Peningkatan indeks literasi melalui promosi
Institut Agama Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya
Abstrak
Perpustakaan dengan standarisasi pengelolaan memiliki peran dalam peningkatan indeks literasi masyarakat. Diantara indikator peningkatan indeks literasi adalah adanya penambahan kunjungan dan peminjaman koleksi yang tersedia secara kesinambungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi peningkatan indeks literasi di perpustakaan UIN Sunan Ampel Surabaya melalui promosi. Metode penelitian adalah deskriptif kuantitaif, yakni penggunaan angka-angka dalam menyajikan data, menjelaskan, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menyimpulkan adanya peningkatan indeks literasi di perpustakaan UIN Sunan Ampel Surabaya berdasarkan kenaikan statistik di tahun 2023 dari tahun sebelumnya, yakni 2022. Diantaranya yakni kunjungan fisik meningkat 14%, usage e-resources Springer Link 429%. User Education Service 220%, magang 275%, pelatihan manajemen reference 1400%, dan One Day One Post 136%.
Abstract
Libraries with standardized management have a role in increasing the community literacy index. Among the indicators of increasing the literacy index is the addition of visits and borrowing of collections that are available on an ongoing basis. The aim of this research is to determine the strategy for increasing the literacy index in the UIN Sunan Ampel Surabaya library through promotion. The research method uses quantitative descriptive, namely the use of numbers in presenting data, explaining and drawing conclusions. The results of the research concluded that there was an increase in the literacy index in the UIN Sunan Ampel Surabaya library based on statistical increases in 2023 from the previous year, namely 2022. These include physical visits increasing by 14%, usage of Springer Link e-resources by 429%. User Education Service 220%, internship 275%, reference management training 1400%, and One Day One Post 136%.
Keywords:
Literacy Index
· Literacy
· Promotion
Introduction
Literasi informasi yang awalnya hanya bermakna kemampuan membaca dan menulis, telah berkembang menjadi ketrampilan seseorang dalam identifikasi, akses, menemukan, evaluasi, dan menggunakan informasi sesuai kebutuhan (Melani, 2016). Bahkan di era modern dengan hadirnya internet, literasi tidak lagi kemampuan akses dan pemanfaatan informasi, tetapi juga pengetahuan dan kemampuan prosedur operasional hardware dan software (Pattah, 2014). Era digital telah menjadikan pola akses informasi masyarakat mengalami pergeseran dari konvensional menjadi digital. Pemanfaatan koleksi digital bukan lagi sebagai pelengkap, tetapi pilihan utama bagi masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan informasi. Akses koleksi digital melalui produk teknologi informasi terasa lebih mudah dan murah karena tidak terbatas oleh ruang dan waktu. Masyarakat bisa akses informasi tanpa harus berkunjung ke gedung dan tidak terbatas jam layanan. Dengan demikian pemanfaatan koleksi dapat lebih ditingkatkan (Fahrizandi, 2020; Supriyatno, 2021). Strategi lainnya adalah melalui promosi. Promosi digunakan sebagai upaya diseminasi informasi agar sumber daya yang dimiliki oleh perpustakaan dapat diketahui oleh masyarakat (Supriyanto, 2023). Promosi merupakan kegiatan mengenalkan sumber daya yang tersedia di perpustakaan sekaligus prosedur pemanfaatannya agar masyarakat/ pemustaka menjadi tertarik dan melakukan pemanfaatan melalui kunjungan atau peminjaman (Supriyanto, 2019). Kegiatan promosi harus dilakukan secara regular dan kesinambungan. Adapun strategi yang dilakukan bisa melalui berbagai cara, seperti iklan/ advertising, penjualan personal/ personal seling, pemasaran langsung/ direct selling, penjualan/ sales promotion, serta hubungan masayarat dan publisitas/ public relation and publicity (Andriana, 2017; Indriaturrahmi et al., 2022). Unsur lainnya sebagai pertimbangan promosi setidaknya ada 3 faktor, yakni lingkungan, teknologi, dan kebutuhan (Harahap, 2021). Dalam konteks Perpustakaan UIN Sunan Ampel Surabaya, 3 faktor strategi promosi adalah sebagai berikut: Tabel 1. 3 Faktor Strategi Promosi dan Uraiannya NO. FAKTOR URAIAN 1 Lingkungan Komunitas perguruan tinggi yang terdiri dari sivitas akademika, yakni dosen, karyawan, dan mahasiswa. 2 Teknologi Pemanfaatan media digital sebagai sarana promosi, yakni website, media sosial, dan aplikasi 3 Kebutuhan Perguruan tinggi yang identik dengan dunia akademisi berbasis Tri Dharma, yakni pembelajaran dan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat Ketiga faktor di atas menjadi prioritas dalam strategi promosi yang ada di Perpustakaan UIN Sunan Ampel Surabaya. Optimalisasi tiga faktor strategi promosi dengan didukung sumber daya perpustakaan yang sesuai standar diharapkan mampu meningkatkan indeks literasi di UIN Sunan Ampel Surabaya. Diantara indikator indeks literasi adalah melalui kunjungan dan peminjaman, akses e-reosurces, dan partisipasi dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh Perpustakaan UIN Sunan Ampel Surabaya. Dengan jumlah anggota aktif sebanyak 19.112 orang dan jumlah koleksi sejumlah 112,332 eksemplar, perpustakaan diharapkan menjadi pusat “keramaian” akademik di UIN Sunan Ampel Surabaya. Bagan 1. Jenis dan Jumlah Eksemplar Koleksi Data: Otomasi Perpustakaan, 22 Juni 2024 Dengan mempertimbangkan uraian di atas, maka penting untuk dilakukan kajian secara komprehensif tentang strategi peningkatan indeks literasi melalui promosi di UIN Sunan Ampel Surabaya. Kajian bertujuan untuk mengetahui strategi promosi yang dilakukan oleh Perpustakaan UIN Sunan Ampel Surabaya dalam peningkatan indeks literasi. Tujuan lainnya adalah hasil kajian dapat digunakan sebagai salah satu bahan evaluasi program kegiatan yang ada untuk selanjutnya dilakukan perbaikan dan pengembangan.
Method
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif, yakni penggunaan angka-angka dalam menyajikan data, menjelaskan, dan menarik kesimpulan (Sulistyawati et al., 2022). Data kuantitatif berasal dari statistik kunjungan dan peminjaman, usage e-resources, dan partisipasi pemustaka dalam kegiatan perpustakaan. Sedangkan indikator indeks literasi meliputi kemampuan Identifikasi, akses, menemukan, evaluasi, dan menggunakan informasi sesuai kebutuhan. Dalam ranah literasi juga termasuk pengetahuan dan ketrampilan dalam operasionalisasi hardware dan software produk teknologi, seperti seperangkat komputer atau laptop, website, dan aplikasi (Melani, 2016; Pattah, 2014). Dengan demikian, yang dimaksud dengan indeks literasi dalam kajian ini adalah tingkat kunjungan, peminjaman, dan akses e-resources. Indikator indeks literasi lainnya adalah partisipasi sivitas akademika dalam program kegiatan perpustakaan, seperti literasi informasi dan magang.Tingkat indeks literasi dilakukan melalui perbandingan antara tahun 2022 dengan 2023. Indeks literasi dapat meningkat salah satu faktor pendukungnya adalah ketepatan pemilihan jenis promosi. Diantaranya yakni promosi melalui layanan, koleksi, dan kegiatan agar masyarakat tertarik untuk berkunjung ke perpustakaan dan memanfaatkan sumber daya yang tersedia. Tingkat pemanfaatan perpustakaan menjadi salah satu indikator indeks literasi (Shoimah, 2023). Secara detail, indikator indeks literasi di Perpustakaan UIN Sunan Ampel Surabaya diwujudkan dalam statistik tingkat kunjungan dan peminjaman, akses eresources, serta partisipasi dalam kegiatan dan literasi informasi.
Result & Discussion
Perpustakaan UIN Sunan Ampel Surabaya memiliki dua gedung dalam upayan pemenuhan kebutuhan sumber informasi bagi masyarakat, yakni di kampus A. Yani dan Kampus Gunung Anyar. Meski terbagi di dua lokasi pelayanan yang berbeda, database perpustakaan terintegrasi atau menjadi satu. Akses ketersediaan judul dan eksemplar koleksi cetak dapat dilakukan melalui otomasi perpustakaan pada tautan http://catalog.uinsa.ac.id/. Sedangkan koleksi digital dapat diakses baca dan unduh melalui porta http://digilib.uinsa.ac.id/ dan http://repository.uinsa.ac.id/. Sementara informasi tentang perpustakaan dapat dilihat dengan berkunjung di https://uinsa.ac.id/perpustakaan. Kunjungan fisik masyarakat di perpustakaan dapat dilakukan pada hari Senin hingga Sabtu dengan ketentuan jam layanan sebagai berikut: Tabel 2. Jam Buka Layanan Perpustakaan UINSA HARI JAM BUKA LAYANAN (WIB) JUMLAH JAM Senin - Kamis 07.30 – 16.00 34 Jum’at 07.30 – 16.30 Break 11.00 – 13.00 8 Sabtu 08.00 – 16.00 8 Layanan hari Sabtu merupakan upaya perpustakaan dalam pemenuhan standar jam layanan sesuai regulasi yang berlaku, yakni berjumlah minimal 50 jam dalam seminggu. Ikhtiar buka layanan setiap hari Sabtu ini dilakukan sejak tahun 2023, karena sebelumnya hanya terlaksana dua mingguan sekali atau sebulan dua kali buka layanan di hari Sabtu. Dengan strategi ini, diharapkan pemanfaatan perpustakaan secara fisik oleh mahasiswa dan masyarakat yang membutuhkan sumber informasi dapat dilakukan meski di luar hari perkuliahan. Sehingga indeks literasi di UIN Sunan Ampel Surabaya juga mengalami peningkatan. Tingkat indeks literasi dalam kajian ini diperoleh dari hasil observasi dokumen pada tahun 2022 dan 2023 melalui statistik layanan, koleksi, dan partisipasi dalam kegiatan literasi informasi yang diselenggarakan oleh Perpustakaan UIN Sunan Ampel Surabaya. Adapun efektifitas promosi sebagai sarana meningkatkan indeks literasi akan dikaji melalui 3 faktor strategi promosi, yakni lingkungan, teknologi, dan kebutuhan. Lingkungan Faktor strategi promosi lingkungan berbicara mengenai populasi yang berkaitan dengan perpustakaan. Dalam konteks perpustakaan perguruan tinggi, komunitasnya biasa disebut dengan sivitas akademika, yakni dosen, karyawan, dan mahasiswa. Termasuk di dalamnya adalah masyarakat umum yang memanfaatkan perpustakaan. Strategi promosi lingkungan erat kaitannya dengan layanan yang tersedia di perpustakaan. Layanan perpustakaan pada prinsipnya adalah bantuan kepada pemustaka untuk mendapatkan dan memanfaatkan informasi yang dibutuhkan. Dalam konteks pemanfaatan, secara sederhana layanan perpustakaan diartikan sebagai kunjungan dan peminjaman (Rahma, 2018). Dalam kajian ini, data layanan diperoleh dari statistik kunjungan dan peminjaman koleksi cetak (koleksi Umum) yang ada di Perpustakaan UINSA, sebagaimana berikut: Bagan 2. Jumlah Kunjungan dan Peminjaman Fisik Berdasarkan data di atas, maka dapat disimpulkan adanya kenaikan untuk kunjungan dan penurunan dari segi peminjaman, yakni 14% dan 1%. Salah satu dampak meningkatnya kunjungan adalah adanya variasi layanan yang tersedia, seperti Layanan Koleksi Khusus, Layanan Koleksi Tandon dan Serial, Layanan Manuskrip, dan Layanan Corner. Seluruh koleksi layanan ini tidak dapat dipinjam bawa pulang. Pada data lainnya, persentase peminjaman menunjukkan adanya kecenderungan pemustaka lebih memilih koleksi e-resources untuk pemenuhan kebutuhan informasi dibanding pinjam koleksi cetak secara langsung. Selain itu, kondisi ini menegaskan bahwa perpustakaan bukan hanya sebagai tempat meminjam buku, tetapi sudah berfungsi sebagaimana mestinya, yakni sebagai pusat pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi dan rekreasi bagi masyarakat. Faktor strategi promosi lingkungan yang memberikan prioritas layanan kepada sivitas akademika memberikan dampak pemanfaatan perpustakaan meningkat di tahun 2023 dibanding tahun 2022. Teknologi Strategi promosi teknologi menjadi salah satu upaya peningkatan indeks literasi di Perpustakaan UIN Sunan Ampel Surabaya. Pemanfaatan teknologi berupa media digital seperti website, media sosial, dan aplikasi sebagai sarana promosi mampu meningkatkan kunjungan dan pemanfaatan perpustakaan oleh masyarakat (Iqbal & Yunita, 2023; Binalay, 2016). Diantaranya Teknologi yang digunakan sebagai sarana promosi adalah SLiMS (otomasi), E-Print (repository), dan 3M (Security Gate System). Media digital lain yang memberikan dampak meningkatnya indeks literasi adalah koleksi digital atau biasa disebut e-resources. Perpustakaan UINSA menyediakan beberapa platform e-resources sebagai salah satu strategi dalam pemenuhan kebutuhan informasi bagi pemustaka yang mengalami penambahan di tahun 2023 sebagaimana berikut: Tabel 3. Jenis dan Jumlah Koleksi berdasarkan Eksemplar dan Paltform NO. JENIS JUMLAH EKSEMPLAR/ PALTFORM 2022 2023 1 E-Book Kubuku UINSA Proquest Ebsco Kubuku UINSA Titik Baca Proquest Ebsco 2 E-Journal Cambridge core Springer Link Cambridge Core Springer Link Wiley Taylor and Francis Sedangkan untuk usage e-resourcesadalah sebagaiman berikut: Bagan 3. Usage E-Resources Berdasarkan data di atas, terlihat bahwa ada kenaikan jumlah e-resources yang dilanggan oleh perpustakaan pada tahun 2023 diabndingkan tahun sebelumnya. Hal ini membuktikan bahwa upaya peningkatan indeks literasi telah nyata dilakukan oleh perpustakaan. Upaya ini terbilang berhasil dengan naiknya usage akses pada sumber informasi digital yang dilanggan oleh perpustakaan. Salah satunya adalah kenailan hingga 429% untuk platform Springer Link. Dengan media digital menjadikan akses koleksi menjadi lebih mudah dan murah. Karena tidak harus berkunjung secara fisik dan tidak terikat dengan jam layanan. Sehingga, akses koleksi tidak terkendala ruang dan waktu. Dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja (Supriyanto, 2023). Kebutuhan Strategi promosi kebutuhan atau pasar adalah penyediakan kegiatan sesuai dengan kebutuhan pemustaka. Adapun pemustaka Perpustakaan UIN Sunan Ampel Surabaya terdiri dari dosen, pegawai, mahasiswa, dan masyarakat umum. Dengan demikian, kegiatan yang diselengggarakan harus mempertimbangkan kebutuhan empat unsur pemustaka tersebut. Diantara kegiatan yang diadakan oleh perpustakaan adalah pengenalan perpustakaan dan prosedur pemanfaatannya yang biasa dikemas dalam kegiatan User Education Service (UES), magang, Pelatihan Management Reference, dan program One Day One Post melalui media sosial. a. User Education Service User Education Service atau UES merupakan kegiatan pengenalan sumber daya perpustakaan bagi seluruh mahasiswa, baik baru maupun lama. UES Universitas dilakukan di awal masa pekuliahan dan diperuntukkan khusus bagi mahasiswa baru. UES universitas dilakukan di dua kampus, yakni UIN Sunan Ampel Surabaya kampus A. Yani dan Kampus Gunung Anyar. Dengan menggunakan tiga kelas sekaligus dan terbagi dalam lima sesi, diharapkan seluruh mahasiswa baru dapat mengikuti kegiatan tersebut. Sedangkan UES Fakultas dilakukan berdasakan tingkat semester pada masing-masing fakultas yang terbagi dalam tiga kelas setiap harinya. Kegiatan ini bertujuan untuk diseminasi informasi dan update sumber daya perpustakaan terkini. Sehingga seluruh mahasiswa di setiap fakultas memiliki pengetahuan dan ketrampilan dalam prosedur pemanfaatan perpustakaan. Tabel 4. Jenis, Jumlah Kelas, dan Jumlah Peserta kegiatan UES NO. JENIS UES JUMLAH KELAS JUMLAH PESERTA 1 Universitas 108 1.705 orang 2 FISIP 18 268 orang 3 FSH 9 133 orang 4 FST 3 31 orang 5 PPs 8 81 orang Target peserta kegiatan UES tahun 2023 berbeda dengan tahun 2022 yang awalnya hanya mahasiswa baru menjadi pelibatan fakultas dengan mahasiswa di setiap tingkatan semester. Startegi menjadikan kelas literasi menjadi lebih banyak 146 kelas berbanding 66 kelas atau ada peningkatan 220%. b. Magang Magang merupakan sarana peningkatan kompetensi mahasiswa pada keilmuan yang telah dipilih. Magang dijadikan media untuk mensikronkan teori dengan realitas yang ada di lapangan. Magang di Perpustakaan UIN Sunan Ampel Surabaya dilakukan oleh berbagai pihak, baik internal maupun eksternal. Magang menjadi salah satu bukti keberhasilan promosi yang dilakukan oleh perpustakaan, baik secara langsung maupun tidak langsung. Promosi secara langsung dilakukan melalui media digital. Sedangan promosi tidak secara langsung dilakukan oleh para alumni magang maupun informasi dari relasi terdekat peserta magang. Tabel 5. Waktu, Jumlah Peserta, dan Asal Peserta Magang NO. WAKTU JUMLAH PESERTA ASAL PESERTA 1. Januari 7 UINSA 2. Februari - April 8 UINSA 3. Mei - Oktober 8 UINSA 4. Juni - Agustus 4 D3 Unair Surabaya 5. Juli -Agustus 5 UINSATU Tulungagung 6. Juli - Oktober 1 FST UINSA 7. Oktober 5 FTK UINSA 8. Oktober - Desember 2 UIN Sunan Aklijaga 9. November 2 SMK Unggulan Terpadu Surabaya 10. Desember 3 UINSA 11. Desember 3 Pesantrean Ahlus Shafa wal Wafa Sidoarjo Partisipasi sivitas akademika dan masyarakat dalam program magang pada tahun 2023 mengalami kenaikan dibandingkan 2022 sebesar 11 kali berbanding 4 kali atau 275%. Kondisi ini mengindikasikan bahwa perpustakaan UIN Sunan Ampel Surabaya memiliki kelebihan dan daya Tarik untuk dijadikan sumber informasi bagi kelengkapan keilmuan yang dipilih. Informasi dari calon peserta magang bisa diperoleh dari media digital yang dikelola oleh perpustakaan, seperti website, media sosial, dan aplikasi. Strategi ini merupakan implementasi dari lingkungan. c. Pelatihan Management Reference Kegiatan Pelatihan Management Reference memberikan bekal pengetahuan dan ketrampilan peserta dalam pemanfaatan Mendeley dan Zotero, mulai dari instalasi sampai dengan strategi sitasi. Padatahun 2023, pelatihan ini terlaksana sebanyak 23 kali dengan jumlah peserta sebanyak 690 peserta. Tabel 6. Waktu dan Peserta Kegiatan Pelatihan Management Reference NO. WAKTU PESERTA 1. 11 sd. 26 Januari 2023 Seluruh Fakultas UINSA 2. 10 April 2023 Prodi Akuntansi FEBI UINSA 3. 13 April 2023 Prodi Akuntansi FEBI UINSA 4. 17 Mei 2023 FUF UINSA 5. 18 Mei 2023 FUF UINSA 6. 2 Oktober 2023 Prodi Akuntansi FEBI UINSA 7. 5 Oktober 2023 Prodi Akuntansi FEBI UINSA 8. 10 Oktober 2023 PBI FTK UINSA 9. 10 Oktober 2023 PBI FTK UINSA 10. 24 Oktober 2023 PGMI FTK UINSA 11. 31 Oktober 2023 PGMI FTK UINSA 12. 9 November 2023 Prodi MPI FTK UINSA 13. 9 November 2023 Prodi MPI FTK UINSA 14. 9 November 2023 Prodi MPI FTK UINSA Pelatihan Management Reference menjadi salah satu program kegiatan bertemakan Bimbingan sumber informasi elektronik, Turnitin, Mendelei, Zotero (Bestie Timez) yang dirilis pertama pada tahun 2023. Pada tahun sebelumnya, yakni 2022 tema Management Reference juga disampaikan dalam kegiatan bertajuk Virtual Library Class (VLC) sebanyak satu kali. Dengan demikian, ada kenaikan 14 kali lipat atau 1400% untuk penyelenggaraan pelatihan Management Reference bagi mahasiswa dan dosen. d. One Day One Post Program One Day One Post merupakan regulasi Rektor untuk promosi melalui media social, baik Instagram, Facebook, Youtube, Tiktok, dan lain sebagainya. Perpustakaan UIN Sunan Ampel Surabaya tergolong sukses melaksanakan program ini dengan indikasi adanya jumlah postingan yang berjumlah 449 kali. Jumlah postingan ini lebih banyak dengan jumlah hari dalam setahun yang berjumlah 365. Jumlah 449 kali publikasi media social ini setara dengan kenaikan 136% dari tahun sebelumnya yang berjumlah 329 kali postingan. Tabel 7. Media Sosial dan Jumlah Postingan NO. MEDIA SOSIAL JUMLAH POSTINGAN 2022 2023 1 Instagram 226 277 2 Facebook 62 38 3 Tiktok 32 92 4 Youtube 9 42 Menyimak paparan data dan analisa di atas, tiga faktor strategi promosi, yakni lingkungan, teknologi, dan kebutuhan mampu memberikan dampak peningkatan indeks literasi di Perpustakaan UINSA. Hal ini didasarkan pada naiknya seluruh persentasi setiap faktor strategi promosi yang ada.
Conclusion
Berdasarkan data dan analisa data di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa tiga faktor strategi promosi, yakni lingkungan, teknologi, dan kebutuhan dapat meningkatkan indeks literasi di Perpustakaan UIN Sunan Ampel Surabaya. Peningkatan indeks literasi diindikasikan dari adanya peningkatan beberapa unsur. Diantaranya yakni kunjungan fisik meningkat 14%, usage e-resources Springer Link 429%. Jumlah kelas kegiatan User Education Service meningkat 220%, kelompok magang meningkat 275%, penyelenggaraan pelatihan manajemen reference meningkat 1400%, dan hasil postingan tim media social dalam program One Day One Post meningkat 136%. Rekomendasi penulis terkait upaya peningkatan indeks literasi di UIN Sunan Ampel Surabaya adalah perlu dilakukannya kolaborasi pelayanan maupun pemanfatan koleksi secara kesinambungan dengan berbagai pihak. Terutama kegiatan yang melibatkan sivitas akademika, seperti kolaborasi pengelolaan koleksi corner dengan program studi yang relevan.