ANALISIS USER INTERFACE PADA WEBSITE BERDASARKAN LEARNING THEORY AND THE SELF-RELIANT LIBRARY USER
Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta; Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta; Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta; Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta
Abstrak
Kualitas layanan perpustakaan digital dicontohkan oleh situs web perpustakaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji antarmuka pengguna situs web DPAD-DIY menggunakan teori pembelajaran dan kemandirian untuk perpustakaan. Metodologi kualitatif deskriptif digunakan dalam penelitian ini. Metode untuk menemukan data menggunakan dokumentasi dan observasi lokasi. Metode untuk analisis data menggunakan model Miles dan Huberman, termasuk reduksi data, penyajian, dan pengambilan kesimpulan. Menggunakan teknik triangulasi untuk menguji validitas data. Menurut temuan penelitian, antarmuka pengguna situs web DPAD-DIY dianalisis menggunakan teori pembelajaran dan kemandirian untuk perpustakaan. Ditemukan bahwa situs web tersebut mempertimbangkan sejumlah faktor signifikan saat membuat antarmuka penggunanya. Navigasi situs yang terstruktur dengan baik memudahkan pengguna untuk menavigasi dan menemukan apa yang mereka cari. Situs web tersebut mudah digunakan, dan pengguna dapat dengan cepat menemukan informasi yang mereka butuhkan. Pengguna dapat dengan mudah memahami prosedur pencarian informasi karena penyajian proses pengumpulan informasi yang lugas. Lebih jauh lagi, tersedianya sejumlah bahan referensi relevan membantu pengguna dalam memenuhi kebutuhan informasi mereka.
Abstract
The quality of digital library services is exemplified by the library's website. The purpose of this study is to examine the DPAD-DIY website's user interface using the learning and independence theory for libraries. A descriptive qualitative methodology is used in the study. methods for finding data using documentation and site observation. methods for data analysis using the Miles and Huberman model, including data reduction, presentation, and conclusion-making. Use triangulation techniques to test the data's validity. According to the study's findings, the DPAD-DIY website's user interface was analyzed using the theory of learning and independence for libraries. It was discovered that the website took into account a number of significant factors while creating its user interface.The site's well-structured navigation makes it simple for users to navigate and locate what they're looking for. The website is easy to use, and users can quickly locate the information they need. Users may easily comprehend the information search procedure because to the straightforward presentation of the information-gathering processes. Furthermore, the availability of several pertinent reference materials aids users in fulfilling their information requirements.
Keywords:
DPAD-DIY
· Learning Theory and The Self-Reliant Library User
· Website
Introduction
Perpustakaan sebagai lembaga yang menyediakan jasa bidang informasi. Kebutuhan informasi yang beragam bagi pemustaka membuat pengelola perpustakaan harus bijak dalam menyikapi hal tersebut. Menurut Basuki (1991) perpustakaan sebagai gedung yang berisi kumpulan buku yang dikelola untuk mencukupi kebutuhan pemustaka dan tidak diperjualbelikan. Koleksi yang dikelola tidak berbeda secara jenisnya saja, melaikan bentuk, dan subjek. Dahulu perpustakaan identik dengan koleksi cetak dan berwujud fisik yang memerlukan ruang dan rak. Kini telah ada terobosan untuk mengelola koleksi yang berwujud elektronik baik berbentuk teks, audio, maupun audio-visual (Sutarno NS, 2018). Seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi informasi, definisi perpustakaan pun ikut berkembang. Perpustakaan bukan hanya sekadar tempat fisik; pengunjung kini dapat langsung menjelajahi tempat tersebut. Melainkan, adanya inovasi layanan digital yang bisa diakses oleh pemustaka tanpa adanya halangan jarak dan waktu. Inovasi tersebut sebagai bentuk penyesuaian kebutuhan informasi yang terus meningkat (Fatimah, 2020). Layanan digital menjadi terobosan bagi pemustaka yang ingin mengunjungi perpustakaan secara virtual (Hartono, 2017). Layanan digital bisa berbentuk website ataupun aplikasi yang bisa diunduh melalui internet. Website perpustakaan berisi koleksi bahan digital yang membuat akses ke informasi masyarakat semakin mudah. Menurut Sutarsyah (2020) website perpustakaan dianggap sebagai representasi dari kualitas dari koleksi bahan pustaka dan harus tetap menarik, informatif, kreatif, dan up-to-date. Salah satu perpustakaan yang memiliki layanan digital berupa website adalah Dinas Perpustakaan Dan Arsip Daerah, Daerah Isitimewa Yogyakarta (Selanjutnya disebut DPAD-DIY). Penelitian ini dilakukan pada layanan digital melalui website http://dpad.jogjaprov.go.id/. Website DPAD-DIY dipilih karena ulasan pada google playstore pada aplikasi i-jogja saja. Penelitian terdahulu mengenai website DPAD-DIY belum dilakukan dan dianalisis menggunakan teori tertentu. Tujuan dari websitie tersebut untuk memudahkan pengguna dalam memenuhi kebutuhan informasi melalui koleksi digital yang disediakan. Terdapat penelitian terdahulu yang menilai desain antarmuka web e-learning dengan menggunakan human factors dan teknik interpretasi ergonomik (Geasela et al., 2018). Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain interface dan kemudahan penggunaan web dengan basis e-learning secara keseluruhan, namun ada yang perlu diperbaiki terutama fiturnya. Perbedaan penelitian ini dan sebelumnya terletak pada lokasi dan penggunaan teori belajar dan mandiri bagi pemustaka. Pendekatan ini belum pernah diterapkan pada website perpustakaan DPAD DIY, sehingga memberikan sudut pandang baru yang menggabungkan teori belajar dan kemandirian pengguna dalam konteks digital. Teori tersebut dikemukakan oleh Harold W. Tuckett and Carla J. Stoffle. Teori tersebut berisi 6 poin yang membahas mengenai belajar dan mandiri bagi pemustaka di perpustakaan (Tuckett & Stoffle, 1984). Teori tersebut sesuai dengan website DPAD DIY yang mengarahkan pengguna untuk mandiri dalam mencari informasi. Adapun isi learning theory and the self-reliant library terdiri dari mengkonseptualisasikan jenis dan ruang lingkup informasi untuk mengatasi suatu masalah, membayangkan langkah-langkah untuk mendapatkan informasi, menentukan jenis dan sumber referensi, memastikan ketersediaan sumber referensi. Memastikan, jika sumber referensi yang tepat tidak tersedia, baik jenis dan cakupan informasi yang dibutuhkan maupun langkah-langkah yang tepat untuk memperoleh informasi tersebut. Serta membuat penilaian tentang kualitas, ketepatan, dan keandalan informasi melalui proses penelitian berbasis perpustakaan. Website perpustakaan memegang peranan penting bagi pemustaka yang membutuhkan informasi. Mereka yang terhalang pekerjaan, waktu ataupun hal lain bisa memanfaatkan layanan website perpustakaan untuk memenuhi kebutuhan informasi (A. H. Allam & Dahlan, 2022). Penelitian ini penting dilakukan untuk menganalisis user interface pada website DPAD DIY berdasarkan teori belajar dan kemandirian pengguna. Penelitian ini memperkenalkan integrasi teori belajar mandiri dengan pemanfaatan teknologi informasi untuk layanan perpustakaan digital, yang menekankan pentingnya pengguna dapat mengakses dan mengelola informasi secara mandiri. Penelitian ini juga memberikan inovasi dalam analisis desain web perpustakaan, dengan memperhatikan elemen kemandirian pengguna dalam mencari dan mengevaluasi informasi, yang belum menjadi fokus dalam penelitian terdahulu.
Method
Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dalam penelitian ini. Penelitian kualitatif sebagai metode untuk memperolah data dari lapangan kemudian dipaparkan dalam bentuk uraian secara mendalam mengenai permasalahan yang diteliti (Sharan B. Merriam, n.d.). Sumber data primer penelitian ini berasal dari dari observasi dan dokumentasi yang dilakukan oleh peneliti. Sedangkan sumber data sekunder penelitian ini berasal dari buku, jurnal, ataupun artikel ilmiah lain yang berkaitan dengan permasalahan dari penelitian ini. Lokasi penelitian pada website DPAD DIY karena sesuai dengan teori belajar dan kemandirian bagi pengguna. Lokasi dipilih karena belum ada penelitian terdahulu yang menganalisis mengenai website tersebut dengan pendekatan teori belajar dan kemandirian pengguna. Metode pengumpulan data melalui observasi dan dokumentasi. Observasi dilakukan secara langsung pada website. Tujuan dari dokumentasi adalah untuk mengumpulkan informasi dari situs web dalam bentuk gambar. Model Miles dan Huberman digunakan dalam analisis data untuk mereduksi, menyajikan, dan menarik kesimpulan dari data (Moleong, 2017). Uji keabsahan dengan triangulasi teknik, yakni membandingkan hasil observasi dan dokumentasi untuk mendapatkan data jenuh (Sugiyono, 2017). Penulis menggunakan model teks naratif dengan memaparkan hasil penelitian dan pembahasan berupa teks.
Result & Discussion
a. Mengkonseptualisasikan Jenis dan Ruang Lingkup untuk Mengatasi Masalah Berdasarkan hasil pengamatan pada website milik DPAD-DIY sudah memenuhi poin konseptualisasi jenis dan ruang lingkup dalam mengatasi masalah. Pengguna diberikan opsional sesuai dengan kebutuhan mereka. User dapat menentukan menu apa yang cocok dan sesuai dengan kepentingan mereka. Website tersebut menyediakan berbagai menu yang diperuntukkan bagi pengguna untuk membantu dalam pencarian informasi. Seperti pada gambar dibawah ini. Gambar 1. Tampilan Homepage Website DPAD-DIY menyediakan menu-menu seperti home, profile, PPID, berita, perpustakaan, kearsipan, galeri dan link yang terkait. Dengan berbagai menu yang telah disediakan oleh DPAD-DIY, pengguna dapat merancang dan menentukan pilihan apa yang harus diambil dalam memenuhi kebutuhannya, terdapat beberapa opsional bagi pengguna sehingga memudahkan mereka dalam menelusuri informasi. Menu yang tersedia sebagai pengelompokan informasi dan memudahkan pengguna dalam mencarinya. Selain itu, pemilihan warna yang mencolok mempermudah pengguna dalam mengidentifikasi pada tampilan menunya. Opsional menu dengan menyesuaikan kebutuhan pengguna akan memudahkan mereka menyesuaikan kebutuhan dan tujuan mengakses website (Boucher & Yalçin, 2006). b. Membayangkan Langkah-Langkah untuk Mendapatkan Informasi Gambar 2. Tampilan Homepage Setelah pengguna mengetahui menu yang telah disediakan pada website DPAD-DIY, adanya langkah lanjutan untuk mendapatkan informasi. Poin tersebut sudah memenuhi aspek menentukan Langkah-langkah dalam mendapatkan informasi bagi pengguna. Pengguna dapat menentukan langkah selanjutnya dengan memilih menu dan informasi yang dibutuhkan. Contohnya Pengguna ingin mencari informasi mengenai layanan apa saja yang tersedia di DPAD-DIY, dengan memilih menu perpustakaan. Kemudian didalam menu perpustakaan terdapat lagu sub-menu mengenai layanan perpustakaan yang disediakan di DPAD-DIY. Dengan berbagai layanan yang tersedia, pengguna bisa menyesuaikan dengan kebutuhan informasi mereka. Adanya menu dan sub-menu yang rinci akan mempermudah Langkah pengguna dalam menemukan informasi(Geasela et al., 2018). c. Menentukan Jenis dan Sumber Referensi Gambar 3. Tampilan News di homepage Setelah pengguna mengetahui informasi yang dibutuhkan, mereka bisa mengakses sumber referensi. Point tersebut sudah memenuhi aspek menentukan jenis dan sumber informasi. Sumber referensi dapat diakses salah satunya dengan mengunjungi perpustakaan digital milik DPAD-DIY. Seperti yang telah disinggung diatas, bahwasanya DPAD-DIY menyediakan perpustakaan digital yang dapat diakses oleh siapapun dengan berbagai pilihan menu. Dengan berbagai menu yang ditawarkan oleh DPAD-DIY, pengguna dapat menentukan referensi yang tepat untuk memenuhi informasinya. Pengguna bisa menentukan jenis informasi yang dibutuhkan baik cetak maupun elektronik. Selain itu terdapat sumber informasi dalam bentuk visual dan audio-visual. Adanya opsi mengenai sumber dan jenis sumber referensi pada website, membuat pengguna bisa menyesuaikan dengan kebutuhan mereka (Rochmawati, 2019). d. Memastikan Ketersediaan Sumber Referensi Gambar 4. Tampilan homepage dan fitur link terkait Aspek penyediaan sumber referensi pada website DPAD-DIY cukup terpenuhi. Hal tersebut dapat dilihat dari berbagai macam informasi yang ditampilkan melaui fiturfiturnya. Kombinasi warna dan font cukup jelas terbaca bagi pengguna yang mengakses website. Jenis informasi dipilah dengan rapi seperti berita dan album baru. Selain itu, website juga menyediakan fitur pengelompokan jenis informasi seperti karya cetak, koleksi perpustakaan, dan arsip. Pada album baru informasi dikelompokkan berdasarkan foto atau video. Hal ini sangat membantu pengguna dalam memilah jenis informasi. Website DPAD-DIY sudah terkoneksi dengan Online Public Access Catalog (OPAC) untuk mempermudah pencarian informasi bagi pengguna. Selain itu, terkoneksi dengan berbagai layanan yang disediakan Pemprov DIY. Hal ini dapat dilihat pada website yang terkoneksi dengan Ijoga, Joglib, Balai Yanpus, dan situs lainnya. Koneksi website dengan situs lain memberikan kemudahan bagi pengguna Ketika informasi yang dibutuhkan tidak ada serta variasi dalam memilih sumber (A. & Ganggi, 2019). e. Memastikan, Jika Sumber Referensi yang Tepat Tidak Tersedia, Baik Jenis dan Cakupan Informasi yang Dibutuhkan Maupun Langkah-Langkah yang Tepat untuk Memperoleh Informasi Tersebut Gambar 5. Tampilan Koleksi Terdapat berbagai jenis informasi pada website DPAD-DIY seperti berita, arsip, galeri, koleksi, dan lain sebagainya. Point tersebut sudah memenuhi aspek Langkah selanjutnya jika sumber informasi tidak ditemukan. Langkah yang berbeda diperlukan pengguna untuk menentukan jenis informasi yang dicari. Pada fitur pencarian koleksi terdapat informasi yang cukup mendetail seperti ditampilkannnya ketersediaan, hak akses, lokasi, serta karya terkait. Pada pencarian juga terdapat fitur tampung (keranjang) yang membantu pengguna dalam mencari banyak koleksi dengan menampung terlebih dahulu. Apabila mereka tidak menemukan informasi tertentu, bisa memilih sumber referensi yang lain. Adanya opsional menu yang menyajikan berbagai sumber informasi bisa menjadi alternatif pengguna dalam menentukan pilihan (A. H. Allam & Dahlan, 2022). Tabel 1. Kesesuaian website DPAD-DIY dengan teori belajar dan mandir bagi pengguna
Conclusion
Dalam analisis user interface pada website DPAD-DIY berdasarkan teori belajar dan kemandirian pengguna perpustakaan sudah terpenuhi berdasarkan kriteria. Website telah memperhatikan beberapa aspek penting dalam mendesain antarmuka pengguna. Pengguna dapat dengan cepat menjelajahi situs web dan menemukan informasi yang mereka butuhkan berkat menu yang terorganisasi dan tidak ambigu. Langkah-langkah untuk memperoleh informasi pun disajikan dengan baik, memungkinkan pengguna untuk memahami proses pencarian informasi dengan jelas. Selain itu, keberadaan berbagai sumber referensi yang relevan juga membantu pengguna dalam memenuhi kebutuhan informasinya. Namun demikian, terdapat beberapa kekurangan yang perlu diperhatikan. Navigasi situs dapat ditingkatkan agar lebih intuitif dan mudah dipahami oleh pengguna. Detail dan kelengkapan informasi tentang koleksi dan layanan yang tersedia juga perlu diperbaiki untuk meningkatkan kejelasan bagi pengguna. Selain itu, interaktivitas antara pengguna dan situs dapat ditingkatkan melalui penambahan fitur-fitur yang memungkinkan interaksi yang lebih aktif, seperti kotak pencarian yang lebih canggih atau forum diskusi. Dengan memperbaiki kekurangan-kekurangan ini, website DPAD-DIY memiliki potensi untuk menjadi platform yang lebih efektif dalam memenuhi kebutuhan informasi pengguna dan meningkatkan pengalaman pengguna secara keseluruhan.