Kembali
16
1
2008 Unilib: Jurnal Perpustakaan Vol 1 · 1 ISSN 2715-274X

TATA RUANG PERPUSTAKAAN PERGURUAN TINGGI

Universitas Gadjah Mada

Abstrak

Perpustakaan sebagai sistem informasi ilmiah memerlukan ruangl gedung yang dalam perencanaannya perlu memperhatikan kebutuhan pemakaV human needs, tata ruang/ design principles, dan macam kegiatan/ activeity component. Agar ruangl gedung perpustakaan itu dapat berfungsi sebagaimana mestinya, maka dalam perencanaannya harus melibatkan pustakawan, pimpinan lembaga induk, arsitektur, dan konsu/tan. Tata ruang perpustakaan merupakan suatu susunan kebutuhan ruangan yang /angsung dan · ringkas dalam hubungannya dengan bagian kerja operasional yang digambarkan. Tataruang ini berupa tatanan tisik perpustakaan yang selalu tumbuh dan berkembang sesuaidengan perkembangan sistem perpustakaan dan tuntutan pemakai. Dalam penyediaanruang perpustakaan perlu dipikirkan adanya pembagian daerah/ zoning area yang meliputiarea umuml public area, area individual/ private area, area semi individual/ semi privatearea, dan area pelayananl service area. Disamping itu agar pelaksanaan tugaskepustakawanan dapat berlangsung lancar dan terwujud kenyamanan dan keamanan,kiranya perlu diusahakan adanya kenyamanan suara, kenyamanan cahaya, kenyamananudara, dan kenyamanan wama
Keywords: Tata ruang perpustakaan

Introduction

Kelancaran pelaksanaan tugas-tugaskepustakawanan dan kenyama-nannya dipengaruhi oleh beberapa ruang/ gedung perpustakaan dan tata ruangnya. Penyediaan ruang/ gedung perpustakaan pada sebagian besar perpustakaan di Indo­nesia belum inemperhatikan penempatan, tata ruang, sistem pelayanan perpustakaan maupun tingkat kebutuhan ruang. Perpustakaan dengan ruangan yang sumpek, gelap, semrawut, berjubel tidak akan menarik pembaca dan menurunkan motivasi kerja Sebab lingkungan kerja sang at mempengaruhi produktivitas seseorang. · Oleh karena itu penataan ruang perpustakaanyang apik, sesuai dengan kebutlJhan.pemakai diharapkan mampu meningkatkanproduklivitas. Agar tujuan ini tercapai, makadalam perencanaannya perlu melibatkan ·pustakawan dan calon pemakai potensial Berkaitan dengan itu tidak kalah pentingnya adalah cara pemilihan warna, penentuan ventilasi, sistem pencahayaan dan penempatan mebeler. Sebab untuk mendapatkan komposisi ruang yang baik diperlukan adanya kesatuan bagian-bagian . dalam ruangan. Kesatuan ini dapat diperoleh dengan pengaturan yang baik dan pandangan yang serasi. Kegunaan suatu susunan ruangan harus merupakan harmoni dengan tuntutan tata ruang yang serasi dan indah (Wilkening, 1992). Perpustakaan sebagai · 1embaga · kegiatan keilmuan memerlukan tern pat yang strategis, jauh·dari bencana alam; jauh dari kebisingan, dan lainnya. Oleh karena itu · · penempatan ruang/ gedung perpusta-kaan dan tata ruangnya sang at dipertukan karena: .Adanya tuntutan untuk pemenuhankebutuhan pemakai danperkembangan sistem perpustakaan.2.Perkembangan jenis-jenis koleksi danbahan pustaka.3.Peningkatan pemanfaatan jasa perpustakaan oleh masyarakat.4.Tuntutan peningkatan kualitaspelayanan informasi di era yangkompetitif ini.Tujuan Ruang/ gedung perpustakaan perlu ditata sesuai kebutuhan perpustakaan dan harus tetap mengindahkan prinsip-prinsip arsitektur. Penataan ini dimaksud untuk: 1.Memperoleh efektivitas kegiatan danefisiensi waktu, tenaga dan dana.2.Menciptakan lingkungan yang nyamansuara, cahaya, udara dan warn a.3.Meningkatkan kualitas pelayanan.4.Meningkatkan kinerja petugasperpustakaan (tenaga administrasi danpustakawan).Tata Ruang Dan Seluk-Beluknya Dalam penataan ruang/ gedung perpustakaan dapat diperhatikan tata ruang luar/ eksterior dan tata ruang dalam/ inte­rior. Disamping itu penempatan/ locating ruang/ gedung perlu dipilih lokasi yang memenuhi kriteria antara lain: 1.Tidak terganggu oleh kegiatan yangmenimbulkan kegaduhan danpencemaran seperti tempat bermain,terminal, pasar, laboratorium. dan lain-·lain.2.. Strategis dan gatnpang diketahui masyarakat terutama oleh pemakai potensial. 3'. · Berpenampilan/ performance ·perpustakaan dengan ciri yang jelasseperti bentuk gedung, papan narna, lampu dan lain-lain. 4.Memiliki pintu utama yang jelas dannampak dari jauh.Suatu ruang akan selalu dibatasi olehdinding sebagai pelindung dan dapat berlungsi sebagai ruang sosiopetal dan sosiofugal. Ruang sosiopetal adalah ruang dimana manusia berkumpul atau berkomunikasi sehingga ada kecenderungan untuk menyatukan individu lalu tercipta interaksi sosial. Ruang-ruang perpustakaan dapat berlungsi sebagai ruang sosiopetal ini antara lain ruang sirkulasi,. · ruang fotokopi, tempat parkir, tempat penitipan tas, ruang .referensi dan lain-lain. Ruang sosiofugal adalah ruang yang cenderung memisahkan individu-individu sehingga tercipta suasana privat dan mudah dilakukan konsentrasi. Ruang-ruang perpustakaan yang dapat dikategorikan ke dalam kategori ini misalnya ruang pimpinan, ruang baca mandiri, ruang pengolahan dan lainnya. Bentuk Bentuk ruang yang sederhana terdiri dari empat dinding dan langit-langit yang dapat memberikesan vertikal, horisontal, menyempit, melonggar, menyejukkan dan lainnya. Ruang yang rendah akan terasa ada · kesan menekan, dan ruang yang.tinggi akanterasa melegakan dan terkesan luas. Begltupula pemasangan jendela-jendela yang kecilakan terasa menyesakkan, sedangkan pemasangan jendela yang besar akan terasamelegakan.Ruang-ruang yang memiliki bagian­bagian terbuka luas memang terasa lebih · luas. Sebab terangkum-nya pandangan di luar ruang dalam suasana kamar. Disarnping itu ruang yang. terlalu terbuka akan menghilangkan rasa terlindungi. Suatu ruangan dapat dirubah sua­sananya antara lain dengan pemberian wama atau dekorasi, penempatan perabot, · pemberian karpet, memain-kan cahaya danlainnya.FungsiSecara teori, ruang dapat dibagi menjadi ruang sosiopetal dan sosiofugal. Dari dua fungsi ini dapat dirinci lagi menjadi ruang umum, ruang individu, ruang semi individu dan ruang pelayanan. Ruang umum dapat digunakan oleh orang yang memanfaatkan jasaperpustakaan maupun petugas. Ruang ini memer-lukan tempat yang luas, perabotyang sesuai dan petugas. Ruang ini antara lain: tempat koran, tempat parkir, tempat penitipan las dan lainnya. Ruang individu yakni ruang yang bersifat perorangan untuk melaksana-kan kegiatan yang dalam hal ini diperlukan ketenangan dan kenyama-nan. Hal ini maksudnya agar tercapai konsentrasi dalam melaksanakan· tugas. Ruang yang dapat dikategori-kan sebagai ruang individu antara lain: ruang baca mandiri, ruang pengolahan, ruang administrasi, dan lainnya. Ruang semi individu adalah ruang yang dapat digunakan oleh individu maupun orang-orang tertentu yang memerlukan komunikasi dengan pemilik ruang itu misaJnya ruang pimpinan, rua:ng kepala bagian dan lainnya. Ruang pelayanan adalah ruang yang digunakan petugas perpustakaan untuk memberikan pelayanan yang berkaitan dengan tugas dan fungsi perpustakaan. Ai:tapun ruang-ruang yang dapat dikategorikan sebagai ruang ini antara lain ruang sirkulasi, ruang audio vi­sual, ruang fotokopi dan lainnya. Kebutuhan Ruang Kebutuhan ruimg-ruang perpt.ista-kaan dipengaruhi oleh status, fungsi dan misi suatu perpustakaan. Semakin tinggi misi 78 suatu perpus-takaan semakin beragam ruang yang diperlukan. Disamping itu dalam pemanfaatan ruang-ruang ttu dapat dilakukan dengan pengarahan sirkula-si kegiatan. Pengarahan sirkulasi ini dapat dilakukan dengan cara: 1.Pengarahan melalui bidang bukaan/pintu.2.Pengarahan melalui pola lantai (gedungyang bertingkat).3.Pengarahan melalui pola penerangan/rambu-rambu.4.Pengarahan melalui komposisi dindingpembatas.Kenyamanan Ruang Aktivitas perpustakaan memerlukan ketenangan dan kenyamanan cahaya, suara, udara dan wama. a. ·cahayaSumber cahaya berasal ·dari cahayaalami dan cahaya buatan. Cahaya alami berasal dari cahaya matahari dan cahaya kubah langit. Cahaya matahari yang mengandung radiasi panas itu apabila masuk ke · dalam ruangan, akan menyebabkan kenaikan suhu ruangan itu. Oleh karena itu cahaya matahari itu harus dibatasi dan i:tiusahakan tidak langsung masuk ke dalam ruangan. Cahaya ini dapat diatasi antara lain dengan: 0 Pemasangan jendela sebelah utara dan selatan serta membatasi bidang bukaan di sebelah timur. •Penempelan kertas kalkir padajendela. kaca.•Pengecatan jendela dengan warna ·putih. •Pemasangan pengatur cahaya seperti kerai. dapun cahaya kubah langit berasal dari kubah Ian git yang banyak dimanfaatkan sebagai penerangan. Sebab cahaya ini tidak membawa radiasi panas· sebanyak sinar matahari secara langsung. Pemanfaatan canaya alami ini memang ada untung ruginya. Keuntu0ngan pemanfaatan cahaya ini antara lain adalah lebih murah, dan mata tidak cepat lelah serta memberikan suasana alami. Disamping itu memang ada kelemahannya yakni bahwa cahaya alami tergantung pada cuaca dan waktu. dan harus ada perlindungan panas dan dingin. Cahaya buatan adalah cahaya °yang ditimbulkan oleh benda atau gerakan benda yang dibuat oleh manusia yang berupa lainpu TL maupun lampu pi jar. Pencahayaan ini pada umumnya teragntung pada listrik PLN. Menurut Illuminating Engineering So­ciety! IMS British, intensitas penerangan yang dianjurkan untuk perpustakaan adalah sebagi berikut: Ruang baca referen_si. Ruang majalah, Koran Ruang sirkulasi · Ruang rak buku ·Ruang penjilidanRuang pengolahanRuang sortirRuang catalogPenggunaan cahaya buatan inipun juga terdapat keuntungan dan kerugiannya. Keuntunganpemanfaatan cahaya ini antara . lain: intensitas cahaya dapat diatur, tidak tergantung cuaca dan waktu, dan tata letak sinar dapat diatur. Sedangkan kerugiannya antara lain beaya mahal dan memberi kesan ruang tidak alami. b. UdaraKenyamanan ruangan sangatdipengaruhi oleh suhu, kelembaban dan kebersihan udara. Suatu ruangan akan terasa nyaman apabila dalam ruangan itu mengandung 02 yang cukup. Kecuali itu juga tidak terdapat bau_}'ang mengganggu pernafasan seperti asal sampah, gas-gas yang berbahaya dan lainnya. Kenyamanan udara dapat dicapai dengan penghawaan alami maupun buatan. Penghawaan alami dapat dilakukan dengan ventilasi dan jendel_a yang cukup agarterjadi sirkulasi udara yang baik. Pemasangan · ventilasi dari jendela ini terutama untukruang-ruang pelayanan dan _ruang terbuka.Sistem penghawaan ini memilikikeuntungan dan kerugian. Keuntungansistem ini antara lain beaya lebih murah,udara lebih sejuk dan berkesan alami.Adapun kelemahannya antara ·lainpenghawaan kadang tidak teratur dantergantung pada cuaca dan waktu.·cahaya yang dibutuhkan600Iux 200lux 600lux 100 lux 600 lux 400 lux 400lux 400lux Pengl]awaari buatan dilakukan dengan pengguriaan ala! tertentu untuk mendapatkan ·sumber udara yang diinginkan. Ala! ini antaralain AC, kipas an gin dan lainnya. Ruang baca· sebaiknya bersuhu antara 21-27 derajatCelcius dengan kelembabari udara antara45% -50%. Ruang koleksi sebaiknya tiersuhu 4-27 derajat Celcius dengan kelembabanudara antara 50% -60%.c. SuaraRu;mg-ruang perpustakaan memerlukan ketenangan dan hendaknya dijauhkan dari kebisingan yarig mungkin ditimbulkan oleh suara mesin ketik, suara mesin fotokopi, suara telepon, komputer dan lainnya. Kebisingan bisa juga datang dari luar ruang perpustakaan misalnya suara kendaraan dan lingkungan sekitar. K�bisingan itu dapat diredam dengan cara: •· · Penyerapan bunyi dengan caramemasang bahan-bahan penyerap suara. •Pemisahan sumber bunyi dari ruanganyang memerlukan ketenangan.• . Manahan bunyi dengan memasangbahan-bahan akustik (peredam) sebagai pelapis dinding, langit-langit dan·lantai. •Diperdengarkan suara lembut sepertimusik lembut.d. WarnaWamajuga mempengaruhi orang yangbekerja dan membaca di perpustakaan, .disamping juga akan memperbesar konsentrasi dan mem-pengaruhi jiwa seseorang. Pengaruh wama pada pembaca dapat dikenali dengan memahami sifat warna itu sendiri. Misalnya warna merah memberi kesan panas, kegerahan dan merangsang. Wama kuning memberi kesan kehangatan dan anggun dan warna hijau memberi rasa sejuk dan damai. . Warna juga mempengaruhi kesan menyempit, sumpek, menjauh dan lainnya. · Misalnyadinding kamaryang berwama abu­abu kebiru-biruan seakan-akan. menjauh.Wama-wama yang harmonis dan kontras· akan merribawa kesan tersendiri bagimereka yang menempati ruang itu.

Conclusion

Untuk lebih meningkatkan kualitas dan kuantitas pelayanan perpusta-kaan, masalah penataan ruang dengan segala hal yang terkait perlu mendapat perhatian pustakawan. Masalah ini kadang diabaikan dan berakibat tidakbetahnya pengunjung untuk berlama-lama di perpustakaan. Sesuai dengan perkembangan dan · tuntutan masyarakat pemakai, perpustakaanperlu membenahi diri dan berusaha untuk· tampil cantik dan menarik agarperpustakaan menjadi rumah kedua bagipemakai. Dengan demikian akan tercapaifurigsi perpustakaan sebagai sumber belajaryang efektif dan efisien ..Disamping itu perpustakaan perguruan tinggi memerlukan ruang-ruang yang variatif sesuai dengan tuntutan pemakainya yang bergerak dalam ilmu pengetahuan dan informasi itu. Tuntutan inipun juga didukung dengan perkembangan teknologi informasi dewasaini. Apabila perpustakaan mampu memenuhi kebutuhan fisiologis pemakai maupun kebutuhan psikologis (dalam arti terbatas) maka citra pustakawan akan naik. Tanpa pembenahan penampilan fisik perpustakaan dan penampilan pustakawan yang meyakinkan, maka sulit diharapkan ·naiknya gengsi pustakawan di matamasyarakat apalagi di mata intelektual