UPAYA PUSTAKAWAN DALAM MENGIMPLEMENTASIKAN SOFTWARE HADIS PADA PERPUSTAKAAN FAKULTAS USHULUDDIN DAN STUDI AGAMA UIN IMAM BONJOL PADANG
Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
Abstrak
Adapun yang menjadi persoalan dalam mengimplementasikan atau menerapkan aplikasi hadis bagi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) diantaranya seperti, cara penggunaan software hadis bagi dosen dan mahasiswa. Apakah dosen khususnya yang mengajar di bidang Hadits sudah mampu mengoperasionalkan software hadis sebagai media belajar bagi mahasiswa?, atau apakah dosen dan mahasiswa telah mengetahui alat untuk mempermudah mereka dalam melacak informasi terkait dengan hadis, dari permasalahan tersebut tentu kita tidak bisa dengan semena-mena mengatakan ini sepenuhnya tanggungjawab dosen atau mahasiswa saja dalam mempelajari dan menguasai cara dalam penggunaan aplikasi hadis ini, maka dari itu disinilah peran Pustakawan pada PTKI, yaitu sebagai mercusuar yang berupaya menerangi dan menuntun jalan civitas akademika yang ingin mencari informasi khususnya dibidang hadis serta menjadi mitra yang mampu menunjang Tridharma Perguruan Tinggi
Abstract
As for the problems in implementing or implementing hadith applications for Islamic Religious Colleges (PTKI) including, how to use the hadith software for lecturers and students. Do lecturers, especially those who teach in the field of Hadith, are able to operationalize the hadith software as a learning media for students? Or do lecturers and students know the tools to facilitate them in tracking information related to the hadith, of these problems we certainly cannot arbitrarily say This is entirely the responsibility of lecturers or students only in learning and mastering how to use this hadith application, therefore this is the role of the Librarian in PTKI, namely as a lighthouse that seeks to illuminate and guide the path of the academic community who want to find information especially in the field of hadith and become a capable partner support the Tridharma of Higher Education
Keywords:
Implementation of Hadith Software
· Role of Librarian
· Tridharma of Higher Education
Introduction
Pesatnya kemajuan teknologi khususnya teknologi informasi di bidang software dan aplikasi, mempunyai implikasi atau dampak positif pada seluruh aspek kehidupan, tidak terkecuali di bidang pengajaran materi agama. Memberi dampak kemudahan untuk studi Islam, khususnya untuk pembelajaran hadis dan pengembangannya sebagai sumber kedua dalam hukum Islam setelah Al- Quran. Penggunaan software hadis bagi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) adalah suatu keniscayaan atau keharusan. Hal ini mengingat, tematema studi pada Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) sendiri yang tidak terlepas dari Al-Quran dan Hadis sebagai sumber rujukan utama. Berpijak pada kenyataan bahwa hadis merupakan sumber hukum Islam yang kedua, namun kenyataannya dalam hal digitalisasi masih jauh tertinggal jika dibandingkan dengan Al-Qur’an. (Ismail, 2005 : 88) Untuk Al-Qur’an kita dapat dengan mudah memperoleh software terjemahan Al- Qur’an dalam bahasa Indonesia bahkan lengkap dengan audio (dalam bahasa arab) dari berbagai Syaikh terkenal. Implementasi atau penerapan aplikasi hadis bagi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) memunculkan permasalahan, diantaranya apakah mayoritas mahasiswa Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama sudah bisa menggunakan software hadis ini? Apakah dosen khususnya yang mengajar di bidang hadits sudah mampu mengoperasionalkan software hadis sebagai media belajar bagi mahasiswa?, dari kedua permasalahan tersebut tentu kita tidak bisa dengan semena-mena mengatakan ini sepenuhnya tanggungjawab dosen atau mahasiswa saja dalam mempelajari dan menguasai cara dalam penggunaan aplikasi hadits ini, maka dari itu disinilah peran Pustakawan pada Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI), yaitu sebagai mercusuar yang berupaya menerangi dan menuntun civitas akademika yang ingin mencari informasi khususnya dibidang hadits serta menjadi mitra bagi terlaksananya Tridharma Perguruan Tinggi. Pada kenyataannya, kita memahami Pustakawan bukan merupakan ahli dibidang ilmu lain seperti ilmu hadis, namun terkait dengan teknis penggunaan aplikasi dan cara mendapatkan informasi yang benar, tentu pustakawan khususnya yang berada pada Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) harus mulai bergerak kearah sana, bukan hanya sekedar mengurus hal yang terkait dengan administrasi dan sirkulasi belaka, tapi juga harus mengetahui dasar-dasar teknis cara mendapatkan informasi yang benar. Dalam hadits sendiri banyak juga permasalahannya, karena petuah- petuah yang dinamakan hadis-hadis Nabawiyah tersebut bertebaran dalam beragam dan berjilid-jilid kitab hingga tak terhitung jumlahnya. Bahkan ada “Pepatah Arab” yang sudah terlanjur dianggap sebagai hadis, sehingga sangat disanjung-sanjung dan dijadikan pengangan yang tak bisa ditawar lagi. Mungkin sang penutur atau penulisnya hanya mendapatkannya dari telinga ke telinga.(Buchari, 1999 : 108) Sementara kembali kepada kitab aslinya sangat sulit, apakah harus dengan membukanya kitab demi kitab dan halaman demi halaman. Suatu hal yang tidak mungkin ketika keefisienan ( Hadi, 1994: ix ). Umat Islam sebagai pengamal hadis, apalagi bagi mahasiswa yang belajar hadis dan peneliti yang mencantumkan hadis pada karya tulisnya, harus berhati-hati dalam memilih hadis yang benar-benar berasal dari Rasulullah, karena masa mereka sudah begitu jauh dengan kitab-kitab hadis dan berbagai ilmunya ( Khon, 2014 : 5) Dalam ilmu hadis, kegiatan mencari hadis dengan cara menelusuri sampai berhasil menemukannya di kitab-kitab yang ditulis periwayatnya lansung (mukharrijul-hadis) disebut sebagai kegiatan takhrijul-hadis, yaitu upaya pencarian hadis pada kitab-kitab hadis dengan cara menelusuri lafaz (matan) hadis yang bersangkutan berdasarkan lafaz-lafaz dari hadis yang dicarinya itu (Ismail, 1991: 17), atau ilmu yang mengeluarkan atau mengungkapkan hadis kembali ke permukaan dari sumber-sumber aslinya, dengan tujuan menunjukkan sumber hadis-hadis dan menerangkan ditolak atau diterimanya hadis-hadis tersebut. Bukti akurasi kedhabitan hadis harus selalu menjaga sunnah, mendalami yang dilakukan muhaddisin (Fayyad, 1998 : 36) Berdasarkan uraian diatas, dalam me-implementasikan software hadits tentu Pustakawan harus mengetahui aplikasi apa saja dan mana saja yang digunakan sebagai sumber pencarian informasi tentang hadis. Apa jenis Aplikasi/ Software-nya dan upaya dalam memberikan informasi serta teknis dalam penggunaannya.
Discussion
Sebelumnya, telah dibahas terkait pentingnya menerapkan software hadis serta permasalahannya pada Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) dan pustakawan sebagai tiang penting atau mercusuar dimana memberi penunjuk jalan yang bersifat teknis kepada dosen, mahasiswa atau peneliti yang berhubungan dengan pencarian informasi khususnya hadis. Sebelum masuk kepada upaya dalam mengimplementasikan atau menerapkan software hadits di Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama UIN Imam Bonjol Padang, penulis terlebih dahulu akan menjabarkan apa saja tipologi software yang digunakan oleh para civitas akademika dalam mencari hadits yang dibutuhkan. A. Tipologi penggunaan Software Hadits Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), tipologi adalah ilmu watak tentang bagian manusia dalam golongan-golongan menurut corak watak masing-masing. Dalam hal ini penulis ingin melihat pandangan atau pendapat dari beberapa pemustaka Fakultas Ushuluddin dan Studi agama UIN Imam Bonjol Padang terkait dengan cara pandang dalam menggunakan Aplikasi hadits berbasis digital ini, dan tipikal jenis hadis yang digunakan. 1. Maktabah Syamilah Berdasarkan temuan penulis pada tulisan-tulisan sebelumnya, tidak banyak sumber data yang membahas Maktabah Syamillah ini, dan sulit menemukan secara eksplisit sumber data yang membahas Al-Maktabah Asy-Syamilah.tetapi hal tersebut bukan berarti menunjukan kemustahilan untuk mencari informasi tersebut. Penulis menemukan berbagai pendapat mengenai latar belakang kemunculan software tersebut dari pendapat yang bernada sinis sampai yang berbau akademis. Pertama, bahwa kemunculan software Al-Maktabah Asy- Syamilah adalah sebagai bentuk respon umat muslim terhadap kemajuan teknologi, terutama teknologi komputer. Pendapat seperti dapat dengan mudah ditemukan dalam berbagai blog atau tulisan di internet yang membahas mengenai Al- Maktabah Asy-Syamilah. Kedua, kemunculan software Al- Maktabah Asy- Syamilah dimotori oleh adanya keinginan untuk menyebarluaskan faham Salafi Wahabi. Ketiga, sesuatu yang melatar belakangi kemunculan software Al- Maktabah Asy- Syamilah adalah semangat dakwah dan akademik yang tinggi. Semangat dakwah dalam hal ini dapat dilihat dari beberapa situs yang menyediakan software ini secara gratis dibagikan kepada khalayak umum, meskipun dapat pula dilacak mengenai eksistensi bisnis atau latar belakang ekonomi, karena banyak juga versi- versi Al-Maktabah Asy- Syamilah yang harus didapat dengan jalan jual beli. Adapun semangat akademik dapat terlihat dari komposisi kitab yang tercakup dalam Al-Maktabah Asy-Syamilah. Hal ini jika tidak dibarengi oleh semangat yang tinggi dalam bidang akademik, maka penulis rasa komposisi kitab-kitab yang ada tidak mungkin seperti yang sekarang dapat diakses. Hemat penulis setiap motif di atas dapat dikatakan mungkin. Tetapi alangkah lebih bijak jika software tersebut dimanfaatkan secara maksimal tanpa melihat apa motif dari kemunculannya. (Ahmad, 2008 : 5) 2. Lidwa Pustaka Lidwa Pustaka yang merupakan singkatan dari Lembaga Ilmu dan Dakwah serta Publikasi Sarana Keagamaan, adalah sebuah lembaga yang bergerak di bidang pengembangan dan publikasi ilmu dan dakwah Islam. Lidwa didirikan oleh para alumnus dari Timur Tengah, Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA) Jakarta serta beberapa Perguruan Tinggi lainnya. Karena itulah Lidwa Pustaka memulai langkahnya dengan usaha penerjemahan dan digitalisasi Kitab Hadits dari 9 Imam Hadits termasyhur (Kutubut Tis’ah): Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Sunan Abu Daud, Sunan Tirmidzi, Sunan Nasa`i, Sunan Ibnu Majah, Musnad Ahmad, Muwatha` Malik dan Sunan Darimi. Saat ini produk dan layanan yang telah kami luncurkan antara lain Ensiklopedi Hadits Kitab 9 Imam versi desktop, Ensiklopedi Hadits Kitab 9 Imam versi online, Layanan Hadits Pilihan. Untuk kedepannya insya Allah kami akan terus berusaha untuk meningkatkan kualitas layanan dan produk yang kami berikan serta kami jua akan terus mengembangkan layanan-layanan dan produk-produk baru yang dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas dakwah Islam serta dalam rangka untuk mencerdaskan umat dalam memahami ajaran Islam”(Profil Lidwa, 2015, From http://www.lidwa.com/profil-lidwa/ Profil Lidwa/di akses 1 Juni 2016, Pukul 20:28 WIB) 3. e-book Hadits “Ebook atau buku digital adalah versi elektronik dari buku. Jika buku pada umumnya terdiri dari kumpulan kertas yang dapat berisikan teks atau gambar, maka buku elektronik berisikan informasi digital yang juga dapat berwujud teks atau gambar. Dewasa ini buku elektronik diminati karena ukurannya yang kecil bila dibandingkan dengan buku, dan juga umumnya memiliki fitur pencarian, sehingga kata-kata dalam buku elektronik dapat dengan cepat dicari dan ditemukan. Terdapat berbagai format buku elektronik yang populer, antara lain adalah teks polos, pdf, jpeg, doc lit dan html. Masing-masing format memiliki kelebihan dan kekurangan masing- masing, dan juga bergantung dari alat yang digunakan untuk membaca buku elektronik tersebut. Salah satu usaha untuk melestarikan literatur berbentuk buku yang banyak jumlahnya dan memerlukan biaya perawatan yang mahal adalah dengan melakukan transfer dari bentuk buku ke bentuk buku elektronik. Dalam hal ini akan banyak ruang dan juga upaya yang dihemat untuk merawat literaturliteratur tersebut. Amazon Menjadi salah satu perusahaan yang mengembangkan Buku elektronik ini, mereka menggunakan buku elektronik semakin populer karena dapat dibaca kapan saja di mana saja dengan Kindle, salah satu tablet luncuran mereka. Buku elektronik dapat dibuka dengan berbagai macam software diantaranya Adobe Acrobat, Microsoft Word dan masih banyak lagi tergantung format yang dimiliki” (Ensiklopedia Bebas, 2016, From https://id.wikipedia.org/wiki/Buku_ele ktronik/Buku Elektronik/ diakses 1 Juni 2016, Pukul : 20:08 WIB) PERAN PUSTAKAWAN DALAM UPAYA MEMBERIKAN INFORMASI Peran pustakawan selama ini membantu pengguna untuk mendapatkan informasi dengan cara mengarahkan, agar pencarian informasi dapat efisien, efektif, tepat sasaran, serta tepat waktu. Dengan perkembangan teknologi informasi maka peran pustakawan lebih ditingkatkan sehingga dapat berfungsi sebagai mitra bagi para pencari informasi. Sebagaimana fungsi tradisionalnya, pustakawan dapat mengarahkan pencari informasi untuk mendapatkan informasi yang sahih dan dapat dipertanggungjawabkan. Pustakawan dapat pula menyediakan informasi yang mungkin sangat bernilai, namun keberadaannya sering tersembunyi, seperti literatur kelabu (grey literature). Bahkan pustakawan dapat berfungsi sebagai mitra peneliti dalam melakukan penelitian. Terlihat jelas bahwa ada hubungan erat antara pustakawan sebagai pengelola informasi dengan perannya dalam menunjang tridharma perguruan tinggi. Selain melakukan layanan sirkulasi, pengadaan dan pengolahan bahan pustaka, pustakawan juga harus mampu mengelola laporan administrasi; mengelola Web-OPAC, melakukan pelestarian dokumen (diantaranya mengolah dokumen menjadi bentuk digital); mengelola layanan pinjam antar perpustakaan (PAP); melakukan control keamanan bahan pustaka; mengelola layanan multi media (CD/DVD/Audio kaset/sinar X dll.); mengelola dan mencetak barkod; mengelola keanggotaan pengguna, melakukan penyusunan anggaran; melakukan katalogisasi (pra dan pasca catalog); melakukan layanan SDI; melakukan konversi data; mengelola e-mail; membuat laporan; mengelola terbitan berseri dan melakukan tugas-tugas lainnya yang berkaitan dengan teknologi informasi.. Dalam melakukan tugas kesehariannya, pustakawan dituntut bekerja secara profesional, jujur, berdedikasi tinggi, kreatif dan inovatif. Sebagai tolok ukur profesionalisme, semua bukti kegiatan seyogyanya dituangkan dalam lembar kinerja yang menggambarkan produktivitas dan kinerjanya dari waktu ke waktu, setiap hari, setiap minggu dan setiap bulannya. Maka dari itu, terlihat bahwa menjadi seorang pustakawan tidak lah mudah, disamping melakukan banyak hal diatas yang mana berhubungan dengan teknis, tantangan yang dihadapi oleh pustakawan kedepan juga semakin berat. Hal ini disebabkan banyak dari para dosen dan mahasiswa mengeluh sulitnya mendapatkan informasi yang tepat, akurat, relevan, murah dan cepat. Hampir seluruh dosen dan atau pengguna menginginkan informasi yang dibutuhkannya dapat diperoleh dengan cepat, tepat, akurat dan efisien, baik dari segi waktu dan biaya. Maka dari itu, Penggunaan aplikasi berbasis digital khususnya seperti Software Hadits di perpustakaan fakultas ushuluddin UIN Imam Bonjol padang tentu bisa menjawab keluhan-keluhan diatas, dimana para pengguna tidak mengeluarkan biaya banyak, dapat memperoleh informasi dengan cepat, akurat dan tidak banyak memakan waktu. Jelas disini terlihat bahwa pustakawan seyogyanya menjadi mitra bagi penggunanya . UPAYA PUSTAKAWAN DALAM MENERAPKAN SOFTWARE HADITS Telah panjang lebar disampaikan diatas terkait dengan perspektif atau cara pandang pengguna terkait dengan aplikasi hadits berbasis digital ini. Namun demikian apa saja upaya yang dilakukan oleh pustakawan dalam menerapkan Software hadits ini sebagai media dalam mempermudah pengguna seperti dosen dan mahasiswa dalam mencari informasi yang dibutuhkan dalam bidang hadits. Adapun upaya tersebut sebagai berikut : 1. Mengkoleksi Software Hadis dan memilahnya sesuai kebutuhan Dilihat dari banyaknya aplikasi hadits, tentu tidak semuanya yang dijadikan acuan dan rujukan dalam mencari informasi terkait dengan hadits, ada sejumlah Software yang direkomensikan untuk para akademisi diantara software tersebut seperti Al-Maktabah Asy- Syamilah dan Lidwa. Ada beberapa aplikasi hadits lain hanya saja tidak begitu lengkap. 2. Mempelajari teknik instalasi (pemasangan) aplikasi pada komputer Hadits-hadits yang telah dipilih dan dikoleksi tersebut, tidak akan terpakai jika tidak di jalankan atau di operasikan tanpa media seperti komputer. Maka dari itu, perlu bagi pustakawan mengetahui teknis pemasangan aplikasi terbut pada komputer/laptop 3. Memberikan layanan cara penggunaan aplikasi Hadits Aplikasi tersebut jika hanya bersarang di komputer tanpa digunakan, tentu ini tidak bermanfaat sama sekali. Maka dari itu, pustakawan seyogyanya mampu menjadi tutor dalam memandu para pemustaka atau pengguna dalam mengoperasikan aplikasi hadits berbasis digital terbut 4. Memberi penawaran/membantu memasang aplikasi/ software Hadits Diantara kendala bagi civitas akademika seperti dosen atau mahasiswa adalah ketidak-punyaan aplikasi/software hadits tersebut, maka dari itu memberikan penawaran terkait denganpemasangan aplikasi pada laptop/komputer para pencari informasi atau pemustaka merupakan upaya yang begitu kooperatif. Dari sini terlihat pemustaka adalah mitranya civitas akademika dalam memnuhi kebutuhan pengguna dalam mencari informasi. Apa yang disampaikan diatas merupakan pengalaman penulis sebagai upaya dalam meimplementasikan software hadits pada perguruan tinggi islam dalam hal ini yaitu Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama UIN Imam Bonjol Padang Penelusuran hadis melalui Software hadis yang selama ini belum begitu banyak diketahui masyarakat ilmiah dan masyarakat umum, telah dapat membantu dengan cepat, tepat dan akurat dalam penelusuran hadis- hadis Nabi ke kitab atau sumber aslinya. Melalui Program Lidwa, al- Maktabah al-Syamilah dan ebook hadis , penulis merasakan sekali manfaatnya dalam penelusuran hadis membantu pengguna pada Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama UIN Imam Bonjol Padang. Dari sekian lama penulis dan dosen dan mahasiswa dalam mengoperasikan program ini di Perpustakaan Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama UIN Imam Bonjol Padang, telah banyak manfaat yang dapat diperoleh, di antaranya: 1. Pengguna atau penelusur hadis antusias sekali dalam melakukan penelusuran, karena setiap hadis yang dicari jarang sekali yang tidak ditemukan, kecuali memang hadis yang bukan hadis yang berasal dari Rasulullah sebagaimana dijelaskan terdahulu. 2. Waktu yang digunakan dalam penelusuran 1 hadis hanya memakan waktu paling lama 3 atau menit, itupun sudah dari segala sumber kitab hadis. 3. Hasil penelusuran bisa dikopikan ke word, bentuk dan ukuran tulisan bisa diedit sesuai selera atau kebutuhan. 4. Rujukan dari setiap hadis yang ditemukan dapat diperoleh secara cepat, mulai dari nama pengarang kitab, judul, penerbit, tempat terbit, tahun, jilid dan halaman kitab, karena program telah dilengkapi dengan data tersebut. 5. Program bisa juga dikopikan ke DVD/Flash disk bagi pengguna yang ingin mengoperasikan sendiri pada computer atau laptop 6. Petugas dan pengguna dapat melakukan kerja sama untuk mencarikan hadis yang dibutuhkan dalam jumlah banyak. 7. Sebagai salah satu sumber pemasukan dana bagi perpustakaan, karena jasa yang diberikan bisa dihargai (Zulfitri, 2007 : 1)
Conclusion
Pengalaman penulis dalam menerapkan Software hadis pada Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama UIN Imam Bonjol Padang dalam penelusuran hadis sebagaimana telah dijelaskan di atas, maka dapat disimpulkan: a. Pustakawan dihadapkan pada tantangan yang semakin berat, maka harus dituntut untuk mengetahui alat yang bisa menemukan informasi secara cepat dan tepat b. Dengan adanya berbagai pustaka digital tentang hadis, penyebaran informasi di bidang hadis di Perpustakaan Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama UIN Imam Bonjol Padang sudah cukup efektif, apalagi telah dilayankan penelusuran melalui Program Lidwa, al-Maktabah asy-Syamilah dan ebook hadits yang bisa diakses secara cepat, tepat dan akurat. c. Program seperti al-Maktabah asy- Syamilah dan Lidwa bukan hanya bisa membantu pemustaka dalam bidang hadis saja, tetapi juga untuk bidang ke-Islaman lainnya program ini sudah dilengkapi dengan 36 macam bidang. d. Mahasiswa dan dosen yang sedang melakukan penelitian dan menyusun karya tulis ilmiah yang memuat hadis-hadis Nabi merasa terbantu dengan penelusuran hadis melalui software hadis ini, sehingga mereka tidak perlu menghabiskan waktu yang lama di perpustakaan dalam menemukan hadis pada kitab aslinya. Saran a. Perangkat TIK perlu ditingkatkan pada Perpustakaan Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama UIN Imam Bonjol Padang supaya pemustaka lebih banyak terlayani, hal ini membutuhkan kerjasama pimpinan dan regulasi yang dibuat untuk menunjang kebutuhan para pemustaka atau pencari informasi b. Untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan pemanfaatan Software hadits untuk pemustaka, perlu dilakukan promosi dan bimbingan melalui kegiatan pertemuan c. Software hadits lebih dipromosikan kepada mahasiswa, dosen dan masyarakat luas, agar penyebaran informasi dapat menggunakan teknologi informasi d. Penelusuran hadis melalui Software hadits ini, semoga bisa diterapkan pada Perpustakaan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) lainnya e. Atas kekurangan dan kekeliruan dalam penulisan, diharapkan kritik dan saran dari pembaca untuk berkenan memberikan masukan bersifat membangun