Kembali
16
1
2020 Unilib: Jurnal Perpustakaan Vol 11 · 1 ISSN 2715-274X

Pemberdayaan Perpustakaan Kelurahan dalam Menunjang Kegiatan Belajar Mengajar di Paud Restu Bunda Kelurahan Dusun Curup

Institut Agama Islam Negeri Curup; Institut Agama Islam Negeri Curup; Institut Agama Islam Negeri Curup

Abstrak

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis bagaimana pember-dayaan perpustakaan kelurahan dalam menunjang kegiatan belajar mengajar di PAUD Restu Bunda Kelurahan Dusun Curup. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif dengan analisis kualitatif. Jenis data dalam penelitian ini adalah bersifat kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemberdayaan perpustakaan kelurahan berangkat dari pemahaman bahwa perpustakaan merupakan pusat sumber belajar yang sekaligus sebagai wadah dari berbagai disipilin ilmu pengetahuan yang juga menunjang atau sebagai sarana dalam mencerdaskan kehidupan bangsa khususnya di bidang pendidikan dan pengajaran. Oleh karena itu, berdasarkan sejarah dari perpustakaan tersebut, dapat dipahami pemberdayaan perpustakaan ini dilatarbekangi karena adanya gerakan Gernas Baku dan program setiap satu desa satu PAUD. Menyikapi kedua program inilah maka pihak kelurahan mempunyai inisiatif untuk memanfaatkan koleksi perpustakaan bagi kegiatan beajar mengajar di PAU Restu Bunda. Layanan Perpustakaan Kelurahan Dusun Curup memiliki beberapa keunggulan dalam menunjang kegiatan belajar mengajar bagi siswa PAUD, yaitu: Pertama, bersifat gratis; kedua, bersifat terbuka; dan ketiga, menumbuhkan semangat membaca sejak dini

Abstract

The purpose of this research is to find out and analyze how the empowerment of village libraries to support teaching and learning activities in PAUD Restu Bunda, Dusun Curup. The study used a descriptive approach with qualitative analysis. The type of data in this study is qualitative. The results showed that the empowerment of the village library departed from the understanding that the library is a center of learning resources as well as a forum for various disciplines of science that also support or as a means of educating the life of the nation especially in education and teaching. Therefore, based on the history of the library, it can be understood that the empowerment of this library is motivated by the existence of the Gernas Baku movement and the program of every village has one PAUD. Responding to these two programs, Kelurahan Dususn Curup has the initiative to utilize library collections for teaching and learning activities at PAUD Restu Bunda. Dusun Curup’s Library Service has several advantages in supporting teaching and learning activities for PAUD students, namely: First, it is free; second, be open; and third, foster a spirit of reading from an early age</p>
Keywords: Village library · teaching and learning activities · PAUD Restu Bunda

Introduction

Perpustakaan kelurahan merupakan jenis perpustakaan umum yang berada di lingkungan kelurahan. Perpustakaan ini merupakan ujung tombak layanan perpustakaan yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat. Secara legalitas formal, perpustakaan kelurahan mempunyai dasar hukum pelaksanaanya, yaitu Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri dan Otonomi Daerah Nomor 3 Tahun 2001, tentang Perpustakaan Desa/Kelurahan (Menteri Dalam Negeri dan Otonomi Daerah, 2001). Secara definitif perpustakaan kelurahan adalah “perpustakaan masyarakat” sebagai salah satu sarana/media untuk meningkatkan dan mendukung kegiatan pendidikan masyarakat kelurahan, yang merupakan bagian integral dari kegiatan pembangunan kelurahan.Berdasarkan pengertian tersebut terdapat empat kata kunci tentang perpustakaan kelurahan yaitu: (1) perpustakaan berbasis masyarakat, (2) berfungsi sebagai sarana dan media belajar, (3) untuk meningkatkan dan mendukung pendidikan masyarakat, dan (4) merupakan bagian integral pembangunan. Jika dilihat dari empat kata kunci tersebut pengertian hakiki dari perpustakaan kelurahan adalah perpustakaan yang dikem-bangkan dan didirikan atas inisitif dan prakarsa dari pemerintah kelurahan, penyelenggaraannya juga menjadi tanggung jawab pemerintah di tingkat kelurahan, yang digunakan masyarakat sebagai media untuk mendukung pendidikan informal di lingkungan masyarakat yang menjadi bagian yang tak terpisahkan dari program pembangunan dalam pelaksanaan pembangunan kelurahan (Darmono, 2015). Pada dasarnya perpustakaan kelurahan merupakan salah satu bagian dari layanan pendi-dikan kepada masyarakat. Selain menyediakan buku dan koleksi yang baik, perpustakaan kelurahan menciptakaan kegiatan untuk menunjang pendi-dikan. Oleh karena itu, perpustakaan kelurahan perlu melakukan kerjasama dengan berbagai sekolah (misalnya dengan Pendidikan Anak Usia Dini) yang ada di sekitarnya. Hal ini bertujuan untuk membangun kemitraan antara perpustakaan kelurahan dengan lingkungannya. Dengan cara ini maka fungsi pendidikan dari perpustakaan kelurahan dapat diwujudkan.Perpustakaan kelurahan merupakan wadah penyedia bahan bacaan yang berfungsi salah satu sumber belajar bagi masyarakat dalam rangka mencerdaskan dan memberdayakan masyarakat, serta menunjang pelaksanaan pendidikan nasional sebagaimana tertuang dalam Surat Keputusan Menteri dalam Negeri dan Otonomi Daerah Nomor 3 Tahun 2001. Sedangkan menurut Sutarno (2008), Perpustakaan desa/ kelurahan adalah lembaga layanan publik yang berada di desa/ kelurahan. Sebuah unit layanan yang dikembangkan dari, oleh dan untuk masyarakat tersebut, tujuannya adalah untuk memberikan layanan dan memenuhi kebutuhan warga yang berkaitan dengan informasi, ilmu pengetahuan, pendidikan dan rekreasi kepada semua lapisan masyarakat. Masyarakat yang dilayani meliputi semua penduduk yang beraneka ragam latar belakangnya. Mereka tinggal di suatu kelurahan dengan memiliki suatu ikatan yang erat dan bervariasi. Dengan demikian dapat dipahami bahwa perpustakaan kelurahan merupakan lembaga pelayanan kepada masyarakat yang menyediakan berbagai informasi untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, dalam rangka menunjang program pembelajaran sepanjang hayat dan mencerdaskan kehidupan masyarakat di tingkat kelurahan.Perpustakaan yang telah dibangun di suatu kelurahan hendaknya berdaya guna dan bermanfaat bagi masyarakat. Artinya suatu perpus-takaan keberadaannya hendaknya dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat. Salah satu upaya yang bisa dilakukan misalnya memberdayakan perpustakaan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar bagi pendidikan anak usia dini (PAUD) yang ada di kelurahan tersebut. Peran perpustakaan merupakan kedudukan, posisi, dan bagaimana perpustakaan memberikan pengaruh ke masyarakat di lingkungan perpustakaan. Perpustakaan sebagai pusat informasi memiliki peran strategis di tengah masyarakat. Pada cakupan yang lebih luas perpus-takaan dapat berperan sebagai agen perubahan, pembangunan, serta agen budaya dan pengem-bangan ilmu pengetahuan dan teknologi (Suwarno, 2011).Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) melalui Undang-Undang (UU) Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional telah mengamanatkan dilaksanakannya pendidikan kepada seluruh rakyat indonesia sejak anak dilahirkan. Pendidikan anak pada usia dini disadari betul memegang peranan sangat penting. Oleh karena itu, untuk mendukung proses belajar-men-gajar di kelas, perpustakaan memegang peranan yang sangat penting dalam menunjang kegiatan belajar mengajar. Terlebih lagi biasanya anak-anak tingkat usia dini lebih menyenangi buku-buku cerita yang bergambar. Menyikapi hal ini hendaknya koleksi perpustakaan memperbanyak koleksinya yang bergambar baik secara kualitas maupun kuantitas. Oleh karena itu, kegiatan pengembangan koleksi harus betul-betul memperhatikan sasaran pemustakanya. Usia dini adalah masa dimana anak mengalami masa keemasan atau golden ages. Banyak penelitian menunjukkan betapa masa dini usia, yaitu masa lima tahun ke bawah, merupakan golden ages(masa keemasan) bagi perkembangan kecerdasan anak. Salah satu hasil penelitian menyebutkan bahwa pada usia 4 tahun kapasitas kecerdasan anak telah mencapai 50%. Seperti diungkapkan Direktur Pendidikan Anak Dini Usia (PADU), Depdiknas, Dr. Gutama, kapasitas kecerdasan itu mencapai 80% di usia 8 tahun. Ini menunjukkan pentingnya memberikan perangsangan pada anak dini usia, sebelum masuk sekolah.Anak usia dini adalah sosok individu yang sedang menjalani suatu proses perkembangan dengan pesat dan fundamental bagi kehidupan selanjutnya. Anak usia dini berada pada rentang usia 0-6 tahun. Pada masa ini proses pertumbuhan dan perkembangan dalam berbagai aspek sedang menjalani masa yang cepat dalam rentang perkem-bangan hidup manusia. Usia dini lahir sampai enam tahun merupakan usia yang sangat menentukan dalam pembentukan karakter dan kepribadian seorang anak. Usia itu sebagai usia penting bagi pengembangan inteligensi permanen dirinya, mereka juga mampu meyerap informasi yang sangat tinggi.Berangkat dari pemaparan di atas, maka perpustakaan Kelurahan Dusun Curup menyediakan koleksi-koleksi buku cerita bergambar sangat cocok untuk diterapkan pada siswa PAUD maupun sekolah dasar, dimana sampai saat ini koleksi yang ada berjumlah 281 judul (595 eksamplar). Dalam upaya meningkatkan kemampuan membaca permulaan, karena pelajaran membaca permulaan di kelas merupakan awal siswa mengenal simbol-simbol dan mengalihkodekannya menjadi bermakna. Ketika anak tidak dapat melakukannya, maka proses pembelajaran akan terhambat. Membaca merupakan syarat utama dalam pembelajaran yang harus dipenuhi. Menurut teori Piaget, anak usia sekolah dasar berada pada tahap operasional konkret. Hal ini menunjukkan bahwa anak sangat menyukai benda-benda yang nyata. Di samping itu, anak juga memiliki daya fantasi yang sangat tinggi. Berdasarkan asumsi tersebut, agar lebih menarik dan menumbuhkan motivasi anak terhadap sesuatu hal, diperlukan media yang dapat menyalurkan imajinasi yang kreatif pada anak, dimana media tersebut salah satunya berupa buku bergambar. Berdasarkan penjelasan di atas, maka penulis tertarik untuk meneliti dan menganalisis lebih lanjut bagaimana pemberdayaan perpustakaan kelurahan dalam menunjang kegiatan belajar mengajar di PAUD Restu Bunda Kelurahan Dusun Curup. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk menganalisis bagaimana pemberdayaan dan pemanfaatan perpustakaan kelurahan dalam menunjang kegiatan belajar mengajar di PAUD Restu Bunda Kelurahan Dusun Curup.</p>

Method

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif.. Sedangkan jenis penelitian ini adalah penelitian eksploratif. Data dikumpulkan dengan teknik wawancara dan dokumentasi. Selanjutnya analisis data dilakukan dengan kategorisasi dan tabulasi. Untuk selanjutnya diberikan interpretasi terhadap data yang telah diolah tersebut.</p>

Result & Discussion

Sejarah Umum Perpustakaan Kelurahan Dusun DurupBerdasarkan hasil wawancara dengan Lurah Dusun Curup diperoleh informasi bahwa Perpus-takaan Kelurahan Dusun Curup merupakan perpus-takaan yang berada di kelurahan, dimana koleksinya sebagian besar berasal dari Pemerintah Daerah Kabupaten Rejang Lebong dalam hal ini Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Rejang Lebong. Pada awalnya koleksi-koleksi perpustakaan ini berada di Kantor Lurah Dusun Curup, selan-jutnya karena pemerintah mengeluarkan program satu desa satu PAUD dan program Gernas Baku (gerakan nasional orang tua membaca buku) maka secara otomatis PAUD tersebut membutuhkan bahan bacaan atau buku untuk melaksanakan dan menyukseskan program tersebut. Untuk memperkuat dan mensupport program Gernas Baku (Gerakan Nasional orang tua membaca buku) maka Perpustakaan Kelurahan Dusun Curup yang awalnya berada di kantor lurah dipindahkan ke PAUD Restu Bunda yang dikelola oleh Ibu Sumiati, dimana tujuannya adalah untuk melaksanakan dan menyukseskan program pemerintah Gernas Baku tersebut. Gernas Baku merupakan program pemer-intah yang dicanangkan oleh pemerintah sejak tanggal 5 Mei 2018, yang bertujuan supaya orang tua anak gemar membacakan buku cerita kepada anaknya untuk menambah ilmu pengetahuan kepada anak-anaknya dan menumbuhkan minat baca anak-anak sejak dini. Program Gernas Baku ini dilaksanakan dua kali dalam satu bulan. Sehingga koleksi perpustakaan yang dimiliki kelurahan dapat dimnafaatkan dengan adanya program tersebut. Selain dimanfaatkan untuk program Gernas Baku, koleksi-koleksi tersebut juga dimanfaatkan oleh anak-anak di lingkungan Kelurahan Dusun Curup tepatnya RT. 01, untuk digunakan sebagai referensi dalam mengerjakan tugas sekolah. Sampai saat ini Perpustakaan kelurahan Dusun Curup memiliki koleksi sebanyak 281 Judul (595 eksamplar). Jenis koleksi yang dimiliki perpus-takaan Kelurahan Dusun Curup diantaranya koleksi buku anak-anak sekolah dasar, koleksi cerita rakyat, koleksi tokoh nasional, koleksi industri, koleksi pertanian, peternakan dan koleksi pendidikan.Pemberdayaan Perpustakaan Kelurahan dalam Kegiatan Belajar Mengajar di PAUD Restu Bunda Kelurahan Dusun CurupPemberdayaan dan pemanfaatan perpus-takaan kelurahan berangkat dari pemahaman bahwa perpustakaan merupakan pusat sumber belajar yang sekaligus sebagai wadah dari berbagai disipilin ilmu pengetahuan yang juga menunjang atau sebagai sarana dalam mencerdaskan kehidupan bangsa khususnya di bidang pendidikan dan pengajaran. Oleh karena itu, berdasarkan sejarah dari perpustakaan tersebut, dapat dipahami pemanfaatan perpustakaan ini dilatarbekangi karena adanya gerakan Gernas Baku dan program setiap satu desa satu PAUD. Menyikapi kedua program inilah maka pihak kelurahan mempunyai Inisiatif untuk memanfaatkan koleksi perpustakaan bagi kegiatan beajar mengajar di PAU Restu Bunda.Perpustakaan merupakan suatu unit kerja dari suatu badan atau lembaga tertentu yang mengelola bahan-bahan pustaka, baik berupa buku-buku maupun bukan berupa buku (non book material) yang diatur secara sistematis menurut aturan tertentu sehingga dapat digunakan sebagai sumber informasi oleh setiap pemakainya. Jadi, perpus-takaan adalah suatu unit kerja dari suatu lembaga yang berisi koleksi buku sebagai penunjang dalam meningkatkan sumber belajar yang diatur untuk dibaca, dipelajari, dan dijadikan bahan rujukan.Perpustakaan sebagai penunjang kegiatan belajar mengajar merupakan suatu keharusan dan amat penting dalam pendidikan. Suatu lembaga pendidikan tidak mungkin dapat terselenggara dengan baik jika para guru dan para siswa tidak didukung oleh sumber belajar yang diperlukan untuk penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar. Smith dkk dalam buku ensiklopedianya yang berjudul “Educator’s Encyclopedia” menyatakan “School Library is a Center for Learning”, yang artinya perpustakaan itu merupakan sumber belajar (Eskha, 2018). Ditinjau secara umum, perpustakaan itu sebagai pusat belajar karena kegiatan yang paling tampak pada setiap kunjungan siswa adalah belajar, baik belajar masalah-masalah yang berhubungan langsung dengan mata pelajaran yang diberikan di kelas, maupun buku-buku lain yang tidak ada hubungannya dengan mata pelajaran. Akan tetapi apabila ditinjau dari sudut tujuan siswa mengun-jungi perpustakaan, maka ada yang tujuannya untuk belajar, ada yang tujuannya untuk berlatih menelusuri buku-buku perpustakaan, ada yang tujuannya untuk memperoleh informasi, bahkan mungkin ada juga murid yang mengunjungi perpustakaan dengan tujuan hanya sekedar untuk mengisi waktu senggangnya atau sifatnya rekreatif.Pendidikan anak usia dini merupakan kunci utama sukses tidaknya sebuah program pendi-dikan nasional suatu bangsa. Penelitian di bidang neurologi menyebutkan selama tahun-tahun pertama, otak bayi berkembang pesat dengan menghasilkan neuron yang banyaknya melebihi kebutuhan. Selanjutnya itu harus diperkuat melalui berbagai rangsangan karena sambungan yang tidak diperkuat dengan rangsangan akan mengalami atrohy (menyusut dan musnah), karena hal inilah yang mempengaruhi kecerdasan anak. Dosis rangsangan yang tepat dan seimbang akan mampu melipatgandakan kemampuan otak 5-10 kali kemampuan sebelumnya. Ironisnya, pemer-intah kita terhitung terlambat dalam memberikan perhatian kepada anak usia dini. Mereka dibiarkan tumbuh dan berkembang dalam kondisi “ala kadarnya”. Sampai saat ini diperkirakan 80 persen anak usia dini belum tersentuh PAUD. Tatkala anak usia dini di Singapura sudah terjangkau semuanya dengan PAUD, anak usia dini di Indonesia masih dibayang-bayangi oleh ancaman gizi buruk. Layanan Perpustakaan Kelurahan Dusun Curup memiliki beberapa keunggulan dalam menunjang kegiatan belajar mengajar bagi siswa PAUD, yaitu: Pertama, bersifat gratis. Bagi masyarakat yang tidak mampu menyekolahkan anaknya ke TK dapat memanfaatkan layanan ini. Perpustakaan Kelurahan yang berada di PAUD Restu Bunda ini bersifat gratis, sehingga siapa pun anggota masyarakat bisa memanfaatkannya.Kedua, bersifat terbuka. Ruang layanan anak dapat diakses oleh siapapun tanpa membedakan status sosial, ekonomi, agama, suku, ras, dan golongan. Golongan menengah ke bawah yang selama ini terpinggirkan dapat memanfaatkan ruang layanan anak ini untuk memberi kesempatan kepada batita dan balitanya bermain sambil belajar serta berekreasi di perpustakaan. Hal ini terjadi di Perpustakaan Kelurahan Dusun Curup, dimana anak-anak yang memanfaatkan koleksi tidak hanya terbatas pada anak-anak usia dini saja, akan tetapi juga anak-anak tingkat Sekolah Dasar di Kelurahan Dusun Curup pun ikut memanfaatkan koleksinya untuk menambah ilmu pengetahuan.Ketiga, menumbuhkan semangat membaca sejak dini. Dengan bermain di perpustakaan anak-anak sudah diperkenalkan sejak dini bahwa perpustakaan dengan segala aktivitas di dalamnya merupakan tempat yang menyenangkan. Dalam perkembangan selanjutnya diharapkan anak tidak menganggap membaca, menulis, dan berhitung sebagai pekerjaan yang membosankan melainkan menyenangkan.Di sisi lain ada juga beberapa peranan perpus-takaan Kelurahan Dusun Curup dalam menunjang kegiatan belajar mengajar di PAUD Restu Bunda antara lain:1. Perpustakaan merupakan sumber ilmu penge-tahuan dan pusat kegiatan belajar. Para siswa PAUD dapat menfaatkan koleksi yang ada untuk kegiatan belajar mengajar di PAUD.2. Kumpulan bahan pustaka (koleksi) di perpus-takaan memberikan kesempatan membaca bagi anak-anak PAUD yang mempunyai waktu dan kemampuan yang beraneka ragam.3. Perpustakaan akan membantu anak-anak PAUD dalam meningkatkan dalam kemampuan membaca dan memperluas perbendaharaan kata dan bahasa.4. Perpustakaan dapat menimbulkan cinta membaca, sehingga dapat mengarahkan selera dan apresiasi anak-anak PAUD dalam pemilihan bacaan.5. Perpustakaan merupakan pusat rekreasi yang dapat memberikan hiburan yang sehat bagi anak-anak.6. Kegairahan/minat baca anak-anak usia dini yang telah dikembangkan melalui perpus-takaan sangat berpengaruh positif terhadap prestasi belajarnya.7. Bahkan perpustakaan juga bagi anak-anak dapat menjauhkan diri dari tindakan kenakalan, yang bisa menimbulkan suasana kurang sehat dalam hubungan berteman diantara mereka</p>

Conclusion

Pemberdayaan dan pemanfaatan perpus-takaan dalam menunjang kegiatan belajar mengajar merupakan bentuk eksistensi dan aplikasi fungsi edukasi suatu perpustakaan. Perpustakaan mempunyai peran yang strategis bagi masyarakat kelurahan untuk meningkatkan pengetahuan dan pengalaman. Tujuan dibentuknya perpustakaan kelurahan adalah untuk sarana pelayanan kepada masyarakat sebagai penyedia sumber informasi yang cepat, tepat dan murah untuk menunjang program wajib belajar dan program pendidikan keterampilan masyarakat lainnya, serta membantu warga untuk mengembangkan kemampuan yang dimilikinya sehingga dapat bermanfaat bagi masyarakat di sekitarnya, sejauh kemampuan tersebut dapat dikembangkan dengan bantuan bahan pustaka. Fungsi ini disebut fungsi pendidikan berkesinambungan.Perpustakaan Kelurahan Dusun Curup yang berada di PAUD Restu Bunda pada dasarnya sudah memberikan manfaat yang positif anak-anak PAUD. Anak-anak bisa memanfaatkan koleksi yang ada untuk kegiatan belajar mengajar. Akan tetapi dalam pengelolaannya, Perpustakaan Kelurahan Dusun Curup ini masih harus ditingkatkan terutama:1. Penambahan koleksi. Koleksi yang ada harus ditingkatkan terutama berkaitan dengan koleksi untuk anak-anak tingkat PAUD.2. Manajemen (pengelolaan) perpustakaannya. Suatu perpustakaan seharusnya dikelola secara professional sehingga bisa memberi manfaat secara optimal bagi pemustaka.</p> <p>3. Sumber Daya Manusia (SDM) yang menjadi tenaga pengelola perpustakaan ini belum ada, sehingga pengelolaannya terkesan apa adanya. Seharusnya suatu perpustakaan dikelola oleh SDM yang berlatarbelakang ilmu perpustakaan.</p>