PROGRAM TWENTY DAYS WITH YOUR BOOK DALAM MENINGKATKAN DAYA BACA MAHASISWA STUDI DESKRIPTIF PROGRAM UNIT KERJA MAHASISWA UNP
Universitas Negeri Padang; Universitas Negeri Padang
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana keberjalanan program Twenty Days with Your Book serta mendeskripsikan bagaimana manfaatnya dalam meningkatkan daya baca anggota di UKM PPIPM UNP. (Metode) Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Wawancara, observasi dan dokumentasi adalah instrumen penelitian yang digunakan dalam mengumpulkan data dengan melibatkan tujuh informan yang terdiri dari penanggung jawab program dan peserta yang mengikuti program Twenty Days with Your Book. Teknik analisis data yang digunakan adalah pengumpulan data, reduksi data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan program Twenty Days with Your Book telah dilaksanakan sesuai dengan perencanaan mulai dari konsep program yang telah dirancang dilaksanakan dengan baik, sasaran program tepat sasaran, indikator pelaksanan program tercapai karena melebihi 60% target mereka, prosedur realisasi terlaksana dengan baik, pemilihan bahan bacaan sudah tepat namun perlu ada perbaikan, dan proses evaluasi dijalankan dengan baik. Manfaat yang dirasakan mereka berdasarkan perubahan perilaku setelah mengikuti program menunjukkan adanya perubahan yang positif yang terlihat dari cara mereka menentukan tujuan dalam membaca, proses pemilihan bahan bacaan, peningkatan pemahaman membaca, serta lebih efisien dalam menggunakan waktu. Kemudian manfaat yang mereka rasakan berkaitan dengan daya baca menunjukkan adanya perkembangan yang terlihat dari cara mereka menarik kesimpulan setelah membaca, cara mereka menemukan pokok paragraf dan meningkatnya pemahaman peserta terhadap bacaan.
Abstract
This research aims to describe how the Twenty Days with Your Book program works and to describe its benefits in increasing the reading ability of members at UKM PPIPM UNP. This type of research is qualitative research with descriptive methods. Interviews, observation and documentation were research instruments used to collect data involving seven informants consisting of the person in charge of the program and participants who took part in the Twenty Days with Your Book program. The data analysis techniques used are data collection, data reduction, and drawing conclusions. The results of this research show that the implementation of the Twenty Days with Your Book program has been carried out in accordance with planning starting from the program concept which has been designed and implemented well, the program targets are right on target, the program implementation indicators have been achieved because they exceed 60% of their targets, the realization procedures have been carried out well. , the selection of reading materials is appropriate but needs improvement, and the evaluation process is carried out well. The benefits they felt based on changes in behavior after participating in the program showed positive changes that were visible in the way they set goals for reading, the process of selecting reading materials, increased reading comprehension, and more efficient use of time. Then the benefits they felt related to their reading ability showed a visible development in the way they drew conclusions after reading, the way they found the main points of the paragraphs and the participants' increased understanding of the reading.
Keywords:
Reading ability
· Reading Comprehension
· Twenty Days with Your Book Program
Introduction
Membaca merupakan salah satu dari empat kemampuan dasar berbahasa dan merupakan salah satu komponen penting dalam komunikasi tulisan. Membaca membuat seseorang dapat mengetahui banyak hal. Kemampuan membaca bagi mahasiswa sangat mempengaruhi pengetahuan yang dimilikinya. Sehingga pada abad ke-21 ini salah satu keterampilan yang sangat dibutuhkan adalah keterampilan membaca. Dalam tulisannya yang berjudul Keterampilan Berbahasa, Siti Sulistyani menjelaskan bahwa keterampilan berbahasa adalah sarana dalam berkomunikasi. Tingkat atau kualitas keterampilan berbahasa setiap orang berbeda-beda. Semakin optimal kemampuan berbahasa seseorang maka semakin mudah pula melakukan komunikasi yang mudah dimengerti sehingga tujuannya lebih mudah tercapai. Keterampilan mendengarkan atau menyimak, berbicara, membaca, dan menulis merupakan empat aspek dalam keterampilan berbahasa (Pamuji & Setyami, 2021). Dengan situasi saat ini di mana teknologi berkembang pesat akan mempengaruhi proses belajar para pelajar di Indonesia termasuk mahasiswa. Dalam dunia pendidikan membaca menjadi isu yang sangat penting dan terkini saat ini. Sayangnya salah satu negara dengan minat baca paling rendah adalah Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan survei yang dilakukan oleh PISA (Programme for International Student Assessment) 2022 yang menunjukkan kenaikan sebanyak lima poin dibandingkan tahun 2018, yang sebelumnya Indonesia berada di peringkat 73 dari 78 negara. Dari hasil riset tersebut dijelaskan bahwa peningkatan posisi Indonesia di PISA 2022 mengindikasikan adanya kemajuan yang baik dalam menghadapi pandemi Covid-19. Skor literasi membaca internasional di PISA 2022 rata-rata turun 18 poin, sedangkan skor Indonesia mengalami penurunan sebesar 12 poin yang merupakan penurunan dalam kategori rendah dibandingkan negara-negara lain. Walaupun terjadi peningkatan sebanyak lima poin dibanding tahun sebelumnya. Tingkat literasi pelajar di Indonesia masih terbilang rendah, karena negara yang mengikuti PISA semakin banyak jumlahnya. Ada sekitar 88 negara termasuk Indonesia, hal itu malah membuat peringkat semakin menurun menjadi peringkat 75 dari 88 negara (Kemendikbud, 2023). Walaupun minat baca dan daya baca berkaitan satu sama lain, pada kenyataannya minat baca dan daya baca memiliki arti yang berbeda. Iraniswati (2013) menjelaskan bahwa minat baca adalah kecenderungan hati yang tinggi terhadap sesuatu dan keinginan yang kuat untuk melakukan sesuatu. Minat bukan bawaan dari lahir, melainkan dapat dipengaruhi bakat. Minat harus dimulai dari usia dini agar tumbuh dan terasa sehingga menjadi kebiasaan. Menurut Nurhadi (2016) kemampuan membaca yang tinggi menjadi syarat bagi semua orang untuk maju. Semua orang dituntut untuk mempunyai daya baca yang tinggi. Daya baca yang tinggi diperoleh dari pengetahuan tentang cara membaca yang baik dan dikembangkan secara terus-menerus. Mahasiswa saat ini termasuk ke dalam generasi Z karena mereka terlahir di antara tahun 1995 sampai 2010. Pesatnya perkembangan teknologi dan internet saat ini membuat mereka semakin mudah mengakses informasi seperti buku elektronik, artikel, dan lainnya melalui perangkat elektronik yang mereka punya. Berbagai kemudahan tersebut mempengaruhi minat baca dan daya baca generasi Z. Minat atau keinginan membaca ada tetapi bukan dalam hal membaca buku atau hal yang berisi pengetahuan. Kebanyakan remaja saat ini hanya mengakases informasi apa yang mereka sukai seperti game, berita olahraga, informasi artis kesukaan, informasi seputar musik, film dan masih banyak lagi melalui media sosial atau website. Daya baca atau kemampuan membaca mahasiswa di Universitas Negeri Padang khususnya anggota UKM PPIPM UNP bervariasi. Melalui pra-observasi yang penulis lakukan kepada sepuluh orang mahasiswa, dua laki-laki dan delapan perempuan. Dengan menggunakan daftar pernyataan untuk melihat apakah seseorang termasuk dalam kategori pembaca yang baik atau buruk yang ditulis oleh Nurhadi dalam bukunya yang berjudul “Strategi Meningkatkan Daya Baca” pada halaman 10-11. Dari hasil pra-observasi didapatkan data berupa: Dari 10 orang mahasiswa tiga di antaranya masuk ke dalam kategori pembaca yang baik, enam mahasiswa masuk ke dalam kategori pembaca yang cukup baik dan satu mahasiswa masuk dalam kategori kurang baik. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa kemampuan membaca seseorang rendah atau tidak, bisa disebabkan oleh beberapa hal seperti jenis kelamin, angkatan, pilihan program studi, kebiasaan membaca, dan lain-lain (Per.Obs : 2023). Dalam upaya peningkatan kemampuan membaca mahasiswa, di Universitas Negeri Padang terdapat unit kegiatan mahasiswa yang memiliki program literasi. Salah satunya Unit Kegiatan Mahasiswa Pusat Pengembangan Ilmiah dan Penelitian Mahasiswa Universitas Negeri Padang (UKM PPIPM UNP) yang memiliki program kerja Twenty Days with Your Book. Program tersebut pada awalnya diadakan tahun 2020 dengan nama One Week One Book Challenge. Namun dalam pelaksanaannya terdapat kendala seperti kurangnya motivasi peserta dalam pelaksanaan kegiatan, hal ini dibuktikan dari hasil wawancara dengan beberapa pengurus yang menangani program tersebut. Dari hasil wawancara dengan penanggung jawab yang menangani program kerja literasi tersebut, dapat diketahui bahwa terjadi penurunan peserta di tiap minggu pelaksanaan, namun terjadi peningkatan peserta dari tahun ke tahun. Berdasarkan penjelasan dari beberapa penanggung jawab yang menangani kegiatan tersebut dapat dilihat bahwa terjadi peningkatan di tiap tahunnya. Namun, terjadi penurunan di tiap minggu pelaksanaan. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor seperti adanya kesibukan peserta di antaranya praktik lapangan, magang, tugas kuliah dan kesibukan pribadi. Setiap program kerja yang dijalankan pada dasarnya memiliki tujuan yang jelas. Dalam mencapai tujuan tersebut maka perlu adanya kontribusi dan kerjasama oleh semua pihak seperti jajaran kepengurusan PPIPM UNP, serta anggotanya. Sehingga program Twenty Days with Your Book sebagai program literasi yang dimiliki UKM PPIPM UNP dapat mencapai tujuan yang telah direncanakan.
Method
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Penelitian ini membahas tentang proses program Twenty Days with Your Book sebagai program yang bertujuan untuk meningkatkan minat baca dan daya baca anggota UKM PPIPM UNP yang melaksanakannya. Data yang terkumpul akan membentuk sebuah kesimpulan tentang kegiatan secara menyeluruh dari program tersebut. Berdasarkan tema yang diteliti, metode deskriptif adalah metode yang tepat untuk menguraikan data yang diperoleh dengan lebih mendalam. Hal ini untuk menganalisa suatu kegiatan, sebagai salah satu solusi yang diupayakan untuk dapat meningkatkan wawasan dan minat baca peserta yang mengikuti kegiatan tersebut. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara observasi dan wawancara serta dokumentasi untuk mendukung data penelitian. Dalam penelitian ini informan ditentukan melalui teknik snowball sampling dengan memilih satu informan kunci, kemudian informan kunci yang dipilih akan merekomendasikan informan utama dan pendukung sesuai dengan kemampuannya. Pengabsahan data menggunakan triangulasi data. Teknik analisis data dilakukan dengan menyusun hasil wawancara, mengalihbahasakan dari rekaman menjadi tulisan. Kemudian reduksi data, dan menyajikan data. Untuk kemudian ditarik sebuah kesimpulan.
Result & Discussion
Pelaksanaan Program Twenty Days with Your Book di UKM PPIPM UNP Dalam sebuah pelaksanaan program khususnya di sini program Twenty Days with Your Book dibutuhkan perencanaan yang matang dan melibatkan berbagai pihak. Hal ini dikarenakan dalam proses penerapan rencana atau strategi yang telah disusun sebelumnya untuk mencapai tujuan tertentu. Selain itu pelaksanaan program melibatkan serangkaian aktivitas yang dilakukan secara sistematis dan terukur untuk mencapai tujuan yang telah direncanakan. Dari data yang telah dipaparkan pada temuan penelitian mengenai pelaksanaan program Twenty Days with Your Book dapat dibahas sebagai berikut: a. Konsep program Twenty Days with Your Book Konsep program Twenty Days with Your Book adalah sebuah upaya sistematis untuk meningkatkan kemampuan individu dalam membaca, menulis, berbicara dan mendengarkan secara efektif. Program ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan literasi sehingga peserta yang mengikuti kegiatan tersebut mampu mengakses, memahami, mengevaluasi dan memanfaatkan informasi dengan baik. Dari data yang telah dipaparkan pada temuan penelitian mengenai konsep program Twenty Days with Your Book dapat dibahas sebagai berikut: Alasan program diangkatkan adalah untuk menambah wawasan dan ilmu pengetahuan anggota PPIPM. Alasan selanjutnya adalah untuk menarik minat anggota datang ke sekretariatan PPIPM dan menumbuhkan minat anggota untuk rajin membaca buku yang ada di perpustakaan PPIPM. Pada pelaksanaannya program Twenty Days with Your Book diangkatkan sekali dalam setahun dengan dua kali pelaksanaan yaitu pembukaan dan penutupan. Landasan dalam pengangkatan program adalah memberikan dukungan bagi anggota dalam penulisan karya ilmiah sehingga nantinya anggota PPIPM mampu menulis karya tulis ilmiah dengan baik dan benar. Selain itu yang menjadi landasan dalam pengangkatan program adalah sesuai dengan tugas pokok dan fungsi di mana divisi kepustakaan dan kearsipan selaku penanggung jawab dalam program ini memiliki tupoksi dalam mengelola perpustakaan di PPIPM. Latar belakang pengangkatan program adalah untuk membentuk kesadaran anggota dalam membaca buku khususnya membaca buku secara langsung di kesekretariatan PPIPM. Selain itu alasan program diangkatkan berdasarkan pelaksanaan tahun sebelumnya kegiatan ini dirasa menyenangkan dan bermanfaat bagi anggota yang mengikuti rangkaian kegiatan. Tujuan dari pelaksanaan program Twenty Days with Your Book yaitu meningkatkan kebiasaan membaca, meningkatkan minat baca, menumbuhkan jiwa kompetensi dan inovasi anggota PPIPM. Program yang diangkatkan sesuai dengan kebutuhan anggota karena program yang diangkatkan dapat mewadahi anggota dalam meningkatkan literasi, menulis resensi, meningkatkan kemampuan membaca sehingga dapat mendukung mereka dalam menulis karya ilmiah. b. Sasaran Program Cara menentukan peserta dalam program Twenty Days with Your Book adalah dengan melakukan open recruitment atau membuka pendaftaran. Kemudian anggota PPIPM khususnya angkatan muda dapat melakukan pendaftaran, setelah itu mereka bisa mengikuti program Twenty Days with Your Book sebagai peserta. Dalam pelaksanaannya tidak ada batasan jumlah maksimal dalam perekrutan peserta. Bahkan mereka berharap jika peserta yang ikut mendaftar bisa lebih banyak lagi. Dalam pelaksanaan program, persyaratan yang mereka tentukan adalah peserta yang mendaftar merupakan anggota PPIPM UNP, dan mengikuti pendaftaran program Twenty Days with Your Book. c. Indikator Ketercapaian Faktor keberhasilan adalah elemen-elemen atau kondisi yang berkontribusi pada pencapaian suatu tujuan atau hasil yang diinginkan. Faktor keberhasilan dari progam ini adalah apabila peserta mampu menyelesaikan tantangan berupa resensi buku, dan membuat video kreatif. Indikator ketercapaian program adalah yang pertama dari 30% anggota muda PPIPM ikut berpartisipasi sebagai peserta. Kedua sebanyak 40% peserta yang ikut kegiatan ini mampu menyelesaikan tugas resensi dan tugas lain yang diberikan. Ketiga 30% dari total peserta mampu menyelesaikan tugas video kreatif. Program kerja ini dikatakan berhasil apabila 60% dari jumlah anggota yang mendaftar kegiatan berhasil menyelesaikan tantangan. Dalam pelaksanaannya yang menjadi penilaian peserta adalah setelah para peserta menyelesaikan dan mengumpulkan tugas maka tugas tersebut akan dinilai oleh tim penilai. Untuk tugas resensi buku yang menjadi kriteria penilaiannya adalah bahasa yang digunakan, kesesuaian resensi dengan isi buku, dan apakah terlihat menarik atau bukan. Kemudian untuk tugas video yang dinilai adalah aspek kemenarikan dan apakah sesuai dengan isi buku yang telah diresensi. Selain itu yang menjadi kriteria penilaian adalah pengumpulan tugas sesuai dengan waktu yang ditentukan. Dalam pelaksanaan program, program tersebut berhasil dilaksanakan dengan persentase lebih dari 60%. Apabila hasilnya melebihi 60% maka program tersebut telah dijalankan dengan baik. d. Prosedur Realisasi Program Twenty Days with Your Book Pada saat tahap perencanaan program pada awalnya dilakukan diskusi terlebih dahulu antara divisi dengan koordinatornya kemudian dilakukan rapat terbuka untuk menerima saran, kritikan ataupun masukan dari anggota maupun alumni PPIPM. Selanjutnya dilakukan diskusi ulang sebelum akhirnya sebuah program kerja disetujui. Dalam perencanaan program mereka juga menginformasikan kepada anggota mengenai kegiatan. Kemudian dibentuk tim penilai yang berasal dari luar kepengurusan. Setelah itu membuat pamflet kegiatan, membuka pendaftaran kegiatan dan pelaksanaan kegiatan. Batas waktu pelaksanaan program merupakan rentang waktu dari awal pelaksanaan program sampai akhir pelaksanaan. Batas waktu pelaksanaan program adalah satu bulan. Pada tahun 2023 dilaksanakan pada tanggal 21 Mei s.d 17 Juni 2023. Pada tahun 2022 dilaksanakan pada tanggal 03 September s.d 08 Oktober 2022. Setelah dua puluh hari pelaksanaan, peserta akan mengumpulkan tugas seperti resensi buku dan video kreatif kepada penanggung jawab. Kemudian tugas yang telah dikumpulkan akan dinilai oleh tim penilai. Setelah itu akan ditentukan tiga peringkat terbaik dari program ini. Saat pandemi program dilaksanakan secara daring menggunakan media zoom dan aplikasi sebagai media untuk mempermudah komunikasi. Kemudian buku yang diberikan kepada peserta menggunakan buku elektronik dan yang terakhir saat presentasi dilakukan secara daring. Saat pandemi kegiatan dilakukan dalam tiga kali pelaksanaan. Kemudian pelaksanaan program setelah pandemi dilakukan secara daring dan luring. Buku yang dibagikan kepada peserta sudah berbentuk fisik. Serta pelaksanaannya dilakukan dalam dua kali pertemuan. Dalam pelaksanaan program mengenai proses pembagian bahan bacaan kepada peserta dilakukan dengan cara menyediakan judul buku terlebih dahulu di google drive kemudian setelah PJ membentuk kelompok peserta mereka dipersilahkan untuk memilih judul buku di google drive sesuai dengan minat mereka kemudian datang ke sekre untuk membaca buku yang telah dipilih. Tugas yang diberikan adalah membuat resensi buku dan membuat video kreatif. Karena dalam kegiatan ini peserta dibagi menjadi beberapa kelompok maka saat proses membaca dan mengerjakan tugas yang dilakukan juga dilakukan secara berkelompok. Untuk pelaksanaannya mereka bisa membagi bacaan atau tugas sesuai jumlah mereka supaya waktu yang digunakan peserta bisa lebih efisien. Sarana dan prasarana yang disediakan sesuai kebutuhan akan mendukung dalam pelaksanaan program. Dalam pelaksanaan program mereka menyediakan buku fisik, buku elektronik dan proyektor untuk pemutaran video kreatif. e. Pemilihan Bahan Bacaan Pemilihan bahan bacaan dalam program literasi khususnya program Twenty Days with Your Book merupakan hal yang penting. Buku yang tepat dapat membangkitkan minat baca, memperluas wawasan dan meningkatkan kemampuan literasi peserta. Pemilihan buku bacaan dilakukan dengan memilih buku yang ada di sekretariat. Dalam pemilihan buku tidak ada kriteria khusus dan memilih buku yang menarik bagi peserta, buku yang dipilih adalah buku fiksi seperti novel dan buku nonfiksi seperti biografi. Bahan bacaan biasanya tersedia dalam berbagai format, mulai dari yang paling tradisional hingga yang paling modern, masing-masing dengan karakteristik dan keunggulannya sendiri. Dalam pelaksanaannya bentuk bacaan yang digunakan adalah buku elektronik dan buku fisik. Subjek bahan bacaan merujuk pada topik utama atau tema yang dibahas dalam sebuah bacaan. Dalam pelaksanaannya yang digunakan dalam program diketahui bahwa subjek yang digunakan adalah subjek fiksi berupa novel dan nonfiksi berupa buku biografi. f. Proses evaluasi program 20 Days with Your Book Pada program Twenty Days with Your Book proses evaluasi dilakukan setelah program selesai diangkatkan. Kemudian divisi yang bertanggung jawab dalam program membuat laporan pertanggungjawaban yang nantinya akan disampaikan pada saat musyawarah dengan pengurus dan musyawarah besar yang biasanya dilakukan pada akhir kepengurusan. Pada pelaksanaan di tahun 2023 dari 21 orang menghasilkan 10 resensi buku. Dan sembilan kelompok yang terdiri dari 19 orang menghasilkan 9 video kreatif. Pada tahun 2022 dari 26 orang yang terdiri dari 13 kelompok dihasilkan 13 resensi buku dan untuk video kreatif dari 22 orang terdapat 11 kelompok yang menghasilkan 11 video kreatif. Kendala dalam pelaksanaan program khususnya program Twenty Days with Your Book bisa berasal dari berbagai faktor baik dari faktor internal maupun eksternal. Beberapa kendala yang dihadapi adalah pada saat pendaftaran pesertanya tidak terlalu banyak, pembuatan pamflet kegiatan tidak tepat waktu sehingga penyebaran informasinya terkesan mepet, banyak peserta yang kurang maksimal dalam melakukan tantangan karena adanya kesibukan kuliah dan kesibukan lain. Kemudian jumlah peserta yang mengikuti kegiatan perlahan menurun tiap minggunya dan motivasi mereka saat mengikuti kegiatan berkurang. Target dari program yang diangkatkan sudah sesuai dengan tujuan yang diangkatkan. Walaupun hasilnya sudah sesuai perlu adanya perbaikan supaya bisa lebih maksimal ke depannya. Program ini memberikan berbagai manfaat bagi peserta. Manfaat bagi peserta yang mengikuti program Twenty Days with Your Book adalah tumbuhnya kebiasaan membaca, mampu menganalisis bahan bacaan dengan baik, mengasah kemampuan kreatif dan inovatif karena saat mengikuti tantangan mereka diharuskan membuat resensi dan video kreatif semenarik mungkin dan sesuai dengan buku yang mereka baca, meningkatkan jiwa kritis peserta dan menumbuhkan budaya membaca yang sehat. Laporan pelaksanaan program ditulis dalam LPJ atau lembar pertanggungjawaban yang nantinya akan disampaikan pada saat musyawarah besar di akhir kepengurusan untuk dievaluasi bersama. Manfaat program Twenty Days with Your Book dalam Meningkatkan Daya Baca Anggota UKM PPIPM UNP a. Perubahan Perilaku Setelah Mengikuti Program Twenty Days with Your Book Sebelum membaca para peserta akan menentukan apa yang mereka butuhkan seperti apakah untuk menambah pengetahuan, membantu dalam mengerjakan tugas atau hanya digunakan sebagai hiburan. Kemudian mereka akan memilih buku sesuai minat mereka dan relevan dengan apa yang mereka butuhkan. Gerakan tubuh saat membaca adalah keadaan yang kompleks dan menarik. Dengan memahami gerak tubuh saat membaca, seseorang bisa memperoleh wawasan yang lebih tentang proses membaca. Dalam melakukan kegiatan membaca para peserta ada yang bersikap tenang saat membaca dan ada pula yang menggerakkan jari. Dalam memilih bahan bacaan yang dilakukan peserta ada yang memilih sesuai kebutuhan, ada yang memilih bahan bacaan sesuai rekomendasi dari teman dan ada juga yang memilih untuk membaca terlebih dahulu buku yang ada, untuk urusan menarik atau tidak bisa dinilai setelah membaca sebuah bahan bacaan. Durasi membaca yang dilakukan peserta bervariasi tergantung kebutuhan dan kebiasaan membaca. Ada yang membaca satu setengah jam dan ada yang lima jam. Perubahan yang dirasakan peserta mengenai pemahaman membaca bervariasi seperti terbiasa mengulas buku yang hendak dibaca sehingga informasi mengenai sebuah bacaan bertambah dan meningkatkan kemampuan dalam memahami bahan bacaan, kemudian membandingkan isi buku yang satu dengan yang lainnya untuk mendapatkan pemahaman mendalam mengenai sebuah buku. Dan menjadi lebih mudah memahami buku yang sebelumnya jarang dibaca. Kecepatan membaca peserta yang mengikuti kegiatan berbeda-beda tergantung beberapa faktor, ada yang tergantung waktu dan kesempatan, ada yang kecepatannya tetap sama karena terbiasa membaca buku, dan ada yang kecepatannya mengalami peningkatan tapi belum diterapkan secara konsisten. Penambahan kosa kata setelah membaca adalah proses alami yang terjadi saat membaca kata-kata baru yang ada dalam teks bacaan. Semakin banyak membaca semakin banyak pula kosa kata yang bertambah. Setelah membaca buku mereka mengalami penambahan kosa kata. Khususnya untuk bahan bacaan yang dibaca berulang kali sehingga kata-kata yang dibaca lebih mudah diingat. Cara mereka mengefisiensi waktu dengan cara memfokuskan terhadap bacaan, kemudian dengan cara melihat halaman buku yang akan dibaca dan memperkirakan berapa lama waktu yang dihabiskan untuk membacanya, selanjutnya dengan cara menargetkan waktu yang digunakan untuk membaca buku. b. Manfaat yang didapat setelah menjalankan program Twenty Days with Your Book Manfaat jangka panjang yang mereka rasakan adalah memiliki kepercayaan diri untuk menyelesaikan sebuah bacaan, memahami cara mengulas buku yang baik dan efektif, manajemen waktu menjadi lebih baik, menambah wawasan, dan memiliki keinginan untuk menulis buku. Manfaat jangka pendeknya yang mereka rasakan adalah menemukan cara terbaik untuk mulai membaca, bisa membaca buku dalam waktu yang singkat dan memiliki ketertarikan untuk membaca buku di luar subjek yang biasanya dibaca seperti buku pengembangan diri atau biografi. Bagi para peserta mereka memandang aktivitas membaca secara berbeda-beda ada yang menjadikannya sebuah kebutuhan, ada yang menjadikannya sebagai sarana untuk mempelajari hal baru, sebagai sarana hiburan, sebagai sarana mengisi waktu luang. Serta menjadikan buku sebagai hal yang sangat penting. Dalam meningkatkan ingatannya setelah membaca peserta memiliki cara khusus seperti menulis poin-poin penting dari buku yang dibaca, membuat ulasan buku, membuat ringkasan buku. Sehingga dengan menuliskan poin-poin penting dari bahan bacaan jadi lebih mudah diingat, terlebih lagi jika membaca dilakukan berulang-ulang hal itu didapatkan saat mengikuti program Twenty Days with Your Book. Peningkatan belajar yang mereka rasakan adalah mampu bertahan terhadap suatu bacaan, ada yang meningkat karena tahu bagaimana caranya mencari inti sari bacaan yang efektif, dan ada yang meningkat karena bisa menggunakan waktu secara efisien. Setelah mengikuti program Twenty Days with Your Book manfaat yang mereka rasakan berkaitan dengan fokus saat membaca adalah ada yang fokusnya meningkat karena sudah tahu cara membaca yang efektif itu bagaimana dan ada yang merasa sama saja. c. Perkembangan daya baca setelah mengikuti program Twenty Days with Your Book Ada beberapa cara yang dilakukan dalam menarik kesimpulan seperti menentukan poin-poin penting, membuat ringkasan isi buku dll. Dalam menarik kesimpulan dilakukan dengan beberapa cara seperti membaca keseluruhan isi buku dan ditarik kesimpulannya. Kemudian dengan cara menarik poin-poin penting atau inti sari dari tiap paragraf, dan dari poin-poin penting itu akan ditarik kesimpulannya. Cara peserta menemukan ide pokok paragraf adalah dengan cara membaca dengan cepat kemudian mencari kata yang sering diulang, mencari ide pokok yang terletak di awal, di akhir atau di awal dan di akhir paragraf. Pemahaman terhadap bacaan sangat penting khususnya untuk mendukung dalam memahami materi pelajaran, menyelesaikan tugas, meningkatkan kreativitas ataupun memperluas wawasan. Ada beberapa cara yang mereka lakukan dalam memahami bahan bacaan seperti fokus ke hal yang ingin dicari sesuai kebutuhan, kemudian mencari identitas buku, membaca resensi buku yang ada di halaman sampul belakang buku, dan melihat poin-poin pembahasan yang ada di daftar isi buku.
Conclusion
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan mengenai program Twenty Days with Your Book dalam meningkatkan daya baca mahasiswa studi deskriptif program unit kerja mahasiswa UNP. Dapat disimpulkan bahwa secara keseluruhan dari program ini telah dilaksanakan cukup baik, sebagai berikut: Pelaksanaannya program Twenty Days with Your Book meliputi beberapa hal seperti: a) Konsep program Twenty Days with Your Book yang merupakan serangkaian kegiatan yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan membaca, menulis, dan memahami informasi secara efektif telah dilaksanakan dengan baik. b) Sasaran program dalam pelaksanaan program Twenty Days with Your Book telah tepat sasaran. c) Indikator pelaksanaan dalam program ini sudah tercapai sesuai dengan tujuan. d) Prosedur realisasi program Twenty Days with Your Book telah terlaksana dengan baik. e) Pada pemilihan bahan bacaan sudah tepat walaupun masih perlu perbaikan. f) Proses evaluasi program Twenty Days with Your Book telah dijalankan dengan baik. Manfaat program Twenty Days with Your Book bagi peserta adalah sebagai berikut: a) Perubahan perilaku yang mereka rasakan saat mengikuti dan setelah mengikuti program Twenty Days with Your Book terlihat baik dan masih mereka terapkan sampai sekarang. b) Manfaat yang mereka dapatkan setelah menjalani program Twenty Days with Your Book sangat mereka rasakan sehingga membantu mereka dalam proses belajar dan meningkatkan wawasan mereka mengenai literasi. c) Perkembangan daya baca peserta setelah mengikuti program Twenty Days with Your Book cukup meningkat, hal ini terlihat dari keseharian mereka yang menerapkan bagaimana cara memahami bacaan dengan meresensi buku yang masih mereka terapkan sampai sekarang.