Perilaku Vandalisme Pemustaka terhadap Bahan Pustaka di Perpustakaan SMP IT Ar-Rahmah Makassar
Universitas Muhammadiyah Sinjai; Sekolah Menengah PertamaIT Anugrah Hidayah; Sekolah Dasar Inpres Sambung Jawa 1
Abstrak
Penelitian ini berjudul "Perilaku Vandalisme Pemustaka terhadap Bahan Pustaka di Perpustakaan SMP IT Ar-Rahmah Makassar" akan fokus pada analisis perilaku vandalisme yang dilakukan oleh siswa terhadap koleksi bahan pustaka di lingkungan sekolah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab serta dampak dari tindakan vandalisme tersebut, dengan tujuan akhir memberikan rekomendasi strategi pencegahan yang efektif. Studi ini menggunakan metode observasi langsung dan wawancara terstruktur dengan siswa, pustakawan, dan staf sekolah untuk mengumpulkan data mengenai frekuensi, jenis, dan motif di balik tindakan vandalisme. Analisis data dilakukan untuk mengidentifikasi pola perilaku vandalisme serta faktor sosial dan psikologis yang mempengaruhi perilaku tersebut. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan pemahaman mendalam tentang dinamika vandalisme di perpustakaan sekolah, serta menyediakan dasar yang kuat untuk mengembangkan strategi intervensi yang tepat dan berkelanjutan. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan keamanan, perawatan fasilitas, dan pengalaman belajar di Perpustakaan SMP IT Ar-Rahmah Makassar.
Abstract
This research, entitled "Vandalism Behavior of Librarians towards Library Materials in the SMP IT Ar-Rahmah Makassar Library" will focus on the analysis of vandalism behavior carried out by students towards collections of library materials in the school environment. This research aims to identify the causal factors and impacts of vandalism, with the ultimate aim of providing recommendations for effective prevention strategies. This study uses direct observation methods and structured interviews with students, librarians, and school staff to collect data regarding the frequency, types, and motives behind acts of vandalism. Data analysis was carried out to identify patterns of vandalism behavior as well as social and psychological factors that influence this behavior. It is hoped that the research results will provide an in-depth understanding of the dynamics of vandalism in school libraries, as well as provide a strong basis for developing appropriate and sustainable intervention strategies. Thus, it is hoped that this research can make a significant contribution in improving security, facility maintenance and learning experiences at the Ar-Rahmah Makassar IT Middle School Library.
Keywords:
Vandalism
· Book
· Library
· School
· Vandalisme
· Bahan Pustaka
· Perpustakaan
· Sekolah
Introduction
Perkembangan era informasi yang kian merambah ke hampir seluruh aspek relung kehidupan manusia, menuntut masyarakat memiliki tingkat kebutuhan informasi yang lebih. Salah satu unsur dalam masyarakat yang sangat membutuhkan adalah para pelajar khususnya di sekolah. Sekolah merupakan salah satu area yang memiliki tujuan atau fungsi menghadirkan proses belajar mengajar. Maka perpustakaan hadir untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Sayangnya, kehadiran perpustakaan belum mampu menyertai kesadaran penggunanya dalam merawat bahan pustaka perpustakaan itu sendiri. Tidak dapat dipungkiri, salah satu dampaknya adalah adanya tindakan vandalisme yang dilakukan pengguna (siswa) di perpustakaan. Tindakan vandalisme yaitu, “Tindakan perusakan bahan pustaka melalui menyobek, membakar, membasahi dan lain-lain. Mengenalkan virus secara sengaja pada program komputer atau menekan disket database juga termasuk ke dalam tindakan vandalisme” (Muhammad, Komariah & Kurniasih: 2019). Kerusakan pada koleksi bahan pustaka tidak sepenuhnya disebabkan oleh kondisi alam seperti tingkat kelembapan udara, terkena sinar matahari terlalu sering, maupun adanya hewan perusak. Faktor manusia sebagai pemustaka juga sangat berpengaruh terhadap rusaknya bahan pustaka tersebut. Manusia dalam hal ini yakni pengguna perpustakaan yang tidak bisa jadi tidak menutup kemungkinan (Ma'rifah: 2021). Vandalisme di perpustakaan merupakan suatu bentuk pelanggaran aturan atau kejahatan terhadap koleksi bahan pustaka seperti mencoret, memberi warna, memberi gambar-gambar tidak bermakna sehingga dapat merusak informasi yang terkandung di dalamnya (Oktaviani & Nabila: 2023). Adapun jenis tindakan vandalime berdasarkan motivasi pelakunya yaitu berupa acquisitive vandalism, tactical vandalism, vindicitive vandalism, malicious vandalism dan play vandalism. Jenis acquisitive vandalism adalah vandalisme yang dilakukan dengan motivasi untuk mendapatkan uang atau properti. Jenis tactical vandalism adalah vandalisme yang dilakukan dengan motivasi mencapai suatu tujuan tertentu, seperti memperkenalkan suatu ideologi. Jenis vindicitive vandalism adalah vandalisme yang dilakukan dengan motivasi untuk membalas dendam atas suatu kesalahan. Jenis malicious vandalism adalah vandalisme yang dilakukan karena pelaku vandalisme mendapat kenikmatan dengan memberikan gangguan pada orang lain, atau merasa terhibur saat menghancurkan properti milik orang lain. Jenis play vandalism adalah vandalisme yang dilakukan dengan motivasi untuk menunjukkan dan mendemonstrasikan kemampuan yang dimiliki, dan bukan bertujuan untuk menganggu orang lain (Madaul, Indah & Syam: 2023). Vandalisme atau perusakan koleksi yang banyak terjadi di perpustakaan tentu membuat dampak yang besar yaitu menimbulkan kerugian. Kerugian yang akan ditanggung perpustakaan dapat berupa kerugian finansial maupun kerugian sosial. Perpustakaan harus mengeluarkan dana tambahan untuk melakukan kegiatan perbaikan koleksi perpustakaan yang dimilikinya. Selain merugikan secara finansial akibat perilaku vandalisme juga merugikan sesama pemustaka, yaitu dapat mengurangi jumlah koleksi, dan juga dapat menghalangi transfer ilmu pengetahuan. Kerugian sosial yang akan diterima oleh perpustakaan yaitu berkurangnya kepercayaan pengguna koleksi perpustakaan atas kelengkapan maupun keakuratan koleksi yang dimiliki oleh perpustakaan (Sewi: 2020). Adapun penelitian terdahulu yang berkaitan dengan vandalisme di perpustakaan, penelitian yang berjudul "Vandalisme Koleksi di Perpustakaan SMA Negeri 8 Pekanbaru" yang ditulis oleh Citra, Rosman dan Rismayeti yang penelitiannya menunjukkan bahwa, Vandalisme yang paling sering terjadi di Perpustakaan SMA Negeri 8 Pekanbaru adalah jenis Vandalisme coret - mencoret halaman tertentu sebanyak 38,26% yang berarti hampir setengah dari 99 sampel terjadi tindakan Vandalisme tersebut, selain itu jenis Vandalisme yang juga terjadi adalah Pelipatan halaman tertentu yang berjumlah 26,95%, Perobekan pada halaman tertentu sebanyak 24,35%, Buku yang tidak dikembalikan sebanyak 4,35%, Menuliskan poin pada margin buku 1,74%, serta jenis Vandalisme Menandai kalimat dengan pena berwarna sebanyak 4,35%. Sedangkan untuk jenis Vandalisme Pengguntingan gambar-gambar tertentu, Pengeratan dan pembetotan halaman, Memanfaatkan kartu anggota perpustakaan milik orang lain, Penjiplakan/plagiat karya ilmiah, Mutilasi dan pencurian buku perpustakaan tidak ditemukan di Perpustakaan SMA Negeri 8 Pekanbaru dengan persentase 0%. Selain itu, penelitian lainnya yang berjudul “Perilaku Vandalisme Bahan Pustaka di UPT Perpustakaan Universitas Bengkulu" oleh Nanik Rahmawati. Hasil penelitiannya menunjukkan, Berdasarkan hasil pengecekan langsung bahan pustaka di rak dapat disimpulkan bahwa bahwa, Berdasarkan hasil observasi dan penelitian terhadap koleksi Perpustakaan diperoleh banyaknya koleksi yang paling banyak tervandalisme adalah 773 eksemplar. Dari banyaknya koleksi yang tervandalisme terdapat koleksi yang tervandalisme yaitu dari golongan 300 (ilmu sosial). Koleksi yang tervandalisme banyak terdapat coret-coret yang tidak jelas sebanyak 72 eksemplar. Adanya sobekan terhadap bahan pustaka sebanyak 60 eksemplar. Sedangkan sebagian teks hilang sebanyak 13 eksemplar. Jadi jumlah koleksi seluruhnya dari golongan 300 yang tervandalisme sebanyak 305 eksemplar. Dengan jumlah sekian banyak koleksi yang tervandalisme, maka dapat disimpulkan bahwa koleksi golongan 300 ini sering ditelusur oleh pengguna karena jurusan atau program studi di Universitas Bengkulu banyak menggunakan golongan 300 sebagai bahan kuliah. Dari golongan 300 yang paling banyak tervandalisme yakni golongan 330 (ilmu ekonomi). Manajemen yang efektif adalah kunci untuk mengatasi vandalisme di perpustakaan. Manajemen perpustakaan harus menciptakan kebijakan dan prosedur yang jelas untuk mencegah tindakan vandalisme, termasuk pemantauan yang ketat dan penggunaan teknologi seperti kamera pengawas. Selain itu, pendidikan dan kesadaran bagi pengunjung tentang pentingnya menjaga fasilitas perpustakaan juga sangat penting. Langkah-langkah ini dapat membantu menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif bagi semua pengguna perpustakaan, serta melindungi aset berharga yang dimiliki perpustakaan. Dengan manajemen yang baik, perpustakaan dapat meminimalisir kerugian akibat vandalisme dan memastikan layanan tetap berjalan dengan optimal (Sudarsana dkk: 2018). Perpustakaan dapat mengambil berbagai upaya untuk mengatasi vandalisme, salah satunya dengan meningkatkan keamanan melalui pemasangan kamera pengawas di area strategis dan penempatan petugas keamanan yang berpatroli secara rutin. Selain itu, perpustakaan juga bisa mengadakan program edukasi untuk pengunjung tentang pentingnya menjaga fasilitas umum dan dampak negatif vandalisme. Penyuluhan ini bisa dilakukan melalui seminar, poster, dan media sosial. Melibatkan komunitas lokal dan membangun rasa memiliki di antara pengunjung juga bisa menjadi strategi efektif, di mana pengunjung diberdayakan untuk melaporkan tindakan mencurigakan. Terakhir, memperbaiki fasilitas yang rusak secara cepat dapat memberikan pesan bahwa perpustakaan serius dalam menjaga fasilitasnya, sehingga dapat mengurangi motivasi pelaku untuk melakukan vandalisme (Oktaviani: 2023). Perpustakaan SMP IT Ar Rahmah Makassar merupakan pusat informasi dan pembelajaran yang penting bagi para siswa dan staf sekolah. Terletak di lingkungan sekolah yang nyaman dan kondusif, perpustakaan ini dirancang untuk mendukung kegiatan akademik serta meningkatkan minat baca siswa. Koleksinya mencakup beragam buku pelajaran, literatur umum, ensiklopedia, serta bahan bacaan lainnya yang relevan dengan kurikulum sekolah. Selain itu, perpustakaan ini juga dilengkapi dengan fasilitas teknologi informasi seperti komputer dan akses internet untuk menunjang penelitian dan tugas sekolah. Dengan suasana yang tenang dan tertata rapi, perpustakaan SMP IT Ar Rahmah Makassar berkomitmen untuk menciptakan lingkungan belajar yang inspiratif dan produktif bagi seluruh komunitas sekolah. Program kegiatan perpustakaan SMP IT Ar Rahmah Makassar dirancang untuk mendukung dan memperkaya pengalaman belajar siswa. Salah satu program unggulan adalah "Jam Baca", di mana siswa didorong untuk membaca selama waktu tertentu setiap hari, baik di dalam maupun di luar perpustakaan. Selain itu, perpustakaan mengadakan "Diskusi Buku" secara rutin, di mana siswa dapat berbagi pandangan dan analisis mereka tentang buku yang telah mereka baca. Program "Storytelling" juga sering diadakan untuk siswa kelas bawah, guna meningkatkan keterampilan mendengarkan dan daya imajinasi mereka. Perpustakaan juga menyediakan workshop terkait literasi informasi, di mana siswa diajarkan cara mencari dan menggunakan informasi secara efektif. Program "Perpustakaan Digital" memperkenalkan siswa pada penggunaan sumber daya elektronik dan digital, termasuk e-book dan jurnal online. Semua kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan minat baca, keterampilan literasi, dan pemahaman informasi siswa, serta mendukung pencapaian akademik mereka secara keseluruhan. Penelitian tentang vandalisme di perpustakaan SMP IT Ar Rahmah Makassar sangat penting dilakukan untuk memahami penyebab, dampak, dan cara efektif mengatasinya. Dengan melakukan penelitian, pihak sekolah dapat mengidentifikasi faktor-faktor yang memicu perilaku vandalisme, baik dari sisi internal seperti sikap dan perilaku siswa, maupun dari sisi eksternal seperti kurangnya pengawasan atau fasilitas yang tidak memadai. Hasil penelitian ini dapat digunakan untuk merancang strategi pencegahan yang lebih tepat sasaran dan efektif, seperti meningkatkan keamanan, edukasi tentang dampak negatif vandalisme, serta melibatkan siswa dalam menjaga kebersihan dan ketertiban perpustakaan. Selain itu, penelitian ini juga bisa menjadi dasar untuk mengukur keberhasilan program-program yang telah diterapkan dan melakukan perbaikan berkelanjutan. Dengan demikian, perpustakaan dapat menjadi lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan kondusif bagi semua penggunanya. Berdasarkan uraian tersebut di atas, penulis sangat tertarik untuk melalukan penelitian, pengkajian dan analisis tentang tindakan vandalisme di Perpustakaan SMP IT Ar Rahmah Makassar dengan tujuan penelitian yaitu, menguraikan faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya vandalisme di perpustakaan SMP IT Ar Rahmah Makassar. Dampak vandalisme terhadap fasilitas perpustakaan dan pengalaman belajar siswa di SMP IT Ar Rahmah Makassar. Strategi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan pencegahan dan penanganan vandalisme di perpustakaan SMP IT Ar Rahmah Makassar di masa depan.
Method
Penulis menggunakan metode kualitatif yang bersifat deskriftif yang memakai analisis dengan strategi induktif. Menurut luthfiah penelitian kualitatif adalah penelitian yang dilakukan di lingkungan, tempat atau wilayah tertentu yang berada dikehidupan nyata dengan maksud melakukan peninjauan atau penyelidikan untuk mendalami fenomena yang terjadi, mengapa terjadi dan bagaimana terjadinya. Penelitian kualitatif dipilih karena temuan-temuannya tidak didapatkan melalui kaidah kuantifikasi, perhitungan statistik dan cara lain yang diapliasikan dengan angka. Sedangkan objeknya adalah Perpustakaan SMP IT Ar Rahmah. Penentuan objek dalam penelitian ini didasarkan pada fenomena yang ada saat pengamatan penulis saat kunjungan dan peminjaman koleksi oleh siswa di perpustakaan SMP IT Ar Rahmah di penelitian kualitatif tidak terdapat parameter besaran informan sehingga saat jumlah satu informan sudah memadai bisa segera digunakan untuk sumber data penelitian. Teknik pengumpulan data yang digunakan yang digunakan adalah wawancara terhadap narasumber, observasi mendalam, dan dokumentasi penelitian. Sedangkan teknik analisis data yang dilakukan adalah teknik reduksi data, pemaparan data, dan kesimpulan data. Pengecekan keabsahan data penelitian ini menggunakan metode tringulasi. Menurut Meleong Triangulasi merupakan sebuah teknik untuk memeriksa keabsahan data dengan memanfaatkan sesuatu yang lain. Tahap-tahap penelitian yang dilaksanakan terdiri dari empat tahapan yaitu pra-lapangan, pelaksanaan, analisis data, dan penulisan laporan (Dolab: 2020).
Result & Discussion
Tindakan vandalisme di perpustakaan SMP IT Ar Rahmah Makassar merupakan masalah serius yang mengganggu fungsi dan kenyamanan fasilitas belajar. Vandalisme ini dapat berupa kerusakan fisik pada buku, peralatan, dan furnitur, serta coretan-coretan di dinding dan meja perpustakaan. Perilaku ini tidak hanya merugikan secara materi, tetapi juga menciptakan lingkungan yang tidak kondusif bagi siswa yang ingin belajar dan mencari informasi. Faktor penyebab vandalisme bisa beragam, mulai dari kurangnya pengawasan hingga sikap kurang peduli sebagian siswa terhadap fasilitas umum. Dampak dari vandalisme ini termasuk meningkatnya biaya perbaikan, penurunan kualitas layanan perpustakaan, dan berkurangnya minat siswa untuk menggunakan perpustakaan. Oleh karena itu, diperlukan langkah-langkah yang komprehensif dan strategis untuk mencegah serta mengatasi vandalisme, seperti edukasi, peningkatan keamanan, dan pelibatan seluruh komunitas sekolah dalam menjaga kebersihan dan ketertiban perpustakaan. A. Faktor-Faktor yang Menyebabkan Terjadinya Vandalisme di Perpustakaan SMP IT Ar Rahmah Makassar Vandalisme di perpustakaan SMP IT Ar Rahmah Makassar dapat disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya adalah kurangnya pengawasan yang memadai. Ketika tidak ada petugas yang secara rutin memantau aktivitas di dalam perpustakaan, kesempatan bagi siswa untuk melakukan tindakan merusak meningkat. Selain itu, fasilitas perpustakaan yang tidak dilengkapi dengan sistem keamanan seperti kamera pengawas juga bisa menjadi faktor yang mempermudah terjadinya vandalisme. Kurangnya penerapan sanksi yang tegas terhadap pelaku vandalisme juga dapat memperparah masalah ini, karena siswa merasa tidak ada konsekuensi serius atas tindakan mereka. Faktor internal seperti sikap dan perilaku siswa juga berperan penting dalam terjadinya vandalisme. Beberapa siswa mungkin melakukan vandalisme sebagai bentuk pemberontakan atau ekspresi ketidakpuasan terhadap aturan sekolah. Kurangnya rasa memiliki terhadap fasilitas sekolah bisa membuat siswa tidak peduli dengan kerusakan yang mereka sebabkan. Selain itu, pengaruh dari teman sebaya yang memiliki perilaku negatif juga dapat mendorong siswa untuk melakukan tindakan vandalisme. Rendahnya kesadaran akan pentingnya menjaga fasilitas umum dan kurangnya pendidikan karakter di sekolah juga bisa menjadi penyebab lainnya. Faktor eksternal seperti lingkungan sosial dan keluarga turut mempengaruhi perilaku vandalisme siswa. Siswa yang berasal dari lingkungan keluarga yang kurang harmonis atau memiliki masalah sosial mungkin mencari pelampiasan di sekolah, termasuk melalui tindakan merusak fasilitas. Lingkungan masyarakat yang kurang mendukung pendidikan dan cenderung permisif terhadap perilaku negatif juga dapat mempengaruhi sikap siswa terhadap properti umum. Oleh karena itu, pendekatan yang komprehensif, melibatkan tidak hanya pihak sekolah tetapi juga orang tua dan komunitas, diperlukan untuk mengatasi masalah vandalisme secara efektif. B. Dampak Vandalisme terhadap Fasilitas Perpustakaan dan Pengalaman Belajar Siswa di SMP IT Ar Rahmah Makassar Dampak vandalisme terhadap fasilitas perpustakaan di SMP IT Ar Rahmah Makassar sangat merugikan dan luas. Kerusakan fisik pada buku, meja, kursi, dan peralatan teknologi tidak hanya mengurangi kualitas estetika perpustakaan tetapi juga menghambat fungsi utamanya sebagai pusat belajar. Buku yang rusak atau hilang akibat vandalisme mengurangi sumber daya yang tersedia bagi siswa untuk melakukan penelitian dan membaca. Selain itu, perbaikan dan penggantian fasilitas yang rusak memerlukan biaya yang tidak sedikit, mengalihkan dana yang seharusnya bisa digunakan untuk pengembangan perpustakaan dan peningkatan koleksi buku. Pengalaman belajar siswa juga sangat terpengaruh oleh tindakan vandalisme. Lingkungan perpustakaan yang tidak tertata rapi dan terawat dapat menurunkan semangat dan motivasi siswa untuk belajar. Kehilangan atau kerusakan pada buku penting dapat menghambat akses siswa terhadap informasi yang mereka butuhkan untuk tugas sekolah dan kegiatan akademik lainnya. Selain itu, suasana yang tidak kondusif akibat vandalisme bisa membuat siswa merasa tidak nyaman dan tidak aman saat berada di perpustakaan, mengurangi frekuensi kunjungan mereka dan penggunaan fasilitas perpustakaan. Secara psikologis, vandalisme juga menciptakan lingkungan yang negatif dan merusak budaya akademik di sekolah. Siswa yang sering melihat dan mengalami dampak vandalisme mungkin merasa bahwa tindakan merusak adalah hal yang normal dan dapat diterima. Hal ini dapat menurunkan rasa tanggung jawab dan kesadaran mereka terhadap pentingnya menjaga fasilitas umum. Selain itu, vandalism menciptakan ketidakpercayaan dan ketidakpuasan di antara siswa dan staf, yang dapat mengganggu hubungan interpersonal di sekolah. Oleh karena itu, menangani vandalisme dengan serius adalah langkah penting untuk memastikan bahwa perpustakaan dapat berfungsi optimal sebagai sumber belajar dan tempat yang mendukung perkembangan akademik siswa. C. Strategi yang Diterapkan untuk Meningkatkan Pencegahan dan Penanganan Vandalisme di Perpustakaan SMP IT Ar Rahmah Makassar Untuk meningkatkan pencegahan dan penanganan vandalisme di perpustakaan SMP IT Ar Rahmah Makassar, berbagai strategi dapat diterapkan secara komprehensif. Pertama, perpustakaan dapat meningkatkan keamanan fisik dengan memasang sistem pengawasan seperti kamera CCTV di area strategis. Langkah ini tidak hanya membantu memantau aktivitas siswa secara lebih ketat, tetapi juga dapat menjadi deterren efektif bagi pelaku vandalisme potensial. Kedua, pendekatan edukatif dan budaya sekolah yang kuat perlu ditanamkan. Mengintegrasikan pendidikan tentang nilai-nilai menjaga lingkungan dan harta benda bersama kurikulum pendidikan formal dapat membantu meningkatkan kesadaran siswa tentang dampak negatif vandalisme. Program seperti kampanye kesadaran, seminar tentang pentingnya perawatan fasilitas sekolah, dan pelatihan pengelolaan konflik dapat menjadi sarana efektif untuk mengubah sikap dan perilaku siswa terhadap vandalisme. Selain itu, melibatkan komunitas sekolah dan orang tua dalam upaya pencegahan vandalisme sangat penting. Kolaborasi dengan orang tua untuk mendukung nilai-nilai positif di rumah dan mengawasi perilaku anak-anak mereka di sekolah dapat membantu mencegah tindakan merusak. Sementara itu, membangun rasa memiliki bersama di antara siswa dan staf terhadap perpustakaan, dengan mendorong partisipasi aktif dalam kegiatan perawatan dan pemeliharaan fasilitas, juga dapat meningkatkan kesadaran dan tanggung jawab terhadap lingkungan sekolah secara keseluruhan. Dengan menerapkan strategi ini secara konsisten dan holistik, perpustakaan SMP IT Ar Rahmah Makassar dapat menciptakan lingkungan belajar yang aman, terawat, dan mendukung bagi seluruh anggotanya. Upaya ini tidak hanya akan membantu mengurangi insiden vandalisme, tetapi juga mempromosikan budaya peduli dan bertanggung jawab di antara siswa dan komunitas sekolah secara luas.
Conclusion
Kesimpulan dari upaya pustakawan dalam menangani vandalisme di Perpustakaan SMP IT Ar Rahmah Makassar menunjukkan komitmen yang kuat untuk menjaga dan melindungi fasilitas serta sumber daya perpustakaan. Dengan menerapkan strategi keamanan yang lebih baik, seperti pemasangan kamera pengawas dan peningkatan patroli, pustakawan berperan dalam menciptakan lingkungan yang aman dan terkendali bagi siswa dan pengguna perpustakaan lainnya. Selain itu, melalui pendekatan edukatif dan kolaboratif dengan siswa, orang tua, dan staf sekolah, pustakawan berusaha untuk meningkatkan kesadaran dan tanggung jawab terhadap fasilitas sekolah, sehingga mencegah terjadinya tindakan vandalisme di masa depan. Pustakawan juga aktif dalam mengorganisir program-program yang tidak hanya mengedukasi tetapi juga mengajak partisipasi aktif dalam menjaga kebersihan dan ketertiban perpustakaan. Dengan membangun budaya peduli dan menghargai lingkungan belajar, pustakawan tidak hanya berperan sebagai pengelola koleksi buku tetapi juga sebagai pemimpin dalam mengembangkan sikap positif dan bertanggung jawab di kalangan siswa. Dengan demikian, upaya pustakawan dalam menangani vandalisme di Perpustakaan SMP IT Ar Rahmah Makassar tidak hanya berfokus pada penanganan kasus-kasus spesifik tetapi juga pada pencegahan melalui pendekatan proaktif dan kolaboratif dengan seluruh komunitas sekolah.