Kembali
16
1
2023 Al-ma'mun: Jurnal Kajian Kepustakawanan dan Informasi Vol 4 · 2 ISSN 2746-0509

Implementasi Sistem Operasi Perpustakaan dengan Aplikasi Slims di Perpustakaan Ismail Marzuki MAN 3 Pekanbaru

Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau; Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau; Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau; Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Abstrak

Perpustakaan sekolah terotomasi sudah menjadi kebutuhan. Sistem otomasi perpustakaan telah banyak dirancang dan dibangun oleh para pakar teknologi informasi, terutama di bidang kepustakawanan. Senayan Library Management System merupakan salah satu aplikasi otomasi perpustakaan terkenal dan banyak dimanfaatkan di perpustakaan dalam berbagai jenis. Perpustakaan Ismail Marzuki MAN 3 Pekanbaru telah melakukan pengembangan sistem pengelolaan perpustakaan menjadi sistem perpustakaan terotomasi menggunakan aplikasi SLiMS. Peneliti melakukan kajian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini adalah kepala madrasah, kepala perpustakaan, pustakawan, tenaga IT perpustakaan dan siswa. Data penelitian yang telah terkumpul, selanjutnya diolah dan dianalisis menggunakan metode deskriptif kualitatif. Berdasar hasil dan pembahasan penelitian, diketahui bahwa implementasi aplikasi otomasi perpustakaan SLiMS di Perpustakaan Ismail Marzuki MAN 3 Pekanbaru, melalui tahapan-tahapan: Penyediaan perangkat keras dan perangkat lunak; Penyediaan sumberdaya pengelola; Pemilihan sistem yang sesuai; Instalasi sistem; dan Operasional sistem untuk penerapan pada layanan teknis dan pemustaka, serta sangat dipengaruhi oleh dukungan anggaran, sumberdaya pengelola dan ketersediaan perangkat keras dan perangkat lunak.

Abstract

Automated school libraries have become a necessity. Library automation systems have been designed and built by information technology experts, especially in the field of librarianship. Senayan Library Management System is one of the well-known library automation applications and is widely used in various types of libraries. Library of Ismail Marzuki MAN 3 Pekanbaru has developed a library management system into an automated library system using the SLiMS application. Researchers conducted a descriptive study with a qualitative approach. Data was collected using interview, observation and documentation techniques. The informants in this research were the head of the madrasah, head of the library, librarian, library IT staff and students. The research data that has been collected, is then processed and analyzed using qualitative descriptive methods. Based on the results and discussion of the research, it is known that the implementation of the SLiMS library automation application at the Ismail Marzuki MAN 3 Pekanbaru Library, goes through the following stages: Provision of hardware and software; Provision of managing resources; Selection of the appropriate system; System installation; and Operational systems for implementation of technical and user services, and are heavily influenced by budgetary support, management resources and availability of hardware and software.
Keywords: school library · automation · slims (senayan library management system)

Introduction

Keberadaan perpustakaan sebagai pusat sumber informasi saat ini sudah menjadi sebuah kebutuhan bagi masyarakat secara umum. Perpustakaan menjadi alternatif mesin informasi yang menyediakan berbagai bentuk informasi, bahan bacaan, bahan pustaka, baik secara tercetak maupun non-cetak. Hal ini sesuai dengan tugas utama perpustakaan yakni mengelola bahan pustaka, mulai dari men_seleksi, mengadakan, mengorganisir, penataan koleksi di rak/ pengrakan, sehingga koleksi siap untuk dilayankan kepada pemustaka. Merujuk pada Peraturan Kepala Perpustakaan Nasional RI Nomor 12 tahun 2017 tentang Standar Nasional Perpustakaan Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah, menyebutkan bahwa perpustakaan sekolah adalah perpustakaan yang dibangun dilingkungan sekolah. Artinya perpustakaan yang berada pada satuan pendidikan formal di lingkungan pendidikan sekolah pada setiap jenjangnya. Perpustakaan merupakan bagian integral dari kegiatan sekolah yang bersangkutan, dan merupakan salah satu pusat sumber belajar untuk mendukung tercapainya tujuan pendidikan sekolah yang bersangkutan. Penyelenggaraan perpustakaan madrasah ditujukan untuk mengumpulkan, menyediakan dan melayankan informasi sumber belajar bagi masyarakat sekolah, sehingga membantu siswa dan tenaga pendidik dan kependidikan menyelesaikan tugas-tugas dalam proses pembelajaran. Dahsyatnya perkembangan teknologi informasi saat ini, telah merambah pada hampir setiap lini kebutuhan masyarakat, terkhusus lagi bagi masyarakat pencari informasi. Teknologi informasi bukanlah hal langka lagi, apalagi dikalangan siswa saat ini. Siswa sudah terbiasa menggunakan jaringan internet mencari dan menemukan informasi sebagai sumber belajar mereka. Kecenderungan ini, tentunya menjadi motivasi bagi pengelola perpustakaan madrasah sebagai penyedia sumber belajar siswa, membangun perpustakaan madrasah yang mumpuni dalam pemanfaatan teknologi informasi. Perpustakaan madrasah terotomasi sudah menjadi kebutuhan, untuk terwujudnya perpustakaan yang mampu menyediaan sarana akses informasi sumber belajar berkualitas bagi siswa dan tenaga pendidik di lingkungan madrasahnya. Otomasi perpustakaan memberikan kemudahan akses dan pemanfaat layanan perpustakaan serta mampu meringkaskan tugas-tugas layanan bagi pengelola secara efektif dan efisien. Sistem otomasi perpustakaan telah banyak dirancang dan dibangun oleh para pakar teknologi informasi, terutama di bidang kepustakawanan. SLiMS (Senayan Library Management System) merupakan salah satu aplikasi otomasi perpustakaan yang terkenal dan banyak dimanfaatkan di perpustakaan dalam berbagai jenis. Melihat tingginya dukungan teknologi informasi dan sudah tersedia aplikasi sistem otomasisasi perpustakaan, maka sudah menjadi keharusan bagi pengelola perpustakaan untuk menerapkan aplikasi tersebut di perpustakaan. Penerapan aplikasi otomasi perpustakaan, akan mampu menjadikan pencapaiaan peran dan fungsi perpustakaan semakin tinggi dan berkualitas. Observasi awal yang telah dilakukan di Madrasah Aliyah Negeri 3 (MAN 3) Pekanbaru yang diresmikan oleh Menteri Agama Republik Indonesia Lukman Hakim Saefudin pada Senin, 29 Oktober 2018 yang lalu, MAN 3 Pekanbaru sudah merintis dan membangun perpustakaan sejak didirikan. Berdasar observasi tersebut diperoleh informasi sebagai berikut: 1) Perpustakaan difungsikan sebagai tempat penyimpanan dan sirkulasi buku teks mata pelajaran bagi para siswa yang membutuhkan; 2) Daftar koleksi masih ditulis dalam kertas sehingga sulit untuk disortir dan dikelola; 3) Pengecekan ketersediaan koleksi sulit dilakukan; 4) Pencatatan peminjaman dan pengembalian koleksi sering terjadi kesalahan penulisan sehingga membuat operasional perpustakaan menjadi lambat; 5) Format penulisan data kadang tidak sama antara pengelola perpustakaan satu dengan pengelola perpustakaan yang lain; 6) Siswa sering terlambat dalam pengembalian pinjaman koleksi; dan 7) Perpustakaan dikelola secara sederhana dengan sistem manual. B. PERMASALAHAN Berangkat dari kenyataan tersebut, serta seiring tuntutan atas kebutuhan informasi serta jumlah peserta didik, tenaga pendidik dan kependidikan yang semakin meningkat, maka perpustakaan MAN 3 Pekanbaru melakukan pengembangan sistem pengelolaan perpustakaan dari sistem perpustakaan secara manual menjadi sistem perpustakaan terotomasi menggunakan aplikasi otomasi perpustakaan SLiMS. Berdasar paparan diatas, maka peneliti bermaksud untuk melakukan pengkajian terhadap penerapan aplikasi otomasi perpustakaan SLiMS di Perpustakaan Ismail Marzuki MAN 3 Pekanbaru. C. TINJAUAN PUSTAKA 1. Perpustakaan Sekolah Perpustakaan sekolah adalah perpustakaan yang ada di sekolah sebagai sarana pendidikan untuk menunjang pencapaian tujuan Pendidikan prasekolah, Pendidikan dasar, dan Pendidikan menengah (Soetminah, 1992:37). Penyelenggaraan perpustakaan sekolah merujuk pada UndangUndang RI Nomor 2 tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pasal 35 yang berbunyi bahwa “setiap satuan pendidikan, jalur pendidikan sekolah baik yang diselenggarakan oleh pemerintah maupun oleh masyarakat harus menyediakan sumber-sumber belajar. Pada penjelasan pasal 35 tersebut dijelaskan bahwa salah satu sumber belajar yang amat penting tapi bukan satu satunya sumber belajar adalah perpustakaan yang harus memungkinkan para tenaga kependidikan dan para peserta didik memperoleh kesempatan untuk memperluas dan memperdalam di lembaga pengetahuan melalui membaca buku dan koleksi lainnya yang diperlukan (Andi, 2015: 35).” Menurut Fatmawati (2021) bahwa perpustakaan sekolah/madrasah perlu menerapkan otomasi. Tenaganya harus dapat mengoperasikan komputer dan peralatan pendukungnya. Staf TIK juga harus menguasai otomasi perpustakaan sekolah, seperti halnya software Slims. Bafadal (2011) menyebutkan, penyelenggaraan perpustakaan di sekolah/ madrasah pada setiap tingkatan pendidikan bertujuan sebagai berikut: a. Perpustakaan sekolah dapat menimbulkan kecintaan murid-murid terhadap membaca. b. Perpustakaan sekolah dapat memperkaya pengalaman belajar murid-murid. c. Perpustakaan sekolah dapat menanamkan kebiasaan belajar mandiri yang akhirnya murid-murid mampu belajar mandiri. d. Perpustakaan sekolah dapat mempercepat proses penguasaan teknik membaca. e. Perpustakaan sekolah dapat membantu perkembangan kecakapan berbahasa. f. Perpustakaan sekolah dapat melatih murid ke arah tanggung jawab. g. Perpustakaan sekolah dapat memperlancar murid-murid dalam menyelesaikan tugastugas sekolah. h. Perpustakaan sekolah dapat membantu guru-guru menemukan sumber-sumber pengajaran. i. Perpustakaan sekolah membantu murid, guru, dan anggota staf sekolah dalam mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. j. dan ditambahkan Sumantri (2008: 11), Sumantri (2008: 11) menyebutkan bahwa perpustakaan sekolah membantu kepala sekolah para guru dan peserta didik di sekolah dapat menyadari akan pentingnya peranan perpustakaan sekolah sebagai salah satu sumber belajar dan informasi ilmu pengetahuan dan teknologi serta budaya bangsa. Perpustakaan sekolah menyelenggarakan perpustakaan dengan penataan rapi dan benar, sesuai standar ilmu perpustakaan, sehingga memberikan pelayanan kepada secara sistematis. Selanjutnya adanya perpustakaan sekolah adalah agar dapat tercapainya tujuan pendidikan nasional. 2. Otomasi Perpustakaan Otomasi perpustakaan dibuat supaya memudahkan pustakawan dalam pemanfaatan perpustakaan dan menjadikan pemanfaatan perpustakaan oleh pemustaka efektif dan efisien. Purwono (2008, 3) mengemukakan beberapa alasan pentingnya diadakan otomasi perpustakaan, yakni: 1) Mengefisiensikan dan mempermudah pekerjaan di perpustakaan; 2) Memberikan layanan yang lebih baik kepada pengguna perpustakaan; 3) Meningkatkan citra perpustakaan; 4) Pengembangan infrastruktur nasional, regional dan global. Selanjutnya menurut Saiful (2007, 6) tujuan otomasi perpustakaan adalah untuk 1) Memudahkan integrasi kegiatan perpustakaan; 2) Memudahkan kerja sama dan pembentukan jaringan perpustakaan; 3) Membantu menghindari duplikasi kegiatan di perpustakaan; 4) Menghindari dari pekerjaan yang bersifat mengulang dan membosankan; 5) Memperluas jasa perpustakaan; 6) Memberikan peluang untuk memasarkan jasa perpustakaan; dan 7) Meningkatkan efisiensi. Ditambahkan Mustafa (2008: 6) sistem otomasi perpustakaan terdiri atas beberapa komponen pendukung untuk memaksimalkan kinerjanya, yakni: hardware, software, data/ database, dan Sumber Daya Manusia (SDM). 3. Aplikasi SLiMS (Senayan Library Management System) Senayan Library Management System (SLiMS), merupakan sebuah software open source yang sudah banyak menolong perpustakaan-perpustakaan dalam mengembangkan perpustakaan digital di seluruh Indonesia bahkan hingga ke manca negara. Sebuah karya besar dari anak bangsa yang layak untuk kita banggakan karena sangat berperan dan membantu pustakawan dan pengelola perpustakaan di berbagai jenis perpustakaan untuk memudahkan dalam pengelolaan sistem digital di perpustakaan. Selain pernah memenangkan penghargaan dalam ajang ICT Award 2009 sebagai kategori Open Source System terbaik, SLiMS secara bertahap namun pasti telah mengundang kepedulian banyak pustakawan untuk membangun komunitas yang menyebar di banyak wilayah di seluruh Indonesia bahkan di berbagai negara lainya. SLiMS saat ini sudah sampai pada tahap upgrade ke 2021 SLiMS 9 Bulian, dengan menghadirkan fitur-fitur berikut: a) Modul pengatalogan (Cataloging Module); b) Modul Penelusuran (OPAC/Online Public Access Catalog Module); c) Modul sirkulasi; d) Modul Manajemen Keanggotaan (Membership Management Module); e) Modul Inventarisasi Koleksi (Stocktaking Module); f) Modul Statistik/Pelaporan (Report Module); dan Modul Manajemen Terbitan Berseri (Serial Control).

Method

Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pada penelitian ini, peneliti memaparkan data berupa kata-kata dan gambar yang diperoleh dari sumber data, sehingga akan diperoleh informasi yang jelas dan detail perihal implementasi sistem otomasi perpustakaan dengan aplikasi SLiMS di Perpustakaan Ismail Marzuki MAN 3 Pekanbaru dan faktorfaktor yang mempengaruhinya. Sumber data diperoleh dari beberapa informan yakni: kepala madrasah, kepala perpustakaan, pustakawan, tenaga IT perpustakaan dan siswa. Data penelitian yang telah terkumpul, yakni data hasil observasi, wawancara dengan informan dan dokumentasi selanjutnya diolah dan dianalisis menggunakan metode deskriptif kualitatif

Result & Discussion

1. Implementasi Sistem Otomasi Perpustakaan dengan Aplikasi SLiMS Implementasi sistem otomasi perpustakaan dengan aplikasi SLiMS di Perpustakaan Ismail Marzuki MAN 3 Pekanbaru, dapat dipaparkan hasil sebagai berikut. Keputusan menjadikan pengelolaan perpustakaan terotomasi, tentunya berimbas ketersediaan perangkat dan kelengkapan sarana dan prasarana untuk men_support berjalannya aplikasi tersebut, seperti disebutkan Informan 1 : “Langkah awal yang perlu disiapkan adalah sarana dan prasarana untuk menunjang terlaksananya program otomasi SLIMS tersebut, misalnya komputer baik untuk pekerjaan teknis, maupun komputer sebagai server, barcode reader, printer, dan perangkat pendukung lainnya”. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, bahwa implementasi sistem otomasi perpustakaan dengan aplikasi SLiMS di Perpustakaan Ismail Marzuki MAN 3 Pekanbaru dapat dideskripsikan dalam beberapa tahapan berikut. a. Instalasi aplikasi SLIMS Instalasi aplikasi SLIMS pada server koleksi perpustakaan Ismail Marzuki MAN 3 Pekanbaru, merupakan tahapan pertama yang dilakukan. Informan 2 menyebutkan ”ketersediaan perangkat keras dan perangkat lunak yang kompatibel dengan aplikasi SLIMS sangat menentukan proses instalasi”. Ditambahkan Informan 4, “Selain ketersediaan perangkat keras dan perangkat lunak, instalasi aplikasi juga sangat ditentukan dengan support jaringan internet yang memadai sehingga proses instalasi dapat berlangsung dengan baik dan cepat”. Kosasih (2009: 2-4) menyebutkan, perangkat otomasi terdiri atas: 1) perangkat keras seperti komputer dan alat bantunya seperti printer, barcode, scanner, dan lainnya; dan 2) perangkat lunak yakni aplikasi otomasi/program. Spesikasi komputer yang digunakan untuk instalasi perangkat lunak, minimal sebagai berikut: 1) Pentium II 450 MHz 2) Memori 128 MB 3) HD 10 GbyteMonitor 14 Inc, minimal 16 color 4) Printer Dot Matrix. & Ink Jet 5) Barcode Scanner 6) WEbCam b. Pencatatan bibliografi Informan 3 menyebutkan, ”langkah awal yang dilakukan sebelum proses pencatatan bibliografi di aplikasi, maka koleksi perlu dipilah berdasar jenis koleksi yakni koleksi umum dan koleksi referensi”. Ditambahkan oleh Responden 2, “ketika koleksi sudah dikelompokkan sesuai jenisnya, maka dilakukan langkah-lanhkah berikut: 1) Inventarisasi di buku induk 2) Membubuhkan stempel milik dan stempel inventaris 3) Membubuhkan nomor inventaris 4) Memindahkan data bibliografi koleksi ke worksheet 5) Menentukan subyek dan nomor klasifikasi 6) Melakukan entri data bibliografi koleksi ke aplikasi/ database Sistem otomasi perpustakaan Ismail Marzuki MAN 3 Pekanbaru, dapat diakses pada link: https://pustakaman3pku.ac.id dengan tampilan “beranda” seperti berikut: Gambar 1. Beranda Sistem Otomasi Perpustakaan Setelah langkah-lanhkah di atas dilakukan, maka selanjutnya data bibliografi, beserta subyek dan klas koleksi di_entri ke aplikasi pada menu “bibliografi”: Gambar 2. Bibliografi Kemudian pilih menu “tambah bibliografi baru”. Selanjutnya penginputan data koleksi pada aplikasi dapat dilakukan sesuai dengan data koleksi yang sudah dibuat pada lembar kerja (worksheet). Jika entri data koleksi sudah dilakukan dengan benar, maka tampilan koleksi pada daftar koleksi menjadi: Gambar 3. Tambah Bibliografi Baru c. Pencetakan Label dan Barcode Koleksi Pencetakan label koleksi dilakukan dengan memilih “peralatan” pada menu “bibliografi” kemudian pilih “pencetakan label”. Untuk pecetakan label, pengelola perpustakaan terlebih dahulu melakukan pengaturan. Informan 4 menyebutkan: “untuk tampilan label yang bagus, sesuai dengan spesifikasi yang standard, maka dilakukan pengaturan tampilan, ukuran dan bentuk label yang diinginkan perpustakaan. Aturan-aturan yang ditetapkan ini akan berlaku secara konsisten dan taat azas di perpustakaan, sehingga siapapun yang menjadi pengelola perpustakaan di masa datang tetap akan menggunakan aturan-aturan baku yang sudah ditentukan tersebut”. Untuk pencetakan label koleksi, terlebih dahulu dipilih daftar koleksi yang akan dicetak label, untuk selanjutnya dapat diperintahkan cetak label, seperti pada gambar berikut: Gambar 4. Pencetakan Label Jika label sudah dicetak, maka selanjutnya dapat dilakukan pencetakaan barcode koleksi dengan memilih “pencetakan barcode” pada menu “peralatan” dan pilih judul koleksi yang akan dicetak barcodenya, seperti pada gambar berikut: Gambar 5. Pencetakan Barcode Informan 3 menyatakan: “apabila label dan barcode buku sudah dicetak pada mesin printer, untuk berikutnya label dan barcode tersebut ditempelkan pada koleksi sesuai dengan aturan yang sudah standar”. d. Keanggotaan Sirkulasi atau pelayanan peminjaman koleksi baru dapat dilakukan setelah entri data anggota sudah dilakukan. Informan 3 menyebutkan: “hal-hal yang perlu ada untuk entri data anggota adalah kartu dan foto siswa. Untuk itu kartu dan foto siswa menjadi syarat pendaftara sebagai anggota perpustakaan”. Berikutnya data siswa yang tercantum pada kartu siswa di_entri ke aplikasi dan dilengkapi dengan foto siswa (sebaiknya dalam bentuk softfile). Informan 4 menambahkan “khusus untuk foto siswa, dapat juga dilakukan secara langsung di perpustakaan ketika siswa berkunjung atau akan melakukan transaksi peminjaman di perpustakaan”. Entri data siswa dilakukan pada menu “keanggotaan” dengan memilih “tambah anggota” seperti pada gambar berikut: Gambar 6. Keanggotaan Apabila data siswa sudah ditambahkan pada aplikasi/ database keanggotaan sesuai dengan jenis keanggotaan, maka untuk memastikan data tersebut sudah ter_record sempurna dapat dilakukan validasi pada menu “lihat daftar anggota” seperti pada gambar berikut: Gambar 7. Daftar Anggota Untuk selanjutnya dilakukan pencetakan kartu anggota pada menu “peralatan” dengan memilih “cetak kartu anggota” seperti berikut: Gambar 8. Tipe Keanggotaan Perpustakaan Ismail Marzuki MAN 3 Pekanbaru, untuk registrasi keanggotaan dapat juga dilakukan secara online mandiri oleh anggota, dengan memilih menu “Daftar online” pada aplikasi, seperti gambar berikut: Gambar 9. Daftar Online e. Sirkulasi Pengaturan layanan sirkulasi perlu ditetapkan sesuai standar layanan perpustakaan, untuk pengelola menentukan aturan-aturan sirkukasi yang akan berlaku di perpustakaan. Informan 2 menyebutkan: “aturan sirkulasi ini perlu ditentukan sesuai dengan ketentuan standar, untuk keteraturan pelayanan-pelayan di perpustakaan terutama pelayanan sirkulasi, seperti jumlah pinjam, jangka wantu pinjam, serta sanksi jika peminjaman terlambat dikembalikan”. Berdasar data yang diperoleh, bahwa di Perpustakaan Ismail Marzuki MAN 3 Pekanbaru, seluruh komponen sekolah yakni siswa, guru dan tenaga kependidikan adalah anggota perpustakaan yang berjumlah lebih kurang 755 orang. Anggota tersebut harus melakukan registrasi keanggotaan di perpustakaan. Anggota yang sudah terdaftar, baru dapat dilayani untuk melakukan kunjungan dan peminjaman koleksi di perpustakaan. Sirkulasi peminjaman koleksi dilakukan pada menu “sirkulasi” dengan memilih “mulai transaksi” dengan menscan kartu anggota atau dapat juga dilakukan dengan membubuhkan nomor kartu anggota pada menu sirkulasi di aplikasi. Jika data anggota sudah tampil pada layar monitor komputer layanan sisrkulasi, maka selanjutnya dilakukan scan barcode pada buku sesuai dengan jumlah buku yang dipinjam, kemudian pilih selesai pada menu. Proses tersebut dapat dilakukan seperti pada gambar berikut. Gambar 10. Sirkulasi Berikut adalah menu-menu sirkulasi yang tersedia pada aplikasi SLIMS di perpustakaan Ismail Marzuki MAN 3 Pekanbaru: 1) Aturan Peminjaman Gambar 11. Aturan Peminjaman 2) Pengembalian kilat Gambar 12. Pengembalian Kilat 3) Sejarah peminjaman Gambar 13. Sejarah Peminjaman 4) Daftar keterlambatan Gambar 14. Daftar Keterlambatan 5) Reservasi Gambar 15. Reservasi f. Pelaporan Menu ini berfungsi untuk melakukan pencatatan untuk operasional perpustakaan. Di Perpustakaan Ismail Marzuki MAN 3 Pekanbaru, data pelaporan dibuat mencakup: 1) Data koleksi 2) Data keanggotaan 3) Data sirkulasi koleksi setiap bulan berdasar klas 4) Data peminjam koleksi 5) Daftar kunjungan koleksi per bulan 6) Daftar koleksi buku yang sering dipinjam siswa Data-data tersebut, dapat di_record pada menu “Pelaporan” dengan memilih “statistik koleksi” sesuai dengan data yang diinginkan, terlihat pada gambar: Gambar 16. Pelaporan 2. Faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi aplikasi SLiMS 9 Bulian di Perpustakaan Ismail Marzuki MAN 3 Pekanbaru Menurut Kosasih (2009: 2), penerapan teknologi informasi di perpustakan tidak lepas dari faktor-faktor yang mempengaruhinya, diantaranya: a. Kemudahan mendapatkan produk TI b. Harga semakin terjangkau untuk memperoleh produk TI c. Kemampuan dari teknologi informasi d. Tuntutan layanan masyarakat serba “klik” e. Meng_efisiensikan dan mempermudah pekerjaan dalam perpustakaan f. Memberikan layanan yang lebih baik kepada pengguna perpustakaan g. Meningkatkan citra perpustakaan h. Pengembangan infrastruktur nasional, regional dan global Sebagaimana dinyatakan Kosasih (2009), maka di Perpustakaan Ismail Marzuki MAN 3 Pekanbaru, faktor-faktor yang mempengaruhi dalam implementasi otomasi perpustakaan menggunakan SLIMS dapat diuraikan sebagai berikut: a. Anggaran Dukungan anggaran untuk pengelolaan perpustakaan berbasis otomasi merupakan unsur penting, sebab tanpa support anggaran yang memadai system tidak dapat beroperasi dengan baik. Sebagaimana dinyatakan Informan 2, “Alhamdulillah perpustakaan Ismail Marzuki MAN 3 Pekanbaru mendapat dukungan sepenuhnya dari Kepala Sekolah berserta komite, sehingga sistem otomasi berbasis SLIMS dapat berfungsi dengan baik dan cepat di perpustakaan ini”. Seperti diketahui, untuk instalasi perangkat lunak, diperlukan perangkat keras, seperti komputer server, jaringan internet dan perangkat penyertanya lainnya, sehingga instalasi bisa berhasil dan dapat berfungsi dengan cepat. b. Sumberdaya Pengelola Informan 1 menyebutkan, “Ketesediaan sumberdaya yang memadai sangat penting dan menentukan untuk terlaksannya perpustakaan terotomasi. Maka perlu ditunjuk dan di_SK_kan pengelola perpustakaan, tentunya diutamakan yang memiliki kompetensi sesuai dengan bidang tugas yang akan diberikan”. Berdasar data yang diperoleh, perpustakaan Ismail Marzuki MAN 3 Pekanbaru memiliki 3 (tiga) orang pengelola, yang terdiri atas Kepala Perpustakaan bertugas untuk manajerian dan membantu pada layanan teknis, 1 (satu) orang pengelola untuk layanan teknis dan layanan pemustaka, serta 1 (satu) orang pengelola untuk layanan Teknologi Informasi dan membantu untuk layanan teknis. c. Perangkat Keras Perpustakaan Ismail Marzuki MAN 3 Pekanbaru, sudah dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang memadai untuk berlangsungnya pelayanan perpustakaan terotomasi berbasis aplikasi SLIMS. Ketersediaan sarana dan prasarana penting untuk keberlangsungan operasional pelayanan perpustakaan, baik pelayanan teknis maupun pelayanan kepada pemustaka. Seperti disebutkan Informan 5, “Alhamdulillah, kami sangat senang di perpustakaan, sebab selain sejuk, juga nyaman serta pelayanan dilakukan secara cepat dan tepat”. Ditambahkan Informan 5, lainnya: “kami juga dapat melihat koleksi perpustakaan Ismail Marzuki MAN 3 Pekanbaru melalui browser di handphone dari rumah”. Informan 4 menyebutkan, “Hal itu dapat dilakukan karena sistem otomasi perpustakaan sudah di_hosting, sehingga aktif 24 (dua puluh empat) jam”. d. Perangkat Lunak Pemilihan aplikasi yang tepat tentunya berperan dalam implemetasi sistem otomasi perpustakaan. Seperti diketahui, Perpustakaan Ismail Marzuki MAN 3 Pekanbaru menetapkan aplikasi SLIMS sebagai aplikasi untuk otomasi perpustakaan. Informan 2 menyebutkan, “aplikasi ini murah, artinya tidak berbayar”. Ditambahkan Informan 4, “Aplikasi SLIMS bersifat opensource dan dapat di_download serta diinstal secara mandiri pada server di perpustakaan, tentunya disesuaikan dengan spesifikasi server yang telah ditentukan untuk aplikasi tersebut”.

Conclusion

Kajian berjudul “Implementasi Sistem Otomasi Perpustakaan Berbasis Aplikasi SLIMS (Senayan Library Management) 9 Bulian di Perpustakaan Ismail Marzuki MAN 3 Pekanbaru, merumuskan beberapa simpulan berikut: Perpustakaan Ismail Marzuki MAN 3 Pekanbaru sudah menerapkan aplikasi SLIMS untuk sistem otomasi di perpustakaan, dengan melalui tahapan-tahapan, berikut: 1. Penyediaan perangkat keras dan perangkat lunak 2. Penyediaan sumberdaya pengelola 3. Pemlihan sistem yang sesuai 4. Instalasi sistem 5. Operasional sistem untuk penerapan pada layanan teknis dan pemustaka Faktor yang mempengaruhi dalam implementasi sistem otomasi perpustakaan berbasis aplikasi SLIMS (Senayan Library Management) 9 Bulian di Perpustakaan Ismail Marzuki MAN 3 Pekanbaru yakni: 1. Anggaran 2. Sumberdaya pengelola 3. Ketersediaan perangkat keras dan perangkat lunak