ANALISIS KEPEMIMPINAN KOORDINATOR PERPUSTAKAAN : STUDI KASUS DI PERPUSTAKAAN FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG
Universitas Diponegoro; Universitas Diponegoro
Abstrak
Penelitian ini untuk mengetahui gaya kepemimpinan yang digunakan, mengetahui tipe pemimpin dalam memimpin, dan untuk mengetahui karakteristik pemimpin yang dimiliki oleh koordinator perpustakaan Fakultas Hukum Universitas Diponegoro. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Subjek penelitian yang dijadikan sumber dalam penelitian ini sebanyak empat informan tenaga perpustakaan yang berkedudukan sebagai bawahan dan satu informan koordinator perpustakaan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Kesimpulan dari hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan yang digunakan koordinator perpustakaan Fakultas Hukum Universitas Diponegoro dalam memimpin adalah menggunakan gaya demokratis, pemberi motivasi dan pengarahan. Selanjutnya koordinator perpustakaan mempunyai tipe paternalistis dalam memimpin, dan tanggung jawab yang besar adalah karakteristik yang ada pada diri koordinator perpustakaan.
Abstract
This study is to determine the leadership style used, to determine the type of leader in leading, and to determine the characteristics of the leader possessed by the library coordinator of the Faculty of Law, Diponegoro University. The research method used in this research is descriptive qualitative. The research subjects who were used as sources in this study were four library staff informants who were subordinates and one library coordinator informant. The data collection technique was done by observing, interviewing, and studying the documentation. The conclusion from the research results shows that the leadership style used by the library coordinator of the Faculty of Law, Diponegoro University in leading is using a democratic style, giving motivation and direction. Furthermore, the library coordinator has a paternalistic type of leading, and big responsibility is the characteristic that exists in the library coordinator.
Keywords:
leadership style
· leader type
· leader characteristics
Introduction
Perpustakaan adalah suatu organisasi penyedia informasi yang terdiri dari berbagai sumber daya yang dikelola untuk mencapai tujuan bersama (Syihabuddin dkk, 2003: 271). Masalah yang ada di dalam organisasi perpustakaan dapat diselesaikan dengan menggunakan manajemen yang sesuai dengan kondisi perpustakaan itu sendiri. Manajemen yang dijalankan perpustakaan tidak jauh berbeda dengan manajemen yang ada di organisasi lain. Oleh karena itu, fungsi-fungsi dasar manajemen yang terdiri dari perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengawasan dapat diaplikasikan di perpustakaan (Sutarno, 2006: 134-135). Perpustakaan merupakan salah satu bentuk organisasi yang terdiri dari berbagai unsur diantaranya sumber daya manusia. Sumber daya manusia sangat berperan penting di dalam proses berlangsungnya kegiatan di perpustakaan, karena sumber daya manusia inilah yang melakukan seluruh kegiatan. Sumber daya manusia yang ada di perpustakaan tentunya perlu diatur, diawasi, dan dievaluasi agar kegiatan perpustakaan berjalan secara efektif dan efisien. Jadi diperlukan salah satu fungsi manajemen yaitu fungsi penggerak. Fungsi penggerak merupakan gabungan dari dua fungsi manajemen yang terdiri dari fungsi perencanaan dan fungsi pengorganisasian. Fungsi penggerak yang berlangsung di dalam kegiatan berorganisasi sangat berkaitan dengan tugas utama seorang pemimpin. Pemimpin perpustakaan merupakan salah satu dari sumber daya manusia yang bertugas merencanakan, mengorganisasikan, menggerakkan, mengendalikan seluruh sumber daya yang ada demi tercapainya tujuan perpustakaan. Cara pemimpin dalam merencanakan, mengorganisasikan, menggerakkan, mengendalikan sumber daya yang ada disebut dengan kepemimpinan. Ketika berbicara tentang kepemimpinan di suatu organisasi khususnya di perpustakaan perguruan tinggi, maka secara otomatis berkaitan dengan gaya kepemimpinan, tipe pemimpin, dan karakteristik pemimpin. Pada umumnya dikenal ada lima gaya kepemimpinan yaitu otokratis, demokratis, partisipatif, orientasi pada tujuan, dan situasional. Selanjutnya jika diterapkan pada kehidupan berorganisasi di perpustakaan, dari kelima gaya kepemimpinan tersebut, masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan. Berdasarkan cara yang digunakan seorang pemimpin dalam kegiatan memimpin di lingkungan tempat kerjanya, maka dapat diidentifikasikan menjadi beberapa tipe pemimpin yaitu otokratisasi, militeristis, paternalistis, laissez faire, dan demokratis. Seorang pemimpin seharusnya mempunyai karakteristik yang baik agar dapat menjalankan fungsi yang diembannya, sehingga visi dan misi suatu organisasi dapat tercapai. Menurut Goetsch dalam Nasution (2005: 201) menyatakan secara umum seorang pemimpin yang baik harus mempunyai karakteristik seperti memiliki tanggung jawab yang besar, dapat menjadi contoh, memiliki keterampilan yang baik, memberikan pengaruh yang baik, dan dapat menyakinkan orang lain. Peneliti memilih Perpustakaan Fakultas Hukum Universitas Diponegoro Semarang sebagai tempat penelitian yang berkaitan dengan kepemimpinan. Perpustakaan Fakultas Hukum Universitas Diponegoro Semarang adalah perpustakaan perguruan tinggi di bawah naungan Fakultas Hukum Universitas Diponegoro, sedangkan Fakultas Hukum merupakan fakultas pertama yang didirikan oleh Universitas Diponegoro Semarang. Artinya Fakultas Hukum Universitas Diponegoro Semarang lebih berpengalaman daripada fakultas lain yang ada di Universitas Diponegoro dalam hal manajemen kepemimpinan. Berdasarkan latar belakang yang diuraikan, peneliti ingin mengetahui kepemimpinan yang berada di Perpustakaan Fakultas Hukum Universitas Diponegoro Semarang, karena sebagai salah satu unit dibawah naungan Fakultas Hukum Universitas Diponegoro Semarang. II. TINJAUAN PUSTAKA / LANDASAN TEORI 1. Gaya Kepemimpinan Menurut Nasution (2005: 210-211) bahwa gaya kepemimpinan adalah cara yang digunakan pemimpin dalam berinteraksi dengan bawahan. Pada umumnya ada lima macam gaya kepemimpinan, yaitu: a. Kepemimpinan otokratis Kepemimpinan ini disebut juga kepemimpinan diktator. Orang yang menganut pendekatan ini mengambil keputusan tanpa berkonsultasi dengan para karyawannya. b. Kepemimpinan demokratis Kepemimpinan ini dikenal dengan kepemimpinan konsultatif. Orang yang menganut pendekatan ini mengambil keputusan dengan melibatkan atau berkonsultasi dengan para karyawannya. c. Kepemimpinan partisipatif Kepemimpinan ini dikenal dengan kepemimpinan terbuka. Orang yang menganut pendekatan ini hanya sedikit memegang dalam proses pengambil keputusan. d. Kepemimpinan berorientasi pada tujuan Kepemimpinan ini dikenal dengan kepemimpinan sasaran. Orang yang menganut pendekatan ini meminta karyawannya untuk memusatkan hanya pada tujuan yang ada. e. Kepemimpinan situasional Kepemimpinan ini dikenal dengan kepemimpinan tak tetap. Asumsi yang digunakan dalam gaya ini adalah bahwa tidak ada satupun gaya kepemimpinan yang tepat bagi setiap pemimpin dalam semua kondisi. 2. Tipe Pemimpin Menurut Buchari Alma dalam Fahmi (2012: 73) bahwa penjelasan tipe pemimpin sebagai berikut: a. Tipe karismatik Tipe pemimpin ini terdapat kekuatan energi, daya tarik yang luar biasa yang akan diikuti oleh para pengikutnya. b. Tipe paternalistis Tipe merujuk pada seorang pemimpin yang melindungi bawahannya sebagai seorang atau ibu. c. Tipe militeristis Tipe ketika seorang pemimpin menggunakan sistem perintah, sistem komando dari atasan ke bawahan yang bersifat otoriter. d. Tipe otokratis Tipe ini berdasarkan kekuasaan dan paksaan yang mutlak dipatuhi. e. Tipe laissez faire Tipe ini membiarkan bawahan berbuat semaunya sendiri. f. Tipe populistis Tipe ini mampu menjadi pemimpin rakyat, karena berpegang pada nilai-nilai masyarakat tradisional. g. Tipe administratif Tipe ini dimana pemimpin mempunyai kemampuan menyelenggarakan tugas-tugas administratif secara efektif h. Tipe demokratis Tipe ini berorientasi pada manusia dan memberikan kepada pengikutnya. 3. Karakteristik Pemimpin Secara umum menurut Goetsch dalam Nasution (2005: 201) menjelaskan bahwa seorang pemimpin yang baik harus mempunyai beberapa karakteristik. Hal ini misalnya: a. Tanggung jawab seimbang Keseimbangan yang dimaksud adalah antara tanggung jawab terhadap pekerjaan yang dilakukan dan tanggung jawab terhadap orang yang harus melaksanakan pekerjaan tersebut. b. Model peranan yang positif Seorang pemimpin yang baik mempunyai peran dalam memberikan panutan dan contoh bagi bawahannya. c. Memiliki keterampilan komunikasi yang baik Pemimpin yang baik harus bisa menyampaikan gagasan maupun ide secara ringkas dan jelas dengan cara yang tepat. d. Memiliki pengaruh positif Pemimpin yang baik memiliki pengaruh terhadap karyawannya dan menggunakan pengaruh tersebut untuk hal-hal yang positif. e. Mempunyai kemampuan untuk meyakinkan orang lain.
Method
Peneliti menggunakan metode deskriptif karena penelitian ini mempunyai tujuan untuk mendapatkan jawaban yang berupa pendapat, tanggapan, persepsi seseorang sehingga peneliti dalam membuat pembahasan menggunakan pendekatan kualitatif atau pembahasan yang menggunakan uraian kata-kata. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Menurut Moleong (2010: 6) mengatakan bahwa penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena yang dialami subjek penelitian secara holistic dengan cara deskripsi dalam bentuk kalimat dan bahasa dengan memanfaatkan berbagai metode ilmiah. Objek penelitian adalah kepemimpinan yang diterapkan oleh koordinator perpustakaan. Subjek penelitiannya adalah tenaga perpustakaan yang berkedudukan sebagai bawahan dari Koordinator Perpustakaan Fakultas Hukum Universitas Diponegoro Semarang. Penentuan informan dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling yaitu pemilihan sampel berdasarkan pertimbangan yang cermat dan tepat sesuai dengan harapan peneliti (Soegeng, 2006: 76). Peneliti mengambil informan kunci sebanyak empat dengan kriteria: a) Pegawai di Fakultas Hukum Universitas Diponegoro, b) Tenaga perpustakaan Fakultas Hukum Universitas Diponegoro, c) Mempunyai Koordinator Perpustakaan yang sama di Fakultas Hukum Universitas Diponegoro. Selanjutnya mengambil informan triangulasi sebanyak 1 (satu) dengan kriteria: a) Pegawai di Fakultas Hukum Universitas Diponegoro, b) Tenaga perpustakaan Fakultas Hukum Universitas Diponegoro, c) Berkedudukan sebagai Koordinator Perpustakaan Fakultas Hukum Universitas Diponegoro. Metode pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dan studi dokumentasi, sedangkan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara terstruktur, wawancara tidak terstruktur dan studi pustaka. Untuk analisis data peneliti menggunakan metode analisis data menurut Miles dan Huberman (Idrus, 2009: 147) yaitu melalui proses reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan/verifikasi data. Selain itu, menggunakan validitas data untuk menyampaikan keabsahan data supaya mendapatkan hasil yang benar-benar akurat. Sumber data yang digunakan meliputi: a. Data primer, yaitu data yang berupa teks hasil wawancara yang diperoleh dari wawancara dengan informan yang sedang dijadikan sampel. Data primer yang diperoleh dari hasil wawancara mendalam dari tenaga perpustakaan untuk memperoleh informasi tentang gaya kepemimpinan yang dilakukan koordinator perpustakaan dan karakteristik serta tipe pemimpin yang ada pada koordinator perpustakaan b. Data sekunder, yaitu data yang sudah tersedia dan dapat diperoleh oleh peneliti dengan cara membaca, melihat, dan mendengar.
Discussion
Peneliti menggunakan dua informan, yaitu 4 informan kunci dan 1 informan triangulasi. Informan kunci terdiri dari 4 tenaga perpustakaan akan diberi pertanyaan tentang kepemimpinan, sedangkan informan triangulasi terdiri dari 1 orang koordinator perpustakaan akan diberikan pertanyaan tentang kepemimpinan yang selama ini diterapkan. Informan kunci dapat dibagi menjadi dua berdasarkan jenis kelamin yaitu pekerja laki-laki dan pekerja perempuan. Pekerja laki-laki berjumlah dua orang yang terdiri dari satu orang dengan pendidikan D3 Perpustakaan dan satu orang tenaga administrasi perpustakaan dengan pendidikan SLTA. Pekerja perempuan berjumlah dua orang yang terdiri dari satu orang pustakawan dengan pendidikan S1 perpustakaan dan satu orang tenaga administrasi perpustakaan dengan pendidikan SLTA. Informan triangulasi terdiri dari satu orang pustakawan dengan pendidikan S1 Perpustakaan. 1. Gaya Kepemimpinan Menurut Nasution (2005: 210-211) menyatakan gaya kepemimpinan adalah cara yang digunakan pemimpin dalam berinteraksi dengan bawahannya. Pembahasan mengenai gaya kepemimpinan yang dimiliki Koordinator Perpustakaan Fakultas Hukum Universitas Diponegoro Semarang akan peneliti uraikan dalam beberapa hal, sebagai berikut: 1.1. Cara Koordinator Perpustakaan dalam Pengambilan Keputusan Berdasarkan informasi yang disampaikan informan kunci dan informan triangulasi, maka dapat disimpulkan cara yang digunakan koordinator perpustakaan dalam mengambil keputusan menggunakan cara demokratis dan berdasarkan situasi serta kondisi yang ada di perpustakaan. 1.2. Tindakan Koordinator Perpustakaan dalam Penyelesaian Masalah Berkaitan dengan Pekerjaan di Perpustakaan Berdasarkan informasi yang disampaikan informan kunci dan informan triangulasi maka dapat disimpulkan tindakan koordinator perpustakaan dalam menyelesaikan permasalahan dalam hal pekerjaan perpustakaan adalah menyelesaikan secara demokratis, dengan mengarahkan dalam menyelesaikan masalah, dan ikut serta dalam menyelesaikan permasalahan. 1.3. Cara Koordinator Perpustakaan dalam Penegakkan Peraturan Berdasarkan informasi yang disampaikan informan kunci dan informan triangulasi maka dapat disimpulkan koordinator perpustakaan cara menegakkan peraturan yang ada dengan secara tidak kaku. 1.4. Sikap Koordinator Perpustakaan dalam Mengemukakan Pendapat Berdasarkan informasi yang disampaikan informan kunci dan informan triangulasi maka dapat disimpulkan sikap yang ditunjukkan koordinator perpustakaan ketika tenaga perpustakaan lain mengemukakan pendapatnya adalah koordinator perpustakaan secara demokratis menerima masukan yang disampaikan oleh tenaga perpustakaan. 1.5. Cara Koordinator Perpustakaan dalam Memotivasi Bawahan Berdasarkan informasi yang disampaikan informan kunci dan informan triangulasi maka dapat disimpulkan bahwa cara koordinator perpustakaan dalam memotivasi tenaga perpustakaan dengan memberi contoh terlebih dahulu dan memberikan penghargaan berupa benda maupun kalimat-kalimat yang dapat memotivasi tenaga perpustakaan. 1.6. Tindakan Koordinator Perpustakaan Berkaitan Kinerja Bawahan Berdasarkan informasi dari informan kunci maupun informan triangulasi maka dapat disimpulkan bahwa menurut informan kunci koordinator perpustakaan memberikan apresiasi biasa saja ketika ada tenaga perpustakaan yang mempunyai kinerja yang baik, namun menurut informan triangulasi menyatakan koordinator perpustakaan memberikan reward kepada tenaga perpustakaan yang mempunyai kinerja yang baik. 1.7. Tindakan Koordinator Perpustakaan dalam Meningkatkan Kualitas Diri Bawahan Berdasarkan informasi yang disampaikan informan kunci dan informan triangulasi maka dapat disimpulkan bahwa koordinator perpustakaan mendorong tenaga perpustakaan untuk meningkatkan kualitas diri. 2. Tipe Pemimpin Pembahasan mengenai tipe pemimpin Koordinator Perpustakaan Fakultas Hukum Universitas Diponegoro Semarang akan peneliti uraikan dalam beberapa hal, sebagai berikut: 2.1. Daya Tarik Koordinator Perpustakaan Fakultas Hukum Undip Berdasarkan informasi yang disampaikan informan kunci dan informan triangulasi maka dapat disimpulkan bahwa daya tarik yang dimiliki koordinator perpustakaan ada disiplin kerja yang tinggi, tidak suka memerintah, pekerja keras. 2.2. Tindakan Koordinator Perpustakaan Berkaitan dengan Rotasi Pegawai Berdasarkan informasi yang disampaikan informan kunci dan informan triangulasi maka dapat disimpulkan bahwa koordinator perpustakaan berusaha mempertahankan tenaga perpustakaan yang hendak dipindah oleh Dekan sebagai pemimpin tertinggi dengan memberikan pertimbangan-pertimbangan dan alasan logis. 2.3. Tindakan Koordinator Perpustakaan Berkaitan dengan Kesalahan yang Dilakukan Bawahan Berdasarkan informasi yang disampaikan informan kunci dan informan triangulasi maka dapat disimpulkan bahwa yang dilakukan koordinator perpustakaan ketika ada tenaga perpustakaan yang telah melakukan kesalahan yang sangat fatal sehingga melibatkan Dekan sebagai pengambil keputusan tertinggi di lingkungan fakultas adalah koordinator perpustakaan terlebih dahulu memberikan teguran, nasehat, bimbingan terhadap tenaga perpustakaan tersebut sebelum diserahkan ke Dekan. 2.4. Cara Koordinator Perpustakaan dalam Memerintah Bawahan Berdasarkan informasi yang disampaikan informan kunci dan informan triangulasi maka dapat disimpulkan bahwa ketika ada pekerjaan yang melibatkan seluruh tenaga perpustakaan maka koordinator perpustakaan tidak langsung memerintah. Namun yang dilakukan adalah dengan memberi contoh dalam mengerjakannya, kemudian para pengelola ikut membantu. Jika pekerjaan yang sesuai dengan pekerjaan masing-masing tenaga perpustakaan, biasanya koordinator perpustakaan sudah memerintahkan dari awal tenaga perpustakaan bekerja. 2.5. Tindakan Koordinator Perpustakaan terhadap Bawahan yang Berbuat Semaunya Sendiri Berdasarkan informasi yang disampaikan informan kunci dan informan triangulasi maka dapat disimpulkan bahwa tindakan yang dilakukan koordinator perpustakaan ketika ada tenaga perpustakaan yang berbuat semaunya sendiri dalam menyelesaikan pekerjaan adalah koordinator perpustakaan mengingatkan dan menegur ke tenaga perpustakaan yang bersangkutan. Namun yang dilakukan bijak karena tidak secara langsung, sehingga dapat diartikan adanya proses bimbingan dari koordinator perpustakaan terhadap tenaga perpustakaan. 3. Karakteristik Pemimpin Pembahasan mengenai tipe pemimpin Koordinator Perpustakaan Fakultas Hukum Universitas Diponegoro Semarang akan peneliti uraikan dalam beberapa hal, sebagai berikut: 3.1. Latar Belakang Pendidikan yang Dimiliki Koordinator Perpustakaan Berdasarkan informasi yang disampaikan informan kunci dan informan triangulasi maka dapat disimpulkan bahwa latar belakang pendidikan yang dimiliki koordinator perpustakaan sudah sesuai dengan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) sebagai koordinator perpustakaan. Hal ini karena ijazah terakhir adalah sarjana ilmu perpustakaan dan sudah sesuai dengan permintaan Dekan. 3.2. Kompetensi yang Dimiliki Koordinator Perpustakaan Berdasarkan informasi yang disampaikan informan kunci dan informan triangulasi maka dapat disimpulkan bahwa kompetensi yang dimiliki koordinator perpustakaan sudah cukup baik, karena mempunyai pendidikan dan pengalaman yang cukup lama dibidang perpustakaan. 3.3. Tanggung Jawab yang Dimiliki Koordinator Perpustakaan Berdasarkan informasi yang disampaikan informan kunci dan informan triangulasi maka dapat disimpulkan bahwa tanggung jawab yang dimiliki koordinator perpustakaan sangat besar dan optimal, karena koordinator perpustakaan jika diberi amanah dari pemimpin selalu dijalankan dengan sebaik-baiknya, mengontrol, mengawasi. 3.4. Keteladanan Koordinator Perpustakaan Dari analisis mendalam ditemukan bahwa koordinator perpustakaan berusaha memberikan teladan dengan cara menerapkan disiplin kerja pada saat bekerja. Senada dengan Goetsch di dalam Nasution (2005: 201) yang menyatakan bahwa seorang pemimpin yang baik harus dapat dijadikan contoh bagi bawahannya. Berdasarkan informan kunci dan informan triangulasi maka dapat disimpulkan bahwa koordinator perpustakaan memberikan teladan yang baik bagi tenaga perpustakaan dengan memperlihatkan disiplin waktu pada jam kerja 3.5. Keterampilan Komunikasi Koordinator Perpustakaan Menurut pembahasan di atas tentang karakteristik pemimpin yang dimiliki oleh Koordinator Perpustakaan Fakultas Hukum Undip adalah koordinator perpustakaan mempunyai tanggung jawab yang besar. Untuk contohnya dengan memberikan contoh yang baik, berusaha meningkatkan kualitas diri dengan menempuh pendidikan dan kompetensi di bidang perpustakaan, berusaha berkomunikasi dengan baik dengan tenaga perpustakaan, serta mempunyai latar belakang pendidikan sarjana perpustakaan. 4. Kendala Koordinator Perpustakaan dalam Memimpin Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti, maka menurut peneliti Koordinator Perpustakaan Fakultas Hukum Universitas Diponegoro mempunyai kendala dalam memimpin di Perpustakaan yaitu koordinator perpustakaan lebih cenderung diam dan tidak mau langsung memerintah kepada tenaga perpustakaan, ketika ada pekerjaan yang melibatkan tenaga perpustakaan. Hal tersebut dilakukan karena koordinator perpustakaan tidak suka memerintah secara langsung, namun koordinator perpustakaan lebih memilih dengan memberi contoh kepada tenaga perpustakaan dalam melakukan suatu pekerjaan yang melibatkan tenaga perpustakaan. Selain itu, koordinator perpustakaan lebih mengutamakan pendekatan secara halus daripada pendekatan secara frontal. Hal tersebut sengaja dilakukan koordinator perpustakaan dengan maksud agar suasana kerja di lingkungan Perpustakaan FH UNDIP menjadi nyaman. Apabila tenaga perpustakaan dalam bekerja sudah merasa nyaman, diharapkan kinerja yang dihasilkan menjadi semakin baik sehingga diharapkan visi dan misi Perpustakaan FH UNDIP dapat tercapai.
Conclusion
Kesimpulan yaitu dari hasil jawaban dari informan kunci dan informan triangulasi menunjukkan dan membuktikan bahwa Koordinator Perpustakaan Fakultas Hukum Universitas Diponegoro Semarang lebih mendekati menggunakan gaya kepemimpinan demokratis. Gaya kepemimpinan demokratis yang diterapkan oleh koordinator perpustakaan sudah cukup baik dan cocok dengan situasi kerja perpustakaan tersebut. Hal ini terlihat ketika koordinator perpustakaan dalam mengambil suatu keputusan, menyelesaikan suatu masalah yang ada di perpustakaan, serta memberikan kebebasan tenaga perpustakaan dalam mengemukakan pendapat. Dari hasil jawaban dari informan kunci dan informan triangulasi menunjukkan dan membuktikan bahwa tipe pemimpin yang dimiliki Koordinator Perpustakaan Fakultas Hukum Universitas Diponegoro Semarang adalah tipe paternalistis. Tipe paternalistis terlihat ketika koordinator perpustakaan memberi contoh yang baik dalam hal bekerja, memberikan pengarahan serta bimbingan kepada tenaga perpustakaan. Dalam konteks ini, menunjukkan dan membuktikan bahwa karakteristik pemimpin yang dimiliki Koordinator Perpustakaan Fakultas Hukum Universitas Diponegoro Semarang adalah mempunyai tanggung jawab yang besar. Hal tersebut terlihat ketika koordinator perpustakaan menjalankan tugas dan wewenang yang diberikan oleh pimpinan fakultas dengan melakukan pengawasan kepada tenaga perpustakaan, memberikan contoh yang baik dalam bekerja, serta berusaha menjalin komunikasi yang baik dengan tenaga perpustakaan.