Kembali
16
1
2023 Journal Papyrus : Sosial, Humaniora, Perpustakaan dan Informasi Vol 2 · 2 ISSN 2829-0690

FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT KUNJUNG MAHASISWA PADA PERPUSTAKAAN DAERAH TIMOR TENGAH SELATAN

Universitas Kristen Satya Wacana; Universitas Kristen Satya Wacana; Universitas Kristen Satya Wacana

Abstrak

Dalam jurnal ini yang menjadi pokok permasalahannya adalah tentang minat kunjungn mahasiswa pada Perpustakaan Daerah Timor Tengah Selatan yang setiap tahunya mengalami penurunan jumlah pengunjung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi minat kunjung mahasiswa. Bentuk penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilakukan di Perpustakaan Daerah Kabupaten Timor Tengah Selatan dengan data dengan sumber data yang berasal dari data primer mahasiswa. Data dilakukan dengan wawancara dan dokumentasi. Analisis yang dilakukan menggunakan analisis deskeiptif kualitatif. Dari hasil penelitian yang didapat maka faktor-faktor yang mempengaruhi minat kunjung mahasiswa pada Perpustakaan Daerah Timor Tengah Selatan yaitu terbagi menjadi dua kelompok yang pertama adalah faktor internal, yang menjadi faktor internalnya yaitu minat pengetahuan yang tinggi, adanya kebutuhan informasi yang di inginkan. Yang kedua adalah faktor eksternal seperti mendapatkan pelayanan yang baik, sarana dan prasarana yang memadai dan lokasi yang mudah di jangkau. Dari faktor-faktor tesebut masih belum mempengaruhi minat kunjung ke Perpustakaan Daerah Timor Tengah Selatan karena belum semua hal yang diharapkan mahasiwa dan pengunjung lainnya ada di Perpustakaan ini.
Keywords: Minat Kunjung Perpustakaan

Introduction

Di era teknologi sekarang ini, perpustakaan telah banyak mengalami kemajuan baik dalam pelayanan maupun manajemen. Salah satu peningkatan yang terlihat adalah banyaknya perpustakaan yang telah menggunakan basis pengetahuan, website dan OPAC sebagai layanan untuk mencapai peran, tujuan dan fungsinya masing-masing sesuai kebutuhan pengguna. Menurut Welly (2021) ada minat yang tinggi dari masyarakat untuk berkunjung ke perpustakaan, Hal ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti kurangnya perhatian pada aspek-aspek tertentu dalam pengumpulan, pengadaan bahan pustaka, pemeliharaan perpustakaan yang ada, fasilitas yang terbatas, dan kurangnya pelayanan yang baik karena kinerja pustakawan yang buruk. Menurut Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 pasal 1 menyatakan bahwa perpustakaan adalah lembaga yang secara profesional mengelola koleksi tulisan, cetakan, dan rekaman suara dengan sistem standar untuk memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan hiburan pengguna melalui buku tetapi juga bisa melalui internet. Ada banyak perpustakaan yang menawarkan fasilitas internet gratis untuk semua pengguna. pengertian perpustakaan secara umum adalah tempat kegiatan mengumpulkan, mengolah, dan menyebarluaskan (pelayanan) berbagai informasi, termasuk pencetakan dan perekaman di berbagai objek media yaitu media buku, media kaset, media film, media tape recorder, media video, komputer dan lain sebagainya. Perpustakaan umum memainkan peran unik dalam masyarakat melalui perpustakaan. Anggota komunitas dapat memberdayakan diri dengan mengakses berbagai informasi yang sesuai dengan kebutuhan karir dan bidang tanggung jawab masing-masing. Hal ini pada akhirnya berkembang dengan tumbuhnya warga negara yang berpengetahuan, berkualitas dan demokratis. Hal ini sejalan dengan apa yang dikatakan Fuad Hasan (2000: 3), bahwa keberadaan perpustakaan merupakan kebutuhan mutlak bagi semua orang yang ingin menjadikan warga negara tidak hanya berpengetahuan tetapi juga terdidik Tetapi semakin kompleks wawasannya. Perpustakaan umum ini dijalankan atas dasar bahwa pemerintah melayani kepentingan rakyat, dan iuran dari masyarakat seperti pajak dan retribusi harus dikembalikan kepada masyarakat melalui layanan publik. Menurut Sulistyio-Basuki (1991:46) tujuan utama perpustakaan umum adalah memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk membaca koleksi perpustakaan guna menambah wawasan dan pengetahuan, menyediakan sumber informasi yang cepat, akurat, dan murah kepada masyarakat, serta membantu warga mengembangkan kapasitasnya, sehingga yang bagi masyarakat dan lingkungan sekitarnya Perpustakaan Kabupaten Timor Tengah Selatan merupakan salah satu perpustakaan yang ditawarkan kepada masyarakat dan mahasiswa di Kabupaten Timor Tengah Selatan. Dengan adanya perpustakaan ini diharapkan mahasiswa di Timor Tengah Selatan dapat meningkatkan minat bacanya. Sampai saat ini minat baca masih menjadi musuh bagi masyarakat umum dan mahasiswa. Masih banyak orang bahkan mahasiswa yang tidak berminat untuk membaca. Hal ini karena mereka beranggapan bahwa kecerdasdan seseorang tidak diukur dengan membaca, tetapi dengan pendidikan di sekolah atau di tempat lain. Menurut Undang-Undang Perpustakaan Pasal 1 Ayat 2 Nomor 43 Tahun 2007, koleksi perpustakaan adalah segala informasi yang berupa karya tulis, karya cetak, dan karya rekam dari berbagai media yang mempunyai nilai pendidikan yang dikumpulkan, dikelolah dan dilayani. Berdasarkan latar belakang masalah diatas untuk mengetahui apakah Perpustakaan telah memberikan apa yang dibutuhkan pengunjung dan apakah sudah memenuhi harapan pengunjung atau belum. Peneliti tertarik untuk melakukan penelitian Di perpustakaan ini untuk mempelajari tentang faktor-faktor yang mempengaruhi minat berkunjung ke perpustakaan di Kabupaten Timor Tengah Selatan dan menempatkannya pada penelitian yang berjudul” Faktor-faktor yang mempengaruhi minat kunjung mahasiswa ke Perpustakaan Kabupaten Timor Tengah Selatan”. TINJAUAN PUSTAKA A. Pengertian Perpustakaan Umum Menurut Siregar, Ahmad Ridwan yang dikutip dari Dian Sinaga (2004, 82)mengatakan bahwa ada sekitar 13.000 pulau yang kecil dan pulau yang besar dengan kondisi geografis dan etnis yang berbeda di Indonesia. Keberagaman ini akan melatarbelakangi berbagai macam bahan pustakan yang berbeda di perpustakaan umum lainnya. Kita dapat melihat dari minimnya fasilitas dan koleksi yang dimiliki dan kurangnya dana dalam mengelola perpustakaan umum. Menurut Sulistyo Basuki, perpustakaan umum adalah perpustakaan yang sepenunhya didanai oleh dana masyarakat dan wajib disediakan untuk seluruh masyarakan yang masuk dalam anggota perpustakaan. Bangunan perpustakaan harus mempunyai letak lokasi yang mudah di jangkau, mempunyai ruang membaca yang nyaman, memiliki teknologi yang memadai, dan memiliki jam buka yang baik untuk publik. Menurut sjahrial-pemuntjak ( 2000;3) perpustakaan umum adalah perpustakaan yang menyimpam koleksi buku, bahan yang tercetak maupun dalam bentuki rekaman untuk kepentingan umum lainnya. Perpustakaan umum merupakan sebuah tempat atau lembaga bagi semua oknum masyarakat umum. Semua masyarakat Indonesia memiliki akses ke perpustakaan, tanpa memandang pekerjaan, posisi, budaya dan kepercayaan. Peminjaman bahan pustaka di perpustakaan bisa dilakukan secara gratis atau dapat juga membayar sesuai dengan biaya yang sesuai sebagai tanda anggota perpustakaan. Menurut sutarno NS ( 2008,09) perpustakaan umum merupakan badan layanan Umum yang terdapat di suatu wilayah indonesia. Suatu komponen pelayanan yang berkembang dari masyarakat dan melayani masyarakat. Tujuannya adalah dapat melayani semua lapisan masyarakat dan memenuhi kebutuhan masyarakat yang terkait dengan informasi, ilmu pengetahuan, pendidikan dan hiburan. B. Tujuan Perpustakaan Umum Semua perpustakaan mempunyai tujuannya masing-masing untuk mencapai visi dan misinya. Hal yang sama berlaku untuk perpustakaan umum..Tasmilah (1996,18) menyatakan ada beberapa tujuan perpustakaan umum: a. Meningkatkan selera pembaca dan menggunakan semua koleksi bahan pustaka yang ada di perpustakaan umum dengan baik; b. Mampu meningkatkan seseorang dalam melakukan pncarian, pengelolaan, dan dapat memanfaatkan sumber informasi yang terdapat didalam perpustakaan umum; c. Menjelaskan kepada masyarakat agar dapat memanfaatkan perpustakaan secara baik dan benar; dan d. Meletakkan dasar untuk kemandirian; Menumbuhkan minat membaca dan meningkatkan imajinasi dari mahasiswa dan masyarakat umum. Sementara itu menurut sulistyo Basuki (1991,46) mengemukanan bahwa Perpustakaan Umum memiliki 4 tujuan utama yaitu: a. Menyediakan masyarakat dengan akses ke bahan perpustakaan untuk membantu meningkatkan kehidupan mereka. Pertumbuhan ini tidak hanya ekonomi, tetapi menghidupkan kembali moral dan spiritual bagi masyarakat terkhususnya mahasiswa. b. Menyiapkan pada publik dengan memberikan yang sesuai, cepat, akurat, dan tentunya murah. Terutama informasi yang memberikan manfaat dan yang lagi hangat di kalangan mahasiswa maupun masyarakat. c. Mengambangkan kemampuan mahasiswa dan masyarakat umum sehingga dapat bermanfaat bagi lingkungan disekitar mereka, selama kemampuan tersebut bisa dikembangkan dengan bantuan bahan pustaka dan koleksi yang ada di perpustakaan. Hal ini berkaitan dengan fungsi pendidikan masyarakat melalui penghimpunan, masyarakat setempat dapat memperoleh pendidikan yang berkelanjutan seumur hidup. d. Menjadi agen budaya berarti bahwa masyarakat adalah pusat utama kehidupan budaya di masyarakat sekitar. Tugas umumnya adalah meningkatkan apresiasi budaya masyarakat sekitar dengan menyelenggarakan pameran budaya, ceramah, pemutaran film dan penyedia informasi yang dapat meningkatkan kecintaan dan apresiasi terhadap segala bentuk seni dan budaya. Di sini, masyarakat harus selektif terhadap sumber informasi yang akan disajikan dalam koleksi, jangan sampai sumber tersebut berdampak negatif terhadap budaya masyarakat yang dilayaninya. Dari sudut pandang di atas, dapat dilihat bahwa tujuan perpustakaan umum adalah memberikan akses kepada masyarakat terhadap bahan-bahan perpustakaan untuk membantu mereka meningkatkan taraf hidup mereka, menyediakan sumber informasi yang cepat, akurat, dan murah kepada masyarakat, dan untuk membantu warga negara mengembangkan kemampuan mereka untuk membuat manfaat yang relevan untuk masyarakat umum dan bertindak selaku agen kultural. C. Fungsi Perpustakaan Umum Menurut sutarno NS secara umum fungsi perpustakaan adalah menghimpun, mengolah, menata, menyimpan, merawat, melestarikan dan menyediakan bahan pustaka dalam berbagai bentuk. Dalam bentuk media cetak seperti buku,majalah, jurnal, hasil penelitian, tesis, makalah, surat kabar, dan media non-cetak seperti CD-ROM, E-jurnal,CD, kaset, dan lain sebagainya. Dalam pasal 3 Undang-Undang no. 43 2007 disebutkan bahwa perpustakaan dikatakan sebagai sarana pendidikan, penelitian, pelestarian,, informasi dan hiburan dalam meningkatkan kecerdasan dan pemberdayaan Negara. Fungsi edukasi diwujutkan melalui perpustakaan yang dapat meningkatkan minat baca pengguna; fungsi penelitian diwujutkan dengan memberikan layanan kepada pengguna untuk memperoleh informasi sebagai bahan referensi penilitan; fungsi preservasi digunakan untuk pelestarian bahan-bahan lokal perpustakaan ( bahan pustaka yang merupakan sumber ilmu pengetahuan, teknologi dan budaya). D. Minat Kunjung Pemustaka Minat berkunjung mengacu pada rasa gembira atau senang seseorang terhadap sesuatu. Ketertarikan seseorang terhadap sesuatu membuat seseorang ingin terus berkunjung. Contohnya di perpustakaan, pengguna tertarik dengan koleksi yang ada didalam perpustakaan dan layanan yang disajikan didalam perpustakaan sehingga membuat pengguna perpustakaan merasa nyaman dan senang saat berada didalam lingkungan perpustakaan dengan kebutuhan informasi yang terpenuhi dengan koleksi yang ada. Menurut Bafadal, Marksheffe (2001,192) menyatakan bahwa minat sering disebut sebagai “interest". Minat dapat digolongkan sebagai sikap kecenderungan tertentu. Minat tidak dapat digolongkan sebagai bawaan, tetapi dapat dipupuk, diteliti, dan dikembangkan. Marksheffe juga menjelaskan sebagai berikut: a. Minat bukanlah sifat bawaan dari manusia, minat dapat dibentuk dan dibentuk, diteliti, dan dikembangkan; b. Kepentingan dapat dikaitkan dengan tindakan untuk tujuan tertentu; c. Secara sempit, minat berkaitan dengan situasi sosial dan suasana hati seseorang; d. Minat ini biasanya memunculkan inisiatif dan mengarah pada perilaku atau karakter seseorang. Seperti yang dapat dilihat dari sudut pandang di atas, minat merupakan kecenderungan seseorang untuk terus melakukan suatu kegiatan dengan sepenuh hati untuk memuaskanya. Menurut Dahlan ( 2006:6) Perpustakaan adalah rasa nyaman, lingkungan fisik yang memadai, lingkungan sosial yang kondusif, dan layanan aksesibilitas online. Darmono ( 2001:183) mengatakan bahwa ada banyak faktor yang dapat mempengaruhi meningkatnya minat kunjung ke perpustakaan yaitu: a. Rasa ingin tahu yang tinggi tentang tempat dan kondisi yang ingin dikunjungi. b. Lingkungan asri dan fasilitas lengkap. c. Lingkungan sosial yang ramah juga bermanfaat. Artinya keamanan dan kenyamanan harus diutamakan. d. Ketersediaan persyaratan yang dibutuhkan. e. Kunjungan ke perpustakaan adalah prinsip gaya. Dari sudut pandang di atas, beberapa faktor yang dapat berkontribusi terhadap munculnya minat berkunjung, antara lain: rasa ingin tau, kondisi lingkungan social, ketersediaan kebutuhan dam meiliki prinsip kalau pengunjung perpustakaan adalah raja. E. Pemustaka Pemustaka adalah sebutan bagi seseorang yang menggunakan perpustakaan untuk mencari informasi yang mereka butuhkan dan bertransaksi di dalam perpustakaan. Contoh dalam melakukan transaksi di perpustakaan antara lain melalui peminjaman buku, pengembalian buku, dan perluasan kepemilikan. Pengguna adalah istilah yang biasanya digunakan didalam perpustakaan sebelum istila pengguna ada. Menurut Undang-Undang RI Nomor 43 Tahun 2007, pengguna perpustakaan adalah orang atau sekelompok mahasiswa yang menggunakan jasa perpustakaan sebagai sumber mendapatkan informasi. Sementara itu menurut Sutarno SN (2008:150) menyatakan bahwa pengguna adalah pengunjung, anggota, dan pengguna perpustakaan. Sedangkan pengguna perpustakaan adalah masyarakat yang secara rutin mengunjungi dan menggunakan layanan dan fasilitas perpustakaan. Meskipun begitu menurut Suwarno (2009:80) menyatakan bahwa pengguna adalah pengguna fasilitas yang disediakan perpustakaan, termaksut bahan pustaka dan layanan lainnya. Perpustakaan menyediakan bahan pustaka dan fasilitas lainnya. Berdasarkan sudut pandang di atas, dapat diketahui bahwa pengguna adalah pengunjung yang menggunakan fasilitas layanan perpustakaan, berbeda dengan pengguna perpustakaan mereka merujuk pada sekelompok orang yang mengunjungi dan menggunakan fasilitas layanan perpustakaan secara terpusat. F. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Minat Kunjung Faktor yang mempengaruhi minat seseorang bisa oleh beberapa hal diantaranya seperti yang telah dikemukakan oleh Mahmud 1998 (dalam Hasbir, 2015: 160) adalah : a. Kondisi fisik, kondisi fisik dan kondisi yang baik mempengaruhi minat yang lebih tinggi. Namun, setelah terjadi sesuatu yang menyebabkan seseorang menjadi cacat fisik, orang tersebut mengubah minatnya untuk belajar lebih menyukai sesuatu yang lebih sesuai dengan keadaannya. b. Keadaan mental, perubahan psikologi seseorang yang mempengaruhi minat pada bidang studi tertentu. Gangguan fisik dan mental, misalnya, mempengaruhi keinginan yang berbeda. c. Lingkungan sosial, lingkungan atau lingkungan alam dapat mempengaruhi minat bahkan dalam jangka waktu yang lama. Menurut Dahlan (2006), beberapa hal yang mendorong orang (pengguna) betah berada di perpustakaan adalah: 1) Kenyamanan; 2) Kondisi gedung yang memadai; 3) Kondisi lingkungan yang tidak membosankan; 4) Fasilitas yang bisa di akses secara firtual. Menurut Sutarno 2003 (dalam Bayu dan Sri, 2016: 16) ada beberapa hal yang mempengaruhi minat kunjung, yaitu : a. Rasa ingin tahu yang tinggi Seseorang yang berminat terhadap sesuatu karena tertarik dan ingin tahu. Keinginan pada dasarnya sudah ada pada setiap orang sejak kecil dan terus berkembang. Seseorang akan tertarik tentang sesuatu apabila sesuatu itu berguna dan menyenangkan sehingga termotivasi untuk mengetahui lebih dalam dengan serius. Oleh karena itu, perpustakaan perlu melakukan inovasi untuk menciptakan perpustakaan yang menarik. b. Keadaan lingkungan yang memadai Lingkungan yang baik memiliki andil dalam penyelengaraan perpustakaan. Lingkungan tersebut mencakup lokasi yang strategis, mudah dikenal dan dijangkau masyarakat, bebas banjir, bersih, tenang, dan terdapat akses kendaraan. Pemeliharaaan gedung merupakan bagian yang penting dan perlu mendapat perhatian. Gedung yang terpelihara dengan baik dan tampak rapi dan bersih menyebabkan pengunjung betah berada di perpustakaan. Untuk membuat lingkungan tampak indah dan asri juga perlu memperhatikan lingkungan penunjang di sekitar perpustakaan seperti pemeliharaan taman. Manfaat penataan ruang perpustakaan dapat mempermudah siswa, guru dan pengunjung lainnya dalam memperoleh bahan pustaka yang diinginkan. c. Tersedianya kebutuhan yang diinginkan Koleksi perpustakaan yang diminati oleh seseorang akan memiliki manfaat, nilai yang sesuai dengan apa yang diinginkan pemustaka. Nilai dan manfaat tersebut dapat menambah pengetahuan, memberikan hiburan, kepuasan bahkan menimbulkan rasa bangga pada diri seseorang. Mengembangkan minat dan respon masyarakat untuk berkunjung dan memanfaatkan perpustakaan secaram maksimal diperlukan kesadaran diri bukan paksaan. Sehingga dengan berprinsip mengunjungi perpustakaan dapat memaksimalkan fungsi dan merasakan manfaat dari perpustakaan.

Method

Penelitian yang digunakan kali ini adalah jenis penelitian field research ( penelitian lapangan) yaitu peneliti langsung ke lokasi untuk Mendapatkan data yang berhubungan dengan penelitian. Metode yang digunakan peneliti adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Artinya data yang dikumpulkan tidak dalam bentuk angka, melainkan data berasal dari wawancara dan dokumentasi. Penelitian kualitatif adalah penelitian yang digunakan untuk menyelidiki, menemukan, menguraikan, dan menjelaskan kualitas atau keistimewaan dari pengaruh social yang tidak dapat dijelaskan, terukur, atau dijelaskan dengan metode kualitatif. Saat melakukan penelitian ini, peneliti langsung menjadi alat kunci dengan datang langsung ke lokasi, yaitu dengan melakukan wawancara atau membuat daftar pertanyaan dan mengambil dokumentasi. Peneliti menggunakan alat bantu seperti handphone, kamera, dan buku untuk instrument pendukungnya. Data penulis berasal dari mahasiswa yang berkunjung ke Perpustakaan Daerah Timor Tengah Selatan. Sedangkan sumber data sekunder penulis yaitu pengelolah perpustakaan, laporan tahunan dan dokumentasi dari pihak perpustakaan daerah Timor Tengah Selatan Dalam mengidentifikasi data yang diperoleh, penulis menggunakan teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam snowball sampling, yaitu teknik untuk mengidentifikasi sampel yang awalnya kecil kemudian menjadi besar. Menurut Sugioyo ( 2014:157 ) Saat mengidentifikasi sampel, dipilih dua orang terlebih dahulu, namun karena kedua orang tersebut merasa tidak lengkap dengan data yang diberikan, maka peneliti mencari orang lain yang diyakini lebih tahu dan dapat melengkapi data yang diberikan oleh dua orang pertama tersebut dan seterusnya untuk meningkatkan ukuran sampel. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, dalam melakukan wawancara ini, peneliti menggunakan teknik semi terstruktur yang lebih liberal dari pada wawancara terstruktur. Tujuan penelitian menggunakan metode ini adalah untuk memperoleh data yang jelas dan spesifik, karena peneliti dapat bertemu langsung dengan informan. Selanjutnya dokumentasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah foto-foto yang diambil selama penelitian, serta buku-buku atau arsip-arsip yang terkait dengan penelitian dari Perpustakaan Daerah Timor Tengah Selatan. Dalam penelitian ini, peneliti melakukan analisis data dengan reduksi data yaitu proses memilih, memusatkan, memfokuskan, menyederhanakan, mengabstraksikan, dan mengubah data kasar yang ada dalam catatan perusahaan sehingga data memberikan gambaran yang lebih jelas tentang wawancara dan dokumentasi. Selanjutnya dengan penyajian distribusi yaitu kumpulan informasi terstruktur memberikan kemungkinan untuk menarik kesimpulan. Selanjutnya menyimpulkan atau memverifikasi data yang dipilih dan disajikan, peneliti akan menarik kesimpulan dari data tersebut. Kesimpulan yang disajikan bersifat sementara dan akan berubah jika tidak ditemukan bukti yang kuat untuk mendukung tahap pengumpulan data selanjutnya.

Discussion

Minat bisa mewakili tindakan, sehingga minat berkunjung adalah tindakan mengunjungi perpustakan dan memanfaatkan layanan perpustakaan yang ada. Pengunjung Perpustakaan daerah Timor Tengah Selatan berasal dari berbagai kalangan masyarakat yaitu dari kalangan mahasiswa, PNS, masyarakat umum, pelajar, dan lain sebagainya, namun disini penulis hanya ingin melihat minat kunjung mahasiswa saja. Menurut hasil penelitiannya faktor-faktor yang mempengaruhi minat kunjung mahasiswa ke Perpustakaan Daerah Timor Tengah Selatan adalah: 1. Faktor Internal Ada beberapa faktor internal yang mempengaruhi minat kunjung mahasiswa di Perpustakaan Daerah Timor Tengah Selatan : a. Minat pengetahuan yang tinggi Minat pengetahuan yang tinggi ini sangat berkaitan dengan perilaku ingin tau seperti mengeksploitasi, menginventigasi, dan belajar. Dengan memiliki rasa ingin tau yang tinggi membuat emosi seseorang akan semakin tinggi apa lagi tentang hal-hal baru yang belum diketahuinya. Dari penelitian terdahulu menurut Sisria valentine, minat pengetahuan yang tinggi berasal dari motivasi diri sendiri. Dalam mengakses informasi yang ada di Perpustakaan pengunjung memerlukan informasi yang up-to-date, relevan, dan bisa menghibur. Berdasarkan hasil wawancara diatas maka kita bisa melihat bahwa minat pengetahuan yang tinggi mempengaruhi minat kunjung mahasiswa ke Perpustakan Daerah Timor Tengah Selatan b. Adanya kebutuhan informasi yang diinginkan Bahan Pustaka yang ada di perpustakaan akan diminati oleh seseorang jika memiliki manfaat dan nilai sesuai dengan yang diinginkan pemustaka. Berdasarkan wawancara yang dilakukan maka salah satu faktor mahasiswa mengunjungi perpustakaa karena adanya kebutuhan informasi yang terpenuhi sehingga mahasiswa senang untuk berkunjung ke Perpustakaan Daerah Timor Tengah Selatan 2. Faktor Eksternal Ada juga faktor eksternal yaitu faktor lingkungan yang memadai terdiri dari: a. Melayani dengan baik Berdasarkan teori pelayanan, dalam mencapai keadaan seperti itu, pihak perpustakaan perlu melakukan sebuah upaya seperti melakukan promosi, mempublikasikan, mempermasyrakatkan, melakukan pendekatan, melayani kebutuhan pemustaka sesuai denga napa yang diinginkannya. Menurut pendapat dari responden pada dasarnya pelayanan yang diberikan oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakan Timor Tengah Selatan sudah bagus, dengan keramahan petugas kepada setiap pengunjung dan selalu mendapatkan pelayanan yang baik. Berdasarkan wawancara yang sudah dilakukan dengan pengunjung, petugas perpustakaan melayani dengan sangat baik dengan melihat jawaban dari para responden pernyaraan ini di perkuat dengan jurnal dari Nani kurniasih. b. Sarana dan Prasarana yang ada Berikut adalah sarana dan prasaran yang disediakan oleh perpustakaan : 1. Koleksi bahan Pustaka perpustakaan Dari hasil penelitian yang dilakukan, penulis melihat bahwa koleksi bahan Pustaka yang ada cukup banyak tetapi masi ada bahan koleksi yang tidak sesuai denga napa yang diinginkan oleh pemustaka. Ada yang memiliki pendapat bahwa koleksi bahan Pustaka yang ada di Perpustakaan Daerah Timor Tengah selatan masi terbitan lama ( no up date ) 2. Fasilitas Sarana dan prasarana perpustakaan sangat dibutuhkan untuk membantu perpustakaan dalam mendukung terlaksananya kegiatan yang ada didalam perpustakaan dengan menggunakan semua benda dan fasilitas barang yang ada. Wifi menjadi sala satu daya tarik tersendiri bagi para pengunjung yang datang, dengan adanya Wifi maka pengunjung dengan mudah mengakses informasi yang dia butuhkan. Pernyataan ini dapa diperkuat dari (jurnal Arini risqi adisti )tentang hubungan pemanfaatan teknologi WI-FI dengan tingkat kunjungn pemustaka di UPT perpustakaan politeknik negeri semarang” yang menjelaskan bahwa keberadaan WIFI sangat diperlukan pemustaka dalam mencari informasi yang tidak hanya dari buku saja namun pemustaka melikiki alternatif lain dalam mencari infornasi secara digital

Conclusion

Berdasarkan hasil penelitian yang sudah dilakukan penulis pada Dinas Kearsipan dan Perpustakaan daerah Timor Tengah Selatan mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi minat kunjung mahasiswa pada Perpustakaan daerah Timor Tengah Selatan, maka dapat di simpulkan yang pertama faktor internal yang mempengaruhi minat kunjung mahasiswa yaitu meiliki minat pengetahuan yang tinggi memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap minat kunjung mahasiswa. Minat pengetahuan yang tinggi ini misalnya ada ketertarikan seseorang terhadap sebuah informasi yang membuat minat untuk mengetahuinya sangat tinggi. Kebutuhan informasi yang di inginkan dapat membuat pengunjung akan tertarik untuk dapat kembali lagin ke perpustakaan. Yang kedua faktor eksternal yang mempengaruhi minat kunjung mahasiswa yaitu memiliki kondisi lingkungan yang memadai seperti pelayanan yang diberikan petugas perpustakaan sangat baik, sopan dan ramah. Memiliki sarana dan prasaran yang baik seperti memiliki jumlah koleksi perpustakaan yang lengkap, dan fasilitas perpustakaan seperti wifi, colokan, letak gedung yang mudah di jangkau oleh pengunjung atau mahasiswa. Berdasakan kesimpulan dari penlitian yang sudah di jelaskan diatas, maka selanjutnya dikemukakan implikasi dari hasil penelitian. Dari implikasi penelitian ini memiliki sifat teoritis yaitu sebagai penyaring khasan ilmu, dan memiliki sifat praktis untuk konsekuensi dalam kegiatan konkrit di lapangan.