Website sebagai Sarana Promosi Perpustakaan di SMA N 1 Jogjakarta
Institut Agama Islam Negeri Purwokerto
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana penggunaan website dalam upaya promosi perpustakaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif kuantitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan interview, observasi, dokumentasi serta melalui angket. Adapun hasil penelitian menunjukan bahwa website sebagai sarana promosi di perpustakaan SMA N 1 Jogjakarta dikategorikan baik dengan nilai rata-rata 3,5. Hasil tersebut peneliti peroleh melalui 11 indikator dengan pembagian 7 indikator dari teori efektivitas dan 4 indikator dari promosi. Pertama, produksi dengan nilai rata-rata 3,65. Kedua, mutu dengan rata-rata 3,67. Ketiga, efisiensi dengan rata-rata 3,58. Keempat kepuasan dengan nilai rata-rata 3,59. Kelima persaingan dengan rata-rata 3,51. Keenam pengembangan dengan rata-rata 3,42. Ketujuh kelangsungan dengan rata-rata 3,71. Kedelapan yaitu melalui indikator promosi perpustakaan yakni dapat mengenalkan fungsi perpustakaan dengan rata-rata 3,53. Kesembilan, meningkatkan minat baca dengan rata-rata 3,46. Sepuluh yaitu mengenalkan jasa dan layanan perpustakaan dengan nilai rata-rata 3,53. Kesebelas, mengembangkan pengertian perpustakaan dengan nilai rata-rata 3,49
Abstract
This study aims to determine the extent to which the website is used in library promotion efforts. The method used in this research is descriptive quantitative. Data collection techniques using interviews, observation, documentation and through a questionnaire. The results of the study showed that the website as a promotional tool in the library of SMA N 1 Jogjakarta was categorized well with an average value of 3.5. The researchers obtained these results through 11 indicators divided by 7 indicators from the theory of effectiveness and 4 indicators from promotion. First, production with an average value of 3.65. Second, quality with an average of 3.67. Third, efficiency with an average of 3.58. The fourth is satisfaction with an average score of 3.59. Fifth competition with an average of 3.51. The six developments with an average of 3.42. The seven continued with a mean of 3.71. The eighth is through library promotion indicators, which can introduce library functions with an average of 3.53. Ninth, increasing reading interest by an average of 3.46. Ten, namely introducing library services and services with an average value of 3.53. Eleventh, developing understanding of the library with an average value of 3.49.
Keywords:
website
· library promotion
· school library
· library service
Introduction
1. Latar Belakang Masalah Revolusi industri 4.0 mengantarkan kita kepada sistem informasi internet aktif, dimana internet menjadi salah satu yang paling penting keberadaannya untuk mengakses berbagai informasi. Seperti halnya lembaga lain, perpustakaan juga memanfaatkan internet dalam memberikan pelayanan kepada para pemustaka. Melalui sarana web pada internet, perpustakaan dapat memanfaatkan sebagai salah satu cara untuk mengenalkan kepada pemustaka bagaimana mendapatkan informasi yang dibutuhkan. Website adalah kumpulan halaman-halaman yang digunakan untuk menampilkan informasi, gambar gerak, suara, dan gabungan dari semuanya itu baik bersifat statis maupun dinamis (Pardosi 2004:17). Salah satu media penting yang banyak digunakan sebagai kegiatan promosi baik oleh lembaga formal maupun lembaga non-formal adalah adalah website. Website terbukti ampuh untuk menyajikan dan menyebarluaskan informasi yang baik dan bermanfaat meskipun tetap terdapat informasi yang tidak dapat dinikmati secara mentah-mentah. Semua informasi luar dapat kita saksikan melalui layar dimana kita tinggal tanpa harus beranjak (Setiawan, 2006:7). Meskipun website dinilai sangat efektif, akan tetapi publikasi website serta keberadaan situs tidak akan ada gunanya jika tidak dapat diakses atau tidak dikenal oleh pengguna internet. Sebab, efektif tidaknya sebuah website tergantung dari banyaknya pengunjung dan masukan dari pegguna internet. Upaya untuk mengenalkan situs kepada masyarakat dibutuhkan publikasi atau promosi, media yang dapat digunakan diantaranya pamflet, baliho, juga brosur meskipun dapat dikatakan cara ini kurang efektif dan sangat terbatas. Adapun sebuah website yang baik belum tentu mampu efektif. Efektivitas disini diartikan sebagai komunikasi yang prosesnya mencapai tujuan yang direncanakan sesuai dengan biaya yang dianggarkan, waktu yang ditetapkan serta jumlah personil yang ditentukan (Efendy 2008:14). Efektivitas sebuah website di perpustakaan dapat diartikan dengan mampu tercapainya tujuan perpustakaan melalui sarana website sesuai dengan dana yang dianggarkan yang didukung oleh sumber daya yang kompeten dalam bidangnya sehingga diharapkan memenuhi “user requirement” atau kebutuhan pemustaka dengan maskimal. Melalui penjabaran di atas, dapat disimpulkan bahwa perangkat lunak yang baik pada sebuah perpustakaan adalah perangkat lunak yang dapat memenuhi kebutuhan pemustaka. Perpustakaan SMA N 1 Jogjakarta merupakan salah satu sekolah yang menggunakan website sebagai sarana promosi sejak tahun 2008 lalu selain brosur, klub tinta (teladan cinta baca) serta melalui bedah buku. Melalui website tersebut, informasi dapat diakses tidak hanya oleh masyarakat sekolah akan tetapi juga oleh masyarakat luar sekolah. Fasilitas menu website tersebut diantaranya : menu utama, katalog, katalog bersama, perpustakaan digital, interaktif, kategori artikel, artikel terbaru, login, gallery, kalender dan masih banyak menu yang lain. Website tersebut bertujuan untuk memudahkan pemustaka dalam memperoleh informasi yang dibutuhkan serta sebagai sarana promosi perpustakaan. Berdasarkan uraian di atas penulis tertarik untuk meneliti penggunaan website di perpustakaan SMA N 1 Jogjakarta yang merupakan salah satu sekolah bertaraf internasional sebagai sarana promosi perpustakaan. 2. Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas website sebagai sarana promosi perpustakaan di SMA N 1 Jogjakarta.
Method
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Menurut Sumanto (1995:48) penelitian kuantitatif adalah pengumpulan data untuk memberikan gambaran atau penegasan suatu konsep atau gejala, juga menjawab pertanyaanpertanyaan sehubungan dengan ststus subjek status penelitian saat ini. a. Teknik Sampling Teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel pada penelitian ini adalah random sampling atau pengambilan sampel secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi tersebut. Dalam penelitian ini, pengambilan sampel menggunakan rumus dari Taro Yamane sebagai berikut: n = 𝑁 𝑛𝑑2+1 keterangan : n = jumlah sampel N = jumlah populasi d² = presisi yang ditetapkan 10% Diketahui jumlah populasi pemustaka SMA N 1 Yogyakarta sebesar N= 1023 pemustaka, terdiri dari guru sebanyak 64 orang, tenaga pendukung 32 orang, status kepegawaian 32 orang, dan siswa sebanyak 895 orang dengan tingkat presisi 10%. Berdasarkan rumus tersebut diperoleh jumlah sampel (n) pemustaka perpustakaan sebagai berikut : n = 1023 1023.0,1 2+1 n = 1023 10,23 n = 100 responden. Sehingga pada penelitian ini diperoleh sampel sebanyak 100 pemustaka. Langkah selanjutnya yaitu menentukan teknik pengambilan data pada 100 responden tersebut, guna mendapatkan data yang diinginkan. b. Instrumen Penelitian Menurut Arikunto (2006:149) instrumen merupakan alat bantu yang digunakan untuk memperoleh dan mengumpulkan data. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan metode kuesioner tertutup dengan skala likert sebagai instrumen. Adapun kisi-kisi tersebut sebagai berikut: Variabel Sub Variabel Indikator Butir tes (Jumlah) Website sebagai sarana promosi perpustakaan 1. Produksi 1. Informasi sesuai kebutuhan 2. Informasi up to date 2 2. Mutu 1. Informasi Relevan 2. Informasi Tepat 2 3. Efisiensi 1. Waktu dalam pencarian cepat&tepat 2. Informasi mudah diperoleh 2 4. kepuasan 1. informasi menjawab pertanyaan 2. pemustaka menemukan informasi yang dicari 2 5. persaingan 1. website dapat dimanfaatkan dlm mencari informasi 2. webbsite mampu bersaing dg search engine lain 2 6. pengembangan 1. website mampu beradaptasi dg kebutuhan 1 7. kelangsungan 1. website berfungsi baik 1 8. mengenalkan fungsi perpus 1. mengenalkan fungsi perpus 2. pemustaka lebih memahami fungsi perpus 2 9. meningkatkan minat baca 1. website meningkatkan minat baca 2. website menarik pemustaka dalam memanfaatkan perpustakaan 2 10. mengenalkan layanan&jasa perpus 1. website menjabarkan layanan perpus 2. pemustaka mengetahui jasa yang ditawarkan perpus 2 11. mengembangkan pengertian perpus 1. pemustaka lebih mengerti pentingnya perpus 2. pemustaka mampu memajukan perpus 2 Tabel 1.Kisi-kisi Instrumen Penelitian ini menggunakan skala likert dalam menyusun angket, yakni skala yang digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, serta persepsi seseorang atau kelompok berkaitan dengan fenomena sosial (Sugiyono, 2008:93). Pada penelitian ini, angket menggunakan lima alternatif jawaban seperti pada tabel berikut: Kategori Skor Sangat Setuju 5 Setuju 4 Antara Setuju dan Tidak 3 Tidak Setuju 2 Sangat Tidak Setuju 1 Tabel.2 Skor Pernyataan Jawaban Semakin besar bobot skor yang diperoleh, maka akan semakin baik pula menunjukan bahwa website efektif sebagai sarana promosi perpustakaan. Demikian sebaliknya, jika bobot skor yang diperoleh rendah maka akan menunjukan bahwa website tidak efektif sebagai sarana promosi perpustakaan.
Discussion
Efektivitas terbagi menjadi tiga bagian, seperti yang dikemukakan oleh Gibson, dkk (1996:29) sebagai berikut: 1. Efektivitas Individu, yaitu efektivitas yang menekankan kinerja organisasi atau karyawan; 2. Efektivitas Kelompok, merupakan jumlah kontribusi seluruh anggota kelomok yang saling bekerja sama; 3. Efektivitas Organisasi, merupakan hasil karya yang diperoleh lebih pada setiap bagiannya dari gabungan efektivitas individu dan kelompok. Adapun kriteria efektivitas menurut Gibson (1996:50-55) terbagi menjadi lima bagian yaitu: 1. Produksi, merupakan kemampuan suatu organisasi dalam menghasilkan barang ataupun jasa untuk memenuhi permintaan. Pada sebuah website, produksi dapat ditinjukkan dengan terpenuhinya kebutuhan informasi pengguna, serta web yang secara rutin di update. 2. Mutu, merupakan sebuah pemenuhan harapan kepada pelanggan mengenai barang & jasa yang dihasilkan. Mutu pada website dapat diartikan sebagai relevansi informasi yang disajikan. 3. Efisiensi, mengandung pengertian bahwa terdapat perbandingan antara input maupun output baik dari segi biaya, waktu, dan hasil akhir yang diwujudkan. Dalam sebuah website efisiensi dapat dikatakan jika informasi yang disajikan dapat diperoleh dengan mudah, tepat serta cepat. 4. Kepuasan, dapat diartikan bahwa sejauh mana karyawan dapat menerima pemenuhan kebutuhan dari organisasi. Kepuasan dapat terwujud pada sebuah website jika berhasil memberikan jawaban atas pertanyaan pengguna. 5. Persaingan, yaitu terjadinya persaingan dalam memperoleh pelanggan yang dilakukan oleh antar organisasi. Pada website, persaingan dapat ditunjukkan dengan mampu bersaingnya website dengan serach engine lain, serta mempertahankan agar pengguna tetap aktif dalam mengakses website. 6. Pengembangan, merupakan upaya membangun kapasitas guna menjawab perubahan untuk dapat bertahan hidup dalam jangka panjang melalui strategi proaktif. Pengembangan pada website dapat terlihat melalui mudahnya pengguna dalam menemukan informasi yang dibutuhkan. 7. Kelangsungan, bahwa sebuah organisasi akan berusaha semaksimal mungkin dalam menjaga kelangsungan hidupnya hingga tak mampu bertahan lagi. Website yang dapat berfungsi dengan baik akan terus bertahan dalam menyajikan segala informasi yang dibutuhkan oleh pengguna. 1. Promosi Lasa H.S (2009:290) mengungkapkan bahwa promosi merupakan silang informasi antar organisasi dan konsumen dengan tujuan memberikan informasi produk atau jasa serta membujuk calon konsumen agar bereaksi terhadap produk & jasa yang disajikan. Sedangkan promosi perpustakaan adalah upaya mengenalkan perpustakaan atas berbagai produk dan informasi yang disajikan melalui fasilitas yang dimiliki dengan segala kelebihan dan keunggulannya ( Suwasana,2002:22). Berdasarkan pengertian di atas dapat dikatakan bahwa promosi perpustakaan merupakan komunikasi terhadap pengguna dalam memberi informasi serta mengenalkan produk & jasa yang ditawarkan perpustakaan serta berusaha agar pengguna merespon baik terhadap apa yang telah ditawarkan. 2. Tujuan Promosi Adapun tujuan promosi, menurut Syihabuddin Qalyubi (2007:260) terbagi menjadi lima yaitu: a. Mengenalkan fungsi perpustakaan pada pemustaka. Pada website, mengenalkan fungsi perpustakaan dapat diukur melalui dapat dikenalnya fungsi perpustakaan, serta dapat lebih dipahaminya fungsi perpustakaan oleh pemustaka. b. Mendorong minat baca dan mendorong masyarakat agar semaksimal mungkin menggunakan koleksi perpustakaan. Dalam sebuah website, ditunjukan dengan website mampu meningkatkan minat baca serta memanfaatkan koleksi perpustakaan. c. Mengenalkan pelayanan dan jasa perpustakaan terhadap masyarakat. Pada website ini dapat ditunjukkan melalui terisinya website dengan informasi jasa dan layanan perpustakaan. d. Memberikan kesadaran terhadap masyarakat pentingnya mendukung kegiatan perpustakaan. Pada website hal ini dapat ditunjukan dengan pemustaka lebih mengerti perpustakaan serta memajukan perpustakaan. e. Memasyarakatkan slogan “ tak kenal maka tak sayang” 3. Uji Validitas Uji validitas digunakan sebagai alat ukur untuk mengetahui valid atau tidaknya suatu kuesioner. Menurut arikunto ( 2006:168) suatu ukuran yang menunjukkan tingkat kevalidan sebuah instrumen. Instrumen yang valid akan mempunyai validitas tinggi, sebaliknya instrumen yang tidak valid maka tingkat validitasnya rendah. Kuesioner dikatakan valid jika pertanyaan pada kuesioner tersebut mampu mengungkapkan sesuatu yang diukur oleh kuesioner tersebut. Pengujian validitas pada penelitian ini meggunakan rumus korelasi product moment (Arikunto, 2006:170) sebagai berikut: 𝑟𝑥𝑦= 𝑁 ∑ 𝑥𝑦−(∑ 𝑥)(∑ 𝑦) √{𝑁 ∑ 𝑥 2−(∑𝑥)} {𝑁(∑ 𝑦) 2} Keterangan : 𝑟𝑥𝑦 :koefisien korelasi skor butir dg total ∑ 𝑥 2 :jumlah skor butir kuadrat 𝑁 :jumlah subjek uji coba ∑ 𝑥 :jumlah skor butir x ∑ 𝑦 : jumlah skor total y ∑ 𝑦 2 :jumlah skor total kuadrat ∑ 𝑋𝑌:jumlah perkalian skor butir dan total Pada uji coba validitas ini, peneliti menyebarkan kuesioner sebanyak 30 kepada responden menggunakan program SPSS 17 for windows evaluation versio. Berdasarkan penghitungan uji validitas dan realibitas website sebagai sarana promosi perpustakaan di SMA 1 adalah valid, dengan rincian sebagai berikut: Indikator Item N Indeks Validitas Status Website sebagai sarana promosi Produksi 1 30 0,431 Valid 2 30 0,350 Valid Mutu 3 30 0,618 Valid 4 30 0,598 Valid Efisiensi 5 30 0,562 Valid 6 30 0,545 Valid Kepuasan 7 30 0,718 Valid 8 30 0,688 Valid Persaingan 9 30 0,382 Valid 10 30 0,352 Valid Pengembangan 11 30 0,393 Valid Kelangsungan 12 30 0,301 Valid Mengenalkan fungsi perpus 13 30 0,410 Valid 14 30 0,684 Valid Meningkatkan minat baca 15 30 0,694 Valid 16 30 0,439 Valid Meningkatkan pelayanan&jasa perpus 17 30 0,599 Valid 18 30 0,879 Valid Mengembangkan pengertian perpus 19 30 0,570 Valid 20 30 0,624 Valid Sumber:data primer yang diolah SPSS version 17 for windows, 2013. 4. Uji Reliabilitas Adapun uji reliabilitas digunakan sebagai alat ukur yang dapat menunjukan konsistensi dalam mengukur gejala yang sama (Singarimbun, 1995:140). Pengukuran reliabilitas pada penelitian ini menggunakan alpha conbrach’s (Arikunto, 2006:196) sebagai berikut: 𝑟 𝑛= 𝑘 𝑘−1 1-[1 − [ ∑ 𝑎𝑏 2 𝑎1 2 ]] Keterangan: 𝑟𝑛 : reliabilitas instrumen K : banyaknya soal ∑ 𝑎 𝑏 2 : jumlah varian butir 𝑎1 2 : varian total Teknik alpha ini peneliti gunakan dalam pengujian setiap butir angket dengan taraf signifikan 95%. Peneliti menggunakan bantuan program SPSS 17 for windows dengan menggunakan taraf kesalahan sebesar 5%. Koefisien alpha conbrach’s dengan kriteria batas 0,60. Berdasarkan hasil uji reliabilitas terbukti bahwa nilai alpha>0,60 sehingga dinyatakan reabel seperti pada tabel berikut: Variabel Nilai Cronchbach’s Alpha N of Items Website sebagai sarana promosi perpustakaan di SMA N 1 Jogjakarta 0,903 20 Sumber: data primer yang diolah SPSS version 17 for windows, 2011. 5. Analisis Data Penelitian ini menggunakan analisis data mean untuk mengetahui nilai ratarata variabel website sebagai sarana promosi dengan perhitungan aritmatika. Menurut sugiyono (2008:147) analisis data digunakan dalam mencari dan menyusun dengan sistematis data yang diperoleh melalui observasi dan kuesioner dengan cara mengelompokkan data, menstabulasi serta menyajikan data yang diteliti. Apabila responden memberikan jawaban sangat setuju maka nilai mean mendekati 5, sebaliknya jika mayoritas responden menjawab sangat tidak setuju maka nilai mean mendekati 1. Simamora (2008:130) menyebutkan bahwa untuk menghitung rentang digunakan rumus berikut: RS= 𝑚−𝑛 𝑏 RS : rentang skala n : angka terendah M : angka tertinggi b : banyaknya kelas (alternatif jawaban) Sehingga dalam penelitian ini rentang dihitung sebagai berikut: RS= 5−1 5 =0,8 Adapun hasil rentang tersebut dapat diinterpelasikan tanggapanya di bawah ini: a. 4,20 <x≤5,0 = sangat baik b. 3,40<x≤4,20 = baik c. 2,60<x≤3,40 = cukup baik d. 1,20<x≤2,60 = tidak baik e. 1<x≤1,20 = snagat tidak baik Pada akhir perhitungan peneliti mendeskripsikan masing-masing item pertanyaan sebagai berikut: No. Indikator Nilai RataRata Kategori Total Nilai Rata-Rata 1. Produksi 3,65 Baik X= 39,14 11 2. Mutu 3,67 Baik 3. Efisiensi 3,58 Baik 4. Kepuasan 3,59 Baik 5. Persaingan 3,51 Baik No. Indikator Nilai RataRata Kategori Total Nilai Rata-Rata 6. Pengembangan 3,42 Baik 7. Kelangsungan 3,71 Baik 8. Mengenalkan fungsi perpus 3,53 Baik 9. Meningkatkan minat baca 3,46 Baik 10. Mengenalkan jasa&layanan perpus 3,53 Baik 11. Mengembangkan pengertian perpus 3,49 Baik Jumlah 39,14 3,55 Sumber: olah data primer, maret 2013
Conclusion
Berdasarkan pemaparan peneliti pada BAB IV, menunjukan hasil bahwa website sebagai sarana promosi perpustakaan SMA N 1Yogyakarta adalah baik dengan ratarata 3,55. Adapun hasil tersebut diperoleh melalui 11 indikator yaitu 7 indikator dari efektivitas, sedangkan 4 indikator lain diambil dari indikator promosi. Pertama, produksi dengan nilai rata-rata 3,65 berkaitan dengan informasi pada website sesuai dengan kebutuhan pemustaka serta rutin di up date. Kedua yaitu mutu dengan nilai rata-rata 3,67 yang berkaitan dengan website menyajikan informasi tepat dan relevan. Ketiga, efisiensi dengan nilai rata-rata 3,58 berkaitan dengan pemustaka dapat menemukan koleksi yang dibutuhkan dengan cepat. Keempat yaitu kepuasan, dengan nilai rata-rata 3,59 berkaitan dengan disajikannya koleksi yang dibutuhkan melalui website serta dapat ditemukan pemustaka. Kelima yaitu persaingan dengan nilai ratarata 3,51 yang berkaitan dengan website dapat dimanfaatkan untuk menemukan informasi yang pemustaka perlukan, serta informasinya terdapat pada search engine lain. Keenam pengembangan, dengan nilai rata-rata 3,42 yang berkaitan dengan informasi pada website dapat memenuhi kebutuhan 103 pemustaka. Ketujuh, yaitu kelangsungan dengan nilai rata-rata 3,71 yang berkaitan dengan website bisa berfungsi dengan baik. Indikator kedelapan yaitu indikator dari promosi perpustakaan, disini yakni dapat mengenalkan fungsi perpustakaan dengan nilai ratarata 3,53 yang berkaitan dengan website dapat lebih mendekatkan perpustakaan kepada pemustaka sehingga diharapkan meningkatkan minat baca. Indikator kesembilan yaitu meningkatkan minat baca dengan nilai rata-rata 3,46 yang berkaitan dengan website dapat menjadikan pemustaka lebih memanfaatkan perpustakaan, serta menjadikan pemustaka lebih giat membaca koleksi yang terdapat di perpustakaan. Indikator kesepuluh yaitu mengenalkan jasa dan layanan perpustakaan dengan nilai rata-rata 3,53 berkaitan dengan pemustaka dapat mengetahui layanan apa saja yang ada di perpustakaan melalui website serta mengetahui lebih dalam makna perpustakaan. Indikator kesebelas yaitu mengembangkan pengertian perpustakaan dengan nilai rata-rata 3,49 yang berkaitan dengan pemustaka merasa lebih dekat dengan perpustakaan melalui website, serta membuat pemustaka lebih rajin berkunjung ke perpustakaan. 2. Saran a. Evaluasi kegiatan promosi melalui website dijadwal secara berkala agar pemenuhan kebutuhan pemustaka tetap terpenuhi. b. Adanya pertemuan rutin programmer dan pustakawan dalam membahas informasi yang akan di update melalui website.