Kembali
16
1
2022 IKOMIK: Jurnal Ilmu Komunikasi dan Informasi Vol 2 · 1 ISSN 2798-9607

Pemetaan Literatur dalam Tesis Manajemen Informasi Perpustakaan

Universitas Terbuka

Abstrak

Tujuan dari penelitian ini adalah memetakan perkembangan literatur pada skripsi mahasiswa Manajemen Informasi Perpustakaan (MIP). Hasil penelitian dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan data sekunder untuk penelitian selanjutnya. Penelitian ini menggunakan metode analisis kutipan bibliometri. Pengelompokkan dokumen dengan menggunakan teori pemetaan ko-klasifikasi dan akan dielaborasi secara deskriptif menggunakan indikator yang telah ditentukan. Data yang diteliti sebanyak 63 tesis yang terdiri dari 2709 literatur. Analisis data menggunakan indikator antara lain bahasa sastra, jenis karya sastra, subjek karya sastra.. Hasil analisis Sitasi meliputi: (1). Analisis bahasa sastra adalah untuk mengetahui ragam bahasa, hal ini dapat dilihat dari semakin meningkatnya penggunaan sastra berbahasa asing. (2). Analisis jenis karya sastra adalah untuk menjawab perkembangan karya sastra. (3). Analisis subjek digunakan untuk memetakan pengetahuan, subjek dipengaruhi oleh perspektif penelitian. (4). Intisari dari hasil analisis sitasi dengan menggunakan indikator tersebut menunjukkan bahwa sitasi pada skripsi Manajemen Informasi dan Perpustakaan angkatan 2007 / 2008-2012 / 2013 bervariasi. Pemetaan literatur menunjukkan bahwa setiap tahunnya mengalami perkembangan, perubahan, dan dinamika yang disebabkan oleh faktor utama teknologi dan kemampuan siswa

Abstract

The purpose of this research is to map developments literature on thesis Library Information Management (MIP) students. The results of the study can be used as a reference consideration (secondary data) for further research. The research method uses bibliometric citation analysis. Citations are grouped with the help of co-classification mapping theory and will be elaborated descriptively based on predetermined indicators. The total data examined is 63 theses consisting of 2709 literature. The Indicators used to analyze include the language of literature, the type of literature, the subject of literature, the list of authors the title of the essay, and the list of publishers. The Citation analysis results include: (1). Analysis of the language of literature is to find out the variety of languages, it can be seen from the increasing use of foreign-language literature. (2). Analysis of the type of literature is to answer the development of literature. (3). Analysis of the subject used to map knowledge, the subject is influenced by the research perspective. (4). The essence of the results of the citation analysis using these indicators reveals that the citations in the Information Management and Library thesis of the 2007/2008-2012 / 2013 class vary. The mapping of the literature shows that annually experiencing development, change, and dynamics due to the main factor of technology and student ability.
Keywords: sitasi · bibliogragi · co-classification

Introduction

Sejarah perkembangan keilmuan bidang studiManajemen Informasi dan Perpustakaan (MIP)Universitas Gadjah Mada terbentuk dari bermacam disiplin ilmu sosial. Pada saat awal terbentuk MIP merupakan konsentrasi dari program studi ilmu administrasi negara kemudian tahun 2003 konsentrasi MIP diselenggarakan oleh Program Studi Sosiologi.Seiring berjalannya waktu dan kebijakan maka saat ini MIP berada di Sekolah Pascasarjana, khususnya di Program Studi Kajian Budaya dan Media. Sejarah singkat penyelenggaraan pendidikan MIP termuat dalam laman website http://mip.pasca.ugm.ac.id/ Dapat disimpulkan bahwa perubahankurikulum dan naungan program studi menyebabkan payung ilmu MIP beragam. Beragamnya ilmu dan sudut pandang memunculkan asumsi jika penelitian MIP memiliki keragaman disiplin ilmu. Secara umum penelitian di MIP berpijak pada ilmu sosial, namun tidak menutup kemungkinan jika menemukandisiplin ilmu lain dalam penelitian mahasiswa MIP.Keberagaman subjek ilmu menyebabkan sumberliteratur yang digunakan dalam penelitian bersifat kompleks. Subjek literatur dalam penelitian MIP berpengaruh pada daftar pustaka yang digunakan sebagai referensi sehingga dapat disimpulkan bahwa semakin beragamnya subjek penelitian maka semakin beragam pula literatur yang disitat dalam daftar pustaka. Perlu adanya penelitian yang bertujuan untuk memetakan perkembangan ilmu di MIP.Daftar pustaka dapat digunakan sebagai data mentah yang akuntabel untuk selanjutnya dianalisis guna memetakan perkembangan ilmu tersebut.Merangkum definisi ilmu perpustakaan dariSulistyo-Basuki (2010) adalah pengetahuan yang tersusun rapi yang menyangkut tujuan, objek, fungsi perpustakaan, serta fungsi, metode, penyusunan, teknik dan teori yang digunakan dalam pemberian jasa perpustakaan. Terminologi perpustakaan dan informasi sangat erat berhubungan. Ilmu informasi adalah ilmu interdisipliner yang membahas tentang interpretasi informasi dan berbagai hal terkait dengan proses kognitif, konteks dan fenomena informasi (Priyanto, 2013). Pendidikan di Indonesia sering menggabungkan kedua ilmu tersebut menjadi satu.Berikut adalah rangkuman pendidikan magister perpustakaan dan informasi.Dapat disimpulkan dari tabel tersebut bahwailmu perpustakaan dan ilmu informasi tidak berpihak dalam rumpun ilmu tertentu. Dari beberapa pendapat dan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa sebagian besar teori yang digunakan dalam ilmu perpustakaan dan informasi berasal dari teori ilmu pengetahuan sosial sehingga ada anggapan bahwa perpustakaan dan informasi bergerak ke arah sosial.Selain itu fakta dari data penelitian menguatkan bahwa ilmu perpustakaan dan informasi merupakan multidisiplin dan bukan monodisiplin.Temuan atas penelitian dari Pettigrew danMcKehnic menunjukkan bahwa kontribusi teori ilmu pengetahuan sosial lebih besar dibandingkan ilmu pengetahuan alam maupun humaniora (Pettigrew, Karen E and MsKehnic, 2001). Hal ini juga ditafsirkan oleh Pendit bahwa ilmu perpustakaan dan informasi cenderung ke domain ilmu pengetahuan sosial (Pendit, 2003). Pendapat serupa juga disampaikan SulistyoBasuki bahwa ilmu perpustakaan dan informasi lebih merupakan ilmu sosial daripada ilmu pengetahuan budaya (Sulistyo-Basuki, 2014). Kesimpulannya adalah ilmu perpustakaan dan informasi merupakan rumpun ilmu yang tidak dapat berdiri sendiri sehingga subjek ilmunya bersifat multidisiplin. Untuk membuktikan pendapat tersebut maka penelitian ini akan menganalisis dan memetakan perkembangan ilmu dalam penelitian MIP.Akuntabilitas penulisan literatur dalam daftar pustaka sangat diharapkan agar sumber literatur dapat dipercaya dan dipertanggungjawabkan. Literatur yang akuntabel dalam suatu penelitian dapat dijadikan sebagai data penellitian. Dalam hal ini, data literatur mahasiswa MIP dapat dianalisis untuk memetakan perkembangan keilmuan. Untuk menjaga standarisasi dan akuntabilitas daftar pustaka maka Universitas Gadjah Mada mengeluarkan panduan penyusunanTabel 1. Rangkuman Pendidikan Magister Perpustakaan di Indonesia No Universitas Fakultas Nama Program Studi1 Universitas Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Ilmu Perpustakaan dan Informasi 2 Universitas Gadjah Mada Kajian Budaya & Media Minat Studi Manajemen Informasi dan Perpustakaan 3 Universitas Padjajaran Ilmu Komunikasi Peminatan Manajemen Informasi dan Perpustakaan 4 Institut Pertanian Bogor Departemen Ilmu Komputer Teknologi Informasi untuk Perpustakaan 5 UIN Sunan KalijagaYogyakartaInterdisciplinary IslamicStudiesKonsentrasi Ilmu Perpustakaan dan Informasi (IPI) Sumber: Data Dikti karya ilmiah. Panduan ini diberikan kepada seluruh mahasiswa Universitas Gadjah Mada sebagai acuan atau pedoman penulisan.Daftar pustaka adalah daftar segala sumberbahan karangan yang telah digunakan dalamkarangan ilmiah (Haryanto A.G, 2000). Penjelasan lebih lanjut terkait fungsi dari daftar pustaka antara lain: pernyataan bahwa karangan tersebut pemikiran sendiri, informasi terkait sumber kutipan, informasi lebih lanjut terkait sumber kutipan yang dirujuk.Akuntabilitas suatu daftar pustaka menjadisangat penting untuk dipertimbangkan. Akuntabilitas daftar pustaka diperlukan agar karya ilmiah yang dihasilkan dapat dipertanggungjawabkan kebenaran informasinya. Akuntabilitas berasal dari kata accountable. Buku berjudul Spiritual Centered Leadhership berisi penjelasan tentang pengertian akuntabilitas adalah kemampuan seseorang untuk mempertanggungjawabkan sesuatu (responsible), sesuatu yang disampaikan secara tembus pandang (transparent), bisa dijelaskan (explainable), dan atau sesuatu yang bisa kita jawab (answerable)(Tasmara, 2006). Dapat disimpulkan bahwa akuntabilitas berkorelasi erat dengan tingkat kredibilitas, semakin tinggi kredibilitas data pendukung akan semakin baik penelitian tersebut. Daftar pustaka yang akuntabel dan kredibel dapat digunakan sebagai bahan penelitian untuk memetakan pengetahuan.Analisis sitasi merupakan bagian daribibliometrika. Bibliometrika pada dasarnya terbagi atas dua kelompok besar yaitu kelompok yangmengkaji distribusi publikasi dan yang mengkaji analisis sitasi (Sulistyo-Basuki, 2002). Bibliometrika ialah satu kajian yang bersifat kuantitatif, menerapkan metode statistika dan matematika terhadap bentuk komunikasi tertulis dan komunikasi terekam lainnya (Rupadha, 2011). Analisis sitasi berfokus untuk mengkaji literatur/ dokumen yang menyitat dengan dokumen yang disitat. Menurut ALA Glossary 0f Library and Information Science dalam Hasugian, sitiran adalah suatu catatan yang merujuk pada suatu karya yang dikutip atau beberapa sumber yang memiliki otoritas (Hasugian, 2005). Pendapat lainnya dikemukaan oleh Purnomowati dalamHasugian menjelaskan sitasi, sitiran, atau citation adalah informasi ringkas tentang dokumen yang disitir dan disisipkan dalam teks, sementara informasi selengkapnya dimuat pada daftar referensi (Hasugian, 2005). Referensi yang dimaksud dalam pendapat tersebut adalah deskriptif bibliografi dari dokumen yang disitir, umumnya disusun berupa daftar yang disajikan pada akhir bab, artikel atau buku.Menyimpulkan dari penjelasan di atas, makasitiran adalah daftar pustaka yang tersusun atas beberapa dokumen yang dikutip atau dirujuk oleh seseorang dalam karyanya, dimana setiap daftar pustaka termuat dalam bibliografi karya yang mengutip. Seseorang dalam menuliskan karya tulis ilmiah biasanya membutuhkan sitiran dalam dengan maksud sebagai landasan untuk mendukung argumen peneliti melalui teori empiris dalam literatur terkait.Pembaca juga dapat terbantu dalam membedakan antara kesimpulan dan ide penulis dengan dengan mengecek daftar sitasi literatur yang tersedia.Daftar pustaka dapat digunakan sebagaibahan kajian. Artikel ini merupakan hasil penelitian dengan rumusan masalah bagaimana dan apa saja literatur yang digunakan oleh mahasiswa MIP UGM.Berdasarkan rumusan masalah tersebut maka tujuan dari penelitian adalah guna mengetahui peta literatur.Peta literatur yang dapat digunakan sebagai landasan perumusan kebijakan lainnya. Manfaat yang didapat atas penelitian pemetaan literatur adalah dapat mengetahui jenis, subjek dan arah perkembangan literatur keilmuan dalam rentang waktu tersebut.Manfaat lainnya adalah hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai data sekunder (referensi) bagi penelitian selanjutnya.Penelitian dengan fokus untuk menganalisisliteratur/sitasi sehingga metode yang digunakan adalah analisis sitasi. Jurnal bidang perpustakaan memiliki banyak referensi yang membahasterkait analisis sitasi, namun sitasi di bidang ilmu perpustakaan tidaklah banyak. Contoh artikel yang dapat dijadikan rujukan adalah berjudul Analisis sitasi publikasi tentang repositori bidang studi perpustakaan pada Web of Science selama pandemi, hasil dalam penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa kutipan literatur di perpustakaan tidak hanya berfokus pada jurnal dengan ruang lingkup perpustakaan. pada kasus selama pandemi cakupannya lebih condong pada literatur bidang kesehatan. Referensi lainnya berjudul Analisis Sitasi Jurnal Ilmu Perpustakaan, Informasi, dan Kearsipan: Khizanah Al Hikmah Periode 2013 – 2018, penelitian tersebut menunjukkan bahasa dan jenis literatur yang paling banyak disitir. Bahasa Indonesia menjadi bahasa dominan yang digunakan sebagai literatur dalam jurnal Khizanah. Berdasarkan penelusuran terkait analisis sitasi maka dapat dinyatakan bahwa artikel ini memiliki kebaharuan. Artikel dalam tulisan ini tidak hanya menyajikan analisis sitasi, namun menggambarkan pemetaan literatur, baik dari sisi bahasa, jenis, maupun subjek. Hasil penelitian dapat memperlihatkan arah perkembangan ilmu pengetahuan bidang perpustakaan. dapat memperlihatkan arah perkembangan ilmu pengetahuan bidang perpustakaan.

Method

Sejarah perkembangan keilmuan bidang studiManajemen Informasi dan Perpustakaan (MIP)Universitas Gadjah Mada terbentuk dari bermacam disiplin ilmu sosial. Pada saat awal terbentuk MIP merupakan konsentrasi dari program studi ilmu administrasi negara kemudian tahun 2003 konsentrasi MIP diselenggarakan oleh Program Studi Sosiologi.Seiring berjalannya waktu dan kebijakan maka saat ini MIP berada di Sekolah Pascasarjana, khususnya di Program Studi Kajian Budaya dan Media. Sejarah singkat penyelenggaraan pendidikan MIP termuat dalam laman website http://mip.pasca.ugm.ac.id/ Dapat disimpulkan bahwa perubahankurikulum dan naungan program studi menyebabkan payung ilmu MIP beragam. Beragamnya ilmu dan sudut pandang memunculkan asumsi jika penelitian MIP memiliki keragaman disiplin ilmu. Secara umum penelitian di MIP berpijak pada ilmu sosial, namun tidak menutup kemungkinan jika menemukandisiplin ilmu lain dalam penelitian mahasiswa MIP.Keberagaman subjek ilmu menyebabkan sumberliteratur yang digunakan dalam penelitian bersifat kompleks. Subjek literatur dalam penelitian MIP berpengaruh pada daftar pustaka yang digunakan sebagai referensi sehingga dapat disimpulkan bahwa semakin beragamnya subjek penelitian maka semakin beragam pula literatur yang disitat dalam daftar pustaka. Perlu adanya penelitian yang bertujuan untuk memetakan perkembangan ilmu di MIP.Daftar pustaka dapat digunakan sebagai data mentah yang akuntabel untuk selanjutnya dianalisis guna memetakan perkembangan ilmu tersebut.Merangkum definisi ilmu perpustakaan dariSulistyo-Basuki (2010) adalah pengetahuan yang tersusun rapi yang menyangkut tujuan, objek, fungsi perpustakaan, serta fungsi, metode, penyusunan, teknik dan teori yang digunakan dalam pemberian jasa perpustakaan. Terminologi perpustakaan dan informasi sangat erat berhubungan. Ilmu informasi adalah ilmu interdisipliner yang membahas tentang interpretasi informasi dan berbagai hal terkait dengan proses kognitif, konteks dan fenomena informasi (Priyanto, 2013). Pendidikan di Indonesia sering menggabungkan kedua ilmu tersebut menjadi satu.Berikut adalah rangkuman pendidikan magister perpustakaan dan informasi.Dapat disimpulkan dari tabel tersebut bahwailmu perpustakaan dan ilmu informasi tidak berpihak dalam rumpun ilmu tertentu. Dari beberapa pendapat dan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa sebagian besar teori yang digunakan dalam ilmu perpustakaan dan informasi berasal dari teori ilmu pengetahuan sosial sehingga ada anggapan bahwa perpustakaan dan informasi bergerak ke arah sosial.Selain itu fakta dari data penelitian menguatkan bahwa ilmu perpustakaan dan informasi merupakan multidisiplin dan bukan monodisiplin.Temuan atas penelitian dari Pettigrew danMcKehnic menunjukkan bahwa kontribusi teori ilmu pengetahuan sosial lebih besar dibandingkan ilmu pengetahuan alam maupun humaniora (Pettigrew, Karen E and MsKehnic, 2001). Hal ini juga ditafsirkan oleh Pendit bahwa ilmu perpustakaan dan informasi cenderung ke domain ilmu pengetahuan sosial (Pendit, 2003). Pendapat serupa juga disampaikan SulistyoBasuki bahwa ilmu perpustakaan dan informasi lebih merupakan ilmu sosial daripada ilmu pengetahuan budaya (Sulistyo-Basuki, 2014). Kesimpulannya adalah ilmu perpustakaan dan informasi merupakan rumpun ilmu yang tidak dapat berdiri sendiri sehingga subjek ilmunya bersifat multidisiplin. Untuk membuktikan pendapat tersebut maka penelitian ini akan menganalisis dan memetakan perkembangan ilmu dalam penelitian MIP.Akuntabilitas penulisan literatur dalam daftar pustaka sangat diharapkan agar sumber literatur dapat dipercaya dan dipertanggungjawabkan. Literatur yang akuntabel dalam suatu penelitian dapat dijadikan sebagai data penellitian. Dalam hal ini, data literatur mahasiswa MIP dapat dianalisis untuk memetakan perkembangan keilmuan. Untuk menjaga standarisasi dan akuntabilitas daftar pustaka maka Universitas Gadjah Mada mengeluarkan panduan penyusunanTabel 1. Rangkuman Pendidikan Magister Perpustakaan di Indonesia No Universitas Fakultas Nama Program Studi1 Universitas Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Ilmu Perpustakaan dan Informasi 2 Universitas Gadjah Mada Kajian Budaya & Media Minat Studi Manajemen Informasi dan Perpustakaan 3 Universitas Padjajaran Ilmu Komunikasi Peminatan Manajemen Informasi dan Perpustakaan 4 Institut Pertanian Bogor Departemen Ilmu Komputer Teknologi Informasi untuk Perpustakaan 5 UIN Sunan KalijagaYogyakartaInterdisciplinary IslamicStudiesKonsentrasi Ilmu Perpustakaan dan Informasi (IPI) Sumber: Data Dikti karya ilmiah. Panduan ini diberikan kepada seluruh mahasiswa Universitas Gadjah Mada sebagai acuan atau pedoman penulisan.Daftar pustaka adalah daftar segala sumberbahan karangan yang telah digunakan dalamkarangan ilmiah (Haryanto A.G, 2000). Penjelasan lebih lanjut terkait fungsi dari daftar pustaka antara lain: pernyataan bahwa karangan tersebut pemikiran sendiri, informasi terkait sumber kutipan, informasi lebih lanjut terkait sumber kutipan yang dirujuk.Akuntabilitas suatu daftar pustaka menjadisangat penting untuk dipertimbangkan. Akuntabilitas daftar pustaka diperlukan agar karya ilmiah yang dihasilkan dapat dipertanggungjawabkan kebenaran informasinya. Akuntabilitas berasal dari kata accountable. Buku berjudul Spiritual Centered Leadhership berisi penjelasan tentang pengertian akuntabilitas adalah kemampuan seseorang untuk mempertanggungjawabkan sesuatu (responsible), sesuatu yang disampaikan secara tembus pandang (transparent), bisa dijelaskan (explainable), dan atau sesuatu yang bisa kita jawab (answerable)(Tasmara, 2006). Dapat disimpulkan bahwa akuntabilitas berkorelasi erat dengan tingkat kredibilitas, semakin tinggi kredibilitas data pendukung akan semakin baik penelitian tersebut. Daftar pustaka yang akuntabel dan kredibel dapat digunakan sebagai bahan penelitian untuk memetakan pengetahuan.Analisis sitasi merupakan bagian daribibliometrika. Bibliometrika pada dasarnya terbagi atas dua kelompok besar yaitu kelompok yangmengkaji distribusi publikasi dan yang mengkaji analisis sitasi (Sulistyo-Basuki, 2002). Bibliometrika ialah satu kajian yang bersifat kuantitatif, menerapkan metode statistika dan matematika terhadap bentuk komunikasi tertulis dan komunikasi terekam lainnya (Rupadha, 2011). Analisis sitasi berfokus untuk mengkaji literatur/ dokumen yang menyitat dengan dokumen yang disitat. Menurut ALA Glossary 0f Library and Information Science dalam Hasugian, sitiran adalah suatu catatan yang merujuk pada suatu karya yang dikutip atau beberapa sumber yang memiliki otoritas (Hasugian, 2005). Pendapat lainnya dikemukaan oleh Purnomowati dalamHasugian menjelaskan sitasi, sitiran, atau citation adalah informasi ringkas tentang dokumen yang disitir dan disisipkan dalam teks, sementara informasi selengkapnya dimuat pada daftar referensi (Hasugian, 2005). Referensi yang dimaksud dalam pendapat tersebut adalah deskriptif bibliografi dari dokumen yang disitir, umumnya disusun berupa daftar yang disajikan pada akhir bab, artikel atau buku.Menyimpulkan dari penjelasan di atas, makasitiran adalah daftar pustaka yang tersusun atas beberapa dokumen yang dikutip atau dirujuk oleh seseorang dalam karyanya, dimana setiap daftar pustaka termuat dalam bibliografi karya yang mengutip. Seseorang dalam menuliskan karya tulis ilmiah biasanya membutuhkan sitiran dalam dengan maksud sebagai landasan untuk mendukung argumen peneliti melalui teori empiris dalam literatur terkait.Pembaca juga dapat terbantu dalam membedakan antara kesimpulan dan ide penulis dengan dengan mengecek daftar sitasi literatur yang tersedia.Daftar pustaka dapat digunakan sebagaibahan kajian. Artikel ini merupakan hasil penelitian dengan rumusan masalah bagaimana dan apa saja literatur yang digunakan oleh mahasiswa MIP UGM.Berdasarkan rumusan masalah tersebut maka tujuan dari penelitian adalah guna mengetahui peta literatur.Peta literatur yang dapat digunakan sebagai landasan perumusan kebijakan lainnya. Manfaat yang didapat atas penelitian pemetaan literatur adalah dapat mengetahui jenis, subjek dan arah perkembangan literatur keilmuan dalam rentang waktu tersebut.Manfaat lainnya adalah hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai data sekunder (referensi) bagi penelitian selanjutnya.Penelitian dengan fokus untuk menganalisisliteratur/sitasi sehingga metode yang digunakan adalah analisis sitasi. Jurnal bidang perpustakaan memiliki banyak referensi yang membahasterkait analisis sitasi, namun sitasi di bidang ilmu perpustakaan tidaklah banyak. Contoh artikel yang dapat dijadikan rujukan adalah berjudul Analisis sitasi publikasi tentang repositori bidang studi perpustakaan pada Web of Science selama pandemi, hasil dalam penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa kutipan literatur di perpustakaan tidak hanya berfokus pada jurnal dengan ruang lingkup perpustakaan. pada kasus selama pandemi cakupannya lebih condong pada literatur bidang kesehatan. Referensi lainnya berjudul Analisis Sitasi Jurnal Ilmu Perpustakaan, Informasi, dan Kearsipan: Khizanah Al Hikmah Periode 2013 – 2018, penelitian tersebut menunjukkan bahasa dan jenis literatur yang paling banyak disitir. Bahasa Indonesia menjadi bahasa dominan yang digunakan sebagai literatur dalam jurnal Khizanah. Berdasarkan penelusuran terkait analisis sitasi maka dapat dinyatakan bahwa artikel ini memiliki kebaharuan. Artikel dalam tulisan ini tidak hanya menyajikan analisis sitasi, namun menggambarkan pemetaan literatur, baik dari sisi bahasa, jenis, maupun subjek. Hasil penelitian dapat memperlihatkan arah perkembangan ilmu pengetahuan bidang perpustakaan. dapat memperlihatkan arah perkembangan ilmu pengetahuan bidang perpustakaan.

Result & Discussion

Objek yang akan diteliti dalam penelitian ini berjumlah 63 tesis MIP angkatan tahun 2007/2008 sampai angkatan 2012/2013 dengan jumlah total 2709 literatur dan rata-rata setiap tesis menyitat 43 literatur. Literatur yang digunakan mahasiswa terdiri dari 5 bahasa antara lain 2016 literatur berbahasa Indonesia, 688 literatur berbahasa English, 2 literatur berbahasa Malaysia, 2 literatur berbahasa Belanda, 1 literatur berbahasa Latin dengan jumlah total sebesar 2709 literatur. Persentase penggunaan bahasa asing dari tahun ke tahun meningkat (05,7%, 12,5 %, 36,2%, 39,2%,42,8%, 31,6% dari total literatur yang digunakan).Tabel 2. Data Sebaran yang Digunakan Sebagai Sampel Tesis Tdk Lengkap Sampel Tesis Angkatan 2007/2008–2012/2013 Tesis = 0Tahun ‘03 ‘04 ‘05 ‘06 ‘07 ‘08 ‘09 ‘10 ‘11 ‘12 ‘13 ‘14 Tesis 9 6 11 5 14 15 13 3 7 11 0 0Mahasiswa 9 6 11 6 15 16 16 7 8 22 16 11 % kelulusan 100 100 100 83,3 93,3 93,7 81,2 42,8 87,5 50 0 0 Sumber: Hasil olah data atas tesis MIP2007 / 2008 2008 / 2009 2009 / 2010 2010 / 2011 2011 / 2012 2012 / 2013 94% 88%64% 61% 57%68%6% 12%36% 39% 43%32%Bahasa LiteraturBhs. Indonesia Bhs. EnglishGambar 1. Grafik Persentase BahasaSumber: Hasil penelitian Hasil analisis sitasi menemukan 20 jenis literatur yang digunakan, antara lain : (1). kategori buku, (2). Kategori berkala antara lain koran dan majalah, (3). Kategori karya ilmiah antara lain jurnal, prosiding, makalah, handout, (4). Kategori penelitian antara lain skripsi, tesis, disertasi, (5). Kategori terbitan kelembagaan seperti UU, Keputusan, Peraturan, Laporan (6). Kategori sumber dari internet seperti website, blog, e-book, e-jurnal, paper. Dari keseluruhan literatur tersebut dikelompokkan lagi menjadi 2, yaitu literatur fisik dan literatur non fisik.Tabel 3. Rincian Jumlah LiteraturJenis Rincian JenisLiteratur JumlahLiteraturFisikBuku Buku 1543TerbitanBerkalaKoran 10Majalah 16Karya IlmiahJurnal 227Prosiding 12Makalah 90Handout 18PenelitianSkripsi 24Tesis 141Disertasi 12Penelitiannya 24TerbitanKelembagaan/OrganisasiUU 33Keputusan 19Peraturan 28Laporan 19LiteraturNonfisikSumber DariInternetWebsite 84Blog 38E-Book 31E-Jurnal 155Paper 185Total jenis literature 2709Sumber: Hasil olah data atas tesis MIPSetelah diamati ternyata jumlah literatur non fisik mengalami peningkatan di setiap tahunnya.Secara berturut – turut tercatat penggunakan literatur nonfisik angkatan 2007/2008, 2008/2009, 2009/2010, 2010/2011, 2011/2012, 2012/2013 sebesar 12%, 13%, 19%, 28%, 30%, 18% dari total literatur yang digunakan tiap angkatan. Sitasi literatur nonfisik angkatan 2012/2013 menurun karena pada saat penelitian berlangsung belum semua mahasiswa menyelesaikan dan mempublikasikan tesis mereka sehingga hanya sekitar 50% yang dianalisis dalam penelitian ini.Literatur subjek angkatan tahun 2007/2008 didominasi ilmu manajemen. Selanjutnya beberapa angkatan 2008/2009 mengkritisi kebijakan sehingga subjek literatur sedikit condong ke ranah ilmu sosial.Kemudian subjek teknologi mulai masuk daftar 10 besar literatur yang disitat mahasiswa angkatan 2009/2010 seiring dengan pengaruh dan penggunaan teknologi di perpustakaan. Tahun berikutnya literatur subjek bidang perpustakaan semakin spesifik dan beragam, terlihat dari semakin banyak dan beragamnya subjek dengan kode klasifikasi spesifik 02x,x (kode klasifikasi sub divisi ilmu perpustakaan dan informasi). Inti hasil analisis sitasi terhadap subjek menunjukkan bahwa awal ilmu perpustakaan masuk Sekolah Pascasarjana (angkatan 2007/2008) subjek literatur didominasi oleh subjek ilmu terapan selanjutnya ketika angkatan tahun 2010/2011 literatur mulai mengalami pergeseran subjek literatur didominasi dengan pengembangan dan penelitian atau disebut dengan istilah R&D.Subjek ilmu yang digunakan dalam literatur tesis bersifat dinamis (terlihat pada gambar 3) tergantung yang mempengaruhinya sehingga komposisi subjek setiap angkatan tidak akan sama.Keberagaman subjek literatur dipengaruhi oleh sudut pandang yang digunakan dalam melakukan penelitian serta payung bidang ilmu yang menaungi MIP. Tidak 2007 /20082008 /20092009 /20102010 /20112011 /20122012 /201388% 87% 81% 72% 70%82%12% 13% 19% 28% 30%18%Fisik Non FisikGambar 2. Grafik Persentase Jenis Literatur Sumber: Hasil olah data atas tesis MIP Gambar 3. Grafik Persentase Subjek Literatur Sumber: Hasil olah data atas tesis MIPTabel 4. Rincian Subjek Literatur Berdasarkan DDC DDC Subyek ‘07/‘08 ‘08/‘09 ‘09/‘10 ‘10/‘11 ‘11/‘12 ‘12/‘13 Jumlah 000 Umum 211 240 326 96 233 280 1386100 Filsafat&Psikologi 9 7 30 0 13 4 63 200 Agama 1 4 1 0 0 0 6300 Ilmu Sosial 114 134 111 6 64 47 476 400 Bahasa 8 12 3 2 2 1 28500 Ilmu Murni 0 0 7 0 5 10 22600 Ilmu Terapan 130 96 171 4 84 64 549 700 Seni&Olahraga 0 10 1 0 0 0 11800 Kesusastraan 9 24 5 0 6 8 52900 Sejarah&Geografi 2 19 1 0 2 1 25Sumber: Hasil olah data atas tesis MIP ada batasan subjek dalam penerapan literatur bidang ilmu perpustakaan (terlihat pada tabel 3) karena ilmu perpustakaan dan informasi tersusun atas berbagai subjek disiplin ilmu (multidisiplin) sesuai dengan hasil penelitian dari Pettigrew dan McKehnic tahun 2001 bahwa ilmu perpustakaan dan informasi terdiri dari berbagai macam teori (Pettigrew, Karen E and MsKehnic, 2001).Teori Pettigrew & McKehnic diperkuat dengan hasil penelitian yang dirangkum pada tabel 4 di atas. Nampak jelas bahwa literatur yang digunakan mahasiswa MIP terdiri dari beragam subjek. Ragam subjek tersebut digolongkan ke dalam klasifikasi DDC (Dewey Decimal Classification). Menyimpulkan pengertian DDC dari Zen (2009:24) adalah sistem hirarki berupa bagan klasifikasi yang menganut prinsip desimal guna membagi bidang-bidang ilmu pengetahuan. Sebaran klasifikasi didominasi oleh kelas 000, khususnya subjek bidang ilmu pengetahuan umum, buku, ilmu komputer, pemograman, bibliografi, ilmu perpustakan dan informasi, ensiklopedia, terbitan berseri, kumpulan karya umum, naskah dan buku langka. Peringkat selanjutnya adalah klas 600 subjek bidang ilmu terapan. Subjek yang paling sedikit disitat adalah agama, hal ini dikarenakan agama digunakan sebagai objek penelitian terkait perpustakaan khusus.Subjek literatur yang digunakan mahasiswa MIP tersebar diseluruh klas 000-900. Sebaran tersebut dapat digunakan untuk memetakan subjek literatur yang digunakan mahasiswa MIP.

Conclusion

Fakta atas analisi sitasi menunjukkan bahwa akuntabilitas daftar pustaka yang kredibel dapat digunakan untuk menggambarkan peta pengetahuan.Tesis mahasiswa MIP terdiri dari beragam bahasa, jenis, subjek ilmu. Literatur yang menyusun ilmu perpustakaan dan informasi bersifat dinamis dan saling berhubungan dikarenakan akan terus dipengaruhi oleh trend atau isu yang sedang menjadi topik hangat untuk diteliti, perkembangan bidang ilmu pengetahuan lain, kemampuan dan keinginan mahasiswa dalam menentukan literatur, sudut pandang dosen pembimbing dalam mengarahkanreferensi, latar belakang pengetahuan/pendidikan dosen dan mahasiswa situasi dan kondisi pada saat literatur disitat (akses, teknologi, kebijakan, biaya, dll).