Wikipedia gender gap: Kesenjangan digital berbasis gender di Wikipedia
Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang
Abstrak
Sebagai ensiklopedia daring terbesar di dunia, Wikipedia memainkan peran penting dalam diseminasi pengetahuan global. Namun, di sisi lain, Wikipedia masih bergulat dengan masalah yang terus berlanjut, yaitu kesenjangan gender. Meski Wikipedia mempunyai basis pengguna dan pengaruh yang besar dalam membentuk lanskap informasi digital, Wikipedia menunjukkan kesenjangan yang signifikan dalam konteks representasi dan cakupan konten tentang perempuan. Makalah ini mengeksplorasi berbagai dimensi bias gender di Wikipedia berdasarkan penelitian yang berfokus pada kesenjangan konten biografi, demografi kontributor, dan bias sistemik dalam struktur dan visibilitas konten. Melalui tinjauan literatur dan analisis observasi, penelitian ini menggarisbawahi tantangan yang dihadapi oleh kontributor perempuan dan menyoroti hambatan budaya dan sistem yang menghambat partisipasi mereka. Dengan mengkaji temuan dari penelitian yang telah ada, makalah ini bertujuan untuk mendorong wacana dan penelitian lebih lanjut tentang kesenjangan gender di Wikipedia serta mendukung inklusivitas dan keragaman dalam platform pengetahuan digital.
Abstract
As the world's largest online encyclopedia, Wikipedia plays a pivotal role in global knowledge dissemination, yet it grapples with a persistent issue: the Wikipedia gender gap. Despite its vast user base and influence in shaping digital information landscapes, Wikipedia exhibits significant disparities in the representation and coverage of women. This paper explores various dimensions of gender bias on Wikipedia, drawing from studies highlighting disparities in biographical content, editor demographics, and systemic biases in content structure and visibility. Through a literature review and observational analysis, this study underscores the challenges faced by female contributors, shedding light on cultural and systemic barriers that hinder their participation. By examining methodologies and findings from international research, this paper aims to foster further discourse and research on gender gaps in Wikipedia, advocating for inclusivity and diversity in digital knowledge platforms.
Keywords:
Wikipedia
· gender bias
· gender disparity
· systemic bias
Introduction
Wikipedia telah menjadi salah satu rujukan masyarakat, terutama mereka yang memiliki keterbatasan akses informasi. Ensiklopedia daring terbesar di dunia ini mendapat kunjungan lebih dari 250 juta setiap harinya (Qaiser et al., 2022) dan menjadi salah satu situs yang paling populer di dunia (Statista, 2023). Hasil pencarian Google dan mesin pencari lainnya juga memprioritaskan Wikipedia (Ford & Wajcman, 2017). Saat pengguna mencari sebuah topik, Google akan memasang ‘about’ di bagian pojok kanan atas peramban. Data tersebut umumnya bersumber dari Wikipedia. Di balik kekuatannya sebagai platform pengetahuan global, Wikipedia memiliki masalah yang sering luput dari perhatian publik, yaitu kesenjangan gender atau yang sering disebut dengan Wikipedia gender gap. Kesenjangan digital (digital gap) sering dikaitkan dengan akses tak setara ke perangkat dan internet antara laki-laki dan perempuan. Hal ini kemudian termanifestasi menjadi keterbatasan jumlah dan kualitas konten di internet secara umum mengenai perempuan. Di Wikipedia bahasa Inggris, dari 1.5 juta artikel biografi yang ada, hanya 19% yang mengangkat tokoh perempuan (Qaiser et al., 2022). Fenomena sama juga terjadi di Wikipedia bahasa Indonesia, biografi tokoh perempuan hanya 21.2% (Agustin, 2021). Wikipedia gender gap merupakan istilah yang digunakan untuk menyebut sejumlah ketimpangan terkait gender yang ada di Wikipedia, terutama menyangkut komposisi kontributor dan cakupan konten. Hasil survei Wikimedia Foundation pada 2018 menunjukkan bahwa proporsi jenis kelamin kontributor masih sangat timpang. Jumlah kontributor laki-laki mencapai 90%, sementara perempuan hanya sekitar 9% (Wikipedia, 2018). Jimmy Wales, pendiri Wikipedia, mengakui bahwa target untuk menaikkan jumlah kontributor perempuan menjadi 25% pada 2015 telah mengalami kegagalan (Ford & Wajcman, 2017). Ketidakseimbangan jumlah kontributor ini menjadi salah satu penyebab adanya bias konten. Konten tentang laki-laki dan dan topik-topik yang berhubungan dengan identitas gender mereka mendominasi entri di Wikipedia (Bear & Collier, 2016; Hinnosaar, 2019). Bias ini juga mempengaruhi bagaimana editor laki-laki melihat konten tentang perempuan. Salah satu contoh kasus yang populer adalah penghapusan biografi fisikawan Donna Strickland di Wikipedia bahasa Inggris. Hanya dalam hitungan 6 menit setelah rilis, artikel rintisan tentang Strickland yang diunggah pada 7 Maret 2014 langsung ditandai ‘penghapusan cepat’. Artikel tersebut kemudian dihapus pada Mei 2014 karena dianggap tidak memenuhi kriteria kelayakan entri (Maher, 2018). Para penyunting Wikipedia yang kebanyakan laki-laki berpandangan bahwa sumber sekunder tentang Strickland tidak cukup memadai untuk dikutip. Sehingga, saat ia menerima penghargaan Nobel Fisika pada 2018, Strickland belum memiliki artikel aktif di Wikipedia (Tripodi, 2023). Bias sistematik di Wikipedia patut menjadi sorotan dan perlu mendapat perhatian dari semua pihak, termasuk pustakawan dan pengamat informasi. Kesenjangan gender di ensiklopedia ini berimplikasi pada rendahnya keragaman perspektif dan tingkat partisipasi penyunting perempuan (Hinnosaar, 2019). Representasi perempuan di Wikipedia penting karena mereka adalah contoh (role models) bagi publik (Hinnosaar, 2019). Bagi pembaca muda perempuan, biografi figur perempuan bisa mendorong aspirasi mereka dalam mengejar pendidikan dan karir. Pilihan karir bidang STEM, misalnya, cenderung dipengaruhi oleh paparan konten di internet (White, 2018). Studi tentang ketimpangan gender di Wikipedia sejauh ini masih didominasi oleh para peneliti di luar negeri dan penulis belum menemukan kajian yang menyertakan Indonesia. Fokus artikel ini adalah untuk mengungkap bentuk-bentuk bias gender dan tantangan apa saja yang dihadapi perempuan dalam berpartisipasi di Wikipedia, termasuk di Wikipedia Bahasa Indonesia. Penulis berharap kajian ini akan menjadi pembuka diskusi dan kajian lebih lanjut mengenai kesenjangan gender di Wikipedia, terutama di Indonesia.
Method
Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah studi pustaka dan observasi. Penulis akan mengkaji sejumlah studi yang berfokus menggali ragam bias dan kesenjangan gender di Wikipedia serta tantangan yang dihadapi oleh kontributor perempuan. Penulis juga merupakan kontributor aktif sekaligus pelatih/peserta dalam berbagai kegiatan Wikipedia bahasa Indonesia. Penulis pernah terlibat sebagai pemateri pelatihan Wikipedia bahasa Indonesia (WikiLatih) bersama jurnalis media digital, pemateri dalam pelatihan WikiGap tahun 2021 dan 2022, pemateri #1Lib1Ref (pelatihan penyuntingan untuk pustakawan) pada 2021 hingga 2023, dan peserta diskusi panitia WikiGap bersama Kedutaan Besar Swedia dengan beberapa jurnalis dan aktivis perempuan pada 2022. WikiGap merupakan program penyuntingan untuk memperbanyak konten perempuan di Wikipedia, termasuk di Wikipedia bahasa Indonesia. Perspektif penulis sebagai penyunting akan digunakan untuk menganalisis kesenjangan gender yang ada.
Result & Discussion
Bentuk-bentuk bias gender di Wikipedia Wagner et al. (2015) melakukan studi di enam versi bahasa Wikipedia dengan tingkat cakupan biografi laki-laki dan perempuan tertinggi, yaitu bahasa Inggris, Rusia, Jerman, Italia, Prancis, dan Spanyol. Mereka mengkaji bias gender di Wikipedia berdasarkan aspek cakupan, struktur, leksikal, dan visibilitas (Wagner et al., 2015). Bias cakupan terlihat dari jumlah konten antara tokoh laki-laki dan perempuan. Bias struktural termanifestasi dari keterhubungan antar artikel (interarticle links) di Wikipedia. Bias leksikal tecermin dari pilihan diksi dan kalimat yang digunakan ketika mendeskripsikan figur perempuan dan laki-laki. Bias visibilitas diukur dari jumlah biografi tentang tokoh perempuan yang muncul di halaman pertama Wikipedia. Bias cakupan dan visibilitas ternyata cukup rendah karena tokoh perempuan maupun laki-laki berpotensi terwakili dengan setara di Wikipedia (Wagner et al., 2015). Bias yang terlihat cukup jelas adalah bias struktural dan bias leksikal. Bias struktural memperlihatkan bahwa entri tentang perempuan lebih banyak tertaut ke artikel laki-laki, tapi tidak dengan sebaliknya. Sebagai contoh, artikel tokoh perempuan cenderung dihubungkan dengan artikel tokoh laki-laki, misalnya dengan suaminya. Sedangkan artikel tentang suaminya tidak terhubung balik dengan artikel biografi istri. Bias leksikal tampak dari pilihan kata, kalimat, dan fokus bahasan yang digunakan saat menjelaskan tokoh perempuan dibandingkan laki-laki. Salah satu contohnya adalah fakta bahwa artikel tentang perempuan lebih banyak berfokus pada status pernikahan dan perceraiannya dibandingkan dengan artikel tentang laki-laki (Wagner et al., 2015). Penelitian lanjutan oleh Wagner et al. pada tahun berikutnya kembali menegaskan kuatnya bias di Wikipedia (Wagner et al., 2016). Mereka menilai potensi ketidaksetaraan gender dalam artikel Wikipedia dilihat dari sejumlah aspek, yaitu kelayakan (notability), fokus topik, bias linguistik, karakter struktur, dan penyajian meta-data. Tokoh perempuan yang muncul di Wikipedia secara umum lebih layak/pantas daripada tokoh laki-laki. Wagner memaknai temuan ini sebagai efek samping glass ceiling tersamar. Glass ceiling adalah hambatan yang dihadapi perempuan untuk menaiki tangga karier mereka. Berbeda dengan tokoh laki-laki, figur perempuan harus memiliki kontribusi dan prestasi puncak untuk dianggap layak diangkat profilnya di Wikipedia, seperti kasus Donna Strickland. Temuan kedua adalah terkait fokus topik dalam biografi. Informasi soal keluarga, gender, dan relasi lebih banyak muncul dalam artikel tentang perempuan daripada laki-laki. Studi ini juga menemukan adanya bias linguistik antara artikel perempuan dan laki-laki. Peneliti menemukan bahwa istilah abstrak lebih banyak digunakan untuk menjelaskan aspek positif dalam biografi laki-laki dan aspek negatif untuk perempuan (Wagner et al., 2016). Temuan terakhir adalah kesenjangan struktur dilihat dari metadata dan hyper-links. Dari aspek metadata, biografi perempuan lebih sering disertai data tentang pasangan (spouse) dan terkadang diikuti informasi tentang nama suami dan alamat situsnya (jika biografi suami tidak ada di Wikipedia). Hyper-links dalam konteks ini sama dengan interarticle links yang telah dikaji pada penelitian Wagner sebelumnya. Bias tentang kelayakan (notability bias) juga ditemukan dalam beberapa studi terbaru. Biografi tokoh perempuan di Wikipedia bahasa Inggris lebih sering dipertanyakan kelayakannya dibandingkan tokoh laki-laki (Ford et al., 2023; Martini, 2023; Tripodi, 2023). Entri tentang tokoh perempuan lebih berisiko untuk “disalahkategorikan” atau dinominasikan untuk dihapus, tetapi juga lebih sering disimpan setelah adanya diskusi. Hal ini memperlihatkan bahwa perempuan lebih sering diragukan tingkat ketokohannya karena adanya bias dari para editor. Studi di India menemukan bahwa artikel tentang tokoh perempuan yang terlahir dari kasta bawah, agama minoritas, dan kelompok gender minoritas juga lebih sering dihapus dengan alasan kelayakan (Chakraborty & Hussain, 2022). Penelitian lain dilakukan di Wikipedia bahasa Jerman untuk mengkaji hubungan biografi yang dinominasikan untuk dihapus dengan kriteria kelayakan yang ditetapkan di Wikipedia (Martini, 2023). Hasil studi menunjukkan hasil yang sama, biografi tokoh perempuan lebih sering dipertanyakan, tetapi tidak dihapus dibandingkan biografi tokoh laki-laki. Ditemukan pula bahwa pembahasan mengenai biografi perempuan dilakukan secara lebih kontroversial. Motivasi penghapusan umumnya tidak terkait dengan kriteria kelayakan, referensi yang kurang, ataupun pengguna pribadi yang misoginis, tapi lebih karena adanya bias persepsi. Bias persepsi ini menyebabkan ketokohan figur perempuan lebih sering diawasi dan dipertanyakan. Studi di Wikipedia bahasa Inggris dengan mempertimbangkan sistem penghargaan di Australia menemukan bahwa tokoh perempuan cenderung baru dibuatkan artikelnya saat ia baru menerima penghargaan. Perempuan yang menerima penghargaan terkait dengan profesi perawatan (caring professions), seperti keperawatan, pengajaran, dan kerja sosial, kurang mendapat perhatian jika dibandingkan mereka yang berprestasi dalam bidang olahraga, seni dan film, politik, ataupun peradilan (Ford et al., 2023). Bias gender dan negara juga muncul dalam pengutipan karya ilmiah di Wikipedia (Zheng et al., 2023). Studi terbaru memperlihatkan bahwa publikasi ilmiah oleh penulis perempuan lebih sedikit disitasi dari pengarang laki-laki dan publikasi yang ditulis oleh perempuan lebih kecil kemungkinannya untuk dikutip daripada yang ditulis oleh laki-laki (Zheng et al., 2023). Penulis dari negara-negara di luar Anglosfer (negara penutur bahasa Inggris, yaitu Inggris, Amerika, Australia, Selandia Baru, dan Kanada) juga lebih sedikit disitasi daripada mereka yang terafiliasi dengan keempat negara tersebut. Tingkat kesenjangan berbasis gender dan negara bervariasi menurut bidang penelitian, dan bias interseksional gendernegara menonjol dalam bidang STEM yang intensif matematika. Kultur maskulin Wikipedia sebagai tantangan kontributor perempuan Wikipedia dikembangkan dan dirilis pertama kali oleh Jimmy Wales pada 2001 (Gruwell, 2015). Saat ini, Wikipedia dimiliki dan dikelola oleh Wikimedia Foundation, sebuah organisasi nonprofit yang berbasis di San Francisco, Amerika Serikat. Ensiklopedia ini dibangun oleh para kontributor yang secara sukarela berkontribusi menulis, menyunting, dan memproduksi pengetahuan. Perubahan suntingan di Wikipedia dapat dilihat secara cepat dan umumnya tanpa melalui proses tinjauan. Hingga 22 Juni 2024, Wikipedia telah memiliki 331 versi bahasa (Wikipedia, 2024a). Karena keterbukaannya, cakupan konten Wikipedia, termasuk biografi tokoh perempuan, lebih banyak dan luas secara signifikan jika dibandingkan Encyclopedia Britannica (Reagle & Rhue, 2011). Namun, biografi perempuan di Wikipedia lebih rentan menghilang (dihapus) daripada di ensiklopedia klasik tersebut (Reagle & Rhue, 2011). Ketimpangan dan bias yang ada di konten Wikipedia sesungguhnya merupakan cerminan realita di dunia nyata. Selain bias gender, ada pula bias yang terkait dengan isu geografis, ras, dan sosial (Qaiser et al., 2022). Mayoritas artikel di Wikipedia bahasa Inggris ditulis oleh laki-laki kulit putih yang hidup di negara Utara global (Global North) (Maher, 2018). Entri biografi di Wikipedia bahasa Inggris sebagian besar memuat figur laki-laki dari Barat, terutama Amerika Serikat dan Eropa Barat, yang terlahir pada satu abad yang lalu (Beytía & Wagner, 2022). Meski tidak berarti laki-laki secara sengaja mengutamakan diri mereka sendiri dari perempuan, ideologi mereka berpotensi melemahkan prinsip keberagaman (diversity) dan menimbulkan kultur yang tak ramah perempuan (Ferran-Ferrer et al., 2021). Salah satunya adalah kecenderungan laki-laki menerapkan penilaian dan prasangka yang mereka miliki (Maher, 2018). Kontributor perempuan yang berhenti menyunting mengaku memiliki pengalaman buruk akibat konflik gender dan atmosfer yang tak bersahabat (FerranFerrer et al., 2021). Perempuan dilaporkan lebih merasa kurang percaya diri dengan keahliannya, merasakan ketidaknyamanan yang lebih besar saat menyunting (yang biasanya melibatkan ‘perang’ suntingan), dan merespon negatif lebih besar terhadap umpan balik kritis (Bear & Collier, 2016). Konflik atau ‘perang’ suntingan terjadi saat sejumlah kontributor saling bersikeras mempertahankan sudut pandang mereka mengenai sebuah isu. Dalam praktiknya, mereka akan saling menghapus hasil suntingan masing-masing di sebuah atau beberapa artikel yang menjadi ‘medan perang’. Perempuan cenderung merasa tidak nyaman jika berada dalam lingkungan yang agresif dan konfrontatif. Para perempuan peserta pelatihan Wikipedia melaporkan pengalaman negatif selama menyunting, seperti merasa terasing, terpapar kritik, dan lingkungan yang tidak menyenangkan (Lir, 2021). Kontributor perempuan di India juga mengaku mendapatkan pelecehan daring dan intimidasi saat berdiskusi dengan editor laki-laki (Chakraborty & Hussain, 2022). Perempuan juga khawatir terhadap penghapusan artikel (Tripodi, 2023). Mekanisme penghapusan artikel di Wikipedia disebut dengan Article for Deletion (AdF), yang dimulai dari pengusulan penghapusan oleh salah satu penyunting dan diikuti dengan debat di antara editor. Wikipedia di setiap versi bahasa biasanya memiliki komunitas editor yang bertugas mengawasi konten dan menindaklanjuti laporan, misalnya terkait vandalisme artikel, artikel tidak layak, dan sebagainya. Ada empat keputusan editor terkait usulan penghapusan, yaitu artikel tetap dimuat, dihapus, digabung dengan artikel lain, atau dialihkan (Taraborelli & Ciampaglia, 2010). Studi menemukan bahwa biografi tokoh perempuan lebih sering diusulkan untuk dihapus dibandingkan laki-laki (Qaiser et al., 2022; Tripodi, 2023). Namun, ketika para perempuan mempertanyakan perlakuan yang tidak adil dan diskriminatif tersebut, editor laki-laki menyebut mereka bersikap terlalu sensitif dan terbawa perasaan (Tripodi, 2023). Penulis juga pernah mengalami artikelnya tentang biografi pengusaha perempuan Indonesia dialihkan tanpa disertai proses diskusi terlebih dulu. Tidak menutup kemungkinan hal seperti ini sering dialami oleh para penyunting perempuan lainnya. Keterbatasan sumber informasi mengenai tokoh perempuan Karya dan pencapaian tokoh perempuan sering terlewat dari pantauan media. Selain itu, media juga memiliki bias dan stereotipe gender. Figur perempuan dari berbagai bidang dan disiplin kurang terepresentasikan di media arus utama maupun media baru, antara lain di politik (Ozer, 2023), STEM (Qaiser et al., 2022), teknik (White, 2018), dan agama (Burn, 2021). Dalam sejarah teknik (engineering), kontribusi dan kemampuan perempuan kurang memperoleh pengakuan (White, 2018). Akibatnya, para sukarelawan yang ingin menulis biografi tokoh perempuan seringkali kesulitan menemukan rujukan atau sumber sekunder untuk dikutip. Sedangkan kriteria kelayakan di Wikipedia adalah adanya referensi memadai tentang subjek dan pencapaiannya. Sumber sekunder tersebut pun harus independen, tidak berasal dari pihak atau instansi yang berafiliasi langsung dengan subjek (Wikipedia, 2024b). Di Indonesia, para perempuan yang memiliki kontribusi dan prestasi di level nasional juga terkadang masih luput dari pemberitaan. Hal ini juga pernah menjadi pembicaraan dalam forum-forum terbatas yang mempertemukan para Wikipediawan dan awak media, seperti pertemuan dengan perwakilan Kedutaan Besar Swedia pada 8 Juni 2022 (Nailah, 2022). Biografi tentang aktivis dan ilmuwan perempuan Indonesia, misalnya, kurang terdokumentasikan dan cukup sulit ditemukan, baik dalam publikasi tercetak maupun digital. Para sukarelawan juga seringkali kesulitan menemukan rujukan kredibel berbahasa Indonesia tentang tokoh perempuan dari berbagai bidang (Agustin, 2021; Azzahra, 2022). Rendahnya tingkat kemampuan literasi masyarakat juga disoroti oleh peserta pelatihan Wikipeda bahasa Indonesia (Agustin, 2021). Keahlian membaca dan menulis yang rendah ini berimplikasi pada rendahnya partisipasi warga dalam memproduksi pengetahuan baru, termasuk konten tentang tokoh perempuan. Keterbatasan waktu dan akses internet Mayoritas studi tentang kontribusi perempuan di Wikipedia saat ini masih hanya melibatkan perempuan di negara-negara Barat, sementara perempuan di negaranegara Asia belum banyak disorot. Sehingga, penulis menyimpulkan bahwa terdapat bias dalam hasil penelitian ketimpangan gender di Wikipedia. Penelitian di AS yang melibatkan 1.598 kontributor sesekali (occasional contributors) laki-laki dan perempuan (perempuan 17.15%) mendapati bahwa tidak ada perbedaan gender dalam waktu luang di antara dua kelompok. Dengan demikian, waktu yang terbatas tidak menjelaskan kesenjangan gender dalam kontribusi ke Wikipedia di antara sampel. Peneliti lain, Gruwell, melakukan wawancara dengan tiga kontributor perempuan yang masing-masing berkebangsaan AS, India, dan Australia. Ia mengatakan bahwa tiga kontributor perempuan tersebut cukup berprivilese, seperti berpendidikan tinggi dan memiliki status sosial-ekonomi yang cukup baik (kelas menengah) (Gruwell, 2015). Status pernikahan dan kepemilikan anak juga mempengaruhi. Ketiganya tidak memiliki anak dan hanya satu orang yang telah menikah. Meski sampelnya tidak representatif, Gruwell menyimpulkan bahwa Wikipediawan perempuan yang paling aktif mungkin mempunyai modal sosial dan material yang memadai sehingga mereka bisa aktif berkontribusi di Wikipedia. Selain itu, status sosial-ekonomi juga membantu mereka memiliki kemampuan beretorika sehingga mampu beradaptasi dengan budaya di Wikipedia (Gruwell, 2015). Satu dari sedikit penelitian tentang kesenjangan gender dan Wikipedia di Asia pernah dilakukan di India. Studi pada 2022 terhadap kontributor perempuan India menemukan keterbatasan waktu dan akses internet serta budaya patriarki menjadi penghalang utama mereka untuk aktif menyunting (Chakraborty & Hussain, 2022). Para kontributor perempuan yang telah menikah disibukkan dengan pekerjaan rumah tangga, sedangkan yang masih lajang tidak memiliki akses leluasa ke internet. Para orang tua rata-rata hanya mengizinkan penggunaan internet untuk kepentingan sekolah dan kuliah. Mereka yang datang dari keluarga menengah ke bawah rata-rata tidak memiliki perangkat, seperti laptop. Jika ada laptop atau komputer bersama di rumah, maka akses ke perangkat dan internet cenderung diatur dan didominasi oleh anggota keluarga laki-laki, seperti ayah dan saudara lakilaki. Kultur patriarkis di India juga melemahkan keyakinan perempuan akan kemampuannya. Mereka tidak didukung untuk meningkatkan kemampuannya dalam membaca, menulis, serta mengekpresikan diri secara bebas. Upaya penambahan konten perempuan Ada beberapa forum dan kegiatan yang telah diinisiasi oleh para sukarelawan untuk meningkatkan jumlah konten perempuan di Wikipedia. Di luar negeri, ada gerakan The 1000 Women in Religion Project (Burn, 2021), Women Scientists (Qaiser et al., 2022), Women in Red (Qaiser et al., 2022), Women in Green, Wiki Loves Women, WikiWomen's Collaborative, WikiHerStory, Editatona, serta WikiGap. Di Indonesia, Wikimedia Indonesia memiliki Bulan Wiki Perempuan yang diselenggarakan pada bulan Maret setiap tahunnya. Beberapa kegiatannya antara lain pelatihan menambah artikel tokoh perempuan melalui WikiGap dan melengkapi data terkait perempuan di Wikidata (Agustin, 2021; Azzahra, 2022). Sebagaimana yang dikemukakan oleh Katherine Maher, mantan CEO Wikimedia Foundation, perlu kerja sama dari berbagai pihak untuk memperbanyak dan meningkatkan mutu konten tentang perempuan. Penulisan dan publikasi sumber sekunder tentang kiprah perempuan dari berbagai profesi seperti jurnalis, penerbit, peneliti, kurator, dosen, komite pemberi hadiah dan penghargaan sangat diperlukan (Maher, 2018). Dari sini, tampak bahwa kesulitan untuk menemukan rujukan dan dokumentasi mengenai tokoh perempuan berlaku universal, tidak hanya terjadi di Indonesia.
Conclusion
Wikipedia merupakan platfrom urun daya digital yang mengandalkan partisipasi dan kolaborasi para kontributornya. Meski mengusung semangat kebersamaan dan inklusivitas, Wikipedia masih memiliki masalah kesenjangan dan bias gender dalam kontennya. Bentuk-bentuk kesenjangan yang terlihat antara lain adalah dari aspek konten, ketimpangan komposisi kontributor, bias dalam penilaian kelayakan tokoh, dan bias penggunaan sitasi. Sejumlah inisiatif telah dilakukan untuk memperbanyak entri terkait perempuan, seperti kegiatan pelatihan penulisan/penyuntingan dan menyunting bersama. Namun, di sisi lain, penyunting perempuan juga menghadapi tantangan saat ingin berpartisipasi membuat pengetahuan baru di Wikipedia. Atmosfer dan budaya Wikipedia yang maskulin, keterbatasan sumber referensi dan dokumentasi tentang tokoh perempuan, serta keterbatasan waktu dan sumber daya lainnya (internet, keahlian, pendidikan, dan sebagainya) menjadi penghambat. Di negara Asia, seperti India, budaya patriarki yang kental juga turut memperparah kondisi yang telah ada. Untuk mengurangi bias dan kesenjangan gender di Wikipedia perlu kerja sama banyak pihak dan tidak bisa hanya mengandalkan partisipasi sukarelawan. Wikipedia sebagai sebuah komunitas perlu untuk lebih banyak berbicara dan menjangkau pihak-pihak yang terkait, seperti jurnalis, penulis, akademisi, peneliti, dan sebagainya.