INOVASI APLIKASI “SI BU-DI LA-KU” SEBAGAI PERANGKAT LAYANAN SIRKULASI PERPUSTAKAAN DIGITAL DI PERPUSTAKAAN SMPN 3 LUBUK PAKAM
SMP Negeri 3 Lubuk Pakam
Abstrak
Perkembangan perpustakaan sekolah terus mengalami peningkatan. Hal ini menjadi daya magnet bagi pemustaka khususnya di perpustakaan sekolah SMPN 3 Lubuk Pakam. Kondisi ini membuat inovasi perpustakaan yang berkunjung meningkat. Hal ini disebabkan Ketidakselarasan pengelolaan dan layanan secara manual dengan kebutuhan pemustaka tidak sebanding sehingga menjadi masalah serius. Penglolaan perpustakaan menjadi semakin lambat khususnya pada bidang layanan kepada pemustaka. Hal ini menjadi alasan dirancang inovasi dalam bentuk perangkat sistem layanan bernamasistem layanan buku digital layanan sirkulasi (Si Bu Di La Ku) sebagai solusi atas permasalahan yang dihadapi perpustakaan sekolah SMPN 3 Lubuk Pakam. Kajian ini menerapkan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif; studi literatur dengan mendeskripsikan hasil penerapan “SI BU-DI LA-KU” di perpustakaan sekolah SMPN 3 Lubuk Pakam. Teknik pengumpulan data melalui observasi langsung, dokumentasi, dan wawancara. Sumber data diperoleh dari informan yaitu pengelola perpustakaan, guru dan siswa. Peningkatan yang terjadi sebesar 44,79% setelah diterapkannya sistem buku digital layanan sirkulasi diluncurkan. Peningkatan ini menunjukkan bahwa inovasi memiliki kebaruan dalam bidang layanan sirkulasi dengan menerapkan layanan digital perpustakaan.
Abstract
The development of school libraries continues to increase. It would have become a magnet for users, especially in the school library at SMPN 3 Lubuk Pakam. The condition increases the innovation of visiting libraries. Due to the misalignment of manual management and services with the user's needs, which is a serious problem. Library management shows increasingly slow, especially in thefieldof services to users. Therefore, innovation was designed in the form of a service systemdevice calledthedigital book circulation service system (Si Bu Di La Ku) as a solution to the problems facedbytheSMPN 3 Lubuk Pakam school library. This study applies a qualitative approach with descriptivemethods; literature study by describing the results of implementing "SI BU-DI LA-KU" in theschool library of SMPN 3 Lubuk Pakam. Data collection techniques through direct observation, documentationand interviews. Data sources were obtained from informants, namely library managers, teachersandstudents. The increase reveals that 44.79% after using the digital book circulation service systemwaslaunched. The increase shows that innovation is new in the field of circulation services by implementingdigital library services.
Keywords:
Pelayanan sirkulasi
· Perpustakaan digital
· Aplikasi perpustakaan
· Perpustakaan sekolah
Introduction
Perkembangan perpustakaan sekolah terus mengalami peningkatan. Hal ini memicu sekaligus memacu pustakawan sekolah untuk membuat inovasi perpustakaan sekolah. Meskipun masih dalam lingkup kecil namun eksistensi perpustakaan sekolah menjadi daya magnet bagi pemustaka khususnya di lingkungan sekolah. Berbagai komponen sekolah; mulai dari guru, siswa dan komponen sekolah lainnya tertarik untuk berkunjung keperpustakaan. Keadaan ini tentu saja menjadi kebahagiaan tersendiri bagi pustakawan untuk melaksanakan layanan sirkulasi terhadap pustakanya. Minat kunjung perpustakaan semakin lama semakin meningkat. Keadaan ini ditunjukkan oleh bukti kunjungan perpustakaan(https://docs.google.com/spreadsheets/d/1G- 6JxeVTYa yObUIQxMhwSfWjqAQsBVbNWp8q-dfo6o/edit#gid=874631777). Banyaknya pemustaka yang berkunjung ke perpustakaan untuk membaca, meminjam buku atau mengembalikan buku membuat layanan sirkulasi menjadi padat setiap hari. Petugas perpustakaan pada bagian layanan sirkulasi menjadi kewalahan menampung arus pemustaka yang datang berkunjung khususnya pada waktu istirahat jam pelajaran. Jumlah pemustaka yang tidak sebanding dengan tenaga layanan sirkulasi membuat lambatnya layanan sirkulasi perpustakaan. Antrian yang panjang untuk mengisi buku kunjungan secara manual menjadi satu dari beberapa penyebab lamanya layanan. Kondisi ini sesuai dengan pendapat Arumi (2015) bahwa tujuan perpustakaan sekolah adalah untuk menumbuhkembangkan minat membaca dan belajar bagi siswa. Perkembangan buku elektronik (e-book) meningkat pesat secara global (http://repository.umy.ac.id/bitstream/handle/123 456789/10616/5.BAB%20I.pdf?is Allowed=y&seq uence=5). Hal ini menunjukkan semakin banyak orang yang beralih ke buku digital sebagai sumber informasi. Sebagai suatu sistem, perpustakaan terdiri dari sejumlah unit kerja atau komponen yang terintegrasi melalui sistem yang digunakan untuk pengolahan, penyusunan dan pelayanan koleksi yang mendukung berjalannya fungsi-fungsi perpustakaan (http://eprints.umpo.ac.id/1471/2/BAB%20I%20.p df). Oleh karena itu, diperlukan sistem yang terintegrasi dengan baik untuk membantu rotasi perpustakaan. Teknologi perpustakaan bergerak menuju sistem digital, sehingga teknologi untuk mendukung akses buku dan pencarian buku yang diinginkan semakin dibutuhkan (http://repository.upi.edu/48886/4/S_KOM_14013 85_Chapter%201.pdf). Industri 4.0 telah memberikan dampak yang luar biasa bagi kehidupan masyarakat saat ini (https://repo.undiksha.ac.id/6049/3/1829041060- BAB%201%20PENDAHULUAN.pdf). Salah satu dampaknya adalah semakin berkembangnya teknologi yang dapat digunakan untuk mendukung sirkulasi perpustakaan. Paparan di atas menunjukkan bahwa pembaharuan penerapan “SISTEM PELAYANAN SIRKULASI BUKU DIGITAL” sebagai Perangkat pelayanan sirkulasi perpustakaan digital di perpustakaan SMPN 3 Lubuk Pakam sangat tepat dan diperlukan untuk membantu sirkulasi perpustakaan digital menjadi lebih baik dan lebih maju era teknologi. TINJAUAN PUSTAKA Sistem adalah kumpulan bagian-bagian atau suatu kesatuan dari subsistem-subsistem yang saling terkait dan memiliki tujuan tertentu(https://repository.stkip pacitan.ac.id/id/eprint/556/ 8/RATIH%20FADHILAH%20QISTI_BAB%20II_PI2021.pdf). Hal ini menunjukkan bahwasistemdibangun dalam bentuk kumpulan bagian-bagian yang memiliki hubungan satu dengan lainnya dengan tujuan tertentu sebagai capaian. Menurut Malaji (2022) dalam(https://dispersip.pangkalpinangkota.go.id/perpustakaan-digital/) bahwa Perpustakaan digital merupakan bentuk lain manajemen perpustakaan yang selama ini dipahami dalam wujud rak-rak buku. Pergeseran bentuk perpustakaan menjadi perpustakaan digital ini sebagai bentuk percepatan dalam layanan di perpustakaan. Pustakawan dituntut untuk mampu menyediakan layanan perpustakaan yang berorientasi kepada kebutuhan pemustaka secara mudah dan murah. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Ningrum(2022) dalam(http://digilib.uinsa.ac.id/55770/2/Anggun%20Widiya%20Ningrum_G73218038.pdf) menunjukkan bahwa kualitas layanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan konsumen dan minat beli ulang, dan kepuasan konsumen mampu memoderasi hubungan antara kualitas layanan terhadap minat beli ulang. Pernyataan Ini memberikan gambaran bahwa kualitas layanan memiliki pengaruh yang positif atau meningkatkan miat terhadap pengguna untuk melakukan kegiatan yang sama dan berulang. Menurut Sevima (2020) dalam(https://sevima.com/info-sentra-vidya- utama/sistem-informasi-perpustakaan ) Sistem Informasi yang dikembangkan untuk memudahkan dalam pelayanan serta memudahkan petugas perpustakaan dalam mengelola perpustakaan. Pendapat ini menjadi motivasi bagi pustakawan sekolah untuk merancang sebuah perangkat layanan perpustakaan yang memudahkan bagi pustakawan sekolah dan bagi pemustakanya. Layanan sirkulasi Layanan sirkulasi yang dilakukan di perpustakaan SMPN 3 Lubuk Pakam dilakukan secara manual. Buku kunjungan diisi dengan menggunakan tulisan tangan oleh pemustaka yang berkunjung. Buku peminjaman juga masih dilakukan dengan cara manual ini. Petugas perpustakaan akan mendampingi pemustaka secara langsung per individu untuk mengisi buku peminjaman atau menuliskan keterangan peminjaman di buku peminjaman. Demikian juga untuk pengembalian buku masih dilakukan secara manual juga. Kondisi ini membuat antrian panjang pemustaka yang mengunjungi perpustakaan sekolah. Hal ini tentunya membuat keadaan kurang kondusif untuk sebuah perpustakaan. Pemustaka yang membaca juga terganggu dengan suara berisik dari antrian pemustaka yang belum memasuki perpustakaan. Waktu yang dilakukan untuk melakukan pelayanan menjadi lebih lama. Sebab pemustaka pada umumnya berkunjung di saat jam istirahat ataupun ketika jadwal pelajaran tertentu saja sehingga waktu yang digunakan untuk berliterasi sangat singkat. Akibatnya pelayanan yang dilakukan menjadi tidak maksimal. Layanan yang dilakukan dengan sistem layanan terbuka menjadi tidak sesuai. Beberapa pemustaka masih belum memahami sepenuhnya untuk mengembalikan buku ke rak yang sesuai dengan tertib dan rapi. Selanjutnya, akan menjadi beban tambahan bagi petugas perpustakaan untuk membenahi dan merapikan kembali koleksi sesuai kelasnya. Mengamati kondisi di atas makaperlu diadakan perubahan pada sistem layanan sirkulasi di perpustakaan SMPN 3 Lubuk Pakam. Dalam hal ini peneliti mengamati berbagai aset- aset yang dimiliki oleh perpustakaan sekolah. Adanya PC yang sudah diperbaiki sebagai bentuk hibah dari bidang sarana prasarana sekolah kepada perpustakaan sekolah. Jaringan Internet yang sudah stabil untuk digunakan. Tersedianya arus listrik di perpustakaan sekolah. Semua itu menjadi aset penting untuk merancang suatu bentuk perubahan sistem layanan sirkulasi. Perpustakaan digital Perpustakaan sekolah SMPN 3 Lubuk Pakam Selama ini masih dikelola secara manual. Berbagai permasalahan muncul. Ketidakselarasan pengelolaan dan layanan dengan kebutuhan pemustaka menjadi masalah yang cukup serius. Pengembanganperpustakaan menjadi semakin lambat khususnya pada bidang layanan kepadapemustaka. Untuk mengatasi masalah tersebut pihak perpustakaan mulai merintis perpustakaan digital. Pengelolaan dan layanan perpustakaan dilakukan dengan berbasis jaringan internet online. Dengan memanfaatkan google site(g-site) secara gratis dan praktis maka perpustakaan digital dapat diwujudkan secara perlahan. Tampilan g-site perpustakaan SMPN 3 Lubuk Pakam dapat dilihat pada gambar berikut ini Gambar 1. Tampilan awal perpustakaan digital Pada tampilan awal perpustakaan digital terdapat beberapa menu yang berkaitan dengan perpustakaan. Dimulai dengan halaman muka, profil, buku kunjungan, sirkulasi layanan dan lainnya. Aplikasi Sistem Informasi Buku Digital Layanan Sirkulasi (SI BU-DI LA-KU) Aplikasi “SI BU-DI LA-KU” merupakan singkatan dari Buku Digital Layanan SirKulasi. Aplikasi ini berbasis data dari Microsoft Excel atau dikenal sebagai Ms. Excel. Penggunaan aplikasi pada perpustakaan sekolah SMPN 3 Lubuk Pakam dengan Ms. Excel 2010. Implementasi atau penerapan aplikasi ini melalui Google Site Perpustakaan SMPN 3 Lubuk Pakam pada link berikut ini https://sites.google.com/d/1lKIziM43pxGxMz4rTj LrDaXyGbi7mIC6/p/1fD5t2rTEFm7q7JhTqxtJrfv w_QebfZPe/edit?pli=1. Penggunaan aplikasi google site (g-site) ini memiliki keunggulan tersendiri. Media ini sangat mudah diakses oleh siswa sebagai pemustaka. Di dalam pembelajaran, media ini sangat efektif digunakan oleh siswa Herinda (2020) maka dapat diasumsikan bahwa penggunaannya di perpustakaan akan lebih mudah sebab siswa telah terbiasa menggunakan aplikasi ini. Dasar pemikiran di atas didukung juga oleh Yushtika (2020) dengan hasil penelitiannya menyatakan bahwa google site dapat digunakan sebagai media atau metode pembelajaran di dalam kelas terutama di abad 21 dan revolusi industri teknologi. Dengan demikian, aplikasi g- site ini menjadi aplikasi utama dalam mengkonstruksi perpustakaan digital berbasis web.Pada menu-menu di perpustakaan digital, disematkan link buku digital kunjungan dan buku digital peminjaman. Untuk memperoleh data pengisian buku maka aplikasi yang digunakan adalah google form (g-form). Alasan penggunaan aplikasi ini adalah kemudahan akses dan efektifitas waktu. Seperti yang disampaikan Batubara (2016) tentang g-form bahwa “Google Form dimulai dari tahap merencanakan, membuat, mempublikasikan dan memberikan petunjuk penggunaan. Data respon mahasiswa menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswasuka dengan penggunaan kuesioner online(53,3%), mudah diakses (86,7%), waktu menjadi lebih efisien (80%), menghemat penggunaan kertas”. Sejalan dengan pendapat ini, MuhammadIqbal (2018) menyatakan “the use of Google Forms in learning has its impact, which is managing student tasks to be more efficient. More than that can be used to prepare/make worksheets following the wishes and needs of the teacher”. Berdasarkan pendapat pendapat maka digunakan aplikasi g-form pada google site perpustakaaan sekolah dengan cara menyematkan link g-form pada menu yang sudah dirancang di google site tersebut. Untuk Mengetahui implementasi aplikasi “SI BU-DI LA- KU ” berbasis web maka pada artikel ini akan dibahas khusus mengenai buku kunjungan dan buku peminjaman digital sebagaimana yang tertera pada menu Perpustakaan Digital SMPN 3 Lubuk Pakam. Buku kunjungan digital dapat ditemukan melalui menu Buku Kunjungan. Didalamnya Terdapat dua menu; buku kunjungan harian buku kunjungan kelas. Buku kunjungan harian inilah yang digunakan oleh pemustaka sebelum memasuki perpustakaan. Secara umum, pengisian data pada buku kunjungan ini menjadi tiket masuk ke perpustakaan sekolah. Sosialisasi penggunaan aplikasi ini dilakukan oleh petugas perpustakaan setiap kali ada siswa yang ingin memasuki perpustakaan. Kemudian siswa yangsudah memperoleh sosialisasi mengisi form dapat menginformasikan kepada temannya yang lain. Begitu seterusnya sampai semua siswa paham menggunakannya. Form isian buku kunjungan digital ini memakai google form (g-form). Penggunaan Form ini bertujuan agar rekam data pengunjung dapat terdeteksi secara akurat sesuai dengan keperluan lembaga. Rekaman data dalam bentuk Ms. Excel inilah yang menjadi dasar penjabaran fakta-fakta dalam layanan sirkulasi khususnya buku kunjungan. Gambar 2. Tampilan Buku Kunjungan digital Perpustakaan Dalam g-form buku kunjungan perpustakaan memuat data; nama, alamat, tujuan kunjungan, jenis buku, jenis kelamin, dan pekerjaan. Deskripsi mengenai rincian hasil data dapat dilihat pada gambar berikut, Gambar 3. Tampilan hasil dari buku kunjungan digital perpustakaan Berdasarkan gambar di atas dapat dilihat hasil rekam data dari pemustaka yang datang berkunjung. Penerapan dimulai sejak 19 Oktober 2022 hingga saat ini pekan terakhir bulan Desember 2022. Pengunjung perpustakaan berjumlah 1627 pemustaka. Data yang dipaparkan dalam bentuk Ms. Excel begitu jelas mencantumkan semua bentuk literasi yang dibuat pemustaka di g-form baik dalam bentuk huruf maupun angka. Dengan demikian semakin memudahkan pengguna atau peneliti memperoleh data yang akurat dan terpercaya. Selain buku digital kunjungan, buku digital peminjaman juga direkam dalam bentuk Ms. Excel. Pada sistem informasi buku digital peminjaman masih mengalami kendala. Jumlah PC yang tersedia masih kurang. Petugas Perpustakaan yang ahli masih belum mencukupi. Sehingga proses menginput data pada-form peminjaman dilakukan setelah proses peminjaman manual. Pada kasus ini, masih perlu direvisi sistem informasi pada buku digital peminjaman dalam layanan sirkulasi. Namun Demikian bentuk input data dapat dilihat dalam bentuk Ms. Excel seperti gambar berikut, Gambar 4. Data-base Sistem Informasi Buku Digital Peminjaman-Pengembalian Dengan menggunakan aplikasi sistem informasi buku digital pada layanan sirkulasi (SI BU DI LA KU) maka dapat diperoleh data atau informasi secara cepat dan akurat. Kepraktisan aplikasi ini membuat pemustaka senang berkunjung ke perpustakaan. Antusias siswa terlihat dari data yang ditampilkan pada respon jawaban. Semua data yang diperlukan ada di dalam aplikasi ini. Hal ini dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan desain g-form yang akan dibuat. Angka yang ditunjukkan pada respon jawaban menunjukkan begitu besar ketertarikan pemustaka khususnya siswa untuk menggunakan aplikasi “SI BU-DI LA-KU“ di perpustakaan sekolah SMPN 3 Lubuk Pakam. Siswa merasa senang berkunjung ke perpustakaan dengan mengisi form buku digital kunjungan. Selain itu, buku digital peminjaman diisi secara langsung oleh siswa yang akan melakukan peminjaman koleksi.
Method
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Jenis penelitian ini adalah studi literatur dengan mendeskripsikan hasil penerapan “SI BU-DI LA-KU” di perpustakaan sekolah SMPN 3 Lubuk Pakam. Teknik Pengumpulan data melalui observasi langsung, dokumentasi, dan wawancara. Sumber data diperoleh dari informan yaitu pengelola perpustakaan, guru dan siswa.
Result & Discussion
Hasil yang diperoleh setelah pembahasan mengenai sistem informasi buku digital layanan mencakup produk dari buku digital kunjungan dan buku digital peminjaman pada layanan sirkulasi dari aplikasi “SI BU-DI LA-KU”. Untuk Mendapat hasil yang lebih rinci maka dapat dilihat pada gambar berikut, Gambar 5. Tujuan kunjungan perpustakaan. Apabila diamati berdasarkan tujuan kunjungan maka diperoleh hasil sebanyak 36,8 % tujuan kunjungan pemustaka untuk belajar terbimbing. Tujuan kunjungan untuk membaca 20%. Peminjaman buku sebesar 20,2 %. Pengembalian buku sebesar 20,8 %. Kegiatan lain yang dilakukan di perpustakaan terdiri dari kegiatan duta baca pustaka, memperpanjang masa pinjam buku, dan latihan drama. Dari pemaparan ini dapat diketahui bahwa belajar terbimbing merupakan kegiatan yang paling banyak dilakukan siswa di perpustakaan. Kegiatan ini tidak lepas dari tersedianya fasilitas panggung literasi di perpustakaan. Siswa dapat belajar dengan lebih leluasa, santai namun tetap serius. Belajar terbimbing menjadi satu upaya perpustakaan dalam mengembangkan literasi dasar pada siswa. Gambar 6. Jenis buku yang dimanfaatkan pemustaka Hasil yang dapat dilihat dari jenis buku yang dipinjam maka buku non fiksi masih menjadi favorit pemustaka. Sebanyak 63% pemustaka berliterasi dengan buku non fiksi. Hal ini disebabkan koleksi yang paling banyak tersedia di perpustakaan sekolah berupa buku-buku nonfiksi terutama yang berkaitan dengan pelajaran. Gambar 7. Jenis pengunjung/pemustaka Apabila dilihat dari gender maka pemustaka berjenis kelamin perempuan lebih banyak berkunjung dan memanfaatkan fasilitas perpustakaan sekolah. Secara natural memang perempuan lebih rajin membaca. Menurut Demografi (2018) Mengacu pada data National Center for Education Statistic (NCES), secara global terlihat bahwa tingkat literasi perempuan berada di atas laki-laki, berdasarkan skala literasi membaca PISA(Program for International Student Assessment). Hasil respon jawaban pemustaka dengan aplikasi “SI BU-DI LA-KU” ini sangat praktis, ekonomis dan akurat. Aplikasi ini sangat mudah dilakukan. Pemustaka hanya mengisi form yang sudah disediakan oleh petugas perpustakaan sampai mengirimkan jawaban dengan menu kirim atau submit. Ini menjadi tindakan paling penting agar jawaban dapat direkam di drive utama. Selain kemudahan yang dimiliki aplikasi “SI BU-DI LA-KU”, aplikasi ini memiliki nilai ekonomis; tidak membutuhkan dana yang besar untuk membuat dan mengaplikasikannya. Yang paling dibutuhkan hanya paket data, networking yang lancar dan daya listrik yang mencukupi untuk menghidupkan perangkat; PC, notebook, atau gawai. Semua ini sudah sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari tiap individu dalam menggunakan teknologi komunikasi. Produk yang dihasilkan dari aplikasi “SI BU-DI LA-KU” ini memberikan hasil akurat secara maksimal. Semua informasi yang direkam dapat ditampilkan kembali dalam bentuk data di Ms. Excel. Di samping itu, tampilan hasil juga dalam bentuk grafik dengan tingkat persentasi sesuai data yang direkam. Hasil ini sangat memudahkan pembaca data mengetahui data- data yang dibutuhkan secara cepat dan tepat. Deskripsi perbandingan antara minat kunjungan secara manual dan digital dalam rentang waktu 10 pekan atau lebih kurang tiga bulan sejak Agustus – Oktober dan Oktober –Desember dapat dilihat pada tabel dibawah ini, Tabel 1. Perbandingan penerapan sistem manual dan digital No Kegiatan Manual Digital 1. Kunjungan ke perpustakaan per pekan 73 orang 163 orang 2. Tujuan kunjungan Tidak tertera jelas (pemustaka mengisi manual) Tertera jelas (pemustaka tinggal memilih atau mengetikkan bila ada pilihan yang tercantum dalam pilihan) 3. Kendala Harus sedia ballpoint / pulpen Seringkali tulisan tidak terbaca Tidak bisa diisi jika listrik padam atau jaringan tidak tersedia. 4. Refleksi (wawancara) Cenderung malas menulis Lebih menyenangkan Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa jumlah rata-rata kunjungan pemustaka setelah diterapkan sistem buku kunjungan digital lebih meningkat. Selain itu, tujuan kunjungan juga lebih jelas sehingga pemustaka memahami apa yang mereka lakukan di perpustakaan. Namun terdapat kendala pada kedua tindakan. Pada penerapan tindakan buku kunjungan manual, secara teknis harus tersedia pulpen untuk menulis data di buku kunjungan. Kendala lainnya pada sistem ini adalah tulisan yang berbeda- beda bahkan seringkali tulisan tidak terbaca. Sementara itu, kendala pada sistem digital terjadi apabila listrik padam atau jaringan internet yang tidak stabil atau bahkan lemah sekali. Hasil dari wawancara sebagai bentuk refleksi layanan menunjukkan bahwa pemustaka senang menggunakan aplikasi digital ini. Secara umum pemustaka merasa kurang nyaman jika harus menggunakan cara manual dengan menuliskan di buku kunjungan dan atau buku peminjaman. Implementasi perangkat “SI BU-DI LA-KU” ini masih memiliki kendala yang harus diperbaiki. Kendala utama terletak pada penggunaan PC yang lebih dari satu; untuk buku digital kunjungan dan buku digital peminjaman. Sehingga tempat yang dibutuhkan menjadi lebih luas jika ingin dikembangkan lagi dengan layanan perpustakaan yang lain. Kendala Ini sebagai dampak dari pelarangan penggunaan gawai ke sekolah. Akibatnya, proses pengisian yang seharusnya bisa lebih cepat dengan gawai pribadi menjadi lebih lambat karena menggunakan perangkat bersama secara bergantian. Kendala lainnya terdapat pada proses input data yang bergantung sepenuhnya kepada jaringan internet dan sumber listrik. Akibatnya, jika listrik padam maka pengisian buku layanan dilakukan secara manual. Sistem layanan sirkulasi dengan mengimplementasikan aplikasi “SI BU-DI LA-KU” dengan mixed service. Hal ini berarti bahwa layanan sirkulasi menggunakan sistem tertutup dan juga terbuka. Layanan terbuka bagi pemustaka yang akan mengisi buku digital kunjungan dan layanan tertutup bagi pemustaka yang meminjam atau mengembalikan buku. Kebaruan yang terdapat dalam inovasi ini berupa perubahan sistem manual kepada sistem digital. Perangkat “SI BU-DI LA-KU” menuntut pemustaka menggunakan teknologi daring untuk dapat dilayani di perpustakaan sekolah. Pemustaka dapat menggunakan gawai atau PC atau laptop dengan jaringan internet stabil. Kebaruan dalam mengisi buku kunjungan dapat dilakukan pada PC di dalam perpustakaan. Cara lain dengan menggunakan gawai melalui scan scan barcode yang telah disediakan. Begitu juga dengan sistem peminjaman. Sistem dikumpulkan dalam buku digital berbentuk Ms. Excel dalam drive yang tersemat dalam perpustakaan digital.
Conclusion
Pengembangan perpustakaan SMPN 3 Lubuk Pakam adalah komponen yang memiliki daya tarik untuk berkunjung ke perpustakaan guru, siswa, dan komponen sekolah lainnya. Peningkatan jumlah pemustaka membuat Petugas perpustakaan kewalahan menampung arus pemustaka yang datang berkunjung khususnya pada waktu istirahat jam pelajaran. Antrian yang panjang untuk mengisi buku kunjungan secara manual menjadi satu dari beberapa penyebab lamanya layanan. Perpustakaan digital merupakan bentuk layanan pada perpustakaan, dan pergeseran bentuk perpustakaan menjadi perpustakaan digital ini sebagai bentuk percepatan dalam layanan pada perpustakaan. Perpustakaan selama ini masih dikelola secara manual. Ketidakselarasan pengelolaan dan layanan dengan kebutuhan pemustaka menjadi masalah serius. Pengembanganperpustakaan menjadi semakin lambat khususnya pada bidang layanan kepadapemustaka. Hal ini menjadi alasan dirancang inovasi dalam bentuk perangkat sistem layanan bernama sistem layanan buku digital layanan sirkulasi (Si Bu Di La Ku) sebagai solusi atas permasalahan yang dihadapi perpustakaan sekolah SMPN 3 Lubuk Pakam. Peningkatan yang terjadi sebesar 44,79%setelah diterapkannya sistem buku digital layanan sirkulasi diluncurkan. Peningkatanini menjadi motivasi untuk terus dikembangkannyasistem pustaka digital dalam bidang layanan sirkulasi menjadi lebih baik lagi di masa mendatang.