Kembali
16
1
2020 Info Bibliotheca Vol 2 · 2 ISSN 2714-805X

OPTIMALISASI PEMANFAATAN APLIKASI SENAYAN LIBRARY MANAGEMENT SYSTEM (SLiMS) PADA PERPUSTAKAAN PERGURUAN TINGGI DI KOTA PEKANBARU

Universitas Lancang Kuning; Universitas Lancang Kuning; Universitas Lancang Kuning

Abstrak

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui optimalisasi pemanfaatan aplikasi Senayan LibraryManagement System (SLiMS) pada perpustakaan di Kota Pekanbaru. Metode yang digunakan dalampenelitian ini adalah kualitatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive Sampling yaitupengambilan sampel secara sengaja berdasarkan petugas yang langsung terlibat dengan persyaratansampel yang diperlukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari beberapa indikator yang telahditetapkan maka pemanfaatan aplikasi SLiMS belum bisa dikatakan optimal karena fitur yang ada padaaplikasi SLiMS belum sepenuhnya dimanfaatkan. UPT Perpustakaan UNILAK tidak memanfaatkan duafitur yaitu fitur Inventarisasi dan fitur kendali terbitan berseri, sementara UPT Perpustakaan UMRI telahmemanfaatkan semua fitur namun masih ada beberapa sub fitur yang tidak dimanfaatkan.

Abstract

The purpose of this study was to determine the optimization of the utilization of the Senayan LibraryManagement System (SLiMS) application in the library in Pekanbaru City. The method used in this researchis qualitative. The sampling technique used is purposive sampling, which is sampling intentionally based onofficers who are directly involved with the required sample requirements. The results of the study indicatethat from several indicators that have been determined, the utilization of the SLiMS application cannot besaid to be optimal because the features in the SLiMS application have not been fully utilized. Unilak LibraryUPT does not take advantage of two features, namely the Inventory feature and serial publication controlfeature, while the UMRI Library UPT has utilized all the features but there are still some sub-features thatare not utilized.
Keywords: Optimalisasi · Pemanfaatan SLiMS · Perpustakaan Perguruan Tinggi

Introduction

Senayan Library Management System(SLiMS) atau yang sering disebut Senayanmerupakan salah satu saftware untukmanajemen perpustakaan. Dalam bukupenduan (Senayan Developers Community(SDC), 2017:11) yang dimaksud denganSenayan Library Management System(SLiMS) adalah Open Source Software (OSS)berbasis web untuk memenuhi kebutuhanotomasi perpustakaan (library automation)skala kecil hingga skala besar. AplikasiSLiMS dirilis dengan lisensi GPL sehinggamenjamin kebebasan tiap pengguna untukmendapatkan, memodifikasi, danmelakukan redistribusi, baik secarakomersial ataupun tidak (Jaf, 2016:4).Perpustakaan perguruan tinggimerupakan unsur penunjang perguruantinggi, yang bersama-sama dengan unsurpenunjang lainnya, berperan serta dalammelaksanakan tercapainya visi dan misiperguruan tingginya. Selain itu yangdimaksud dengan perguruan tinggi adalahuniversitas, institute, sekolah tinggi,akademi, politeknik, dan perguruan tinggilain yang sederajat (Depdiknas:2014:11).Dari hasil penelitian pada desember2020, peneliti mendapat informasi bahwapenggunaan aplikasi SLiMS setiapuniversitas berbeda-beda, ketujuhuniversitas diketahui ada empat yang telahmelakukan upgrade pada SLiMS versiterbaru bulian, beberapa di antaranyamenggunakan software SLiMS mulai dariSLiMS cendaana hingga akasia. Penggunaanaplikasi SLiMS juga merupakan salah satupilihan untuk membuat perkembanganpada perpustakaan, seperti dua perguruantinggi yang akan menjadi lokasi dalampenelitian, yaitu Universitas LancangKuning dan Universitas MuhammadiyahRiau kota Pekanbaru Provinsi Riau.Universitas Muhammadiyah Riau telahmenggunakan aplikasi SLiMS sejak 2013dan pada September 2020 telah melakukanupgrade perangkat lunak otomasinya keSenayan Library Management System(SLiMS) versi Bulian. Hal ini bertujuanuntuk menyesuaikan kebutuhan perangkatlunak yang memadai. Sama hal nya denganUniversitas Lancang Kuning yang telahmelakukan upgrade perangkat lunakotomasi ke Senayan Library managementSystem (SLiMS) versi bulian pada Agustus2020.Berdasarkan uraian di atas, penelititertarik mengetahui lebih lanjut danmendalam tentang aplikasi Senayan LibraryManagement System (SLiMS). Adapunrumusan masalah dalam penelitian iniadalah “Bagaimana OptimalisasiPemanfaatan Aplikasi Senayan LibraryManagement System (SLiMS) Pada Perpustakaan Perguruan Tinggi di KotaPekanbaru.Berikut ini beberapa penelitianterdahulu yang peneliti jadikan sebagairujukan penelitian, yaitu: Pertama,penelitian yang dilakukan oleh Dwiyantoro(Chevron & Indonesia, n.d.) dengan judul“Evaluasi software aplikasi Senayan LibraryManagement System (SLIMS) di lingkunganUniversitas Lancang Kuning Pekanbarumenggunakanpendekatan ISO 9126usability” Vol.2 No.1 Tahun 2020. Penelitianini menggunakan metode deskriptifkuantitatif Dengan metode pengumpulandata observasi, penyebaran kuesioner, danwawancara. Sampel dalam penelitian iniyaitu 7 responden yang berasal dariperpustakaan berbeda yang menggunakanaplikasi SLiMS. Analisis data dilakukandengan menggunakan rumus persentaseskala likert. Persamaan penelitianDwiyantoro dengan penelitian yang penelitilakukan adalah kedua objek penelitian yangmembahas tentang aplikasi Senayan LibraryManagement System (SLiMS. Sedangkanperbedaan pada penelitian Dwiyantorodengan penelitian yang peneliti lakukanyaitu metode yang digunakan. Kedua,penelitian yang dilakukan oleh (Iswanto,Wince, & Marleni, 2019). mahasiswaInstitut Tinggi Agama Islam Negeri (IAIN)Curup dengan judul “OptimalisasiPemanfaatan Aplikasi SLiMS dalamMeningkatkan Kinerja Pustakawan diPerpustakaan Institut Tinggi Agama IslamNegeri Curup”. Penelitian ini merupakanjurnal Tik Ilmue: Jurnal Ilmu Perpustakaandan Informasi, Vol. 3, No. 2, 2019.Persamaan penelitian ini yaitu sama-samamembahas tentang optimalisasipemanfaatan SLiMS, serta metode yangdigunakan adalah metode pendekatankualitatif. Sedangkan perbedaannyaterdapat pada objek dan lokasi penelitian.Ketiga, penelitian yang dilakukan oleh(Rahmadhani & Marlini, 2015) mahasiswaUniversitas Negeri Padang dengan judul“Pemanfaatan Sofware SLiMS (SenayanLibrary Management System) di UPTPerpustakaan Kopertis Wilayah X(Sumatera Barat, Riau, Jambi, danKepulauan Riau)” Vol. 4 No. 1 September2015. Penelitian ini menggunakan metodedeskriptif, yaitu menguraikan temuan ataudata penelitian dengan pengumpulan datamelalui observasi dan mewawancaraipustakawan UPT Perpustakaan KopertisWilayah X. Persamaan penelitian yangdilakukan Dahlia Rahmadhani denganpenelitian yang peneliti lakukan adalahuntuk mengetahui pemanfaatan SLiMS padasebuah Perpustakaan, hanya terdapatperbedaan dari segi bahasa dan maknadengan menganalisis lebih luas tentang pengoptimalan aplikasi SLiMS, sedangkanPerbedaan penelitian yang dilakukan DahliaRahmadhani dengan penelitian penelitilakukan terletak pada waktu dan tempat penelitian.

Method

Peneliti memfokuskan penelitian padadua Perguruan Tinggi yang ada di KotaPekanbaru, yaitu Universitas LancangKuning dan Universitas MuhammadiyahRiau. Waktu Penelitian dilaksanakan padabulan November 2020-Januari 2021.Metode yang peneliti gunakan dalampenelitian ini adalah deskriptif kamparatifdengan pendekatan kualititatif. Teknikpengumpulan data berupa observasi,wawancara dan dokumentasi. Sampeldalam penelitian ini peneliti ambilberdasarkan petugas yang langsung terlibatdengan objek penelitian sebanyak 12 orang.

Result & Discussion

Hasil penelitian ini telah dilakukan mulai dari bulan November 2020-Januari 2021. Untuk menjawab rumusan masalah pada bab 1, yaitu bagaimana optimalisasi pemanfaatan aplikasi Senayan Library Management System (SLiMS) pada perpustakaan perguruan tinggi di Kota Pekanbaru, maka peneliti melakukan pengamatan langsung serta wawancara sebanyak 12 informan yang terdiri dari Kepala Perpustakaan, Pustakawan serta pemustaka di masing-masing perpustakaan yang menjadi lokasi penelitian. Dari hasil penelitian yang telah peneliti lakukan pada perpustakaan perguruan tinggi di kota Pekanbaru yaitu UPT Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Riau dan UPT Perpustakaan Universitas Lancang Kuning. Peneliti mendapat informasi bahwa, UPT Perpustakaan UMRI telah menggunakan aplikasi SLiMS sejak tahun 2013, versi yang digunakan adalah SLiMS stable 3, pada tahun 2015 dilakukan upgrade SLiMS versi 5, terakhir September 2020 dilakukan lagi upgrade pada versi terbaru bulian. Sementara pada UPT Perpustakaan Unilak, penggunaan SLiMS telah diterapkan sejak tahun 2013 dengan versi stable 3. Pada tahun 2015 UPT Perpustakaan Unilak melakukan upgrade SLiMS 7, dua tahun pemakaian UPT Perpustakaan Unilak melakukan upgrade lagi pada SLiMS 8 dan pada Agustus 2020 telah melakukan upgrade pada versi terbaru bulian. Adapun untuk mengetahui bagaimana optimalisasi pemanfaatan aplikasi Senayan Library Management System (SLiMS) pada Perpustakaan Perguruan Tinggi di Kota Pekanbaru yaitu UPT Perpustakaan UNILAK dan UPT Perpustakaan UMRI, maka peneliti melakukan wawancara dengan mengajukan beberapa pertanyaan, berikut hasil yang peneliti dapat: OPAC Fitur OPAC menjadi alternatif bagi pemustaka untuk menemukan koleksi yang ada pada perpustakaan. Fitur OPAC merupakan sebuah wadah yang disediakan dalam temu kembali koleksi. Pemahaman pemustaka pada kedua perpustakaan berbeda-beda. Seperti pada UPT Perpustakaan UMRI, beberapa pemustaka ada yang memilih langsung menuju ke rak, sementara mereka masih bingung buku yang dicari berada pada kelas berapa. Berbeda dengan UPT Perpustakaan UNILAK, selalu terjadi gangguan pada komputer yang disediakan sehingga pemustaka berusaha mencari koleksi yang diinginkan atau langsung bertanya pada pustakawan. Bibliografi Fitur yang ada pada aplikasi SLiMS ini digunakan untuk melakukan penginputan koleksi yang ada di perpustakaan, menu atau fitur ini juga bisa mencetak barcode, nomor panggil serta kartu katalog. Berbagai koleksi yang dimasukkan dalam bibliografi juga bisa langsung ditemu kembali pemustaka melalui OPAC. Fitur bibliografi juga memiliki sub-sub fitur dan tidak semua sub fitur yang ada dimanfaatkan karena menurut informan setiap fitur dan sub fitur dijalankan dan dimanfaatkan menyesuaikan kebutuhan dan kebijakan dari perpustakaan. Untuk mengetahui lebih jelas peneliti memberi beberapa pertanyaan tentang fitur bibliografi. Sirkulasi Fitur sirkulasi merupakan salah satu fitur yang dianggap sangat memiliki pengaruh besar pada perpustakaan terkhusus memberi kemudahan bagi pustakawan dan pemustaka, hal ini dikarenakan fitur sirkulasi bisa mempercepat pemustaka untuk melakukan peminjaman, pengembalian serta perpanjangan buku, berbeda sekali jika peminjaman dan pengembalian buku dilakukan secara manual. Selain harus menunggu lama karena antrian, pustakawan juga akan kewalahan untuk mengatur keadaan yang terjadi. Keanggotaan Fitur keanggotaan dimanfaatkan untuk mengatur jenis keanggotan, seperti mahasiswa, karyawan dan dosen. Dari beberapa jenis keanggotaan ini masing-masing memiliki perbedaan hak dalam meminjam buku yang ada pada perpustakaan. Contoh, jika mahasiswa hanya bisa meminjam buku dalam jangka waktu seminggu sementara dosen memiliki tenggang waktu satu bulan. Berbeda dengan UPT Perpustakaan UMRI, pihak perpustakaan membuat kebijakan bahwa batas peminjaman buku untuk mahasiswa berlangsung empat belas hari atau dua minggu, sementara dosen bisa meminjam selama tiga bulan. Inventarisasi Inventarisasi berarti mendata buku-buku yang ada pada perpustakaan. Di Perpustakaan fitur inventarisasi digunakan untuk melakukan stock opname, kegiatan ini dilakukan dengan tujuan membuat perbandingan jumlah koleksi berdasarkan yang sudah terdata dengan koleksi yang ada pada rak. Hasil wawancara yang dilakukan peneliti dengan informan tentang optimalisasi pemanfaatan fitur inventarisasi pada perpustakaan. Berhubungan dengan fitur ini, wawancara hanya peneliti lakukan dengan informan 1 sampai dengan 3 karena informan 4 sampai dengan 5 menyatakan bahwa fitur inventarisasi tidak digunakan pada UPT Perpustakaan Unilak. Alasan tidak digunakan fitur tesebut karena sejak awal perpustakaan melakukan inventaris secara manual dan selanjutnya mengikuti daftar inventaris yang sudah ada. Kendali Terbitan Berseri Fitur ini dimanfaatkan untuk mengatur jenis koleksi terbitan berkala atau dari perpustakaan melanggan majalah, koran dan lainnya. Pada UPT Perpustakaan UMRI, fitur ini digunakan sesuai kebutuhan, namun pada UPT Perpustakaan UNILAK, fitur kendali terbitan berkala tidak dimanfaatkan karena tidak ada majalah atau jenis terbitan berkala lainnya yang dilanggan. Pelaporan Fitur pelaporan sangat membantu merekap berbagai laporan yang dibutuhkan dalam perpustakaan. Jika pada perpustakaan konvensional semua hal dikerjakan secara manual, namun dengan adanya fitur pelaporan ini tentu memberi kemudahan khususnya bagi pustakawan untuk membuat berbagai jenis laporan yang diinginkan. Pustakawan tinggal memilih sub-sub fitur yang tersedia pada fitur pelaporan, contohnya laporan denda keterlambatan, di fitur pelaporan semua sudah terdata dengan baik, baik laporan perminggu, perbulan hingga pertahun. UPT Perpustakaan Umri telah memanfaatkan fitur pelaporan dengan sangat baik, wawancara menghasilkan bahwa semua jenis laporan yang diinginkan bisa dibuat pada fitur ini. Berdasarkan hasil pengamatan langsung, peneliti juga melihat bahwa fitur pelaporan sangat membantu pustakwan dalam membuat berbagai jenis laporan yang diinginkan oleh pimpinan. Sudah sangat jelas, fitur ini berjalan optimal serta pemahaman dari pustakawan juga sangat baik. Dari keseluruhan hasil di atas, maka peneliti menarik kesimpulan bahwa pemanfaatan aplikasi Senayan Libarary Management System (SLiMS) pada perpustakaan perguruan tinggi yaitu Universitas Lancang Kuning dan Universitas Muhammadiyah Riau belum dikatakan optimal karena kedua perpustakaan yang menjadi lokasi penelitian belum memanfaatkan semua fitur dengan baik. Beberapa fitur atau menu besar yang disediakan, ada yang sama sekali tidak dimanfaatkan di Universitas Lancangkuning yaitu fitur Inventarisasi dan Kendali Terbitan Berseri. Berikut tabel pemanfaatan fitur-fitur yang ada pada aplikasi SLiMS di dua Perpustakaan perguruan tinggi: Tabel 1 Pemanfaatan Fitur SLiMS | Nama UPT Perpustakaan | UNILAK | UMRI | | --- | :---: | :---: | | | Sudah Dimanfaatkan | Belum Dimanfaatkan | Sudah Dimanfaatkan | Belum Dimanfaatkan | | OPAC | √ | | √ | | | Bibliografi | √ | | √ | | | Inventarisasi | | √ | √ | | | Sirkulasi | √ | | √ | | | Keanggotaan | √ | | √ | | | Kendali Terbitan Berkala | | √ | √ | | | Sistem | √ | | √ | | | Pelaporan | √ | | √ | | Sumber: Data Penelitian 2021 Tabel di atas menunjukkan bahwa keseluruhan dari fitur yang ada di aplikasi SLiMS sudah dimanfaatkan oleh kedua perpustakaan perguruan tinggi, namun pada UPT Perpustakaan UNILAK ada dua fitur yang tidak dimanfaatkan yaitu fitur inventarisasi dan kendali terbitan berkala. Pemanfaatan fitur yang ada pada aplikasi SLiMS ini disesuaikan berdasarkan kebutuhan pada perpustakaan.

Conclusion

Berdasarkan hasil penelitian yang peneliti lakukan tentang optimalisasi pemanfaatan aplikasi Senayan Library Management System (SLiMS) pada perpustakaan perguruan tinggi di kota Pekanbaru, dari kedua perguruan tinggi yang menjadi lokasi penelitian yaitu Universitas Muhammadiyah Riau dan Universitas Lancang Kuning, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa fitur yang menjadi indikator dalam penelitian telah dimanfaatkan oleh kedua Universitas namun dari ketujuh fitur tersebut, ada dua fitur yang tidak dimanfaatkan pada Universitas Lancang Kuning yaitu fitur Inventarisasi dan Kendali Terbitan Berseri. Sedangkan fitur Inventarisasi pada Universitas Muhammadiyah Riau digunakan untuk memudahkan melakukan stock opname. Sementara fitur Kendali Terbitan Berseri dimanfaatkan karena memang UPT Perpustakaan UMRI memiliki langganan koran tribun serta majalah suara Muhammadiyah. Pemanfaatan fitur yang ada pada aplikasi SLiMS disesuaikan berdasarkan kebutuhan dan kebijakan pada kedua Perpustakaan.