Kembali
16
1
2023 Pustaka Karya : Jurnal Ilmiah Ilmu Perpustakaan dan Informasi Vol 11 · 1 ISSN 2723-7699

Analisis pemanfaatan aplikasi iHSS oleh pemustaka pada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Hulu Sungai Selatan

Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin; Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin; Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

Abstract

This study aims to find out how much value the use of the iHSS application has at the Library and Archives Service of Hulu Sungai Selatan Regency. This type of research is descriptive with a quantitative approach. The population of this study was 985 and the samples taken were 91 samples with a tolerable error of 10%. The sampling technique uses the techniques of simple random sampling. Data collection techniques using questionnaires, interviews, observation and documentation. The questionnaire used refers to the Likert scale with a scale of 1-5. Data processing techniques using editing, scoring as well as tabulating and data analysis techniques using descriptive statistical analysis. Data validity and validity techniques used validity and reliability tests with the help of SPSS version 22 and were declared valid and reliable. The results of this study obtained indicators that have the highest average value is Simplicity (Simplicity) is 4.17 and the indicator that has the lowest average value among the others is the indicator Comprehensiveness (Completeness) is 3.80. The results of the evaluation of the iHSS Application Utilization at the Library and Archives Service of Hulu Sungai Selatan District show a total average score of 4.00 which is on a scale of 3.43 – 4.23 and in the high category, which means iHSS application utilization are considered useful
Keywords: analysis · application iHSS · library · utilization

Introduction

Dewasa ini, kehadiran teknologi informasi dalam kehidupan manusia telah memberikan beberapa kemudahan dan melalui berbagai riset Teknologi Informasi (TI) terus mengalami penyempurnaan. Dengan perkembangan ini seseorang yang akan mencari informasi menemukan banyak alternatif dalam memenuhi kebutuhan informasi secara cepat dan efisien. Dalam konteks perpustakaan dan pusat informasi, hadirnya teknologi informasi juga menyajikan kemudahan dalam pengelolaan, diantaranya perpustakaan dapat memenuhi berbagai permintaan informasi dalam bentuk cetak maupun digital (Ulum, 2015). Berbagai jenis informasi dengan format tercetak yang dikelola oleh perpustakaan dengan sistem layanan berbasis konvensional lama kelamaan akan berubah ke sistem layanan yang menggunakan teknologi sesuai dengan perkembangan sekarang. Kualitas layanan informasi dapat ditingkatkan melalui pemanfaatan teknologi terkini dan salah satu inovasi yang dapat dimanfaatkan adalah pengenalan perpustakaan digital. Saat ini sudah banyak perpustakaan yang mengimplementasikan perpustakaan digital di lembaga perpustakaannya, antara lain perpustakaan universitas, perpustakaan sekolah, dan perpustakaan umum. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Hulu Sungai Selatan merupakan salah satu lembaga yang terpengaruh dengan meningkatnya minat baca karena menghadirkan inovasi kepada masyarakat berupa perpustakaan digital melalui aplikasi iHSS (iHulu Sungai Selatan). Pemanfaatan perpustakaan digital oleh masyarakat tidak terlepas dari peran pustakawan yaitu membangun perpustakaan digital dengan koleksi yang relatif lengkap, dan pengguna dapat lebih mudah memilih koleksi yang diinginkan. Sebagai catatan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Hulu Sungai Selatan pada tahun 2019 melakukan pembelian buku digital seharga Rp 124.000.000,00. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Hulu Sungai Selatan bekerja sama dengan PT untuk mengembangkan perpustakaan digital. Woolu Aksara Maya menghadirkan aplikasi iHSS sebagai aplikasi perpustakaan digital berbasis Android. Aplikasi iHSS dapat memberikan berbagai manfaat dalam penggunaan seperti meningkatkan minat baca masyarakat di Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Menurut statistik, terjadi peningkatan penggunaan aplikasi digital dalam hal peminjaman buku dalam bentuk elektronik (e_x0002_book). Sesuai dengan data statistik dashboard admin iHSS, total peminjaman buku digital sebanyak 4.769 judul yang tercatat pada Desember 2022 selama pengembangan aplikasi iHSS. Tentunya hal ini membuktikan bahwa masyarakat mengetahui dan memanfaatkan keberadaan perpustakaan digital melalui aplikasi iHSS. Dalam hal ini melalui aplikasi “iHSS” yang saat ini menjadi krusial bagi pengembangan dan inovasi perpustakaan. Berdasarkan wawancara dengan peneliti dan pustakawan di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Hulu Sungai Selatan, pengembangan aplikasi iHSS telah berperan penting dalam meningkatkan minat baca masyarakat di Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Pustakawan di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Hulu Sungai Selatan menjelaskan bahwa sebelum hadirnya aplikasi iHSS pada tahun 2016, minat baca masyarakat Hulu Sungai Selatan hanya 4%. Setelah aplikasi iHSS dikembangkan seiring dengan kebijakan pemerintah daerah, minat baca masyarakat meningkat. Pada tahun 2019, seiring berkembangnya aplikasi iHSS pada tahun 2017, proporsi minat baca masyarakat meningkat menjadi 12%. Berdasarkan pernyataan di atas, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Hulu Sungai Selatan karena sebelumnya belum ada peneliti yang melakukan penelitian tentang aplikasi iHSS di tempat tersebut. Selain itu perpustakaan di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Hulu Sungai Selatan merupakan salah satu pusat sumber bacaan dan telah memamerkan inovasi berupa perpustakaan digital melalui aplikasi iHSS, sehingga peneliti tertarik untuk melakukan penelitian di sana karena lembaga tersebut mampu memanfaatkan iHSS aplikasi. Penelitian ini menggunakan penelitian terdahulu yang digunakan sebagai tolok ukur dalam menganalisis penelitian. Penelitian terdahulu dari Khairuddin Nento dengan judul ”Evaluasi Aplikasi iJakarta Menggunakan Teori Golden Rules of User Interface Design Theo Mandel”. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi desain antarmuka pada aplikasi iJakarta. Sementara pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai pemanfaatan aplikasi iHSS menggunakan teori User Interface dari Khairul Yusri Zamri dan Nada Nasser Al Subhi dengan judul “10 User Interface Elements for Mobile Learning Application Development.” Penelitian ini penting untuk dilakukan karena untuk mengetahui seberapa besar nilai pemanfaatan aplikasi iHSS. Anggapan dasar penelitian ini bahwa aplikasi iHSS dinilai bermanfaat bagi pemustaka. Penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi pada kajian Ilmu Perpustakaan, khususnya tentang perpustakaan digital. Untuk mengetahui apakah aplikasi iHSS sudah memenuhi kebutuhan pengguna dan sesuai dengan pemanfaatannya, diperlukan penilaian untuk mengetahui seberapa besar nilai pemanfaatan aplikasi iHSS tersebut. Dari uraian latar belakang masalah yang telah diuraikan, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian lebih lanjut dengan judul “Analisis Pemanfaatan Aplikasi iHSS oleh Pemustaka pada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Hulu Sungai Selatan.”

Method

Jenis penelitian yang peneliti gunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian deskriptif bertujuan untuk memberikan gambaran yang lebih detail mengenai suatu gejala atau fenomena (Priyono, 2008). Sedangkan metode penelitian kuantitatif yaitu sebuah metode yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif statistik (Sugiyono, 2018) Pemilihan lokasi penelitian di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Hulu Sungai Selatan karena perpustakaan tersebut merupakan salah satu lembaga yang memiliki dan mengembangkan perpustakaan digital. Penelitian ini dilaksanakan dari pertengahan Desember sampai pertengahan Januari 2023. Populasi pada penelitian ini sebanyak 985 dan sampel yang diambil sebanyak 91 sampel dengan kesalahan yang ditolerir sebesar 10% dengan menggunakan rumus Slovin. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner, wawancara, observasi dan dokumentasi. Kuesioner yang digunakan mengacu pada skala likert dengan skala 1-5. Teknik pengolahan data menggunakan editing, scoring serta tabulating dan teknik analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif. Teknik validitas dan keabsahan data menggunakan uji validitas dan reliabilitas dengan bantuan perangkat SPSS versi 22 dan dinyatakan valid serta reliabel. Tabel 1. Pengkategorian Data No Kategori Skor 1. Sangat Tinggi (Sangat Bermanfaat) 4,24 – 5,04 2. Tinggi (Bermanfaat) 3,43 – 4, 23 3. Sedang (Cukup Bermanfaat) 2,62 – 3,42 4. Rendah (Tidak Bermanfaat) 1,81 – 2,61 5. Sangat Rendah (Sangat Tidak Bermanfaat) 1,00 – 1,80

Result

Connectivity (konektivitas) Tabel 2. Indikator Connectivity (konektivitas) No. Indikator Pernyataan Nilai Kategori 1. Connectivity (konektivitas) 1. Aplikasi iHSS mampu menampilkan informasi yang dibutuhkan pemustaka dalam waktu singkat. 4,07 Tinggi 2. Aplikasi iHSS digunakan tanpa kendala (eror) dalam memulai, menghentikan, atau melanjutkan aplikasi. 3,60 Tinggi 3. Pemustaka bisa berkomunikasi antar pemustaka dan saling terhubung. 3,83 Tinggi 4. Terdapat notifikasi ketika ada informasi yang penting. 3,91 Tinggi ∑ , = 𝟑𝟑𝟑𝟑, 𝟖𝟖𝟖𝟖𝟖𝟖𝟖𝟖 (Tinggi) 𝟒𝟒𝟒𝟒 Pada indikator pertama yaitu Connectivity (konektivitas), nilai pemanfaatan aplikasi iHSS dikategorikan tinggi yang mana rata-rata dari total seluruhnya pada tiap soal sebesar 3,85 yang berada pada skala interval 3,43 – 4, 23 sehingga dapat diartikan pemustaka sangat terbantu dengan adanya konektivitas serta kecepatan dalam mengakses suatu informasi Berdasarkan hasil penelitian, hal tersebut sesuai dengan konektivitas suatu aplikasi yang memiliki jaringan internet yang tingkat kecepatannya tidak memerlukan waktu yang lama dan stabil serta memiliki kemampuan dalam menyeleksi dan menemukan informasi dengan mudah (Aisyiyah, 2019). 2. Simplicity (Kesederhanaan) Tabel 3. Indikator Simplicity (Kesederhanaan) No. Indikator Pernyataan Nilai Kategori 2. Simplicity (Kesederhanaan) 5. Konten yang memuat informasi ditampilkan secara singkat, padat dan mudah dimengerti pemustaka. 4,04 Tinggi 6. Tampilan aplikasi iHSS menarik dan sederhana. 4,30 Sangat Tinggi ∑ , = 𝟒𝟒𝟒𝟒, �𝟏𝟏𝟏� 𝟐𝟐𝟐𝟐 Indikator kedua yaitu Simplicity (Kesederhanaan), nilai pemanfaatan aplikasi iHSS skornya senilai 4,17 berada pada skala interval 3,43 – 4, 23 yang menunjukkan bahwa tampilan konten dari aplikasi iHSS disajikan dengan format yang mudah dipahami. Aplikasi seharusnya tidak memiliki desain yang sangat rumit karena pengguna perangkat seluler seringkali harus fokus pada lebih dari satu tugas (Zamri & Al Subhi, 2015). 3. Directional (Terarah) Tabel 4. Indikator Directional (Terarah) No. Indikator Pernyataan Nilai Kategori 3. Directional (Terarah) 7. Aplikasi iHSS dapat memandu pemustaka dalam melalui prosedur atau langkah-langkah dalam pencarian informasi. 4,09 Tinggi 8. Aplikasi iHSS menampilkan pemberitahuan apabila telah selesai melakukan tahapan suatu prosedur di aplikasi tersebut. 4,09 Tinggi ∑ , = 𝟒𝟒𝟒𝟒, 𝟎𝟎𝟎𝟎𝟎𝟎𝟎𝟎 (Tinggi) 𝟐𝟐𝟐𝟐 Indikator ketiga adalah Directional, dan nilai pemanfaatan aplikasi iHSS adalah 4,09 berada pada skala interval 3,43 – 4, 23 yang menunjukkan bahwa aplikasi iHSS dapat memandu pemustaka untuk melakukan pencarian informasi.Terarah artinya adalah kemampuan aplikasi untuk memandu pemustaka melalui proses atau menu secara bertahap step by step, atau sesuai prosedur untuk memperoleh informasi terkait yang ada pada aplikasi tersebut. (Zamri & Al Subhi, 2015). 4. Informative (Informatif) Tabel 5. Indikator Informative (Informatif) No. Indikator Pernyataan Nilai Kategori 4. Informative (Informatif) 9. Aplikasi iHSS bisa memberikan umpan balik informatif bagi pemustaka. 3,97 Tinggi 10. Aplikasi iHSS mampu memenuhi kebutuhan informasi pemustaka. 4 Tinggi ∑ , = 𝟑𝟑𝟑𝟑, 𝟎𝟎𝟎𝟎𝟎𝟎𝟎𝟎 𝟐𝟐𝟐𝟐 Indikator keempat pemanfaatan aplikasi iHSS, dengan nilai 3,98 yang berada pada skala interval 3,43 – 4, 23, menunjukkan bahwa aplikasi iHSS menanggapi aktivitas pencarian informasi pemustaka dan mampu memenuhi kebutuhan informasi mereka. Indikator informatif sangat penting untuk sebuah aplikasi karena mereka dapat memberikan informasi kepada masyarakat.19. Aplikasi iHSS memiliki koleksi yang lengkap. 3,65 Tinggi 20. Aplikasi iHSS mampu memenuhi koleksi yang diinginkan pemustaka. 3,75 Tinggi ∑ , = 𝟑𝟑𝟑𝟑, 𝟖𝟖𝟖𝟖𝟖𝟖𝟖𝟖 𝟒𝟒𝟒𝟒 Indikator ketujuh yaitu Comprehensiveness (Kelengkapan), pemanfaatan aplikasi iHSS untuk indikator kelengkapan ini nilainya 3,80 berada pada skala interval 3,43 – 4, 23 yang maksudnya aplikasi iHSS menyajikan fitur yang lengkap untuk digunakan oleh pemustaka, pada perangkat mobile orientasi yang meliputi landscape, portrait, dan dynamic context harus bisa dioptimalkan. Aplikasi tersebut selain sebagai perangkat mobile bisa diintegrasikan ke pihak ketiga dalam hal ini media sosial yang sering digunakan agar informasi tersebar dengan mudah (Ganggi, 2019). 8. Continuity (Berkelanjutan) Tabel 9. Indikator Continuity (Berkelanjutan) No. Indikator Pernyataan Nilai Kategori 8. Continuity (Berkelanjutan) 21. Konsistensi jenis font, warna, serta format desain icon terjaga pada tiap halaman dari aplikasi yang digunakan. 4,05 Tinggi 𝟒𝟒𝟒𝟒, 𝟎𝟎𝟎𝟎𝟎𝟎𝟎𝟎 Indikator kedelapan yaitu Continuity (Berkelanjutan), aplikasi iHSS yang dimanfaatkan oleh pemustaka pada indikator ini nilai yang diperoleh sebanyak 4,05 berada pada skala interval 3,43 – 4, 23 maksudnya penggunaan format desain ikon, warna, dan jenis font pada aplikasi tetap berkelanjutan tidak mengalami perubahan. Pemustaka yang baru menggunakan akan beradaptasi mengenali halaman yang baru dilihat sehingga konsistensi penting sekali diterapkan agar halaman yang dilihat berada pada lingkup yang berkaitan satu sama lain (Ganggi, 2019). 9. Personalization (Personalisasi) Tabel 10. Indikator Personalization (Personalisasi) No. Indikator Pernyataan Nilai Kategori 9. Personalization (Personalisasi) 22. Pemustaka tidak merasa dikontrol ketika melakukan interaksi dengan aplikasi (pemustaka yang memegang kendali terhadap penggunaan aplikasi) 3,98 Tinggi 𝟑𝟑𝟑𝟑, 𝟎𝟎𝟎𝟎𝟎𝟎𝟎𝟎 Indikator kesembilan yaitu Personalization (Personalisasi), aplikasi iHSS yang dimanfaatkan oleh pemustaka berkaitan dengan indikator personalisasi nilainya 3,98 yang mengandung arti bahwa tampilan dari latar e-book dan transisi bisa dirubah oleh pemustaka. Pemustaka bisa mengatur sendiri sesuai dengan preferensi yang diinginkan pemustaka. Pemustaka sebagai pemegang kendali aplikasi memberikan pengaruh pada pengalaman pemustaka dalam penggunaan aplikasi iHSS yang dapat meningkatkan kepuasan pemustaka terhadap aplikasi (Ganggi, 2019). 10. Internal (Internal) Tabel 11. Indikator Internal (Internal) No. Indikator Pernyataan Nilai Kategori 10. Internal (Internal) 23. Aplikasi dapat diakses dengan nyaman menggunakan smartphone dengan ukuran yang berbeda/lebih kecil. 4,02 Tinggi Indikator kesepuluh, Internal (Internal), memiliki nilai sebesar 4,02 berada pada skala interval 3,43 – 4, 23 yang menunjukkan bahwa aplikasi iHSS dapat digunakan baik di perangkat kecil maupun besar. Aplikasi harus dikategorikan berdasarkan kemampuan perangkat dan jenis aplikasi yang dikembangkan, serta apakah dapat digunakan pada perangkat seluler pemustaka. (Zamri & Al Subhi, 2015). 11. Rekapitulasi Tabel 12. Rekapitulasi 10 indikator pemanfaatan aplikasi iHSS No Indikator Nilai Rata-rata Kategori 1. Connectivity (konektivitas) 3,85 Tinggi 2. Simplicity (Kesederhanaan) 4,17 Tinggi 3. Directional (Terarah) 4,09 Tinggi 4. Informative (Informatif) 3,98 Tinggi 5. Interactivity (Interaktivitas) 3,98 Tinggi 6. User Friendliness (Ramah Pengguna) 4,15 Tinggi 7. Comprehensiveness (Kelengkapan) 3,80 Tinggi 8. Continuity (Berkelanjutan) 4,05 Tinggi 9. Personalization (Personalisasi) 3,98 Tinggi 10. Internal (Internal) 4,02 Tinggi Total rata-rata keseluruhan 𝟒𝟒𝟒𝟒𝟒𝟒𝟒𝟒, 𝟎� = 𝟒𝟒𝟒𝟒, 𝟎𝟎𝟎𝟎𝟎𝟎𝟎𝟎 (Tinggi/ Bermanfaat) Menurut tabel di atas, indikator Simplicity (Kesederhanaan) memiliki nilai rata-rata tertinggi, yaitu 4,17, yang termasuk dalam kelas interval yang tinggi. Data menunjukkan bahwa pemustaka merasa konten yang mengandung informasi ditampilkan dengan singkat, padat, mudah dipahami, dan tampilan aplikasinya menarik dan sederhana. Indikator Comprehensiveness (Kelengkapan) memiliki nilai terendah 3,80, meskipun berada di antara nilai yang tinggi, tetapi Kelengkapan menempati nilai terendah dibandingkan dengan indikator lain. Ini karena banyak pemustaka merasa koleksi di aplikasi iHSS tidak memenuhi kebutuhan mereka. Dari tabel di atas, indikator Connectivity (konektivitas), menunjukkan bahwa aplikasi iHSS dapat dimulai, dilanjutkan, dan dihentikan tanpa kendala (error/hang), memiliki nilai terendah dari semua pernyataan, yaitu 3,60. Nilai rata-rata keseluruhan pada tabel 12 adalah 4,00. Setelah data diolah, skor ini berada di antara 3,43 dan 4,23. Dengan demikian, hasil analisis menunjukkan bahwa nilai pemanfaatan aplikasi iHSS dikategorikan Tinggi (Bermanfaat). Hal ini sesuai dengan fakta bahwa, jika dikombinasikan dengan struktur yang tepat, informasi yang tersebar luas dapat disampaikan. (Zamri & Al Subhi, 2015) 5. Interactivity (Interaktivitas) Tabel 6. Indikator Interactivity (Interaktivitas) No. Indikator Pernyataan Nilai Kategori 5. Interactivity (Interaktivitas) 11. Aplikasi iHSS memiliki arah navigasi (tombol back, home, next) yang jelas dan tidak membingungkan pemustaka. 4,04 Tinggi 12. Aplikasi iHSS dengan tanggap memberikan tanggapan ketika pemustaka melakukan perintah sistem. 3,93 Tinggi ∑ , = 𝟑𝟑𝟑𝟑, 𝟎𝟎𝟎𝟎𝟎𝟎𝟎𝟎 𝟐𝟐𝟐𝟐 Indikator kelima yaitu Interactivity (Interaktivitas), penggunaan dari aplikasi iHSS dalam hal ini nilai yang diperoleh 3,98 berada pada skala interval 3,43 – 4, 23 yang mengandung arti bahwa aplikasi iHSS mempunyai arah posisi atau navigasi yang jelas serta tidak terjadi pengulangan yang mengganggu kegiatan pencarian informasi oleh pemustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ini sesuai dengan interaktivitas, yang berarti navigasi harus mudah dan jelas. (Zamri & Al Subhi, 2015). 6. User Friendliness (Ramah Pengguna) Tabel 7. Indikator User Friendliness (Ramah Pengguna) No. Indikator Pernyataan Nilai Kategori 6. User Friendliness (Ramah Pengguna) 13. Pemustaka dengan mudah memahami bahasa yang digunakan 4,26 Sangat Tinggi 14. Pada setiap halaman yang baru tata letak icon, layout struktur menu, dan konten informasi yang disajikan tidak mengalami perubahan 4,08 Tinggi 15. Pemustaka dapat membaca jenis maupun ukuran font dengan nyaman dan jelas 4,23 Tinggi 16. Fungsi dari setiap icon dan gambar yang ada pada aplikasi dapat dipahami oleh pemustaka 4,01 Tinggi ∑ , = 𝟒𝟒𝟒𝟒, �𝟏𝟏𝟏� 𝟒𝟒𝟒𝟒 Indikator keenam yaitu User Friendliness (Ramah Pengguna), nilai dari pemanfaatan aplikasi iHSS berkenaan dengan indikator ini senilai 4,15 berada pada skala interval 3,43 – 4, 23 yang artinya aplikasi yang dirancang harus melihat dari perspektif pemustaka yang memiliki budaya yang berbeda, sehingga penggunaan bahasa yang diterapkan pada aplikasi dapat dipahami dengan jelas pada tiap fitur aplikasi yang disediakan. Bahasa yang dirancang dalam aplikasi adalah bahasa yang sederhana sehingga berbagai fiturnya mudah dipahami penggunaanya, dalam hal ini bahasa Indonesia yang lebih tepat untuk digunakan (Ganggi, 2019). 7. Comprehensiveness (Kelengkapan) Tabel 8. Indikator Comprehensiveness (Kelengkapan) No. Indikator Pernyataan Nilai Kategori 7. Comprehensiveness (Kelengkapan) 17. Aplikasi dapat digunakan oleh semua kalangan pemustaka. 3,90 Tinggi 18. Pemustaka bisa men-share koleksi yang diperoleh kepada sesame pemustaka dan bisa memberikan rekomendasi serta membagikan koleksi yang diperoleh ke media sosial sebagai pihak ketiga. 3,91 Tinggi

Conclusion

Nilai indikator semua elemen berada pada kategori tinggi yaitu connectivity skor yang diperoleh 3,85, simplicity skor yang diperoleh 4,17, directional skor yang diperoleh 4,09, informative skor yang diperoleh 3,98, interactivity skor yang diperoleh 3,98, user friendliness skor yang diperoleh 4,15, comprehensiveness skor yang diperoleh 3,80, continuity skor yang diperoleh 4.05, personalization skor yang diperoleh 3,98 dan Internal sebesar 4,02. Penelitian yang sudah dilakukan menghasilkan penilaian pemanfaatan aplikasi iHSS oleh pemustaka pada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Hulu Sungai Selatan setelah dihitung secara keseluruhan memperoleh skor rata-rata sebesar 4,00 yang berarti berada pada kategori tinggi pada skala 3,434,23. Hal ini berarti aplikasi iHSS yang digunakan pemustaka dinilai memiliki banyak manfaat bagi pemustaka khususnya dalam pencarian informasi dan penyebarluasan informasi sehingga dapat mengoptimalkan fungsi perpustakaan sebagai sumber belajar dan menambah pengetahuan