Kembali
16
1
2024 Jurnal Literasi Perpustakaan dan Informasi: Jurnal Penelitian Kajian Perpustakaan dan Informasi Vol 4 · 2 ISSN 2775-8761

PEMENUHAN REFERENSI PERKULIAHANBERBASIS APLIKASI IPUSNAS (Studi Kasus Mahasiswa Perpustakaan dan Ilmu Informasi Angkatan 2020)

Universitas Halu Oleo; Universitas Halu Oleo; Universitas Halu Oleo

Abstrak

Aplikasi ipusnas ialah aplikasi yang disediakan oleh perpustakaan Nasional Republik Indonesia untuk melayani pemustaka secara online Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Bagaimana pemenuhan referensi perkuliahan mahasiswa program studi perpustakaan dan ilmu informasi dengan menggunakan aplikasi ipusnas. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik penentuan informan dalam penelitian ini adalah Purposive sampling dengan jumlah informan sebanyak 8 orang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini adalah Aplikasi ipusnas telah mampu memenuhi kebutuhan referensi dan informasi pada mahasiswa program studi perpustakaan dan ilmu informasi 2020 seperti yang dikatakan didalam Teori uses and gratification oleh Herbert Blumler, Elihu Katz, dan Michael Gurevitch pada tahun 1974, bahwa pengguna media memiliki peran aktif dalam memilih dan menggunakan media. Dengan kata lain, pengguna media tidaklah pasif, melainkan mereka secara aktif mencari dan memilih sumber media yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Sama halnya dengan, mahasiswa Program Studi Perpustakaan dan Ilmu Informasi Angkatan 2020 dapat dianggap sebagai pengguna aktif yang memilih untuk menggunakan Aplikasi iPusnas sebagai alat referensi utama dalam memenuhi kebutuhan akademis mereka yang dapat diakses dengan smartphone dan diakses dimana saja dan kapan saja.

Abstract

The ipusnas application is an application provided by the National Library of the Republic of Indonesia to serve readers online. The aim of this research is to find out how to fulfill the lecture references for library and information science study program students using the ipusnas application. This research uses a qualitative research method with a case study approach. The technique for determining informants in this research was purposive sampling with a total of 8 informants. Data collection techniques in this research are observation, interviews and documentation. The results of this research are that the ipusnas application has been able to meet the reference and information needs of students in the 2020 library and information science study program as stated in the uses and gratification theory by Herbert Blumler, Elihu Katz, and Michael Gurevitch in 1974, that media users have an active role in selecting and using media. In other words, media users are not passive, but rather they actively search for and select media sources that suit their needs. Likewise, students of the 2020 Library and Information Science Study Program can be considered active users who choose to use the iPusnas Application as the main reference tool in meeting their academic needs which can be accessed with a smartphone and accessed anywhere and at any time.
Keywords: ipusnas application · media use · reference fulfillment

Introduction

Era globalisasi saat ini telah menuntut segala informasi,isu atau berita dapat di peroleh dengan sangat mudah dan cepat. Perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat ini menjadikan pekerjaan menjadi lebih cepat dan prakis. Pemanfaatanteknologi informasi pada era modern ini sudah merambat di segala bidang atau aspek kehidupan, salah satu lembaga yang telah menerapkan dan menyediakan sistem teknologi informasi dan komunikasi adalah perpustakaan. Menurut Suhendar (Fauzan &Ati, 2018) Perpustakaan ialah unit kerja dari suatu badan atau lembaga tertentu yang mengelola bahan-bahan pustaka, baik berupa buku dan nonbuku yang di atur secara sistematis menurut hukum eksklusif sehingga dapat di pergunakan sebagaisumber informasi. Defenisi di atas dapat di pahami bahwasanya perpustakaan sekarang berupaya menjadi suatu perpustakaan yang menyajikan berbagai koleksi bahan pustaka yang dapat di akses dengan mudah , dimana saja dan kapan saja. Karena perkembangan teknologi yang menuntut perpustakaan untuk beradaptasi dalam menyediakan berbagai informasi dan bahan pustaka dalam bentuk digital maka dengan itu perpustakaanNasional RI melakukan terobosan dengan membuat sebuah aplikasi perpustakaan digial. Menurut Saffandy, seperti yang dikutip oleh saleh (2014) perpustakaan digital adalah perpustakaan yang mengelola semua atau sebagian yang substansi dari koleksi-koleksiny dalam bentuk komputerisasi sebagai bentuk alternatif, suplemen atau pelengkap terhadap cetakan konvensional dalam bentuk mikro material yang saat ini di dominasi koleksi perpustakaan. (Julianti, 2023). Perpustakaan kini telah beradaptasi pada perkembangan teknologi informasi yang kini masih berlangsung dengan menggunakan teknologi untuk menyajikan berbagai informasi secaracepat , tepat, akurat dimana koleksinyadalam bentuk digital dan dapat di akses dengan mudah, kapan saja dan dimana saja dengan menggunakan smartphone, computer,laptop dan media teknologi lainnya, karena hal demikian maka perpustakaan Nasional Republik Indonesia melakukan suatu temuan dengan membuat sebuah aplikasi digital yang diberi nama aplikasi ipusnas. Aplikasi ipusnas ini menyediakan berbagai layanan informasi melalui berbagai bahan bacaan dan koleksi berupa buku-bukudigital, aplikasi ini dapat dengan mudah di akses melalui sistem operasi windows, android, computer dan iphone sehingga mahasiswa dapat menjadikan aplikasi ini sebagai tempat sumber referensi dalam mencari materi dan bahan perkuliahan sehingga dapat memenuhi kebutuhan mereka dalam tugas perkuliahan. Kemudahan yang di tawarkan oleh perpustakaan nasional Republik Indonesia ini sangatlah praktis mulai dari layanan meminjam ebook secara gratis dengan jangka waktu tiga hari dan setelah itu ebook ini akan secara otomatis hilang dari list peminjaman pemustaka. Cara penggunaan aplikasi ini sangatlah mudah dan sangat membantu para mahasiswa atau pemustaka dalam mencari kebutuhannya dalam proses perkuliahannya. Mahasiswa program studi perpustakaandan ilmu informasi angkatan 2020 yang berada di fakultas ilmu sosial dan ilmu politik (fisip) Universitas Haluoleo banyak memilih menggunakan aplikasi ipusnas yang diciptakan oleh perpustakaan nasional RI, terdapat 43 orang mahasiswa program studi perpustakaan dan ilmu informasi angkatan 2020 yang mengunduh dan menggunakan aplikasi ipusnas untuk membantu mereka dalam mencari referensi atau materi perkuliahan yang dibutuhkan oleh setiap mahasiswa.Aplikasi ipusnas ini di pandang dapat membantu mereka dalam memenuhi referensi dalam tugas perkuliahan, juga dapat di gunakan dimana saja dan kapan saja dengan menggunakan smartphone yang didalamnya ada aplikasi ipusnas dan didukung oleh internet untuk mengaksesnya. Akan tetapi di balik kemudahan dan kelebihannya terdapat suatu masalah bahwasanya seperti yang kita ketahui dalam mengunakan aplikasi ipusnas ini para pemustaka harus lebih dulu terhubung di jaringan internet dan memiliki kuota internet untuk dapat mengaksesnya, hal inilah yang kadang menjadi kendala dalam memenuhi kebutuhan pemustaka dalam mencari referensi perkuliahan menggunakanaplikasi ipusnas, karena apabila jaringan internet tidak ada maka pemustaka tidak dapat mengunduh bahan bacaan dan dapat keluar sendiri dari aplikasi ipusnas tersebut dengan sendirinya.

Method

Penelitian ini akan dilakukan di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Haluoleo Kendari, pada mahasiswa perpustakan dan ilmu informasi angkatan 2020. Lokasi tersebut dipilih karena berdasarkan observasi awal yang peneliti lakukan bahwa pada fakultas ilmu sosial dan ilmu politik tepatnya pada program studi perpustakaan dan ilmu informasi angkata 2020, ditemukan dan diketahui bahwa berjumlah 43 orang yang mengunduh aplikasi ipusnas di handphonenya masing-masing, dan penelitian ini dilakukan selama 2 bulan. Subjek dalam penelitian ini adalah Mahasiswa Program studi Perpustakaan dan Ilmu Informasi angkatan 2020 yang masih aktif di universitas haluoleo dan telah mendownload aplikasi ipusnas di handphone mereka masih-masing. Adapun informan dalam penelitian ini berjumlah 8 (Delapan) orang mahasiswa dengan program studi perpustakaan dan ilmu informasi 2020 Fisip Uho, yang diantaranya 4 orang laki-laki dan 4 orang perempuan. Informan penelitian ini dipilih oleh peneliti karna diketahui mereka sering menggunakan aplikasi ipusnas untuk memenuhi kebutuhannya dalam mencari informasi. Penentuan informan dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Jenis data dalam penelitian ini adalah jenis data kualitatif yaitu data yang disajikan dalam bentuk kata verbal bukan dalam bentuk angka, proses penyusunan secara sistematis data yang telah diproses dari hasil wawancara, catatan lapangan dan dokumentasi (Sugiyono, 2013).. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan observasi,wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data adalah proses mencari data, menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi, dengan cara mengornanisasikan data kedalam kategori, menjabarkan kedalam unit-unit, melakukan sintesis, menyusun kedalam pola memilih mana yang penting dan yang akan dipelajari dan membuat kesimpulan sehingga mudah dipahami oleh diri sendiri dan orang lain

Result & Discussion

Aplikasi ipusnas telah mampu memenuhi kebutuhan referensi dan informasi pada mahasiswa program studi perpustakaan dan ilmu informasi 2020. Pengguna mengakses aplikasi Ipusnas untuk memperoleh informasi yang diperlukan dalam menyelesaikan tugas perkuliahan. Pengguna menyadari bahwa akses ke berbagai koleksi buku dan materi dalam aplikasi ini membantu meningkatkan pemahaman dan pengetahuan mereka tentang berbagai topik yang relevan dengan mata kuliah yang pengguna ambil. Motif kognitif mencakup pertimbangan bahwa akses gratis ke iPusnas menjadi faktor utama dalam keputusan penggunaan aplikasi ini. Individu tersebut percaya bahwa akses ke Ipusnas secara gratis memungkinkan mereka untuk mendapatkan akses ke koleksi yang cukup lengkap, yang pada gilirannya membantu mereka memperluas wawasan dan pengetahuan mereka tentang berbagai informasi. Dengan kata lain, mereka menganggap Ipusnas sebagai sumber informasi yang berharga dan mudah diakses untuk meningkatkan pemahaman mereka tentang topik yang beragam.. Teori Uses and Gratifications menggaris bawahi bahwa individu menggunakan media berdasarkan kebutuhan mereka, termasuk pemenuhan informasi. Dalam konteks ini, motif kognitif ini menunjukkan bahwa penggunaan iPusnas dipandu oleh kebutuhan informasi mahasiswa dan keyakinan bahwa aplikasi tersebut dapat memenuhi kebutuhan tersebut dengan koleksi yang sudah ada dan dapat menambah wawasan mereka. Motif kognitif adalah alasan atau tujuan yang mendasari individu dalam menggunakan suatu teknologi atau aplikasi. Dalam konteks "Pemenuhan Referensi Perkuliahan Berbasis Aplikasi iPusnas", motif kognitif merupakan faktor-faktor yang mendorong mahasiswa untuk menggunakan aplikasi untuk menambah ilmu dan pengetahuan mereka dalam mencari dan mengakses referensi perkuliahan dalam memenuhi kebutuhannya. Faktor-faktor ini meliputi: • Kemudahan Penggunaan, Mahasiswa menggunakan iPusnas karena pengalaman pengguna yang mudah dan nyaman dalam mencari referensi perkuliahan. • Kualitas Koleksi, Koleksi yang ada didalam aplikasi ipusnas juga menjadi suatu alasan mengapa para informan atau pengakses aplikasi ipusnas menggunakan media tersebut untuk memenuhi kebutuhan akan referensi perkuliahan yang relevan, akurat, dan berkualitas tinggi. • Efisiensi dalam Pemenuhan Referensi, Penggunaan iPusnas didorong oleh kebutuhan untuk menghemat waktu dan usaha dalam mencari referensi perkuliahan. • Ketertarikan pada Teknologi dan Inovasi, Penggunaan iPusnas juga dipengaruhi oleh ketertarikan mahasiswa pada teknologi dan inovasi dalam pengalaman akademik mereka. Motif kognitif memainkan peran penting dalam penggunaan teknologi tersebut. Berbagai faktor, seperti kemudahan penggunaan, kualitas konten, efisiensi dalam pemenuhan referensi, serta ketertarikan pada teknologi dan inovasi, dapat menjadi pendorong utama bagi mahasiswa dalam menggunakan aplikasi ini. Tujuan individu tersebut dalam menggunakan Ipusnas adalah untuk memenuhi kebutuhan informasi dan sebagai referensi dalam menyelesaikan tugas-tugas kuliah. Mereka menganggap fitur-fitur yang tersedia di dalam aplikasi Ipusnas mudah diakses dan sangat membantu. Mereka lebih memilih menggunakan Ipusnas daripada aplikasi lain karena di sana mereka dapat memilih banyak buku sesuai kebutuhan mereka, sementara aplikasi lain mungkin tidak memiliki pilihan yang sebanyak itu. Dengan demikian, Ipusnas menjadi pilihan utama mereka karena kemudahan akses dan keberagaman pilihan buku yang ditawarkan. beberapa pengguna aplikasi ipusnas menggunakan aplikasi untuk mencari koleksi-koleksi yang berhubungan dengan perkuliahan mereka, atau buku yang berhubungan dengan literatur yang mendukung mereka dalam pendidikan perguruan tinggi dalam memenuhi kenginginan informasi, dan beberapa orang juga memanfaatkan koleksi nonfiksi yang ada di dalam aplikasi untuk menghibur diri mereka dan mengisi waktu dengan membaca novel,cerpen dan sebagainya. Selain motif kognitif dan penggunaannya aplikasi ipusnas juga mempunyai berbagai fiturfitur yang menarik yang sering digunakan oleh Pengguna atau oleh mahasiswa prodi perpustakaan dan ilmu informasi angkatan 2020 diantaranya yaitu : • Koleksi Buku Koleksi buku yang ada diipusnas merupakan kumpulan buku-buku yang dikelola oleh Perpustakaan Nasional Indonesia (IPUSNAS). Koleksi ini mencakup berbagai jenis publikasi seperti buku, jurnal, majalah, tesis, disertasi, laporan penelitian, dan materi lainnya dalam berbagai bidang ilmu dan topik. Koleksi buku ipusnas sangat beragam dan mencakup berbagai topik, mulai dari ilmupengetahuan alam, ilmu sosial, humaniora, hingga sastra dan seni. Selain itu, koleksi ini juga mencakup bahan-bahan referensi, literatur klasik dan kontemporer, serta publikasi-publikasipemerintah dan lembaga non-pemerintah. Buku-buku dalam koleksi IPUSNAS mencakup berbagai bahasa, termasuk bahasa Indonesia dan bahasa daerah, serta terkadang dalam bahasa asing seperti bahasa Inggris, Belanda, atau bahasa lainnya tergantung pada asal buku tersebut. Kesesuaian antara motif ini dengan teori uses and gratification yaitu bahwasanya aplikasi ipusnas menyediakan berbagai jenis koleksi yang beragam sehingga hal inilah yang memberikan keefektifan untuk digunakan dalam mencari referensi dan memenuhi kebutuhan pengguna. • Searching Fitur penelusuran buku pada iPusnas merupakan sarana yang disediakan agar pengguna dapat menelusuri bahan pustaka digital secara mudah. Fitur ini digunakan untuk pencarian buku, dengan memasukkan kata kunci dari buku yang ingin dicari, seperti hasil wawancara yang telah dilakukan bahwa fitur searching book ini sangat embantu para pengguna untuk menemukan koleksi yang mereka inginkan dengan mudah dan cepat. • E-Reader eReader merupakan fitur baca buku yang dilengkapi dengan TOC (Table Of Content/ daftar isi) dan Bookmark (suatu fitur untuk memudahkan pengguna menandai suatu halaman ketika ingin membaca kembali). Pengaturan tampilan ini untuk mengatur jenis transisi yang diinginkan pengguna, antara lain Transisi ke Bawah (default), Transisi ke Samping, Transisi Kertas Curl, serta pengaturan latar buku menjadi gelap/mode malam. Pada beberapa eBook juga memiliki fitur tambahan seperti pencarian kata atau kalimat dalam eBook yang akan memudahkan pengguna menemukan kata atau kalimat dalam buku tersebut.

Conclusion

Aplikasi ipusnas telah mampu memenuhi kebutuhan referensi dan informasi pada mahasiswa program studi perpustakaan dan ilmu informasi 2020. Pengguna mengakses aplikasi Ipusnas untuk memperoleh informasi yang diperlukan dalam menyelesaikan tugas perkuliahan. Pengguna menyadari bahwa akses ke berbagai koleksi buku dan materi dalam aplikasi ini membantu meningkatkan pemahaman dan pengetahuan mereka tentang berbagai topik yang relevan dengan mata kuliah yang pengguna ambil. Melalui aplikasi Ipusnas, pengguna dapat mengakses beragam materi dan referensi yang memperluas cakupan pengetahuan mereka di luar kurikulum akademis. Mereka merasa bahwa aplikasi ini memberikan kesempatan untuk mengeksplorasi topik yang lebih luas dan mendapatkan wawasan baru yang mungkin tidak tersedia di tempat lain. Pengguna menyoroti keunggulan perpustakaan digital seperti Ipusnas, termasuk kemudahan akses dan pilihan materi yang beragam. Mereka menemukan bahwa menggunakan aplikasi Ipusnas lebih praktis dan efisien daripada pergi ke perpustakaan fisik atau menggunakan aplikasi lain, karena mereka dapat dengan mudah menemukan dan mengakses buku yang mereka butuhkan tanpa batasan ruang dan waktu. Dengan demikian, pengguna aplikasi Ipusnas tidak hanya memanfaatkannya untuk kebutuhan akademis tetapi juga sebagai sarana untuk memperluas pengetahuan dan wawasan mereka secara menyeluruh, sambil mengapresiasi keunggulan yang ditawarkan oleh perpustakaan digital dalam hal aksesibilitas dan keberagaman sumber informasi.