Kembali
16
1
2022 Maktabatun Jurnal Perpustakaan dan Informasi Vol 2 · 1 ISSN 2797-2275

Peran Pustakawan dalam Meningkatkan Kunjungan Peserta Didik di Perpustakaan SMA 4 Bulupoddo

Universitas Islam Makassar; Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Abstrak

Pokok Permasalahan yang dibahas pada penelitian ini adalah peran pustakawan dalam meningkatkan kunjungan peserta didik di perpustakaan SMA 1 Bulupoddo Kabupaten Sinjai. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana peran pustskawan dalam meningkatkan kunjungan di perpustakaan SMA 1 Bulupoddo Kabupaten Sinjai serta untuk mengetahui bagaimana keadaan minat kunjung peserta didik di perpustakaan SMA 1 Bulupoddo Kabupaten Sinjai. Dalam penelitian ini penulis menggunakan jenis penelitian deskriftif dengan pendekatan kualitatif, pengumpulan data yang dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi, informan dalam penelitian ini yaitu kepala sekolah, kepala perpustakaan, pustakawan, serta peserta didik, yang dipilih berdasarkan penetapan penulis yang mampu memberikan informasi dengan benar dan akurat. Adapun Teknik analisis data yang dilakukan adalah redukasi data yang disederhadakan dari hasil wawancara, penarikan kesimpulan dari hasil wawancara dan penyajian data. Hasil dari penelitian ini yang menunjukkan bahwa peran pustakawan dalam meningkatkan minat kunjung peserta didik ke perpustakaan SMA 4 Bulupoddo yaitu memberikan layanan prima dan memberikan hadiah bagi pemustaka yang rajin berkunjung serta minat kunjung peserta didik di perpustakaan SMA 4 Bulupoddo sudah baik berdasarkan hasil observasi di lapangan dan pernyataan berbagai sumber dalam kutipan wawancara yang dilakukan.

Abstract

The main problem discussed in this thesis research is the role of librarians in increasing student visits to the SMA 1 Bulupoddo library. The aim of this research is to find out the role of librarians in increasing visits to the library at SMA 1 Bulupoddo, Sinjai Regency and to find out what the state of student interest in visiting the library at SMA 1 Bulupoddo, Sinjai Regency. In this research the author used a type of descriptive research with a qualitative approach, data collection was carried out by means of observation, interviews and documentation. The informants in this research were the principal, head of library, librarian and students, who were selected based on the determination of the author who was able to provide information. correctly and accurately. The data analysis technique used is simplified data reduction from interview results, drawing conclusions from interview results and presenting data. The results of this research show that the role of librarians in increasing students' interest in visiting the SMA 4 Bulupoddo library is providing excellent service and giving gifts to users who frequently visit and students' interest in visiting the SMA 4 Bulupoddo library is good based on the results of observations in the field and statements from various sources in excerpts from interviews conducted.
Keywords: Reference Service · Libraryl · User Perception

Introduction

Perpustakaan merupakan bagian dari kebutuhan yang wajib dipenuhi di dalam kehidupan, terutama pada lingkup masyarakat, pelajar, mahasiswa dan kelompok-kelompok tertentu untuk menunjang aktivitasnya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan kata lain perpustakaan sudah bermasyarakat, namun kita juga dapat menyadari bahwa Sebagian masyarakat belum mendapatkan fasilitas dan layanan perpustakaan sebagaimana mestinya atau dengan kata lain belum layak untuk dikunjungi. Hal ini merupakan peringatan bagi kita semua untuk segera memenuhi tugas dan mengembangkan perpustakaan. Maksud dari pernyataan tersebut agar dapat memenuhi tugas dan fasilitas sebagai salah satu fungsi perpustakaan yakni memberikan informasi, ilmu pengetahuan, teknologi, dan budaya dalam rangka meningkatkan kecerdasan bangsa dan negara, meliputi kecerdasan spiritual, kecerdasan personal, kecerdasan intelektual, kecerdasan social dan kecerdasan emosional (Sutarno Ns, 2006). Pendidikan bagi bangsa yang sedang membangun seperti bangsa Indonesia saat sekarang ini merupakan kebutuhan mutlak yang wajib dikembangkan sejalan dengan tuntutan pembangunan secara bertahap. Pendidikan yang dikelola dengan tertib, efektif, teratur dan efisien berdaya guna dan berhasil guna akan mampu mempercepat jalannya suatu proses pembudayaan bangsa berdasarkan pokok pada penciptaan kesejahteraan umum dan kecerdasan kehidupan bangs akita, sesuai dengan tujuan nasional seperti tercantum dalam Alinea ke IV pembukaan UUD 1945. Berdasarkan uraian di atas tersedianya keberadaan perpustakaan memiliki kekuatan hukum, karena jelas tercantum dalam undang-undang di atas. Sehingga semestinya perpustakaan yang ada di setiap jenjang Pendidikan menjadi bagian yang tidak dapat terpisahkan dengan dunia Pendidikan. Perpustakaan sekolah memiliki peran yang sangat penting dalam komponen Pendidikan, keberadaannya tidak dapat dipisahkan dari lingkup sekolah. Perpustakaan sekolah sebagai salah satu sarana Pendidikan yang mempunyai fungsi sebagai penunjang kegiatan belajar siswa maupun guru demi terciptanya tujuan Pendidikan di sekolah. Selain itu perpustakaan sekolah juga sangat berperan dalam menunjang tercapainya target kurikulum Pendidikan, oleh karena itu perpustakaan sekolah merupakan bagian yang sangat penting dalam system Pendidikan. Hal ini berkaitan dengan tersedianya koleksi perpustakaan yang merupakan sarana fundamental bagi tercapainya tujuan Pendidikan yang telah ditetapkan (Sinaga Dian, 2011). Peran perpustakaan sekolah adalah sebagai salah satu sarana Pendidikan penunjang kegiatan belajar siswa yang memegang peranan yang sangat penting dalam tercapainya tujuan Pendidikan di lingkungan sekolah (Bafadal Ibrahim, 2005). Tujuan didirikannya perpustakaan sekolah ialah terbentuknya peserta didik yang melek informasi yang mempunyai budaya baca dan sumber belajar sepanjang hayat. Disisi lain perpustakaan berfungsi untuk mendukung Sistem Pendidikan Nasional sebagaimana diatur dalam Undang- Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Perpustakaan merupakan pusat utama informasi, ilmu pengetahuan, teknologi, kesenian dan kebudayaan. Sedangkan menurut penjelasan dalam Undang-Undang No. 20 Tahun 2003, tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) perpustakaan yaitu merupakan sarana penunjang proses belajar mengajar di sekolah. Keberadaannya sebagai salah satu komponen Pendidikan yang merupakan suatu kewajiban yang harus dipenuhi. Perpustakaan sekolah diselenggarakan oleh sekolah, dan pemanfaatannya sangat tergantung kepada upaya kepala sekolah, guru, pustakawan dan peserta didik. Sedangkan pengembangannya selain menjadikan tanggung jawab kepala sekolah, juga dapat melibatkan komite sekolah (Sutarno Ns, 2006b). Hal tersebut diperkuat lagi dengan dikeluarkannya Undang-Undang Republik Indonesia No. 43 Tahun 2007, tentang perpustakaan yang khususnya terdapat pada Bab VII Pasal 23 Ayat 1 menyatakan bahwa pada setiap sekolah atau madrasah menyelenggarakan perpustakaan yang memenuhi standar nasional perpustakaan dengan memperhatikan Standar Pendidikan Nasinal, serta terdapat pada ayat 4 tentang perpustakaan sekolah atau madrasah melayani peserta didik, Pendidikan kesatuan yang dilaksanakan di lingkungan satuan Pendidikan yang bersangkutan (Undang-Undang Republik Indonesia No 43 Tahun 2007 Tentang Perpustakaan, 2007). Terkait dengan perpustakaan sebagai salah satu sumber belajar, dalam kacamata Pendidikan perannya cukup penting. Karena proses belajar dapat berjalan efektif jika sumber belajarnya tersedia. Perkembangan ilmu pengetahuan dan informasi di segala bidang telah mengubah drastic kebudayaan manusia dan tidak dapat dipungkiri ada kaitannya dengan perpustakaan ilmu pengetahuan merupakan hal penting yang harus dimiliki dan dituntut dalam kehidupan manusia karena dengan ilmu pengetahuan, manusia dapat memahami dan mempelajari seluruh alam semesta dan Allah SWT. Meninggikan derajat manusia yang berilmu pengetahuan, seperti firman Allah SWT. dalam Q.S Al-Mujadalah/58: 11. Ayat tersebut menyebut secara tegas bahwa Allah akan meninggikan derajat orang berilmu. Dalam hal ini perpustakaan berfungsi sebagai penyimpan khasanah hasil pemikiran manusia. Hasil pikiran manusia itu dapat dituangkan dalam bentuk cetak maupun non cetak atau dalam bentuk elektronika. Seluruh hasil khasanah pemikiran tersebut disimpan dan dikelola secara sistematis di dalam perpustakaan untuk kepentingan masyarakat pemakai. Oleh sebab itu perpustakaan harus dimasyarakatkan dengan cara dipromosikan agar dapat diketahui dan dikunjungi serta dimanfaatkan oleh masyarakat. Pustakawan sangat berperan penting dalam memotivasi peserta didik untuk memanfaatkan perpustakaan sebagai bagian dari sumber belajar. Peran pustakawan sangat dibutuhkan sebagai bagi pemustaka dalam menelusuri atau mencari informasi dengan meduh, pustakawan juga harus menjadikan suasana perpustakaan seperti apa yang diinginkan pemustaka sehingga pemustaka bisa merasa nyaman di perpustakaan. Dengan melihat latar belakang di atas terkait dengan peran pustskawan dalam mendorong minat kunjung pemustaka, maka penulis tertaris melakukan penelitian dengan judul peran pustakawan dalam meningkatkan kunjungan peserta didik di perpustakaan SMA 4 Bulupoddo.

Method

Metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif adalah penelitian yang menggunakan wawancara untuk mendeskripsikan data yang penulis peroleh secara langsung dalam memperoleh gambaran yang jelas dan terperinci. Metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif adalah suatu rumusan masalah yang dapat membimbing peneliti untuk menyurvei keadaan social secara keseluruhan. Adapun tujuan analisis data kualitatif adalah mencari makna dibalik suatu data yang melalui dibalik pengakuan subyek-subyek pelaku di dalamnya. Peneliti dihadapkan oleh berbagai objek penelitian yang menghasilkan data yang membutuhkan analisis. Data yang didapatkan dari semua objek menghasilkan data yang membutuhkan analisis, penelitian ini masi belum jelas kaitannya, oleh karena itu diperlukan suatu analisis untuk mengungkap suatu kaitan secara jelas, sehingga menjadi pemahaman umum (Sandu Siyoto, 2015). Pada penelitian ini, peneliti akan berusaha keras untuk mengekspor data deskriptif secara keseluruhan yang berupa hasil observasi, wawancara, dokumentasi dan data tertulis sebagai pendukung. Untuk merealisasikan suatu hal tersebut peneliti turun langsung ke lapangan untuk mendapatkan data-data serta fakta tentang peran pustakawan dalam meningkatkan kunjungan peserta didik di perpustakaan SMA Negeri 4 Bulupoddo Kabupaten Sinjai. Beberapa Teknik pengumpulan data pada penelitian kualitatif yaitu: 1. Pedoman Wawancara Wawancara ialah suatu kejadian atau suatu proses interaksi antara peneliti dan sumber informasi atau orang yang diwawancarai melalui komunikasi secara langsung. Wawancara digunakan sebagai Teknik pengumpulan data apabila penelti ingin melakukan studi pendahuluan untuk menemukan permasalahan yang harus diteliti, Adapun data yang diperoleh melalui pedoman wawancara berupa pernyataan-pernyataan tentang peran pustakawan dalam mendorong minat kunjung peserta didik di SMA Negeri 4 Bulupoddo Kabupaten Sinjai. 2. Pedoman Observasi Teknik pengumpulan data melalui observasi yaitu mengunjungi secara langsung objek yang akan diteliti, cara yang paling efektif dalam pengumpulan data melalui observasi adalah dengan format atau blanko sebagai instrumen. Peran penting dalam melakukan observasi adalah peneliti itu sendiri. Peneliti/pengamat harus teliti dalam mengamati setiap kejadian, gerak atau proses. mengamati bukanlah hal yang mudah, karena manusia banyak dipengaruhi oleh kecenderungan-kecenderunga yang ada pada dirinya. Pada hasil pengamatan yang dilakuakn harus sama walaupun dilakukan oleh beberapa orang. 3. Checklist Dokumentasi Dokumentasi yaitu metode pengumpulan data yang dilakukan dengan mengambil dokumen-dokumen yang berkaitan dengan masalah yang menjadi fokus dari penelitian. Dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan data yang dapat menguatkan hasil wawancara dan observasi. Adapun data yang dapat diperoleh melalui dokumentasi dalam penelitian ini berupa dokumentasi wawancara yang kemudian dituliskan dalam bentuk script hasil wawancaranya dan dokumen lainnya tentang peran pustakawan dalam mendorong minat kunjung peserta didik.

Result & Discussion

SMA Negeri 4 Bulupoddo yaitu salah satu sekolah negeri yang terletak di kabupaten sinjai, kecamatan bulupoddo dan beralokasi di jln, Pendidikan No. 12 Aruhu Lamatti Riaja. SMA Negeri 4 Bulupoddo berdiri tahun 1985, saat ini memiliki bangunan permanen yang terdiri dari 13 ruangan kelas X, 1 ruangan perpustakaan, 1 ruangan laboratorium biologi, 1 ruangan laboratorium fisika, 1 ruangan laboratorium kimia, 1 ruangan kantor, dan 1 ruangan guru. Adapun terdapat visi, misi dan tujuan sekolah yang menjadi acuan dari penggerak sekolah yakni di antaranya kepala sekolah, tenaga kependidikan atau guru, dan peserta didik, dalam menjamin proses belajar mengajar di sekolah yang akan ketertibannya sesuai dengan aturan dan tanggung jawab yang berlaku. Guru atau tenaga kependidikan di SMP Negeri 4 Bulupoddo adalah alumni dari berbagai perguruan tinggi di sulawei selatan, guru yang mengajar sebanyak 53 orang terdiri dari 38 orang yang diakui sebagai guru tetap 15 orang guru tidak tetap, Adapun karyawan yang bekerja sebanyak 5 orang pegawai tetap dan 5 orang pegawai tidak tetap. Peserta didik SMA Negeri 4 Bulupoddo sebanyak 465 orang yang terdiri dari 155 orang peserta didik di kelas X, 158 orang peserta didik di kelas XI dan 153 orang peserta didik di kelas XII. Perpustakaan SMA Negeri 4 Bulupoddo mempunyai 4 orang pengelola dengan 1 orang sebagai kepala perpustakaan. Perpustakaan sekolah merupakan suatu unit kerja dari suatu Lembaga sekolah yang berupa tempat penyimpanan koleksi bahan Pustaka sebagai penunjang proses Pendidikan yang diatur secara sistematis untuk digunakan oleh pemustaka. Setiap perpustakaan mempunyai visi, misi dan tujuan perpustakaan itu sendiri, dengan adanya visi misi dan tujuan perpustakaan yang menjadi patokan dan tujuan yang harus dicapai oleh perpustakaan sekolah. Data tentang penelitian ini diperoleh dengan menggunakan wawancara semi terstruktur terhadap beberapa informan yang telah ditetapkan sebagai perolehan informasi yang berkaitan dengan tema penelitian yaitu peran pustakawan dalam meningkatkan kunjungan peserta didik, Adapun ulasan pembahasan yang akan penulis bahas pada penemuan hasil penelitian tersebut di antaranya: 1. Peran pustakawan dalam meningkatkan kunjungan di perpustakaan SMA Negeri 4 Bulupoddo. Dalam meningkatkan kualitas pelayanan perpustakaan tidak hanya cukup membangunan jasa informasi, tetapi juga bagaimana informasi itu dapat diserap, disebarluaskan dan dimanfaatkan secara efektif oleh peserta didik sebagai pengguna informasi atau dengan kata lain pemustaka. Untuk keefektivan informasi di perpustakaan sebagai peran penting yang dibutuhkan adalah seorang pustakawan dalam menjalankan dan menjamin terserapnya segala informasi yang tersedia di dalam perpustakaan. Adapun beberapa layanan di perpustakaan sekolah di antaranya: a. Layanan Prima Dengan demikian dalam meningkatkan pelayanan perpustakaan agar dapat menarik minat peserta didik untuk berkunjung maka seorang pustakawan perlu menyusun strategi yang tepat. Dari berbagai pernyataan dari beberapa pihak sekolah yang mengemukakan tentang pelayanan perpustakaan sudah semestinya memberikan layanan yang terbaik kepada pemustaka agar memberikan kesan yang baik kepada peserta didik sehingga peserta didik merasa senang berkunjung ke perpustakaan. Adapun pernyataan lain terkait dengan pengelola perpustakaan harus bertanggung jawab penuh dalam mengelola perpustakaan meskipun dengan berbagai keterbatasan yang ada, sebagaiaman yang diketahui bermasama bahwa pustakawan yang merangkap tugas sebagai guru tidak menjadi alasan penghambat dalam memberikan pelayanan terbaik kepada peserta didik. Dari uraian di atas dapat membuktikan bahwa pustakawan yang merangkap sebagai guru tidak menghambat berjalannya fungsi perpustakaan dengan baik berdasarkan pengamatan peneliti guru yang merangkap sebagai pustakawan tidak menghambat fungsi perpustakaan sebagaimana mestinya dan perpustakaan tetap ramai dikunjungi siswa untuk membaca dan mengerjakan tugas. Dari ulasan di atas dapat disimpulkan bahwa peran perpustakaan di SMA Negeri 4 Bulupoddo dalam meningkatkan minat kunjung sudah berjalan dengan baik sebagaimana mestinya. b. Strategi Pemanfaatan Pepustakaan Melalui wawancara peneliti dengan kepala sekolah SMA Negeri 4 Bulupoddo dijumpai suatu strategi kepala sekolah dalam memanfaatkan perpustakaan. Selain itu juga kepala sekolah memiliki program yang sangat menunjang dalam meningkatkan minat kunjung siswa dan memanfaatkan perpustakaa di antaranya program budaya baca yakni dilaksanakan 15 menit berkunjung ke perpustakaan sebelum jam pelajaran pertama dimulai. Pernyataan yang diungkapkan oleh kepala sekolah adalah bukti keseriusan sekolah dalam hal memanfaatkan perpustakaan untuk peserta pada khususnya dan juga tenaga kependidikan yang berada pada lingkup sekolah pada umumnya. Berdasarkan hasil wawancara para informan terkait dengan strategi yang dilakukan dalam meningkatkan minat kunjung pemustaka di perpustakaan sudah sangat baik dan sepatutnya menjadi contoh buat para pimpinan satuan pendidkan di tempat lainnya. 2. Keadaan Kunjungan Peserta Didik di Perpustakaan SMA Negeri 4 Bulupoddo. Minat kunjung pemustaka ke perpustakaan adalah dorongan dari dalam diri pemustaka yang dipengaruhi oleh beberapa faktor di antaranya keadaan lingkungan perpustakaan dan kualitas pelayanan yang diberikan pustakawan serta ketersediaan koleksi dalam perpustakaan. Minat kunjung dapat dilihat dan diukur dari jumlah suatu pengunjung di perpustakaan setiap harinya. Berdasarkan observasi penelitian dan keterangan narasumber, minat kunjung peserta didik SMA Negeri 4 Bulupoddo tergolong baik. Hal ini berdasarkan penuturan salah seorang pustakawan, yang menyatakan bahwa dari semua perpustakaan sekolah yang pernah saya kunjungi di sinilah siswa paling ramai baik itu meminjam buku, membaca dan mengerjakan tugas. Adapun pengungkapan yang sama oleh bapak kepala perpustakaan terkait dengan peserta didik yang datang ke perpustakaan pada saat istirahat dan jam pelajaran kosong. Berdasarkan hasil wawancara dengan informan terkait dengan minat kunjung peserta didik ke perpustakaan, maka penulis dapat menyimpulkan bahwa pada umumnya minat kunjung peserta didik di perpustakaan SMA Negeri 4 Bulupoddo tergolong baik.

Conclusion

Di dalam suatu perpustakaan yang mempunyai kualitas pelayanan yang baik, berarti perpustakaan tersebut telah berhasil membuat pemustaka merasa puas denga napa yang telah dilayankan di perpustakaan tersebut. Hal tersebut tidak terlepas dari peran penting para penentu kebijakan dalam hal ini yaitu kepala sekolah sebagai pimpinan unit pendidikan. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di Perpustakaan SMA Negeri 4 Bulupoddo terkait dengan Peran pustakawan dalam meningkatkan minat kunjung peserta didik di Perpustakaan SMA Negeri 4 Bulupoddo kabupaten Sinjai, maka dapat disimpulkan bahwa Peran pustakawan dalam meningkatkan minat kunjung peserta didik di Perpustakaan SMA Negeri 4 Bulupoddo yakni memberikan layanan prima dan pemberian hadiah bagi pemustaka yang rajin berkunjung ke Perpustakaan, sedangkan minat kunjung peserta didik di Perpustakaan SMA Negeri 4 Bulupoddo sudah baik berdasarkan hasil observasi di lapangan dan pernyataan berbagai narasumber dalam kutipan wawancara yang ada.