Kembali
16
1
2023 Pustabiblia : Journal of Library and Information Science Vol 7 · 1 ISSN 2549-3868

PENELITIAN PERPUSTAKAAN DIGITAL DI PERPUSTAKAAN SEKOLAH ERA COVID-19: SEBUAH NARRATIVE LITERATURE REVIEW

Universitas Padjadjaran

Abstract

Covid-19 has now spread rapidly throughout the world, many impacts have oc curred since the existence of Covid-19 in various sectors, especially in the education sector. In Indonesia, many school children find it difficult with the policies issued by the government regarding the implementation of online learning because of the limited media to support the learning process. For this reason, media such as digital libraries are needed as a source of knowledge and student learning so that the teaching and learning process can run optimally. The purpose of this study is to find out digital library research in school libraries in the Covid-19 era through analysis on digital library activities in school libraries, research methods used in research, and also the type of school library. The author uses a narrative literature review research method using several references obtained from the Google Scholar database with a range of publications from 2013 to 2022. The results of this study indicate that digital library activities in school libraries are very useful in the teach ing and learning process during the pandemic and many schools who designs and develops a web-based digital library. As for the analysis of the research methods on the references studied, many of them used descriptive qualitative and quantitative methods. Then the type of school library used is based on references, namely using a website-based digital library or application. Digital libraries can support the online learning process and can be accessed anywhere and anytime.
Keywords: Library · Digital library · Covid-19 pandemic

Introduction

Seiring dengan berjalannya waktu perkembangan teknologi di zaman sekarang sudah semakin canggih, perkembangan teknologi tersebut contohnya seperti perkembangan perpustakaan dari perpustakaan tradisional menjadi perpustakaan dalam bentuk digital. Masa pandemi menyebabkan siswa dilarang untuk datang ke sekolah sesuai dengan kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah dan untuk proses pembelajarannya dilakukan secara daring, sehingga akses untuk berkunjung ke perpustakaan juga ditutup. Pembelajaran daring merupakan pembelajaran yang dilakukan secara online dan menggunakan teknologi sebagai medianya, dalam pembelajaran daring guru harus menyediakan sumber belajar yang bisa diakses oleh siswa di rumah masing-masing. Perpustakaan digital dapat digunakan untuk menunjang proses pembelajaran secara online sebagai sarana dalam mencari informasi mengenai materi yang diajarkan oleh guru dan digunakan sebagai bahan ajar yang dapat dipelajari di rumah. Proses pembelajaran perpustakaan digital memiliki peran sebagai pendukung yang menyediakan bahan belajar. Perpustakaan digital sangat dibutuhkan bagi pengguna perpustakaan di sekolah seperti guru (sebagai pendidik) dan siswa (sebagai pelajar) yang mencari sumber belajar sebagai modal dalam menambah pengetahuan baru dan wawasan yang luas. Penerapan perpustakaan digital dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam upaya untuk mencapai tujuan dari proses belajar mengajar itu sendiri (Batubara, 2013). Tujuan dari pengajaran yang dilakukan dengan baik dan benar dapat mengupayakan pencapaiannya secara maksimal. Untuk dapat memaksimalkan pencapaian tujuan pengajaran tersebut, maka dapat dilakukan dengan cara pengelolaan pelayanan dan penyediaan perpustakaan yang memadai. Adanya pengelolaan perpustakaan secara digital dengan lebih maju maka dapat membantu siswa untuk mengakses dan mencari sumber informasi mengenai materi yang diajarkan dengan cepat, mudah, dan berkualitas. Masa pandemi yang terjadi saat ini menyebabkan dampak yang cukup besar di segala sektor terutama di sektor pendidikan, salah satunya yaitu di Indonesia yang saat ini menerapkan sistem pembelajaran daring (dalam jaringan). Pembelajaran daring merupakan pembelajaran yang melibatkan teknologi dalam proses pembelajarannya. Berikut aturan tentang pembelajaran daring menurut surat edaran yang dikeluarkan oleh pemerintah yaitu pembelajaran daring di rumah dilakukan agar siswa mempunyai pengalaman belajar yang berarti dan tidak merasa terbebani, aturan selanjutnya adalah pendidikan kecakapan tentang pandemi difokuskan dalam pembelajaran daring, kemudian tugas dan kegiatan siswa menjadi bervariasi, dan aturan yang terakhir yaitu guru memberikan feedback bersifat kualitatif kepada siswa dan tidak harus memberikan nilai kuantitatif (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, 2020). Pembelajaran daring memanglah efektif, akan tetapi guru sebagai pengajar harus beradaptasi dengan metode pembelajaran ini karena harus memikirkan bagaimana memberikan kewajiban yang harus dilakukan terhadap siswa yang belajar di rumah. Siswa membutuhkan bahan ajar yang dapat menunjang proses belajarnya karena guru tidak bisa memberikan dan menjelaskan materi secara langsung atau tatap muka kepada siswanya. Salah satu bahan ajar yang biasanya digunakan oleh siswa untuk menunjang proses pembelajaran yaitu berupa buku yang disediakan di perpustakaan sekolah. Namun, jumlah buku yang tersedia di perpustakaan tidak sebanding dengan jumlah siswa. Sedangkan semua siswa harus mendapatkan bahan ajar berupa buku paket ini agar bisa mempelajari materi dari buku tersebut di rumah masing-masing. Karena permasalahan tersebut, banyak siswa yang tidak kebagian mendapatkan buku paket sehingga mereka harus secara bergantian meminjam buku. Siswa tidak bisa terus-menerus hanya mengandalkan buku yang tersedia di perpustakaan. Walaupun buku materi bisa didapatkan di toko buku, namun karena harga dari satu buku saja sudah terbilang cukup mahal dan jumlah mata pelajaran yang diajarkan juga tidak hanya satu, maka siswa tidak diperkenankan untuk membeli buku di toko buku kecuali memang siswa tersebut mampu untuk membelinya. Oleh sebab itu, diperlukan alternatif lain agar semua siswa bisa mendapatkan bahan materi tanpa harus bergantian meminjam buku di perpustakaan dan membeli buku di toko buku. Selain itu, guru dan siswa juga harus beradaptasi dengan metode pembelajaran yang dilakukan menggunakan teknologi digital. Banyak siswa yang merasa kesulitan dalam menggunakan metode pembelajaran daring ini. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Saiful Mujani (2020) membuktikan bahwa dari 2201 siswa, sebanyak 92% merasa kesulitan dalam pembelajaran daring. Untuk itu, perlu adanya inovasi baru yang dapat menghasilkan sumber belajar digital bagi siswa selama pembelajaran daring agar siswa dapat mengaksesnya dengan mudah. Sumber belajar memiliki peranan yang penting untuk meningkatkan pemahaman materi bagi siswa. Penyediaan sumber belajar bagi siswa seharusnya menjadi tanggung jawab sekolah dalam penyediaannya. Sekolah harus memfasilitasi sumber belajar untuk siswa agar bisa mendapatkan pengetahuan materi yang lengkap. Di masa pandemi ini, sekolah harus menyediakan sumber belajar yang dapat diakses dengan mudah oleh siswa selama pembelajaran daring. Karena siswa tidak bisa datang ke perpustakaan selama masa pandemi dan terbatasnya buku pembelajaran yang disediakan di perpustakaan sehingga tidak memungkinkan bagi siswa untuk meminjamnya. Oleh karena itu, sekolah harus memberikan solusi agar semua siswa bisa mendapatkan sumber belajar dan dapat memahami materi yang diberikan, misalnya dengan menggunakan perpustakaan digital sebagai sumber pengetahuan dan belajar siswa agar proses belajar mengajar dapat berjalan dengan maksimal. Perpustakaan digital adalah implementasi dari berkembangnya teknologi informasi saat ini. Keberadaan perpustakaan digital sebagai lembaga pelayanan publik, diharapkan menjadi sarana pemenuhan kebutuhan dalam mencari sumber referensi berupa literatur seperti buku, ensiklopedia, majalah dan media bacaan lain yang dapat menunjang kegiatan belajar mengajar. Perpustakaan juga diharapkan dapat memberikan pelayanan prima terhadap pemenuhan kebutuhan anggota/pengguna perpustakaan. Penelitian mengenai perpustakaan digital di perpustakaan sekolah pada era Covid-19 sudah diteliti oleh beberapa peneliti. Pertama, penelitian dari Hadiapurwa, Novia, and Harahap (2021) hasil penelitiannya yang menyatakan bahwa sebanyak 31.80% dari 67 siswa merasa kesulitan dalam mendapatkan sumber belajar saat pembelajaran daring dikarenakan media pembelajaran yang sulit untuk diakses. Untuk itu, menggunakan perpustakaan digital merupakan tindakan yang tepat dalam mengoptimalkan proses pembelajaran daring di era pandemi ini, dan yang kedua penelitian dari Purwanto (2020) dalam penelitiannya yang menjelaskan bahwa permasalahan yang terjadi selama proses pembelajaran daring disebabkan oleh media pembelajaran, karena guru dan siswa tidak terbiasa dalam memanfaatkan media pembelajaran saat daring. Oleh sebab itu, guru dan siswa membutuhkan waktu untuk beradaptasi dalam menggunakan media pembelajaran seperti perpustakaan digital selama pembelajaran secara online. Berdasarkan rujukan penelitian terdahulu di atas, penelitian tersebut memiliki persamaan dan perbedaan dengan penelitian yang diteliti oleh peneliti di mana persamaannya yaitu penggunaan perpustakaan digital dalam menunjang proses pembelajaran serta kesulitan dalam menggunakan media pembelajaran seperti perpustakaan digital karena para siswa dan guru membutuhkan waktu untuk beradaptasi dalam penggunaan perpustakaan digital tersebut. Adapun perbedaan dari kedua penelitian di atas dengan penelitian ini yaitu penelitian ini menggunakan metode narrative literature review dalam melakukan penelitiannya yang mana subjek dari penelitiannya adalah menggunakan beberapa rujukan penelitian terdahulu. Kemudian, kedua penelitian yang lain menggunakan metode design and development kemudian dilanjutkan dengan pengisian kuesioner serta menggunakan metode studi kasus eksplorasi dan pendekatan penelitiannya menggunakan metode studi kasus kualitatif. Pembaruan dalam penelitian perpustakaan digital di perpustakaan sekolah yaitu metode yang digunakan menggunakan narrative literature review di mana membahas kesimpulan dari beberapa rujukan yang sudah dianalisis. Penggunaan perpustakaan digital harus dimanfaatkan dengan baik sebagai media dalam mencari informasi mengenai materi pembelajaran siswa. Perpustakaan digital di sekolah sangat dianjurkan kehadirannya karena dapat membantu aktivitas, kegiatan, maupun pekerjaan pustakawan di perpustakaan sekolah, guru sebagai pengajar, dan siswa sebagai pelajar yang membutuhkan bahan ajar yang dapat digunakan selama masa pandemi. Oleh karena itu, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kegiatan perpustakaan digital di perpustakaan sekolah, untuk mengetahui metode penelitian yang digunakan dalam penelitian, dan mengetahui jenis perpustakaan sekolah

Method

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan literature review. Terdapat beberapa jenis pendekatan yang digunakan untuk melakukan studi literatur dengan karakteristik dan tujuan yang berbeda, pendekatan narrative literature review merupakan salah satu dari beberapa jenis studi literatur. Metode penelitian narrative literature review untuk melihat perkembangan sebuah penelitian dari masa ke masa, memberikan pemahaman tentang bagian yang rumit, memetakan bidang suatu penelitian, serta campuran dari beberapa pengetahuan (Snyder, 2019). Narrative literature review bertujuan agar pembahasan dari penelitian ini menjadi terarah dan lebih fokus. Berikut merupakan manfaat dari metode literature review menurut Cahyono, Sutomo, and Harsono (2019) : 1. Menunjukkan kedekatan dan pemahaman peneliti terhadap topik penelitian yang akan dilakukan dan kemampuan peneliti untuk me ma hami konteks penting dari karya ilmiah. 2. Mengembangkan kerangka teori dan metode penelitian untuk digunakan dalam kegiatan ilmiah berupa penelitian. 3. Memposisikan diri sebagai ahli, mampu melakukan penelitian dan menguasai setiap tahapan peneliti agar sejajar dengan peneliti lain atau ahli teori lainnya. 4. Tunjukkan kepada publik manfaat penelitian yang dilakukan dan bagaimana penelitian yang dilakukan mengatasi kesenjangan atau membantu memecahkan masalah. Alasan penulis menggunakan studi literatur dalam penelitiannya yaitu karena objek penelitian yang digunakan oleh penulis adalah menggunakan penelitian terdahulu yang membahas mengenai perpustakaan digital di perpustakaan sekolah selama masa pandemi. Teknik pengumpulan data menggunakan literature review pada 5 rujukan yang diambil dari database Google Scholar. Rujukan tersebut merupakan sumber primer seperti artikel, jurnal, thesis, atau sumber primer lain. Kriteria inklusi dari rujukan penelitian ini diantaranya yaitu artikel menggunakan dua bahasa yaitu bahasan Indonesia dan bahasa Inggris, full text, serta publikasi dari rujukan artikel yaitu 10 tahun terakhir dari tahun 2012-2022. Berikut merupakan artikel/ jurnal yang digunakan sebagai bahan rujukan dalam penelitian: Tabel 1. Data Jurnal yang Dianalisis No. 1. 2. 3. 4. 5. Rujukan Akviansah, Mochamad Doni, dan Sariyatun. (2020). “Perpustakaan maya sebagai sumber belajar dan penunjang pembelajaran IPS secara daring di era pandemi COVID-19.” Jurnal Teori dan Praksis Pembelajaran IPS 5(2):92–102. doi: 10.17977/ um022v5i22020p92. Batubara, A. K. (2013). Pemanfaatan perpustakaan digital dalam mendukung proses belajar mengajar. Jurnal Iqra’, 07(02), 61–71.http://repository.uinsu.ac.id/788/1/iqra% 272013 vol.07 no.02 -8.pdf Hadiapurwa, A., Novian, R. M., & Harahap, N. (2021). Pemanfaatan perpustakaan digital sebagai sumber belajar elektronik pada masa pandemi covid-19 di tingkat sma the utilisation of digital libraries as electronic learning resources during the covid-19 pandemic at SMA Negeri 3 Batam. Jurnal Penelitian Pendidikan, 21(2), 36–48. Irfiani, E., & Indriyani, F. (2013). Sistem informasi perpustakaan digital berbasis web pada SMP Citra Negara Depok. Ilmu PengetahuandanTeknologi, 2(3), 91–97. Purwanto, A., Pramono, R., Asbari, M., Santoso, P. B., Wijayanti, L. M., Choi, C. H., & Putri, R. S. (2020). Studi eksploratif dampak pandemi COVID-19 terhadap proses pembelajaran online di Sekolah Dasar. EduPsyCouns: Journal of Education, Psychology and Counseling, 2(1), 1–12. https://ummaspul.e-journal.id/Edupsycouns/article/view/397 Sumber : Google Scholar (2022)

Discussion

Berdasarkan beberapa rujukan yang terpilih sebagai objek dalam penelitian, maka diperoleh hasil dan pembahasan sebagai berikut: a. Kegiatan Perpustakaan Digital Tabel 2. Kegiatan Perpustakaan Digital No. Penulis (tahun) 1. 2. Akviansyah & Sariyatun (2020) Batubara (2013) 3. Hadiapurwa, Novian, & Harahap (2021) 4. 5. Irfiani and Indriyani (2013) Suryani, Hamidah, Liana, Abdullah, Ilyas, Catio, & Ruknan (2021) Hasil penelitian Adanya perpustakaan maya sangat mendukung pembelajaran IPS secara daring. Hal ini dikarenakan perpustakaan maya memuat literatur yang telah di digitalisasi dan aksesnya sendiri dibuka seluas-luasnya sehingga dapat diakses oleh siapapun, kapan pun, dan di mana pun. Dalam proses belajar mengajar Perpustakaan Digital berperan sebagai sistem pendukung yang menyediakan materi belajar. Perpustakaan Digital dibutuhkan khususnya pada tahap dimana pembelajar melakukan pencarian sumber belajar sebagai modal untuk membentuk pengetahuan baru. Merancang sebuah perpustakaan digital berbasis website yang kemudian bekerjasama dengan pihak perpustakaan sekolah SMA Negeri 3 Batam pada perencanaan dan pengembangannya. Perancangan sistem informasi Perpustakaan Digital pada perpustakaan sekolah, mulai dari melakukan peminjaman buku digital secara online, proses pencarian buku dan pembuatan laporan bulanan. Penerapan dan pemanfaatan teknologi ICT yang dapat membantu siswa dalam melakukan pemanfaatan perpustakaan digital Sumber : Hasil penelitian (2022) Dari beberapa rujukan di atas, dapat disimpulkan bahwa kegiatan perpustakaan digital pada perpustakaan sekolah di masa pandemi sangat bermanfaat dan membantu siswa dalam memperoleh sumber belajar selama pembelajaran daring. Beberapa sekolah sudah merancang dan mengembangkan pembuatan perpustakaan digital yang dapat digunakan oleh emua warga sekolah. Adanya perpustakaan digital ini semua siswa dapat menggunakannya kapan pun dan di mana pun karena aksesnya yang fleksibel. b. Metode Penelitian Tabel 3. Metode Penelitian No. 1. 2. 3. 4. 5. Penulis (Tahun) Akviansyah & Sariyatun (2020) Batubara (2013) Hadiapurwa, Novian, & Harahap (2021) Irfiani and Indriyani (2013) Suryani, Hamidah, Liana, Abdullah, Ilyas, Catio, & Ruknan (2021) Metode Penelitian Metode penelitian kualitatif deskriptif Metode studi literatur Metode pendekatan kuantitatif deskriptif dengan melakukan survey Metode observasi, wawancara, dan studi pustaka Metode survey dan penyampaian materi secara langsung serta simulasi dan diskusi Sumber : Hasil Penelitian (2022) Berdasarkan tabel di atas, metode penelitian yang digunakan dalam setiap rujukan berbeda-beda. Akviansyah & Sariyatun (2020) menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dimana data deskriptif pada artikel ini diperoleh dengan melakukan analisis isi dari suatu teks atau informasi tertentu yang disebut dengan metode descriptive content analysis study (Munirah, 2015). Selain itu, penelitian dari Hadiapurwa, Novian, & Harahap (2021) menggunakan metode pendekatan kuantitatif deskriptif dengan melakukan survey kepada 67 siswa SMA Negeri 3 Batam. Kemudian, penelitian dari Irfiani & Indriyani (2013) menggunakan metode observasi, wawancara, dan studi pustaka. Pada metode observasi, penulis melakukan pengamatan terhadap beberapa website perpustakaan digital yang ada di internet dan membandingkan website-website tersebut yang berkaitan dengan perpustakaan digital. Selanjutnya yaitu metode wawancara, penulis melakukan tanya jawab dengan kepala sekolah SMP Citra Negara yaitu Bapak Budiyono, S.Pd.,M.M. untuk mendapatkan data dan informasi yang berhubungan dengan perpustakaan sekolah di SMP Citra Negara c. Jenis Perpustakaan Sekolah Tabel 4. Jenis Perpustakaan Sekolah No. 1. 2. 3. 4. 5. Penulis (tahun) Akviansyah & Sariyatun (2020) Batubara (2013) Hadiapurwa, Novian, & Harahap (2021) Irfiani and Indriyani (2013) Suryani, Hamidah, Liana, Abdullah, Ilyas, Catio, & Ruknan (2021) Hasil Penelitian Menggunakan Perpustakaan Maya atau Per pustakaan Digital berbasis aplikasi dan website Menggunakan Perpustakaan Digital berbasis aplikasi Menggunakan Perpustakaan Digital berbasis website Menggunakan Perpustakaan Digital berbasis website Menggunakan Perpustakaan Digital dengan memanfaatkan teknologi ICT. Sumber : Hasil Penelitian (2022) Berdasarkan 5 rujukan di atas yang diperoleh dari database Google Scholar, memperoleh kesimpulan bahwa dari masing-masing rujukan menggunakan jenis perpustakaan sekolah yang hampir sama. rujukan dari Akviansyah & Sariyatun (2020) menggunakan jenis perpustakaan digital berbasis aplikasi dan website yang bisa diakses secara online melalui SmartPhone. Hadiapurwa, Novian, & Harahap (2021) menggunakan Perpustakaan Digital berbasis website yang dirancang dan dikembangkan oleh penulis melalui kerjasama dengan pihak Sekolah SMA Negeri 3 Batam sehingga diharapkan perancangan digital library ini bisa memudahkan warga sekolah SMA Negeri 3 Batam dalam mengakses sumber belajar elektronik serta mendapatkan referensi yang kredibel. Dalam penelitian dari Irfiani & Indriyani (2013) juga sama dengan rujukan sebelumnya di mana jenis perpustakaannya menggunakan Perpustakaan Digital berbasis website. Kemudian yang terakhir yaitu penelitian dari Suryani, Hamidah, Liana, Abdullah, Ilyas, Catio, & Ruknan (2021) yang menggunakan Perpustakaan Digital dengan memanfaatkan teknologi ICT dan menggunakan Perpustakaan Digital yang ada di internet contohnya seperti di website-website yang dapat diakses melalui SmartPhone Pandemi yang terjadi saat ini menyebabkan seluruh sekolah di Indonesia harus diliburkan. Hal tersebut sesuai dengan kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk mengatasi fenomena virus Covid-19 yang menyerang sistem pernapasan manusia, dengan kata lain adanya kebijakan tersebut merupakan upaya pemerintah dalam memutus rantai penularan virus Covid-19. Sekolah sebagai lembaga pendidikan harus tetap melaksanakan kewajibannya dalam melakukan pembelajaran dan pemberian materi kepada para siswa melalui pembelajaran daring, meskipun pembelajaran daring belum pernah dilakukan selama ini. Adanya pembelajaran daring menjadi tantangan yang terbilang cukup sulit bagi sekolah terutama guru yang akan melakukan proses pembelajaran daring. Dalam pembelajaran daring, membutuhkan media yang digunakan untuk pemberian bahan ajar selama proses pembelajaran. Bahan ajar dapat diperoleh dari perpustakaan sekolah yang menyediakan banyak informasi materi pembelajaran. Namun karena sekolah diliburkan, maka perpustakaan juga tidak menerima pengunjung. Siswa tidak bisa meminjam buku di perpustakaan. Karena perkembangan zaman yang menyebabkan teknologi saat ini semakin canggih dan berkembang, perpustakaan yang merupakan lembaga penyedia informasi juga dapat berkembang dari perpustakaan tradisional ke perpustakaan digital. Perpustakaan digital dirancang sebagai sistem untuk dapat mengelola koleksi informasi dalam bentuk digital serta dapat memberikan layanan yang digunakan untuk mengakses berbagai macam koleksi yang tersedia di perpustakaan digital. Perpustakaan digital telah dimanfaatkan sebagai sumber daya yang dapat menyimpan koleksi institusi. Saat ini perpustakaan digital menjadi sarana dalam penyimpanan dan penyebaran informasi. Sampai sekarang, perpustakaan digital telah digunakan sebagai sarana dalam mendukung proses pembelajaran, khususnya digunakan untuk penyediaan bahan ajar bagi siswa. Perpustakaan digital dibutuhkan oleh peserta didik terutama pada tahap pencarian sumber belajar. Oleh karena itu, perpustakaan digital dapat membantu guru dalam memberikan bahan ajar kepada para siswanya karena dapat diakses oleh siapapun. Saat ini, cukup banyak sekolah di Indonesia yang sudah mengembangkan perpustakaan sekolahnya dari perpustakaan biasa menjadi perpustakaan digital, dari mulai sekolah TK, SD, SMP, maupun SMA/SMK. Perpustakaan digital sekolah dapat berupa website maupun aplikasi yang diciptakan oleh pihak sekolah itu sendiri dalam menunjang proses pembelajaran. Tidak jauh berbeda dengan perpustakaan tradisional, perpustakaan digital dapat digunakan untuk membaca buku, meminjam buku, dan mencari informasi lainnya. Perpustakan digital tidak membutuhkan pustakawan ketika akan mengaksesnya. Terdapat beberapa alasan mengapa sekolah membuat perpustakaan digital, diantaranya yaitu karena mengikuti perkembangan zaman dimana teknologi yang sudah semakin canggih, untuk memudahkan pustakawan dalam mengelola perpustakaan, perpustakaan digital dapat digunakan di mana saja dan kapan saja dalam arti lain f leksibel, sebagai media yang dapat digunakan untuk mencari informasi dengan mudah, untuk menunjang proses pembelajaran di masa pandemi sehingga kehadiran perpustakaan digital ini sangat menguntungkan bagi pihak sekolah, dan yang terakhir yaitu sebagai bahan ajar siswa dalam bentuk non cetak/digital. Di masa pandemi ini, memang sangat sulit untuk mendapatkan bahan ajar terutama bagi siswa sekolah menengah atas yang materi pembelajarannya semakin susah. Perpustakaan digital sekolah dapat diakses oleh semua warga sekolah yang memiliki akses untuk login ke aplikasi atau website tersebut. Untuk menggunakan perpustakaan digital sekolah, siswa harus mendaftar terlebih dahulu menggunakan email. Kemudian untuk dapat meminjam maupun membaca buku, siswa harus mendaftar sebagai anggota perpustakaan dan kemudian baru dapat menggunakan perpustakaan digital tersebut sesuai dengan kebutuhan. Perpustakaan digital sekolah terdapat menu-menu yang tersedia yang memiliki fungsi masing-masing, contohnya seperti menu utama perpustakaan digital yang merupakan tampilan utama ketika sudah membuka aplikasi atau website perpustakaan digital, di menu utama siswa dapat melihat profil, terdapat pula menu-menu lainnya seperti menu untuk pendaftaran anggota, menu untuk pencarian buku, menu login untuk anggota, menu untuk meminjam buku, dan terdapat kontak untuk menghubungi admin perpustakaan. Sama halnya dengan perpustakaan tradisional, dalam perpustakaan digital terdapat layanan sirkulasi berupa peminjaman buku dan buku tersebut berupa buku non cetak, jadi siswa bisa meminjam buku materi yang sama dengan yang diajarkan oleh guru. Siswa dapat melihat berbagai macam koleksi di perpustakaan digital dan koleksinya pun mudah untuk ditemukan karena untuk mencari buku, dapat dilakukan dengan cara menulis judul buku yang akan siswa cari di kolom pencarian. Penggunaan perpustakaan digital dapat membantu guru dalam memberikan bahan ajar kepada para siswanya karena dapat diakses oleh siapa pun. Pada kondisi pandemi Covid-19 yang mengharuskan pembelajaran dilaksanakan secara daring. Pada kondisi pandemi Covid-19 saat ini yang mengharuskan pembelajaran dilaksanakan secara daring tentunya membuat kehadiran perpustakaan digital menjadi daya dongkrak lebih untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Perpustakaan digital yang dirancang oleh pihak sekolah memiliki beberapa kelebihan sebagai berikut: 1. Dapat diakses kapan pun dan di mana pun oleh peserta didik dan guru; 2. Menyediakan sumber belajar dan informasi sesuai kebutuhan warga sekolah; 3. Mudah dalam pengaturan bagi pihak perpustakaan sekolah. Pengembangan dari suatu teknologi tertentu selain memiliki kelebihan, juga terdapat kekurangan dalam penggunaan perpustakaan digital, salah satunya yaitu penggunaan perpustakaan digital tidak semua bisa menggunakan perpustakaan ini, karena pasti terdapat beberapa siswa yang awam terhadap teknologi, tidak semua siswa mempunyai handphone maupun laptop yang digunakan untuk membuka aplikasi perpustakaan digital. Selain tidak mempunyai media untuk mengakses perpustakaan digital, terdapat pula siswa yang merasa kesulitan ketika membuka aplikasi perpustakaan digital karena melihat banyaknya fitur di aplikasi tersebut, sehingga perpustakaan digital tidak dapat membantu siswa dalam memperoleh bahan ajar dan pada akhirnya perpustakaan tidak bisa dimanfaatkan dengan maksimal oleh beberapa siswa. Pembuatan perpustakaan digital ini merupakan hal yang baru bagi beberapa sekolah, oleh karena itu masih terdapat kekurangan kekurangan lainnya yang ada pada aplikasi itu sendiri maupun web perpustakaan digital dan aplikasi tersebut masih harus diperbaiki lagi.

Conclusion

Penelitian perpustakaan digital pada perpustakaan sekolah yang diperoleh dari database Google Scholar merupakan penelitian yang banyak diteliti. Berdasarkan 5 rujukan yang menjadi objek penelitian, dapat disimpulkan bahwa kegiatan perpustakaan digital pada perpustakaan sekolah dapat menunjang proses belajar mengajar siswa sekolah selama masa pandemi Covid-19, dan terdapat beberapa sekolah yang merancang serta mengembangkan perpustakaan digital berbasis website sebagai sarana dalam memperoleh bahan ajar yang bisa diakses di mana saja dan kapan saja (fleksibel) oleh warga sekolah. Selanjutnya analisis mengenai metode penelitian pada rujukan yang diteliti yaitu banyak yang menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif deskriptif. Kemudian jenis perpustakaan sekolah yang digunakan berdasarkan rujukan yaitu menggunakan perpustakaan digital berbasis website maupun aplikasi. Berdasarkan beberapa hal yang sudah disebutkan, adanya perpustakaan digital sangat membantu siswa dalam memperoleh materi bahan ajar selama masa pandemi, di mana saat masa pandemi siswa melakukan pembelajaran secara daring (dalam jaringan) dan tidak bisa datang ke sekolah. Oleh karena itu, penggunaan dan pengembangan perpustakaan digital selama masa pandemi ini sangatlah tepat.