resources yang disediakan oleh pihak Open Library Telkom University yang bermanfaat untuk para mahasiswa UNPAZ maupun civitas akademika lainnya yang membutuhkan sumber-sumber informasi yang ada di Open Library Telkom University. MoA yang ditandantangani membuktikan bahwa kerjasama yang telah dilakukan berdampak positif terhadap kedua belah pihak sehingga kerjasama ini terus diperpanjang. Dampak dari Adanya Kerjasama Open Library Telkom University dengan UNPAZ Dampak dari adanya kerjasama ini yaitu untuk membantu UNPAZ dalam mencari sumber-sumber informasi yang dapat meningkatkan pengetahuan para mahasiswanya. Selain itu, untuk mempromosikan Open Library Telkom University kepada para mahasiswa UNPAZ dilakukan dengan mencantumkan logo Open Library Telkom University ketika pengaksesan e-resources. UNPAZ juga memberikan fee Open Library Telkom University dalam pengaksesan e-resources. Pemberian fee ini dimungkinkan karena ada pelatihan untuk para pengguna e-resources yang ada di UNPAZ. Dampak lainnya adanya kerjasama ini adalah Open Library Telkom University dan UNPAZ dapat melakukan sharing knowledge yang diadakan pada 07 Februari 2023 untuk menambah pengetahuan terhadap pengaksesan e-resources yang sudah disediakan oleh pihak Open Library Telkom University. Gambar 1. sharing knowledge Sumber: Open Library Telkom University (2023)Selanjutnya, UNPAZ memiliki akses ke berbagai sumber daya elektronik (e-resources) yang terdapat di Open Library, termasuk e-book, skripsi, tesis, dan e-proceeding. Berbagai sumber informasi tersebut yang dapat diakses oleh para mahasiswa UNPAZ dapat menambah wawasan dalam menunjang keilmuan yang sesuai dengan bidang para mahasiswa UNPAZ. Para mahasiswa UNPAZ aktif mengakses berbagai materi tersebut sehingga dapat menciptakan dampak positif pada penggunaan Open Library Telkom University. Pengaksesan e-resources yang dilakukan oleh UNPAZ menunjukkan bahwa frekuensi penggunaannya tinggi karena mahasiswa UNPAZ aktif dalam mengakses e-resources yang disediakan oleh Open Library Telkom University. Hal tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa UNPAZ memiliki kebutuhan yang signifikan terhadap sumber daya yang disediakan oleh Open Library Telkom University. Dampak positif lain bagi UNPAZ adalah dapat membuka peluang untuk melakukan kolaborasi internasional dengan universitas di luar Indonesia serta meningkatkan citra Open Library Telkom University secara global. Dengan adanya Kerjasama antara Open Library Telkom University dengan UNPAZ dapat membuka peluang terhadap berbagai universitas luar negeri lainnya untuk bisa membentuk kerjasama dengan Open Library Telkom University dalam bentuk apapun. Selain itu, pengaksesan koleksi e-resources sangat efektif untuk para mahasiswa yang ada di UNPAZ. Tidak terdapat dampak negatif dalam kerjasama ini, karena tujuan utama diadakannya kerjasama dengan pihak Open Library Telkom University dengan pihak UNPAZ adalah untuk memberikan manfaat positif bagi kedua belah pihak. Hal tersebut membuktikan bahwa dampak dari adanya kerjasama antara Open Library Telkom University dengan UNPAZ saling menguntungkan kedua belah pihak. Mereka sama-sama mendapatkan value (nilai) dari adanya kerjasama tersebut. Kerjasama dalam pengaksesan e-resources yang dilakukan antara Open Library Telkom University membuktikan bahwa pemanfaatan eresources sangat dibutuhkan oleh pemustaka civitas akademika. Kendala Kerjasama Open Library Telkom University dengan UNPAZ dalam Pengaksesan E-Resources Kerjasama yang dilakukan oleh dua lembaga pasti mendapatkan kendala ketika kerjasama tersebut berlangsung. Hal tersebut terjadi pada kerjasama Open Library Telkom University dengan UNPAZ juga memiliki beberapa kendala ketika pengaksesan e-resources. Kendala yang pertama adalah jaringan internet yang ada di UNPAZ yang kurang baik sehingga ketika sedang mengakses e-resources yang ada di Open Library Telkom University terhambat. Kendala kedua adalah pihak UNPAZ masih banyak yang belum mengetahui cara penggunaan e-resources sehingga pihak Open Library Telkom University memberikan pelatihan dengan melakukan sharing knowledge dengan pihak UNPAZ. Kendala ketiga adalah adanya perbedaan bahasa antara Open Library Telkom University dengan UNPAZ karena pihak UNPAZ sulit memahami Bahasa Indonesia maupun Bahasa Inggris sehingga sering terjadi pengulangan penjelasan materi mengenai yang sudah diberikan oleh pihak Open Library Telkom University mengenai cara menggunakan e-resources. Namun demikian, pihak Open Library Telkom University selalu membantu ketika UNPAZ mengalami kendala saat mengakses e-resources. Bantuan yang diberikan oleh pihak Open Library Telkom University sangat bermanfaat untuk keberlangsungan kerjasama tersebut dengan pihak UNPAZ.

Conclusion

Open Library Telkom University sudah mempertimbangkan dengan baik ketika melakukan kerjasama dengan UNPAZ. Open Library Telkom University dan UNPAZ sudah dapat saling memberikan nilai kebermanfaatan yang penting untuk lembaganya masingmasing. Bentuk kerjasama dalam pengaksesan e-resources yang disediakan oleh pihak Open Library Telkom University memberikan manfaat yang baik untuk keberlangsungan pembelajaran di UNPAZ. Selain itu, kerjasama ini dapat membantu para mahasiswa UNPAZ mencari berbagai sumber informasi yang dibutuhkan sesuai dengan topik atau bidang tertentu. Meskipun terdapat kendala ketika kerjasama ini berlangsung, pihak Open Library Telkom University dan UNPAZ sama-sama saling membantu untuk memperbaiki kesalahan yang terjadi sehingga kesalahan tersebut tidak terulang kembali. Dampak dari adanya kerjasama dalam pengaksesan e-resources juga sangat berdampak positif karena pihak Open Library Telkom University dapat mempromosikan perpustakaannya secara luas sehingga para mahasiswa UNPAZ dapat mengetahui kualitas perpustakaan yang ada di Indonesia, salah satunya Open Library Telkom University. Diharapkan kerjasama ini terus berlangsung dan dapat meningkatkan value masing-masing lembaganya. Selain itu, kendala dalam mengakses e-resources diharapkan dapat berkurang dengan meningkatkan kapasitas jaringan internet yang ada di UNPAZ, sehingga ketika para civitas akademika yang sedang mengakses e-resources yang terdapat di Open Library Telkom University tidak terhambat. Selanjutnya kedua belah pihak yaitu Open Library Telkom University dan UNPAZ dapat meningkatkan kemampuan berbahasa dan saling mempelajari bahasa yang digunakan dalam sehari-hari sehingga tidak kembali terjadi kendala perbedaan bahasa dalam pengajaran mengenai cara menggunakan eresources maupun pelatihan lainnya.