Dampak tadarus dan tadabbur al-Qur’an terhadap kinerja karyawan Perpustakaan UIN Imam Bonjol Padang
Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang; Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang; Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
Abstrak
Penelitian ini mengutarakan tentang kegiatan tadarus dan tadabbur al-Qur’an yang dilaksanakan oleh karyawan Perpustakaan UIN Imam Bonjol Padang dan telah terlaksana selama satu tahun dalam rangka memenuhi ilmu dan pengetahuan karyawan di bidang keagamaan. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk meninjau bagaimana dampak kegiatan tadarus dan tadabbur al-Qur’an ini terhadap kinerja karyawan tersebut. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif (field qualitative research) yang mencoba mendeskripsikan tentang pelaksanaan tadarus dan tadabbur al-Qur’an di Perpustakaan UIN Imam Bonjol Padang dengan meneliti dampaknya terhadap kinerja karyawan. Hasil penelitian menunjukan bahwa: tradisi tadarus dan tadabbur al-Qur’an memberikan dampak positif pada pustakawan, dimana mayoritas pustakawan mengakui bahwa kegiatan tersebut berdampak baik pada motivasi kerja mereka, meningkatkan keimanan, keta’atan dan ilmu pengetahuan, meningkatkan ketentraman jiwa dan nilai moral, menghargai sesama dan meningkatkan kerjasama. Sedangkan ayat yang ditadabburi juga menjadi solusi dari persoalannya, terhindar dari stress dan tekanan pekerjaan, serta membantu mengatasi tantangan dan hambatan dalam kegiatan sehari-hari.
Abstract
This research discusses the activities of tadarus (recitation) and tadabbur (reflection) of the Qur'an carried out by the employees of the Library of UIN Imam Bonjol Padang, which have been conducted for one year to fulfill the employees' knowledge and understanding in the field of religion. The purpose of this research is to review how these tadarus and tadabbur activities impact the performance of the employees. The method used is qualitative research (field qualitative research) that aims to describe the implementation of tadarus and tadabbur of the Qur'an at the Library of UIN Imam Bonjol Padang by examining its impact on employee performance. The research results show that the tradition of tadarus and tadabbur of the Qur'an has a positive impact on the librarians, where the majority of librarians acknowledge that these activities positively affect their work motivation, increase their faith, obedience, and knowledge, enhance inner peace and moral values, foster mutual respect, and improve teamwork. Additionally, the verses reflected upon also provide solutions to their problems, help them avoid stress and work pressure, and assist in overcoming daily challenges and obstacles.
Keywords:
Tadarus
· Tadabbur
· Al-Qur’an
· Employee Performance
Introduction
Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang sebagai lembaga pendidikan tinggi Islam, memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan etika karyawan, termasuk para pegawai di perpustakaan. Sebagai pusat pengetahuan dan informasi, perpustakaan memegang peranan strategis dalam mendukung proses pembelajaran dan penelitian di lingkungan kampus. Dalam konteks keberhasilan sebuah institusi, kinerja karyawan menjadi faktor kunci yang mendukung berbagai kegiatan akademis dan administratif. Oleh karena itu, perhatian terhadap aspek spiritual dan keagamaan dalam upaya meningkatkan kinerja karyawan di lingkungan Perpustakaan UIN Imam Bonjol Padang menjadi suatu hal yang signifikan. Merujuk salah satu misinya, “Memberikan pelayanan prima kepada pemustaka melalui peningkatan SDM”, maka Perpustakaan UIN Imam Bonjol Padang selalu melakukan hal-hal dan kegiatan yang bertujuan kearah yang lebih baik dan memberi manfaat, baik bagi pemustaka atau karyawannya sendiri. (Panduan Pelayanan UPT Perpustakaan UIN Imam Bonjol Padang 2022). Peningkatkan kompetensi pustakawan dan tenaga teknis perpustakaan di bidang sikap dan prilaku ini dilakukan pada berbagai kegiatan, seperti mengikuti workshop, seminar dan bahkan telah dilakukan pelatihan atau servis excellent oleh perpustakaan sejak tahun 2019, 2020 dan 2021 di Perpustakaan UIN Imam Bonjol Padang, dengan mendatangkan pemateri dan narasumber yang ahli di bidang tersebut. Selain itu praktik keagamaan juga dilakukan di Perpustakaan UIN Imam Bonjol Padang untuk peningkatan kompetensi yaitu kegiatan tadarus dan tadabbur al-Qur’an. Tadarus al-Qur’an artinya membaca al-Qur’an secara bersama-sama, atau mengaji al-Qur’an secara bergiliran. Sementara tadabbur al-Qur’an maksudnya kegiatan membaca dan mendengarkan al-Qur’an untuk merenungkan makna dan kandungan ayat-ayatnya secara mendalam agar bisa dipahami, dihayati dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Kedua praktek ini memiliki potensi untuk memperkuat dimensi spiritual dan moral seseorang. Adapun tujuan pelaksanaan tadarus dan tadabbur ini di antaranya untuk bisa merubah sikap mental dan perilaku seorang muslim agar sesuai dengan yang dituntunkan al-Qur’an, sehingga dia memperoleh kebahagian, keselamatan dan keberkahan hidup di dunia dan akhirat kelak. Pada Surat Ar-Ra’dua ayat 28 Allah Swt. menjelaskan bahwa orang-orang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Salah satu jalan mengingat Allah adalah dengan membaca dan mentadabburi al-Qur’an. Selanjutnya, al-Qur’an yang dibaca secara rutin, ditadabburi dan difungsikan oleh suatu masyarakat dalam kehidupan sehari-hari, dipahami akan memberi faedah seperti menjadikan al-Qur’an sebagai syifa’ (obat), seperti galau, sedih dan bahkan menjadikan alQur’an sebagai rukiyah atau mengusir roh halus dalam tubuh manusia, dan juga kemudahan dalam mencari rezki, seperti kebiasaan membaca surat al-Kahfi. Al-Qur’an sangat penting dalam kehidupan manusia, yang berisi petunjuk dan tiada keraguan di dalamnya, petunjuk bukan hanya untuk kehidupan manusia di dunia saja, tetapi juga untuk kehidupan akhirat sebagaimana Allah jelaskan pada Surat al-Baqarah ayat 2-5. Kemudian al-Qur’an juga berfungsi sebagai pendobrak perubahan, pembebas bagi masyarakat tertindas, pencerah masyarakat dari kegelapan dan kejumudan, penebar semangat emansipasi serta penggerak transformasi masyarakat menuju kehidupan yang lebih baik. Al-Qur’an juga berfungsi menjadi shifa atau obat, baik untuk rohani dan jasmani manusia, penawar, pemberi solusi untuk pribadi yang tengah dirundung kesedihan, ditimpa musibah, serta didera persoalan hidup. Surat al-Isra’ ayat 82 menjelaskan hal ini, dimana alQur'an menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan menambah kerugian bagi orang yang zalim. Disamping itu metode Garpu Tala yang diajarkan Ustad Nasrullah dalam Komunitas Magnet Rezeki, yaitu membuka al-Qur’an secara “acak” yang diawali dengan seltalk penyampaian persoalan dan pengakuan kehambaan serta istighfar pada Allah terlebih dahulu. Maka ayat al-Qur’an yang dilihat secara acak tersebut bisa memberikan ketenangan melalui getaran jiwa yang awalnya dirusak oleh persoalan-persoalan kehidupan secara lebih cepat, yaitu dengan gelombang al-Qur’an yang didapatkan tadi. Lalu ayat tersebut dizikirkan, dibaca berulangkali, dengan izin Allah, persoalan tersebut selesai dengan segera dan kadang tanpa diduga-duga (Nasrullah 2020). Maka dapat dipahami bahwa hubungan umat Islam dengan al-Qur’an tidak hanya berfokus pada pemahaman teks semata. Umat Islam sejak masa awal mulai memahami manfaat, keistimewaan, dan keutamaan tertentu dari surat atau ayat dalam al-Qur’an seperti obat untuk penyembuhan fisik. Selain itu, selama perkembangannya, al-Qur’an juga sering dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai solusi untuk mengatasi masalah ekonomi, dengan menganggap al-Quran sebagai sarana untuk mempermudah datangnya rezeki (Junaedi 2015). Ada juga tradisi membaca ayat al-Qur`an beserta surat-surat pilihan, surat al-Ikhlas, surat al-Falaq dan surat An-Nas pada acara Kematian, Yasinan, Tahlilan, Takziyah dan peresmian rumah baru. Setiap daerah menyimpan potensi kearifan lokal sebagai wujud khazanah intelektual yang diekspresikan melalui ritual budaya masing-masing dan sudah melekat pada sebagian masyarakat muslim Indonesia, contohnya pada masyarakat di Nagari Balimbing Padang Panjang yaitu tradisi pembacaan al-Qur’an di kuburan pagi dan petang selama tujuh hari (Sari and Bustamam 2021). Berdasarkan uraian di atas, penelitian ini akan meneliti tentang bagaimana pelaksanaan kegiatan tadarus dan tadabbur al-Qur'an di Perpustakaan UIN Imam Bonjol Padang serta apa dampak kegiatan tersebut terhadap motivasi kerja karyawan perpustakaan? Dengan demikian penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dampak praktik tadarus dan tadabbur al-Qur’an terhadap kinerja karyawan perpustakaan, sehingga dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan sumber daya manusia di lingkungan akademis UIN Imam Bonjol Padang. B. TINJAUAN PUSTAKA Penelusuran yang telah dilakukan pada riset sebelumnya tentang kebiasaan masyarakat dalam menghidupkan al-Quran sehari-hari (living Quran) sudah banyak dilakukan di berbagai tempat. Namun yang sangat relevan dengan kajian penelitian ini adalah kajian yang dilakukan oleh Muhammad Misbah yang berjudul Living Quran di Instansi Kesehatan: Fenomena Gerakan Membaca al-Qur’an Sebelum Berkerja di Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang yang sudah dipublikasikan pada jurnal Hermeneutik: Jurnal Ilmu alQur’an dan Tafsir Sekolah Tinggi Negeri Kudus tahun 2019 Vol. 13 No. 1. Dari hasil penelitiannya diperoleh kesimpulan bahwa karyawan Rumah Sakit Islam Sultan Agung memaknai kegiatan tersebut pada dua pemaknaan yakni makna zahir dan makna batin. Makna zahir mencakup pemahaman mereka yang mengatakan bahwa membaca al-Qur’an sebagai suatu kewajiban, kebutuhan, dan rutinitas. Sedangkan makna batin meliputi tilawah sebagai motivasi hidup, penenang hati, sarana intropeksi diri, dan tabungan amal di akhirat kelak. Adapun pengaruh yang dirasakan oleh para karyawan RSI Sultan Agung adalah kedisiplinan waktu, menjalin kebersamaan dan saling mengingatkan antar karyawan, bersemangat untuk tahsin al-Qur’an, menjadi istiqamah dalam membaca al-Qur’an, dan pengaruh tersebut membuktikan bahwa gerakan membaca al-Qur’an sebelum bekerja yang digalakkan direksi Rumah Sakit Islam Sultan Agung dapat diterima dengan baik oleh para karyawannya dan merupakan suatu bentuk dari al-Qur’an yang hidup di tengah-tengah masyarakat. (Misbah 2019). Rohana Zakaria dan kawan-kawan dalam artikelnya Tadabbur: Persepsi dan Amalan Masyarakat terhadap al-Quran Di Malaysia menyimpulkan bahwa membaca al-Quran itu sebenarnya dengan penyertaan lidah, akal dan hati. Peranan lidah membetulkan sebutan huruf dengan tartil, akal pula dengan pemahaman makna dan peranan hati sebagai mengambil iktibar. (Zakaria et al. 2018) Zamakhsyari, dengan artikelnya berjudul Tadarus Al-Quran: Urgensi, Tahapan, dan Penerapannya, menjelaskan bahwa ada empat tahapan yang harus dilalui dalam melakukan tadarus; Pertama: Saling membaca dan menyimak bersama Ayat-ayat suci al-Quran. Kedua: Saling mencoba memahami ayat yang dibaca dan didengar, dengan minimal merujuk pada terjemahan tafsirnya. Ketiga: Saling bertukar pandangan dan pemahaman hasil dari tadabbur terhadap ayat yang dibaca dan didengar. Keempat: Saling mengingatkan untuk mengamalkan dan mempraktekkan pesan dan pelajaran yang diambil dari al-Quran. (Thaib 2016) Sementara penelitian yang sedang penulis lakukan hanya melihat fenomena yang terjadi pada karyawan perpustakaan yang mengikuti kegiatan tadarus dan tadabbur alQur’an sebelum bekerja dari segi dampaknya terhadap kinerja karyawan Perpustakaan dan pemahamannya terhadap kegiatan tersebut.
Method
Penelitian ini dengan metode deskriptif kualitatif yaitu pendekatan fenomenologi yang dideskripsikan secara utuh fenomena dari tadarus dan tadabbur al-Qur’an yang dilakukan oleh karyawan Perpustakaan UIN Imam Bonjol Padang sebelum bekerja, lalu dianalisis sesuai dengan kerangka teori yang telah ditetapkan (Hasbillah 2019). Sumber data primer didapatkan melalui wawancara terhadap beberapa orang karyawan perpustakaan dan observasi melalui kuisioner yang dibagikan pada peserta tadarus dan tadabbur al-Qur’an. Sumber data sekunder diperoleh melalui data dokumentasi berupa poto dan video kegiatan serta ayat-ayat yang ditadabbur dan telah dipublish pada halaman “Tadabbur Daily” di Instagram Perpustakaan UIN IB Padang (@perpusuinib) pada link: https://www.instagram.com/stories/highlights/17976799033643634/ serta karya tulis seperti buku-buku, jurnal-jurnal yang berkaitan dengan tema penelitian ini. Selanjutnya data dikumpulkan dan dianalisa sehingga didapatkan kesimpulan dari kegiatan tadarus dan tadabbur al-Qur’an di Perpustakaan UIN Imam Bonjol Padang sebagai tempat kegiatan dan penelitian dilakukan. Gambar 1. Kegiatan tadarus dan tadabbur al-Qur’an, ditambah tausiyah oleh salah seorang karyawan Kajian penelitian ini juga berkaitan dengan Living Quran; “al-Qur’an yang hidup” atau “menghidupkan al-Qur’an”. Ahmad ‘Ubaidy Hasbillah pada bukunya Ilmu Living Quran dan Hadis (2019) menerangkan bahwa ilmu Living Quran berarti ilmu mengkaji tentang praktik al-Qur’an dari sebuah realita, bukan dari penafsiran teks al-Qur’annya. Living Quran adalah suatu upaya untuk memperoleh pengetahuan yang kokoh dan meyakinkan dari suatu budaya, berupa benda, praktik, nilai, rasa, tradisi, ritual, pemikiran atau perilaku hidup di masyarakat yang diinspirasi dari sebuah ayat al-Qur’an” (Hasbillah 2019). Ilmu Living Quran bermula dari Quran in Everyday Life yakni makna dan fungsi al-Qur’an yang riil dipahami dan dialami masyarakat muslim (Mansyur 2007), lebih ditekankan pada aspek penerapan teks-teks al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi tradisi yang selalu dilakukan berulang kali (Junaedi 2015). Jadi Ilmu itu adalah penelitian ilmiah tentang berbagai peristiwa sosial terkait kehadiran al-Qur’an atau keberadaan al-Qur’an di sebuah komunitas muslim tertentu. Berkaitan dengan penelitian ini maksudnya al-Qur’an yang dihidupkan oleh karyawan Perpustakaan UIN Imam Bonjol Padang sebelum bekerja melalui tadarus dan tadabbur alQur’an. Lalu apakah berdampak pada karyawan tersebut dalam meningkatkan kinerjanya? Hal ini akan dianalisa menggunakan teori fenomenalogi sosial yaitu suatu aliran yang membicarakan fenomena atau segala sesuatu yang menampakkan diri atau sesuatu yang sedang menggejala. Edmund Husserl (1859-1938) telah melahirkan teori fenomenalogi yang bermuara dalam suatu idealisme transcendental (Sobur 2017) artinya suatu pandangan filosofis yang menekankan bahwa realitas yang sejati atau yang paling mendasar adalah ide atau pemikiran, bukan materi atau dunia fisik secara langsung. Teori fenomenologi ini mempelajari objek-objek pengalaman dengan mengesampingkan pertanyaan yang tidak mungkin terjawab tentang objek-objek itu. Jadi setiap karyawan mempunyai pandangan dan pemahaman masing-masing terhadap prilakunya dalam membaca al-Qur’an, punya pemaknaan dan dampak tersendiri dalam tadarus dan tadabbur al-Qur’an yang diikuti setiap harinya.
Result & Discussion
Pelaksanaan Tadarus dan Tadabbur al-Qur’an di Perpustakaan UIN IB Padang Perpustakaan UIN Imam Bonjol Padang melayankan berbagai layanan pada pemustaka setiap hari kerja dari jam 07.00 – 17.00 WIB. Keberadaannya berfungsi sebagai pusat ilmu pengetahuan dan pusat pembelajaran, pusat penyedia informasi dalam ruang lingkup pendidikan, pusat penelitian literature dan sebagai tempat rekreasi dengan tersedianya bahan bacaan berupa karya ilmiah popular, karya fiksi dan non fiksi, serta berfungsi sebagai pusat pelestaian berbagai karya ilmiah (Buku Profil UPT Perpustakaan UIN Imam Bonjol Padang 2021). Ujung tombak pelayanan oleh karyawan perpustakaan adalah melayani peminjaman dan pengembalian koleksi pada pemustaka dari berbagai fakultas, membantu dan membimbing pemustaka mencarikan buku atau informasi yang mereka butuhkan, baik secara manual ke rak-rak buku, maupun secara online melalui pelayanan ke sumber-sumber referensi di internet. Dalam melakukan pelayanan, pustakawan berhadapan lansung dengan pemustaka yang berbagai tipe, prilaku dan kebutuhannya, maka pustakawan harus mampu menghadapi mereka, melayani dengan sebaik-baiknya, dengan sikap sopan santun serta dengan akhlak yang mulia. Sebagai usaha peningkatan prilaku dan kinerja pustakawan, akhlak dan sikap terpuji tersebut, maka tradisi keagamaan sangat bagus digunakan, yaitu tadarus dan tadabbur alQur’an sebelum bekerja, yang diwajibkan oleh kepala Perpustakaan bahwa semua karyawan harus mengikuti tadarus dan tadabbur al-Qur’an. Kegiatan tadarus dan tadabbur dilaksanakan pada Gedung Perpustakaan UIN Imam Bonjol Padang di Kampus 2 Lubuk Lintah. Karyawan yang terdiri dari 1 orang kepala perpustakaan, 6 orang pustakawan dan 2 orang tenaga teknis perpustakaan serta beberapa orang mahasiswa yang melakukan magang di perpustakaan. Kegiatan tadarus dan tadabbur al-Qur’an telah terlaksana selama 1 tahun, dari bulan Mei tahun 2022 sampai bulan Mei 2023, dan sudah 3 kali menamatkan bacaan al-Qur’an 30 juz bersama-sama. Batasan waktu 1 tahun itu bukan batasan penelitian, tapi kegiatan tadarus dan tadabbur al-Qur’an oleh karyawan perpustakaan sebelum bekerja itu terhenti dikarenakan persiapan perpindahan dan pindah ke gedung Perpustakaan baru di kampus 3 UIN Imam Bonjol di Sungai Bangek Padang. Pelaksanaan kegiatan tadarus dan tadabbur al-Qur’an dilaksanakan di meja baca lantai 1 perpustakaan, mulai jam 07.00 sampai 08.00 WIB, kecuali hari Senin, karena diawali kegiatan apel pagi dan hari Rabu tidak dilaksanakan karena karyawan sebelum bekerja melakukan olah raga. Khusus hari Jumat, ditambah kajian fiqih, keimanan dan keilmuan Islam lainnya oleh dosen dari luar internal perpustakaan, sampai jam 09.00 WIB. Cara pelaksanaannya, pustakawan masing-masing duduk di sekeliling meja baca sambil memegang al-Qur’an. Lalu seorang karyawan mulai membaca al-Qur’an 1 halaman, yang lain menyimak bacaannya secara bersama-sama. Setelah itu bergantian sampai semua selesai membaca dan melanjutkan ayat yang terakhir dibaca karyawan sebelumnya. Begitu juga besok harinya. Mentadabbur ayat al-Qur’an, lebih sering dijelaskan oleh bapak kepala perpustakaan, (Bapak Fauzi) dengan memilih satu ayat yang sebelumnya sudah dibaca pada hari itu. Kemudian diuraikan makna dan maksud ayat tersebut, sementara peserta yang lain mendengar dan memahami maksud ayatnya. Diakhir penjelasan ayat diadakan tanya jawab. Gambar 2. Tadarus dan tadabbur al-Qur’an dihadiri oleh bapak Dr. Yasrul Huda (Wakil Rektor 1) sebagai pemberi tausiyah Pengertian dan Tujuan Tadarus dan Tadabbur al-Qur’an Kata tadarus berasal dari Bahasa Arab berbentuk tafa’ul berasal dari kata “darosa” berarti belajar, mempelajari, lalu ditambahkan dengan huruf “ta” diawalnya menjadi ”tadarus”, artinya mempelajari bersama (Munawwir 1984). Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, tadarus adalah pembacaan al-Qur’an secara bersama-sama, atau mengaji alQur’an secara bergiliran (“KBBI, 2018, h. 1635). Jadi kata tadarus diartikan sebuah kegiatan mempelajari, membaca al-Qur’an secara bersama-sama, melibatkan orang lain berdua atau lebih, ada yang membaca dan ada yang menyimak, baik antara murid dan guru atau sesama peserta tadarus. Sedangkan tujuan tadarus adalah untuk melatih agar kebenaran bacaan al-Qur’an tetap terjaga dan menjaga hafalan dengan bacaan berulang-ulang. Tadarus juga untuk memelihara, memperbaiki bacaan dan hafalan. Bakhtiar Nasir mengemukakan ada 8 cara umat Islam membaca al-Qur’an dilihat dari tujuan pembacaannya, sebagaimana diuraikan oleh Rozy: Membaca untuk khatam (tamat) dan mendapat pahala, menghafal dan pengulangan hafalan (muroja’ah), memperbaiki bacaan (tahsin dan tartil), mendengarkan dan menyimak, praktikkan qira’at dan berdasarkan riwayat, mendapatkan berkah dan kesembuhan (ruqyah), membaca untuk mayat atau dihadiahkan untuk mayat, membaca untuk tadabbur dan merasakan mukjizatnya. Dari kedelapan tujuan pembacaan al-Qur’an itu, maka membaca tadabbur yang paling bagus (Fathor Rozy 2019). Pengertian tadabbur secara bahasa pada Kamus Arab Indonesia Mahmud Yunus (Yunus 2013) dari kata tadabbaro berarti memikirkan, begitu juga pada Kamus AlMunawwir (Munawwir 1984) berarti memikirkan dan mempertimbangkan. Menurut Yusuf al-Qardawi, tadabbur berarti melihat dan memperhatikan kesudahan segala urusan, dan bagaimana akhirnya, dekat dengan makna tafakkur (memikirkan) (Al-Qardhawi, 2016). Pada surat an-Nisa’ ayat 82 disebutkan kata “tadabbur”, “Apalaa yatadabbaruunal quran” artinya “Maka apakah mereka tidak memperhatikan al-Qur'an?...” Kata tadabbur berarti memperhatikan, artinya perenungan terhadap akibat perkara. Merenung memiliki makna yang melibatkan refleksi mendalam, baik dalam memahami esensi dan komponen suatu hal, maupun dalam mempertimbangkan pengantar, penyebab, serta konsekuensi atau dampaknya. Sedangkan yatadabbaruna ‘l-Quran maksudnya mereka memeriksa nasihatnasihat dan larangan-larangan yang terdapat dalam al-Qur’an, sehingga mereka berhenti dari melakukan hal-hal yang menyebabkan kebinasaan (Mushthafa al-Maraghi 1992). Dari berbagai pendapat, Fathur Rozy menyimpulkan pengertian tadabbur al-Quran, yaitu dengan menggunakan kecermatan pikiran dan kepekaan batin melalui refleksi yang mendalam secara berulang-ulang, seseorang dapat merenungkan pesan-pesan terdalam yang terkandung dalam al-Qur’an. Artinya melalui proses ini, pentadabbur al-Quran dapat mengasah ketajaman mata hatinya untuk menangkap esensi yang paling dalam dari ajaranajaran al-Qur’an tersebut dan didapatkan pemahaman yang mendalam terkait dengan tujuan makna Quran yang terjauh sekalipun (Fathur Rozy 2019). Jadi tadabbur adalah tindakan yang dilakukan oleh pembaca atau pendengar untuk merenungkan makna ayat-ayat al-Qur’an secara mendalam agar bisa memahami, menghayati, dan menerapkan makna dan kandungannya dalam kehidupan sehari-hari. Sedangkan tujuan dari tadabbur al-Qur’an ini adalah memperhatikan, menggali dan mendalami isi atau kandungan al-Qur’an, baik berisi perintah, larangan, petunjuk dan lain sebagainya. Selain itu kegiatan tadabbur al-Qur’an juga bertujuan untuk bisa merubah sikap mental dan perilaku seorang muslim agar sesuai dengan yang dituntunkan al-Qur’an, sehingga tercapai segala kebahagian, keselamatan dan keberkahan hidup di dunia dan di akhirat. Manfaat dari Kegiatan Tadarus dan Tadabbur Quran Manfaat yang diperoleh dari kegiatan tadarus dan tadabbur al-Qur’an ini adalah sebagaimana Sabda Rasulullah Saw: “Hadis dari Abu Hurairah, dia berkata: Bahwasanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam Bersabda: "Barangsiapa menyimak satu ayat dari kitab Allah ta'ala maka akan ditulis baginya kebaikan yang berlipat ganda, dan barangsiapa membacanya maka baginya cahaya di hari kiamat". (HR. Ahmad) (Hanbal 2001). Selain itu tadarus dan tadabbur memberi manfaat untuk menghubungkan ukhuwah islamiyah dan keterikatan antara pembaca serta meningkatkan pertalian kasih sayang di antara sesama umat Islam, sehingga akan mempermudah dalam penyelesaian persoalanpersoalan yang dialami oleh anggota majlis tersebut. Di samping itu juga akan timbul interaksi sosial yang melahirkan pendidikan akhlakul karimah yang terjadi karena proses penyucian jiwa dari pemahaman ayat-ayat al-Qur’an itu (Mujab 2019). Hal ini dijelaskan dalam firman Allah Surat Ali Imran ayat 167, bahwa Allah telah mengutus Rasul yang membacakan ayat-ayat Allah kepada kaumnya untuk membersihkan (jiwa) mereka. Bakhtiar Nasir juga menjelaskan 2 manfaat mentadabburi al-Qur’an yaitu: merasakan bahwa al-Qur’an adalah sungguh-sungguh berasal dari Allah Swt. dan tidak menemukan kontradiksi antara al-Qur’an dengan hati. Sudah dijelaskan pada ayat 82 Surat al-Nisa’ di atas, membuka hati yang terkunci, karena hati adalah alat yang paling utama untuk menangkap pesan-pesan al-Qur’an (“Makna Tadabbur Al-Qur’an” 2023). Kenapa demikian? Dengan merutinkan mentadabbur al-Quran, maka pikiran dan jiwa akan selalu disirami dengan pesan-pesan kebaikan yang sangat padat dalam al-Quran, disamping itu alQuran juga berisi berita gembira dan peringatan, sehingga bisa juga untuk mengontrol pikiran, perasaan, prilaku dan tindakan dalam kehidupan sehari-hari dan bermasyarakat. Dampak Tradisi Tadarus dan Tadabbur al-Qur’an Sebelum Bekerja dalam Peningkatan Kinerja Karyawan Kata “kinerja” dilihat pada KKBI berarti sesuatu yang dicapai, prestasi yang diperlihatkan dan kemampuan kerja (Kamus Besar Bahasa Indonesia 2018). Pada buku Budaya Organisasi dan Peningkatan Kinerja Karyawan, Ading Rahman Sukmara menjelaskan istilah “kinerja”, yaitu dari kata job performance yang berarti prestasi kerja atau prestasi yang dicapai oleh individu dalam dunia kerja. Sementara “kinerja karyawan” adalah hasil dari proses pekerjaan tertentu secara berencana pada waktu dan tempat dari karyawan serta organisasi bersangkutan (Setiono and Andjarwati 2019). Untuk mengetahui kinerja seorang karyawan itu, dapat dievaluasi melalui tolak ukur tingkat kinerjanya. Pengukuran tersebut memberikan kesempatan bagi karyawan untuk mengetahui kinerjanya. Kinerja karyawan memiliki keterkaitan yang besar bagi suatu organisasi, karena kinerja tersebut akan mempengaruhi efektivitas dari keseluruhan organisasi yaitu akan mencerminkan keberhasilannya dalam mengelola dan mencapai tujuan organisasi tersebut. Sebaliknya, organisasi akan menghadapi kendala dalam meraih tujuannya jika kinerja karyawannya tidak efektif, yaitu ketidakmampuan mereka dalam memenuhi tuntutan pekerjaan yang diharapkan oleh organisasinya. Pusparani merangkum beberapa pendapat tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja seseorang, di antaranya sarana pendukung, sikap dan mental (motivasi kerja, disiplin kerja, dan etika kerja), pendidikan, kesempatan berprestasi, kemampuan dan motivasi (Pusparani 2021). Dalam hal ini dilakukan pengukuran kinerja karyawan dari segi dampak pelaksanaan suatu kegiatan, yaitu kegiatan rutin tadarus dan tadabbur al-Qur’an yang dilaksanakan karyawan Perpustakaan UIN Imam Bonjol Padang setiap harinya sebelum bekerja. Tujuan pengukuran kinerja karyawan ini untuk mengetahui seberapa jauh kinerja karyawan tersebut meningkat lebih baik dan bagaimana pengaruhnya dalam pelaksanaan pekerjaan atau pelayanan pada pemustaka. Untuk mengalisa dampak tersebut, maka digunakan teori fenomenalogi sosial sebagaimana sudah dijelaskan di atas dijadikan tolok ukur dengan mempelajari objek-objek pengalaman dengan mengesampingkan pertanyaan yang tidak mungkin terjawab tentang objek-objek itu. Dari kuisioner yang diajukan pada setiap karyawan Perpustakaan, maka diperoleh pandangan dan pemahaman mereka terhadap prilakunya dalam membaca alQur’an, serta punya pemaknaan dan dampak tersendiri dalam tadarus dan tadabbur alQur’an yang diikuti setiap harinya. Setelah dilakukan pengisian kuisioner yang dibagikan kepada semua karyawan perpustakaan yang berjumlah 11 orang (termasuk mahasiswa PKL) sebagai responden penelitian ini, dengan tujuan untuk mengetahui dampak terhadap kinerja karyawan setelah 1 tahun mereka melaksakan kegiatan tadarus dan tadabbur al-Qur’an, dengan beberapa pertanyaan; berkaitan motivasi kerja, nilai jiwa dan etika, peningkatan iman dan ilmu, hubungan sesama, kebutuhan pelatihan dan pengembangan, solusi dari masalah dan kelanjutan tadarus dan tadabbur ke depannya. Maka diperoleh hasil dan disimpulkan sebagai berikut: 1. Sebagian besar responden setuju bahwa kegiatan tadarus dan tadabbur al-Qur’an membantu mereka menjadi lebih fokus dan produktif dalam menjalankan tugas seharihari di Perpustakaan. 2. Sebagian besar responden merasa bahwa karir mereka meningkat setelah melakukan tadarus dan tadabbur al-Qur’an sebelum bekerja di Perpustakaan tersebut. 3. Mayoritas responden merasakan bahwa kegiatan tadarus dan tadabbur al-Qur’an dapat meningkatkan semangat dan kualitas kerja di Perpustakaan. 4. Sebagian besar responden percaya bahwa tradisi tadarus dan tadabbur al-Qur’an memberikan dampak positif terhadap kualitas pelayanan kepada pengunjung perpustakaan. 5. Mayoritas responden merasa bahwa kegiatan tadarus dan tadabbur al-Qur’an dapat meningkatkan keimanan dan keta'atan sebagai seorang Muslim. 6. Sebagian besar responden setuju bahwa kegiatan tadarus dan tadabbur al-Qur’an membantu meningkatkan kemampuan membaca dan memahami isi kandungan AlQur’an. 7. Mayoritas responden merasa lebih tenang dan tentram dalam pekerjaan setelah mengikuti kegiatan tadarus dan tadabbur al-Qur’an ini. 8. Sebagian besar responden merasa tradisi ini memberi pengaruh positif pada peningkatan nilai-nilai moral dan etika di lingkungan kerja. 9. Mayoritas responden merasa lebih termotivasi untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan setelah mengikuti kegiatan ini. 10. Sebagian besar responden merasa bahwa kegiatan tadarus dan tadabbur al-Qur’an dapat membantu meningkatkan kerjasama antar karyawan dan menghargai sesama di Perpustakaan. 11. Mayoritas responden percaya bahwa kegiatan tadarus dan tadabbur al-Qur’an membantu mengatasi stres atau tekanan dalam pekerjaan. 12. Sebagian besar responden merasa bahwa kegiatan tadarus dan tadabbur al-Qur’an dapat membantu mengatasi tantangan dan hambatan dalam pekerjaan sehari-hari di perpustakaan. 13. Mayoritas responden merasa bahwa kegiatan Tadarus dan Tadabbur al-Qur’an memberikan solusi atau pencerahan dari permasalahan pribadi yang mereka alami. 14. Sebagian besar dari mereka setuju bahwa tradisi ini seharusnya diterapkan dan dilanjutkan untuk meningkatkan kinerja pustakawan di masa mendatang di perpustakaan.
Conclusion
Berdasarkan paparan di atas, dapat disimpulkan bahwa tradisi tadarus dan tadabbur al-Qur’an pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan tadarus dan tadabbur al-Qur’an di tempat lainnya yaitu kegiatan membaca al-Qur’an dan memberikan pemahaman dari sebagian ayat yang dibaca tersebut. Adapun dampak tradisi tadarus dan tadabbur al-Qur’an ini terhadap kinerja karyawan perpustakaan adalah mayoritas pustakawan mengakui bahwa kegiatan tersebut berdampak baik pada motivasi kerja mereka, meningkatkan keimanan, keta’atan dan ilmu pengetahuan, meningkatkan ketentraman jiwa dan nilai moral, menghargai sesama dan meningkatkan kerjasama, ayat yang ditadabburi juga menjadi solusi dari persoalannya, terhindar dari stress dan tekanan pekerjaan, serta membantu mengatasi tantangan dan hambatan dalam kegiatan sehari-hari.