WEBINAR PERPUSTAKAAN SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI PUSTAKAWAN DENGAN PEMUSTAKA DI MASA PANDEMI COVID-19
Universitas Diponegoro; Universitas Diponegoro; Universitas Diponegoro; Universitas Diponegoro
Abstrak
Pandemi Covid-19 yang tengah berlangsung, mempengaruhi aktivitas komunikasi dan penyebaran informasi di perpustakaan. Kegiatan layanan yang semula berupa layanan kunjungan ke perpustakaan berubah menjadi layanan online. Salah satu kegiatan online yang diselenggarakan oleh UPT Perpustakaan dan Undip Press adalah pelaksanaan Webinar yang diperuntukkan bagi pemustaka. Media yang digunakan dalam webinar ini adalah Zoom Meetings , dengan jumlah peserta yang tidak dibatasi dari berbagai kalangan. Webinar seri 1- 10 telah terlaksana dari total 30 penyelenggaraan webinar. Dari 10 webinar tersebut diketahui bahwa total peserta telah memenuhi kuota yang direncanakan yaitu sejumlah 5490 peserta. Penyelenggaraan dengan peserta terbanyak terjadi pada seri ke-4, yaitu total peserta adalah 700 orang. Mayoritas tanggapan peserta pada seri ke-4 adalah sangat baik 79% dan baik 21%. Profesi peserta webinar terdiri dari 4 kelompok besar yaitu mahasiswa, dosen, pustakawan dan umum. Jumlah masing-masing kelompok bervariasi setiap serinya, sesuai tema yang disampaikan. Pada tema seri ke-5 tentang Metaverse di perpustakaan, mayoritas peserta yaitu 75% adalah pustakawan.
Abstract
Pandemic Covid-19 has affected communication and information dissemination activities in libraries. The activity changed from a visit to the library service to an online service. One of the online activities organized by the UPT Perpustakaan dan Undip Press is the implementation of a Webinar which is applied to users. The media used in this webinar is Zoom Meetings, with an unlimited number of participants from various backgrounds. Webinars series 1-10 have been held out of a total of 30 series. From the 10 webinars, it is known that the total participants have met the planned quota of 5490 participants. The event with the most participants occurred in the 4th series, with a total of 700 participants. the response of participants in the 4th series was very good 79% and good 21%. The profession of webinar participants consists of 4 major groups, are students, lecturers, librarians and public. The number of each group varies in each series, according to the theme presented. In the 5th series theme about the Metaverse in libraries, the majority of which consist of 75% are librarians.
Keywords:
Service
· Pandemic
· Users
· Webinar
Introduction
Pandemi Covid-19 telah membatasi gerak manusia dalam berinteraksi sosial. Pembatasan itu bertujuan untuk menghindari penularan dan jatuhnya banyak korban yang mengalami gangguan kesehatan. Pertemuan tatap muka sangat dibatasi dan dengan posedur kesehatan yang ketat, agar penularan dapat diminimalis. Salah satu fungsi perpustakaan adalah sebagai sumber informasi yang mudah diakses oleh pencari dan pengguna informasi, ikut terpengaruh dengan pembatasan interaksi sosial tersebut. Istiana (2014) menyatakan bahwa layanan perpustakaan adalah penyediaan bahan pustaka atau sumber informasi secara tepat, serta penyediaan berbagai layanan dan bantuan kepada pengguna sesuai kebutuhan pengguna perpustakaan. Sesuai dengan Peraturan Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia No. 11 tahun 2015 tentang Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Pustakawan Dan Angka Kreditnya, maka perpustakaan harus tetap memberikan layanan bagi pemustaka dengan mengerahkan kreatifitas dan kemapuannya beradaptasi. Buwana (2021) menyatakan bahwa dengan memanfaatkan teknologi informasi, pandemi Covid-19 tidak mengganggu eksistensi Perpustakaan IAIN Kudus dalam melayani pemustaka. Dengan teknologi informasi, pustakawan dapat memberikan layanan yang efisien dan efektif kepada pemustaka. Salah satu usaha dalam memberikan layan di masa pandemi Covid-19 adalah dengan memberikan informasi melalui Webinar yang disebarluaskan di media komunikasi internet. UPT Perpustakaan dan Undip Press bekerjasama dengan Forum Komunikasi Pustakawan dan Pengelola Perpustakaan Universitas Diponegoro telah menyelenggarakan Webinar secara berseri, sebagai upaya melayani pemustaka. Dengan menyelenggarakan Webinar ini diharapkan pemustaka tetap mendapatkan informasi dan menambah ilmu tanpa harus berkunjung dan bertemu di suatu tempat tertentu. Pemustaka dapat memilih topik yang menarik dan dibutuhkan dalam proses belajar mereka dan tetap dapat menjaga kesehatan di masa pandemi Covid-19. Pemustaka yang tertinggal acara webinar karena keterbatasan waktu, dapat menikmati rekamannya melalu chanel youtube dan dapat menyebarluaskannya. Dengan demikian fungsi desiminasi informasi dapat ikut berjalan bebarengan dengan proses pelaksanaan webinar tersebut
Method
Webinar menurut Verma (2010) adalah gabungan antara web dan seminar, yang berarti seminar melalui jaringan web atau internet. Selama pandemi Covid-19 webinar banyak dipakai karena penggunanya dapat melaksanakan seminar, talkshow dan diskusi secara online. Webinar menjadi salah satu media komunikasi dalam penyampaian informasi dari pustakawan kepada pemustaka, selama pemberlakukan jaga jarak ditetapkan. UPT Perpustakaan dan Undip press Universitas Diponegoro adalah salah satu yang turut memanfaatkan cara ini untuk menyapa pemustaka. Melalui webinar dapat dilakukan diseminasi informasi dari perpustakan kepada pemustaka sebagai wujud pelayanan perpustakaan. Dalam penyelenggaraan program Webinar dibagi menjadi tiga bidang, sesuai dengan kebutuhan pemustaka yaitu : Webinar e- Resources , Webinar Manajemen Referensi dan Webinar Integrated Academic. Masing masing program terdiri dari 10 seri, sehingga total penyelenggaraan adalah 30 seri. 1. Webinar e-Resources E-Resources atau sumber daya elektronik menurut Surachman (2014) adalah sumber informasi atau sumber daya informasi yang aksesnya melalui perangkat komputer. Menurut Pedoman IFLA, sumber daya elektronik atau e-resources terdiri dari a. Jurnal elektronik b. Buku elektronik c. Basis data naskah lengkap (agregasi) d. Basis data indeks dan abstrak e. Basis data referensi f. Basis Data statistic g. Gambar elektronik h. Sumber daya Audio/visual elektronik Dalam Webinar e-resources ini, beberapa tema yang di sampaikan adalah Pemanfaatan Akses sumber Informasi elektronik di Perpustakaan, Pemanfaatan Open Access Resources untuk penulisan karya ilmiah, serta Pemanfaatan Sosial Media untuk keperluan akademik. 2. Webinar Manajemen Referensi Manajemen referensi adalah cara membuat referensi dengan menggunakan alat bantu pencarian, penyimpanan dan penulisan dalam membuat karya ilmiah. Dengan manajemen referensi, penulis dapat mencari literatur yang relevan, kemudian menyimpannya menjadi data base dan akan dapat dengan otomatis menjadi sitasi. Manajemen referensi yang disampaikan dalam Webinar ini antara lain Medeley, Zotero, Pengolahan data dengan software Exel, dan pelatihan penulisan ilmiah dengan penggunaan manajemen referensi. 3. Integrated Academic Dalam Intrgrated Academic, webinar didesain untuk membantu mengatasi kurangnya pemahaman tentang cara menulis, dan bagaimana menerapkan hasil penelitian menjadi karya tulis ilmiah yang baik. Diangkat pula perbedaan penulisan karya ilmiah bidang sosial dan eksakta, berdasaran jenis datanya. Selain itu disampaikan pula cara paraphrase dan cara membuat sitasi agar terhidar dari plagiarisme.
Result & Discussion
Webinar yang diselenggarakan oleh UPT Perpustakaan dan Undip Press dilaksanakan menggunakan media Zoom Meetings. Pemanfaatan media ini dipilih karena berbagai kelebihan antara lain kapasitas yang besar, kualitas video dan suara yang bagus, aplikasinya mendukung sebuah presentasi, dan dapat mencakup luasan penerima siaran dengan kualitas yang bagus. Media Zoom Meetings dapat mengakomodasi peserta ikut berinteraksi melalui pertanyaan, yang diatur oleh moderator acara. Sebelum acara dimulai, pembawa acara telah mengumumkan tata tertib selama acara berlangsung, sehingga peserta mengerti kapan waktu bertanya dan dengan cara bagaimana pertanyaan disampaikan. Pertanyaan-pertanyaan akan dicatat dan ditayangkan di layar, sehingga seluruh peserta dapat membaca dan menyimak jawaban dari narasumber. 1. Jumlah Peserta Webinar seri 1 sampai dengan 10 Dari sepuluh seri pertama yang sudah terlaksana, dapat diketahui bahwa jumlah peserta berkisar 300 sampai dengan 700 orang yang tersebar dari seluruh Indonesia. Total peserta Webinar seri 1-10 adalah 5490 peserta. Berdasarkan hasil wawancara dengan pengelola program Webinar diketahui bahwa jumlah tersebut sudah memenuhi kuota yang di rencanakan yaitu 3000 (tiga ribu) peserta untuk seri 1 – 30 yang direncanakan. Selain peserta yang hadir pada sesuai jadwal zoom meetings, pemustaka yang ingin mengikuti kembali acara webinar dapat meliharnya di chanel Youtube. 2. Minat Mengikuti Webinar Besar dan kecil jumlah peserta webinar dipengaruhi oleh menarik tidaknya materi yang disampaikan oleh narasumber. Dari sepuluh seri yang telah berlangsung, pada 4 (empat) acara menempati urutan peserta terbanyak. Keempat webinar tersebut adalah Seri 1: Parafrase dan Sitasi dalam Penulisan Karya Ilmiah untuk Menghindari Plagiarisme , Seri 4: Teknik dan Kiat Menulis pada Jurnal Ilmiah, Seri 5: Trik dan Tips Tembus Jurnal Internasional Terindeks Scopus , dan Seri 7: Perpustakaan Sebagai Agen e-Learning dalam rangka menghadapi Era Metaverse . Pada seri ke-4 total peserta adalah 700 orang, jumlah tertinggi dari 10 seri yang telah diselenggarakan. Pada seri tersebut diketengahkan materi tentang Teknik dan Kiat Menulis pada Jurnal Ilmiah, dengan narasumber Dr. Labibah Zain dari UIN Sunan Kali Jaga. Sebagian besar peserta menyampaikan kesan terhadap narasumber seri ke-4 adalah sangat baik 79%, dan baik sebanyak 21%. Hanya 1 (satu) orang menyampaikan bahwa nara sumber kurang baik memberikan materi. 3. Sebaran Peserta Webinar menurut Profesi Dari total 10 seri webinar, diketahui bahwa peserta berasal dari seluruh Indonesia. Pada seri ke-1, salah satu peserta adalah orang Indonesia yang berada di Osaka University Japan. Pada seri ke-7, karena topik yang dibahas adalah tentang Metaverse di Perpustakaan, maka peserta terbanyak berasal dari pustakawan. Total peserta pada seri 7 adalah 693 orang, 75 % adalah pustakawan, 14 % mahasiswa, 6 % dosen dan 5 % profesi lainnya.
Conclusion
Upaya perpustakaan dan pustakwan dalam memberikan layanan di masa pandemi, terus berkembang seiring dengan perkembangan pandemi itu sendiri. Salah satu cara yang ditempuh adalah menyelenggarakan Webinar bagi pemustaka. Tanggapan peserta webinar secara garis besar postif, dengan memberikan beberapa saran dan usulan yang membangun. Usulan-usulan tersebut telah dicatat oleh UPT Perpustakaan dan Undip Press, sebagai bahan evaluasi dan laporan kepada pimpinan perguruan tinggi. Walaupun kini wabah Covid-19 berangsur-angsur menurun, namun metode Webinar tetap diselenggarakan dan masih tetap diminati terbukti dengan jumlah peserta yang banyak, melebihi kuota yang diharapkan. Usulan peserta webinar perlu diakomodasi dengan terus menyelenggarakan webinar lanjutan. Beberapa usulan tentang isi materi, mungkin dapat menjadi acuan pustakawan dalam menyiapkan tema dan judul selanjutnya.