Kembali
16
1
2025 Jurnal Kepustakawanan Indonesia Vol 1 · 2 ISSN 3064-2620

Peran generasi Z dalam transformasi digital dan peningkatan eksistensi UMKM: Best practice Perpustakaan Universitas Airlangga

Universitas Airlangga; Universitas Airlangga

Abstrak

Penelitian ini membahas peran generasi Z dalam meningkatkan eksistensi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia, serta untuk mengidentifikasi praktik terbaik yang dapat diterapkan oleh Perpustakaan Universitas Airlangga dalam mendukung inisiatif ini. Metode penelitian ini adalah menggunakan pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan survei terhadap mahasiswa generasi Z dan pelaku UMKM. Selain itu, analisis literatur terkait juga dilakukan untuk memperkaya pemahaman tentang dinamika yang terjadi antara generasi Z dan UMKM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa generasi Z memiliki keterampilan digital yang tinggi dan mampu memanfaatkan teknologi serta media sosial untuk mempromosikan produk UMKM secara efektif. Melalui kolaborasi antara mahasiswa dan pelaku UMKM, perpustakaan dapat menciptakan jaringan yang kuat untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman, serta mendorong inovasi di sektor UMKM. Penelitian ini menyimpulkan bahwa bantuan dari berbagai sektor, termasuk masyarakat dan pemerintah, sangat diperlukan untuk membangun ekosistem yang representatif bagi perkembangan UMKM di era digital ini. Dengan demikian, generasi Z tidak hanya berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi lokal tetapi juga menjadi katalisator perubahan yang bisa memberikan manfaat positif bagi masyarakat luas. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan dan rekomendasi bagi perpustakaan dan lembaga pendidikan lainnya dalam mendukung pengembangan UMKM melalui keterlibatan aktif generasi Z.

Abstract

This research discusses the role of generation Z in increasing the existence of Micro, Small and Medium Enterprises (UMKM) in Indonesia, as well as identifying best practices that can be implemented by the Airlangga University Library to support this initiative. This research method uses a qualitative approach by collecting data through in-depth interviews and surveys of generation Z students and UMKM players. Apart from that, analysis of related literature was also carried out to enrich the understanding of the dynamics that occur between generation Z and UMKM. The research results show that generation Z has high digital skills and is able to utilize technology and social media to promote UMKM products effectively. Through collaboration between students and UMKM players, libraries can create a strong network to share knowledge and experience, as well as encourage innovation in the UMKM sector. This research concludes that assistance from various sectors, including the community and government, is very necessary to build a representative ecosystem for the development of UMKM in this digital era. In this way, generation Z not only contributes to local economic growth but also becomes a catalyst for change that can provide positive benefits for the wider community. It is hoped that this research can provide insights and recommendations for libraries and other educational institutions in supporting the development of UMKM through the active involvement of generation Z.
Keywords: Generation Z · Small Business · Social Inclusion · Library

Introduction

Perkembangan teknologi dan digitalisasi telah menciptakan peluang besar bagi generasi muda, terutama generasi Z, untuk dapat memberikan kontribusi dalam mendukung keberlangsungan dan pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) (Ramdhani & Madani, 2023). Sebagai generasi yang tumbuh di era teknologi, generasi Z memiliki keunggulan dalam memanfaatkan media sosial, platform digital, serta teknologi berbasis data untuk membantu UMKM menghadapi tantangan globalisasi dan persaingan pasar yang semakin ketat (Pohan & Rialdy, 2024). Menurut penelitian Koto & Wansa (2019), generasi Z mampu menjadi agen perubahan yang signifikan dalam mendorong UMKM untuk mengadopsi teknologi baru dan memperluas jangkauan pasar mereka melalui inovasi digital. Di sisi lain, perpustakaan digambarkan sebagai pusat data dan informasi berperan penting dalam membantu peningkatan kapasitas generasi Z. Sebagai lembaga pendidikan tinggi di Indonesia, Perpustakaan Universitas Airlangga (Unair) telah mengembangkan program-program berbasis literasi digital yang dirancang untuk memperkuat keterampilan mahasiswa, termasuk dalam mendukung pengembangan UMKM. Program seperti workshop literasi informasi, pelatihan ecommerce, dan akses terhadap koleksi berbasis digital, telah menjadi best practice yang relevan untuk meningkatkan keterlibatan generasi Z dalam memberdayakan UMKM. Hal ini sejalan dengan pernyataan Nugroho (2023) yang menyebutkan bahwa institusi pendidikan, termasuk perpustakaan, berperan penting dalam memfasilitasi transfer pengetahuan kepada generasi muda dalam mendukung keberlanjutan UMKM. Selain itu, UMKM memegang peranan sangat vital dalam sistem ekonomi Indonesia. Berdasarkan data analisis dari Kementerian UKM dan Koperasi menggambarkan bahwa UMKM berkontribusi lebih dari 60% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Selain itu, UMKM juga menyerap lebih dari 90% tenaga kerja di negara ini (Pusat Analisis Keparlemenan Badan Keahlian DPR RI, n.d.). Namun, UMKM masih dihadapkan pada sejumlah kendala, seperti terbatasnya akses terhadap teknologi, literasi digital yang rendah, serta sulitnya bersaing di pasar global. Di sinilah generasi Z, dengan dukungan perpustakaan sebagai fasilitator literasi, dapat menjadi jembatan untuk mengatasi tantangan tersebut. Perpustakaan Universitas Airlangga adalah Perpustakaan Perguruan Tinggi yang berperan aktif dalam mendukung pengembangan potensi masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan. Hal ini diwujudkan melalui penyediaan berbagai sumber pustaka dan informasi di bidang ekonomi yang relevan bagi pelaku UMKM, serta fasilitas pendukung lainnya, seperti komputer dan akses internet, yang memungkinkan masyarakat mengakses sumber informasi elektronik. Dengan langkah ini, Perpustakaan Universitas Airlangga telah mengimplementasikan konsep perpustakaan berbasis inklusi sosial (Perpustakaan Universitas Airlangga, 2019) Program ini diselenggarakan guna mengeksplorasi peran generasi Z dalam meningkatkan eksistensi UMKM melalui praktik terbaik yang telah dilakukan oleh Perpustakaan Universitas Airlangga. Pendekatan berbasis kolaborasi antara mahasiswa, perpustakaan, dan pelaku UMKM diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pengembangan UMKM di Indonesia. Dengan fokus pada best practice di perpustakaan Unair, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi-strategi yang dapat ditingkatkan atau direplikasi di institusi lain.

Method

Rancangan Penelitian Rancangan penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran generasi Z dalam meningkatkan eksistensi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia, dengan fokus pada praktik terbaik yang dapat diterapkan di Perpustakaan Universitas Airlangga. Penelitian ini mengadopsi metode penelitian perpustakaan yang mencakup pengumpulan dan analisis data sekunder dari berbagai sumber literatur serta studi kasus yang relevan. Dengan pendekatan ini, penulis dapat mengidentifikasi dan menganalisis inisiatif literasi media yang telah diterapkan di berbagai perpustakaan perguruan tinggi. Selain itu, pendekatan ini juga memungkinkan penulis untuk membandingkan berbagai strategi dan mengidentifikasi praktik terbaik yang dapat diadopsi oleh perpustakaan lain. Pengumpulan Data Metode pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui beberapa teknik yang saling melengkapi untuk memperoleh informasi yang komprehensif mengenai peran generasi Z dalam meningkatkan eksistensi UMKM (Heriyanto, 2018). Pertama, wawancara mendalam dilakukan melibatkan pelaku UMKM dan mahasiswa generasi Z untuk menggali pandangan mereka tentang inisiatif yang dapat diambil serta tantangan yang dihadapi dalam mendukung UMKM. Kedua, observasi partisipatif akan dilakukan di lokasi UMKM yang berinteraksi dengan generasi Z, guna memahami secara langsung dinamika dan praktik yang diterapkan dalam mendukung keberlangsungan usaha. Ketiga, pengumpulan data sekunder dari literatur akademik, laporan perpustakaan, dan studi kasus terkait praktek lapangan terhadap temuan dari hasil wawancara dan observasi.

Result

Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan usaha berukuran mikro yang biasanya didirikan oleh perseorangan atau kelompok. UMKM yang baru berdiri tidak bisa bersaing secara langsung dengan kompetitor lain, khususnya perusahaan besar (Muslimin et al., 2021). Pembahasan mengenai peran generasi Z dalam meningkatkan eksistensi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia menunjukkan bahwa generasi ini memiliki potensi yang signifikan dalam mendorong pertumbuhan sektor ini melalui berbagai inisiatif dan inovasi (Kompas, 2023). Generasi Z, yang dikenal sebagai generasi digital, memiliki keterampilan teknologi yang tinggi dan kemampuan untuk memanfaatkan media sosial serta platform digital lainnya untuk pemasaran dan penjualan produk UMKM. Mereka tidak hanya berperan sebagai pelaku usaha, tetapi juga sebagai konsumen yang peka terhadap isu-isu sosial dan lingkungan. Kesadaran mereka terhadap keberlanjutan mendorong UMKM untuk mengadopsi praktik bisnis yang ramah lingkungan, sehingga Memberikan kontribusi yang bermanfaat bagi masyarakat serta lingkungan sekitarnya (Ramdhani & Madani, 2023). Perpustakaan Universitas Airlangga berfungsi sebagai sarana pendukung bagi masyarakat untuk mengembangkan potensi yang berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan. Dengan menyediakan berbagai sumber pustaka dan informasi yang relevan di bidang ekonomi, perpustakaan ini membantu pelaku UMKM. Selain itu, fasilitas seperti komputer dan akses internet juga disediakan untuk mempermudah masyarakat dalam menjelajahi informasi digital. Seiring dengan perkembangannya, Perpustakaan Unair melakukan transformasi yaitu menerapkan program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial. Perpustakaan yang berfokus pada inklusi sosial merupakan inisiatif untuk mentransformasi pengetahuan dan mendukung pembelajaran sepanjang hayat. Pelaksanaan perpustakaan ini bertujuan untuk meningkatkan literasi dan kualitas hidup masyarakat dengan cara menyediakan sumber informasi, serta menawarkan fasilitas bagi masyarakat dalam kegiatan pelatihan dan pengembangan keterampilan kerja, guna memberdayakan mereka di sektor sosial dan ekonomi (Darmawan et al., 2020). Dengan demikian, keberadaan perpustakaan yang berfokus pada inklusi sosial dapat berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Gambar 1. Foto bersama siswa, narasumber, dan tim perpustakaan Universitas Airlangga, 2023 Perpustakaan Universitas Airlangga memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung eksistensi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui berbagai program dan kegiatan yang dirancang untuk memberdayakan pelaku UMKM. Sebagai salah satu contoh gambar 1 menggambarkan Kerjasama perpustakaan dengan Pelaku UMKM lokal dan generasi Z menyelenggarakan seminar tentang pembelajaran berbasis industry yang sering disebut sebagai teaching factory. Selain bertujuan untuk mempersiapkan lulusan SMK agar siap bekerja sesuai dengan kebutuhan dunia industri dan usaha serta menekan tingkat pengangguran, seminar ini juga mendorong siswa untuk menjadi inovatif, mandiri, dan kreatif. Dengan demikian, mereka diharapkan dapat bersaing dan berwirausaha, bahkan melampaui tantangan yang ada di masa depan. Tabel 1. Daftar peserta workshop “Peran generasi Z dalam transformasi digital dan peningkatan eksistensi UMKM: Best practice Perpustakaan Universitas Airlangga”, peserta pelaku UMKM dan siswa SMK se-Surabaya. No. Nama Asal Keterangan 1. Dian A Wirausaha Usaha Rujak Cak Mimin 2. Dewi Anjar K Unesa Desain Grafis 3. Dila Valentina Unesa Desain Grafis 4. Nazila Unesa Desain Grafis 5. Moh. Giovani SMK Diponegoro Usaha sablon 6. Naela SMK Diponegoro 7. Desy Nur Maia SMK Diponegoro Usaha lontong mie dan lontong sayur 8. Octavia Ramadani SMK Diponegoro 9. Monika Endah P SMK Diponegoro 10. Kaluna N.K SMK Diponegoro 11. Shintia Evrida L SMK Diponegoro 12. Devy Sukma Shita SMK Diponegoro 13. Ana Naima Hulilmi SMK Diponegoro 14. Putri Handayani SMK Diponegoro 15. Kiki Novitasari SMK Diponegoro Usaha gorengan Ibu Dian A., sebagai narasumber memberikan tip dan trik cara mengemas dan memasarkan produknya berupa sambal rujak manis, produk sampai diekspor ke luar negeri, yaitu di Malaysia dan Hong kong. Tip dan trik yang disampaikan oleh Ibu Dian, memberikan inspirasi kepada beberapa siswa sebagai pelaku usaha kecil, diantaranya, Desy Nur Maiya salah satu peserta mengungkapkan setelah mengikuti workshop ini mampu membagun rasa percaya diri, menawarkan usaha kecil bersama dengan orang tuanya berupa masakan khas Surabaya “lontong mie, dan lontong sayur” ke staf Perpustakaan Universitas Airlangga. Dia juga mengemas lontong mie dan lontong sayur supaya menarik minat orang kantoran, menurutnya, dengan harga sebesar Rp15.000 (Lima Belas Ribu Rupiah) per paket. Demikian dengan Kiki Novitasari, bersama dengan orang tuanya mempunyai gorengan, setelah mengikuti workshop mempuyai ide mengemas dan menitipkan di Cafe Library Perpustakaan Universitas Airlangga. Gambar 2. Foto pengemasan usaha lontong mie dan lontong sayur Secara keseluruhan, peran Perpustakaan Universitas Airlangga dalam meningkatkan eksistensi UMKM sangatlah signifikan. Melalui berbagai inisiatif yang berbasis pada inklusi sosial, perpustakaan mampu memberikan dukungan yang diperlukan oleh Pelaku UMKM perlu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman dan memanfaatkan teknologi dalam bisnis mereka. Hal ini menunjukkan bahwa perpustakaan dapat menjadi mitra strategis dalam pengembangan ekonomi lokal melalui pemberdayaan UMKM.

Discussion

Dalam penelitian ini, penulis mengaitkan temuan mengenai peran generasi Z dalam meningkatkan eksistensi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dengan berbagai teori kewirausahaan dan literatur yang ada. Salah satu teori yang relevan adalah teori kewirausahaan sosial, yang menekankan pentingnya inovasi dan dampak sosial dalam pengembangan bisnis (Bennett, 2021). Temuan menunjukkan bahwa generasi Z bukan mengutamakan pada unsur finansial saja, akan tetapi berfokus pada keberlanjutan dan dampak sosial dari usaha mereka. Ini sejalan dengan literatur yang menyatakan bahwa generasi muda lebih peka terhadap isu-isu lingkungan dan sosial. Penelitian ini juga memperkuat argumen bahwa pendidikan kewirausahaan harus mencakup pelatihan tentang penggunaan teknologi digital dan strategi pemasaran modern, yang merupakan kekuatan utama generasi Z. Dengan demikian, institusi pendidikan, termasuk perpustakaan, harus beradaptasi untuk memenuhi kebutuhan generasi ini. Sejalan dengan penelitian yang dilakukan Kurniasih (2021) perpustakaan dapat berperan sebagai pusat informasi yang memberikan dukungan ke sumber informasi yang diperlukan oleh pelaku UMKM agar bisa mengembangkan usaha mereka. Secara keseluruhan, peran Perpustakaan Universitas Airlangga dalam meningkatkan eksistensi UMKM sangatlah signifikan. Melalui berbagai inisiatif yang berbasis pada inklusi sosial, Perpustakaan Universitas Airlangga mampu memberikan dukungan yang diperlukan oleh pelaku UMKM perlu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman dan mengintegrasikan teknologi ke dalam aktivitas usaha mereka. Hal ini menunjukkan bahwa Perpustakaan Universitas Airlangga dapat menjadi mitra strategis dalam pengembangan ekonomi lokal melalui pemberdayaan UMKM.

Conclusion

Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa generasi Z memegang peranan krusial dalam mendukung pengembangan dan memperkuat keberadaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Dengan kemampuan digital yang tinggi dan pemahaman mendalam tentang teknologi, generasi ini mampu memanfaatkan platform digital untuk mempromosikan produk dan layanan UMKM secara efektif. Perpustakaan Universitas Airlangga berperan sebagai fasilitator dalam proses ini dengan menyediakan akses ke sumber daya pendidikan, pelatihan kewirausahaan, dan program literasi media yang relevan. Melalui kolaborasi antara mahasiswa generasi Z dan pelaku UMKM, perpustakaan dapat menciptakan jaringan yang kuat untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman, serta mendorong inovasi di sektor UMKM.