Studi Literasi Sastra Modern Atas Novel Zilul Aswad
Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu; Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu; Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan unsur intrinsik novel zilul aswad karya Najib Kailani dan sosiologi tokoh utama. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik. Hasil penelitian ini yaitu tema yang digunakan yaitu tentang kejahatan. Sedangkan alur/plot yang digunakan yaitu lurus progresif. Sedangkan tokoh cerita dalam novel ini berjumlah 11 orang yang terdiri dari tokoh utama dan tokoh tambahan. Latar tempatnya diantaranya istana, ethiopia dan goromoleta. Sudut pandang yang digunakan yaitu sudut pandang orang ketiga “dia”. Amanah yang terkandung dalam novel ini yaitu mempertahankan nilai-nilai toleransi dan perdamaian serta aqidah beragama itu bukan dimulut tetapi didalam hati. Sedangkan sosiologi tokoh utama dalam novel Zhilul Aswad dibagi menjadi dua yaitu peran Iyasu dan Tafari sebagai anggota keluarga, dan peran Iyasu dan Tafari sebagai anggota masyarakat baik berupa peran yang diharapkan maupun peran yang terlaksana dalam kenyataan.
Abstract
This study aims to describe the intrinsic elements of Najib Kailani's Zilul Aswad novel and the sociology of the main character. This research uses analytical descriptive method. The result of this research is that the theme used is about crime. While the plot / plot used is straight progressive. While the characters in this novel are 11 people consisting of the main character and additional characters. The setting of the place includes palaces, ethiopia and goromoleta. The point of view used is the third person point of view "he". The mandate contained in this novel is to maintain the values of tolerance and peace as well as religious creed that is not in the mouth but in the heart. While the sociology of the main character in Zhilul Aswad's novel is divided into two, namely the role of Iyasu and Tafari as family members, and the role of Iyasu and Tafari as members of the community in the form of expected roles and roles that are implemented in reality.
Keywords:
Unsur Instrinsik
· Peran Sosial
· Zilul Aswad
Introduction
Sastra adalah bagian dari masyarakat. Sifat sifat suatu masyarakat akan muncul dalam karya sastra dan menjadi ilham penting bagi pengarang. Oleh karena itu, karya sastra tidak akan lepas dari masyarakatnya. sebagian besar novel mengandung cerita yang multikultural. Multikulturalisme dalam sebuah novel disebabkan oleh banyak faktor, bisa jadi agama, sosial, politik, budaya dan lain sebagainya. Dari faktor faktor tersebut diketahui bahwa novel sangat menarik dijadikan objek kajian dalam penelitian sosiologi1 . Kajian sosiologi adalah penelahaan karya sastra yang ditekankan pada aspek sosial. Pendekatan terhadap sastra yang mempertimbangkan segi segi kemasyarakatan ini oleh beberapa penulis disebut sosiologi sastra. Dalam sejarah perkembangan sastra, pendekatan sosiologi sastra penting dilakukan karena pendekatan ini mengacu pada masyarakat. Acuan karya sastra adalah masyarakat bukan jagad kata atau bahasa2 . Novel terbangun atas dua unsur yang saling berkaitan yang mana terpadu dalam sebuah keserasian yang melahirkan nilai-nilai yang bermakna. Dua unsur tersebut yaitu intrinsik dan ekstrinsik. Unsur intrinsik merupakan unsur yang membangun cerita dari dalam dan membentuk sebuah keterpaduan, keterpaduan antara unsur tema, tokoh, amanat, alur seting, sudut pandang dan gaya bahasa. Unsur ekstrinsik adalah unsur yang membangun karya sastra dari luar seperti politik, sejarah, filsafat, pendidikan dan sosiologi3 . Novel dapat digambarkan sebagai sebuah karya sastra yang memadukan keserasian antar perilaku manusia, lingkungan sosial maupun alam sekitarnya. Kaitannya dengan kajian sastra, dalam hal ini sebagaimana yang penulis teliti yaitu novel, menjadikan manusia atau tokoh dan penokohan sebagai objek penelitian menjadi sesuatu yang menarik. Berdasarkan makna ekstrinsik didalam novel dapat mengungkapkan masalah sosial kemasyarakatan yang ada dilingkungan ketika karya sastra novel ini ditulis/diciptakan oleh pengarang4 . Sehingga dengan membaca novel, kita dapat memahami juga mengenai kehidupan masyarakat dan permasalahan yang di ungkapkan pengarang sesuai dengan peristiwa yang terjadi dilingkungan pengarang. Salah satu novel arab yang mengungkapkan masalah sosial adalah novel Zhilul Aswad karya Najib Kailani. Novel ini menyampaikan pesan yang diungkapkan oleh pengarang dalam novel Zhilul Aswad. Penelitian ini membahas tentang sebuah karya sastra yang memuat nilai nilai historis/sejarah di negeri ethiopia pada awal abad 20 yang tertuang dalam novel Zhilul Aswad. Novel Zhilul Aswad karya Najib Kailani yang penulis kaji cukup menarik untuk dijadikan sebuah penelitian, mengingat pengarangnya yang sudah tidak diragukan lagi eksistensinya. Najib Kailani adalah seorang penyair, dokter dan juga seorang novelis islam. Ia mampu mengungkapkan keprihatinan umat Islam di luar perbatasan dunia Arab (negara-negara Asia Tengah yang berada atau berada di bawah Tirai Besi Komunis dari Uni Soviet, Cina - Ethiopia , Indonesia, Nigeria), dan mampu mengungkapkan kepada dunia sebuah tragedi berdarah yang menimpa Jutaan Muslim yang terlupakan yang jarang dibicarakan, dan sedikit yang diketahui tentang Muslim di dunia Arab, dan pada saat yang sama mereka mengharapkan kemenangan dan kemenangan mereka. pembebasan, itulah yang sebenarnya terjadi di lebih dari satu tempat, terutama di negaranegara Islam yang merdeka atau sedang berusaha merdeka setelah runtuhnya Uni Soviet. Novel-novelnya: Turkestan Nights, The Black Shadow, The Virgin of Jakarta, Giants of the North, adalah salah satu novelnya yang paling terkenal dalam konteks ini. Ia merepresentasikan novel menurut Najib Kailani pada tahap saat ini, yang kita sebut realisme Islam, dan mengungkapkan isu-isu sosial yang menyangkut massa yang rentan di tanah air, dan menyoroti ketidakadilan, penindasan dan penganiayaan yang dihadapi orang5 . Novel ini mengisahkan tentang perjuangan seseorang yang menginginkan kebebasan beragama dan penghianatan seseorang yang haus akan kekuasaan. bahasa yang digunakan oleh Najib Kailani adalah bahasa yang komunikatif dan mudah dipahami oleh pembaca, mengandung pesan moral yang patut dicontoh, dan tentunya mengandung aspek-aspek sosial yang dapat penulis jadikan sebuah penelitian. Yang menambah menarik lagi adalah kisah ini berdasarkan sejarah yang terjadi di negeri ethiopia pada tahun 1913-1916 M. Novel ini mengisahkan kehidupan masyarakat Ethiopia pada masa pemerintahan Lij Iyasu (1913-1916M). Dalam novel ini Najib Kailani mencoba mengungkap nilai-nilai kemanusiaan dari sebuah pergolakan ideologi yang terjadi di negeri Ethiopia. Sebuah kegelisahan seorang Iyasu yang tidak pernah puas dengan kemunafikan dari para pemuka agama. Sebuah pencarian yang dalam tentang nilai-nilai universal kemanusiaan. Tentang kebebasan beragama, ketenangan, kejujuran, dan tentang agama kebenaran. Pencarian yang pada akhirnya dia harus terusir dari kekuasaannya karena ia terus berpegang teguh dengan apa yang diyakininya. Dan pada akhirnya pula Ethiopia harus jatuh ketangan Negara lain, akibat dari penghianatan dan ketamakan Tafari, seorang gubernur disalah satu wilayah Ethiopia yang juga seorang ipar Iyasu. Karena dia tidak setuju dengan usulan-usulan kaisar muda yang memberikan kebebasan beragama bagi rakyatnya6 . Tokoh Iyasu yang digambarkan oleh Najib Kailani dalam novel ini merupakan nama seorang kaisar Ethiopia yang memiliki nama baptis Kifle Yaqob dan dikenal sebagai Lij Iyasu. Lij merupakan panggilan untuk seorang anak bangsawan kerajaan. Ia merupakan seorang cucu dari kaisar Manelik II yang memerintah di Ethiopia pada 12 Desember 1913 hingga 27 September 1916, ayahnya bernama mikael seorang penguasa wilayah muslim yang berpindah agama menjadi kristen dan ibunya merupakan putri dari Manelik II. Lij Iyasu memerintah Addis Adaba (Ethiopia) sebagai penerus kakeknya Menelik II namun tidak lama kemudian ia digulingkan dari kekuasaannya dikarenakan adanya salah seorang agen Somalia yang mengatakan bahwa Iyasu menyatakan keislamannya dihadapan sekelompok muslim. Setelah Iyasu diturunkan dari tahta kerajaan dan dikucilkan oleh para bangsawan, pihak majelis bangsawan dan gereja mengangkat Zauditu Menelik, bibi dari Iyasu sebagai permaisuri Ethiopia dan Dejazmatch Tafari Makonnen sebagai Ras (bupati) yang mengurus urusan pemerintahan7 . TINJAUAN PUSTAKA A. Prosa novel Karya sastra adalah produk pengarang yang hidup dilingkungan sosial. Dengan begitu, karya sastra merupakan dunia imajinatif pengarang yang selalu terkait dengan kehidupan sosial. Pengarang sebagai anggota masyarakat dilahirkan, dibesarkan dan memperoleh pendidikan ditengah-tengah kehidupan sosial.8 Kesusasteraan menghasilkan nilai-nilai yang diungkapkan secara verbal, baik secara lisan maupun tulisan. Meskipun demikian, sebagai totalitas yang bermakna, sebagai dunia dalam kata, karya sastra juga menampilkan unsurunsur kebudayaan lain baik sebagai struktur sosial maupun infrastruktur material. Sebagai bagian integral kebudayaan, karya sastra hampir secara keseluruhan mengevokasi unsur-unsur masyarakat itu sendiri. Kejadian, tokoh dan latar adalah khas unsur-unsur masyarakat. Perbedaannya, karya sastra secara bebas membentuk kembali suatu dunia artifisial, dunia imajiner. Sehingga terjadi suatu dunia alternatif, atas dasar mekanisme tersebutlah tampil unsur-unsur lain seperti plot, tema, sudut pandang dan lain sebagainya.9 Seni sastra termasuk kedalam jejak tertulis, jejak material yang dapat dipahami informasinya lewat media bahasa. Sastra baik yang tertulis maupun lisan yang memberikan keterangan tentang masa lampau berupa informasi, pantas disebut sebagai bahan-bahan dokumenter. Sastra memiliki kekhasan, ia bersifat naratif dan karenanya dikategorikan sebagai accepted history.10 Diantara genre utama karya sastra, yaitu puisi, prosa dan drama. Genre prosa lah khususnya novel, yang dianggap paling dominan dalam menampilkan unsur-unsur sosial dikarenakan: a. Novel menampilkan unsur-unsur cerita yang paling lengkap, memiliki media yang paling luas, menyajikan masalahmasalah kemasyarakatan yang paling luas. b. Bahasa novel cenderung merupakan bahasa sehari-hari. Bahasa yang paling umum digunakan dalam masyarakat. B. Struktur Sastra Terbentuknya karya sastra novel tidak terlepas dari struktur pembangunnya. Struktur karya sastra juga menyarankan pada hubungan antar unsur (intriksik) yang bersifat timbal balik, saling mempengaruhi secara bersama membentuk satu kesatuan yang utuh. Analisis struktural merupakan prioritas pertama sebelum menerapkan analisis yang lain. Tanpa analisis struktural, kebulatan makna intrinsik dalam suatu karya sastra tidak dapat ditangkap. Dalam penelitian ini, teori yang dijadikan acuan adalah teori yang dikemukakan oleh Robert Stanton. Unsur intriksiknya terdiri dari11: tema, tokoh, latar (setting), alur/plot, sudut pandang, amanah. C. Sosiologi sastra Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari fenomena sosial sebagai studi ilmiah, dengan tujuan mengungkapkan hukum, aturan atau kemungkinan yang tunduk pada frekuensi, arah atau hilangnya fenomena ini. Pendekatan membutuhkan dasar, aturan dan metode penelitian.12 Sosiologi mencoba mencari bagaimana masyarakat dimungkinkan, bagaimana ia berlangsung dan bagaimana ia tetap ada. Dengan mempelajari lembaga-lembaga sosial dan segala masalah perekonomian, keagamaan, politik semua itu merupakan struktur sosial. Kita mendapat gambaran tentang cara-cara manusia menyesuaikan diri pada lingkungan tentang mekanisme sosialisasi, proses pembudayaan yang menempatkan anggota masyarakat ditempat masingmasing. Sosiologi menelaah bagaimana masyarakat itu tumbuh dan berkembang. Dengan mempelajari lembaga-lembaga sosial dan segala masalah perekonomian, keagamaan, politik dan lain-lain, akan didapat gambaran tentang bagaimana cara manusia menyesuaikan diri dengan lingkungannya, mekanisme kemasyarakatannya, serta proses pembudayaannya. berusaha menjawab pertanyaan mengenai bagaimana masyarakat dimungkinkan, bagaimana cara kerjanya dan mengapa masyarakat itu bertahan hidup. Lewat penelitian yang ketat mengenai lembaga-lembaga sosial, agama, ekonomi, politik dan keluarga yang secara bersama-sama membentuk apa yang disebut dengan struktur sosial, sosiologi dikatakan memperoleh gambaran mengenai cara-cara manusia menyesuaikan dirinya dan ditentukan oleh masyarakat-masyarakat tertentu, gambaran menengenai mekanisme sosialisasi, proses belajar secara kultural, yang dengannya individu-individu dialokasikan dan menerima perananperanan tertentu. 13 Sebagaimana dengan sosiologi, sastra diciptakan oleh anggota masyarakat untuk dinikmati, dipahami, dan dimanfaatkan oleh masyarakat. Sastrawan itu sendiri merupakan seorang anggota masyarakat. Ia terikat oleh status sosial tertentu. Sastra adalah lembaga sosial yang menggunakan bahasa sebagai mediumnya. Bahasa itu merupakan ciptaan sosial yang menampilkan gambaran kehidupan. Oleh sebab itu, sosiologi dan sastra berurusan dengan masalah yang sama yaitu masalah sosial, ekonomi, dan politik.14 Dasar filosofis pendekatan sosiologis adalah adanya hubungan hakiki antara karya sastra dengan masyarakat. Hubungan-hubungan yang dimaksud disebabkan oleh: a. Karya sastra dihasilkan oleh pengarang, b. Pengarang itu sendiri adalah anggota masyarakat c. Pengarang memanfaatkan kekayaan yang ada dalam masyarakat, d. Hasil karya sastra itu dimanfaatkan kembali oleh masyarakat.15 Dalam penelitian ini peneliti menelaah sosiologi karya sastra yang menekankan pada peranan tokoh utama sebagai makhluk individu, anggota keluarga dan anggota masyarakat pada novel zilul aswad karya najib kailani. Adapun rincian dari peranan sosial tersebut sebagai berikut: a. Peran individu dalam keluarga b. Peran individu sebagai anggota masyarakat c. Peran yang diharapkan dan peran yang terlaksana dalam kenyataan d. Peran terberi dan peran yang diperjuangkan e. Peran kunci dan peran tambahan f. Peran tinggi, peran menengah dan peran rendah
Method
Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan, dan penelitian deskriptif kualitatif (library research), sedangkan metode yang digunakan adalah deskriptif analisis, yaitu suatu metode yang digunakan dalam menggambarkan fakta-fakta yang diperoleh dari sumber data yang dianalisis dan penarikan kesimpulan. Selain itu, analisis digunakan dengan analisis dummy sehingga dapat mengungkapkan keindahan sastra linguistik di balik puisi yang dipelajari. Kemudian teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis isi atau tekstual. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan metode membaca. Pengumpulan data diambil dari novel Zilul Aswad oleh Najib Kailani, yang mencakup dokumen yang berisi informasi asli atau berisi informasi tentang hasil penelitian dari penulis atau langsung dari sumbernya. Selanjutnya, sumber literatur diklasifikasikan dan data yang dikumpulkan dikodekan ulang sehingga dapat dianalisis. Dengan menggunakan teknik analisis data dalam penelitian ini, data yang terkumpul kemudian dikategorikan berdasarkan unsur atau bagian tertentu sesuai dengan jenis novel yang diteliti. Kemudian menganalisis bentuk keindahan sastra yang terkandung dalam novel tersebut.
Result & Discussion
Unsur Intriksik a. Tema Tema merupakan Tema merupakan ide yang mendasari suatu cerita. Tema berperan sebagai pangkal pengarang dalam memaparkan karya yang diciptakannya16 . Dalam novel yang berjudul Zhilul Aswad karya Najib Kailani ini memiliki tema kejahatan yaitu berupa “kemunafikan, pengkhianatan, dan pembunuhan”. b. Tokoh dan Penokohan Dalam novel Zhilul Aswad karya Najib Kailani terdapat 11 tokoh yang masingmasing memiliki penokohan yang berbedabeda untuk memberi gambaran jelas pada pembaca. Menurut Boulton, cara sastrawan menggambarkan atau memunculkan tokohnya dapat dengan berbagai cara. Mungkin sastrawan menampilkan tokoh sebagai pelaku yang hanya hidup dialam mimpi, pelaku yang memiliki cara yang sesuai dengan kehidupan manusia yang sebenarnya atau pelaku yang egois, kacau dan mementingkan diri sendiri. Setiap tokoh memiliki peran dan keterkaitan dengan tokoh yang lain. Tokoh dan penokohan tersebut akan dipaparkan sebagai berikut. 1. Iyasu: baik hati, penuh cinta dan hidup dengan toleransi. 2. Tafari: jahat, licik dan tamak. 3. Michael: baik, sabar dan penyayang. 4. Shu Arkos: baik, penyayang, namun mudah tersinggung dan kejam. 5. Malvin: baik, sabar, penyayang, rasa ingin tahunya tinggi dan pemarah. 6. Zauditu: baik, namun kurang bijak dalam menanggapi masalah. 7. Gugosa: berani dan tegas. 8. Istri iyasu yang pertama: ceroboh, polos, kekanakkanakan, gampang putus asa dan tidak bijak. 9. Istri iyasu kedua: baik, berani, cerdas dan taat. 10. Yohanes: baik, sopan, dan taat. 11. Bapa matheus: jahat, licik, penakut dan egois. c. Plot/Alur Alur merupakan unsur penting dalam sebuah cerita. Peristiwa-peristiwa yang di alami oleh tokoh, akan menggambarkan sebuah alur17. Dalam novel Zhilul Aswad alur yang dijalin menggunakan kejadian-kejadian yang secara berurutan dengan memperhatikan hukum-hukum sebabakibat, sehingga merupakan kesatuan yang padu, bulat, dan utuh. Alur yang digunakan novel Zhilul Aswad bisa di bagi menjadi 5 tahapan yaitu Tahap Situation (Tahap penyituasian), Tahap Generating Circumstance (Tahap Pemunculan Konflik), Tahap Rising Action (Tahap Peningkatan Konflik), Tahap Climax (Tahap Klimaks), dan Tahap Denouement (Tahap penyelesaian). d. Latar/Setting Lattar atau setting yaitu disebut juga sebagai landas tumpu, menunjuk pada pengertian tempat, hubungan waktu sejarah, dan lingkungan sosial tempat terjadinya peristiwa-peristiwa yang diceritakan. Di dalam novel Zhilul Aswad terdapat latar tempat yang menunjukkan pada lokasi terjadinya peristiwa yang diceritakan dalam sebuah karya fiksi18 . e. Sudut Pandang Sudut pandang merupakan salah satu unsur fiksi yang oleh staton digolongkan sebagai sarana cerita. Walau demikian, hal itu tidak berarti bahwa perannya dalam fiksi tidak penting. Sudut pandang haruslah diperhitungkan kehadiranya, bentuknya, sebab pemilihan sudut pandang akan berpengaruh terhadap penyajian cerita19 . Dalam novel Zhilul Aswad pengarang menggunakan kalimatkalimat sapaan langsung seperti “Iyasu” serta kalimat-kalimat sapaan yang lain. Semua itu sebagai salah satu tanda bahwa pengarang menjelaskan cerita dari sudut pandang “dia”. f. Amanat Amanat merupakan ajaran moral atau pesan yang disampaikan pengarang pada pembaca melalui karyanya20. Amanat dirumuskan dalam bentuk kalimat perintah, saran, atau imbauan, Amanat yang ada di dalam novel Zhilul Aswad karya Najib Kailani yaitu mempertahankan nilai-nilai toleransi dan perdamaian. Serta aqidah beragama itu bukan dimulut tetapi didalam hati. 2. Sosiologi Tokoh Utama Sosiologi sastra pada dasarnya menjadi terbagi menjadi tiga, pernyataan tersebut diungkapkan oleh Ian Watt melalui Damono yang mengklasifikasikan kajian sosiologi sastra menjadi tiga bagian yaitu hubungan timbal balik antara sastrawan, sastra, dan masyarakat yang secara keseluruhan yang merupakan bagian yang saling berkaitan dalam suatu karya sastra. Pada penelitian ini peneliti mengkaji sosiologi pada karya sastra itu sendiri yang difokuskan pada sosiologi tokoh utama dalam novel Zilul Aswad. Berikut hasil dan pembahasan data yang diperoleh dari novel Zilul Aswad. a.Tokoh Iyasu 1. Peran Iyasu Sebagai Anggota Keluarga a) Menyayangi dan Menghormati Kedua Orang Tuanya Iyasu mengungkapkan rasa sayangnya pada ayah dan ibunya untuk menghentikan perdebatan mereka mengenai dirinya. Ia tidak ingin jiwa orang yang mengandungnya selama sembilan bulan dan yang darahnya mengalir ditubuhnya terluka oleh perkataan karena perbedaan pendapat dan keyakinan. Hal ini dapat dilihat pada kutipan dibawah ini. “Manelik adalah kakekku dan ini adalah fakta. Kesalahan-kesalahannya tidaklah menggangguku. Kesalahannya adalah miliknya dan kebaikannya pun miliknya. Itu adalah urusan antara ia dengan Tuhan Allah. Dan michael adalah ayahku, baik muslim ataupun kristen. Aku adalah ciptaan baru, inilah yang ingin kukatakan.” Ibunya lalu menimpali, “ Aku ? kau hanya berbicara tentang kakek dan ayahmu tanpa mempedulikanku.” “Kau adalah ibuku yang sangat kucintai. Betapa membahagiakan saatsaat yang kuhabiskan bersamamu.” (Bayang-bayang hitam, 24). b) Menghargai dan Menyayangi Istrinya Walaupun iyasu tidak pernah sependapat dengan istri pertamanya, namun ia merasa tidak tega setiap kali melihat matanya yang berkaca-kaca. Hal ini terlihat dalam kutipan dibawah ini. “Iyasu merasa kasihan juga. Tampak dimata istrinya air mata yang siap tumpah. Walau perasaan yang datang tiba-tiba mewahyukan padanya bahwa hati keduanya sangat berjauhan sejuah langit dan bumi, mengapa ia kasihan pada wanita disampingnya ini?” (Bayang-bayang hitam, 14). Rasa sayang Iyasu terhadap istrinya sangat besar. Hal ini terlihat pada ungkapan Iyasu ketika mereka sedang berdiskusi mengenai permasalahan umat, istrinya merasa cemburu saat Iyasu menyebut istri pertamanya yang tidak pernah rela berpisah dengannya. Mengetahui istrinya sedang cemburu Iyasu pun mengungkapkan perasaan bahagianya memiliki istri seperti dirinya. Hal ini terlihat dalam ungkapan dibawah ini. “Aku akan semakin lebih dekat kepadamu agar tidak ada bayangbayang yang masuk. Sesungguhnya bila kita bersatu kita bisa mencegah dan meninggalkan rintangan ini selain kehidupan yang memang harus kita lalui. Kasihku, sesungguhnya kehidupanku bersamamu adalah harihariku yang paling manis dan mimpimimpi yang paling indah. Ada tandatanda kehidupan yang tidak bisa kulupakan, yaitu aku diangkat menjadi kaisar, aku memeluk islam, dan aku menikahimu.” (Bayangbayang hitam, 90). 2) Peran Iyasu Sebagai Anggota Masyarakat a) Kedudukan dan Status Sosial Iyasu Iyasu memiliki status sosial yang tinggi yaitu sebagai penguasa negeri ethiopia. Hal ini di ungkapkan oleh sang ayah ketika Iyasu ingin menolak untuk menemui Kardinal Matheus dan para pemuka gereja yang munafik karena mereka selalu berbicara tentang kasih sayang sedangkan mata mereka memancarkan kebencian. Namun, Mikael mengingatkan Iyasu agar tetap menemui Kardinal Matheus mengingat ia adalah seorang kardinal yang memiliki banyak harta di negeri ini. Hal ini dapat dilihat pada kutipan dibawah ini. “Michael, ayahnya, berusaha memperingatkan. “ Iyasu, anakku. Jangan lupa bahwa kau adalah kaisar dan penguasa Ethiopia yang agung. Jangan lupa pula bahwa pada saat yang sama bapa matheus adalah kardinal di Ethiopia dan memiliki banyak harta di negeri ini.” (Bayangbayang hitam, 2). b) Pandangan Masyarakat Terhadap Iyasu Orang-orang terdekat Iyasu bahkan Tafari mengakui bahwa Iyasu adalah sosok yang sangat baik dan idealis. Ia sangat memikirkan kesulitan dan kesengsaraan orang lain. Hal ini dapat dilihat dalam kutipan dibawah ini. “Adapun Iyasu dimata Tafari tak ubahnya seperti seorang pujangga yang halus dan sensitif dengan hal-hal sepele. Menurutnya, iyasu terlalu idealis dan banyak pertimbangan. Akalnya penuh dengan harapanharapan. Ia selalu memfilsafati kelemahan orang lain, lalu memohonkan maaf dari manelik atas kesalahan-kesalahan mereka dan tidak mau menerima imbalan atas apa yang dilakukannya. Hatinya selalu bergejolak dan berkobar melihat kekurangan-kekurangan yang ada. Tidak ada kesempurnaan dimatanya kecuali dialam mimpi yang tidak mempunyai batas pemisah antara dua nilai yang saling bertentangan. Padahal sesungguhnya tidak ada kebaikan sejati dan kejahatan sejati kecuali didunia malaikat dan iblis. Ia terlalu banyak membuang waktunya untuk memikirkan kesengsaraan orang lain. Ia selalu resah dan gelisah mencari gambaran ideal yang tidak pernah dijumpainya.” (Bayang-bayang hitam, 30). c) Peran Yang Diharapkan Sebagai seorang kaisar dari negeri kristen, Iyasu di tuntut untuk melaksanakan keinginan para pemuka gereja yakni menolak adanya agama selain agama kristen di bumi Ethiopia dengan cara menghancurkan masjidmasjid tempat mereka beribadah, madrasah dan kuttab tempat mereka belajar al-quran, bahasa arab dan sastra, dan membunuh para ulama yang menyebarkan dan mengajarkan agama islam. Ia diharapkan untuk memimpin pertempuran sebagaimana yang dilakukan kakeknya, Manelik. Hal ini dapat dilihat dalam kutipan dibawah ini. “Sekarang, yang ada padaku ini adalah data statistik yang lengkap tentang jumlah masjid yang harus dihancurkan. Begitu juga dengan beberapa madrasah dan kuttab yang mengajarkan al-quran, bahasa arab, dan sastra islam. Aku juga memiliki daftar nama-nama ulama dan orangorang yang menggerakkan aktivitas berbahaya itu. Dan majelis tinggi gereja telah memutuskan untuk memulai ekspansi peradaban melawan mereka. Tugasmu adalah memulai pertempuran seperti yang telah dirancang oleh kakekmu dan jangan kau sekali-kali meletakkan senjata sebelum kau buat dada mereka berdebar-debar ketakutan.” (Bayangbayang hitam, 4). d) Peran Yang Terlaksana Dalam Kenyataan Iyasu sama sekali tidak menginginkan adanya pertempuran di negaranya hanya dikarenakan perbedaan agama karena hanya akan menyengsarakan rakyatnya dan menghancurkan kedamaian yang tercipta sebelumnya. Ia berpegang teguh pada prinsip toleransi beragama. Hal ini terungkap ketika iyasu mengizinkan umat muslim membangun masjid karena mereka mengeluhkan tidak mempunyai tempat untuk beribadah. “Aku sama sekali tidak keberatan dengan pembangunan rumah-rumah ibadah baik untuk umat islam maupun kristen. Memang seharusnyalah lidahlidah kita ini tekun berdzikir.” (Bayang-bayang hitam, 43(. “Wahai rakyatku tercinta aku umumkan dengan sepenuh keyakinan dan keimanan bahwa kesepakatan kita sekarang ini adalah untuk saling menjaga kebebasan berakidah, untuk memerangi segala bentuk kekerasan dan kekejaman terhadap keyakinan dan agama manapun. Kita telah sepakat untuk tidak memaksa orang lain untuk memeluk agama kecuali yang diimaninya, memberikan kesempatan untuk membangun masjid dan gereja, serta membuka seluasluasnya kesempatan untuk mendapatkan ilmu pengetahuan. Sesungguhnya rakyat negeri ini harus bisa mengekspresikan apa yang ada didalam hatinya dengan pengekspresian yang bisa mewakili semuanya. Ekspresi yang bersih dan jauh dari kebencian, permusuhan, dan kezaliman. Sekarang tidak ada satu kekuatan pun yang bisa mengusir para petani dari tempat tinggal mereka atau mengosongkan semua tanah didesadesa untuk diserahkan kepada para pemuka gereja dan kaum kapitalias. Adapun pandangan kita terhadap orang asing, maka kita menganggap mereka sebagai tamu yang harus diperlakukan dengan penuh tata krama sopan santun tanpa mereka harus terlibat dengan kebijakan-kebijakan dalam dan luar negeri, serta urusanurusan rumah tangga negara lainnya yang bersifat rahasia.” (Bayangbayang hitam, 45). b. Tokoh Tafari 1) Peran Tafari Sebagai Anggota Keluarga Tafari tidak memenuhi perannya sebagai anggota keluarga. Ia menikahi Malvin, istrinya yang merupakan adik kandung dari kaisar Iyasu sebagai salah satu dari strateginya untuk menjadi kaisar. Hal ini terungkap dalam ungkapan dibawah ini. “aku tahu bahwa ia membenciku dan selama ini hubungan kami telah terjalin dalam mata rantai kemunafikan, kedustaan dan kepura-puraan. Aku menikahinya hanya untuk strategi saja. Aku benci pikiran-pikirannya dan pikiran-pikiran saudaranya. Dia diciptakan bukan untukku dan aku diciptakan bukan untuknya, karena itu akhir dari segalanya adalah kebinasaan. (bayang-bayang hitam, 102). 2) Peran Tafari Sebagai Anggota Masyarakat a) Kedudukan/Status Sosial Tafari Tafari memiliki status sosial sebagai seorang penguasa wilayah (gubernur) dan juga seorang ipar dari kaisar Ethiopia. Hal ini dapat dilihat dalam kutipan di bawah ini. “lonceng berdentang, pasukan kehormatan berbaris ditepi jalan dan para uskup yang dipimpin kardinal pun berdatangan untuk menyambut tafari dengan sambutan yang sesuai dengan kedudukannya. Bukankah ia termasuk salah satu penguasa wilayah yang luas sekaligus ipar kaisar dan putera gereja yang taat?” (Bayang-bayang hitam, 28). b) Pandangan Masyarakat Terhadap Tafari Tafari terkenal dengan sosoknya yang berhati keras, garang dan bengis. Sosok yang sangat di banggakan oleh Kardinal Matheus dari seorang Tafari, penguasa wilayah. Hal ini terlihat dalam kutipan berikut. “anak ini mempunyai hati yang keras. Ia memang anak medan tempur yang garang dan tidak diragukan lagi kemampuannya. Memang seharusnya seorang penguasa tidak boleh menjadi malaikat. Kalau tidak begitu, maka akan muncul banyak ketololan. Pemikiran para filsuf akan berkembang, lalu muncullah toleransi yang bodoh itu. Kita perlu memaksakan diri untuk bersikap keras dan bengis agar bisa mengikis habis penyebaran islam yang telah menyiram negeri ini selama berabad-abad. Aku nyaris tidak percaya, bagaimana mungkin jumlah umat islam di ethiopia sampai mencapai tiga perempat dari jumlah seluruh penduduknya? Jumlah ini sangatlah besar dan itu adalah penyakitdan wabah yang tidak bisa disembuhkan dengan toleransi dan persaudaraan. Tidak bisa disembuhkan kecuali dengan kekuatan. Hanya kekuatanlah ynag mampu menghentikan invansi pemikiran islam, menghancurkan komunitas muhammad yang berbhaya itu, menghentikan perkembangan pengajaran bahasa arab dan kebudayaannya. Sungguh iyasu adalah kutukan yang di turunkan dari lamgit. Ia tidak akan pernah bisa di selesaikan kecuali oleh tafari, pedang tajam yang tidak mengenal iba dan mata batu yang tidak pernah menangis...” (Bayang-bayang Hitam, 71). c) Peran Yang Diharapkan ketika Iyasu tidak dapat melaksanakan peran yang diberikan oleh Kardinal Matheus dan pemuka gereja, Tafari menjadi satu-satunya harapan untuk melaksanakan dan menyelesaikan peran Iyasu sebagai pemimpin Ethiopia yang menolak adanya agama selain kristen di negaranya. Iyasu tidak akan pernah mengira akan terjadi penghianatan dan yang menjadi dalang utamanya adalah Tafari, suami dari adik kandungnya, Malvin. Hal ini dapat dilihat dalam kutipan berikut. “ah .. tafari, laki-laki itulah satusatunya harapan yang selalu disenandungkan matheus. Saat ini, persenjataan terus mengalir kewilayahnya. Mobilisasi pasukan berlangsung secara diam-diam di wilayah kekuasannya, sementara para ahli dari luar tengah bersungguhsungguh mengembangkan kekuatan bersenjata. Iyasu tidak akan percaya bahwa ancaman bisa saja datang dari suami malvin, ipar dan teman sekolahnya. Laki-laki yang dingin, kaku dan kecerdasannya sangat terbatas itu mempunyai hati yang oenuh dengan kabut dan rahasia-rahasia yang manakutkan. Tapi. Hal itu tidak sampai membuat iyasu menduga bahwa ia akan menghianati saudara kandung istrinya, kaisar iyasu yang mewarisi singgasana secara legal dengan dukungan luas dari rakyat. Ya, gubernur tafari. Ialah harapan yang selalu disenandungkan. Budak yang selalu taat terhadap perintah, ajaran, dan pemikiran gereja. Laki-laki yang selalu menutup mata terhadap semua penyelewengan para pemuka gerejanya.” (Bayang-bayang Hitam, 54). d) Peran Yang Terlaksana Dalam Kenyataan Seperti yang diharapkan oleh Kardinal Matheus, Tafari memimpin pemberontakan dan mengambil alih kekuasaan dengan menduduki ibu kota. Hal ini terlihat dalam kutipan berikut. “Tuan kardinal, para pengikut iyasu sekarang berada dalam titik darah penghabisan. Dan ibu kota, walaupun masih diliputi pertempuran dimanamana, sekarang sudah berada dalam genggaman kita.” (Bayang-Bayang Hitam, 106). Selain berhasil mengambil alih ibu kota, Tafari juga membantai umat islam dan membunuh orang-orang yang terlihat mencurigakan. Hal ini terlihat dalam kutipan berikut. “Ibu kota terlihat sedih dan muram. Keheningan dan ketakutan menyelimuti dirinya. Setiap prajurit yang berada didalamnya meradang garang dengan tatapan waspada yang menyemburkan kilatan-kilatan kejahatan. Mereka membakar setiap orang yang mereka lihat mencurigakan. Rumah-rumah umat islam dihancurkan dan orang-orang yang berada didalamnya, baik laki laki, perempuan maupun anak-anak dibunuh. Tafari tidak pernah mengenal belas kasih dan perintah-perintahnya sangat kejam. Tidak ada seorang prajurit pun yang ragu-ragu dalam melaksanakan perintahnya, jika tidak maka tempat kembalinya adalah kematian.” (BayangBayang Hitam, 111).
Conclusion
Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan mengenai strukturalisme (pendekatan struktural) dan sosiologi tokoh utama di dalam novel Zhilul Aswad karya Najib Kailani, mempunyai kesimpulan novel ini bertema tentang kejahatan. Tokoh pada novel Zhilul Aswad terbentuk dari tokoh utama dan tambahan. Tokoh utama dalam novel yaitu Iyasu dan Tafari. Iyasu seorang kaisar muda yang baik hatinya, cinta dengan tulus, memikirkan kedamaian umatnya, serta menjunjung tinggi toleransi. Sedangkan Tafari adalah Gubernur wilayah suami Malvin sekaligus adik ipar Iyasu, ia sangat licik, jahat dan tamak akan kekuasaan, sedangkan tokoh tambahan yaitu Michael, Shu Arkos, Malvin, bapa Matheus, Tukang masak istana, Istri pertama Iyasu, dan Istri kedua Iyasu. Alur/Plot di dalam novel Zhilul Aswad adalah Plot. Peristiwa ini bisa dilihat dari penyajian cerita yang runtut, dimulai dari Tahap Situation (Tahap Penyusaian), Tahap Generating Circumstance (Tahap Pemunculan Konflik), Tahap Rising Action (Tahap Peningkatan Konflik, Tahap Climax (Tahap Klimaks), dan Tahap Denouement (Tahap Penyelesaian). Pengarang menggunakan latar tempat di Ethiopia karena novel ini menceritakan tentang sejarah Ethiopia di abad 20. Sudut pandang yang digunakan di dalam novel Zhilul Aswad yaitu pengarang sebagai narator yang menceritakan semua tokoh yang ada di dalam novel Azh-Zhil Al Aswad. Novel ini menceritakan tentang kejahatan, yaitu kemunafikan, pengkhianatan, dan pembunuhan. Dalam novel ini pengarang juga memberikan amanat kepada pembaca agar setelah membaca novel Azh-Zhil Al Aswad ini bisa menerapkan amanat-amanat yang ada di dalam kehidupan sehari-hari yaitu mempertahankan nilai-nilai tolerani dan perdamain. Serta aqidah beragama itu bukan dimulut tetapi di hati.