Kembali
16
1
2021 Warta Perpustakaan Pusat UNDIP Vol 14 · 2 ISSN 0126-4559

PERAN PUSTAKAWAN SEBAGAI PERSONAL LIBRARY SERVICE LAYANAN TURNITIN

Universitas Diponegoro

Abstrak

Penggunaan Turnitin dari penelitian sebelumnya dianggap belum maksimal. Pustakawan merupakan personal library service layanan Turnitin. Penelitian bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran pustakawan sebagai personal library service layanan Turnitin dan bagaimana peran pustakawan sebagai personal library service dalam meningkatkan penggunaan Turnitin. Metodologi yang digunakan Kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi.Hasil dan Pembahasan sebagai personal library service layanan Turnitin pustakawan berperan administratif ; memberi layanan uji Turnitin ; konsultasi terkait penggunaan T urnitin. Sebagai personal library service untuk meningkatkan penggunaan Turnitin pustakawan berperan dengan memberikan literasi informasi Turnitin. Kesimpulan peran pustakawan sebagai personal library service dalam layanan Turnitin maupun untuk meningkatka n penggunaan Turnitin sudah cukup baik .
Keywords: pustakawan · personal library service · turnitin

Introduction

Meningkatnya jumlah publikasi ilmiah di Indonesia yang cukup signifikan, salah satunya semenjak diterbitkannya Surat E daran (SE) Dirjen Dikti Nomor : B/23/B.BI/SE/2019 yang mensyaratkan publikasi ilmiah bagi kelulusan mahasiswa, mulai dari jenjang program sarjana (S1), pascasarjana (S2), dan program doktoral (S3). Disamping itu, terbitnya PerMenRistekDikti Nomor 20 Tahun 2017, tentang Pemberian Tunjangan Profesi Dosen dan Tunjangan Kehormatan Profesor, juga ikut menjadi pendorong kuantitas publikasi ilmiah. Kewajiban unggah publikasi ilmiah ini juga diiringi maraknya plagiasi yang dilakukan sejumlah kalangan yang tidak ber tanggung jawab. Untuk meningkatkan kualitas publikasi ilmiah, salah satu yang dilakukan Universitas Diponegoro adalah melanggan plagiarism detection tool (PDT) Turnitin . Penggunaan Turnitin diharapkan mampu mencegah berbagai tindakan plagiasi yang melangga r etika publikasi ilmiah. Penggunaan Turnitin pun diharapkan tidak hanya sekedar sebagai similarity checker saja, tapi semua fitur yang ada dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk mendorong sivitas akademika menghasilkan publikasi ilmiah yang berkualita s dan memiliki orisinalitas yang tinggi. Beberapa pustakawan ditunjuk sebagai person in charge (PIC) tingkat universitas maupun fakultas dan memberikan layanan bersifat personal terkait PDT Turnitin bagi civitas akademika. Keterbatasan akun yang dilanggan universitas, kurangnya pemahaman dan skills penggunaan Turnitin oleh sivitas akademika , kurangnya sumber daya manusia (SDM) pengelola layanan Turnitin yang kompeten, serta kebutuhan untuk dilayani secara individu atau personal menyebabkan tingginya permin taan terhadap layanan ini. Penelitian mengenai peran pustakawan dalam layanana Turnitin yang dilakukan oleh Aan Prabowo (2018) berjudul Peran Pustakawan UPT Perpustakaan Dian Nuswantoro dalam Layanan Turnitin kepada Dosen dan Mahasiswa di Universitas Dian Nuswantoro, menghasilkan kesimpulan bahwa pustakawan dalam layanan Turnitin memiliki beberapa peran yaitu sebagai penyedia fasilitas Turnitin ; sebagai administrator ; dan sebagai instructor , sedangkan kaitannya dengan kegiatan literasi layanan Turnitin , pustakawan berperan sebagai orang yang memberikan informasi pada pemustaka ; sebagai pembimbing penggunaan Turnitin dan memberikan penjelasan mengenai penelusuran informasi ; dan sebagai pemb elajar perkembangan ilmu pengetahuan dan sistem pendidikan. Febriyanto dan Tamara Adriani Salim (2020) melakukan penelitian berkaitan peran pustakawan yang memberikan layanan secara personal yaitu Implementasi Personal Assistant Library Service (PALS) dal am Meningkatkan Layanan Referensi di Perpustakaan Perguruan Tinggi. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa peningkatan layanan perguruan tinggi melalui PALS sebagai alternatif yang dapat dipergunakan perpustakaan perguruan tinggi lain yang mana berfokus pada kebutuhan pengguna perpustakaan dengan kebutuhan kemampuan yang tinggi dan subyek yang berbeda - beda serta membutuhkan penanganan secara personal. Layanan yang melibatkan peran pustakawan sebagai personal library service , juga menempatkan pustakawan sebaga i reference guide . Pustakawan referensi menurut Yusrawati (2017) memiliki peran untuk membimbing pemustaka mengenai apa yang dibutuhkan dan dapat menjelaskan mengenai sumber - sumber informasi yang efektif untuk digunakan, serta bagaimana cara penelusuran da n penggunaan informasi yang tepat. Semua kegiatan ini memerlukan wawancara referensi. Penelitian mengenai pemanfaatan Turnitin di lingkungan Universitas Diponegoro yang dilakukan Suwondo dkk (2019) berjudul Pola Pemanfaatan Turnitin di Kalangan Sivitas Ak ademika Universitas Diponegoro. Berdasarkan hasil penelitian ini, pola pemanfaatan Turnitin oleh sivitas akademika Universitas Diponegoro masih sangat terbatas sebagai originality check, yaitu mendeteksi kesamaan karya saja. Fitur-fitur lain seperti feedba ck, grade mark digital, peer mark dan grade book belum dimanfaatkan secara maksimal. Padahal fitur-fitur ini sangat bermanfaat untuk pembelajaran dan pembimbingan berkelanjutan, sehingga nantinya sivitas akademika dapat menghasilkan karya ilmiah berkualita s yang memiliki orisinalitas tinggi. Dengan kata lain Turnitin belum dimanfaatkan secara maksimal oleh sivitas akademika Universitas Diponegoro. Disini dibutuhkan peran pustakawan untuk meningkatkan penggunaan Turnitin mengingat selama ini pustakawan berpe ran sebagai person in charge layanan Turnitin yang memberikan layanan secara personal kepada sivitas akademika ( personal library service ). Berdasarkan latar belakang di atas, penelitian yang dilakukan pada tahun 2021 ini, bertujuan untuk mengetahui bagai mana peran pustakawan sebagai personal library service layanan Turnitin dan bagaimana peran pustakawan sebagai personal library service dalam meningkatkan penggunaan Turnitin pada UPT Perpustakaan dan Undip Press.

Method

Metode penelitian yang digunakan mengkaji penelitian ini adalah kualitatif. Penggunaan metode ini adalah untuk menggali secara mendalam permasalahan yang diangkat. Fokus dalam penelitian ini adalah bagaimana peran pustakawan sebagai personal library servic e layanan Turnitin dan bagaimana peran pustakawan sebagai personal library service dalam meningkatkan penggunaan Turnitin . Penelitian ini dilakukan di UPT Perpustakaan dan Undip Press Semarang Jawa Tengah yang melanggan PDT Turnitin dan memiliki personal library service serta belum pernah dilakukan penelitian sebelumnya. Informan yang dipilih dalam penelitian ini adalah pustakawan yang bertugas sebagai personal library service layanan Turnitin di lingkungan UPT Perpustakaan dan Undip Press. Teknik pengu mpulan data dalam penelitian ini, menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian diawali dengan melakukan observasi terhadap pustakawan yang bertugas sebagai personal library service layanan Turnitin . Peneliti mengamati bagaimana pustakawan yang bertugas personal library service layanan Turnitin memberikan layanan kepada pemustaka. Teknik wawancara dilakukan untuk menggali lebih mendalam peran pustakawan sebagai personal library service. Terdapat 2 (dua) pustakawan yang menjadi informan dalam wawancara ini dengan durasi kurang lebih 1 (satu) jam. Selanjutnya pengumpulan data melalui teknik dokumentasi dengan cara menganalisis beberapa dokumen yang relevan. Berdasarkan hasil pengamatan, wawancara informan, serta dokumentasi, selanjutnya dilaku kan uji keabsahan data. Hasil uji tersebut untuk memperoleh data yang valid dan reliabel. Uji keabsahan memakai teknik triangulasi. Informasi dicek kembali kemudian dibandingkan dengan sumber data. Beberapa konsep diperoleh terkait rumusan masalah kemudian dianalisis. Hasil analisis dibuat kategori dan dideskripsikan serta diintepretasikan sehingga menghasilkan temuan penelitian berkaitan dengan peran pustakawan sebagai personal library service layanan Turnitin dan peran pustakawan sebagai personal library service dalam meningkatkan penggunaan Turnitin .

Result & Discussion

Pustakawan yang berperan sebagai personal library service layanan Turnitin pada UPT Perpustakaan dan Undip Press berjumlah 2 (dua) orang, hal ini dilakukan semenjak Universitas Diponeg oro melanggan PDT Turnitin . Tujuan layanan ini adalah membantu segala permasalahan sivitas akademika terkait penggunaan Turnitin yang berbasis layanan individu/personal dan untuk meningkatkan penggunaan Turnitin . Dosen atau mahasiswa di lingkungan Universi tas Diponegoro sebagai pengguna layanan Turnitin , saat ini dapat memanfaatkan layanan ini baik secara onlin e maupun offline . Layanan onlin e diberikan untuk pengecekan prosentase similarity publikasi ilmiah yang berada di laman https://digilib.undip.ac.id/ pada menu Uji Turnitin Online . Secara offline , pengguna layanan ini langsung datang ke UPT Perpustakaan dan Undip Press dengan melakukan pemberitahuan maupun tidak sebelum kedatangannya. Layanan dilakukan oleh pustakawan secara personal atau individu. Tahapannya adalah datang dan menjelaskan kebutuha n yang diperlukan terkait penggunaan Turnitin . Setelah itu, hasil konsultasi atau permintaan layanan apabila dapat diselesaikan dan tidak memerlukan waktu lama, secara langsung dapat disampaikan di tempat ( onsite ), sedangkan jika memerlukan waktu lebih lam a, hasil dikirim melalui melalui e - mail maupun aplikasi WhatsApp . Waktu layanan ini, hari Senin sampai dengan Jumat, dimulai pukul 07.30 WIB hingga 16.00 WIB, meskip un tidak jarang, pustakawan dihubungi di luar hari dan jam kerja. Terbatasnya jumlah pustakawan pada layanan ini, saat ada permintaan yang tinggi dari sivitas akademika, membuat kedua pustakawan terkadang kewalahan dan tetap melakukan layanan pada hari li bur. Kedua pustakawan yang bertugas menyatakan cukup sering dihubungi di luar jam kerja, Suwondo mengatakan “Kadang - kadang ada dosen meminta bantuan terkait Turnitin di hari libur, mau menolak juga sungkan, ya saya usahakan untuk bisa membantu, apalagi mer eka beralasan sangat mendesak. Bahkan ada yang sampai meminta alamat rumah saya, kemudian datang ke rumah karena beralasan kalau konsultasi via telepon kurang jelas, bagaimanapun juga sebagai pustakawan kita dituntut memberikan layanan terbaik, ya tetap be rusaha saya layani meskipun di luar jam kerja”. Pemanfaatan layanan ini sebagian besar adalah untuk pengujian terhadap publikasi ilmiah ( similarity checker/originality check ) dari artikel ilmiah, skripsi, thesis, maupun disertasi. Permintaan akun/password atau pemulihan akun merupakan layanan kedua yang paling banyak dilakukan. Permintaan uji Turnitin online lebih banyak diminta oleh mahasiswa, mereka diberi bantuan layanan p engujian maksimal 3 (tiga) kali pengujian. Tantangan yang dihadapi pustakawan saat memberikan layanan juga beragam, hal ini tidak terlepas dari tingkat kemampuan pengguna menggunakan Turnitin , dimana ada kategori pemula, sedang/menengah maupun expert . Perm intaan mendesak dengan alasan kesibukan, waktu terbatas, melengkapi angka kredit, segera subscribe ke jurnal adalah beberapa alasan yang dikemukakan oleh sivitas akademika yang menjadikan tuntutan lebih besar bagi pustakawan layanan ini. Peran pustakawan sebagai personal library service layanan Turnitin Peran pustakawan dalam tugasnya sebagai personal library service layanan Turnitin secara administratif yaitu memberikan password / akun Turnitin maupun pemulihan akun. Terbatasnya akun yang dilanggan universitas, membuat pustakawan perlu memilih secara selektif, sivitas akademika yang diberi akun, selain itu memantau akun - akun yang sudah tidak aktif. Membantu melakukan uji Turnitin dengan checking similarity adalah layanan Turnitin yang palin g banyak dilakukan dan permintaannya pun tinggi. Permintaan uji Turnitin secara online sebagian besar adalah mahasiswa dari berbagai jenjang, sedangkan konsultasi secara onsite sebagian besar adalah dosen. Selain melakukan layanan uji Turnitin, pustakawan juga kadang diminta bantuan berkaitan dengan nilai hasil similarity yang masih tinggi, kasus - kasus seperti nilai tidak keluar ataupun penghapusan artikel yang telah ada pada database untuk menghindari duplikasi publikasi. Peran pustakawan sebagai personal library service dalam meningkatkan penggunaan Turnitin Peran pustakawan dalam tugasnya sebagai personal library service dalam meningkatkan penggunaan Turnitin adalah bagian dari literasi informasi yang menjadi tugas pustakawan. Pustakawan secara aktif mem berikan informasi terkait layanan Turnitin dengan melakukan sosialisasi (untuk kategori pemula). Kegiatan ini mendapat respon yang sangat baik dari sivitas akademika dengan banyaknya peserta yang hadir dalam tiap sesi yang diadakan. Sivitas akademika denga n kategori pengguna Turnitin sedang/menengah adalah mereka yang telah memiliki akun ataupun mengikuti kelas pada akun Turnitin diberikan literasi untuk dapat memanfaatkan fitur - fitur yang ada pada Turnitin serta cara yang efektif untuk memanfaatkan fitur y ang tersedia. Kelompok ini umumnya adalah yang meminta layanan secara personal pada pustakawan, pemberian literasinya pun dilakukan pustakawan secara personal.

Conclusion

Peran pustakawan sebagai personal library service layanan Turnitin sudah cukup dilakukan secara maksimal, tetapi karena keterbatasan jumlah SDM pustakawan layanan ini, maka waktu yang diperlukan untuk memenuhi permintaan layanan yang masuk menjadi lebih lama. Sedangkan peran pustakawan sebagai personal library service dalam meningkatkan layanan Turnitin juga sudah cukup baik, sosialisasi oleh pustakawan di lingkungan universitas juga mendapat respon yang baik dari sivitas akademika. Informasi mengenai fitur-fitur Turnitin secara lengkap dan detail perlu dibuatkan semacam tutorial yang dapat diakses secara lebih luas di lingkungan universitas, mengingat sampai saat ini meskipun sudah dibuat oleh pustakawan, tapi belum dipublikasikan.