Peningkatan Pengetahuan Anak Terhadap Alam Melalui Kegiatan Literasi Di Perpustakaan Improving Children’s Knowledge of Nature through Literacy Activities in Library
Kementerian Pertanian
Abstrak
Kekhawatiran terhadap adanya penurunan pengetahuan anak tentang alam mendorong perlunya dilakukan kegiatan literasi alam. Perpustakaan berfungsi sebagai sarana pembelajaran untuk meningkatkan pemahaman anak terhadap alam melalui kegiatan literasi. Tujuan pengkajian ini untuk mengetahui pemahaman anak terhadap alam. Fokus utama pengkajian ini adalah mengembangkan kegiatan literasi di perpustakaan sebagai upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan kepekaan terhadap alam. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan observasi dan wawancara. Informan adalah peserta didik TK Dharma Wanita sebanyak 36 orang. Observasi dilakukan melalui pengamatan peserta didik tentang respon yang diberikan ketika melakukan kegiatan literasi. Wawancara dilakukan dengan menanyakan kepada peserta didik tentang pengetahuan yang didapat dari kegiatan literasi alam. Hasil pengkajian menunjukkan pengetahuan peserta didik terkait alam meningkat setelah mengikuti kegiatan literasi di perpustakaan. Kegiatan literasi yang melibatkan interaksi langsung dengan materi alam dan kreativitas dapat membantu peserta didik dalam memahami konsep-konsep flora dan fauna serta keragaman hayati. Kegiatan literasi di perpustakaan memiliki potensi besar untuk meningkatkan pengetahuan peserta didik terhadap alam dan lingkungannya melalui pendekatan partisipatif dan interaktif untuk membantu anak membangun pemahaman yang lebih mendalam dan berkelanjutan.
Abstract
Concerning the decline in children’s knowledge on nature encourage the need to carry out natural literacy activities. Library functions as a learning tool to improve children’s understanding of nature through literacy activities. The purpose of this study was to determine children’s knowledge of nature. The main focus of this study was to develop literacy activities in libraries as an effort to improve knowledge and sensitivity to nature. The study method used was qualitative with an observation and interview approaches. The informants were 36 Dharma Wanita Kindergarten students. Observations were carried out through observations of the students’ responses given when carrying out literacy activities. Interviews were conducted by asking students about the knowledge gained from natural literacy activities. The results showed that students’ knowledge related to nature improved after participating in literacy activities in the library. Literacy activities that involve direct interaction with natural materials and creativity can help students understand the concepts of flora and fauna and biodiversity. Literacy activities in libraries have great potential to improve students’ knowledge of nature and the environment through a participatory and interactive approach that helps children build a deeper and more sustainable understanding.
Keywords:
Library
· literacy
· nature
· children’s knowledge
Introduction
Seiring dengan perkembangan zaman, terdapat kekhawatiran akan penurunan pengetahuan anak tentang alam karena pengaruh gaya hidup modern dan ketergantungan pada kemajuan teknologi yang dapat mengurangi interaksi langsung dengan lingkungan alam. Kerusakan lingkungan hidup yang semakin meningkat menjadikan perhatian khusus bagi para pendidik dalam mengoptimalkan pendidikan alam dan lingkungan hidup dalam pembelajaran. Oleh sebab itu diperlukan pendidikan terkait hal tersebut. Pendidikan lingkungan hidup perlu memperhatikan aspek tingkah laku manusia khususnya interaksi manusia dengan lingkungan serta kemampuannya dalam memperbaiki lingkungan (Anazifa & Hadi, 2016). Salah satu program di perpustakaan adalah literasi kepada peserta didik yang berfokus pada literasi sains untuk mengembangkan dan menerapkan kegiatan literasi yang dapat meningkatkan pengetahuan peserta didik terkait alam melalui perpustakaan sebagai wadah pendidikan informal. Literasi sains adalah pengetahuan ilmiah seseorang dan penggunaan pengetahuan itu untuk mengidentifikasi pertanyaan, memperoleh pengetahuan baru, menjelaskan fenomena ilmiah, dan menarik kesimpulan berbasis bukti tentang isu-isu yang berhubungan dengan sains. Berdasarkan Programme for International Student Assessment (PISA), literasi sains adalah pemahaman tentang karakteristik sains sebagai bentuk dari pengetahuan dan penyelidikan manusia, kesadaran tentang bagaimana sains dan teknologi membentuk lingkungan, intelektual, dan budaya kita, serta kemauan untuk terlibat dalam isu - isu yang berhubungan dengan sains, dan dengan ide-ide sains, sebagai warga negara yang reflektif (Nurhasanah et al. 2020). Hal ini diperkuat oleh Zahro et al. (2019), yang menyatakan literasi sains adalah kemampuan berpikir ilmiah pada anak usia dini melalui penemuan dan pengolahan informasi dengan pendekatan saintifik, yaitu mengamati, mengukur, mengklasifikasikan, mengajukan pertanyaan, memecahkan masalah, mengomunikasikan dan sebagainya. Kegiatan sains dapat terintegrasi dengan tema dan kegiatan lainnya. Media pembelajaran juga berpengaruh dalam proses tercapainya penerapan literasi sains tersebut. Kreativitas dan inovasi diperlukan dalam memilih model dan metode pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan anak. Media merupakan hal yang paling penting dan tidak dapat dipisahkan dengan pembelajaran dalam menciptakan keefektifan proses pembelajaran. Berdasarkan teori tersebut program literasi dilakukan dengan melakukan pengamatan terhadap objek dalam setiap kegiatannya, yaitu pengenalan alam dan lingkungan sekitarnya serta kreativitas peserta didik, misalnya dalam kegiatan mewarnai dengan tema alam. Perpustakaan Loka Pengujian Standar Instrumen (LPSI) Ruminansia Besar merupakan perpustakaan khusus yang berfungsi sebagai media pendidikan dan rekreasi yang diperuntukkan secara terbatas untuk pemustaka di lingkungan lembaga pemerintah. Perpustakaan ini selain diperuntukkan dalam memenuhi kebutuhan informasi pemustaka internal, juga memberikan layanan bagi pemustaka di luar lingkungannya. Perpustakaan LPSI Ruminansia Besar menyediakan berbagai informasi di bidang pertanian dan peternakan terutama ruminansia besar yang dapat menjadi sumber belajar untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam bidang pertanian dan peternakan. Perpustakaan khusus harus memiliki inovasi dan kreativitas dalam memberikan berbagai layanan agar dapat memberikan manfaat bagi pemustaka baik secara langsung maupun tidak langsung serta dilaksanakan secara berkelanjutan. Perpustakaan LPSI Ruminansia Besar bekerjasama dengan Dharma Wanita melakukan kegiatan literasi alam kepada peserta didik TK Dharma Wanita Lolitsapi. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat mengembangkan rasa kepedulian dan kesadaran peserta didik terhadap pentingnya menjaga keberagaman hayati dan keseimbangan ekosistem. Fokus pengkajian ini adalah pada pengembangan kegiatan literasi di perpustakaan sebagai sarana untuk meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap alam dan ekosistem. Pengkajian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman peserta didik terhadap alam melalui literasi di perpustakaan.
Method
Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan observasi dan wawancara. Informan adalah peserta didik TK Dharma Wanita Lolitsapi sebanyak 36 orang. Pengkajian dilakukan pada acara kegiatan literasi perpustakaan pada bulan Oktober 2022, Juni 2023, Juli 2023, Agustus 2023 dan Oktober 2023. Observasi dilakukan terhadap peserta didik melalui pengamatan perilaku dan respon yang diberikan ketika melakukan kegiatan literasi, yaitu (1) saat membaca buku-buku berkaitan alam, (2) tanya jawab, dan (3) kegiatan kreatif dengan mewarnai gambar. Wawancara dilakukan pada informan yaitu peserta didik tentang pengetahuan yang didapat dari kegiatan literasi alam. Materi wawancara yang ditanyakan mengenai (1) objek dari literasi alam; (2) apa manfaat dari kegiatan tersebut; (3) perasaan ketika mengikuti kegiatan tersebut, serta (4) pengetahuan lain yang terkait dengan literasi alam. Penelitian dilaksanakan pada saat kegiatan literasi di Perpustakaan LPSI Ruminansia Besar yang disesuaikan dengan peringatan hari nasional dan internasional.
Result & Discussion
Kegiatan Literasi di Perpustakaan LPSI Ruminansia Besar Kegiatan literasi di Perpustakaan LPSI Ruminansia Besar dilaksanakan dan disesuaikan dengan peringatan hari nasional dan internasional. Pada umumnya kegiatan literasi dimulai dengan penyampaian atau pemaparan materi literasi oleh pustakawan dan pakar terkait dengan cara yang menarik. Materi yang diberikan dapat dilihat pada Tabel 1. Metode penyampaian dilakukan baik secara langsung maupun melalui media bantuan, seperti video, sehingga peserta didik dapat lebih mudah memahami dan meresapi isi materi. Kegiatan berikutnya adalah lokakarya atau praktik, misalnya pada kegiatan mewarnai Tabel 1. Kegiatan literasi di Perpustakaan LPSI Ruminansia Besar disediakan kertas gambar. Selanjutnya peserta didik mewarnai atau kegiatan lokakarya dari hasil karya tersebut ditanyakan kepada peserta didik terkait makna kegiatan tersebut. Apresiasi berupa hadiah diberikan kepada peserta didik yang mampu menjawab dengan benar atau memiliki karya paling baik. Setelah kegiatan selesai, pustakawan menjelaskan kesimpulan hasil kegiatan tersebut. Pengetahuan Peserta Didik Terhadap Alam Berdasarkan hasil observasi diketahui bahwa pengetahuan peserta didik terhadap alam meningkat. Hal ini dibuktikan dari keaktifan peserta dalam bertanya dan kemampuan mereka menjawab pertanyaan yang diajukan pustakawan. Peserta juga aktif dan mampu menjabarkan materi yang sudah disampaikan. Tanggal Tema Materi Metode Aktivitas 7 Oktober 2022 Mengenal Dunia Sapi: Mengenalkan sapi dan produk Wawancara dan Jalan-jalan Petualangan Seru TK di hasil sapi, seperti susu dan daging observasi Kandang Sapi di kandang sapi dan Perpustakaan Loka Penelitian Sapi Potong 16 Juni 2023 Sambut Hari Raya Mengenalkan jenis hewan kurban Wawancara dan Bercerita dan Idul Adha mulai dari deskripsi fisik sampai pada observasi mewarnai makanannya, belajar sejarah Hari Raya Idul Adha, mewarnai dengan tema hewan kurban bersama, membaca dan menceritakan isi buku 25 Juli 2023 Menghargai Keaneka- Mengenalkan tanaman bakau Wawancara dan Bercerita dan ragaman Hayati di Hari dan hutan mangrove mulai dari ciri- observasi mewarnai Mangrove Internasional cirinya, lokasi, dan manfaatnya sebagai dengan teknik melalui Mewarnai Teknik bentuk memperingati Hari Mangrove usap abur Usap Abur Internasional, mewarnai dengan teknik usap abur dengan tema hutan mangrove membaca dan menceritakan isi buku 11 Agustus 2023 Lomba Mewarnai 17 Agustus Mewarnai di alam terbuka, mengenalkan Wawancara dan Menceritakan dalam Nuansa Alam alam dan lingkungannya, peserta observasi terkait alam dan yang menang mendapatkan hadiah mewarnai 10 Oktober 2023 Merayakan Hari Tani Eksperimen dengan bahan cuka Wawancara dan Eksperimen Nasional: Menanam Bersama dan soda kue serta kegiatan observasi pertanian dan Eksplorasi Sains menanam dengan menggunakan dan kegiatan Pertanian kapas dan kacang hijau menanam bersama Hasil wawancara menunjukkan peserta mampu menjabarkan konsep literasi alam dengan baik, yaitu pemahaman dasar tentang berbagai aspek alam, termasuk flora, fauna, serta interaksi manusia dengan lingkungan sekitar. Hal ini ditunjukkan dengan jawaban peserta tentang deskripsi sapi sebagai berikut: Sapi memiliki kaki 4, suaranya mooo, matanya bulat, makannya rumput. Atau jawaban peserta terkait hewan kurban pada kegiatan literasi menyambut Hari Raya Idul Adha. Hewan kurban ada unta, sapi, kambing, dan domba. Sapi bisa dibuat sate, dendeng, dan susunya bisa diminum. Peserta memahami bahwa literasi alam tidak hanya tentang pengetahuan, tetapi juga tentang kepedulian dan tanggung jawab terhadap alam, seperti yang disampaikan salah satu peserta. Kita harus menjaga alam biar tidak rusak. Caranya buang sampah di tempatnya. Hasil ini mengindikasikan bahwa kegiatan literasi yang melibatkan interaksi langsung dengan materi alam sambil bermain dan belajar cukup efektif untuk meningkatkan pengetahuan peserta didik tentang alam dan lingkungannya. Setelah pemaparan materi, peserta didik diajak untuk terlibat dalam karya yang menghubungkan pengetahuan dengan kegiatan praktik, yaitu berupa kegiatan mewarnai dalam suasana yang menyenangkan bagi anak. Peserta didik diberikan gambar-gambar terkait materi literasi yang telah disampaikan. Kegiatan literasi tidak hanya berfokus pada aspek kognitif, namun juga merangkul ekspresi kreatif peserta didik. Pada kegiatan mewarnai peserta didik dibebaskan untuk menuangkan imajinasinya masing-masing karena imajinasi setiap anak berbeda sehingga disini guru hanya sebagai fasilitator dalam upaya pengembangan (Sari et al. 2021). Hal ini diperkuat oleh Lubis et al. (2022) yang mengemukakan bahwa kegiatan mewarnai merupakan salah satu kegiatan yang disukai anak usia dini. Kegiatan mewarnai yang menyenangkan dan sederhana ini dapat membantu perkembangan anak usia dini. Kegiatan ini bermanfaat untuk mengekspresikan diri anak, mengenalkan perbedaan warna pada anak, meningkatkan konsentrasi anak, mengembangkan kemampuan motorik anak, melatih kesabaran anak, dan merangsang kreativitas anak sejak dini. J. Perpus. Pert. Vol. 32 No. 2 Desember 2023: 8185 Setelah rangkaian kegiatan mewarnai selesai dilaksanakan, para peserta didik diajak untuk berbagi dan menjelaskan hasil karya yang mereka warnai. Tahap ini memberikan kesempatan emas bagi mereka untuk meluapkan pemahaman serta pemikiran yang telah muncul saat mereka berkreasi, sekaligus membangun ruang dialog yang kaya dan penuh makna. Pada momen ini, peserta didik memiliki kesempatan untuk menggali lebih dalam tentang konsep yang baru saja mereka pelajari. Kegiatan terakhir adalah menyediakan buku bacaan anak dan ensiklopedia serta memberi kesempatan kepada peserta didik untuk membaca agar meningkatkan wawasan. Pemberian materi buku diintegrasikan dengan literasi sains dalam mengenalkan anak usia dini kepada lingkungan akan menjadi lebih efektif jika dilakukan melalui media yang baik, seperti buku sains bergambar yang memuat wawasan pengetahuan sains dimana anak usia dini berada (Zulfitrah dan Eliza, 2021). Hal ini diperkuat oleh Septiana et al. (2018), buku cerita bergambar adalah media yang bersifat sederhana, mudah, dan jelas. Selain itu buku cerita bergambar memiliki nilai kreatif dan edukatif bagi pembacanya. Buku cerita bergambar sangat potensial digunakan sebagai media pembelajaran untuk menyampaikan pesan dalam proses belajar. Membaca bersama di perpustakaan menjadi momen yang memperkaya pengalaman literasi mereka. Dalam rangka memberikan apresiasi atas partisipasi dan usaha peserta didik, hadiah diberikan kepada pemenang lomba mewarnai dan peserta yang aktif selama kunjungan ke perpustakaan. Ini tidak hanya meningkatkan semangat belajar, tetapi juga membangun rasa percaya diri dan kebanggaan pada prestasi. Hasil analisis data mengungkapkan bahwa program literasi ini memberikan dampak positif pada pemahaman anak-anak tentang alam dan lingkungannya. Melalui interaksi langsung dengan materi alam, pemahaman peserta didik meningkat. Kegiatan tanya jawab dapat mengklarifikasi konsep yang sederhana dan berbagi pengetahuan dengan peserta didik lain. Secara keseluruhan, hasil dari program literasi ini menunjukkan bahwa pendekatan yang melibatkan interaksi langsung, penerapan pengetahuan dalam kegiatan bermain, dan kolaborasi antara peserta didik dapat secara efektif meningkatkan pemahaman mereka tentang alam dan lingkungan. Peningkatan pengetahuan anak terhadap alam ... (Woro Abidah) Peran perpustakaan tidak bisa diabaikan dalam konteks pembelajaran informal yang menekankan pada peningkatan kesadaran peserta didik terhadap alam dan lingkungannya. Sebagai fasilitator utama, perpustakaan memiliki peran strategis dalam menciptakan lingkungan yang mendorong eksplorasi, penemuan, dan pemahaman lebih dalam tentang kehidupan di sekitar kita. Melalui berbagai kegiatan literasi yang kreatif dan interaktif, perpustakaan mampu menciptakan ikatan kuat antara peserta didik dengan alam, serta menginspirasi mereka untuk menjaga serta menghormati keragaman hayati yang ada.
Conclusion
Kegiatan literasi yang dilakukan di perpustakaan LPSI Ruminansia Besar memiliki potensi besar dalam meningkatkan pemahaman peserta didik tentang alam. Kegiatan berkreasi sambil belajar di perpustakaan terbukti sangat efektif dalam meningkatkan dan memperkaya pengetahuan peserta didik mengenai aspek-aspek alam dan lingkungan. Selain itu, kegiatan kreatif juga memiliki peran yang sangat signifikan dalam memperdalam pemahaman anak-anak tentang konsep ekologi serta pentingnya memelihara keanekaragaman hayati. Literasi di perpustakaan bukan hanya tentang membaca dan menulis, namun juga merupakan sarana penting untuk mengembangkan pemahaman yang mendalam tentang alam dan lingkungan. Kegiatan belajar yang menggabungkan aspek-aspek kreatif, interaktif, dan bermain mampu menciptakan dampak positif berkelanjutan dalam membentuk generasi muda peduli dan bertanggung jawab terhadap alam.