Kembali
16
1
2017 Edulibinfo Vol 4 · 1 ISSN 2541-3279

ANALISIS PENGELOLAAN KOLEKSI BERDASARKAN IMPLEMENTASI SNI 7330:2009 PADA UPT PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS PASUNDAN

Universitas Pendidikan Indonesia; Universitas Pendidikan Indonesia; Universitas Pendidikan Indonesia

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kegiatan pengelolaan koleksi pada UPT Perpustakaan Universitas Pasundan berdasarkan SNI 7330:2009 yang terdiri dari kebijakan koleksi, jenis koleksi, majalah ilmiah, penambahan koleksi, cacah ulang koleksi, penyiangan koleksi, dan materi perpustakaan elektronik. Berdasarkan teori dan penelitian terdahulu, diketahui bahwa masih banyak perpustakaan yang belum sesuai dengan standar pengelolaan perpustakaan terutama perpustakaan Perguruan Tinggi Swasta. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan tenik triangulasi yang terdiri dari wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah dari jumlah tujuh aspek koleksi yang terdapat pada SNI 7330:2009, seluruh kegiatan pengelolaan koleksi sudah mampu memenuhi SNI 7330:2009, antara lain: kebijakan koleksi, jenis koleksi, majalah ilmiah, penambahan koleksi, cacah ulang koleksi, penyiangan koleksi, dan materi perpustakaan elektronik. Direkomendasikan agar pengelolaan koleksi di perpustakaan perguruan tinggi menggunakan SNI 7330:2009.

Abstract

The present study aims to find the collection management activities at Pasundan University Library based on SNI 7330:2009. The collection management consists of collection policy, collection categories, scientific magazines, acquisition, stock opname, weeding, and electronic library resources. According to the previous studies and theories, there are still a lot of libraries that have not met the collection management standards, especially those Private University Libraries. The study used qualitative approach employing descriptive method. The data collection technique of the study used the triangulation technique which consists of interview, observation, and documentation study. The result of the study shows that seven aspects of the collection based on SNI 7330:2009, all of the collection management activities are qualified to meet SNI 7330:2009, which are: collection policy, collection categories, scientific magazines, acquisition, stock opname, weeding, and electronic library resources. It is recommended that the collection management in higher education libraries use SNI 7330:2009.
Keywords: collection management · implementation of SNI 7330:2009 · library of higher education

Introduction

UPT Perpustakaan Universitas Pasundan merupakan salah satu perpustakaan Perguruan Tinggi Swasta yang berada di Kota Bandung. Visi yang diemban perpustakaan yaitu “Menjadikan perpustakaan berstandar nasional dan me n u j u p e r p u st a k a a n b e rt a r a f Internasional pada tahun 2021.” Dari visi yang dimiliki perpustakaan diketahui b a h w a p u st a k a w a n b e r u s a h a menyelenggarakan perpustakaan yang sesuai dengan standar perpustakaan perguruan tinggi dan membawa perpustakaan untuk dapat menjadi perpustakaan yang bertaraf nasional bahkan internasional. Berdasarkan hasil wawancara dengan Bapak Hilman selaku Kepala Perpustakaan, beliau mengatakan bahwa UPT Perpustakaan Universitas Pasundan telah menggunakan SNI (Standar Nasional Indonesia) Nomor 7330 Tahun 2009 (SNI 7330:2009) dalam kegiatan pengelolaan perpustakaan. Dalam SNI bidang Perpustakaan Perguruan Tinggi, dijelaskan mengenai standarisasi dalam pengelolaan koleksi perpustakaan. Hal ini didasarkan dari keberagaman dalam pengembangan dan pengelolaan koleksi di setiap perguruan tinggi. Aspek-aspek koleksi yang akan diteliti pengelolaannya berdasarkan pada SNI 7330:2009 bidang Perpustakaan Perguruan Tinggi secara lebih khusus yaitu meliputi (a) kebijakan koleksi; (b) jenis koleksi; (c) majalah ilmiah; (d) penambahan koleksi; (e) cacah ulang koleksi; (f) penyiangan koleksi; dan (g) materi perpustakaan elektronik dengan kebijakannya masing-masing. Pengelolaan koleksi perpustakaan belum seluruhnya sesuai dengan standarisasi pengelolaan perpustakaan. Kenyataan ini senada dengan hasil dari beberapa penelitian terdahulu (Aulia, 2014 dan Saragih, 2014), bahwa masih banyaknya perpustakaan perguruan tinggi yang belum sesuai dengan standarisasi dalam pengelolaan koleksinya. Selain itu, terdapat perpustakaan yang sudah menerapkan SNI 7330:2009 dalam pengelolaan perpustakaannya, namun belum seluruhnya sesuai dengan ramburambunya. Saleh (2011, hlm. 78) dalam buku Percikan Pemikiran di Bidang Kepustakawanan mengemukakan bahwa “masih banyak perguruan tinggi khususnya Perguruan Tinggi Swasta yang kondisi perpustakaan masih sangat lemah.” Standarisasi dalam pengelolaan perpustakaan sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas perpustakaan. Pentingnya standarisasi dalam pengelolaan perpustakaan termaktub dalam Undang-Undang No. 43 tahun 2007 pasal 18. Dalam Undang-Undang ini dikemukakan bahwa “setiap perpustakaan selayaknya dikelola sesuai dengan standar nasional perpustakaan.” Sehingga perpustakaan harus memberikan layanan dalam seluruh aspek yang sesuai dengan standar nasional bidang perpustakaan salah satunya SNI. D e n g a n me l i h a t b e b e r a p a kenyataan di atas, Badan Standarisasi Nasional (BSN) mengeluarkan Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk memberikan standar dalam pengelolaan koleksi perpustakaan, salah satunya Perpustakaan Perguruan Tinggi Nomor 7330 tahun 2009 (SNI 7330:2009). Regulasi ini merupakan standar pengelolaan perpustakaan perguruan tinggi bertaraf nasional mengenai acuan dalam pengelolaan perpustakaan perguruan tinggi baik negeri maupun swasta. SNI dimaksudkan untuk menyamakan persepsi dalam pengelolaan seluruh jenis perpustakaan di Indonesia sehingga mampu memenuhi fungsi dan tugasnya masing-masing. Penelitian ini membahas mengenai pengelolaan koleksi perpustakaan. Menurut Prastowo (2012, hlm. 116), “koleksi perpustakaan pada dasarnya adalah sekumpulan bahan pustaka, baik yang berbentuk buku maupun non buku, yang dikelola sedemikian rupa oleh suatu perpustakaan untuk turut serta menjamin kelancaran dan keberhasilan kegiatan proses pembelajaran”. Koleksi di suatu perpustakaan perlu dikelola sesuai dengan standar perpustakaan. Pengelolaan koleksi merupakan suatu kegiatan yang sangat diperlukan oleh perpustakaan agar koleksi yang dimilikinya selalu memiliki keterbaruan sehingga kebutuhan informasi pemustaka tetap terpenuhi. “pengembangan koleksi di perpustakaan pada hakika tnya ada l ah pros e s me n g i d e n tifi k a si k e k u a t a n d a n kelemahan yang dimiliki suatu perpustakaan yang dihubungkan dengan pengguna atau masyarakat yang dilayaninya” (Petranaya, dkk. 2012, hlm. 3). Dalam melakukan pengembangan koleksi, diperlukan adanya kebijakan yang dijadikan sebagai pedoman. Yulia d a n S u j a n a ( 2 0 0 9 , h lm. 2 . 3 ) mengemukakan bahwa “kebijakan pengembangan koleksi merupakan rencana induk perpustakaan untuk m e m b a n g u n d a n m e m e l i h a r a koleksinya.” Dalam SNI Perpustakaan Perguruan Tinggi pun mengatur mengenai penambahan koleksi, cacah ulang koleksi, penyiangan koleksi, dan materi perpustakaan elektronik. Yulia dan Sujana (2009, hlm. 5.2) mengungkapkan bahwa “pengadaan atau akuisisi yaitu kegiatan yang merupakan implementasi dari keputusan dalam melakukan seleksi yang mencakup semua kegiatan untuk mendapatkan bahan perpustakaan yang telah dipilih dengan cara membeli, tukarmenukar dan hadiah termasuk dalam menyelesaikan administrasinya”. Cacah ulang koleksi merupakan kegiatan m e n c o c o k k a n j u m l a h k o l e k si perpustakaan yang terdapat pada rak dengan buku induk. Sedangkan penyiangan koleksi merupakan “suatu praktik dari pengeluaran atau pemindahan ke gudang, duplikat bahan pustaka, bukubuku yang jarang digunakan, dan bahan pustaka lainnya yang tidak lagi dimanfaatkan oleh pengguna” (Yulia dan Sujana, 2009, hlm. 1.9). Untuk pengertian materi perpustakaan elektronik djelaskan oleh Andayani (2014, hlm. 2), bahwa “sumber-sumber elektronik merupakan sumber-sumber informasi yang dikemas secara elektronik atau dalam format elektronik sehingga dalam aksesnya memerlukan perangkat teknologi”.

Method

Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian deskriptif digunakan karena penelitian ini dimaksudkan untuk menggambarkan dan menganalisis kegiatan pengelolaan koleksi pada UPT Perpustakaan Universitas Pasundan dengan mengacu kepada Standar Nasional Indonesia (SNI) Nomor 7330 Tahun 2009 tentang Perpustakaan Perguruan Tinggi. Informan dalam penelitian ini berjumlah 4 orang yang terdiri dari Kepala Perpustakaan (key informan), Kasubag Pengadaan, staf Pengadaan, dan Kasubag Pelayanan. Pemilihan informan dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik triangulasi yang terdiri dari wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan model analisis data kualitatif dari Miles dan Huberman (dalam Ali dan Asrori, 2014, hlm. 288) yang langkah-langkahnya terdiri dari: 1) reduksi data; 2) display data; dan 3) kesimpulan dan verifikasi.

Result & Discussion

Pada pembahasan penelitian ini, p e n e l i t i b e r m a k s u d u n t u k mengungkapkan bagaimana pengelolaan koleksi pada UPT Perpustakaan Universitas Pasundan dengan berdasar kepada SNI 7330:2009. Pengelolaan koleksi disini termasuk kebijakan koleksi, jenis koleksi, koleksi majalah ilmiah, penambahan koleksi, cacah ulang koleksi, penyiangan koleksi, dan materi perpustakaan elektronik. Penelitian ini berfokus kepada k e g i a t a n p e n g e l o l a a n k o l e k si perpustakaan berdasarkan standarisasi nasional yakni Standar Nasional Indonesia (SNI). Salah satu regulasi yang menga tur t ent ang pe rpust aka an Perguruan Tinggi yakni SNI Nomor 7330 Tahun 2009. SNI perpustakaan perguruan tinggi dike lua rkan ol eh Badan Standarisasi Nasional yang merupakan lembaga standarisasi di Indonesia. Aspek koleksi yang dibahas dalam SNI 7330:2009 terdiri dari 7 butir yakni kebijakan koleksi, jenis koleksi, koleksi majalah ilmiah, penambahan koleksi, cacah ulang koleksi, penyiangan koleksi, dan materi perpustakaan elektronik. Ketujuh butir tersebut menjadi aspekaspek penting yang harus dipenuhi oleh perpustakaan Perguruan Tinggi. 1. Kebijakan koleksi pada UPT Perpustakaan Universitas Pasundan Kebijakan pengembangan koleksi merupakan pernyataan tertulis dari kegiatan pengembangan koleksi perpustakaan yang dijadikan sebagai pedoman bagi pustakawan. UPT Perpustakaan Universitas Pasundan memiliki kebijakan pengembangan koleksi secara tertulis yang disusun oleh Kepala perpustakaan dengan melibatkan seluruh staf perpustakaan terutama yang bertugas di bagian pengadaan dan dipertanggungawabkan kepada Wakil Rektor I. Kebijakan pengembangan koleksi yang dimiliki UPT Perpustakaan Universitas Pasundan mencakup seluruh kegiatan pengembangan koleksi perpustakaan yang diawali dari kegiatan pengadaan koleksi sampai pelayanan koleksi. Selain itu, cacah ulang koleksi (stock opname) dan penyiangan koleksi (weeding) juga menjadi kegiatan yang dilakukan berdasarkan kebijakan yang dimiliki perpustakaan agar dalam pelaksanaannya tetap sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. S e l a i n me n g a t u r k e g i a t a n pengembangan koleksi perpustakaan, kebijakan juga mengatur mengenai jenis koleksi yang harus dimiliki oleh perpustakaan. Jenis koleksi perpustakaan terdiri dari berbagai macam bentuk dan media yang berbeda-beda. Jenis koleksi perpustakaan yang dimiliki UPT Perpustakaan Universitas Pasundan berupa koleksi tercetak, non cetak dan elektronik seperti tertera pada Tabel 1 berikut. Koleksi tercetak terdiri dari koleksi buku, majalah, jurnal tercetak, bulletin, juga surat kabar. Untuk koleksi non cetak seperti CD, globe, dan koleki elektronik seperti e-Booksmaupun e-Journals. Sebagaimana yang tertuang dalam SNI 7330:2009 bahwa “perpustakaan perguruan tinggi menyediakan bahan bacaan wajib dan bahan bacaan pengaya”. Jenis koleksi yang tersedia pada UPT Perpustakaan Universitas Pasundan sudah mencakup koleksi bahan bacaan wajib dan bahan bacaan pengaya berdasarkan dari ketiga kegiatan yang dilakukan yakni wawancara, observasi dan studi dokumentasi karena peneliti memperoleh hasil yang relevan. Koleksi perpustakaan didominasi oleh koleksi mata kuliah (bahan ajar) yang digunakan sebagai bahan perpustakaan pendukung kegiatan pembelajaran. Selain koleksi mata kuliah, perpustakaan pun menyediakan koleksi pengaya seperti majalah, jurnal, surat kabar, novel, film, bulletin, maupun proceeding. Berdasar dari kegiatan penelitian yang dilakukan, diketahui bahwa UPT Perpustakaan Universitas Pasundan telah menyediakan bahan bacaan wajib dan bahan bacaan pengaya. Maka dapat disimpulkan bahwa aspek kebijakan koleksi pada UPT Perpustakaan Universitas Pasundan sudah memenuhi SNI 7330:2009. 2. J e n i s k o l e k s i p a d a U P T P e r p u st a k a a n U n i v e r sit a s Pasundan Jenis koleksi perpustakaan pada umumnya terdiri dari tiga jenis yakni koleksi tercetak, non cetak dan elektronik. Namun, dalam SNI 7330:2009, dipaparkan mengenai jenis koleksi yang harus terdapat di perpustakaan Perguruan Tinggi terdiri dari enam jenis yakni materi perpustakaan pendukung Dharma Perguruan Tinggi, materi perpustakaan inti (koleksi bahan ajar), materi perpustakaan terbitan pemerintah, materi perpustakaan terbitan Perguruan Tinggi, materi perpustakaan terbitan badan internasional, dan materi perpustakaan referensi. Jenis koleksi yang pertama yakni materi perpustakaan pendukung Dharma Perguruan Tinggi. Tri Dharma Perguruan Tinggi merupakan tugas dan fungsi pokok Perguruan Tinggi yang terdiri dari Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Pada Masyarakat. Dalam SNI 7330:2009 dijelaskan bahwa “perpustakaan menyediakan materi perpustakaan dengan tidak memandang format maupun media guna mendukung kegiatan pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat serta kegiatan dharma lainnya yang sesuai dengan program lembaga induknya”. Berdasarkan hasil wawancara, keempat informan menuturkan bahwa koleksi yang dimiliki UPT Perpustakaan Universitas Pasundan seluruhnya mendukung Tri Dharma Perguruan Tinggi karena seluruh koleksi yang dimiliki mendukung kegiatan Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian pada Masyarakat. Hal tersebut juga diperkuat dengan kegiatan observasi yang dilakukan peneliti bahwa koleksi yang dimiliki perpustakaan telah mendukung Tri Dharma Perguruan Tinggi. Sehingga dapa t disimpulkan bahwa UPT Perpustakaan Universitas Pasundan telah menyediakan koleksi yang mendukung Tri Dharma Perguruan Tinggi. Jenis koleksi yang kedua yakni materi perpustakaan inti (koleksi bahan ajar). Dalam SNI 7330:2009 dijelaskan bahwa “perpustakaan perguruan tinggi menyediakan bahan bacaan mata kuliah yang ditawarkan di perguruan tinggi. Masing-masing judul bahan bacaan tersebut disediakan tiga eksemplar untuk tiap seratus mahasiswa, di mana satu eksemplar untuk pinjaman jangka pendek dan dua eksemplar lainnya untuk pinjaman jangka panjang”. Bahan ajar ditujukan bagi perpustakaan perguruan tinggi, sekolah, dan perpustakaan lembaga pendidikan lainnya. Koleksi bahan ajar berfungsi untuk menunjang kegiatan belajar mengajar dan memenuhi tujuan kurikulum (Yulia dan Sujana, 2009). Koleksi bahan ajar yang tersedia pada UPT Perpustakaan Universitas Pasundan tersedia dalam jumlah e k s emp l a r y a n g b e r b e d a - b e d a . Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan dengan ketiga informan, diketahui bahwa jumlah eksemplar dari setiap judul koleksi tidaklah sama. Namun berdasarkan hasil wawancara dengan key informan, beliau menuturkan bahwa untuk koleksi mata kuliah mampu memenuhi kriteria yakni 3 eksemplar untuk seratus mahasiswa. Berdasarkan kegiatan observasi yang dilakukan, peneliti mengamati bahwa koleksi mata kuliah yang dimiliki perpustakaan cukup mendominasi dibandingkan dengan jenis koleksi yang lain. Jika dikalkulasikan, koleksi mata kuliah sudah memenuhi kriteria sebagaimana yang diungkapkan oleh key informan. Dari hasil penelitian yang dilakukan, maka dapat diambil kesimpulan bahwa aspek materi perpustakaan inti (koleksi bahan ajar) yang dimiliki UPT Perpustakaan Universitas Pasundan sudah memenuhi SNI 7330:2009. Jenis koleksi yang ketiga yakni materi perpustakaan terbitan pemerintah. Dalam SNI 7330:2009 dijelaskan bahwa “perpustakaan menyediakan terbitan pemerintah daerah dan pusat”. Koleksi terbitan pemerintah merupakan koleksi yang diterbitkan oleh lembaga resmi pemerintah yang berisi informasi mengenai pemerintahan. Koleksi ini berupa lembaran negara, himpunan peraturan negara, kebijakan, laporan tahunan, pidato resmi presiden (Yulia dan Sujana, 2009). Koleksi terbitan pemerintah merupakan salah satu jenis koleksi rujukan. UPT Perpustakaan Universitas Pasundan memiliki koleksi terbitan pemerintah daerah maupun pusat. Koleksi tersebut tersedia dalam bentuk tercetak, non cetak, maupun digital. Koleksi terbitan pemerintah tercetak daerah yang dimiliki seperti Peraturan Daerah, Peraturan Gubernur, Peraturan Walikota, maupun Otonomi Daerah. Sedangkan untuk terbitan pemerintah pusat seperti Undang-undang, Peraturan Pemerintah, Garis Besar Haluan Negara (GBHN), maupun Peraturan Presiden. Bentuk non cetak tersedia dalam bentuk CD dan bentuk digital berupa perundangundangan yang dapat diakses melalui internet. Jika hasil penelitian tersebut dikaitkan dengan aspek koleksi terbitan pemerintah yang terdapat dalam SNI, maka disimpulkan bahwa koleksi terbitan peme rint ah yang dimiliki UPT Perpustakaan Universitas Pasundan sudah memenuhi SNI 7330:2009 karena sudah menyediakan terbitan pemerintah daerah dan pusat. Jenis koleksi yang keempat yakni materi perpustakaan terbitan Perguruan Tinggi. Dalam SNI 7330:2009 dijelaskan bahwa “perpustakaan menyediakan t e rbit an pe rguruan tinggi yang bersangkutan, termasuk terbitan lembaga penelitian, karya akhir mahasiswa, karya pengajar, serta karya yang berkaitan dengan perguruan tinggi tersebut”. Universitas Pasundan memiliki bidang penerbitan yang bernama UNPAS Press yang menerbitkan buku karya Dosen Universitas Pasundan maupun buku yang berkaitan dengan Universitas. Berdasarkan hasil wawancara dengan kempat informan, diketahui bahwa UPT Perpustakaan Universitas Pasundan telah menyediakan koleksi terbitan lembaga penelitian berupa hasil penelitian yang dilakukan kepada masyarakat, untuk karya akhir mahasiswa yang tersedia di perpustakaan seperti skripsi, thesis maupun disertasi mahasiswa baik dalam bentuk tercetak maupun bentuk CD. Koleksi karya pengajar yang tersedia seperti koleksi mata kuliah karya Dosen Universitas Pasundan, sedangkan karya yang berkaitan dengan perguruan tinggi yakni seperti buku wisuda, juga buku pedoman mahasiswa baru. Sehingga dapat disimpulkan bahwa UPT Perpustakaan Universitas Pasundan sudah menyediakan koleksi terbitan perguruan tinggi karena keempat jenis koleksi yang harus ada di perpustakaan berdasarkan SNI 7330:2009 yang tediri dari terbitan lembaga penelitian, karya akhir mahasiswa, karya pengajar, serta karya yang berkaitan dengan perguruan tinggi sudah tersedia pada UPT Perpustakaan Univesitas Pasundan. Jenis koleksi yang kelima yakni materi perpustakaan terbitan badan internasional. Dalam SNI 7330:2009 dijelaskan bahwa “perpustakaan m e n y e d i a k a n t e r b i t a n b a d a n internasional”. UPT Perpustakaan Universitas Pasundan telah menyediakan koleksi terbitan badan internasional berupa buku-buku yang diterbitkan oleh lembaga internasional seperti koleksi terbitan Peserikatan Bangsa-Bangsa, UNO, juga Departemen Luar Negeri Amerika Serikat. Selain itu juga berupa jurnal online internasional yang terdapat pada database Proquest, Gale, maupun Ebscohost. Selain bentuk buku, juga tersedia dalam bentuk bulletin maupun laporan tahunan. Ketersediaan koleksi terbitan badan internasional diperkuat dengan daftar beberapa judul koleksi yang diperoleh dari hasil observasi dan studi dokumentasi. Maka dari itu, dari hasil penelitian yang dilakukan, peneliti dapat menyimpulkan bahwa koleksi terbitan badan internasional yang dimiliki UPT Perpustakaan Universitas Pasundan sudah sesuai dengan SNI 7330:2009 karena telah menyediakan koleksi terbitan badan internasional. Jenis koleksi yang terakhir yakni materi perpustakaan referensi. Dalam SNI 7 3 3 0 : 2 0 0 9 d i j e l a s k a n b a h w a “perpustakaan menyediakan bahan referensi”. Koleksi referensi merupakan koleksi yang bersifat merujuk sehingga dikenal juga dengan istilah koleksi rujukan. Koleksi rujukan menyediakan berbagai bentuk dan jenis informasi, seperti data maupun fakta (Yulia dan Suj ana , 2009). Kol eksi-kol eksi perpustakaan yang bersifat rujukan ditempatkan dalam layanan referensi. Koleksi rujukan tersebut berupa kamus, ensiklopedia, katalog, bibliografi, abstrak, indeks, handbooks, manual books, yearbooks, almanak, direktori, guidebooks, biografi, koleksi geografi, dan terbitan pemerintah. Berdasarkan hasil wawancara, keempat informan mengungkapkan bahwa koleksi referensi yang tersedia di perpustakaan yakni seperti koleksi kamus, ensiklopedia, standar books, buku pedoman, buku sejarah, manual books, globe, maupun peta. Dengan merujuk k e p a d a SNI 7 3 3 0 : 2 0 0 9 , d a p a t disimpulkan bahwa UPT Perpustakaan Universitas Pasundan sudah menyediakan koleksi referensi sehingga sudah memenuhi SNI 7330:2009. 3. Majalah ilmiah pada UPT P e r p u st a k a a n U n i v e r sit a s Pasundan Koleksi majalah ilmiah merupakan salah satu jenis koleksi terbitan berseri. “Terbitan berseri adalah bahan pustaka yang direncanakan untuk diterbitkan terus-menerus dengan jangka waktu terbit tertentu dan yang termasuk jenis ini adalah harian (suat kabar), majalah (mingguan, bulanan, dan lainnya), bulletin, jurnal, warta/newsletter, laporan yang terbit dalam jangka waktu tertentu, seperti laporan tahunan, triwulan” (Yulia dan Sujana, 2009, hlm. 1.24). Seperti yang diungkapkan oleh Yulia dan Sujana bahwa majalah merupakan salah satu jenis koleksi terbitan berseri yang dapat diterbitkan secara mingguan, bulanan, maupun tahunan. Majalah merupakan jenis koleksi yang berisi kumpulan artikel dari beberapa pengarang. Saleh (2009, hlm. 5.35) mengungkapkan bahwa “majalah dalam Bahasa Inggris dikenal dengan sebutan periodical atau journal di mana periodical atau journal tersebut termasuk ke dalam kelompok serial”. Dari pengertian tersebut dapat diketahui bahwa majalah ilmiah sama dengan jurnal karena menyediakan artikel-artikel hasil penelitian yang ditulis oleh konstributor. atau penyumbang naskah mengenai hasil-hasil penelitiannya dan merupakan bagian penting di dalam penyusunan literatur di bidangnya atau mungkin juga merupakan salah satu cara penulis dalam memperoleh reputasi akademis maupun professional” (Saleh, 2009, hlm. 5.37). Dari kedua pengertian tersebut maka dapat diketahui bahwa majalah ilmiah dapat dikatakan juga jurnal ilmiah. Dalam SNI 7330:2009 dijelaskan bahwa “perpustakaan melanggan sekurang-kurangnya satu judul majalah ilmiah untuk setiap program studi yang diselenggarakan perguruan tinggi pada program diploma serta sarjana, dan dua judul untuk program pascasarjana”. UPT Perpustakaan Universitas Pasundan sudah me n y e d i a k a n k o l e k si ma j a l a h ilmiah/jurnal ilmiah. Koleksi majalah ilmiah yang tersedia di UPT Perpustakaan Universitas Pasundan terdiri dari terbitan nasional maupun internasional. Selain itu, majalah ilmiah tersebut tersedia dalam bentuk tercetak maupun elektronik. Majalah ilmiah tersebut dilanggan secara rutin oleh perpustakaan setiap bulannya. Selain melalui pembelian, majalah ilmiah yang terdapat di perpustakaan pun didapatkan melalui sumbangan dari setiap fakultas. Berdasarkan pendapat dari keempat informan, dapat diketahui bahwa koleksi ma j a l a h i lmi a h y a n g d imi l i k i perpustakaan sudah memenuhi seluruh program studi yang ada di Universitas yakni berlangganan satu judul untuk program diploma dan sarjana, serta dua judul untuk program pascasarjana. Berdasarkan kegiatan observasi maupun studi dokumentasi yang dilakukan, dapat dilihat bahwa koleksi majalah ilmiah t e r c e t ak didoma si ol eh subj ek manajemen, akuntansi maupun ekonomi, sehingga terdapat program studi yang tidak melanggan jurnal. Namun, perpustakaan telah melanggan database Proquest, Gale dan Ebscohost yang menyediakan e-Journals dengan subjek yang lebih beragam sehingga mampu memenuhi kebutuhan informasi pemstaka dari setiap program studi. Dari hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa koleksi majalah ilmiah yang dimiliki UPT Perpustakaan Universitas Pasundan sudah memenuhi SNI 7330:2009. 4. Penambahan koleksi pada UPT P e r p u st a k a a n U n i v e r sit a s Pasundan Kegiatan penambahan koleksi p e r p u st a k a a n b e r u s a h a u n t u k mengembangkan koleksi perpustakaan dengan menghimpun bahan perpustakaan yang akan dijadikan koleksi perpustakaan sesuai kebutuhan informasi pemustaka. P r a s t o w o ( 2 0 1 2 , h l m . 1 4 1 ) mengemukakan mengenai pengertian dari cara pengadaan koleksi yaitu “kegiatan rutin yang dilakukan oleh petugas perpustakaan dengan cara-cara seperti pembelian, hadiah, atau sumbangan, swadaya masyarakat setempat, tukarmenukar dengan perpustakaan lain yang sejenis dengan prosedur masing-masing dan sesuai dengan karakteristik yang dimilikinya”. Kegiatan pengadaan bahan perpustakaan diperoleh melalui tiga cara, yakni pembelian, sumbangan/hadiah, dan tukar menukar (Prastowo, 2012). Kegiatan pengadaan yang dilakukan pada UPT Perpustakaan Universitas Pasundan hanya melalui dua cara yakni hanya pembelian dan sumbangan, sedangkan tukar-menukar belum dilakukan. Berdasarkan pemaparan informan bahwa kegiatan pembelian diawali dengan kegiatan survey kebutuhan pemustaka dengan bekerja sama dengan seluruh perpustakaan fakultas yang telah menghimpun kebutuhan dari setiap Program Studi. Data tersebut lalu diseleksi oleh pihak perpustakaan, dan judul-judul koleksi yang telah melalui tahap seleksi langsung dilakukan pembelian baik melalui penerbit secara langsung ataupun melalui agen. Proses akuisisi menurut Evans dan Saponaro (2012, hlm. 106) terdiri dari lima tahapan diantaranya “proses permintaan, verifikasi, pemesanan, pemberitaan, dan penerimaan pesanan”. Untuk prosedur pembelian bahan perpustakaan yang terdapat pada UPT Perpustakaan Universitas Pasundan diawali dengan mengumpulkan daftar usulan yang diajukan oleh pengusul untuk selanjutnya dilakukan verifikasi apakah judul yang diajukan disetujui ataukah tidak. Bila disetujui, maka ditentukan ti n g k a t p ri o rit a s. Se l a n j u t n y a , perpustakaan membuat daftar pesanan, surat pengantar dan arsip yang akan dikirim kepada penerbit/penyalur. Langkah terakhir yaitu menerima bukti pengiriman pesanan. Dalam melakukan pengadaan koleksi, perpustakaan mendapatkan anggaran yang diperoleh dari Universitas maupun mahasiswa baru. Selain melalui pembelian, bahan perpustakaan juga didapatkan melalui sumbangan. Sumbangan buku didapatkan dari lembaga, alumni, Dosen, maupun Rektor. Untuk jumlah judul koleksi yang didapatkan dari lembaga mampu mencapai 1000 judul dan 2000 eksemplar. N a m u n , t i d a k s e l u r u h n y a sumbangan/hadiah buku tersebut diterima oleh pihak perpustakaan, melainkan perlu dilakukan hal-hal seperti: “meneliti kiriman bahan perpustakaan hadiah dan mencocokkannya dengan surat pengantarnya, memilih bahan perpustakaan hadiah yang dibutuhkan, dan menyisihkan bahan perpustakaan hadiah yang tidak diperlukan”. Dalam SNI 7330:2009 dijelaskan bahwa “penambahan koleksi sekurangkurangnya 2% dari jumlah judul atau minimal dua ratus judul per tahun dipilih mana yang paling besar”. Untuk memilih yang terbesar, maka peneliti perlu yang terbesar, maka peneliti perlu me l akukan pe rhitungan. Untuk mengetahui jumlah 2% dari jumlah judul dilakukan perhitungan sebagai berikut: Jumlah koleksi tahun 2015: 69207 judul x 2% = 1.384,14 Judul Pengadaan koleksi tahun 2016: 77177-69207 = 7.970 Judul Dari proses perhitungan di atas, diketahui bahwa jumlah minimum pengadaan koleksi yakni 1.384 judul. Pada tahun 2016, perpustakaan melakukan pengadaan koleksi dengan jumlah 7970 judul. Sehingga diketahui bahwa perpustakaan telah melakukan pengadaan koleksi yang melebihi dari jumlah minimum yang telah ditetapkan berdasarkan standar. Maka dapat disimpulkan bahwa pengadaan koleksi pada UPT Perpustakaan Universitas Pasundan sudah sesuai dengan SNI 7330:2009. 5. Cacah ulang Koleksi pada UPT P e r p u st a k a a n U n i v e r sit a s Pasundan P e n g e m b a n g a n k o l e k s i perpustakaan juga meliputi kegiatan pengecekan kembali koleksi yang dimiliki perpustakaan dengan buku induk. Yulia dan Sujana (2009, hlm. 8.32) mengemukakan “stock opname secara harfiah merupakan suatu kegiatan perhitungan kembali koleksi bahan pustaka yang dimiliki perpustakaan”. Kegiatan cacah ulang koleksi pada UPT Perpustakaan dilakukan untuk mengecek jumlah keseluruhan koleksi yang terdapat pada rak dengan buku induk. Kegiatan cacah ulang dilakukan satu kali dalam setahun. Untuk waktu dilakukannya yakni disaat sebelum libur lebaran ataupun pada akhir tahun. Kegiatan ini dilakukan oleh seluruh staf perpustakaan karena minimnya jumlah tenaga pengelola perpustakaan pada bidang pengadaan yang hanya terdiri dari dua orang sehingga seluruh staf dilibatkan dalam kegiatan stock opname. Prosedur dilakukannya stock opname yakni dengan langsung memeriksa koleksi dari setiap rak dan dihitung jumlah keseluruhannya. Setelah itu, jumlah koleksi pada rak disesuaikan dengan jumlah koleksi yang terdapat pada buku induk. Dalam SNI 7330:2009 dijelaskan bahwa “cacah ulang sekurang-kurangnya dilaksanakan satu kali dalam tiga tahun”. Maka berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan dengan ketiga informan, diketahui bahwa UPT Perpustakaan U n i v e rsi t a s P a s u n d a n s u d a h melaksanakan kegiatan cacah ulang koleksi (stock opname) dengan jangka waktu satu kali dalam setahun. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan cacah ulang koleksi pada UPT Perpustakaan Universitas Pasundan sudah memenuhi SNI 7330:2009. 6. Penyiangan Koleksi pada UPT P e r p u st a k a a n U n i v e r sit a s Pasundan Penyiangan merupakan salah satu kegiatan perpustakaan yang harus d i l a k u k a n u n t u k me n j a g a d a n melestarikan koleksi perpustakaan agar selalu relevan dengan kebutuhan pemustaka. “penyiangan koleksi (weeding) merupakan suatu praktik dari pengeluaran atau pemindahan ke gudang, duplikat bahan pustaka, buku-buku yang jarang digunakan, dan bahan pustaka lainnya yang tidak lagi dimanfaatkan oleh pengguna” (Yulia dan Sujana, 2009, hlm. 1.9). Penyiangan koleksi pada UPT Perpustakaan Universitas Pasundan dilakukan oleh Kasubag Pengadaan (BM) maupun staf pengadaan (DK). Kegiatan tersebut dilakukan bersamaan dengan kegiatan shelving sehingga dapat dikatakan kegiatan tersebut dilakukan secara setiap hari karena ketika staf melakukan shelving dan menemukan buku yang rusak, maka buku tersebut buku yang rusak, maka buku tersebut langsung diperbaiki. Jika kondisi buku sudah tidak memungkinkan untuk diperbaiki, maka buku tersebut langsung disiangi dari rak. Yulia dan Sujana (2009, hlm. 9.33) mengungkapkan kriteria umum weeding adalah “subjek dari koleksi perpustakaan sudah tidak sesuai dengan kebutuhan pemustaka, informasi yang terdapat pada koleksi sudah usang, terdapat edisi terbaru, koleksi yang tidak dapat diperbaiki lagi karena sudah terlalu rusak, koleksi yang isinya sudah tidak lengkap, jumlah eksemplar koleksi terlalu banyak namun frekuensi pemakaiannya sedikit, koleksi yang terlarang, koleksi yang diperoleh tanpa diminta, dan isinya tidak sesuai dengan kebutuhan pemustaka, koleksi yang sudah tidak digunakan lagi”. Kategori koleksi yang disiangi dari rak pada UPT Perpustakaan Universitas Pasundan yakni koleksi buku yang sudah r u s a k s e p e rti r o b e k , b e b e r a p a lembarannya hilang, warna kertas sudah berubah sehingga tulisan tidak terlihat. Selain itu, koleksi yang sudah usang. Dalam melakukan penyiangan koleksi, tenaga pengelola perpustakaan pun m e n g a c u k e p a d a k e b i j a k a n pengembangan koleksi yang dimiliki perpustakaan. Dalam SNI 7330:2009 dijelaskan bahwa “perpustakaan melakukan penyiangan terhadap materi perpustakaan yang rusak serta tidak dapat diperbaiki dan tidak dapat dikonversi ke format lain, materi yang tersedia dalam jumlah yang besar. Pelaksanaannya disesuaikan dengan kebijakan pengembangan koleksi dan aturan yang berlaku”. Berdasarkan hasil kegiatan wawancara yang dilakukan dengan ke tiga informan, dapa t dsimpulkan bahwa UPT Perpustakaan Universitas Pasundan telah memenuhi aspek penyiangan koleksi berdasarkan SNI 7330:2009. 7. Materi Perpustakaan Elektronik p a d a U P T P e r p u st a k a a n Universitas Pasundan Dalam SNI 7330:2009 dijelaskan bahwa “perpustakaan menyediakan akses sumber informasi elektronik termasuk Int e rne t, dan pangka l an da t a ” . Berdasarkan kepada hasil wawancara, diketahui bahwa UPT Perpustakaan Universitas Pasundan sudah menyediakan akses Internet, hal ini terbukti dengan adanya layanan 'Pojok Internet' di perpustakaan. Untuk pangkalan data yang disediakan di perpustakaan seperti data peminjaman, data pengembalian, repository, webometrics, maupun Indonesia One Search (IOS), Proquest, Ebscohost, dan Gale. Database ProQuest merupakan suatu sumber yang menyediakan jurnal ilmiah, surat kabar, laporan, makalah kerja, dan lebih dari 450.000 e-Books. Database Ebscohost merupakan sumber yang menyediakan sumber yang dapat diakses oleh pengakses dalam setiap waktu. Database ini menyediakan sumber informasi online bagi ribuan institusi di dunia. Database Gale merupakan sumber informasi online yang menyediakan sumber perpustakaan, surat kabar, juga arsip digital. Ketiga database ini merupakan database yang dilanggan UPT Perpustakaan Universitas Pasundan untuk memperkaya koleksi yang dimilikinya. Melalui kegiatan observasi, peneliti melihat kenyataan yang terdapat di lapangan bahwa perpustakaan telah menyediakan akses Internet dan pangkalan data. Dengan berdasarkan dari kegiatan wawancara dan obsevasi yang dilakukan oleh peneliti, maka dapat disimpulkan bahwa materi perpustakaan e l e k tr o n i k y a n g d imili k i UPT Perpustakaan Universitas Pasundan sudah sesuai dengan SNI 7330:2009 karena perpustakaan sudah menyediakan pangkalan data dan akses Internet.

Conclusion

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, maka peneliti dapat menarik simpulan bahwa: Kebijakan koleksi pada UPT Perpustakaan Universitas Pasundan sudah memenuhi SNI 7330:2009 karena perpustakaan sudah menyediakan koleksi bahan bacaan wajib dan bahan bacaan pengaya. Koleksi bahan bacaan wajib yang tersedia di perpustakaan yakni koleksi mata kuliah yang digunakan sebagai bahan pendukung kegiatan pembelajaran. Untuk koleksi bahan bacaan pengaya diantaranya majalah, jurnal, surat kabar, bulletin, maupun proceeding. Jenis koleksi yang terdapat pada UPT Perpustakaan Universitas Pasundan sudah memenuhi SNI 7330:2009 karena perpustakaan sudah menyediakan materi perpustakaan pendukung Dharma Perguruan Tinggi, materi perpustakaan inti (koleksi bahan ajar), materi perpustakaan terbitan pemerintah, materi perpustakaan terbitan Perguruan Tinggi, materi perpustakaan terbitan Badan Internasional, dan materi perpustakaan referensi. Koleksi majalah ilmiah pada UPT Perpustakaan Universitas Pasundan sudah memenuhi SNI 7330:2009 karena meskipun jurnal ilmiah tercetak yang dimiliki perpustakaan belum tersedia satu judul setiap program studi, namun perpustakaan telah melanggan database Proquest, Gale, dan Ebscohost yang didalamnya tersedia e-Journals dengan subjek yang sangat beragam sehingga mampu memenuhi kebutuhan informasi pemustaka setiap program studi. Penambahan koleksi pada UPT Perpustakaan Universitas Pasundan sudah memenuhi SNI 7330:2009 karena judul koleksi minimal yang harus diadakan perpustakaan pada tahun 2016 yakni sebanyak 1.384 judul. Kegiatan pengadaan koleksi di perpustakaan pada tahun 2016 yakni sebanyak 1.384 judul. Kegiatan pengadaan koleksi di perpustakaan melalui pembelian dan sumbangan pada tahun 2016 sebanyak 7970 judul. Berdasarkan perhitungan tersebut maka penambahan koleksi sudah memenuhi kriteria karena sudah memenuhi judul minimal pengadaan koleksi. Cacah ulang koleksi (stock opname) pada UPT Perpustakaan Universitas Pasundan sudah memenuhi SNI 7330:2009 karena perpustakaan sudah melakukan cacah ulang koleksi (stock opname) dengan jangka waktu 1 kali dalam setahun secara rutin. Kegiatan tersebut dilakukan oleh seluruh staf perpustakaan ketika sebelum libur lebaran ataupun pada akhir tahun. Penyiangan koleksi (weeding) pada UPT Perpustakaan Universitas Pasundan sudah memenuhi SNI 7330:2009 karena perpustakaan sudah melaksanakan penyiangan koleksi (weeding) dengan jangka waktu yang bersamaan dengan kegiatan shelving yakni dilakukan setiap hari. Kategori koleksi yang ditarik dari rak yakni koleksi yang sudah rusak seperti sobek, lembarannya hilang, warna kertas sudah berubah sehingga tulisan tidak terlihat. Selain itu, koleksi yang sudah using. Weeding di perpustakaan dilakukan oleh Kasubag Pengadaan maupun staf pengadaan. Materi perpustakaan elektronik pada UPT Perpustakaan Universitas Pasundan sudah memenuhi SNI 7330:2009 karena perpustakaan sudah menyediakan akses Internet dan pangkalan data. Dalam menyediakan akses Internet, perpustakaan memiliki layanan Pojok Internet yang dapat diakses oleh pemustaka. Untuk pangkalan data yang disediakan di perpustakaan seperti data peminjaman, data pengembalian, repository, webometrics, Indonesia One Search (IOS), Proquest, Gale, dan Ebscohost. Dari ketujuh aspek pengelolaan koleksi, seluruh aspek pengelolaan koleksi pada UPT Perpustakaan Universitas sudah sangat baik karena seluruh kegiatan pengelolaan koleksi t e l a h m e m e n u h i S N I 7330:2009.Pasundan tersebut sudah sesuai dengan SNI 7330:2009. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pengelolaan koleksi di UPT Perpustakaan Universitas Pasundan