Kembali
16
1
2023 Media Sains Informasi dan Perpustakaan Vol 3 · 1 ISSN 2808-4659

OPTIMALISASI SISTEM JARINGAN LOCAL AREA NETWORK (LAN)PADA LABORATORIUM KOMPUTER DI PENDIDIKAN TEKNIKINFORMATIKA FAKULTAS TEKNIK DAN KEJURUAN UNDIKSHA

Universitas Pendidikan Ganesha; Universitas Pendidikan Ganesha; Universitas Pendidikan Ganesha; Universitas Pendidikan Ganesha

Abstrak

Internet merupakan sebuah kebutuhan bagi setiaap orang di era Revolusi Industri 4.0. Padaera revolusi industri 4.0 pendidikan dituntut untuk mengikuti perkembangan teknologi serta memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi sebagai fasilitas lebih dan serba canggih untuk memperlancar proses pembelajaran. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menjelaskanpenerapan yang dilakukan dalam sistem pendidikan Indonesia untuk mersepon revolusi 4.0 terutamadalam penerapannya di bidang jaringan internet. Pada penelitian ini membahas tentang bagaimana merancang dan menyediakan infrastruktur serta layanan yang sesuai, dalam mendukung pembelajaran di Laboratorium PendidikanTeknik Informatika berupa layanan internet kepada mahasiswa maupun staff. Memastikan layanan internet yang diberikan secara cepat, aman dan sehat, serta membangun sebuah sistem management bandwidth dan support untuk menjaga kelancaran mengkases layanan tersebut. Langkah yang diambil pada persiapan awal yakni dengan melakukan observasi dan wawancara, untuk meranang sebuah kebutuhan sistem, kebutuhan hardware yang akan dibangun proses serta integrasinya sistem tersebut sehingga sistem dapat dimonitoring dan evaluasi. Management bandwidth dibutuhkan agarsemua user dapat menggunakan layanan tanpa ada hambatan, kemapuan AAA (Authentication, Authorization,and Accounting) perlu dilakukan untuk mengoptimalisasi serta mengefisiensikan bandwidth sertame mpunyai sistemmonitoring dan reporting yangmudah dimengerti.

Abstract

The internet is a necessity for every person in the Industrial Revolution 4.0 era. In the era of theindustrial revolution 4.0, education is required to keep abreast of technological developments andutilize information and communication technology as more and more sophisticated facilities toexpedite the learning process. Therefore, this study aims to explain the implementation carried out inthe Indonesian education system to respond to the 4.0 revolution, especially in its application in thefield of internet networks. This study discusses how to design and provide appropriate infrastructureand services, in supporting learning in the Informatics Engineering Education Laboratory in the form ofinternet services to students and staff. internet service assistance that is provided quickly, safely andhealthily, as well as building a bandwidth management and support system to maintain smooth accessto these services. The steps taken in the initial preparation are by conducting observations andinterviews, to design a system requirement, the hardware requirements to be built by the process andthe integration of the system so that the system can be monitored and evaluated. Bandwidthmanagement is needed so that all users can use the service without any obstacles, AAA (Authentication, Authorization, and Accounting) capabilities need to be done to optimize and makebandwidth efficient and have a monitoring and reporting system that is easy to understand.
Keywords: Management Bandwidth · Monitoring · Authentication · Authorization

Introduction

Perkembangan teknologi informasi berkembang dengan sangat pesat pada saat ini,terutama pada bidang informasi dalam dunia maya (internet). Saat ini internet sudah tidakasing lagi dalam kehidupan sehari-hari karena sudah merupakan sebuah kebutuhan dalamhidup yakni mempermudah kita dalam pencarian informasi yang dibutuhkan. Saat ini, aksesinternet sudah semakin cepat karena dibantu dan didukung oleh teknologi yang semakincanggih dan juga didukung oleh pengelolaan data secara tepat dan efisien serta ruangpenyimpanan dengan database yang sangat baik. Dengan demikian maka informasi yangkita butuhkan menjadi lebih mudah untuk didapatkan dan mudah dalam penggunaan olehsetiap user meskipun sebagai pemula dalam penggunaan internet. Dalam komunikasi data,jaringan internet seringkli mengalami masalah antara lain data yang dikirimkan lambat, rusakdan bahkan tidak sampai ke tujuan. Komunikasi sering mengalami time-out, hingga masalahkeamanan. Jaringan komputer memerlukan sebuah router, yaitu alat yang berfungsi sebagai pengatur jalur lalu- lintas data sehingga tepat pada sasarannya. Router mampu menjawabtantangan daripada permasalahan jaringan komputer itu sendiri. Dengan berbagai fasilitasyang dimiliki router, maka komunikasi pada jaringan komputer dapat berjalan dengan baik.Laboratorium Pendidikan Teknik Informatika (PTI) yang diberik nama Laboratory of Cultural Informatics (LCI) merupakan sebuah Laboratorium yang berdiri sejak tahun 2007, dimanapada saat itu Program studi PTI baru saja didirikan. Seiring perkembangannya sangat pesatmulai dari prestasi akademik dan non akademik yang didukung dengan kemajuan teknologi khususnya di bidang Teknologi Informasi. Oleh sebab itu perlunya optimalisasi jaringaninternet di LCI dengan melakukan manajemen jaringan yang baik dengan cara melakukanpengaturan bandwith dan batasan waktu di setiap mahasiswa, dosen dan pegawai yang adadi jaringan local LCI dengan fitur userman. Dengan cara ini diharapkan setiap user dapatdikontrol pemakaiannya. Dari latar belakang yang telah dijelaskan, dapat dirumuskan beberapa masalah yangdibahas dalam penelitian ini sebagai berikut: 1. Bagaimana menentukan topologi jaringan yang tepat sehingga semua perangkatmendapatkan bandwith yang sama? 2. Bagaimana cara mengatur bandwith sehingga koneksi tetap stabil?3. Aplikasi dan alat apa saja yang diperlukan untuk mengatur bandwith sehinggaperangkat bisabekerja secara optimal. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Melakukan pembenahan infrastruktur sistem jaringan dan perancangantopologi jaringan di LCI 2. Mengatur dan mengontrol bandwith jaringan local di LCI dengan fitur userman 3. Terciptanya kesetabilan dan kenyamanan dalam menggunakan internet KAJIAN TEORI Berdasarkan penjelasan dari latar belakang, rumusan masalah, ruang lingkup dantujuan penelitian di atas, maka penulis dapat menentukan sistematika dalam penulisanpenelitian ini. Adapun sistematika atau skema dari penelitian ini adalah melakukan studi pustaka untuk mencari rujukan yang terkait dengan penelitian, kemudian dilanjutkan dengananalisa desain jaringan komputer lokal untuk menentukan topologi jaringan yang sesuai,dilanjutkan dengan pengaturan besaran bandwith untuk masing-masing pengguna atau user.Studi pustaka dilakukan untuk mengumpulkan bahan atau rujukan terkait dengan penelitianyang dilakukan untuk memperoleh informasi dan sumber yang akurat sehingga penelitianlebih berkualitas. Dengan dilakukannya studi pustaka yang tepat, maka pada prosesselanjutnya adalah melakukan Analisa dengan tujuan untuk mencoba beberapa teori yangtelah dikumpulkan. Setelah teori dianggap sesuai dan benah maka proses selanjutnyadilakukan dengan tahapan desain. Tujuan utama adalah untuk menghemat segala biaya daninfrastruktur yang akan digunakan dalam menunjang topologi yang digunakan. Padatahapan development, dimana proses ini akan membangun sebuah topologi jaringan lokal yang dapat mengontrol penggunaan bandwith dan menjaga kestabilan jaringan, sehinggakoneksi internet tidak terputus-putus. Adapun desain penelitian yang digunakan untukmemperjelas pemaparan sebelumnya, maka pada bagian ini digambarkan secara jelasdengan bagan alur dalam bentuk diagram sebagai berikut Diagram 3. 1 Diagram Alur Penelitian Adapun topologi jaringan yang digunakan pada LCI yaitu topologi tree yang mana setiapenddevices dalam jaringan saling terhubung satu sama lain melalui media kabel maupun nirkabel dan dikarenakan seluruh aktifitas dikendalikan oleh server. Untuk mempermudahpembagian IP Client pada sistem jaringan ini perusahaaan menggunakan IP DHCP Server.Sebagai contoh IP DHCP Server 192.168.10.1 maka IP Client pertama mendapatkan IPnya192.168.10.4 dan itu dilakukan seterusnya sampai IP Client yang kita butuhkan tercukupi,sebagai contoh karena disini hanya memakai 24 Client, maka IP Clientnya sampai 192.168.10.25. Sedangkan Subnet Masknya yang dipakai yaiut kelas C dengan subnetmask 255.255.255.0. Dengan menggunakan ISP dari provider Indihome, mikrotik sebagai router, dan Ubiquiti Unifi AC-Lite 5 sebagai access point yang akan menyebarkan jaringaninternet, dapat dilihat pada gambar 3.2 Gambar 3. 2 Topologi Jaringan Evaluasi dan Pembahasan Evaluasi Di Laboratory of Cultural Informatics (LCI), sering mengalami masalah terhadapkoneksi jaringan menggunakan wireless. Pemakaian internet dengan user yang cukupbanyak, mengakibatkan pemakaian internet semakin meningkat dan tidak stabil. Selain itupenyalahgunaan jaringan internet yang dilakukan oleh pemakai yaitu seperti mendownload, streaming video dan mengupload dalam menggunakan sosial media, sehinggamengganggu pengguna lain dalam menggunakan jaringan internet untuk kepentinganperkuliahan dan praktikum. Karena sebelumnya di laboratorium belum menerapkanmanagement bandwidth, maka dari itu penulis membuat perancangan managementbandwidth supaya pemakaian internet pada jaringan wireless dan LAN. Saat ini LCImenggunakan jaringan (Internet Service Provider) ISP dari Iconet dari UPT TIK dengankecepatan 5 Mbps.

Discussion

Dari evaluasi diatas pada jaringan LAN LCI adalah dengan memberikan batasankecepatan akses internet. Dalam hal ini penerapan sistem management bandwidth padajaringan local area network dan wireless dengan secara merata maka diharapkan dapatmemaksimalkan koneksi jaringan internet guna meningkatkan pelayanan internet denganjaringan lokal di LCI. Dalam hal ini untuk melakukan sistem management bandwidth penulismenggunakan router mikrotik untuk melakukan management bandwidth menggunakanmetode User Manager. User Manager / Userman digunakan untuk mengatur alokasi bandwidth yang terbagi secara merata yang di dapatkan oleh masing-masing user untukmemanfaatkan kuota yang ada maka diberikan batasan. Diharapkan dengan menggunakanmetode Userman jumlah client yang ada dapat dibagi secara merata dan dapatmengoptimalkan jaringan LAN yang ada di LCI. Sebelum pengguna jaringan yang akan terkoneksi ke jaringan internet penggunaharus mengisikan username dan password ataupun menscan barcode untuk dapatterhubung. pada saat user melakukan hotspot login ke jaringan internet dan belummenerapkan sistem manajemen bandwidth. Setelah dilakukan manajemen bandwidth makauser dapat melakukan login menggunakan username dan password yang sudah di buatkanoleh penulis. Konfigurasi Hotspot Dengan Winbox Berikut ini adalah tampilan awal login mikrotik dengan winbox, dapat dilihat padagambar 3.6 Gambar 3. 6 Login Winbox Setup Hotspot Pada menu Ip/Hotspot/ penulis mensetup hotspot terlebih dahulu, dapat dilihat padagambar 3.7 Gambar 3. 7 Hotspot Setup Setelah itu penulis mengktifkan radius pada salah satu hotspot yang akandisambungkan pada userman, dengan tujuan agar hotspot dapat menerima perintah dari userman yang akan disetting nantinya. Radius Setelah hotspot telah disetup dan radius pada hotspot yang akan dipakai nanti telahaktif kemudian penulis mensetting radius, dapat dilihat pada gambar 3.8Gambar 3. 8 Radius Server Setelah itu pada menu IP/services penulis mengaktifkan api dan mengganti port www dari 80menjadi 81 guna keamanan dari userman dan menghubungkan radius dengan hotspot, dapat dilihat pada gambar 3.9 Gambar 3. 9 Ip Service List Konfigurasi Hotspot Dengan Userman Login Userman Penulis melakukan login userman dengan cara masuk ke search engine pada menupencarian masukkan ip hotspot dan port www yang telah disetting 192.168.10.1:81/userman.Untuk default login gunakan username admin dan kosongkan passwordnya, dapat dilihat padagambar 3.10 Gambar 3. 10 Login Mikrotik