Buku Cerita Bergambar sebagai Pendorong Semangat Literasi Informasi: Strategi Efektif Literasi Informasi di Lingkungan Sekolah
Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang; Universitas Indonesia; Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
Abstrak
Siswa yang memiliki literasi informasi yang baik cenderung lebih mampu mengevaluasi, memahami, dan menyusun informasi dengan tepat. Meskipun buku cerita bergambar sering dianggap sebagai media pembelajaran khusus anakanak, namun potensinya sebagai pendorong semangat literasi informasi belum sepenuhnya dieksplorasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauhmana buku cerita bergambar sebagai pendorong semngat literasi informasi di kalangan siswa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Lokasi penelitian dilakukan di Perpustakaan SDN Kemplong Kecamatan Wiradesa. Penelitian dilakukan sejak November 2023 hingga bulan Januari 2024. Objek penelitian ini adalah siswa SDN Kemplong Kecamatan Wiradesa dengan alamat lengkap di Kemplong Timur, Keamatan. Wiradesa, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah dengan masalah yang diteliti yaitu minat baca siswa SDN Kemplong Kecamatan Wiradesa. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa buku cerita bergambar efektif mendorong semangat dan keterampilan literasi informasi siswa sekolah dasar, khususnya ketika didukung oleh strategi pembelajaran yang tepat. Daya tarik visual dan naratif dalam buku cerita mampu meningkatkan minat baca, pemahaman, serta kemampuan berpikir kritis siswa. Keberhasilan strategi ini sangat bergantung pada dukungan guru, peran aktif perpustakaan, serta keterlibatan orang tua. Dengan demikian, buku cerita bergambar dapat dijadikan sebagai media pembelajaran yang inovatif dan relevan untuk memperkuat literasi informasi di lingkungan sekolah.
Abstract
Students with strong information literacy skills tend to be more capable of evaluating, understanding, and organizing information accurately. Although picture storybooks are often perceived as educational media specifically for children, their potential as a driver of information literacy enthusiasm has not been fully explored. This study aims to examine the extent to which picture storybooks can foster information literacy among students. The research employs a descriptive qualitative method. Data were collected through interviews, observations, and document analysis. The study was conducted at the Library of SDN Kemplong, Wiradesa District, from November 2023 to January 2024. The research subjects were students of SDN Kemplong, located in East Kemplong, Wiradesa District, Pekalongan Regency, Central Java. The main issue explored in this study is the students’ reading interest at SDN Kemplong. The findings conclude that picture storybooks are effective in encouraging students’ motivation and skills in information literacy, particularly when supported by appropriate teaching strategies. The visual and narrative appeal of picture books enhances reading interest, comprehension, and students’ critical thinking abilities. The success of this strategy heavily depends on the support of teachers, the active role of the library, and the involvement of parents. Therefore, picture storybooks can serve as an innovative and relevant learning medium to strengthen information literacy within the school environment.
Keywords:
Picture Story Books
· Information Literacy
· Students
Introduction
Literasi informasi menjadi kunci keterampilan dalam menghadapi dinamika informasi di era modern. Siswa yang memiliki literasi informasi yang baik cenderung lebih mampu mengevaluasi, memahami, dan menyusun informasi dengan tepat 1 . Meskipun buku cerita bergambar sering dianggap sebagai media pembelajaran khusus anak-anak, namun potensinya sebagai pendorong semangat literasi informasi belum sepenuhnya dieksplorasi. Survei yang dilakukan oleh Central Connecticut State University tentang budaya literasi, Indonesia berada pada urutan ke-60 dari 61 negara, posisi Indonesia hanya berada satu tingkat lebih baik daripada Botswana 2 . Adapun hasil survei tersebut menempatkan lima negara dengan tingkat budaya literasi terbaik di dunia seperti, Finlandia, Norwegia, Islandia, Denmark, dan Swedia. Dapat disimpulkan bahwa minat membaca buku di kalangan penduduk Indonesia relatif rendah jika dibandingkan dengan negaranegara berkembang lainnya. Oleh karena itu, perlu menerapkan upaya pemahaman literasi sejak usia dini. Pemahaman akan pentingnya literasi informasi sebagai keterampilan pokok dalam menghadapi era digital. Dalam konteks ini, buku cerita bergambar diidentifikasi sebagai media yang potensial untuk menjadi pendorong semangat literasi informasi di kalangan siswa. Pemahaman literasi informasi tidak hanya sebatas kemampuan membaca dan menulis, melainkan juga melibatkan keterampilan kritis dalam mengakses, mengevaluasi, dan menggunakan informasi secara efektif. Keseluruhan proses pembelajaran selalu bertumpu pada kemampuan membaca semua anak. Rendahnya minat baca masyarakat erat kaitannya dengan tingkat pendidikan di negara tersebut 3 . Jika hal ini terjadi maka literasi informasi menjadi perhatian bagi pendidikan terutama pendidikan usia dini yang dapat memanfaatkan buku cerita bergambar sebagai solusi. Buku cerita bergambar memiliki daya tarik visual yang dapat memikat perhatian siswa, dan dalam konteks literasi informasi, dapat berfungsi sebagai jembatan untuk memahami dan mengolah informasi dengan lebih baik. Oleh karena itu, penelitian ini untuk mengetahui sejauhmana buku cerita bergambar sebagai pendorong semngat literasi informasi di kalangan siswa. Diharapkan, temuan dari penelitian ini dapat memberikan kontribusi positif dalam pengembangan metode pembelajaran yang inovatif dan berdaya guna untuk meningkatkan literasi informasi di kalangan siswa. Membaca buku cerita bergambar menawarkan pendekatan yang menarik dan inklusif, menggabungkan unsur naratif dengan elemen visual yang dapat merangsang imajinasi dan daya tangkap siswa. Berdasarkan hasil penelitian terdahulu oleh Dwi Fadhila Damayanti tentang pengembangan buku cerita bergambar untuk meningkatkan literasi digital siswa sekolah dasar kelas tinggi di SDN Labuhan Jambu Tarano Sumbawa Nusa Tenggara Barat menyatakan buku cerita bergambar layak untuk digunakan dalam meningkatkan literasi digital siswa sekolah dasar kelas tinggi di SDN Labuhan Jambu 4 . Rumusan masalah dari penelitian ini adalah bagaimana strategi efektif buku cerita bergambar sebagai pendorong semangat literasi informasi di kalangan siswa. Tujuan penelitian untuk mengetahui buku yang relevan yang digunakan dalam proses belajar mengajar, menciptakan suasana yang interaktif serta melibatkan orang tua dalam membangun budaya baca sejak dini. Kebaruan dalam penelitian ini terletak pada belum adanya strategi konkret yang dirancang secara spesifik untuk memanfaatkan buku cerita bergambar sebagai alat pendorong semangat dan keterampilan literasi informasi di kalangan siswa. Padahal, jika dirancang dan diterapkan dengan pendekatan yang tepat, buku cerita bergambar dapat menjadi media alternatif yang inklusif dan inovatif dalam pembelajaran literasi informasi. Penelitian ini berupaya menjembatani kesenjangan tersebut dengan menggali strategi efektif penggunaan buku cerita bergambar yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga mampu mendorong kemampuan siswa dalam mengakses, mengevaluasi, dan menggunakan informasi secara kritis dan kontekstual. Mengangkat studi kasus di SDN Kemplong, penelitian ini diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap pengembangan praktik literasi informasi yang lebih ideal dan relevan dengan kebutuhan siswa Indonesia. Selain menumbuhkan minat baca pada anak, membaca buku bergambar dapat membantu perkembangan anak dalam banyak hal. Diantaranya adalah untuk menstimulasi perkembangan otak dan imajinasinya, mengajarkan manajemen emosi dan menjalin hubungan yang lebih dekat dengan anak. Sebagian besar siswa khususnya siswa sekolah dasar lebih tertarik dengan buku cerita yang menyajikan gambar-gambar yang menarik. Harapan penelitian ini dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan strategi pembelajaran yang inovatif dan relevan dalam konteks literasi informasi. Dimana perpustakaan merupakan jembatan penghubung antara koleksi buku bergambar dan menumbuhkan literasi informasi sejak dini dengan strategi membaca. Perpustakaan merupakan fasilitas sekolah yang juga mempunyai peran dalam perkembangan siswa di sekolah. Perpustakaan di SDN Kemplong sudah memiliki berbagai jenis koleksi buku yang dapat dimanfaatkan oleh para siswa dan guru. Namun, dari sekian banyaknya koleksi yang ada di perpustakaan belum cukup mampu untuk meningkatkan minat baca siswa SDN Kemplong. Perbendaharaan kosa kata siswa sekolah dasar mencapai 4.000 sampai 5.000 kata pertahunnya. Semakin rajin anak membaca maka semakin meningkat pula perbendaharaan kata yang dimilikinya 5 . Selain itu, orang tua juga seharusnya turut memperhatikan kebiasaan anak sehari-hari di rumah yang dapat memengaruhi kegemaran dan daya pikirnya.cRumusan masalah dari penelitian ini adalah Bagaimana peran buku cerita bergambar dalam mendorong semangat literasi informasi di lingkungan sekolah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Pendekatan kualitatif deskriptif adalah penelitian yang memberikan prosedur penelitian yang memberikan hasil data deskriptif yang sebenarnya dan jelas dalam bentuk lisan dan tulisan dari perilaku individu yang diamati 6 . Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Lokasi penelitian dilakukan di Perpustakaan SDN Kemplong Kecamatan Wiradesa. Penelitian dilakukan sejak September 2023 hingga bulan November 2023. Teknik atau cara yang digunakan untuk menentukan informan adalah dengan cara peneliti memasuki situs sosial tertentu, melakukan observasi dan wawancara kepada orang-orang yang dipandang mengerti tentang situasi sosial tersebut 7 . Sampel di ambil pada setiap siswa yang aktif mengunjungi perpustakaan dari kelas 1 hingga kelas 6, jumlah informan sebanyak 12 orang siswa. Objek penelitian ini adalah siswa SDN Kemplong Kecamatan Wiradesa dengan alamat lengkap di Kemplong Timur, Keamatan. Wiradesa, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah dengan masalah yang diteliti yaitu minat baca siswa SDN Kemplong Kecamatan Wiradesa. Analisis data dilakukan dengan memberikan interpretasi terhadap data yang diperoleh selama proses penelitian secara apa adanya, baik data yang berupa hasil observasi, wawancara, maupun dokumen. Dokumen berupa laporan administrasi perpustakaan SDN Kemplong Kecamatan Wiradesa selama tahun 2023 - 2024. Teknik analisis data dilakukan sebagai berikut: a). Organisasi data; b). Pembacaan; c). Mendeskripsikan data menjadi kode dan tema; d). Mengklasifikasi data menjadi kode dan tema; e). Menafsirkan data; f). Menyajikan dan memvisualisasikan data 8
Discussion
A. Pemilihan Buku yang Relevan Dalam dunia pendidikan, pemilihan buku cerita bergambar yang tepat memainkan peran krusial dalam membentuk dasar literasi anak-anak. Pemahaman mendalam terhadap tingkat pemahaman dan minat siswa menjadi landasan utama dalam menentukan buku yang relevan untuk digunakan dalam proses pembelajaran. Memahami dinamika pemilihan buku cerita bergambar yang sesuai, diharapkan dapat tercipta lingkungan belajar yang lebih menyenangkan dan efektif, serta dapat mendorong perkembangan minat baca siswa secara optimal 9 . Perpustakaan SDN Kemplong menawarkan sejumlah besar buku cerita bergambar dan dongeng, jauh lebih beragam daripada jenis buku lain yang tersedia untuk dipinjamkan kepada siswa. Tidak ada pembatasan usia yang berlaku untuk mengakses buku cerita bergambar dan dongeng di perpustakaan SDN Kemplong. Pendekatan ini diharapkan dapat efektif meningkatkan minat membaca siswa, sebab mereka akan merasakan kegembiraan saat menemukan materi bacaan yang lebih menarik dan menghibur 10. Berdasarkan hasil wawancara dengan salah satu siswa yang berinisial ML mengatakan “ iya bu bagian sini khusus koleksi buku yang ada gambarnya, jadi saya lebih sering menggunakan buku-buku yang ada dirak ini” (ML, Wawancara, 15 September 2023)11. Buku bergambar adalah buku yang memadukan cerita dan gambar. Buku cerita bergambar diartikan sebagai berbagai jenis buku yang cara penyampaian pesannya dilakukan melalui dua cara, yaitu melalui ilustrasi atau gambar dan melalui tulisan 12. Buku cerita bergambar juga dapat membantu anak belajar membaca dan memahami pengetahuan melalui gambar yang dilihatnya. Serta terdapat pesan-pesan moral yang disampaikan agar pembaca dapat memetik hal-hal baik setelah membacanya. Buku cerita yang dapat diakses di SDN Kemplong memiliki beragam jenisnya, menyajikan bacaan yang sesuai untuk segala kelompok usia siswa, antara lain: 1. Cerita Rakyat Cerita rakyat memegang peranan penting dalam warisan budaya suatu daerah, menjadi cerminan dari nilai-nilai, kepercayaan, dan kearifan lokal. Salah satu jenis cerita rakyat yang umum ditemui adalah fabel, di mana kisahnya mengambil karakter dari dunia binatang, seperti cerita Kancil dan Buaya, Kisah Tupai Emas, serta Kancil dan Kura-kura sabar. Dalam fabel, binatang digambarkan memiliki sifat-sifat manusia, menjadikan setiap kisah tidak hanya menghibur, tetapi juga mengandung pesan moral dan ajaran hidup yang berharga 13. Selain itu cerita rakyat juga melibatkan legenda, yang merupakan kisah turun temurun dianggap pernah terjadi pada masa lampau. Legenda seperti Kebo Iwa, Roro Jonggrang, dan Tangkuban Perahu menjadi cermin dari sejarah dan budaya masyarakat, menciptakan suatu landasan identitas yang kuat. Berdasarkan hasil wawancara dengan salah satu siswa yang berinisial CT mengatakan “Saya kalau kesini sering baca buku-buku cerita rakyat bu, karena bagi saya seperti baca buku dongeng” (CT, Wawancara, 29 September 2023)14. Cerita-cerita ini bukan hanya sekadar hiburan tetapi juga merupakan cara untuk menyampaikan nilai-nilai dan normanorma yang menjadi fondasi kehidupan masyarakat, sehingga cerita rakyat memiliki peran signifikan dalam melestarikan dan mewariskan kearifan lokal dari satu generasi ke generasi berikutnya 15. Buku dongeng atau cerita rakyat bisa meningkatkan rasa ingin tahu peserta didik, yang dapat memberikan dampak positif pada kegiatan literasi membaca sampai pada tahap pengembangan dan tahap pembelajaran 16. 2. Cerita Realitas Cerita yang menceritakan pengalaman sehari-hari dihidupi dengan penambahan pesan moral, seperti yang terdapat dalam kisah Berdamai dengan Ejekan, Petualangan Langlang Kalah dan Menang, Beasiswa untuk Dika, Hari-hari Argo, dan sejumlah cerita lainnya. Dalam cerita-cerita tersebut, selain menggambarkan realitas kehidupan sehari-hari, pesan moral yang disisipkan turut memberikan nilai edukatif yang bermanfaat 17. Kumpulan cerita ini menciptakan suatu narasi yang kaya akan pengalaman dan pelajaran hidup. Melalui berbagai tokoh dan peristiwa, pembaca dapat meresapi makna moral yang tersembunyi di dalamnya. Dengan demikian, cerita-cerita tersebut tidak hanya menjadi sumber hiburan, tetapi juga sarana untuk merenungkan dan mempertimbangkan nilai-nilai etika serta kebijaksanaan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Buku cerita bergambar untuk siswa sekolah dasar hendaknya dipilih yang berisi pengalaman tentang kehidupan anak-anak itu sendiri 18. 3. Cerita Sains Cerita-cerita yang mengilustrasikan perubahan zaman serta evolusi teknologi yang terjadi secara alamiah dirancang untuk diperkenalkan kepada anak-anak. Contoh cerita-cerita tersebut antara lain adalah Yuk Mengenal Alat Transportasi dan Tambang, Lingkungan dan Duniaku, serta Dunia Kita. Melalui kisah-kisah ini, anak-anak tidak hanya dihibur tetapi juga diajak untuk memahami dan meresapi dinamika perkembangan zaman serta peran teknologi dalam kehidupan sehari-hari 19. Cerita-cerita ini memberikan gambaran yang menarik dan edukatif mengenai cara dunia berubah seiring berjalannya waktu. Dengan memasukkan elemen-elemen teknologi dalam narasinya, cerita-cerita ini bertujuan untuk membantu anak-anak memahami dunia modern serta meningkatkan pemahaman mereka tentang peran teknologi dalam mengubah cara hidup masyarakat. Berdasarkan hasil wawancara dengan salah satu siswa yang berinisial NBL mengatakan “ karena saya senang belajar sains seperti bukubuku tentang astronot, terkadang saya pinjam dan bawa pulang bu” (NBL, Wawancara, 08 November 2023)20. 4. Biografi Biografi adalah narasi mengenai sejarah hidup seseorang, melibatkan cerita tentang perjalanan hidup dan pencapaian yang telah dicapainya. Tujuannya adalah untuk memberikan inspirasi serta semangat kepada pembacanya agar memiliki tekad yang kuat dan tidak menyerah dalam menghadapi berbagai masalah kehidupan. Contoh biografi yang mencakup kisah perjalanan hidup dan pencapaian luar biasa antara lain terdapat dalam kisah inspiratif para penerima Nobel Sastra, menyajikan mengambil teladan dari sosok-sosok maestro yang menginspirasi, serta mengisahkan perjalanan hidup Sultan Hasanudin 21. Berdasarkan hasil wawancara dengan salah satu siswa yang berinisial ZL mengatakan “ saya jarang bu kalau membaca atau meminjam buku tentang biografi, karena saya kurang tertarik” (ZL, Wawancara, 20 Oktober 2023)22. Dalam setiap biografi, pembaca dapat meresapi keberhasilan yang dicapai oleh tokoh-tokoh inspiratif, yang diharapkan mampu memberikan dorongan semangat dan motivasi bagi mereka yang membacanya. Dengan memahami perjalanan hidup dan tantangan yang dihadapi oleh tokoh-tokoh tersebut, pembaca dapat memetik pelajaran berharga serta menemukan sumber inspirasi yang dapat membimbing mereka menuju kesuksesan dan ketangguhan dalam mengatasi setiap rintangan hidup. Manfaat dari kebiasaan membaca secara teratur sangat besar. Membaca dapat menjaga kesehatan otak, meningkatkan daya ingat, dan meningkatkan pemahaman siswa 23. Hal ini dapat membantu siswa memahami pelajarannya dan mampu memecahkan permasalahan di sekolah maupun di lingkungan tempat tinggalnya. Pengetahuan merupakan kekuatan (knowledge is power) 24. Adanya pengetahuan yang tinggi seseorang dapat dengan mudah mencapai kesuksesan dan memberikan pengaruh yang positif kepada lingkungannya. 5. Cerita Keagamaan Cerita-cerita keagamaan yaitu cerita yang mengisahkan kisah teladan pada pembelajaran agama merupakan sarana efektif untuk menanamkan nilai moral dan perilaku yang baik pada anak-anak. Beberapa contohnya adalah kisah-kisah tentang 25 Nabi dan Rasul, kisah Umar bin Khatab, kisah Utsman bin Affan, dan lain sebagainya. Dalam setiap kisah ini, terkandung nilai-nilai ajaran agama yang dapat menjadi pedoman hidup serta memberikan inspirasi dalam menjalani kehidupan sehari-hari25. Pentingnya membentuk kegemaran membaca telah menjadi perhatian utama dalam sistem pendidikan, di mana sekolah memiliki peran sentral dalam mendorong minat dan kebiasaan membaca yang telah dikembangkan di rumah. Sebagai langkah konkret, setiap hari Rabu, sekolah melaksanakan kegiatan pembiasaan membaca buku sebelum memulai proses belajar mengajar, yang berlangsung selama 20-30 menit. Tujuannya adalah untuk membangkitkan kegemaran membaca anak-anak, menyediakan bahan bacaan yang dapat diakses oleh semua siswa, dan mendukung upaya pengembangan literasi di kalangan pelajar. Hal ini sesuai dengan hasil wawancara dengan siswa yang berinisial JML “ Iya bu kami setiap pagi selalu diajak membaca sebelum belajar sama ibu guru” (JML, Wawancara, 06 November 2023)26. Pendekatan ini diharapkan dapat membentuk budaya membaca yang positif di kalangan siswa sejak dini, membantu meningkatkan pemahaman mereka terhadap berbagai nilai, termasuk nilai-nilai keagamaan. Adanya kegiatan pembiasaan membaca secara rutin, anak-anak dapat membentuk kebiasaan membaca yang berkelanjutan, membuka jendela pengetahuan mereka, dan memperkuat fondasi moral yang ditanamkan melalui kisah-kisah teladan agama. Perlunya menanamkan minat baca kepada siswa agar siswa mudah memahami ilmu pengetahuan yang bermanfaat dan dapat menerapkannya di dalam kehidupannya sehari-hari baik di sekolah maupun di lingkungan masyarakat. Penanaman minat baca di SDN Kemplong dilakukan dengan pemberian bacaan yang ringan seperti buku cerita bergambar, dimana media ini sangat baik untuk menarik siswa untuk membaca. Buku cerita bergambar yaitu buku cerita yang berbentuk buku berisi gambar-gambar yang didalamnya mewakili cerita yang ringan dan saling berhubungan 27. Minat baca yaitu hasrat atau keinginan yang tinggi di dalam hati untuk membaca. Keinginan jiwa yang membuat seseorang untuk melakukan sesuatu terhadap membaca. Minat baca merupakan aktivitas yang dilakukan dengan ketekunan serta penunjang yang paling penting untuk mendorong rasa ingin tahu seseorang terhadap suatu bacaan untuk mengetahui informasi yang awalnya tidak diketahui menjadi tahu 28. Minat baca timbul dari masing masing individu, sehingga perlu kesadaran pada tiap individu untuk meningkatkan minat baca pada dirinya. Menciptakan lingkungan perpustakaan yang nyaman dan menarik dapat diwujudkan melalui pengembanagan koleksi buku yang sesuai dengan minat siswa. Akan tetapi, kurangnya alokasi anggaran khusus untuk menambah koleksi buku baru di perpustakaan SDN Kemplong selama tiga tahun terakhir telah menyebabkan ketidak beragaman pilihan bacaan. Hal ini dapat berdampak negatif terhadap minat siswa, yang mungkin mulai merasa bosan dengan ketersediaan buku-buku yang terbatas di perpustakaan. B. Aktivitas Pembelajaran Interaktif Pendekatan pembelajaran yang mengutamakan interaktivitas telah menjadi pokok bahasan yang semakin penting dalam konteks perkembangan pendidikan sejak dini. Menggambarkan bagaimana aktivitas pembelajaran interaktif dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih dinamis dan menarik bagi peserta didik. Pentingnya aktivitas pembelajaran interaktif tidak hanya terletak pada pengenalan model pembelajaran baru, melainkan juga pada bagaimana penggunaan bahan bacaan yang tepat dan efektif dapat memperkuat proses interaksi antara guru dan siswa, sekaligus memperdalam pemahaman siswa terhadap materi pelajaran. Dalam beberapa tahun, penurunan minat baca siswa SDN Kemplong mengalami penurunan yang signifikan. Dari tahun ke tahun, lebih banyak siswa yang memilih untuk bermain-main dengan teman-temannya, bercerita dan bersenda gurau di dalam kelas, maupun membeli jajan daripada memilih untuk mengunjungi perpustakaan untuk membaca buku pada saat jam istirahat. Berdasarkan hasil wawancara dengan salah satu siswa yang berinisial ML mengatakan “Saya kalau tidak ada tugas dari ibu guru, saya jarang berkunjung keperpustakaan bu” (ML, Wawancara, 15 September 2023)29. Data yang ada di perpustakaan menunjukkan bahwa kunjungan siswa ke perpustakaan mengalami penurunan. Bahkan interaksi dalam proses belajar mengajar didalam kelas pun mengalami penurunan, dimana sudah jarang memberikan tanggapan kepada guru yang mengajar dikelas. Berdasarkan hasil data Platform Merdeka Mengajar, yang diikuti oleh siswa kelas 5 dalam pengujian asesmen pada tahun 2022 lalu. Hasil yang sudah keluar SDN Kemplong memiliki tingkat literasi siswa yang cukup rendah yaitu sebesar 63%. Hal ini membuktikan bahwa kebiasaan dan kesadaran diri siswa dalam kegiatan membaca cukup mengkhawatirkan, karena rendahnya minat untuk membaca sehingga pemahaman yang dimiliki oleh siswa pun menjadi rendah. Alasan rendahnya pemahaman membaca siswa indonesia dipengaruhi oleh faktor eksternal dan faktor internal. Faktor yang menjadi penghambat anak kurang berminat untuk berlatih membaca sangat banyak, beberapa diantaranya yaitu faktor lingkungan. Faktor eksternal yang memengaruhi minat baca anak yaitu faktor dosen, lingkungan dan fasilitas 30. Sebagian besar siswa kelas 5 yang mengerjakan ujian tidak memahami pertanyaan yang diberikan karena siswa malas membaca pertanyaan-pertanyaan dengan teks yang panjang. Jawaban yang diberikan oleh siswa asal-asalan sehingga nilai yang diperoleh pun menjadi rendah. Hal ini sesuai dengan pernyataan dari BNG “Soal ujian yang diberikan sangat sulit, jadi saya nulisnya asal-asalan” (BNG, Wawancara, 15 Oktober 2023)31. Jika kondisi seperti ini terus dibiarkan terjadi kemampuan siswa untuk memahami bacaan tidak akan meningkat karena tidak adanya keinginan untuk membaca. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dengan melakukan pengamatan, wawancara dan data yang ada di perpustakaan SDN Kemplong bahwa minat baca siswanya masih tergolong rendah. Rendahnya minat membaca pada siswa disebabkan oleh kurang adanya perasaan dan minat terhadap buku dan kurangnya pengetahuan akan manfaat dari membaca buku. Semua yang diperoleh melalui bacaan itu akan memungkinkan orang tersebut mampu mempertinggi daya pikirnya, mempertajam pandangannya, dan memperluas wawasannya 32. Jika dilihat dari daftar pengunjung dan buku peminjaman di perpustakaan SDN Kemplong, hanya berkisar 20-30 siswa yang mengunjungi perpustakaan, dan 10-25 anak saja yang meminjam buku per harinya, diperoleh sekitar 71% di antaranya memilih buku cerita bergambar dan dongeng, 11% memilih buku kesenian dan hiburan, 9 % memilih karya umum, dan 8% memilih buku lainnya. Yang pertama kali dilihat oleh siswa saat mengambil buku adalah tampilan pada bukunya, baik dari gambar sampulnya maupun gambar ilustrasi yang ada di dalam buku cerita yang membuat siswa tertarik dan memicu rasa penasaran. Hal ini sesuai dengan pernyataan TR “Saya kalau mau baca buku liat sampulnya dulu bu, kalau bagus warnanya saya ambil baru saya baca. C. Melibatkan Orang Tua Melibatkan orang tua dalam pengembangan minat baca pada usia dini adalah langkah kritis dalam membentuk dasar literasi anak-anak. Minat baca yang berkembang sejak usia dini tidak hanya membantu anak memahami bahasa dan kosakata, tetapi juga membentuk fondasi penting untuk kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah. Minat baca anak juga dipengaruhi oleh strategi pembelajaran, kondisi keluarga dan lingkungan luar 33. Dalam era teknologi modern, di mana anak-anak cenderung terpapar dengan berbagai media digital, peran orang tua menjadi semakin signifikan untuk mengarahkan minat baca anak. Peran orang tua secara menyeluruh, dari memilih bahan bacaan yang tepat hingga membaca bersama anak di rumah, diharapkan dapat memberikan wawasan dan panduan praktis bagi orang tua dalam membantu menanamkan minat baca sejak dini bagi generasi mendatang 34. Salah satu tahapan yang dapat dilaksanakan yaitu dengan kegiatan literasi keluarga 35. Untuk itu, orang tua juga sepatutnya turut memperhatikan keseharian anak di rumah yang dapat memengaruhi kegemaran dan daya pikirnya. Tidak seharusnya orang tua lepas tangan dan hanya menyerahkan sepenuhnya kepada sekolah saja. Ketika orang tua memberikan kebebasan kepada anak tanpa pengawasan. Saat berada di rumah, anak-anak akan cenderung memiliki manajemen waktu yang buruk, lebih sering memegang gadget atau bermain game online, dan menjadi sering lupa waktu untuk belajar. Hal ini akan berdampak negatif anak menjadi lebih tertarik pada gadget dibandingkan membaca buku 36. Beberapa siswa yang diwawancarai tentang kebiasaannya di rumah terkait menumbuhkan minat baca yang dilakukan orang tua. Hampir secara keseluruhan siswa menjawab kami tidak pernah disuruh membaca melainkan hanya menanyakan tugas sekolah. Tugas sekolah yang dibuat pun tidak didampingi oleh orang tuanya. Hal ini sesuai dengan ungkapan siswa yang berinisial SNT menyatakan “ iya bu saya tidak pernah disuruh baca sama mama, dibeliin buku aja tidak pernah kalau saya tidak minta uang buat beli buku disekolah ya nggak dikasih bu” (SNT, Wawancara, 17 November 2023)37. Jika pola asuh dari orang tua tidak ada dukungan dalam menumbuhkan minat baca siswa sudah jelas tidak akan berhasil. Bagi orang tua yang bersangkutan seharusnya ada beberapa kiat-kiat yang dilakukan untuk mendidik anak usia dini dalam menumbuhkan minat bacanya, misalnya membelikan buku yang mereka suka 38.
Conclusion
Perpustakaan SDN Kemplong menawarkan sejumlah besar buku cerita bergambar dan dongeng, jauh lebih beragam daripada jenis buku lain yang tersedia untuk dipinjamkan kepada siswa. Pemilihan buku cerita bergambar yang relevan sangat penting dalam membentuk dasar literasi anak. Memahami minat dan pemahaman siswa menjadi kunci dalam pemilihan buku yang tepat untuk digunakan dalam proses pembelajaran. Selain itu aktivitas pembelajaran interaktif menjadi penitng dalam meningkatkan minat baca siswa. Penurunan minat baca siswa dapat memengaruhi pemahaman anak terhadap berbagai materi pelajaran. Hal lain yang merupakan pendidikan dasar bagi anak adalah melibatkan orangtua dalam pengembangan minat baca pada usia dini sangat penting. Peran orang tua di rumah dapat membentuk fondasi literasi yang kuat bagi anak. Saran untuk perpustakaan SDN Kemplong adalah melakukan survei atau kajian terhadap minat dan pemahaman siswa untuk memilih buku cerita bergambar yang sesuai kebutuhan siswa siswi. Setelah itu memperkaya koleksi di perpustakaan SDN Kemplong agar lebih beragam dan menarik bagi siswa. Saran selanjutnya tentang pembelajaran intaraktif yaitu mengembangkan strategi pembelajaran yang interaktif dan menarik, seperti diskusi kelompok, permainan edukatif atau proyek kolaboratif. Menggunakan teknologi dalam pembelajaran, seperti mulitimedia atau permainan pendidikan untuk menarik minat siswa.