Analisis Penggunaan Whatsapp Sebagai media Komunikasi Akade-mik Mahasiswa Ilmu Perpustakaan Angkatan 2019 Universitas Lan-cang Kuning
Universitas Lancang Kuning
Abstrak
Penelitian ini dilakukan pada Juni hingga Oktober 2022 dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana penggunaan Whatsapp sebagai media komunikasi akademik mahasiswa Ilmu Perpustakaan Angkatan 2019 Universitas lancang Kuning. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Subjek pada penelitian ini adalah mahasiswa Ilmu perpustakaan angkatan 2019 Unilak .Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini merupakan identifikasi terhadap pengguna whatsapp yang diwakili oleh 5 mahasiswa Ilmu Perpustakaan angkatan 2019 Universitas Lancang Kuning. Dari hasil penelitian dapat dilihat bahwa penggunaan whatsapp sebagai media komunikasi akademik belum terpenuhi. Hal tersebut dapat dilihat pada sikap toleransi mahasiswa Ilmu Perpustakaan angkatan 2019 pada penggunaan whatsapp
Abstract
This study used qualitative research methods . the subjects in this study were students of library science class 2019 Unilak. The data collection techniques carried out in this study used interviews, observations and documentation. The results of this study are identification of whatsapp users represented by 5 students of Library Science class 2019 Lancang Kuning University. From the results of the study, it can be seen that the use of whatsapp as a medium of academic communication has not been fulfilled. This can be seen in the tolerance attitude of the 2019 Library Science students on the use of whatsapp</p>
Keywords:
Komunikasi
· Akademik
· Mahasiswa IlmuPerpustakaan
Introduction
Semakin berkembangnya teknologi yang dapat mempermudah dalam komunikasi akademik, salah satu teknologi yang dijadikan media untuk berkomunikasi dalam akademik adalah Whatsapp. Whatsapp atau yang biasa disingkat dengan WA, merupakan teknologi Instant Messaging seperti SMS dengan berbantuan data internet berfitur pendukung yang lebih menarik, sehingga Whatsapp dipandang dapat menjadi media komunikasi akademik yang praktis dan efektif. (Zakirman & Rahayu, 2018: 28)Media Aplikasi WhatsApp merupakan salah satu aplikasi pesan bagi mahasiswa . Aplikasi whatsapp ini juga digunakan untuk membuat whatsapp grup (WAG) yang terdiri dari dosen dan mahasiswa yang memang mempunyai kepent-ingan yang sama. Whatsapp grup merupakan sebuah ruang kelas virtual yang memfasilitasi setiap anggotanya dapat berkomunikasi dan mengetahui informasi dengan sesama anggota yang ada di dalamnya. Whatsapp grup bersifat praktis, yang dapat digunakan dimanapun mahasiswa berada. Pemanfaatan fitur-fitur pada WhatsApp Group diharapkan mampu menciptakan komunikasi yang baik dan benar. Aplikasi WhatsApp ini memiliki berbagai fitur yang dapat dimanfaatkan untuk berkomunikasi dengan bantuan layanan internet, Fitur-fitur yang terdapat dalam WhatsApp terdiri dari galeri untuk menambah foto, Contact untuk menyisipkan kontak, kamera untuk mengambil gambar, rekaman suara untuk mengambil pesan suara, Maps untuk mengirimkan berbagai koordinat peta, bahkan document untuk menyisipkan file berupa dokumen. (Aulianto, 2019: 153).Keunggulan whatsapp dibandingkan dengan media sosial lain yaitu whatsapp dapat melakukan pengiriman pesan teks, gambar, audionya. Apabila dibandingkan dengan Blackberry yang ada tanda D dan R jika pesan yang dikirim sudah dibaca, sedangkan WhatsApp adacentang satu kali artinya terkirim ke server dan belum dibaca oleh pengguna, kemudian ada centang dua yang artinya sudah terkirim ke handphone lawan bicara, kecuali pada percakapan kelompok (group). Apabila tidak ada koneksi internet, akan muncul tanda jam yang mengartikan pengiriman pesan tertunda. Keunggulan lain yang dimiliki oleh WhatsApp yang memiliki fitur yang bervariasi yaitu adanya fasilitas GPS via hardware GPS atau Gmaps. Beberapa kelebihan yang dimiliki oleh WhatsApp dibandingkan dengan media yang lain menjadi pendukung setiap kegiatan komunikasi yang akan dilakukan. Untuk kalangan mahasiswa komunikasi sudah sering menggunakan aplikasi WhatsApp dalam berkomunikasi dan WhatsApp menjadi salah satu alternatif alat atau media komunikasi yang banyak digunakan oleh mahasiswa saat ini di tambah aplikasi WhatsApp juga menyediakan fitur grup chat untuk memudahkan berdiskusi atau memberikan informasi melalui group seperti mahasiswa ilmu perpustakaan fakultas ilmu budaya yang mayoritas memanfaatkan aplikasi WhatsApp untuk saling memberi kabar, saling bertukar pikiran, diskusi tentang berbagai informasi akademik .Dengan aplikasi whatsapp kita dimudahkan dalam berkomunikasi walaupun dibatasi dengan keberadaan jarak yang berbeda dan mendapatkan informasi secara tepat waktu . Pengguna media komunikasi tidak lagi diperuntukkan pada profesi tertentu namun telah bervariasi dan menyebar. Berbagai kalangan memanfaatkan media komunikasi untuk memudahkan kegiatannya, tak terkecuali para akademisi, dan mahasiswa . Keberadaan media komunikasi tidak terlepas dari kegiatan akademik. Media komunikasi berperan sebagai sarana agar terwujud komunikasi yang efektif sehingga tercipta suasana akademik yang nyaman dan menyenangkan. Selain itu, komunikasi menjadi jembatan utama penyampaian ilmu dari sumber ilmu ke penerima. Sumber ilmu tidak terbatas pada dosen namun memiliki definisi luas sebagai segala sesuatu yang dapat menambah dan mentransfer ilmu yang dimiliki kepada penerimanya. Sumber ilmu bisa berupa cetak maupun non cetak. Sharing ilmu dari sumber ilmu ke penerima dan dari penerima ke penerima lainnya menjadi lebih efektif dengan memanfaatkan media komunikasi. Beragamnya media komunikasi yang bermun-culan turut mempengaruhi kegiatan komunikasi akademik. Penggunaan media komunikasi dengan tepat, tentu mendukung efektivitas komunikasi dan informasi akademik. Namun dengan beragamnya media komunikasi yang muncul, di lapangan masih sulit menentukan media komunikasi mana yang dapat digunakan untuk berbagi informasi akademik yang praktis dan efektif. Namun, tanpa kita sadari dalam beberapa kasus media komunikasi dapat membuat kita cenderung kurang bersosial-isasi secara langsung atau dengan kata lain kita cenderung berperilaku tertutup. Berdasarkan hasil observasi awal penelitian yang telah peneliti lakukan pada mahasiswa ilmu perpustakaan angkatan 2019 menunjukkan bahwa penggunaan whatsapp sebagai media komunikasi akademik pada mahasiswa tidak semuanya digunakan dengan positif, bahkan mahasiswa juga mendapatkan informasi akademik hoax yang dikirim melalui akun lain yang tidak jelas kebenarannya. Dalam penggunaan media komunikasi whatsappmahasiswa cenderung bersifat tertutup dapat dilihat dari banyaknya mahasiswa yang tidak memakai foto diri sendiri di profil whatsapp, tidak menggunakan nama pribadi di dalam whatsapp, dan merubah setelan info whatsapp yang membuat identitas akun whatsapp tidak bisa diketahui. kendala dalam berkomunikasi dan penyampaian informasi yaitu salah satunya miskomunikasi. Adapun respon dalam penggunaan whatsapp terkait akademik melalui media whatsapp terbilang lambat dan dapat dilihat dari lambatnya respon mahasiswa terhadap informasi yang diberikan dosen di dalam whatsapp grup .Berdasarkan uraian diatas, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul ”Analisis Penggunaan Whatsapp Sebagai Media Komunikasi Akademik Mahasiswa Ilmu Perpustakaan Angkatan 2019 Universitas Lancang Kuning”. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “Bagaimana penggunaan whatsapp sebagai media komunikasi akademik mahasiswa ilmu perpustakaan angkatan 2019 Universitas Lancang Kuning”. Adapun tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana penggunaan whatsappsebagai media komunikasi dan informasi akademik mahasiswa ilmu perpustakaan angkatan 2019 Universitas Lancang Kuning.Berikut adalah penelitian yang dapat menjadi temuan penelitian peneliti yaitu Penelitian pertama adalah penelitian yang dilakukan oleh Nurhikmah pada tahun 2019 dengan judul “knowledge sharing dalam group whatsapp(studi kasus group whatsapp jurusan Ilmu Perpustakaan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Lancang Kuning)” . akademik.Penelitian kedua dilakukan oleh Riska Febriyanti, 2021 dengan judul “Analisis penggunaan whatsapp grup sebagai media komunikasi pembelajaran daring STKIP Harapan Bima di tengah wabah Covid 19”. Penelitian ketiga dilakukan oleh Guntoro, 2020 dengan judul “Aplikasi Chatbot untuk Layanan Informasi dan Akademik Kampus Berbasis Artificial Intelligence Markup Language (AIML) “.Berdasarkan dari tiga tinjauan pustaka yang telah penulis kemukakan diatas maka dapat disimpulkan bahwa penelitian ini asli dan layak untuk diteliti . Penelitian yang penulis lakukan akan menggambarkan bagaimana penggunaan whatsapp sebagai media komunikasi dan informasi akademik mahasiswa ilmu perpustakaan angkatan 2019 universitas lancang kuning
Method
Metode penelitian yang penulis gunakan yaitu metode deskriptif kualitatif yang mana menampilkan data yang sebenarnya sesuai dengan apa yang ditemukan dilapangan, untuk dibuat tabel dari data-data yang telah diperoleh oleh penulis dan ditarik kesimpulannya. Metode pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu dengan teknik observasi, wawancara, tinjauan pustaka, dan dokumentasi. Adapun lokasi penelitian ini dilakukanpada Mahasiswa Ilmu Perpustakaan angkatan 2019 Universitas Lancang Kuning. Penelitian dilakukan pada bulan maret hingga oktober 2022
Discussion
Hasil penelitian dan pembahasan dari penelitian yang telah dilakukan untuk menjawab rumusan masalah yang telah dikemukakan pada bab I, tentang penggunaan whatsapp sebagai media komunikasi mahasiswa Ilmu Perpustakaan angkatan 2019 Universitas Lancang Kuning. Pengambilan data dilakukan melalui wawancara yang dilakukan pada tanggal 30 Agustus sampai 12 Oktober 2022.Analisis data dilakukan berdasarkan wawancara kepada 5 orang informan. Informan yang diambil dalam penelitian ini adalah mahasiswa Ilmu Perpustakaan angkatan 2019 Universitas Lancang Kuning. Adapun data nama mahasiswa dapat dilihat melalui tabel dibawah ini : Tabel 3. Informan PenelitianNoInforman InisialStatusKeterangan1Informan 1VAPMahasiswa non regulerAngkatan 2019. 2Informan 2ASMahasiswa regulerAngkatan 2019.3Informan 3NAMahasiswa regulerAngkatan 2019.4Informan 4EMahasiswa regulerAngkatan 2019.5Informan 5RDRMahasiswa regulerAngkatan 2019.Sumber : Data Penelitian 2022Kemudian hasil deskriptif penulis dalam 4 indikator, yaitu : Pertama, Informasi (sub indika-tornya data,fakta, dan sumber terpercaya), Kedua, Keterbukaan (sub indikatornya identitas diri), ketiga, Empati (sub indikatornya respon, dan toleransi), keempat, Kesamaan. Untuk mengetahui bagaimana penggunaan whatsapp sebagai media komunikasi akademik mahasiswa Ilmu Perpus-takaan angkatan 2019 Universitas Lancang Kuning dapat dilihat melalui hasil wawancara yang sudah peneliti lakukan :1. Informasi Indikator pertama terkait pemanfaatan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa, informan memberikan pernyataan dimana mereka menggu-nakan aplikasi whatsapp tersebut sudah terbilang sudah cukup lama. Informasi yang dimaksud adalah pemberitahuan atau kabar berita yang disampaikan secara langsung maupun tidak langsung. 2. Identitas Diri Identitas diri dalam berkomunikasi menggu-nakan whatsapp yaitu nama dan foto diri. Mahasiswa Ilmu Perpustakaan angkatan 2019 Universitas Lancang Kuning berjumlah 58 orang . Jumlah mahasiswa yang menggunakan keterbukaan identitas diri adalah 46 orang sedangkan yang tidak menggunakan identitas diri sebanyak 12 orang.Tabel 4. Keterbukaan Identitas DiriKeteranganNama DiriFoto ProfilYang menggunakan56 orang46 orangYang tidak menggunakan2 orang12 orangJumlah58 orang58 orangSumber : Data diolah bulan Agustus3. EmpatiBanyak orang yang tidak menyadari pentingnya berempati dalam kehidupan. Padahal dengan adanya empati, kehidupan bisa berjalan dengan lebih tenang, tentram dan damai. Dalam berkomunikasi di sosial media terutama whatsappbanyak yang membuat berempati terhadap orang lain. Berdasarkan keseluruhan jawaban dari informan diatas dapat disimpulkan bahwa respon informan terhadap penggunaan whatsapp dilakukan dengan baik, sesopan-sopannya dan harus membaca pesan tersebut berulang-ulang sebelum dikirim . Dan Berdasarkan keseluruhan jawaban informan diatas dapat disimpulkan bahwa sikap toleransi mahasiswa angkatan 2019 sangatlah kurang karena kebanyakan membaca saja tanpa merespon. 4. KesamaanKesamaan adalah situasi / keadaan dimana antara orang yang sedang berkomunikasi berada dalam situasi dan keadaan yang sama. Apabila terjadi ketidaksamaan maka komunikasi yang terjalin pun tidak akan berjalan dengan baik. Begitu pula yang terjadi dalam proses komunikasi menggunakan whatsapp. Komunikasi melalui whatsapp bisa terjalin dan terhubung dengan baik apabila orang yang diajak berkomunikasi sedang dalam keadaan aktif . Sehingga proses pengiriman dan penerimaan pesan dapat terjalin dengan lancar.Berdasarkan keseluruhan jawaban informan diatas dapat disimpulkan bahwa kesamaan terhadap keadaan aktif belum tentu mendapat kan respon yang cepat juga mengingat kesibukan dosen dalam aktivitas lainnya dan juga bukan hanya kamu yang menjadi prioritasnya. Dapat diketahui bahwa informasi tidak semuanya memiliki kesamaan seperti tidak sama sama online sehingga informasi yang didapatkan tidak langsung mendapatkan respon
Conclusion
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan di atas,dapat disimpulkan bahwa: 1. Informasi yang didapat pada saat komunikasi terkait akademik melalui whatsapp sudah terpenuhi. Karena whatsapp dapat memberikan informasi tanpa harus tatap muka,mudah dimengerti dan informasi dapat disampaikan melalui whatsapp grup dengan menyampaikan informasi terkait akademik berdasarkan fakta ada juga yang memberikan informasi hoax seperti paket internet gratis, data (berbentuk foto,video, dokumen,pdf,dll), dan memiliki sumber terpercaya seperti dosen & teman.2. Sesuai dengan data yang diperoleh peneliti, Penggunaan keterbukaan identitas diri pada whatsapp kesimpulannya adalah bahwa dalam penggunaan keterbukaan identitas diri pada whatsapp belum terpenuhi . Keterbukaan identitas diri pada whatsapp memang sangat diperlukan tetapi tidak semuanya memakai keterbukaan identitas diri pada whatsapp , ada juga yang menggunakan keterbukaan identitas diri hanya untuk tujuan tertentu.3. Empati terhadap sesama mahasiswa dan dosen sangat diperlukan pada saat penggunaan whatsapp akan tetapi belum terpenuhi, di dalam empati ini terdapat adanya respon dan toleransi, kesimpulannya adalah respon terhadap penggunaan whatsapp terbilang baik, namun toleransi dalam penggunaan whatsapp ini sangatlah kurang karena keban-yakan mahasiswa hanya membaca pesan saja tanpa harus bertoleransi dalam whatsapp.4. Kesamaan dalam berkomunikasi pada whatsapp belum terpenuhi . Kendalanya tidak semua orang memiliki kesamaan seperti dalam penggunaan whatsapp yaitu sama-sama online, semua orang memiliki kesibukan bahkan pada saat memiliki kesamaan pun belum tentu mendapatkan respon dengan cepat. Kesimpulannya adalah kesamaan terhadap penggunaan whatsapp belum tentu mendapatkan respon dengan cepat.SaranBerdasarkan kesimpulan diatas maka penulis memberikan saran sebagai berikut :1. Kepada mahasiswa Ilmu Perpustakaan angkatan 2019 Universitas Lancang Kuning sebaiknya dalam berkomunikasi terkait akademik melalui whatsapp hendaknya melakukan penyampaian informasi yang bersifat fakta saja dan tidak menyampaikan informasi hoax terkait apapun.2. Keterbukaan identitas diri sangat diperlukan dalam penggunaan whatsapp seharusnya seluruh pengguna whatsapp memakai keter