Kembali
16
1
2022 Maktabatun Jurnal Perpustakaan dan Informasi Vol 2 · 2 ISSN 2797-2275

Penerapan Etika Komunikasi Islam dalam Mewujudkan Hubungan yang Harmonis di Kalangan Mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam Angkatan 2019-2020

Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Abstrak

Latar belakang kajian masalah penelian ini bermula terdapat mahasiswa yang kurang baik dalam berkomunikasi di kalangan mahasiswa prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam pada Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan. Adapun tujuan penelitian ini ialah untuk Untuk mengetahui penerapan etika komunikasi Islam dalam mewujudkan hubungan yang harmonis di kalangan mahasiswa prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam pada Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan angkatan 2019-2020. Selanjutnya untuk mengetahui hambatan yang mempengaruhi etika komunikasi Islam dalam mewujudkan hubungan yang harmonis di kalangan mahasiswa pgram studi Komunikasi dan Penyiaran Islam pada Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan angkatan 2019-2020. Jenis metode penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan analisis datanya kualitatif dengan menggunakan metode penelitian deskriptif bertujuan untuk memperoleh gambaran data secara mendalam. Data diperoleh melalui wawancara, observasi dan dokumen. Dalam penelitian ini yang menjadi informan adalah mahasiswa/i program studi Komunikasi dan Penyiaran Islam angkatan 2019-2020.

Abstract

The background to the study of this research problem began with students who were not good at communicating among students of the Islamic Communication and Broadcasting Study Program at the Faculty of Da'wah and Communication at the State Islamic University of North Sumatra, Medan. The purpose of this research is to find out the application of Islamic communication ethics in creating harmonious relations among students of the Islamic Communication and Broadcasting study program at the Faculty of Da'wah and Communication, State Islamic University of North Sumatra, Medan, class of 2019-2020. Furthermore, to find out the obstacles that affect Islamic communication ethics in realizing harmonious relations among students of the Islamic Communication and Broadcasting study program at the Faculty of Da'wah and Communication, State Islamic University of North Sumatra, Medan, class of 2019-2020.
Keywords: Ethics · Islamic Communication · Harmonious Relations · Student

Introduction

Manusia adalah makhluk sosial yang membutuhkan manusia lain untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya. Manusia tidak dapat hidup sendiri, dan selalu ingin berinteraksi dengan orang lain yang akhirnya membentuk sistem sosial guna memenuhi kebutuhan hidupnya baik fisikal, psikologis dan sosial. Interaksi manusia dengan manusia lainnya membutuhkan komunikasi. Pada hakekatnya, komunikasi merupakan tindakan manusia sebagai pemenuhan kebutuhan untuk berinteraksi dengan orang lain. Komunikasi dikatakan sebagai suatu proses karena termasuk kegiatan dinamis yang berlangsung secara berkesinambungan. Proses tersebut merupakan proses yang disengaja. Komponen komunikasi mempunyai tugas atau karakter yang berbeda, namun saling mendukung terjadinya sebuah proses komunikasi, proses komunikasi juga memiliki tujuan. Tujuan manusia dalam berkomunikasi bermacam-macam yaitu ada hanya sekedar iseng, penyampaian informasi, menambah pengetahuan dan mengubah sikap atau perilaku. Hal ini sesuai dengan definisi komunikasi yang dikemukakan oleh Rogers dalam Cangara, yaitu suatu proses pengalihan ide dari sumber kepada satu penerima atau lebih dengan maksud mengubah perilaku.(Gusti Ayu R, 2021.) Pada perspektif Islam, komunikasi merupakan bagian yang tak terpisahkan dalam kehidupan manusia karena segala gerak langkah kita selalu disertai dengan komunikasi. Komunikasi yang dimaksud adalah komunikasi yang Islami, yaitu komunikasi berakhlak al-karimah atau beretika. Komunikasi yang berakhlak al-karimah berarti komunikasi yang bersumber kepada Alquran dan Hadist (Sunah Nabi). Serta komunikasi yang menimbulkan kebaikan, baik untuk sendiri maupun untuk orang lain.(Rahmat Hidayat,2017.) Tujuan akhir dari komunikasi dalam Islam adalah menjadikan komunikasi Islam sebagai alternatif dalam menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan yang sesuai dengan fitrah manusia. Kesuaian nilai-nilai komunikasi dengan dimensi penciptaan fitrah kemanusiaan itu memberi manfaat terhadap kesejahteraan manusia di dunia. Sehingga dalam perspektif ini, Komunikasi Islam merupakan proses penyampaian atau tukar menukar informasi yang menggunakan prinsip dan kaedah komunikasi seperti di dalam Alquran.(Nina Siti Salmaniah, 2021.) Etika merupakan ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral atau akhlak. Etika berkaitan dengan moral dan sopan santun, etika menunjuk pada tindakan manusia secara keseluruhan, mengantar orang pada bagaimana menjadi baik. Etika dengan demikian, mengajukan nilai-nilai bagaimana manusia itu dapat hidup secara baik dan juga menawarkan pola-pola etis dan aneka pertimbangan moral dalam menguji tindakan manusia. Etika juga menawarkan norma-norma hidup baik dan hendak membawa manusia kepada tingkah laku yang baik, sikap yang bertanggung jawab, menjunjung tinggi nilai kehidupan, dan mengedepankan kemanusiaan. Komunikasi juga menjadi bagian penting dalam memengaruhi etika manusia dalam berinteraksi. Etika komunikasi juga merupakan tata cara atau aturan serta norma yang mengatur manusia dalam proses atau kegiatan komunikasi. Untuk tercapainya komunikasi yang efektif, orang perlu memahami asas-asas komunikasi manusia. Sehingga etika komunikasi yang baik akan menciptakan hubungan yang baik dan harmonis antar manusia. Sebaliknya tanpa adanya pengetahuan etika komunikasi maka akan terjadinya kesalah pahaman yang menimbulkan perselisihan dan pertengkaran yang dapat memecah belahkan kehidupan manusia.(Qudratullah, 2021.) Untuk mewujudkan suatu hubungan yang harmonis antar sesama mahasiswa tentunya di perlukannya etika komunikasi yang baik dan efektif terutama ketika berada di lingkungan kampus Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan, yang di wajibkan untuk selalu menggunakan bahasa yang baik yang dan sopan sesuai ajaran agama Islam. Ajaran Islam sendiri telah meletakan dasar muslim, baik dalam komunikasi personal, antar personal, serta kelompok. Dengan begitu, dalam berkomunikasi dengan sesama mahasiswa sangat di perlukannya etika komunikasi Islam yang sebagaimana telah dipaparkan oleh Syukur Kholil bahwa ketika melakukan aktivitas komunikasi hendaknya memiliki etika komunikasi Islam yaitu, berkata jujur, keakuratan informasi, bebas dan bertanggung jawab, serta memberikan kritikan yang membangun.(Syukur Kholil, 2007.) Mahasiswa yang beretika akan sangat baik dan bermanfaat bagi diri sendiri dan juga orang lain, sehingga menjadi alat kontrol dalam melakukan aktivitasnya, serta berusaha memperbaiki dan menjaga moral, agar kelestarian moral tetap terjaga pula. Mengetahui keadaan dilapangan mengenai peristiwa-peritiwa yang sering peneliti ditemui di kampus Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, masih terdapat kurangnya etika dalam berkomunikasi. Adapun pelanggaran-pelanggaran yang sering terjadi, antara lain, cara mahasiswa berkomunikasi yang kurang sopan, berkata kasar antar mahasiswa dengan bahasa kekinian dan rasa menghargai satu sama lain antar mahasiswa yang kurang. Penerapan etika ini sangat penting di kehidupan mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), untuk menciptakan hubungan yang harmonis haruslah saling menghargai antar mahasiswa, memberikan pesan yang membangun, agar menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dalam proses berkomunikasi di lingkungan kampus Universitas Islam Negeri Sumatera Utara maupun diluar lingkungan kampus.

Method

Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan analisis datanya kualitatif dengan menggunkan metode penelitian deskriptif. Metode deskriptif ini digunakan untuk menjelaskan atau menggambarkan secara sistematis dan terperinci suatu fakta dalam memecahkan suatu masalah. Metode ini juga bisa digunakan pada penelitian yang bertujuan untuk mencari dan menemukan suatu teori dengan melakukan observasi lapangan dan kondisi alamiah.(Horonymus Ghodang, 2020.) Dalam penelitian ini peneliti melakukan wawancara terhadap mahasiswa program studi Komunikasi dan Penyiaran Islam angkatan 2019-2020 dengan mengambil informan sebanyak 20 orang berdasarkan kebutuhan data, metode ini merupakan suatu metode penelitian yang menekankan pada pemahaman mendalam terhadap suatu permasalahan tertentu yang dijelaskan secara deskriptif dan menggunakan analisis yang terperinci. Pada metode kualitatif ini data yang diperoleh melalui observasi (pengamatan), wawancara kepada informan penelitian selanjutnya melalui pencatatan, menggali informasi, dan menjabarkannya dalam bentuk suatu analisis. Pengambilan informan pada penelitian ini menggunakan Nonprobability sampling yang merupakan cara mengambil sampel yang membuat anggota populasi tidak mempunyai peluang guna dipilih menjadi sampel. Dalam penelitian ini, menggunakan teknik Snowball sampling yang merupakan cara menentukan sampel pada awalnya hanya berjumlah kecil dan kemudian pada akhirnya membesar. Awalnya hanya memilih satu atau dua individu, namun data dirasa belum lengkap dan tercukupi maka orang yang meneliti mencari individu lain lagi guna melengkapi kekurangan data yang dimiliki.(Hani Subakti, 2021.)

Result & Discussion

Adapun penelitian ini berdasarkan teori Syukur Kholil yang menyatakan bahwa etika komunikasi Islam terdiri dari bersifat jujur, keakuratan informasi, bebas dan bertanggungjawab, serta kritik yang membangun. Hasil dari wawancara dan observasi yang telah peneliti lakukan di Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Sumatera Utara menunjukan bahwa seluruh mahasiswa yang menjadi informan penelitian mengetahui etika komunikasi Islam dan juga menerapkannya salah satunya dengan selalu berusaha untuk berkata jujur ketika berkomunikasi dengan sesama di kalangan mahasiswa program studi Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan angkatan 2019-2020. Kemudian ketika hendak menyampaikan suatu pesan secara keseluruhan informan mempertimbangkan terlebih dahulu pesan yang akan disampaikan agar tidak menimbulkan hal-hal yang tidak baik dan dapat terjadinya kesalahpahaman dalam proses komunikasi serta menyinggung salah satu pihak ketika berkomunikasi, maka dengan begitu menurut seluruh informan pesan yang perlu disampaikan adalah pesan yang baik, bermanfaat, pesan yang mengandung nasihat, pesan yang jauh dari SARA, serta penting untuk disampaikan sedangkan pesan yang tidak perlu disampaikan kepada orang lain adalah pesan yang tidak penting bagi orang lain, pesan yang mengandung mudharat, pesan yang buruk seperti membicarakan aib orang lain, pesan hoax, pesan yang mengandung SARA dan lain sebagainya. Dengan begitu berdasarkan hasil wawancara seluruh informan menerapakan perkataaan yang jujur sebab perkataaan yang jujur pada etika komunikasi Islam adalah etika dalam komunikasi Islam jujur adalah hal yang amanah, sebab tidak menyampaikan hal-hal yang tidak diketahui, dan mempertimbangkan kelayakan suatu pesan untuk disampaikan kepada orang lain agar tidak menyinggung perasaan orang lain. Terdapat beberapa informan menerapkan keakuratan informasi secara keselurahan karena dalam menyampaikan sebuah informasi harus dengan data maupun fakta yang benar., menurut mereka dalam menyampaikan suatu pesan keakuaratan informasi juga sangat penting untuk diterapkan terutama pada mahasiswa/i Komunikasi dan Penyiaran Islam angkatan 2019-2020 agar pesan yang disampaikan berjalan dengan baik dan tidak merugikan orang lain nantinya serta dengan begitu tentu maka kita akan dapat dipercaya oleh orang lain. Kemudian terdapat sedikit informan masih menyampaikan pesan yang belum diketahui keakuratannya dan beberapa informan masih melakukan ghibah secara sadar dan tidak sadar serta ghibah dalam hal ini yaitu, sesuatu yang belum diketahui kebenarannya dan pesan sudah disebarluaskan sehingga hal seperti ini dapat menimbulkan fitnah tentu hal tersebut dapat merugikan orang lain, dengan begitu hal seperti ini bertentangan dengan salah satu etika komunikasi Islam yaitu keakuratan informasi, maka penerapan etika komunikasi Islam mengenai keakuratan Informasi pada mahasiswa/i Komunikasi dan Penyiaran Islam angkatan 2019-2020 sebagian sudah menerapkan dan sebagian lainnya masih belum optimal terealisasikan oleh beberapa mahasiswa/i Komunikasi dan Penyiaran Islam angkatan 2019-2020 . Selanjutnya seluruh informan menyatakan mereka bebas dalam berbicara dan tetap bertanggungjawab akan pesan yang disampaikan apabila pesan yang disampaikan benar adanya serta informan akan memperhatikan terlebih dahulu pesan yang akan disampaikan agar pesan tersebut dapat dipertanggungjawabkan. Maka daripada itu mahasiswa/i Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan angkatan 2019-2020 sudah menerapkan salah satu etika komunikasi Islam yaitu, bebas ketika menyampaikan pesan dan bertanggungjawab akan pesan yang disampaikan akan tetapi tetap menyaring pesan yang seperti apakah yang pantas dan tidak pantas untuk disampaikan kepada orang lain walaupun pesan tersebut memiliki kebenaran, seperti yang sudah dijelaskan bahwa dalam menyampaikan suatu pesan seorang komunikator bebas dalam berbicara akan tetapi, seorang komunikator tidak dapat memaksakan seluruh pesan yang disampaikan dapat diterima oleh orang lain bahkan pesan yang mengandung kebenaran sekalipun tidak dapat diberikan kepada orang lain. Selanjutnya penerapan salah satu etika komunikasi Islam yaitu, kritik yang membangun sudah lebih banyak diterapkan oleh mahasiswa/i Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi angkatan 2019-2020 dan sedikit mahasiswa yang belum optimal dalam penerapan kritik yang membangun oleh beberapa mahasiswa/i Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan angkatan 2019-2020. Berdasarkan wawancara dan observasi dengan mahasiswa/i dapat diketahui hubungan dengan sesama mahasiswa/i program studi Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan angkatan 2019-2020 sudah terjalin dengan baik dan silahtirami yang cukup baik hal tersebut dikarenakan etika komunikasi Islam yang sudah banyak diketahui dan juga diterapkan sehingga dapat mewujudkan hubungan yang memiliki keselarasan dan kedamaian tanpa ada perselisihan dan ketidaksepahaman sehingga menjadikan hubungan yang harmonis di kalangan mahasiswa program studi Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan angkatan 2019-2020. Dalam penerapan etika komunikasi Islam sendiri tentu tidak sulit dilakukan karena seluruh mahasiswa/i tentu sudah diberikan pembelajaran secara teori mengenai komunikasi Islam dan etika komunikasi Islam oleh dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi sehingga mahasiswa/i haruslah menerapkan teori tersebut pada diri sendiri. Kemudian adapun yang menjadi sulit dalam menerapkan etika komunikasi Islam itu sendiri karena tidak ada rasa kemauan untuk menerapkan etika komunikasi Islam dari mahasiswa/i tersebut di lingkungan sekitar. Terdapat beberapa faktor penghambat dalam penerapan etika komunikasi Islam di kalangan mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Sumatera Utara angkatan 2019-2020, seperti halnya adanya pemikiran acuh tak acuh sehingga kurangnya kesadaran mahasiswa dalam mempelajari etika komunikasi Islam terhadap tanggung jawab diri sendiri untuk menerapkan etika komunikasi Islam di lingkungan kampus kemudian adanya faktor lingkungan dari luar kampus sehingga menjadi suatu kebiasaan dan terbawa ke dalam ruang lingkup kampus, faktor lingkungan atau pergaulan dengan teman yang kurang baik tentunya menjadi faktor penghambat dan juga dapat mempengaruhi komunikasi seseorang, seperti yang diketahui bahwa setiap mahasiswa/i memiliki kepribadian serta lingkungan yang berbeda, terakhir faktor perkembangan zaman dan budaya asing yang dapat mempengaruhi gaya bahasa yang digunakan agar terlihat gaul dimata orang lain akan tetapi bertentangan dengan etika komunikasi Islam sehingga mahasiswa/i terbiasa menggunakannya di lingkungan kampus .

Conclusion

Setelah peneliti melakukan analisis terhadap data-data penelitian yang telah didapat dari lapangan dan telah diuraikan pada bab sebelumnya, maka dapat disimpulkan bahwa Penerapan Etika Komunikasi Islam dalam Mewujudkan Hubungan yang Harmonis di Kalangan Mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan angkatan 2019-2020, sudah lebih banyak terealisasikan ataupun dilaksanakan oleh mahasiswa/i dan terdapat beberapa mahasiswa yang belum optimal dalam menjalankan etika komunikasi Islam dalam berkomunikasi dengan sesama mahasiswa di lingkungan kampus khususnya pada Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan. Kemudian dengan lebih banyaknya mahasiswa yang memahami dan juga menerapkan etika komunikasi Islam tersebut membuat hubungan mahasiswa program studi Komunikasi dan Penyiaran Islam khususnya angkatan 2019-2020 di lingkungan kampus berjalan dengan baik dan juga harmonis sebab hubungan yang harmonis adalah hubungan yang memiliki keselarasan dan kedamaian tanpa adanya suatu perselisihan dan ketidaksepahaman. Adapun yang menjadi faktor penghambat dari penerapan etika komunikasi Islam dalam mewujudkan hubungan yang harmonis di kalangan mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Sumatera Utara Medan angkatan 2019-2020 yaitu, pengaruh lingkungan sosial dari luar kampus yang terbawa hingga ke dalam lingkungan kampus, kemudian pengaruh pergaulan teman, serta faktor budaya dan kurangnya kesadaran mahasiswa dalam mempelajari dan memahi etika komunikasi Islam.