Kembali
16
1
2022 Maktabatun Jurnal Perpustakaan dan Informasi Vol 2 · 2 ISSN 2797-2275

Peran Dinas Perpustakaan Dan Kearsipan Kabupaten Enrekang Dalam Meningkatkan Minat Baca melalui Gerai Baca Digital di Desa Bambapuang

Universitas Muhammadiyah Enrekang; Universitas Muhammadiyah Enrekang; Universitas Muhammadiyah Enrekang; Universitas Muhammadiyah Enrekang

Abstrak

Penelitian ini berjudul "Peran Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Enrekang dalam meningkatkan minat baca melalui Gerai Baca Digital di desa bambapuang". Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peranan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Enrekang dalam meningkatkan minat membaca melalui Gerai Baca Digital masyarakat desa bambapuang. Jenis penelitian ini adalah fenomenologi dan kajian pustaka dengan pendekatan Kualitatif. Hasil dari penelitian ini adalah peran Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Enrekang sangat berpengaruh pada minat baca masyarakat, baik kebijakan yang dibuat selanjutnya diimplementasikannya melalui Gerai Baca Digital, dengan memperkenalkan media digital sebagai media penelusuran informasi dan cara lain membaca buku dan mendapatkan e-book, Pojok baca sendiri memiliki peran yang sangat penting dalam menumbuhkan minat baca masyarakat desa bambapuang, hal ini terbukti dari antusiasnya anak-anak dan pengunjung lainnya yang memenuhi ruang Gerai Baca Digital. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa peran Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Enrekang dalam menghadirkan Gerai Baca Digital sangat membantu menumbuhkan minat membaca masyarakat desa bambapuang yaitu, sebagai fasilitator tempat membaca dengan berbagai media digital, sebagai bahan bacaan terdekat, tempat membaca yang nyaman dan tempat membaca yang menarik perhatian, sehingga dari beberapa peran tersebut membantu menumbuhkan minat membaca masyarakat desa bambapuang.
Keywords: Gerai Baca Digital · Minat Baca · Peran Dinas Perpustakaan dan Kearsipan

Introduction

Minat baca masyarakat sangatlah minim, terlihat pada kunjungan perpustakaan yang sedikit dan peminjaman buku yang sedikit. Hal tersebut disebabkan oleh fasilitas, kenyamanan dan bahan bacaan yang belum memenuhi kebutuhan pengunjung. Karna fasilitas dan bahan bacaan yang belum menarik ataupun sesuai kebutuhan, masyarakat pun enggan untuk melakukan kegiatan membaca dan menjadikan membaca sebagai suatu kebiasaan yang dapat meningkatkan kualitas Pendidikan seseorang. Setyawatira (2009) menyebutkan adapun indikator terjadi rendahnya minat baca dapat dihitung dari jumlah buku yang diterbitkan oleh negara indonesia sehingga ini masih jauh di bawah penerbitan buku di negara Malaysia, Singapura, apalagi India, atau negerai maju lainnya. Kondisi ini sangat memprihatinkan dan menjadi problem negara kita. Dalam hal ini Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Enrekang memiliki peran dalam memfasilitasi masyarakat dalam mengakses bacaan sehingga dapat meningkatkan minat baca masyarakat. Sehingga masyarakat mendapatkan bacaan yang berkualitas dan akses yang dekat dengan masyarakat. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Enrekang harus menjadikan ini sebagai indikator atas belum tercapainya perpustakaan sebagai pelayanan publik yang memenuhi kebutuhan masyarakat. Sebenarnya mengapa seseorang harus didorong untuk membaca buku sejak dini? kata orang bijak, buku merupakan jendela dunia. maka, kalau seseorang mau melihat ada "apa" dan "bagaimana” dunia luar bukalah buku memperluas literasi memperdalam edukasi. Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan telah mengamanatkan bahwa pembangunan sebuah perpustakaan yaitu bertujuan memberikan layanan kepada pemustaka atau pengunjung, meningkatkan kegemaran membaca serta sebagai tempat belajar sepanjang hayat (life learning). Selanjutnya hal ini telah di atur dalam Undang-undang Nomor 23 tahun 2014 tentang Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Enrekangan Daerah dan juga Peraturan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Enrekang Nomor 18 Tahun 2016 tentang Organisasi Perangkat Daerah di mana Perpustakaan ditetapkan sebagai urusan wajib non pelayanan dasar untuk menyediakan layanan yang sesuai dengan kemajuan teknologi infomasi dan komunikasi serta kebutuhan masyarakat dalam mendapatkan bahan bacaan dan informasi. Hal ini menegaskan bahwa Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Enrekang wajib dan bertanggung jawab dalam meyelenggarakan dan mengusahakan layanan perpustakaan sesuai dengan kemajuan teknologi infomasi dan komunikasi yang sehingga ini merupakan peran dan tugas serta fungsi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Enrekang dalam pembangunan. Selanjutnya Galib (2019) menyimpulkan bahwa Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Enrekang merupakan lembaga yang menyediakan jasa pelayanan informasi terhadap masyarakat tanpa mengenal jenis kalangan.

Method

Penelitian pada artikel ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekaatan fenomologi dan kajian pustaka (library research) yaitu dengan mendeskripsikan keadaan objek penelitian dan menggunakan sumber data berupa buku-buku referensi serta artikel-artikel jurnal ilmiah yang berkaitan dengan objek pada penelitian ini. Langkah-langkah pada penelitian ini meliputi observasi, pengumpulan data pustaka, membaca dan mencatat, lalu mengolah informasi yang sesuai dan diperlukan dalam menjawab rumusan masalah yang selanjtnya akan dipecahkan. Observasi dilakukan selama satu pekan sejak Layanan Gerai Baca Digital dibuka yaitu pada tanggal 28 September 2022 hingga 5 oktober 2022 di Desa Bambapuang. Adapun prosedur yang dilakukan dalam melakukan obeservasi pada objek penelitian dan studi pusataka pada penelitian ini meliputi: 1) mendeskirpsikan ide umum tentang isu pada penelitian, 2) mencari informasi dari topik penelitian, 3) Mencari dan menemukan sumber data sebagai referensi dan teori dasar berupa sumber pustaka utama yaitu buku dan artikel-artikel jurnal ilmiah, dan selanjutnya menganalisisa hasil observasi kemudian menganalisis informasi yang sesuai sehingga dapat menjawab rumusan masalah penelitian.

Result & Discussion

Tahun 2022 ini ada 2 Gerai Baca Digital di Kabupaten Enrekang mendapat bantuan Gerai Baca Digital berupa paket hardware, software, pendukung, buku cetak dan e-book. Tabel 1. Daftar Penerima Bantuan Pojok Baca di Kabupaten Enrekang Gerai Baca Digital Tahun 2022 Tempat Penerima Jumlah Titik Kantor Bupati Enrekang 1 Desa Bambapuang 1 Sumber: Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Enrekang Tahun 2022 Provinsi Sulawesi Selatan memiliki 24 kabupaten/kota yang terdiri dari 21 kabupaten dan 3 kota, dari tabel di atas menunjukkan bahwa sebanyak 2 tempat di Kabupaten Enrekang sudah menerima bantuan Gerai Baca Digital demi mewujudkan meningkatnya minat baca masyarakat. Tabel juga menunjukkan jumlah titik pojok baca adalah satu titik di setiap tempat, artinya Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Enrekang masih terus perlu berusaha menghasilkan produk kebijakan yang mendukung program Gerai Baca Digital agar terpenuhinya kebutuhan informasi masyarakat di tingkat daerah. Adapun fasilitas yang disediakan pada Gerai Baca Digital yaitu sebanyak 2 unit komputer yang telah di lengkapi dengan aplikasi iPusnas, Enrekang Digital Library, dan ePusda Enrekang yaitu aplikasi yang di kelola oleh perpusnas dan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Enrekang dengan kemudahaan masyarakat untuk dapat mengakses ribuan e-book secara gratis, aplikasi tersebut merupakan perpustakaan digital dimana melalui teknologi pemustaka dapat meminjam buku seperti layaknya meminjam buku pada perpustakaan, pemustaka bisa meminjam buku selama tiga hari sebanyak buku,sekaligus Perpusnas memperkenalkan aplikasi iPusnas sehingga tetap dapat mengakses iPusnas melalui gadgets dirumah masing- masing. Selain itu fasilitas yang ada adalah jaringan internet yangtelah dilanggan setiap bulannya, dan di GERAI BACA DIGITAL juga terdapat buku cetak berjumlah beberapa eksemplar dengan berbagai disiplin ilmu pengetahuan yang dapat dibaca langsung ditempat dengan nyaman dan tampilan Gerai Baca Digital yang menarik. GERAI BACA DIGITAL berlokasi di desa bambapuang, Gerai Baca Digital ini di tempatkan di depan gerai atau toko salah satu tokoh masyarakat di desa bambapuang karena letaknya yang strategis, beradadi jalan poros, dekat dari pos ronda, gedung pertemuan, sekolah-sekolah dan Mesjid, sehingga masyarakat dengan mudah untuk mengunjungi Gerai Baca Digital. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Enrekang berkerjasama dengan pengelola perpustakaan, pustakawan dan relawan kampung literasi. Gerai literasi Digital untuk menyukseskan program kampung literasi Desa Bambapuang yang menjadi fokus pendampingan literasi masyarakat. Peneliti melakukan observasi selama satu pekan sejak Layanan Gerai Baca Digital dibuka yaitu pada tanggal 28 September 22 hingga 5 oktober 2022 Antusias pengunjung sangat tinggi, bahan bacaan buku yang ada pada rak menjadi perhatian pengunjung, dikarenakan koleksi yang disediakan juga sangat menarik dan bagus. Adapun pengunjung dewasa yang menggunakan fasilitas digital seperti computer dan laptop. Petugas perpustkaan juga memperkenalkan ipusnas untuk dapat diginakan sehingga pengunjung dapat mengakses buku bacaan secera digital. Selama sepekan, rata-rata pengunjung Gerai Baca Digital sebanyak 25-55 orang perhari dan setiap harinya pengunjungpun meningkat. Pengunjung tidak hanya membaca buku, tapi juga memanfaatkan pojok baca sebagai tempat yang nyaman untuk bersantai dikarenakan fasilitas jaringan internet dan sofa. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Enrekang dalam hal ini di laksanakan oleh perangkat daerah terus melakukan promosi perpustakaan sebagai strategi untuk meningkatkan minat pengunjung untuk membaca di Gerai baca, petugas dari dinas perpustakaan pun melakukan beberapa kegiatan pada Gerai Baca Digital agar pengunjung merasakan manfaat dari Gerai baca digital. Dari hasil observasi dan analisis undang-undang yang telah ditetapkan dapat disimpulkan bahwa peranan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Enrekang dalam meningkatkan minat baca melalui Gerai Baca Digital sangat memberikan dampak bagi masyarakat baik dari segi kebutuhan masyarakat terhadap akses informasi, kebutuhan social lainnya seperti kenyamanan saat mebaca buku dan juga lokasi pojok baca yang sangat strategis yaitu berada di tempat yang mudah di akses. Gambar 1. Pengunjung GERAI BACA DIGITAL Dari gambar diatas menunjukkan pelatihan penggunaan Gerai Baca Digital untuk memudahkan pengguna dalam menggunakan Gerai Baca Digital, sehingga minat mereka untuk membaca juga menjadi tinggi, hal tersebut dikarenakan fasilitas dan bahan bacaan yang mereka butuhkan tersedia walapun masih ada beberapa bacaan yang belum memenuhi pencarian pemustaka.

Conclusion

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Enrekang memilik peran yang besar dalam mempengaruhi segala aspek kebutuhan sosial masyarakat, seperti pembangungan Pendidikan masyarakat dalam hal ini meningkatkan minat baca masyarakat, karna dengan meningkatkanya minat baca masyarakat Indonesia, kualitas ilmu pengetahuan dan Pendidikan masyarakat pun meningkat lebih baik. -Salah satu faktor yang dapat menghambatnya minat baca adalah sarana untuk memperoleh bacaan. Dalam hal ini, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Enrekang yang memiliki wewenang dalam memenuhi kebutuhan social masyarakat setempat memiliki peran untuk mengurangi faktor penghambat meningkatnya minat baca tersebut. Kesadaran akan literasi sangatlah penting, Literasi tidak hanya sebatas membaca dan menulis tetapi literasi merupakan kegiatan memahami informasi dan menggunakan informasi untuk menunjang pendidikan dan dapat menciptakan masyarakat yang maju. Peran Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Enrekang dalam meningkatkan minat baca melalui GERAI BACA DIGITAL dapat membangun literasi masyarkat desa bambapuang dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan berguna bagi masyarkat sekitar, sebagai ruang terbuka dalam membangun masyarakat literasi desa bambapuang. GERAI BACA DIGITAL tidak hanya menjadi program Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Enrekang tetapi juga menjadi tempat yang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dalam keberlangsungan hidup, fasilitas yang telah diberikan harus dapat digunakan sebaik mungkin sebagai layanan public dalam mengembangkan ilmu pengetahuan. Indonesia berkonsep Negara yang demokratif, dimana anak anak muda yang telah tersentuh oleh era digital, maka kedepan akan menjadi anak millennial yang bernotabe generasi yang membanggakan melalui Gerai Baca Digital. Peran Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Enrekang dalam meningkatkan minat baca melalui Gerai Baca Digital sangat berdampak dan membantu menumbuhkan minat membaca masyarakat desa bambapuang yaitu, sebagai fasilitator tempat membaca dengan berbagai media digital, sebagai wadah bahan bacaan terdekat, tempat membaca yang nyaman bagi pemustaka serta tempat membaca yang menarik perhatian pengunjung, sehingga dari beberapa peran tersebut GERAI BACA DIGITAL menjadi factor dapat meningkatkan minat baca masyarakat desa bambapuang.