Kembali
16
1
2024 Media Informasi Vol 33 · 1 ISSN 2829-2707

Tren Penelitian Layanan Perpustakaan Melalui Pemanfaatan Repositori Institusi dengan Analisis Bibliometrik Berbasis Data Scopus

Universitas Indonesia; Universitas Indonesia

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tren penelitian layanan perpustakaan melalui pemanfaatan repositori institusi. Penelitian dilakukan pada April 2024 dengan melakukan penelusuran melalui database Scopus menggunakan kata kunci library services dan institutional repositories. Data hasil penelusuran diolah dan dianalisis secara deskriptif menggunakan aplikasi VOSViewer untuk mengetahui peta bibliometrik penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan perkembangan penelitian layanan perpustakaan melalui pemanfaatan repositori institusi dengan analisis bibliometrik yang terindeks Scopus mulai tahun 1982 sampai 2023 perkembangannya meningkat signifikan namun fluktuatif. Jurnal terbanyak yang mempublikasikan penelitian ini adalah OCLC Systems And Services. Peneliti yang paling produktif menulis penelitian ini adalah Joachim Schöpfel. Lembaga yang terbanyak mempublikasikan penelitian ini adalah University of Illinois Urbana-Champaign. Negara terbanyak yang mempublikasikan penelitian ini adalah Amerika Serikat. Jenis dokumen yang terbanyak dari penelitian ini adalah dalam bentuk artikel. Bidang yang dominan adalah Social Sciences. Melalui visualisai jaringan dapat diidentifikasikan adanya hubungan antar konsep keilmuan dengan 9 klaster. Dalam visualisasi kepadatan maupun jaringan menunjukkan perkembangan penelitian ini masih terdapat peluang untuk dilakukan penelitian lebih lanjut.

Abstract

This research aims to determine research trends in library services through the use of institutional repositories. This research was conducted in April 2024 by searching through the Scopus database with the keywords library services and institutional repositories. The search result data was processed and analyzed descriptively using the VOSViewer application to determine the bibliometric map of this research. The research results show that the development of library service research through the use of institutional repositories with bibliometric analysis indexed by Scopus from 1982 to 2023 has increased significantly but fluctuated. The journal that most publishes this research is OCLC Systems And Services. The most productive researcher writing this research was Joachim Schöpfel. The institution that publishes the most research is the University of Illinois Urbana-Champaign. The most country that publishes this research is the United States. The most common type of document from this research is in the form of articles. The dominant field is Social Sciences. Through network visualization, relationships between scientific concepts and 9 clusters can be identified. The density and network visualization shows that in the development of this research there are still opportunities for further research.
Keywords: Institutional repositories · Library services · Bibliometrics · VOSViewer · Scopus

Introduction

Perpustakaan sebagai lembaga atau unit yang bergerak dalam memberikan layanan informasi kepada pemustaka dituntut untuk melakukan layanan dengan sebaik mungkin untuk tercapainya kepuasan pemustaka dengan terpenuhinya informasi yang dibutuhkan. Sukaesih dan Winoto (2019) menjelaskan di perpustakaan ada tiga kegiatan pokok, yaitu pertama mengumpulkan (to collect) semua informasi yang sesuai dengan bidang kegiatan serta misi lembaganya dan masyarakat yang dilayaninya. Kedua, melakukan pelestarian, memelihara, serta merawat seluruh koleksi perpustakaan, agar tetap dalam keadaan baik, utuh, layak pakai, dan tidak lekas rusak, baik karena pemakaian maupun karena usianya. Ketiga, adalah untuk menyediakan berbagai sumber informasi untuk digunakan atau diberdayakan bagi para pemakainya. Jika dikaitkan antara perpustakaan dan kegiatan pelayanan, perpustakaan merupakan salah satu lembaga, organisasi yang bergerak di bidang jasa. Aktivitas dari perpustakaan dalam memberikan pelayanan diantaranya penyebaran (diseminasi) informasi kepada pengguna. Lebih lanjut menurut Sukaesih dan Winoto (2019), tujuan setiap perpustakaan adalah untuk membantu tercapainya tujuan-tujuan dari lembaga induk yang menaunginya. Pelayanan didefinisikan sebagai setiap tindakan atau kegiatan yang dapat ditawarkan oleh suatu pihak kepada pihak lainnya. Fungsi layanan perpustakaan adalah mempertemukan pemustaka dengan bahan pustaka yang mereka minati atau fasilitas perpustakaan lainnya. Lebih lanjut menurut Rahmah (2018), layanan perpustakaan adalah pemberian informasi dan fasilitas kepada pemustaka dan melalui layanan itu pemustaka dapat memperoleh informasi yang dibutuhkannya secara optimal dari berbagai media. Layanan perpustakaan akan terus berinovasi mengikuti perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, juga karena adanya perubahan permintaan dari pemustaka yang ingin mendapatkan informasi secara lebih mudah, cepat, tepat, lengkap dan tanggap. Salah satu jenis layanan yang disediakan oleh perpustakaan adalah repositori institusi sebagai sebuah layanan informasi digital yang menyediakan akses terbuka secara online kepada publik terkait informasi karya institusi. Sumber daya informasi digital semakin berkembang di samping koleksi tercetak sebagai koleksi tradisional di perpustakaan disebabkan karena lebih mudah dalam penyimpanan, pengelolaan dan penyebarluasan sumber daya informasi dalam bentuk digital. Hal ini memberikan tantangan baru dalam pengumpulan, pengelolaan dan layanan temu balik informasi di perpustakaan. Penyediaan dan pemanfaatan repositori institusi dalam layanan perpustakaan akan memfasilitasi ketersediaan informasi mengenai karya/terbitan yang dibuat atau diciptakan dari lembaga tersebut dalam bentuk digital. Pemanfaatan repositori institusi akan memfasilitasi akses terbuka, kecepatan, kemudahan, dan ketepatan informasi yang dibutuhkan pemustaka, hal ini berdampak pada peningkatan layanan perpustakaan, kepuasan pemustaka, kemudahan dan kecepatan temu balik informasi, akses dan penyebarluasan informasi, pengembangan ilmu pengetahuan, dan kemudahan kolaborasi. Dari latar belakang tadi mengenai manfaat layanan perpustakaan melalui pemanfaatan repositori institusi maka penting untuk mengetahui tren perkembangannya, antara lain dengan mengetahui tren penelitian tentang layanan perpustakaan melalui pemanfaatan repositori institusi sebagai permasalahannya. Hal tersebut menjadi suatu permasalahan yang akan dikaji oleh penulis dan menjadi pertanyaan dalam penelitian ini, yaitu bagaimana tren penelitian layanan perpustakaan melalui pemanfaatan repositori institusi, hal ini akan dianalisis dengan bibliometrik berdasarkan basis data Scopus. Berdasarkan artikel yang ditelusur melalui Scopus tentang masalah repositori institusi dan layanan perpustakaan sudah disebutkan sejak tahun 1982 ditulis oleh Lesnik dalam artikel berjudul The Reserch Libraries Group’s Cooperative Acquisitions Program for South Asia. Library Acquisitions: Practice and Theory, yaitu tentang program kerjasama akuisisi untuk pengumpulan monograf oleh tiap anggota Research Libraries Group (RLG) dan juga mengandalkan Center for Research Libraries sebagai tempat penyimpanan (repositori) terbitan berkala. Menurut Wahyudi (2019), repositori institusi merupakan preservasi karya ilmiah yang dihasilkan oleh institusi, dan bersifat open akses. Repositori sebaiknya dikelola oleh perpustakaan, sejalan dengan salah satu peran perpustakaan, misalnya perpustakaan perguruan tinggi atau perpustakaan khusus untuk mengelola repositori. Keberhasilan dalam pemanfaatan repositori institusi yaitu dengan menjadikannya sebagai salah satu layanan perpustakaan untuk memenuhi kebutuhan pemustaka. Tujuan rеpositori institusi sеpеrti yang ditеrangkan Hamim (2019) adalah untuk mеnyеdiakan aksеs tеrbuka hasil pеnеlitian institusi dеngan mеngarsipkan sеndiri dan mеnyimpannya sеrta mеlеstarikan asеt digital institusi lainnya. Asеt-asеt tеrsеbut sеpеrti litеratur yang tidak ditеrbitkan atau yang mudah hilang (contoh laporan pеnеlitian, skripsi atau tеsis). Penelitian merupakan kegiatan ilmiah yang dilakukan oleh institusi dengan skala besar (negara, pemerintah dan institusi swasta) maupun institusi skala kecil (fakultas, universitas dan kelompok peneliti). Evaluasi hasil penelitian dapat dilakukan dan sangat tergantung kepada ketersediaan dan kehandalan data yang berkaitan dengan hasil kegiatan penelitian ilmiah yang dilakukan dengan baik. Penelitian tergantung pada ketersediaan, kemutakhiran atau kehandalan data yang berkaitan dengan hasil kegiatan penelitian ilmiah tersebut (Tupan, 2016). Tren mengandung arti sebagai suatu keadaan bergerak yang mengikuti alur berkembangnya arah suatu fenomena (Dwiyantoro & Junandi, 2019). Kajian bibliometrik dilakukan untuk evaluasi literatur dari kepengarangan ataupun topik dan lainnya serta mengeksplorasi berbagai perkembangan atau perubahan dari berbagai ilmu pengetahuan dan teknologi yang berguna untuk penelitian selanjutnya. Menurut Tupan (2016), indikator bibliometrik merupakan pengetahuan yang dapat digunakan untuk mengevaluasi hasil penelitian ilmiah. Secara luas digunakan untuk mengkaji interaksi antara ilmu pengetahuan dan teknologi; menghasilkan pemetaan bidang ilmu; dan untuk melacak atau menelusuri perkembangan pengetahuan baru dalam bidang tertentu; serta merupakan indikator di masa depan dalam memberikan keuntungan yang lebih kompetitif dan dalam membuat rencana strategis. Bibliometrik dapat menganalisis literatur yang berkaitan dengan produktivitas pengarang, kutipan bahan rujukan, dan mengkaji perkembangan disiplin ilmu yang semakin kompleks. Pemetaan pengetahuan digunakan untuk keperluan manajemen teknologi, mencakup definisi program penelitian, keputusan menyangkut aktivitas yang berkaitan dengan teknologi, desain struktur basis pengetahuan, serta pembuatan program pendidikan dan pelatihan. Dalam kaitannya dengan bibliometrika, pemetaaan ilmu pengetahuan merupakan metode visualisasi sebuah bidang ilmu. Visualisasi ini dilakukan dengan menciptakan peta lanskap. Dalam peta akan muncul topik dari ilmu pengetahuan. Masukannya antara lain data bibliografis, keyword, dan sitasi. Peta ilmu pengetahuan dapat dibuat sedemikian rupa sehingga memperlihatkan pertumbuhan suatu bidang ilmu tertentu. Hal ini dimaksudkan agar dapat membantu peneliti untuk menyusun program penelitiannya sendiri (Sulistiyo-Basuki dalam Tupan, 2016). Analisis co-words yang dianggap sederhana banyak dipilih dalam pemetaan karena manfaatnya yang luas dan terkonsep. Menurut Aulia dan Rusli (2020), analisis co-words merupakan bagian dari metode bibliometrik yang berkaitan dengan kata kunci yang ditujukan untuk menganalisis isi, pola dan kecenderungan atau tren dari suatu kumpulan literatur dengan mengacu pada pengukuran kekuatan hubungan antar istilah. Output pada tingkat ini adalah adanya pemetaan atau peta subjek pada bidang penelitian tertentu untuk mengidentifikasi perubahan dari waktu ke waktu. Analisis co-word dapat mendeskripsikan kuatnya keterkaitan literatur satu dengan literatur lain berdasarkan banyaknya kata kunci yang muncul bersamaan dengan literatur lain yang diteliti. Olmeda-Gómez et al. (2017) menyebutkan istilah atau kata menjadi hal utama yang dieksplorasi melalui perhitungan kemunculan pasangan istilah secara bersamaan. Dari tingkat kejadian (co-occurrence) ini dapat diketahui nilai kekuatan hubungan diantara istilah atau kata kunci yang membangun suatu pola atau pemetaan kata kunci yang terdiri dari beberapa cluster atau pengelompokan kata kunci. Istilah-istilah yang dijadikan kata kunci dalam sebuah literatur merupakan inti pembahasan yang bisa dianalisis dan melibatkan hubungan antar topik. Menurut Zhang et al. (2014), yang menyatakan kata kunci memiliki peran yang yang dapat menggambarkan pembahasan dalam suatu literatur atau mewakili pokok pikiran literatur, sehingga istilah yang tertulis sebagai kata kunci dapat mengidentifikasi topik pembahasan dari setiap literatur. Penelitian terdahulu oleh Sulardja (2021) dengan menggunakan analisis bibliometrik untuk melihat tren publikasi ilmiah mengenai Digital Asset Management (DAM), mengalisis secara deskriptif berdasarkan jurnal inti publikasi ilmiah, jumlah peneliti produktif, jumlah publikasi ilmiah berdasarkan afiliasi/lembaga dan negara, jumlah publikasi berdasarkan tipe dokumen, jumlah publikasi ilmiah berdasarkan subjek, jumlah publikasi ilmiah berdasarkan sponsor pendanaan, dan frekuensi kemunculan kata kunci terbanyak. Dalam penelitian perpustakaan analisis bibliometrik telah digunakan dengan berbagai tujuan seperti melihat tren perkembangan penelitian pemanfaatan repositori menuju open access oleh Tupan (2016), yang menganalisis secara deskriptif berdasarkan tahun terbit publikasi, nama lembaga dan negara yang mempublikasikan, nama jurnal/publikasi, tipe dokumen, dan topik penelitian. Berdasarkan penelitian-penelitian sebelumnya, penelitian yang dilakukan tentang analisis bibliometrik mengenai tren perkembangan penelitian perpustakaan belum diketahui mengenai analisis bibliometrik mengenai tren perkembangan penelitian layanan perpustakaan melalui repositori institusi. Dapat disebutkan pula untuk state of the art pada kajian ini mengenai tren perkembangan penelitian layanan perpustakaan melalui pemanfaatan repositori institusi dengan analisis bibliometrik berbasis data Scopus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tren perkembangan penelitian tentang layanan perpustakaan melalui pemanfaatan repositori institusi. Penelitian ini dilakukan dengan cara melakukan penelusuran database Scopus dengan kata kunci library services dan institutional repositories. Data hasil penelusuran tersebut kemudian dianalisis secara deskriptif berdasarkan tahun terbit publikasi, nama lembaga dan negara yang mempublikasikan, nama peneliti, nama jurnal inti, tipe dokumen, dan topik penelitian.

Method

Penelitian ini dilakukan dengan cara melakukan penelusuran melalui database Scopus (https://www.scopus.com/). Penelusuran pada database Scopus menggunakan istilah atau kata kunci library services dan institutional repositories melalui ruas pencarian “Document search”. Sebanyak 574 artikel/publikasi ilmiah perkembangan penelitian tentang layanan perpustakaan melalui pemanfaatan repositori institusi yang terindeks Scopus pada tahun 1982-2023. Sejumlah data tersebut kemudian dianalisis secara deskriptif berdasarkan tahun terbit publikasi, nama jurnal/publikasi, nama penulis, lembaga yang mempublikasikan, negara yang mempublikasikan, tipe dokumen, dan topik penelitian. Untuk mendapatkan peta penelitian, data tersebut diekspor ke format CSV (Comma Separated Values). Data hasil ekspor kemudian diolah dan dianalisis menggunakan program aplikasi VOSViewer untuk mengetahui peta bibliometrik perkembangan penelitian layanan perpustakaan melalui pemaanfaatan repositori institusi.

Discussion

Tahun Terbit Perkembangan Penelitian Layanan Perpustakaan Melalui Pemaanfaatan Repositori Institusi Hasil penelusuran melalui Scopus menunjukkan bahwa perkembangan penelitian layanan perpustakaan melalui repositori institusi telah ada sejak tahun 1982 walaupun hanya satu penelitian. Namun dari tahun 1983 sampai dengan tahun 2001 tidak ditemukan penelitian ini. Tahun 2002 terdapat satu penelitian dan mulai tahun 2003 sampai dengan tahun 2023 perkembangan penelitian tentang layanan perpustakaan melalui pemanfaatan repositori institusi mengalami peningkatan yang signifikan dengan sedikit fluktuatif, dengan perkembangan penelitian tertinggi puncaknya pada tahun 2017 sebanyak 44 penelitian. Terkait bibliometrik, tren perkembangan publikasi merujuk pada pola dan arah evolusi jumlah serta karakteristik publikasi ilmiah dalam suatu bidang pengetahuan atau topik tertentu selama periode waktu tertentu. Adanya fluktuasi menunjukkan dinamika penelitan ini perlu dianalisis lebih lanjut, sesuai yang dinyatakan oleh Donthu et al. (2021), fluktuasi dalam tren bibliometrik tidak selalu mencerminkan penurunan minat, tetapi dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti perubahan kebijakan pemerintah, perkembangan teknologi, dan pergeseran paradigma penelitian. Melihat tren dari data tersebut maka dapat dikatakan bahwa topik layanan perpustakaan melalui repositori institusi berpotensi untuk terus berkembang. Tren pengelolaan repositori institusi semakin meningkat ketika gerakan akses terbuka atas karya ilmiah digalakkan secara masif (Mukhlis, 2022). Oleh karena itu, publikasi mengenai pelayanan perpustakaan publik banyak bermunculan (Wardhana, 2020). Pelayanan perpustakaan melalui pemanfaatan repositori institusi yang semakin berkembang memungkinkan semakin meningkat pula tren penelitian mengenai hal ini, seperti terlihat pada gambar 1. Gambar 1. Perkembangan jumlah publikasi berdasarkan tahun Nama Jurnal yang Memuat Publikasi Perkembangan Penelitian Layanan Perpustakaan Melalui Pemaanfaatan Repositori Institusi Hasil penelusuran melalui Scopus diperoleh informasi bahwa jurnal yang memuat perkembangan penelitian layanan perpustakaan melalui pemanfaatan repositori institusi dari tahun 1982 sampai tahun 2023 terdapat 110 jurnal yang memuat publikasi. Gambar 2. Jurnal inti yang memuat publikasi Dari gambar 2 menunjukkan bahwa dari 10 jurnal terbanyak yang mempublikasikan artikel penelitian layanan perpustakaan melalui pemanfaatan repositori institusi adalah jurnal OCLC Systems And Services yang terbanyak mempublikasikan 29 artikel. Jurnal kedua terbanyak yang mempublikasikan adalah Lecture Notes In Computer Science Including Subseries Lecture Notes In Artificial Intelligence And Lecture Notes In Bioinformatics ada 28 artikel, selanjutnya Library Philosophy And Practice 23 artikel masuk peringkat ketiga terbanyak. Persebaran jurnal inti sebagai sebuah penggambaran komprehensif merujuk pada distribusi atau penyebaran jurnal yang dianggap paling mendominasi atau paling memiliki dampak yang signifikan terhadap perkembangan pengetahuan dalam suatu disiplin ilmu atau topik penelitian tertentu (Donthu et al., 2021). Terkait analisis bibliometrik, bahwasannya persebaran jurnal inti memiliki dampak signifikan dalam mengidentifikasi sumber-sumber utama dan kontributor terkemuka dalam suatu bidang penelitian. Hal tersebut menjadi relevan karena jurnal inti seringkali menjadi tempat publikasi karya-karya terkemuka yang memengaruhi arah dan perkembangan ilmu pengetahuan (Arruda et al., 2022; Donthu et al., 2021). Pada data ini terutama mengenai jurnal-jurnal yang memiliki kontribusi paling signifikan mengenai topik layanan perpustakaan melalui pemanfaatan repositori institusi. Penulis yang Melakukan Penelitian Layanan Perpustakaan Melalui Pemanfaatan Repositori Institusi Dari 574 artikel penelitian mengenai layanan perpustakaan melalui pemanfaatan repositori institusi yang terindeks di Scopus terlihat seperti pada gambar 3 berikut ini. Gambar 3. Grafik produktivitas penulis Gambar 3 menunjukkan bahwa penulis yang melakukan penelitian layanan perpustakaan melalui pemanfaatan repositori institusi yang paling produktif adalah peneliti Perancis yaitu Joachim Schöpfel mempublikasikan 7 artikel, berikutnya Kenning Arlitsch, Kensuke Baba, Prafulla Kumar Mahanta dan Joana Richardson masing-masing sebanyak 4 artikel. Menurut Abdullah et. al. (dalam Septiyanto et al., 2023), bahwa ketika menganalisis suatu topik penelitian, perlu dibahas analisis produktivitas penulis dan jumlah sitasi. Sehingga data produktivitas penulis menjadi hal penting dalam analisis bibiliometrik tentang tren perkembangan suatu penelitian tertentu. Menurut Mubarok dan Istiana (2022), mengkaji publikasi karya ilmiah menjadi satu hal yang dibutuhkan bagi sebuah lembaga guna mengetahui sejauh mana capaian yang telah dihasilkan oleh para dosen/peneliti dan juga hal ini menjadi capaian satu lembaga pendidikan tinggi. Tren perkembangan penelitian oleh penulis dilakukan mengikuti dinamika perkembangan topik ini serta kebutuhan akan capaian hasil dari peneliti, sehingga peluang penelitian topik ini masih terbuka untuk dikembangkan. Peringkat Lembaga yang Paling Banyak Melakukan Penelitian Layanan Perpustakaan Melalui Pemaanfaatan Repositori Institusi Berdasarkan hasil menunjukkan bahwa afiliasi atau lembaga yang paling banyak melakukan penelitian tentang layanan perpustakaan melalui pemanfaatan repositori institusi adalah University of Illinois Urbana-Champaign dengan 13 artikel, Universitat de Barcelona dan Université de Lille dengan 7 artikel, Old Dominion University dan Purdue University dengan 6 artikel, selanjutnya Florida State University, Universitat Oberta de Catalunya, Cornell University, The Australian National University, Kyushu University, University of Southampton, Virginia Polytechnic Institute and State University, University of Malaya dan Covenant University masing-masing 5 artikel. Lihat gambar 4 berikut ini. Gambar 4. Grafik peringkat lembaga yang melakukan penelitian Afiliasi kelembagaan turut mempengaruhi nilai yang diberikan kepada tiap peneliti melalui prestise kelembagaan, hal ini berdampak pada penelitian dan lintasan karier termasuk mengontrol akses terhadap sumber daya, infrastruktur dan jaringan dalam penelitian yang berpengaruh terhadap penelitian ilmiah. Kebijakan sains semakin meningkatkan nilai yang diberikan kepada institusi, melalui penggunaan peringkat domestik dan internasional dan pengenalan mekanisme pendanaan institusi berbasis kinerja yang diyakini akan mendorong kinerja penelitian yang lebih baik (Salmi, 2016). Pada data ini lembaga yang memiliki kontribusi paling signifikan mengenai penelitian ini karena adanya kebijakan, kebutuhan akan capaian hasil, subjek yang berkembang, dan keterkaitan dengan kegiatan dari lembaga yang melakukan penelitian. Sebaran afiliasi kolaborasi lembaga dan penulis memberikan gambaran sejauh mana suatu lembaga berjejaring dengan lembaga lainnya, serta pihak mana saja yang telah terhubung melalui kolaborasi riset dan penulisan. Peringkat Negara Paling Banyak yang Mempublikasikan Penelitian Layanan Perpustakaan Melalui Pemaanfaatan Repositori Institusi Dari gambar 5 dapat dilihat negara paling banyak mempublikasikan artikel penelitian adalah Amerika Serikat sebanyak 210 artikel. Berikutnya India sebanyak 50 artikel, Inggris sebanyak 42 artikel, Australia dan Spanyol masing-masing sebanyak 25 artikel. Gambar 5. Grafik negara terbanyak yang mempublikasikan penelitian Inisiatif negara pada suatu penelitian bisa dipengaruhi oleh suatu dinamika perkembangan penelitian tertentu, dari kebijakan, atau potensi lainnya yang berhubungan dengan kebutuhan meningkatkan produktivitas penelitian tertentu. Ko-afiliasi internasional dapat mencerminkan jejak peningkatan mobilitas internasional (Krieger, 2016; Schiermeier, 2017). Hal ini juga dapat menjadi sumber penting “hubungan negara asal” yang meningkatkan produktivitas atau memudahkan peneliti untuk tetap terhubung dengan lembaga sebelumnya. Dalam konteks analisis bibliometrik ini, berbagai afiliasi merupakan hasil dari bentuk kolaborasi yang diformalkan atau dilembagakan, termasuk yang muncul sebagai tujuan eksplisit dari penelitian ini di beberapa negara. Tipe Dokumen Publikasi Penelitian Perkembangan Penelitian Layanan Perpustakaan Melalui Pemaanfaatan Repositori Institusi Berdasarkan hasil penelusuran Scopus diperoleh artikel sebanyak 574 judul. Berdasarkan tipe dokumen publikasi menunjukkan bahwa artikel merupkan jumlah terbanyak, kemudian conference paper dan review. Keterangannya dapat dilihat pada tabel 1 berikut ini. Tabel 1. Jumlah publikasi penelitian berdasarkan tipe dokumen Tipe Dokumen Jumlah Article 346 Conference Paper 151 Review 34 Book Chapter 27 Book 7 Conference Review 6 Note 3 Total 574 Sumber: Scopus - Elsevier B.V., 2024. Hasil penelitian biasanya melalui kegiatan ilmiah guna memperoleh masukan dari pihak-pihak terkait mengenai suatu bidang berbentuk makalah konferensi atau prosiding. Conference paper merupakan media untuk mengkomunikasikan pengetahuan, hasil inovasi, dan produksi (Zhuang et al., 2020). Selain itu terdapat publikasi dalam bentuk artikel jurnal bersifat hasil penelitian primer yang telah selesai dan diterbitkan melalui proses review dari pakar di bidangnya dan untuk diterbitkan membutuhkan proses yang ketat. Artikel jurnal memiliki peluang lebih besar sebagai rujukan untuk disitasi dibandingkan dengan artikel jenis lain, seperti prosiding, buku, ataupun book chapter. Jumlah Dokumen Penelitian Layanan Perpustakaan Melalui Pemaanfaatan Repositori Institusi Berdasarkan Subjek Berdasarkan hasil penelusuran Scopus, perhatikan tabel 2 berikut ini. Tabel 2. Publikasi penelitian berdasarkan subjek Subjek Jumlah Social Sciences 417 Computer Science 265 Engineering 55 Arts and Humanities 51 Mathematics 39 Sumber: Scopus - Elsevier B.V., 2024. Dari tabel 2 menunjukkan bahwa subjek terbanyak penelitian layanan perpustakaan melalui pemanfaatan repositori institusi adalah social sciences (417), berikutnya computer science (265), engineering (55), arts and humanities (51), serta mathematics (39). Menurut Fauzi & Purwaningtyas (2023), pada analisis bibliometrik juga merangkum dan memetakan kemajuan ilmu pengetahuan dari waktu ke waktu, memaparkan hasil penelitian pada setiap topik artikel serta analisis perkembangan artikel yang disajikan secara komprehensif. Data yang ditampilkan dalam penelitian ini menampilkan subjek disiplin ilmu yang berkaitan dan dapat dipetakan serta dianalisis mengenai layanan perpustakaan melalui pemanfaatan repositori institusi. Peta Co-Word Perkembangan Penelitian Layanan Perpustakaan Melalui Pemaanfaatan Repositori Institusi Visualisasi Jaringan Peta Co-Word Setelah memperhitungkan frekuensi kutipan dan metrik lainnya, dilakukan juga analisis keluaran pada VOSviewer untuk menampilkan kata kunci yang sering muncul. Aplikasi VOSviewer digunakan untuk memvisualisasikan peta bibliometrik melalui visualisasi jaringan, visualisasi overlay, dan visualisasi kepadatan. Interaktivitas yang ditawarkan VOSViewer mempermudah peneliti dalam menjelajahi dan menganalisis data bibliometrik dan mengukur jumlah kutipan dan hubungan co-occurrence antara istilah kunci (keyword) dan berbagai konsep dalam kajian ilmiah (Tamala et al. 2022). Hasil visualisasi network peta co-word perkembangan penelitian layanan perpustakaan melalui pemanfaatan repositori institusi dapat dilihat pada gambar 6 berikut ini. Gambar 6. Visualisasi jaringan (network) peta perkembangan penelitian Dalam visualisasi jaringan peta co-word pada gambar 6 terlihat perkembangan penelitian library services ukuran nodenya lebih kecil jika dibandingkan dengan penelitian institutional repositories dan memiliki jarak garis yang cukup jauh, hal ini menunjukkan masih sedikit penelitian tentang library services yang berhubungan dengan pemanfaatan institutional repositories. Melalui perhitungan penuh seluruh kata kunci dan pengaturan angka kejadian yang muncul (occurrences) ke angka 5 menghasilkan 140 kata kunci dan threshold. Seperti pada tabel 3 terlihat menampilkan peta perkembangan penelitian layanan perpustakaan melalui pemanfaatan repositori institusi terbagi menjadi 9 klaster sebagai berikut. Tabel 3. Klaster hasil penelitian Kluster Warna Topik 1 Merah 36 topik, terdiri dari: academic library, communication, copyright, copyrights, database systems, developing countries, digital archives, digital resources, digitization, e-learning, education, free access, ghana, information technology, institutional repository, internet, laws and legislation, libraries, library automation, marketing, nigeria, open access, open access movement, open access movements, openaccess, publishing, research libraries, scholarly publishing, scientific communication, search engines, social media, spain, strategic planning, surveys, universities, dan world wide web. 2 Hijau 23 topik, terdiri dari: adult, africa, article, female, funding, grey literature, human, human experiment, humans, information dissemination, information literacy, information retrieval, information science, librarian, libraries medical, library, library services, male, organization and management, personnel, publication, united states, dan university. 3 Biru 21 topik, terdiri dari: collection management, d-space, design/methodology/approach, digital collections, digital libraries, digital repositories, digital repository, dspace, information services, institutional repositories, linked data, management, metadata, ontology, project management, semantic web, semantics, societies and institutions, united states of america, user interfaces, dan web services. 4 Kuning 18 topik, terdiri dari: data curation, data management, data repositories, data sharing, digital preservation, information management, life cycle, open data, open science, research and development management, research data, research data management, research data managements, research support, scholarly communications, students, sustainable development, dan university libraries. 5 Ungu 13 topik, terdiri dari: academic institutions, archives management, digital storage, information systems, information use, interoperability, open systems, repositories, research, research information systems, research institutions, sounding apparatus, dan united kingdom. 6 Tosca 12 topik, terdiri dari: digital objects, dublin core, electronic theses and dissertations, higher education institutions, long-term preservation, mathematical models, oai-pmh, open sources, research outputs, scholarly communication, selfarchiving, dan visibility. 7 Oranye 10 topik, terdiri dari: computer software, digital library, electronic document exchange, electronic resources, library of congress, national libraries, open source software, preservation, repository, dan software engineering. 8 Coklat 6 topik, terdiri dari: academic libraries, archiving, electronic publishing, knowledge management, librarians, dan reference services. 9 Merah muda 1 topik, terdiri dari: data mining. Visualisasi Kepadatan Peta Co-Word Visualisasi density menggambarkan pemetaan kepadatan item yang ditentukan oleh warna. Menurut Chen eta al. (2016), semakin banyak kata kunci yang sama muncul dalam visualisasi maka semakin erat hubungannya, selain itu juga dapat menentukan tren topik penelitian. Hasil visualisasi density yang ditunjukkan pada gambar 7 terlihat area padat atau memiliki kerapatan tinggi pada node satu dengan node lainnya. Tingkat kejenuhan yang diidentifikasi pada banyaknya kata kunci ditandai dengan warna kuning memiliki arti bahwa area tersebut merupakan topik-topik yang telah banyak dilakukan penelitian dan terindeks Scopus, misalnya adalah kata kunci institutional repositories, digital libraries, dan societies and institutions. Sedangkan node yang ditandai dengan warna hijau memiliki topik-topik yang masih sedikit dilakukan penelitian. Hal ini menjadi peluang untuk dilakukan riset atau penelitian dengan topik-topik tersebut lebih lanjut, misalnya adalah kata kunci library services dengan repositories, digital repositories, digital repository, maupun dengan institutional repositories yang menunjukkan perkembangan penelitian ini masih relatif rendah dan topik tersebut masih sangat luas untuk diteliti lebih lanjut. Gambar 7. Visualisasi kedalaman (density) perkembangan penelitian

Conclusion

Hasil kajian tren penelitian layanan perpustakaan melalui pemanfaatan repositori institusi dengan analisis bibliometrik berbasis data dengan Scopus 1982-2023 telah menjawab pertanyaan penelitian ini, yang menunjukkan tren perkembangan jumlah penelitian berdasarkan tahun semakin signifikan namun fluktuatif. Jurnal terbanyak yang mempublikasikan penelitian ini adalah OCLC Systems And Services. Peneliti yang paling produktif menulis penelitian ini adalah Joachim Schöpfel. Lembaga yang terbanyak mempublikasikan penelitian ini adalah University of Illinois Urbana-Champaign. Negara terbanyak yang mempublikasikan penelitian ini adalah Amerika Serikat. Jenis dokumen yang terbanyak dari penelitian ini adalah dalam bentuk artikel. Bidang yang dominan adalah social sciences. Melalui visualisai jaringan dapat diidentifikasikan adanya hubungan antar konsep keilmuan dengan 9 klaster. Dalam visualisasi kepadatan maupun jaringan menunjukkan perkembangan penelitian ini masih terdapat peluang untuk dilakukan penelitian lebih lanjut.