Kembali
16
1
2016 Visi Pustaka: Buletin Jaringan Informasi Antar Perpustakaan Vol 18 · 1 ISSN 2685-7138

PERPUSTAKAAN DATA: SEBUAH PENGAMATAN TERHADAP UNIVERSITY OF TORONTO MAP AND DATA LIBRARY

Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Abstrak

Perpustakaan data sudah dikenal baik di luar negeri, khususnya di benua Eropa dan Amerika. Optimalisasi perpustakaan data untuk menunjang penelitian, membuat Indonesia harus mulai mempersiapkan diri untuk membangunnya. Sulit sekali mencari literatur mengenai perpustakaan data yang berbahasa Indonesia. Walaupun pada beberapa aspek sudah mulai diterapkan, secara keseluruhan di Indonesia menurut pengamatan penulis belum ada satupun perpustakaan data. Tulisan ini mendefinisikan perpustakaan data yang representatif dengan melihat salah satu perpustakaan data, yaitu University of Toronto Map and Digital Library. Dengan melihat fasilitas yang disediakan, penulis mengobservasinya secara sederhana. Setelah itu, penulis mendeskripsikan hasil pengamatan dengan harapan dapat dijadikan sebagai acuan untuk membangun atau mengembangkan perpustakaan data di Indonesia.

Abstract

Data libraries have been widely known in Europe and America. The fact that these libraries have been optimized for supporting research makes it significant for Indonesia to initiate the development data libraries. However, Indonesian language literature on this specific type of library is still very limited. Although some of data library aspects have been considerably implemented, the author has not found any data library exist in Indonesia. Therefore, this paper is aimed at defining a representative data library by looking at the University of Toronto Map and Digital Library, as one of data libraries, and observing its facilities. The author will attempt to make a basic observation and description in regard. It is expected that the results will be useful as a reference for developing data libraries in Indonesia.
Keywords: perpustakaan data · University of Toronto Map and Digital Library

Introduction

Belakangan ini muncul kebijakan Kementerian Perhubungan yang cukup kontroversial yang terkait dengan pembatasan operasi Gojek dan beberapa jasa transportasi online lainnya ¹. Ada lagi kebijakan Kementerian ESDM terkait pungutan sebesar Rp200,00 setiap pembelian premium 1 liter 2. Namun, kedua kebijakan tersebut diklarifikasi kembali. Masyarakat sering mengeluhkan kebijakan tersebut yang seakan-akan dibuat tanpa pertimbangan yang matang. Itu sebabnya bahwa kita sering sekali mendengar berita mengenai keluhan masyarakat di media massa. Perumusan kebijakan akan sangat terasa manfaatnya jika didasarkan pada hasil penelitian. Bagi kalangan akademisi, penelitian sudah menjadi makanan sehari-hari. Namun, jika penelitian tidak dilakukan dengan benar, baik dari segi metodologi maupun pengumpulan data, maka hasilnya akan cacat atau gagal diimplementasikan. Untuk menunjang hasil-hasil penelitian perlu disediakan sebuah sarana yang baik, yaitu perpustakaan data. Dalam konteks Indonesia, perpustakaan data masih sangat jarang dibicarakan. Namun, di negara-negara maju yang sudah mapan lembaga penelitiannya, perpustakaan data sudah lazim digunakan untuk mempermudah penelitian. Perpustakaan data merupakan sebuah kumpulan data set (numerik dan geospasial) yang digunakan untuk menunjang penelitian. Perpustakaan data biasanya tidak berdiri sendiri. Artinya, perpustakaan data merupakan bagian dari sebuah institusi seperti: universitas, perusahaan³, institusi pemerintahan, dan institusi lainnya. Perpustakaan data menyediakan layanan yang hampir sama dengan perpustakaan konvensional, yaitu dengan memberikan akses kepada pengguna dengan CD/DVD-ROM dan memungkinkan pengguna untuk mengunduh data yang mereka inginkan. Perpustakaan data menampilkan datadata yang dibutuhkan peneliti seperti statistik dan sensus dalam berbagai macam bentuk visualisasi, yaitu mulai dari teks deskripsif, tabel, grafik, peta, gambar, suara, dan video. Data-data yang ditampilkan pada perpustakaan data umumnya sangat bervariasi sesuai dengan core atau fokus keilmuan dari institusi yang membawahi. Misalnya, perpustakaan data sebuah lembaga penelitian yang fokus pada bidang transportasi akan banyak menampilkan datadata yang berkaitan dalam transportasi seperti demografi, alat-alat transportasi, daftar penyedia jasa transportasi, statistik kemacetan pertahun, hasil-hasil penelitian yang berkaitan dengan transportasi, dan data-data lainnya. Sementara itu, perpustakaan konvensional hanya menyediakan koleksi berupa informasi dan persediaan menu bantuan untuk mengakses, membaca, menafsirkan data sheet, mengunduh data, dan menu lainnya yang dibutuhkan pengguna dalam penelitian. Menu tersebut biasanya ditampilkan dalam sebuah instruksi atau tutorial sehingga pengguna awam maupun professional tidak akan kebingungan untuk mengaksesnya. Institusi atau negara yang sudah mengimplementasikan konsep perpustakaan data menganggap bahwa hasil penelitian adalah aset yang sangat berharga, terutama dalam hal perumusan kebijakan. Bercermin pada kasus perumusan kebijakan itu, pembuatan perpustakaan data di Indonesia akan sangat membantu para pemangku kebijakan untuk merumuskan kebijakan yang bermanfaat dan menguntungkan masyarakat. Para pemangku kebijakan akan sangat bergantung pada hasil-hasil penelitian yang objektif. Kunci dari perpustakaan data adalah keterbukaan data-data yang diperoleh dari masing-masing penanggung jawab sektor. Keminiman informasi mengenai perpustakaan data di Indonesia mengharuskan pustakawan mencari informasi di luar perpustakaan. Dengan memanfaatkan media internet ditemukan salah satu contoh perpustakaan data yang menurut penulis cukup baik untuk diamati, yaitu University of Toronto Map and Data Library (http://data.library.utoronto.ca/).4 Tulisan ini akan membahas hasil pengamatan terhadap hal itu, yaitu dengan menjelaskan secara sederhana menu-menu perpustakaan data dengan harapan dapat mendeskipsikan perpustakaan data secara keseluruhan. 2. Perpustakaan Data dan Perpustakaan Konvensional Sebelum dibahas perbedaan antara perpustakaan data dan konvensional, persamaannya terlebih dahulu dibahas, yaitu keduanya mengandung istilah perpustakaan. Artinya, keduanya tetap memiliki konsep perpustakaan seperti yang pernah diketahui sebelumnya atau apakah kemudian perpustakaan akan didefinisikan sebagai tempat atau perpustakaan sebagai ruang. Walaupun demikian, tulisan ini tidak akan membahas definisi perpustakaan konvensional secara rinci, melainkan hanya akan menguraikan perpustakaan data. Berdasarkan terminologi, terdapat istilah perpustakaan atau data yang sangat berkaitan dengan hirarki data, informasi, pengetahuan, dan kebijaksanaan. Gambar 1: Hierarki Data, Informasi, Pengetahuan, dan Kebijaksanaan Data adalah sebuah produk pengamatan yang tidak memiliki makna sebelum diproses. Hasil olahan data akan menjadi informasi. Information merupakan hasil olahan data yang bisa digunakan untuk menjawab sebuah pertanyaan. Knowledge atau 'pengetahuan' adalah kemampuan untuk mentransformasikan informasi menjadi sebuah instruksi yang memungkinkan manusia dapat mengontrol sesuatu. Wisdom atau 'kebijaksanaan' adalah kemampuan untuk melihat konsekuensi jangka panjang dari tindakan apapun yang. didasarkan pada pengetahuan. Wisdom juga mencakup evaluasi dari apa yang sudah dikerjakan. Perpustakaan data tidak lahir begitu saja sehingga perlu memahami pengembangan data repository. Itu berarti sebuah sistem penyimpanan dan pengarsipan data kelembagaan untuk tujuan verifikasi (menjaga integritas ilmiah) dan backuр data autentik.7 Dengan persiapan yang demikian, proses sharing data akan lebih mudah. Setelah dipetakan pemahaman data, informasi, pengetahuan, dan kebijaksanaan, akan dibahas perbedaan antara perpustakaan data dan konvensional. Sulistyo-Basuki (1991:3) merumuskan bahwa perpustakaan konvensional adalah sebuah ruangan, bagian dari ruangan atau gedung yang digunakan untuk menyimpan buku dan terbitan lainnya secara sistematis untuk kemudian dilayankan kepada pemustaka.8 Dengan mencermati definisi tersebut, perpustakaan didefinisikan sebagai sebuah tempat yang menyimpan koleksi (buku dan terbitan lainnya). Buku dan terbitan lainnya adalah sebuah produk yang berisi informasi, karena sifatnya sudah melalui serangkaian tahapan sehingga akhirnya diterbitkan dan menjadi koleksi perpustakaan. Sementara itu, data adalah bagian yang lebih kompleks lagi yang mungkin membantu pembentukan informasi. Sumber data bisa dari mana saja, tidak terbatas pada sumber yang ada di institusi (perpustakaan), dari institusi, atau individu lain berupa pengetahuan. Dengan kata lain, perbedaan utama dari perpustakaan data dan perpustakaan konvensional adalah pada objek yang dikelola. Objek yang dikelola perpustakaan data adalah data dan pengetahuan, sedangkan objek yang dikelola perpustakaan konvensional adalah informasi. Selain itu,yang menjadi karakter perpustakaan data adalah pelayanan penelitian dan menyediakan pelayanan peralatan penelitian. Pada praktiknya perpustakaan konvensional juga terkadang melayaninya. Perbedaan antara perpustakaan data dan perpustakaan konvensional tersebut masih perlu dikaji karena pernyataan tersebut masih sebatas pengamatan singkat penulis. 3. University of Toronto Map and Data Library Seperti dijelaskan pada pendahuluan, perpustakaan data selalu berdiri di bawah sebuah institusi. Salahsatunyaadalah perguruantinggiatau universitas. University of Toronto Map and Data Library adalah salah satu contoh perpustakaan data yang berdiri di bawah University of Toronto (http://data.library.utoronto.ca/). Pada halaman tersebut perpustakaan data juga sekaligus menjadi web portal yang berhubungan ke situs-situs lain yang berkaitan dengan perpustakaan data tersebut. Gambar 2 berikut ini adalah halaman beranda University of Toronto Map and Data Library (UTMDL). Gambar 2: Halaman Beranda UTMDL Perpustakaan data tersebut secara umum memiliki kriteria perpustakaan data seperti yang sudah didefinisikan pada pendahuluan. Pada menu-menu tersebut diketahui bahwa dalam perpustakaan data tersebut tersedia statistik, mikrodata (data hasil penelitian), sensus Kanada, sensus pertanian di Kanada, pedoman penelitian, informasi mengenai layanan fasilitas perpustakaan data, proyek yang tengah digarap, peta, dan informasi umum perpustakaan data tersebut.Gambar 3: Menu UTMDL Meskipun sudah tercantum dalam menu, statistik dan microdata disajikan kembali pada side bar. Pada Gambar 4 diketahui bahwa statistic dan microdata yang disediakan tidak terbatas pada lingkup universitas dan nasional (Kanada) saja, tetapi juga disediakan data dengan skala yang lebih luas, yaitu US dan bahkan data-data internasional. Gambar 4: Statistics dan Microdata di UTMDL Sama dengan perpustakaan konvensional yang memiliki sistem temu kembali informasi, perpustakaan data juga memilikinya. Hanya saja kolom pencarian dalam UTMDL ini relatif lebih sederhana daripada kolom pencarian di OPAC. Kolom pencarian memungkinkan pencari menemukan data berupa statistik dan mikrodata saja, atau keduanya. Gambar 5: Menu Pencarian Data UTMDL Sesuai dengan fungsi untuk mendukung penelitian, UTMDL tidak hanya menyediakan atau menghubungkan data-data penelitian, tetapi juga menyediakan layanan konsultasi data, pedoman penelitian, software statistik, dan manajemen data penelitian. Selain itu, UTMDL juga menampilkan koleksi buku teks atau e-books yang berkaitan dengan data dan software statistik penelitian. Gambar 6: Menu Bantuan Penelitian UTMDL Gambar 7: Display Buku yang Berkaitan dengan Data dan Penelitian 4. Percobaan Pencarian Data Pada tulisan ini penulis mencoba mencari data untuk mengetahui bagaimana proses pencarian data penelitian. Ketika dalam pendahuluan disebutkan kasus yang berkaitan dengan transportasi, penulis akan mencoba mencari data mengenai transportasi di Kanada dengan kata kunci "Transportation in Canada". Hasilnya adalah sebagai berikut. Gambar 8: Percobaan Pencarian Data dengan Kata Kunci Transportation in Canada Percobaan pada Gambar 8 dapat diamati bahwa ada beberapa data yang ditampilkan. Pencarian data pada gambar itu mirip dengan pencarian informasi bibliografis pada OPAC di perpustakaan konvensional. Hasil yang ditemukan bisa disortir berdasarkan relevansi, judul, tipe data, pengarang, dan waktu. Selain itu, pengguna juga dimungkinkan membatasi hasil pencarian datanya berdasarkan tipe konten, subjek data (statistic atau microdata), dan cakupan geografis data. Berdasarkan pertimbangan pada urutan pertama dengan judul "Facts on Transportation in Canada (September 2008)" ketika diklik. terdapat deskripsi data tersebut. Gambar 9: Deskripsi Data Statistik Hasil Percobaan Pencarian Untuk melihat datanya, perlu menuju link yang diberi tanda merah. Pada percobaan pencarian di atas perlu mengunduh file. Hasilnya hampir sesuai dengan yang diekspektasi atau bisa dikatakan relevan, yaitu berisi mengenai faktafakta transportasi di Kanada. Gambar 10: Sampul dari "Facts on Transportation in Canada" yang Sudah Diunduh Ketika dibaca lebih lanjut, data tersebut diterbitkan oleh kementerian yang bertanggung jawab atas masalah transportasi Council of Ministers Responsible for Transportation and Highway Safety Secretariat sehingga datanya relatif bisa dipercaya. Gambar 11: Contoh Konten Data yang Disajikan dalam Bentuk Tabel Statistik Gambar 12: Contoh Hasil Pencarian Mirkodata Gambar 13: Contoh Portal Penyedia Mikrodata yang Dirujuk UTMDL Gambar 14: Contoh Hasil Pencarian Data Tipe CD-ROМ Satuhalyang cukup mendapatkan perhatian dari hasil percobaan terdapat tiga jenis data, yaitu statistical, microdata, dan rekaman berupa CD-ROM. Ketiga jenis data tersebut dikelola dan ditampilkan terlebih dahulu metadatanya (deskripsi data) untuk kemudian dialihkan ke sumber data lengkap. Yang dimaksud dengan microdata adalah data tentang individu, rumah tangga, bisnis, atau badan lainnya, yaitu data yang secara langsung dikumpulkan oleh lembaga statistik atau diperoleh dari sumber lain seperti sumber administrasi. Dalam UTMDL deskripsi microdata meliputi judul data, peneliti utama, asal data, tanggal penciptaan data, distributor, tanggal pendistribusian data, pembatasan akses data, ringkasan data, kata kunci, cakupan geografis, tanggal koleksi, cakupan data, tipe data, sampel, unit yang melakukan penelitian, mode koleksi data, file lampiran, sitasi dari data, data yang berkaitan, dokumentasi data, buku petunjuk, data utama, bibliografi, institusi yang mengakses, geografi, subjek, dan nama file. Sementara itu, data yang berupa CD-ROM hanya dapat diakses oleh anggota UTMDL.

Conclusion

Pemahaman perpustakaan data dari hasil pengamatan sederhana ini tentu tidak cukup. Contoh yang dipilih (UTMDL) belum tentu merepresentasikan perpustakaan data secara utuh. Selain itu, pemahaman penulis sangat terbatas dalam menganalisis dan mengeksplorasi menu dan fitur yang disediakan perpustakaan data. Dengan didukung oleh beberapa literatur yang berkaitan, disimpulkan bahwa perpustakaan data adalah sebuah kumpulan data dari berbagai sumber yang diorganisir sedemikian rupa dengan sistem tertentu untuk menunjang penelitian. Perpustakaan data tidak dapat berdiri sendiri. Artinya, perpustakaan data perlu berkolaborasi dengan penyedia data di luar institusi perpustakaan data tersebut. Menurut penulis, perbedaan utama perpustakaan data dan perpustakaan konvensional adalah objek yang dikelola. Perpustakaan konvensional mengorganisir koleksi berupa informasi, sedangkan perpustakaan data mengorganisir data dan pengetahuan. Selain itu. perpustakaan data mendukung penelitian lembaga yang membawahinya dengan menyediakan layanan dan perangkat penelitian seperti layanan konsultasi penelitian dan software statistik penelitian. Perpustakaan data tidak hanya mengoleksi data-data dan pengetahuan yang mereka miliki, melainkan juga mengorganisir data-data lain yang dianggap penting di luar institusi termasuk dalam skala internasional untuk menunjang penelitian institusinya. Keterbukaan data di antara institusi yang satu dengan institusi yang lain menjadi kunci kesuksesan pengoptimalan perpustakaan data dalam menunjang penelitian yang selanjutnya akan berimplikasi baik pada pengambilan kebijakan jangka panjang.