EVALUASI SOFTWARE SLiMS DALAM PENGOLAHAN BAHAN PUSTAKA DI PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH BENGKULU
Universitas Bengkulu; Universitas Bengkulu; Universitas Bengkulu
Abstrak
Minimnya SDM serta sarana dan prasarana di Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Bengkulu menyebabkan banyaknya kesalahan yang terjadi dalam pengolahan bahan pustaka baik disengaja maupun tidak disengaja. Kesalahan tersebut berdampak pada kinerja dan kegiatan operasional perpustakaan yang mengakibatkan kerugian baik secara material maupun tenaga dan waktu. Oleh karena itu, perlu dilakukan evaluasi terhadap sistem otomasi softwareSLiMS dalam pengolahan bahan pustaka.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana evaluasi softwareSLiMS dalam pengolahan bahan pustaka di UPT Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Bengkulu. Penelitian ini termasuk ke dalam penelitian deskriftif kualitatif dengan jumlah informan sebanyak 7 orang. Tekhnik pengumpulan datamenggunakan teknik wawancara dan dokumentasi di lapangan.Hasil penelitian pada indikator eksternal variablediketahui bahwa SLiMS bermanfaat dan memudahkan dalam kegiatan perpustakaan. Pada indikator perceived ease of use diketahuiSLiMS mudah dalam penggunaan dan pengoperasiannya. Indikator perceived usefulnessdiketahui SLiMS memudahkan pustakawan dalam pengolahan bahan pustaka membantu dalam menemukan informasi, membantu menyelesaikan pekerjaan dengan cepat, meningkatkan kinerja pustakawan. Pada indikator Behavioral intentiondiketahui SLiMS membantu kegiatan pengolahan bahan pustaka dengan baik dan efisien. Berdasarkan indikator Actual system usediketahui bahwa penggunaan SLiMS di Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Bengkulu sudah efektif.
Keywords:
SLiMS
· Software
· Automasi Perpustakaan
Introduction
Peranan teknologi dan penyebaran informasi saat ini sudah hampir merambah ke segala sektor kehidupan manusia. Sehingga ilmu pengetahuan yang ada juga turut mengalami perkembangan, adanya perkembangan yang signifikan tersebut telah menyebabkan berbagai perubahan mendasar pada segala aspek, seperti dalam menunjang sistem operasional dan manajerial pada instansi pemerintahan yang dirasakan sangat penting. Seiringdengan pesatnya perkembangan teknologi dan penyebaran informasi, dunia perpustakaanikut serta mengalami perkembangan.Perpustakaan merupakansalah satu faktor terpenting di lembaga pendidikan yang dapat mendukung peningkatan prestasi dan kualitas mahasiswa, peningkatan dan kelancaran kegiatan belajar mengajarserta peningkatan mutu lembaga pendidikantersebut.Jika sebelumnya pengelolaan perpustakaan hanya menggunakan tenaga manusia secara manual. Sekarang sebagian dari pekerjaan pengelolaan di perpustakaan sudah melibatkan peran teknologi informasi berbasis komputerisasi. Otomasi perpustakaan merupakan penerapan teknologi informasipada pekerjaan administratif diperpustakaan sehingga pekerjaan akan berjalan lebih efektif dan efisien, serta dapat diintegrasikan(Lasa, 2009:23). Sistem otomasi di perpustakaan merupakan suatu aplikasi yang digunakan untuk menangani berbagai tugas dan kegiatan untuk pengelolaan sistem dan manajemen perpustakaan seperti pencatatan, perekapan, percetakan, pelaporan, dan sebagainya dengan menggunakan teknologi komputer. Beberapa cakupan aktifitas layanan di perpustakaan yang bisa dilakukan oleh sistem otomasi perpustakaan adalah manajemen pengadaan (akuisisi) bahan pustaka, layanan penelusuran koleksi yang dikenal dengan istilah Online Public Access Catalogue(OPAC), manajemen sirkulasi, manajemen inventarisasi koleksi, manajemenpelaporan, manajemen pelaporan berseri. Beberapa aplikasi sistem otomasi perpustakaan bahkan memiliki fitur mampu menampilkan beragam koleksi digital dalam beragam format dan berbasis multimedia (Azwar, 2013:19).Tujuan dari penerapan sistem otomasi perpustakaan tersebut yaitu untuk membantu mempermudah kegiatan operasional perpustakaan dalam memberikan layanan terhadap penggunanya. Tujuan utama dari diterapkannya sistem otomasi perpustakaan yaitu: (a). Komputer dapat mengolah data lebih cepat dan akurat dari pada pengolahan secara manual, (b). Meringankan beban kerja, khususnya yang rutin dan berulang-ulang. Perangkat lunak yang digunakan dapat diprogram untuk mengerjakan pekerjaan bersifat administratif, misalnya pengisian data bibliografi untuk pembuatan katalog dan sejenisnya; (c). Menghemat waktu dan tenaga sehingga dapat meningkatkan efisiensi kerja; (d). Memberikan layanan yang lebih efektif bagi pemakai; (e). Memberikan hasil pekerjaan yang konsisten; (f). Meningkatkan kerjasama antar layanan atau bagian ataupun antar perpustakaan (Corbin dalam Firmansyah, 2012:2).UPT Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Bengkulu menggunakan sistem SLiMS 7 (Senayan Library Management System) sebagai sistem informasi perpustakaan.Semua kegiatan di Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Bengkulu menggunakan SLiMS baik pelayanan teknis maupun pelayanan kepada pemustaka. SLiMS 7 (senayan library management system)diterapkan di perpustakaan dengan tujuan untuk memudahkan semua kegiatanyang ada di perpustakaan baik pengadaan, pengolahan, pelayanan maupun kegiatan lainnya..Ada beberapa alasan yang melatar belakangi UPT Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Bengkulu menggunakan SLiMS yaitu karena SLiMS merupakan software yang bersifat opensource dan dikembangkan sesuai dengan kebutuhan, serta koleksi yang dimiliki perpustakaan sudah dirasa cukup dan tidak memerlukan petugas yang banyak. Namun, dari segi SDM dan sarana dan prasarana Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Bengkulu masih minim dan belum memadai, SDM yang ada di Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Bengkulu perlu dilakukan penambahan karena mengingat staf professional pustakawan hanya ada 6 orang saja. Sarana dan prasarana seperti gedung perpustakaan belum maksimal ini dikarenakan ruangan yang ada masih sangat terbatas, dan juga Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Bengkulu dalam menginput data masih ada terjadi kesalahan dalam penggunaannya baik disengaja maupun tidak sengaja. Kesalahan maupun penyalahgunaan tersebut berdampak pada kinerja dan kegiatan operasional perpustakaan yang mengakibatkan kerugian baik secara material maupun tenaga dan waktu. Berdasarkan uraian di atas peneliti tertarik untuk melakukan penelitian mengenai “Evaluasi SoftwareSLiMS Dalam Pengolahan Bahan Pustaka di UPT Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Bengkulu”. Peneliti berharap hasil dari penelitian ini akan memberi gambaran yang jelas tentangsoftware SLiMS dalam pengelolaan perpustakaan terutama pada pustakawan yang ingin menerapkan sistem ini pada perpustakaan, maupun untuk pengembangan sistem otomasi perpustakaan 1.2 Rumusan Masalah 1. Bagaimana evaluasi softwareSLiMS dalam pengolahan bahan pustaka di UPT Perpustakaan Muhammadiyah Bengkulu? 1.3 Tujuan Penelitian 1.Untuk mengetahui bagaimana evaluasi software SLiMS dalam pengolahan bahan pustaka di UPT Perpustakaan Muhammadiyah Bengkulu 2. TINJAUAN PUSTAKA2.1 EvaluasiMenurut Arikunto (2013:222)evaluasi merupakan suatu proses yang dilakukan dalam rangka menentukan kebijakan dengan terlebih dahulu mempertimbangkan nilai-nilai positif dan keuntungan suatu program, serta mempertimbangkan proses serta teknik yang telah digunakan untuk melakukan penilaian. Setiap kegiatan evaluasi biasanya dimaksudkan untuk mengembangkankerangka berfikir dalam rangka pengambilan keputusan.Tahap-Tahap Dalam Melakukan EvaluasiMenurut Bryant dalam Setiawan (2014:21), yaitu:1.Evaluasi awal (pra evaluation)yaitu merupakan kegiatan yang paling awal dari proses pengembangan program yang merupakan suatu upaya untuk mengumpulkan situasi yang digunakan untuk perumusan masalah yang ditangani oleh masyarakat, data dan situasi yang merupakan hasl evaluasi, yang artinya keadaan awal yang ditunjukkan untuk menilai rencana yang telah dirumuskan.2.Evaluasi proses (procces evolution)yaitu merupakan evaluasi yang dilakukan dengan pengamatan dengan terhadap komponen proses (unsur-unsur dan kegiatan) yang dilibatkan pada masyarakat, untuk mengetahui apakah kegiatan selalu mengacu pada tujuan. Evaluasi proses merupakan evaluasi yang bersifat menyeluruh terhadap semua komponen proses dalam suatu kegiatan, tujuannya yaitu untuk melihat hubungan dari berbagai komponendalam tujuan. Evaluasi proses disebut evaluasi pelaksanaan.3.Evaluasi akhir (ends evaluation)yaitu merupakan evaluasi yang dilakukan pada akhir dari suatu kegiatan/program untuk mengukur sejauh mana kegiatan/program telah berhasil dalam mencapai tujuan-tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Evaluasi ini merupakan suatu analisis sederhana yang membandingkan data situasi wal dengan data setelah kegiatan/program dilaksanakan. Tujuan Evaluasi Menurut Swanson dalam Mahdiah (2011:31)menyatakantujuan evaluasi, yaitu: a.Untuk menilai tujuan dan rencana program sebelum melaksanakan program tersebutb.Untuk menentukan seberapa baik kinerja tujuan dan harapan yang diinginkanc.Untuk menentukan alasan atau penyebab dari keberhasilan atau kegagalan program tersebut.d.Untuk mengungkap prinsip-prinsip yang mendasari suatu program yang berhasil.e.Untuk memperbaiki cara yang digunakan untuk mencapai tujuan. Fungsi EvaluasiFungsi evaluasi menurut William N. Dunn dalam Sari (2015:15)a.Evaluasi diharapkan dapat memberikan informasi valid dan dapat dipercaya mengenai kinerja kebijakan, yaitu seberapa jauh kebutuhan, nilai dan kesempatan telah dapat dicapai melalui tindakan publik. Dalam hal ini evaluasi mengngukapkan seberapa jauh tujuan-tujuan dan target telah dicapai.b.Evaluasi memberi sumbangan klafikasi dan kritik terhadap nilai-nilai mendefinisikan tujuan dan target.c.Evaluasi memberikan sumbangan pada aplikasi metode-metode analisis kebijkan lainnya, termasuk perumusan masalah dan rekomendasi.Manfaat EvaluasiMenurut Slamet dalam Setiawan (2014:22), yaitu:1.Dengan memperhatikan hasil evaluasi, para pelakasana kegiatan/program pembinaan pada masyarakat akan dapat menetapkan keputusan yang tepat dalam melaksanakan kegiatan yang berada di bawah tanggung jawabnya.2.Dengan mengemukakan hasil evaluasi, kita dapat meyakinkan orang lain dan dibebankan dengan hasil yang dapt diungkapakandengan bukti.3.Dengan melakukan evaluasi dan menganalisis hasilnya, kita akan memperoleh pengalaman belajar yang berharga didalam upaya memanfaatkan dan menerapkan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni yang selama ini kita kembangkan dalam kegiatan pembangunan. 4.Hasil evaluasi yang menunjukkan adanya kemajuan yang memuaskan dapat merangsang motivasi yang kuat untuk terus melaksanakan kegiatan/program yang telah dinilai baik tersebut.Kegiatan pemantauan yang dilakukan akan menemukanpenyimpanan sejak dini, sehingga dapat dilakukan koreksi dan pengarahan ke arah tercapainya tujuan.Kriteria EvaluasiMenurut Slamet dalam Setiawan (2014:25)kriteria valuasi sebagai berikut:a)Mengapa kita melakukan evaluasi?b)Apa yang ingin diketahui dengan evaluasi?c)Kapan dan dimana evaluasi dilakukan?d)Siapa yang akan melakukan evaluasi?e)Apa yang diamati dalam melakukan evaluasi?f)Bagaimana pengamatan dalam melakukan evaluasi?g)Pertanyaan selanjutnya adalah, darimana informasi, data, dan bukti-bukti dikumpulkan?h)Selanjutntya, bagaimana evaluasi itu dilaksanakan?i)Bagaimana memeneri arti pada data dan informasi yang dikumpulkan?j)Bagian terakhir merupakan pertanyaanbagaimana melaporkannya?2.2 Sistem Otomasi PerpustakaanMenurut Zainal (2015:30)Automasi perpustakaan adalah sebuah proses pengelolaan perpustakaan dengan menggunakan bantuan teknologi informasi (TI). Dengan bantuan teknologi informasi maka beberapa pekerjaan manual dapat dipercepat dan diefisienkan. Selain itu proses pengolahan data koleksi menjadi lebih akurat dan cepat ditelusur kembali. Dengan demikian para pustakawan dapat menggunakan waktu lebihnya untuk mengurusi pengembangan perpustakaan, karena pekerjaan yang bersifat berulang (repetable) sudah diambil alih oleh komputer.Cakupan Dari Automasi PerpustakaanCakupanautomasi menurut Purwanto dalam Sulaksono (2013:21)yaitu:1)Pengadaan koleksi2)Katalogisasi3)Sirkulasi, reserve, inter-library loan4)Pengelolaan terbitan berkala5)Penyedian katalog (OPAC)6)Pengelolaan anggota 7)Statistik (laporan)Alasan Automasi PerpustakaaanBerdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Salmon dalam Rambe (2014:20)menyatakan bahwa:“Ada sejumlah alasan yang valid untuk mengaplikasikan komputer (automasi) di perpustakaan, antara lain ialah untuk melakukan sesuatu yang lebih baik, lebih cepat atau lebih murah dibanding dengan sistem manual atau memberikan suatu pelayanan baru”.Tujuandan Manfaat Automasi Perpustakaan1.Meringankan beban pekerjaan, khususnya yang rutin dan berulang-ulang 2.Menghemat waktu dan tenaga sehingga dapat meningkatkan efektifitas dan efisiensi dalam bekerja3.Memenuhi kebutuhan yang tidak dapat dilakukan secara manual4.Memeberikan hasil pekerjaan yang konsisten dan akurat5.Memberikan kualitas layanan kepada pengguna6.Meningkatkan pencitraan positif terhadap perpustakaan7.Meningkatkan daya saing8.Meningkatkan kerja sama antar perpustakaan (Lasa, 2009:233)SLiMS (Senayan Library Management System) Senayan Library Management Systematau yang sering disingkat SLiMS merupkan salah satu open source software(FOSS) berbasis webyang dapat diginakan untuk membangun sistem otomasi perpustakaan. Sebagai perangkat lunak, SLiMS mampu berjalan sempurna didalam sistem didalam sistem jaringan lokal (internet). Saat ini SLiMS masih banyak diminati dikalangan masyarakat indonesia khususnya pustakawan di karenakan fasilitas yang dimilikinya dapat memenuhi kebutuhan otomasi di perpustakaan. Dengan menggunakan SLiMS pemustaka dapat mengakses layanan informasi jauh lebih cepat dibandingkan saat masih manual. Disamping itu softwareSLiMS bisa di akses melalui internet, sehingga pemustaka dapat menelusuri katalog perpustakaan dari mana saja dan kapan saja melalu websiteatau portal yang disediakan perpustakaan (Azwar, 2013:24).Fitur-Fitur SLiMS (Senayan Library Management System)Menurut Arie Nugraha dalam Angelia (2014:2-3), terdapat 11 fitur atau menu SLIMS, yaitu:1.Home ;Home merupakan tampilan utama dari aplikasi SLiMS.2.OPAC ;OPAC (Online Public Access Catalog)yang digunakan untuk pencarian katalog buku di dalam perpustakaan.3.Bibliografi ;Bibliografi dimanfaatkan untuk menyimpan dan memasukkan data buku ke dalam aplikasi SLiMS.4.Sirkulasi ;Menu sirkulasi dimanfaatkan sebagai sistem untuk peminjaman dan pengembalian buku didalam suatu perpustakaan.5.Keanggotaan ;Menu keanggotaan dimanfaatkan sebagai sistem penyimpanan seluruh kegiatan keanggotaan.6.Master File ;Menu Master File dimanfaatkan sebagai data bibliografi. 7.Iventarisasi ;Menu Inventarisasi dimanfaatkan sebagaimengolah majalah, jurnal dan lain sebagainya.8.Sistem ;Menu Sistem dimanfaatkan sebagai menu untuk mendesain aplikasi SLiMS yang diterapkan di perpustakaan.9 Pelaporan ;Menu Pelaporan dimanfaatkan sebagai pelaporan seluruh kegiatan yang di lakukan di suatu perpustakaadengan mengaplikasikan SLIMS.10 Kendali terbitan Berseri ;Menu Kendali terbitan Berseri dimanfaatkan untuk mengecek koleksi yang terdapat di perpustakaan.11. Modul PresensiMenu presensi difungsikan sebagai alat hitung pengunjung perpustakaan.Keunggulan SLiMSa)Aplikasi open sourceberlisensi, SLiMS berlisensi GNUgeneral public lisensi(GPL) verion 3. SLiMS bisa diunduh secara gratis melalui websiteresminya http://slims.web.id(SLiMS developer community, 2013).b)Memenuhi standar pengelolaan koleksi perpustakaan, SLiMS dirancang untuk mengelola koleksi perpustakaan sesuai dengan international standard bibliographic descripsion (ISBN) berdasarkan angloamerican cataloging rules(AACR2) level 2. Standar ini umum digunakan di seluruh dunia.c)Komitmen dari developer dan komunitas, developer dan komunitas berkomitmen untuk terus mengembangkan SLiMS. Ini terbukti dengan seringnya SLiMS mengalami upgrade sistem dan database untuk perbaikan, penyempurnaan dan penambahan fitur-fitur baru.d)Banyak perpustakaan yang menggunakan SLiMS, banyak sekali perpustakaan di indonesia yang telah terbantu mewujudkan sistem otomasi, jumlah pengguna SLiMS sudah tidak terhitung lagi jumlahnya, mulai dari perpustakaan dengan jumlah koleksi sedikit, seperti perpustakaan pribadi atau sekolah hingga perpustakaan yang memiliki jumlah koleksi yang banyak, seperti perpustakaan perguruan tinggi dan perpustakaan umum daerah juga menggunakan SLiMS. SLiMS memiliki fleksibilitas yang tinggi yang mampu menyesuaikan tingkat kebutuhan perpustakaan. e)Memiliki manual atau dokumentasi yang lengkap, salah satu indikator memilih aplikasi sistem otomasi perpustakaan yang baik adalah tersedianya manual atau dokumentasinya secara lengkap. Manual berisi informasi bagaimana menggunakan aplikasi SLiMS dengan optimal mulai dari instalasi, menggunakan berbagai modul, trik-trik, hingga mengatasi berbagai masalah( trouble shooting).f)Dukungan komunitas SLiMS, ini adalah salah satu keunggulan SLiMS, yaitu dukungan komunitas pengguna di seluruh indonesia, bahakan juga beberapa komunitas dari manca negara. Para pengguan slims berkumpul dalam satu wadah membentuk komunitas slims indonesia. Dari sabang hingga merauke, hampir di setiap kota terdapat pengguna SLiMS dan mereka bergabung di komunitas SLiMS yang berada di sekitar mereka (Zainal, 2015:40-42).Kemudahan Dalam Pemanfaatan SLiMS Di Perpustakaan a)SLiMS Mudah untuk Dipelajari, SLiMS adalah perangkat lunak yang mudah untuk dipelajari, banyak cara yang dapat dilakukan untuk mempelajari SLiMS baik melalui pelatihan yang banyak diadakan oleh komunitas SLiMS yang tersebar di berbagai daerah. Komunitas SLiMS aktif membuat acara untuk lebih memasyarakatakan SLiMS dengan memberikan kemudahan untuk belajar SLiMS kepada mereka yang berminat. Selain belajar dari komunitas juga bisa melalui webresmi SLiMS atau melaluislide presentasi yang banyak tersedia di internet. b)Kemudahan Pengontrolan, kemampuan setiap orang untuk menggunakan sebuah perangkat berbeda antara satu individu dengan individu lainnya. Perbedaan itu dapat di sebabkan karena perbedaan latar belakang pendidikan maupun perbedaan tingkat interaksi dengan perangkat lunak yang dimaksud. Pengguna yang telah bisa menggunakan perangkat lunak yang sejenis merasa lebih mudah untuk mengontrol penggunaan sebuah perangkat lunak..c)SLiMS Jelas dan Mudah Dipahami, salah satu indikator sebuah program dikatakan mudah adalah apabila program itu jelas dan mudah dipahami oleh penggunanya. Kejelasan di sini dapat berupa kejelasan dari tampilan dan tata letak menu dalam perangkat lunak yang digunakan. d)Fleksibel Dalam Penggunaan dan Pemodifikasian, salah satu keuntungan program dengan kode sumber terbuka (open source)adalah fleksibel SLiMS menggunaka perangkat lunak kode sumber terbuka yang menawarkan kemudahan untuk memodifikasi dengan mudah menyesuaikan dengan kebutuhan perpustakaan di kantor maupun di perpustakaan. e)Dapat dikuasaidengan cepat, kemampuan setiap individu dengan menggunakan sebuah perangkat sangat di pengaruhi oleh faktor tinggi rendahnya interaksi dengan perangkat lunak. Semakin tinggi seseorang menggunakan perangkat teknologi semakin membuat orang itu lebih mudah dalam menggunakan satu perangkat yang baru. Tentu faktor kebiasaan bukanlah satu-satunya yang berpengaruh terhadap seseorang menggunakan perangkat lunak yang baru. Perangkat lunak yang mudah digunakan akan menjadi pilihan utama pengguna.f)SLiMS secara umum mudah digunakan, faktor teknologi dapat dilihat dari beberapa indikator yaitu kemudahan untuk mempelajari kemudahan adalah salah satu faktor penerimaan suatu teknologi tersebut. Penilaian akan sebuah teknologi dapat dilihat dari beberapa indikator yaitu kemudahan untukmempelajari, kejelasan program, fleksibel atau tidaknya sebuah program. SLiMS sebagai perangkat lunak manajemen perpustakaan telah memenuhi kriteria tersebut sesuai dengan penjelasan dipoin-poin sebelumnya. (Cahyonodalam Zainal, 2015:34-40).Pengolahan Bahan Pustaka PerpustakaanAdapun standar pengelolaan koleksi pada SLiMS menurut Azwar (2013:27),yaitu: “SLiMS dirancang untuk mengelola koleksi perpustakaan sesuai dengan International Standar Bibliographic Descripsion(ISBN),berdasarkanangloamerican rules(AACR2) level 2 dan standar ini umum digunakan diseluruh dunia”.Sistem pengolahan bahan pustaka yang telah diterima dengan cara pembelian dan hadiah terlebih dahulu diolah sesuai standar. Kegiatan pengolahan bahan pustaka di perpustakaan dilakukan secara sistematis yang dimulai dengan inventarisasi (pendaftaran), klasifikasi, input data, penyelesaian.2.3 Technology Acceptance Model (TAM) Technology Acceptance Model (TAM) merupakan pengembangan dari Theory of Reasoned Action (TRA) yang dikembangkan Fishbein dan Icek Ajzen (1975-1980). TAM adalah model yang banyak dikutip dalam penelitian mengenai penerimaan suatu teknologi dan TAM telah mengalami beberapa kali revisi sejak dirumuskan pertama kali. Untuk mengetahui tingkat penerimaan sistem informasi yang digunakan di perpustakaan bisa dianalisis dengan menggunakan model TAM, dengan demikian TAM merupakan pisau analisis yang digunakan untuk mengetahui sikap penerimaan pengguna terhadap hadirnya teknologi. Versi final teori TAM dapat digambarkan sebagai berikut. Berdasarkan gambar 2.2 Chutter dalam Cahyono (2015:3) menjelaskanhubungan antar konstruksi yang terdapat dalam TAM. Konstruksi variabel luar sistem (eksternal variable)dinilai akan mempengaruhi konstruksi kemudahan penggunaan (perceived ease of use) dan konstruksi kemanfaatan (perceived usefulness). Konstruksi perceived ease of use Dianggap akan berpengaruh terhadap konstruksi perceived usefulness. Dilain pihak kedua konstruksi tersebut (perceived ease of use dan perceived usefulness) mempengaruhi konstrusksi intensitas perilaku penggunaan (behavioral intention to use) yang mana behavioral intention to use akan mempengaruhi konstruksi penggunaan sistem secara aktual (actual system use). 3.METODE PENELITIAN3.1 Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Pendekatan kualitatif ini digunakan agar mampu memahami, menggambarkan dan menjelaskan berbagai latar belakang masalah penelitian ini secara mendalam dan dapat dipertanggung jawabkan.3.2 Informan Penelitian Penentuan informan pada penelitian ini dilakukan dengan teknik purpose sampling,di mana pemilihan dilakukan secara sengaja berdasarkan kriteria yang telah ditentukan dan ditetapkan 3.4 Teknik Pengumpulan DataTeknik pengumpulan data menurut Sugiyono (2005:62) merupakan langkah yang paling strategis dalampenelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data. Tanpa mengetahui teknik pengumpulan data, maka peneliti tidak akan mendapatkan data yang memenuhi standar data yang ditetapkan. Teknik pengumpulan data dapat dilakukan dengan observasi (pengamatan), interview (wawancara), dokumentasi.3.4.1 ObservasiMenurut Emzir (2004:38)observasi atau pengamatan dapat didefinisikan sebagai perhatian yang fokus terhadap kejadian, gejala atau sesuatu. 3.4.2 WawancaraMenurut Irianto (2012:155)wawancara adalah proses percakapan dengan maksud mengontruksi mengenai orang, kejadian, organisasi, motivasi, perasaan, dan sebagainya yang dilakukan oleh dua pihak, yaitu pewawancara (interviewer) yang mengajukan pertanyaan dengan orang yang diwawancarai (interview).3.4.3 Dokumentasi Menurut Sugiyono (2013:202)dokumentasi merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu,dokumen bisa berbentuk tulisan, dan karya-karya monumental dari seseorang. Dokumen tersebut digunakan untuk mendapatkan data sekunder dan data yang sesuai dengan topik penelitian.3.5 Analisis Data Analisis data yaitu proses mencari dan menyusun datayang telah diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan cara mengorganisasikan data kedalam unit-unit, melakukan sintesa, menyusun kedalam pola, memilih mana yang penting dan yang akan dipelajari, danmembuat kesimpulan.
Result & Discussion
4.1 Analisis Deskriptif a. Evaluasi Eksternal VariablePenggunaan SLiMS sebagai sistem otomasi perpustakaan berdampak besar terhadap Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Bengkulu. Manfaat dari penerapan tidak hanya dirasakan oleh pengelola perpustakaan tetapi juga dirasakan oleh pemustaka khususnya penelusuran informasi melalui OPAC. Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Bengkulu sudah melakukan pelatihan SLiMS, pelatihan dilakukan sebelum adanya pengalihan sistem. Dengan kehadiran SLiMS membantu pustakawan dalam tugas-tugas di perpustakaan. Pustakawan banyakmempelajari SLiMS dari internet seperti search engine“google”sehingga pustakawan dapat dengan mudah memahami software SLiMS. Selain itu perpustakaan sudah bergabung dengan komunitas pengguna SLiMS untuk mengetahui informasi-informasi mengenai penggunaan SLiMS. PerpustakaanUniversitas Muhammadiyah Bengkulu dalam penggunaan sistem informasi SLiMS telah didukung oleh kepala perpustakaan dan sumber daya manusia berupa pustakawan perpustakaan dan batik Universitas Muhammadiyah Bengkulu yang terlibat dalam mengimplementasikan SLiMS sebagai sistem informasi perpustakaan, kebermanfaatan dan kemudahan penggunaan sehingga mendorong pengelola perpustakaan menggunakan SLiMS sebagai sistem informasi perpustakaan.b. Evaluasi Perceived Ease Of UseBanyak faktor yang mempengaruhi penggunaan sebuah perangkat lunak. Teori TAM bahkan menggambarkan bahwa kemudahan merupakan satu dari dua faktor utama penentu penerimaan sebuah produk teknologi. Perangkat lunak yang mudah akan mudah diterima oleh penggunanya dan berlaku sebaliknya pada SliMS ini. Kemudahan yang ditawarkan pada SLiMS tidak hanya terbatas pada kemudahan untuk menggunakan tetapi juga kemudahan untuk mempelajari dan kemudahan untuk mengoperasikannya. SLiMS adalah perangkat lunak yang mudah dipelajari. Banyak cara dapat dilakukan untuk belajar SLiMS baik itu melalui pelatihan maupun belajar secara mandiri melalui buku panduan yang tersedia di web resmi SLiMS atau melalui internet. Salah satu indikator sebuah program dikatakan mudah adalah apabila program itu jelas dan dapat dipahami oleh penggunanya. Kejelasan disini dapat berupa kejelasan dari tampilan tata letak menu dalam perangkat lunak yang digunakan. Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Bengkulu, pengelola perpustakaan menilai interaksinya dengan SLiMS jelas dan dapat dipahami. Mereka merasa telah berinteraksi dengan SLiMS secara jelas. Sebagai contoh adalah pengguna dapat menggunakan menu-menu yang ada didalam SLiMS secara mudah. Kejelasan SLiMS juga dirasakan oleh pemustaka yang menggunakan menu OPAC untuk penelusuran koleksi. Walaupun tidak semua staf dapat mengoperasikan SLiMS dengan baik, karena tidak semua staf lulusan bidang ilmu perpustakaan, staf masih minim pengetahuan tentang teknologi informasi.c. Evaluasi Perceived UsefullnessSalah satu faktor yang mempengaruhi penerimaan sebuah teknologi adalah adanya pandangan bahwa teknologi itu bermanfaat untuk penggunanya. Sejalan dengan itu perpustakaan membangun otomasi perpustakaan menggunakan SLiMS karena pemanfaatan SLiMS di perpustakaan diyakini bermanfaat untuk perpustakaan, baik pengelola maupun pemustaka, misalnya dalam penelusuran koleksi. Dengan memanfaatkan SLiMS pekerjaan di perpustakaan menjadi lebih efektif dan efisien. Secara umum SLiMS bermanfaat untuk pekerjaan di Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Bengkulu. Hampir semua bidang pekerjaan memanfaatkan SLiMS dalam keseharian dan hal ini mampu mempercepat pekerjaan, meningkatkan kualitas kinerja pustakawan, sebagai contoh dalam pengolahan bahan pustaka perpustakaan yang sebelumnya dilakukan secara manual pembuatan tabel buku. Tetapi dengan SLiMS label buku sudah tersedia bisa langsung di print sehingga dapat di proses untuk dilakukan pelabelan pada bahan pustaka. Sehingga pemanfaatan SLiMS di perpustakaan serta merta meningkatkan kinerja pengelola perpustakaan. Namun SLiMS belum sepenuhnya tuntas karena masih ada menu yang tidak difungsikan seperti menu inventarisasi, karena staf belum memahami cara menggunakannya dan menu masih belum tuntas dalam modifikasi, masih minimnya pengetahuan staf tentang teknologi informasi.Seluruh informan sependapat bahwa pemanfaatan SLiMS meningkatkan performa pekerjaan mereka. Sebagai contoh dalam kegiatan pengolahan bahan pustaka sebelumnya membutuhkan waktu yang lama, sedangkan dengan SLiMS hanya memerlukan waktu yang singkat dapat memproses pembuatan label buku dengan cepat.d.Evaluasi Behavioral IntentionSejak memanfaatkan SLiMS kegiatan pengolahan bahan pustaka di perpustakaan yang membutuhkan usaha dan proses yang panjang telah dapat dikerjakan dengan mudah. Kemudahan yang diberikan juga dirasakan oleh pemustaka dalam melakukan penelusuran koleksi, pemusataka tidak perlu susah untuk mencari bahan pustaka di rak satu-persatu atau menanyakannya pada pustakawan, karena dengan OPAC yang ada di SLiMS bisa membantu pemustaka untuk mengetahui keberadaan bahan pustaka yang dicari dan mengetahui rak pada lantai mana yang menyediakan bahan pustaka yang dibutuhkan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kebermanfaatan SLiMS di Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Bengkulu, mendorong pengelola untuk menggunakan SLiMS dalam membantu pekerjaan di perpustakaan. SLiMS pada Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Bengkulu memudahkan dalam pengolahan bahan pustaka, membantu menemukan informasi yang dibutuhkan, membantu menyelesaikan pekerjaan dengan cepat, meningkatkan kinerja pustakawan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa minat pengguna untuk tetap menggunakan sistem informasi, hal ini dilihat dari faktor kemudahan SLiMS membantu dalam kegiatan pengolahan bahan pustaka menjadi lebih cepat dan efisien. Pemilihan SLiMS sebagaai sistem informasi sudah tepat, karena kondisi bahan pustaka yang dimiliki perpustakaan sudah banyak.e. Evaluasi Actual System UseSeluruh informan menyakini bahwa pemanfaatan SLiMS dalam kegiatan pengolahan bahan pustaka mampu meningkatkan efektifitas kegiatan pengolahan bahan pustaka perpustakaan. Memanfaatkan SLiMS untuk kegiatan sehari-hari di perpustakaan menjadikan segala sesuatunya berjalan dengan baik dan tidakada kesalahan yang tidak perlu. Ketika perpustakaan belum terotomasi dengan SLiMS semua kegiatan di perpustakaan memang sudah dilakukan dengan komputer, hanya saja semuanya masih membutuhkan peran yang sangat besar dari pengelola perpustakaan. Akan tetapi penggunaan SLiMS terkendala apabila jaringan internet tidak stabil dan SLiMS errorpada saat digunakan, staf terkendala dalam memfungsikan SLiMS dalam kegiatan di perpustakaan. Kegiatan pengolahan bahan pustaka secara terkomputerisasi diakui mampu mempercepat kegiatan, hanya saja rentan terjadi kesalahan oleh pengguna. Sejak perpustakaan menggunakan SLiMS kesalahan-kesalahan semacam itu dapat diminimalisir karena semuanya dilakukan secara otomatis oleh SLiMS yang bertindak sebagai pengolah data yang dimasukkan pengguna. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan SLiMS di perpustakaan membantu pengolahan bahan pustaka. Pengolahan bahan pustaka lebih mudah dan lebih cepat dari yang sebelumnya dilakukan secara manual seperti pembuatan label buku secara manual, tetapi dengan SLiMS sudah tersedia dan tidak perlu melakukan pengetikan, SLiMS juga dapat membuat pelaporan tentang kegiatan yang dilakukan di perpustakaan seperti jumlah koleksi yang ada di perpustakaan dapat diketahui dengan mudah pada SLiMS. SLiMS dalam penggunaanya di perpustakaan sudah efektif karena banyak memberikan manfaat dan membantu dalam tugas-tugas di perpustakaan. Berdasarkan paparan di atas dapat disimpulakan untuk intensitas penggunaan sistem informasi SLiMS di perpustakaan menjadikan kualitas pekerjaan menjadi lebih bagus. Walaupun terkendala apabila jaringan internet tidak stabil dan SLiMS errorstaf terkendala dalam penggunaan SLiMS. Penggunaan SLiMS digunakan secara terus-menerus dalam kegiatan pengolahan bahan pustaka Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Bengkulu.
Conclusion
1.Eksternal Variable,SLiMS bermanfaat dan memudahkan dalam kegiatan perpustakaan sehingga mendorong pengelola perpustakaan untuk menggunakan SLiMS sebagai sistem informasi perpustakaan.2.Perceived Ease Of Use, SLiMS mudah dalam penggunaan dan pengoperasiannya, pengelola sangat dimudahkan dalam kegiatan perpustakaan seperti penginputan data buku, layanan peminjaman, layanan pengembalian buku, dan administrasi perpustakaan. Walaupun tidak semua staf dapat mengoperasikan SLiMS dengan baik,masih kurangnya pengetahuan staf tentang teknologi informasi dan minimnya staf dibidang ilmu perpustakaan.3.Perceived Usefulness, SLiMS memudahkan pustakawan dalam pengolahan bahan pustaka perpustakaan, membantu pustakawan dalam menemukan informasi yang dibutuhkan, membantu menyelesaikan pekerjaan dengan cepat, dan meningkatkan kinerja pustakawan. Akan tetapi SLiMS belum sepenuhnya tuntas karena masih ada menu yang belum difungsikan oleh pengelola perpustakaan yaitu menu inventarisasi karena pengelola tidakmemahami penggunaan menu tersebut.4.Behavioral Intention,SLiMS membantu kegiatan pengolahan bahan pustaka dengan baik, pengolahan bahan pustaka menjadi lebih mudah dan efisien. Selain itu, pemilihan SLiMS diakui sudah tepat oleh pengelola perpustakaan, hal ini karena bahan pustaka yang dimiliki sudah cukup banyak untuk menggunakan sistem yang terotomasi. Namun permasalahannya terletak pada kurangnya sarana dan prasarana seperti jumlah komputer untuk pengolahan bahan pustaka yang ada di pepustakaan.5.Actual System Use, SLiMS pada Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Bengkulu sudah efektif, hal ini dapat diketahui SLiMS sangat memudahkan dalam pengolahan bahan pustaka, membantu pustakawan dalam pengolahan bahan pustaka dengan cepat dan membantu dalam penelusuran bahan pustaka lebih mudah. Akan tetapi penggunaan SLiMS terkendala apabila jaringan tidak stabil menyebabkan softwareSLiMS error, sehingga staf terkendala dalam memfungsikan SLiMS dalam kegiatan diperpustakaan.5.1Saran 1.Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Bengkulu perlu menambah jumlah staf perpustakaan yang berlatar belakang pendidikan perpustakaan, agar pengolahan bahan pustaka dengan menggunakan SLiMS dapat terlaksana dengan baik. 2.Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Bengkulu perlu menambah jumlah komputer agar pengolahan bahan pustaka dapat terselesaikan lebih cepat.3.Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Bengkulu seharusnya melaksanakan pelatihan SLiMS guna meningkatkan keterampilan pustakawan dalam pengoperasian SLiMS.4.Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Bengkulu perlu menambah tenaga ahli dibidang informasi agar bisa menangani apabila terjadi masalah dengan sistem dan bisa meningkatkan kualitas program sistem SLiMS.