HUBUNGAN KEGIATAN RESUME DALAM GERAKAN LITERASI SEKOLAH DENGAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA
Universitas Pendidikan Indonesia; Universitas Pendidikan Indonesia; Universitas Pendidikan Indonesia
Abstrak
Penelitian ini dilakukan untuk melihat gambaran hubungan kegiatan resume dalam gerakan literasi sekolah dengan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian ini dilatar belakangi untuk dapat melihat hubungan antara kegiatan resume dengan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, karena di SMP Negeri 1 Lembang sudah mengaplikasikan kegiatan resume melalui teknik fishbone. Permasalahan umum yang dikaji pada penelitian ini yaitu bagaimana hubungan kegiatan resume dalam gerakan literasi sekolah dengan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Dengan permasalahan khusus yang meliputi 1). bagaimana gambaran mengenai kegiatan resume anggota RABANI BANGJI di SMP Negeri 1 Lembang 2). Bagaimana hubungan antara kegiatan resume dengan hasil belajar siswa mata pelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif korelasional. Pengambilan sampel menggunakan teknik stratified random sampling, dengan jumlah sampel 37 responden. Analisis data yang digunakan yaitu teknik korelasi Spearman Rank dengan teknik pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian berupa angket dan tes. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan kegiatan resume dalam gerakan literasi sekolah dengan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia masuk pada kategori sedang. Secara khusus hasil penelitian menunjukkan bahwa gambaran kegiatan resume berada dalam kategori sangat tinggi dan gambaran mengenai hasil belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia termasuk pada kategori sangat tinggi.
Abstract
This study aims to determine the description of the relationship of resume activities in the school literacy movement with the results of student learning in Indonesian language subjects. This research is a background to be able to see the relation between resume activity with student learning result in Indonesian Language subject, because in SMP Negeri 1 Lembang has applied resume activity through fish bone technique. The general problem studied in this research is how the relation of resume activity in school literacy movement with student learning outcomes in Indonesian language subjects. With special problems that include 1). how to describe the resume activities of RABANI BANGJI members in SMP Negeri 1 Lembang 2). What is the relationship between resume activities and learning outcomes of Indonesian subjects. This research uses quantitative approach with correlational descriptive method. Sampling using stratified random sampling technique, with a total sample of 37 respondents. Data analysis used is Spearman Rank correlation technique with data collection technique using research instrument in the form of questionnaire and test. Based on the results of research indicate that the relationship of resume activity in school literacy movement with student learning outcomes in Indonesian subjects included in medium category. Specifically, the results show that the description of the resume activity is in very high category and the description of student learning outcomes in Indonesian subjects is included in very high category.
Keywords:
activity resume
· learning outcomes
· Indonesian language
Introduction
Perpustakaan sekolah merupakan perpustakaan yang berada di lingkungan sekolah. Tujuan dari perpustakaan sekolah itu sendiri adalah sebagai sarana penunjang untuk dapat memenuhi kebutuhan bahan ajar guru dan juga tempat dimana siswa mendapatkan ilmu lain selain dari ilmu yang disampaikan oleh guru di dalam kelas. Agar masyarakat sekolah mendapatkan informasi yang didapatkan di perpustakaan sekolah, maka pustakawan pun harus memberikan fasilitas yang disesuaikan dengan kebutuhan para penggunanya. Tidak hanya pustakawan saja yang harus memberikan fasilitas yang sesuai dengan kebutuhan penggunanya, tetapi semua pihak yang ada di sekolah harus mampu mendukung semua kebutuhan yang dibutuhkan. Perpustakaan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Lembang merupakan salah satu perpustakaan yang berada di lingkungan sekolah. Perpustakaan yang ada di SMP Negeri 1 Lembang ini bertujuan untuk dapat menunjang dan memenuhi segala kebutuhan belajar siswa dan seluruh civitas akademik sekolah. Tidak hanya digunakan sebagai sarana belajar siswa, tetapi juga perpustakaan sekolah juga dapat dijadikan sebagai sarana rekreasi bagi siswa yang berkunjung ke perpustakaan, karena perpustakaan SMP Negeri 1 Lembang pun tidak hanya menyediakan jenis koleksi non fiksi saja, tetapi perpustakaan ini pun menyediakan beberapa koleksi fiksi yang dapat digunakan dan dimanfaatkan oleh siswa beserta civitas akademik sekolah lainnya. Adapun cara yang dapat dilakukan untuk dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam mata pelajaran bahasa Indonesia di sekolah yaitu dengan membuat suatu inovasi yang menghasilkan suatu program yang dapat dilaksanakan di sekolah. Salah satu cara yang telah ditentukan oleh pemerintah yaitu, Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2015 membuat suatu program mengenai Gerakan Literasi Sekolah (GLS). Gerakan Literasi Sekolah adalah upaya menyeluruh yang melibatkan semua warga sekolah (guru, siswa, orang tua/wali murid) dan masyarakat, sebagai bagian dari ekosistem pendidikan. GLS memperkuat gerakan penumbuhan budi pekerti sebagaimana dituangkan dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2015. Program Gerakan Literasi Sekolah (GLS) dikembangkan kembali oleh Pemerintah Jawa Barat, tepatnya oleh Gubernur Jawa Barat dengan membuat Program West Java Leader’s Reading Challenge (WJLRC). Program WJLRC ini di buat oleh Gubernur Jabar dengan tujuan untuk menantang para pelajar di Jabar untuk membaca dengan jumlah buku sebanyak 24 dalam waktu selama 10 bulan. Program WJLRC ini juga telah diterapkan di SMP Negeri 1 Lembang melalui anggota WJLRC di SMP tersebut dengan nama komunitas Rajin Baca Sejak Dini Lembang Hiji (RABANI BANGJI). Salah satu program yang telah dilakukan oleh anggota RABANI BANGJI ini yaitu me-resume buku. Dalam waktu satu bulan anggota WJLRC di SMP 1 Lembang harus dapat membaca buku sebanyak 2 buku, setelah di baca maka anggota RABANI BANGJI tersebut harus me-resume buku yang telah mereka baca dengan menggunakan beberapa teknik resume yaitu diantaranya menggunakan teknik Ishikawa Fishbone, Y-Chart, dan Alasan Isi Hikmah (AIH). Program WJLRC yang terdapat pada SMP Negeri 1 Lembang ini bertujuan agar dapat menumbuhkan kesadaran siswa terhadap minat bacanya, dan dapat sesuai dengan tujuan yang diterapkan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yaitu agar dapat menumbuhkan juga budi pekerti para siswa melalui program-program yang terdapat pada WJLRC tersebut, salah satunya dengan membaca dan me-resume buku. Salah satu mata pelajaran di sekolah yang dapat mendukung atau adanya keterhubungan dengan kegiatan resume adalah mata pelajaran bahasa Indonesia. Karena dengan mempelajari mata pelajaran bahasa Indonesia, diharapkan siswa dapat berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Tidak hanya untuk dapat menggunakan bahasa yang baik dan benar, tetapi dengan mempelajari mata pelajaran bahasa Indonesia siswa juga dapat memiliki kemampuan dalam menggunakan menggunakan tata bahasa yang dapat digunakan pada saat berbicara secara formal maupun nonformal, dan juga tata bahasa yang tepat digunakan secara tulisan. Dengan mempelajari bahasa Indonesia juga diharapkan siswa mampu mengenal kebudayaan yang dimiliki oleh negara Indonesia. Standar kompetensi pada mata pelajaran Bahasa Indonesia menurut Badan Standar Nasional Pendidikan (2006, hlm 109) mengenai Buku Standar Isi Sekolah Menengah Pertama (SMP) adalah “kualifikasi kemampuan minimal peserta didik yang menggambarkan penguasaan pengetahuan, keterampilan berbahasa, dan sikap positif terhadap bahasa dan sastra Indonesia. Standar kompetensi ini merupakan dasar bagi peserta didik untuk memahami dan merespon situasi lokal, regional, nasional, dan global”. Dalam kutipan di atas dapat dipahami bahwa dengan mempelajari mata pelajaran Bahasa Indonesia siswa dapat mempunyai kemampuan dalam menguasai pengetahuan tentang budaya yang ada di negara Indonesia, mengetahui dan memahami situasi lokal sampai situasi global. Berdasarkan standar kompetensi mata pelajaran Bahasa Indonesia mengenai Buku Standar Isi Sekolah Menengah Pertama (SMP) (2006, hlm 109), maka dapat dilihat adanya hubungan antara kegiatan resume dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia, karena ketika membuat suatu resume siswa dituntut harus dapat menggunakan tata bahasa yang baik dan benar. Agar dapat membuat suatu resume yang baik dan benar tersebut, maka siswa harus dapat belajar bagaimana cara membuat suatu resume. Dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia juga, tidak hanya belajar mengenai tata bahasa untuk dapat berkomunikasi ataupun tata bahasa dalam menulis, tetapi terdapat pula manfaat bagi siswa tersebut dalam kehidupan sehari-harinya untuk mempunyai sikap yang baik dalam menanggapi permasalahan yang ada di lingkungannya. 1. Konsep Kegiatan Resume (Ringkasan) a. Definisi Resume Ringkasan merupakan bentuk kegiatan meringkas suatu tulisan dengan mengacu pada teks asli. Kegiatan meringkas sama halnya denganmempersingkat suatu tulisan dengan mengacu pada tulisan asli tanpa mengurangi dan menambahkan dari isi tulisan atau teks asli. Menurut Wijayanti, S. H, dkk. (2013, hlm. 172173), Ringkasan (precis) merupakan “cara yang efektif untuk menyajikan suatu tulisan yang panjang dalam bentuk singkat dan padat. Kata precis sebenarnya berarti memotong atau memangkas”. Dalam pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa ringkasan adalah suatu kegiatan dimana seseorang meringkas tulisan yang panjang menjadi tulisan yang singkat dan padat, tanpa mengurangi atau mengarang tulisan tersebut menjadi tidak sama dengan tulisan atau naskah aslinya. b. Cara Meringkas Cara meringkas yang baik digunakan seharusnya dapat sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan. Adapun tata cara untuk meringkas menurut Wijayanti, S. H, dkk. (2013, hlm. 172-173) diantaranya adalah sebagai berikut: 1) Peringkas membaca naskah asli seluruhnya beberapa kali untuk mengetahui kesan umum, maksud, serta sudut pandang penulis asli. Untuk itu, judul dan daftar isi tulisan dapat dijadikan pegangan. 2) Peringkas mencatat gagasan utama atau gagasan yang penting atau menggarisbawahinya. Fungsi pencatatan ini adalah untuk memudahkan peringkas meneliti kembali apakah pokok-pokok yang dicatat itu penting atau tidak. Jika masih ada gagasan yang tidak penting, gagasan tersebut dapat dihilangkan. Selain itu, catatan ini berfungsi menjadi dasar bagi proses reproduksi naskah selanjutnya. 3) Peringkas mereproduksi bacaan. Peringkas menyusun kembali suatu bacaan secara singkat (ringkasan) berdasarkan gagasan utama yang dicatat dalam langkah kedua diatas. Dalam proses ini digunakan kalimatkalimat sendiri, rangkai gagasangagasan itu ke dalam tulisan tanpa menghilangkan kekhasan penulis asli. 2. Konsep Diagram Tulang Ikan (Fishbone Diagrams) a. Definisi Diagram Tulang Ikan (Fishbone Diagrams) Menurut Mandalahi (2017), Fishbone Diagram (Diagram Tulang Ikan) adalah “konsep analisis sebab akibat yang dikembangkan oleh Dr. Kaoru Ishikawa untuk mendeskripsikan suatu permasalahan dan penyebabnya dalam sebuah kerangka tulang ikan”. Dalam Mandalahi (2017), diagram fishbone dapat membuat penggunanya untuk dapat berpikir secara sistematis. Keuntungan dalam menggunakan diagram tulang ikan diantaranya adalah untuk membantu dalam mempertimbangkan akar berbagai penyebab dari suatu permasalahan, menumbuhkan rasa partisipatif dalam suatu kelompok, dapat mengidentifikasikan suatu tempat dimana data didapatkan. b. Tujuan Diagram Tulang Ikan (Fishbone Diagrams) Adapun tujuan dalam diagram tulang ikan yaitu sebagai berikut: 1) Fishbone Diagrams (Diagram Tulang Ikan) adalah diagram sebab-akibat yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi potensi masalah kinerja. Tujuan utama dari diagram tulang ikan adalah untuk menggambarkan secara grafik cara hubungan antara penyampaian akibat dan semua faktor yang berpengaruh pada akibat ini. 2) Fungsi dasar diagram tulang ikan adalah untuk mengidentifikasi dan mengorganisasi penyebab-penyebab yang mungkin timbul dari suatu efek spesifik dan kemudian memisahkan akar penyebabnya. c. Manfaat Diagram Tulang Ikan (Fishbone Diagrams) Pada dasarnya diagram tulang ikan dapat dipergunakan untuk kebutuhankebutuhan berikut: 1) Membantu mengidentifikasi akar penyebab masalah dari suatu masalah. 2) Membantu membangkitkan ide-ide untuk solusi suatu masalah. 3) Membantu dalam penyelidikan atau pencarian fakta lebih lanjut. 4) Mengidentifikasi tindakan untuk menciptakan hasil yang diinginkan. 5) Membuat issue secara lengkap dan rapi. 6) Menghasilkan pemikiran baru. d. Langkah-langkah membuat Diagram Tulang Ikan (Fishbone Diagrams) Menurut Mandalahi (2017), terdapat enam langkah yang harus dilakukan dalam melakukan analisis dengan diagram tulang ikan. Diantaranya sebagai berikut: 1) Menyepakati permasalahan utama yang terjadi dan diungkapkan bahwa masalah tersebut merupakan suatu pernyataan masalah (problem statement). Pada langkah pertama ini, harus dilakukan kesepakatan terhadap sebuah pernyataan masalah (problem statement). Pernyataan masalah tersebut kemudian diinterpretasilan sebagai “effect” atau secara visual dalam fishbone seperti “kepala ikan”.Selanjutnya menuliskan problem statement disebelah kanan diagram dan menggambar sebuah kotak yang mengelilingi tulisan pernyataan masalah tersebut dan membuat panah horizontal panjang menuju ke arah kotak. 2) Mengidentifikasi penyebab masalah yang mungkin. Identifikasi ini dilakukan dengan metode brainstorming. Penyebab permasalahan dapat dikelompokkan dalam enam kelompok yaitu materials (bahan baku), machines and equipment (mesin dan peralatan), manpower (sumber daya manusia), methods (metode), mother nature/environment (lingkungan), dan measurement (pengukuran). Kelompok penyebab masalah ini di tempatkan di Diagram Fishbone pada sirip ikan. 3. Hasil belajar a. Definisi hasil belajar Hasil belajar merupakan bukti atas pencapaian siswa setelah melakukan kegiatan atau proses belajar, dengan adanya hasil belajar maka kita dapat melihatnya dari perubahan-perubahan tingkah laku yang telah terjadi pada diri siswa tersebut. Menurut Abdurrahman (2009, hlm. 37-38), “hasil belajar merupakan kemampuan yang diperoleh siswa setelah melalui kegiatan belajar. Menurutnya, belajar adalah suatu proses dalam diri siswa yang berusaha untuk memperoleh suatu bentuk perubahan perilaku yang relatif menetap”. Hasil belajar juga dikemukakan oleh Romiszowski (dalam Abdurrahman, 2009, hlm. 38), menurutnya “hasil belajar adalah keluaran (output) dari suatu sistem pemrosesan masukan (inputs). Masukan dari sistem tersebut berupa bermacammacam informasi sedangkan keluarannya adalah perbuatan atau kinerja (performance)”. Sedangkan hasil belajar menurut Keller (dalam Abdurrahman, 2009, hlm. 39) adalah prestasi aktual yang ditampilkan oleh anak sedangkan usaha adalah perbuatan yang terarah pada penyelesaian tugas-tugas belajar. Artinya, bahwa besarnya usaha adalah indikator dari adanya motivasi, sedangkan hasil belajar dipengaruhi oleh besarnya usaha yang dilakukan oleh anak. b. Indikator-indikator hasil belajar Menurut Dimyati & Mudjiono (2009, hlm. 201-208) sebagai upaya untuk dapat mengetahui keberhasilan siswa setelah melakukan kegiatan atau proses belajar, maka evaluasi hasil belajar memiliki sasaran berupa ranah-ranah yang terkandung dalam tujuan. Menurut Ranah tujuan pendidikan berdasarkan hasil belajar siswa secara umum dapat dikategorikan menjadi tiga, yaitu ranah kognitif, ranah afektif, dan ranah psikomotorik. 4. Ranah Hasil Belajar Kognitif a. Definisi Hasil Belajar Kognitif Pada dasarnya hasil belajar merupakan bentuk pencapaian siswa dalam proses pembelajaran. Hasil belajar menunjukan adanya perubahan tingkah laku pada siswa secara pengetahuan, praktik, dan perilaku siswa menjadi lebih terarah. Pengembangan konsep hasil belajar meliputi tiga aspek, salah satunya yaitu hasil belajar kognitif. Menurut kurniawan (2012, hlm. 25) mengemukakan bahwa “kemampuan kognitif adalah penampilanpenampilan yang dapat diamati sebagai hasil-hasil kegiatan atau proses memperoleh pengetahuan melalui pengalaman sendiri”. Berdasarkan pengutipan sebelumnya bahwa hasil belajar kognitif merupakan pencapaian proses pembelajaran berupa hasil penampilan atau kegiatan dalam upaya memperoleh pengetahuan melalui pengalaman siswa sendiri. b. Komponen Hasil Belajar Kognitif Berdasarkan Dimyati & Mudjiono (2009, hlm. 202-204), “tujuan ranah kognitif meliputi pengetahuan, pemahaman, penggunaan atau penerapan, analisis, sintesis, evaluasi”. Adapun komponen yang dikembangkan secara spesifik meliputi konsep pengetahuan, pemahaman, dan penggunaan atau penerapan. Ketiga aspek tersebut dianggap relevan dengan kegiatan resume siswa, karena ranah kognitif dianggap sebagai ranah yang paling berkaitan dengan kemampuan belajar siswa dalam isi bahan pembelajaran. Adapun ketiga aspek ranah kognitif tersebut akan dijabarkan sebagai berikut: 1) Pengetahuan, yaitu suatu informasi atau pelajaran yang telah diketahui. Adapun komponen pengetahuan dalam hasil belajar kognitif yaitu: a) Jenjang belajar terendah b) Kemampuan mengingat c) Kemampuan menghafal d) Kemampuan dalam mendeskripsikan. 2) Pemahaman, yaitu kemampuan siswa dalam memahami suatu informasi atau suatu pengetahuan. Adapun komponen pemahaman dalam hasil belajar kognitif adalah sebagai berikut: a) Kemampuan menerjemahkan b) Kemampuan menafsirkan dan mendeskripsikan c) Pemahaman (kemampuan mengembangkan pemahaman yang diperoleh sebelumnya) d) Mampu membuat estimasi 3) Penggunaan atau penerapan, yaitu kemampuan siswa dalam mengaplikasikan pengetahuan yang telah dimilikinya. Adapun komponen penggunaan atau penerapan dalam hasil belajar kognitif adalah: a) Kemampuan menerapkan materi pelajaran b) Kemampuan menerapkan prinsip atau generalisasi c) Kemampuan menyusun problema (kerangka permasalahan) d) Kemampuan mengenali hal-hal yang menyimpang e) Kemampuan mengenali fenomena baru f) Kemampuan meramalkan sesuatu yang terjadi g) Kemampuan menentukan tindakan h) Kemampuan menjelaskan alasan. 5. Pembelajaran Bahasa Indonesia a. Definisi Bahasa Indonesia Bahasa merupakan salah satu ciri khas agar kita dapat mengetahui suatu kebudayaan tertentu. Dengan adanya bahasa, kita dapat berkomunikasi dengan baik. Menurut Zulela (2012, hlm. 3) mengungkapkan bahwa bahasa adalah “produk budaya yang berharga dari generasi ke generasi berikutnya. Ia juga mengatakan bahwa hasil budaya yang hidup dan berkembang dan harus dipelajari”. Bahasa Indonesia adalah salah satu bentuk bahasa yang dapat digunakan oleh warga negara Indonesia. Bahasa indonesia dapat digunakan sebagai salah satu bahasa yang dapat digunakan untuk berkomunikasi dengan masyarakat Indonesia dari berbagai budaya yang ada di negara Indonesia. Menurut Undangundang Republik Indonesia Nomor 24 tahun 2009 pada pasal 25 ayat satu menyebutkan bahwa “Bahasa Indonesia sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berfungsi sebagai jati diri bangsa, kebanggaan nasional, sarana pemersatu berbagai suku bangsa, serta sarana komunikasi antardaerah dan antarbudaya daerah”. Dengan begitu bahasa Indonesia dapat digunakan sebagai lambang negara, ciri khas suatu negara, dan sebagai bahasa kesatuan yang dapat menyatukan tata bahasa yang sama dengan warga negara Indonesia dari berbagai suku bangsa yang ada di Indonesia. b. Komponen kemampuan berbahasa Setelah dipaparkan mengenai tujuan dari berbahasa Indonesia di atas, maka Zulela (2009, hlm. 5) juga mengemukakan apa saja komponen kemampuan berbahasa. Terdapat 4 komponen kemampuan berbahasa yang dikemukakan oleh Zulela, diantanya adalah: 1) Mendengarkan (menyimak), siswa diharapkan mampu mendengarkan informasi-informasi dengan baik. Dengan mendengarkan (menyimak), siswa diharapkan dapat menceritakan kembali dan memberikan tanggapan atas informasi yang diperolehnya. 2) Berbicara, dengan kemampuan bicara siswa diharapkan mampu menggunakan bahasa, lafal, intonasi, suara, sikap atau ekspresi yang baik agar apa yang ia bicarakan dapat dipahami oleh orang lain. 3) Membaca, komponen ini mengharuskan siswa agar dapat membaca suatu lambang-lambang yang belum diketahuinya, siswa juga diharapkan dapat menilai lafal, intonasi, suara, sikap atau ekspresi dengan apa yang dilihat maupun didengarkannya. 4) Menulis, dan pada komponen yang terakhir yaitu menulis. Siswa diharapkan dapat menulis sesuatu dengan menggunakan struktur bahasa, ejaan yang meliputi tulisan dengan penggunaan tanda baca dan huruf kapital.
Method
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif metode studi korelasional. metode ini digunakan oleh peneliti untuk mengetahui hubungan antar kedua variabel penelitian. Pada penelitian ini peneliti berupaya mengetahui, hubungan dan mendeskripsikan mengenai variabel penelitian yang telah diteliti yaitu mengenai kegiatan resume pada hasil belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Pada penelitian ini, teknik sampling yang digunkan yaitu dengan menggunakan teknik stratified random sampling yang didasarkan kepada strata atau kelas yang digunakan. Partisipan yang terlibat adalah siswasiswi yang menjadi anggota RABANI BANGJI yang dikhususkan hanya untuk kelas VII dan kelas VIII saja, pastisipan lainnya yaitu para guru pembimbing siswa anggota RABANI BANGJI. Instrumen penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu dengan menggunakan skala guttman, dalam penelitian ini teknik pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran angket dan juga tes pada siswa dan siswa anggota RABANI BANGJI. Menurut Sugiyono, (2016, hlm.96)
Result & Discussion
1. Deskripsi Hasil Penelitian a. Gambaran Karakteristik Responden 1) Karakteristik Responden berdasarkan Jenis Kelamin Pada penelitian ini, terdapat 33 jumlah keseluruhan responden, dengan diantaranya 17 responden berjenis kelamin perempuan yang dalam presentase sebesar 51,51%, dan untuk 16 responden berjenis kelamin laki-laki dengan presentase 48,48%. Dari data yang telah didapatkan maka dapat disimpulkan bahwa responden lebih banyak siswa berjenis kelamin perempuan yang ada pada penelitian ini. b. Deskripsi Hasil Penelitian tentang Kegiatan resume dengan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian ini terdiri dari dua variabel yaitu kegiatan resume (variabel X) dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia (variabel Y). Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan angket dan soal tes kepada 33 responden yang merupakan anggota RABANI BANGJI di SMPN 1 Lembang. Agar lebih jelas maka skala penilaian pada penelitian ini, dinyatakan ke dalam lima kriteria penilaian menggunakan skala interval dengan kategori Ya dan Tidak. 1) Variabel X (Kegiatan resume) Kegiatan resume diukur melalui tiga indikator diantaranya terdapat membaca naskah asli, membuat catatan ide utama (gagasan utama) dan menyusun kembali gagasan utama atau mengadakan reproduksi. Berdasarkan hasil persentase skor dapat diketahui bahwa dari 14 butir pernyataan yang diajukan, mayoritas responden menjawab respon tinggi dengan presentasi 81,19%. 2) Variabel Y (Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia) Aspek Kognitif Hasil belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia dalam aspek kognitif diukur melalui tiga indikator diantaranya yaitu aspek pengetahuan, aspek pemahaman dan juga aspek penerapan. Berdasarkan hasil persentase skor dapat diketahui bahwa dari 10 butir soal yang diajukan, mayoritas responden menjawab respon sangat tinggi dengan presentasi 91,51 %. c. Gambaran Kategori Variabel X Dan Variabel Y Berdasarkan hasil perhitungan yang telah dilakukan, maka dapat diketahui bahwa pada variabel X penelitian yaitu kegiatan resume, dalam aspek membaca naskah asli, Membuat catatan ide utama (gagasan utama), Menyusun kembali gagasan utama atau mengadakan reproduksi (membuat resume dengan teknik fishbone), masuk pada kategori sangat tinggi. Sedangkan untuk pada variabel Y penelitian yaitu hasil belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, dalam aspek pengetahuan, pemahaman, dan aspek penerapan, masuk pada kategori cukup tinggi. Berdasarkan hasil persentase skor dapat diketahui bahwa dari kedua variabel pada penelitian ini, mayoritas responden menjawab tinggi dengan presentasi 80,80 %. 2. Analisis Data a. Uji Hipotesis (Korelasional) Pengujian hipotesis bertujuan untuk mengetahui kesesuaian antara hipotesis yang telah diajukan, dengan hasil data yang diperoleh secara langsung dilapangan. Adapun hipotesis yang diajukan pada penelitian ini, diantaranya: (H0) Tidak terdapat hubungan antara kegiatan resume terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. (H1) Terdapat hubungan antara kegiatan resume terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Sedangkan, hipotesis statistik pada penelitian ini adalah sebagai berikut. H0 : r = 0 (Tidak terdapat hubungan antara kegiatan resume terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia) H1 : r ≠ 0 (Terdapat hubungan antara kegiatan resume terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia) Uji korelasi dilakukan untuk mengetahui seberapa besar keterkaitan antara variabel X (kegiatan resume) dan variabel Y (hasil belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia). Perhitungan dilakukan menggunakan rumus Spearman Rank dengan bantuan software SPSS versi 20. b. Uji Signifikansi Uji signifikansi dilakukan untuk mencari makna hubungan variabel X (kegiatan resume) terhadap Y (hasil belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia). Pada uji dua pihak dengan jumlah N sebanyak 86 dan tingkat kepercayaan 90%. kemudian hitung nilai uji t menggunakan rumus uji t dan bandingkan hasilnya dengan t tabel. Jika t hitung > t tabel maka H0 ditolak dan H1 diterima, sebaliknya jika t hitung < t tabel maka H0 diterima dan H1 ditolak. Adapun rumus uji t yang digunakan pada penelitian ini ialah sebagai berikut: = 0,426√33−2 √1−(0,426) 2 = 4125 Berdasarkan hasil perhitungan menunjukkan bahwa nilai t hitung yang diperoleh sebesar (4125) dan lebih besar dibandingkan dengan nilai t tabel yaitu 1,692, maka dapat disimpulkan bahwa Hipotesis Nol (Ho) ditolak dan Hipotesis Kerja (H1) diterima. Sehingga dapat disimpulkan, bahwa kegiatan resume memiliki hubungan yang baik terhadap hasil belajar siswa dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia.
Conclusion
Simpulan Setelah melakukan kegiatan penelitian, maka selanjutnya peneliti dapat menarik simpulan dari hasil penelitian yang telah dilakukan. Pada hasil penelitian yang telah dilakukan sebelumnya, terdapat dua simpulan yakni simpulan umum dan simpulan khusus. Berikut akan dijelaskan mengenai simpulan umum dan simpulan khusus pada penelitian ini: a. Simpulan umum Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dan mendapatkan hasil analisis data dengan judul penelitian mengenai Hubungan Kegiatan Resume dalam Gerakan Literasi Sekolah dengan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia (Studi Korelasional pada Anggota RABANI BANGJI di SMP Negeri 1 Lembang), bahwa terdapat hubungan antara variabel X (kegiatan resume) dengan variabel Y (hasil belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia) yang dapat dikaitkan pada kategori sedang. b. Simpulan khusus 1) Kegiatan Resume Pada variabel X penelitian ini yang membahas mengenai kegiatan resume, dengan hasil analisis data yang telah dilakukan pada bab sebelumnya, peneliti mendapatkan simpulan bahwa dalam respon siswa terhadap kegiatan resume dapat dikategorikan tinggi. Dengan jumlah butir sebanyak 14 pernyataan yang mengacu pada indikator variabel X (kegiatan resume) yaitu yang pertama membaca naskah asli, membuat catatan ide utama (gagasan utama) dan menyusun kembali gagasan utama atau mengadakan reproduksi (membuat resume dengan teknik fishbone). Dengan adanya kegiatan resume tersebut, maka siswa kegiatan tersebut dapat membuat siswa lebih kreatif dan juga dapat memudahkan siswa dalam memahami bahan bacaannya, tidak hanya untuk dapat memudahkan siswa dalam memahami bahan bacaan, tapi juga dapat memudahkan siswa dalam memahami pelajaran. 2) Hasil belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia Pada variabel X penelitian ini yang membahas mengenai hasil belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia dengan hasil analisis data yang telah dilakukan pada bab sebelumnya, peneliti mendapatkan simpulan bahwa dalam respon siswa terhadap hasil belajar pada mata pelajaran Bahasa Indonesia dapat dikategorikan sangat tinggi. Dengan jumlah butir sebanyak 10 butir pertanyaan yang mengacu pada indikator variabel Y (hasil belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia) yaitu yang pertama aspek pengetahuan, lalu aspek pemahaman dan juga aspek penerapan. Melalui soal tes yang diberikan peneliti kepada siswa mengenai kegiatan resume, maka dapat disimpulkan bahwa dengan hasil penelitian tersebut sisswa sudah dapat memahami materi dan juga dapat menerapkannya ke dalam teknik fishbone. 1. Rekomendasi Rekomendasi merupakan bentuk saran atau masukan yang diberikan peneliti kepada pihak-pihak yang bersangkutan dengan kegiatan penelitian. Berikut adalah rekomendasi yang diberikan peneliti untuk pihak-pihak terkait: a. Bagi Siswa SMP Negeri 1 Lembang Rekomendasi untuk siswa SMP Negeri 1 Lembang yaitu diharapkan dapat mengikuti kegiatan resume dan membuat sebuah resume dengan menggunakan teknik fishbone, dan juga diharapkan bahwa siswa tidak hanya dapat membuat resume dengan menggunakan teknik fishbone saja, akan tetapi dapat menggunakan teknik lainnya seperti teknik Alasan, Hikmah, Isi (AIH) dan juga menggunakan teknik Y-Chart, dengan begitu siswa dapat mengaplikasikan kegiatan resume terhadap mata pelajaran agar siswa mampu memahami materi pelajaran dengan lebih mudah. b. Bagi SMP Negeri 1 Lembang Rekomendasi bagi SMP Negeri 1 Lembang yaitu diharapkan mampu memnciptakan program-program baru yang dapat membantu siswa dalam meningkatkan minat baca dan juga kreatifitas siswa. Diharapkan pula SMP Negeri 1 Lembang dapat memfasilitasi kebutuhan siswa untuk dapat berkarya dan mengembangkan kreatifitasnya, salah satunya dengan cara menambahkan koleksi yang ada di perpustakaan, khususnya dalam koleksi fiksi. Karena dengan koleksi buku fiksi yang bagus dan menarik, maka tidak hanya minat baca siswa saja yang dapat meningkat, tetapi juga minat kunjung perpustakaan juga akan ikut meningkat. c. Peneliti Selanjutnya Rekomendasi untuk peneliti selanjutnya yaitu diharapkan dapat menjadikan karya tulisan peneliti sebagai bahan acuan untuk dapat melakukan penelitian dengan menggunakan tema yang sama yaitu mengenai kegiatan resume dalam gerakan literasi sekolah dengan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Seperti dengan menambahkan materi mengenai resume dan juga menyampaikan teknik-teknik resume lainnya.